bab ii gambaran umum pt. ace hardware indonesia ii.pdf · menggabungkan toko mereka menjadi suatu...

Download BAB II GAMBARAN UMUM PT. ACE HARDWARE INDONESIA II.pdf · menggabungkan toko mereka menjadi suatu koperasi…

Post on 07-Mar-2019

218 views

Category:

Documents

0 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

22

BAB II GAMBARAN UMUM

PT. ACE HARDWARE INDONESIA TBK WILAYAH MEDAN 2. 1. Sejarah Perkembangan Ace Hardware Perjalanan sejarah dan perkembangan toko perkakas merk Ace ini sangat menarik

untuk dikaji, karena bukan hanya mengandung nilai-nilai historis yang dalam,

melainkan juga mengandung makna dan pengetahuan tentang perjalanan usaha

yang merentang ke segala penjuru dunia. Toko Ace Hardware saat ini sudah

berumur 82 tahun dan beredar lebih dari 70 negara di dunia dan jumlah produk-

produknya dengan merk Ace mencapai 7000 jenis barang.

Bermula dari Mr. Richard Hesse mengambil alih usaha sebuah toko perkakas

kecil pada tahun 1920 di Chicago, Illinois, Amerika Serikat. Pada tahun 1922, Mr.

Hesse mengumpulkan beberapa pemilik toko perkakas dan mengusulkan untuk

menggabungkan toko mereka menjadi suatu koperasi yang menjual alat-alat

kebutuhan rumah tangga dan kebun yang memiliki posisi lebih kuat dan

berpengaruh terhadap para produsen barang, khususnya dalam hal penentuan

harga. Pada tahun 1924, Mr. Hesse bertemu dengan Mr. Frank Burke dari

Waukegan, Illinois yang juga memiliki ide yang sama tentang pembentukan

koperasi, sehingga pada tahun itu juga, mereka menggabungkan kedua perusahaan

tersebut. Pada tahun 1928, secara resmi, the ACE Company Inc., didirikan

(http://www.acehardware.co.id/home_page.htm).

Pada tahun 1930, Amerika Serikat mengalami depresi ekonomi yang

berkepanjangan, tetapi Ace Hardware tetap tumbuh berkembang dengan ditandai

semakin bertambahnya anggota yang bergabung, jenis produk yang dijual dan

pembukaan cabang-cabang baru di seluruh Amerika. Pada tahun 1931, kantor

Universitas Sumatera Utara

pusat Ac

berkemban

tahun 195

aspek-aspe

ritel. Pada

Amerika.

Gambar 1 Pada tahu

kepada pa

terbesar d

telah berk

memiliki

Ace den

ranking

(http://ww

2. 2. Peru

ce Hardwa

ng pesat ke

50, Ace Ha

ek operasio

a tahun itu,

1 : Toko ACE

un 1974, Mr

ara dealer.

di Amerika

kembang me

pabrik sen

ngan jumlah

ke-2

ww.thehardw

usahaan ber

are pindah

e area Midw

ardware mu

onalnya. Isti

jumlah tok

E Hardware d

r. Hesse, pe

Semenjak i

Serikat. Sa

enjadi 5.500

ndiri yang

h produk me

dari 10

warecatalog

rwajah Kor

dari Chi

west sampai

ulai melakuk

ilah self-se

ko Ace Hard

di Springboro,

endiri Ace

itu Ace Ha

ampai deng

0 toko di se

memprodu

encapai 7.0

pabrik

g.com).

rporasi

cago ke W

dengan per

kan standar

ervice mul

dware suda

Ohio.

Hardware,

ardware ber

gan akhir t

eluruh dunia

uksi produk

00 jenis bar

cat

Wisconsin

rtengahan ta

risasi penam

lai diperken

ah berjumlah

menjual se

rkembang m

tahun 2000,

a. Hingga s

k-produkny

rang. Ace P

terbesar

dan kem

ahun 1940.

mpilan toko

nalkan di ind

h 325 di se

eluruh saha

menjadi kop

, Ace Hard

aat ini Ace

ya dengan

Paint, mendu

di Am

23

udian

Pada

o dan

dustri

eluruh

mnya

perasi

dware

telah

merk

uduki

merika

Universitas Sumatera Utara

24

Perusahaan Ace Hardware telah berkembang menjadi sebuah korporasi

yang mendunia. Di mulai dengan sebuah toko kecil di Chicago, kini Ace

Hardware telah merambah ke banyak negara termasuk Indonesia. Di kota-kota

besar Indonesia, Ace Hardware relatif mudah ditemui, karena memiliki 34 toko.

Markas utama perusahan berlokasi di Oak Brook, Illinois, Amerika Serikat (AS).

Selain di Indonesia, tokonya sudah merambah di lebih dari 60 negara. Mulai dari

Asia Tengah sampai Inggris, dan dari Indonesia sampai Meksiko. Dengan total

lebih dari 5000 toko di seluruh dunia. Ace Hardware mencetak total volume usaha

lebih dari 3 miliar dolar AS per tahun. Di setiap negara, termasuk Indonesia, Ace

Hardware hadir tak ubahnya sebuah toko korporasi biasa.

2. 3. Bentuk Badan Usaha Ace Hardware

Dalam daftar 300 perusahaan global tahun 2008 yang dibuat International

Cooperative Alliance (ICA), Ace Hardware menduduk urutan ke 66.

Sejarah terbentuknya perusahaan Ace Hardware, sangat unik. Mulanya, adalah

perusahaan ritel biasa, yang digagas oleh empat pengusaha, yaitu Richard Hesse,

E. Gunnard Lindquist, Frank Burke dan Oscar Fisher pada 1924, di Chicago.

Dalam gagasan itu, mereka merasa perlunya mengorganisir perusahaan secara

baik. Namun, baru pada 1928 gagasan tersebut terwujud, ditandai dengan

berdirinya Ace Hardware (http://www.acehardwareintl.com).

Setelah berjalan 45 tahun, tepatnya pada 1975, Ace Hardware melakukan

perubahan organisasi secara dramatis, menjadi perusahaan ritel terlengkap. Kantor

pusatnya, pindah ke Oak Brook, sampai sekarang. Prinsip dasar perusahaan yang

diterapkan antara lain, setiap pemilik gerai, adalah anggota. Mereka menjalankan

Universitas Sumatera Utara

25

gerainya secara otonom, kecuali untuk hal tertentu seperti standar produk,

pelayanan sampai desain gerai, yang harus patuh pada standar Ace Hardware.

Dengan berhimpun dalam anggota perusahaan, anggota Ace Hardware bisa

memperoleh suplai barang dengan harga lebih murah, karena pembeliannya

dilakukan secara bersama. Keuntungan dari pembelian bersama yang diperoleh

anggota perusahaan pun, masih dibagikan kepada anggota secara proporsional.

Anggota juga diuntungkan dengan iklan, bantuan teknis dan berbagai bentuk

dukungan dari anggota perusahaan. Sejak itu, jaringan Ace Hardware berkembang

pesat, hingga seperti sekarang. Pengelolaan bisnisnya, benar-benar dilakukan

secara profesional, antara lain dengan menerapkan standar sistem operasi secara

ketat, dan sangat memperhatikan kebutuhan serta kepuasan pelanggan gerai.

Karena anggota perusahaan Ace Hardware sudah sangat besar, maka untuk

menjadi anggota tidak lagi mudah. Calon anggota harus menyediakan dana cukup

besar. Biaya aplikasi saja sudah 5 ribu dolar AS, dan simpanan sebagai saham 5

ribu dolar AS juga. Sedangkan modal untuk memulai sebuah gerai, minimal 740

ribu dolar AS. Modal sebanyak itu, 250 ribu dolar AS di antaranya disediakan

calon anggota, sedangkan 390 ribu dolar AS merupakan pinjaman dari Ace

Hardware. Modal tersebut, belum termasuk kepemilikan atau sewa gedung, yang

lokasi dan luasnya harus memenuhi standar Ace Hardware

(http://www.acehardwareintl.com).

Setelah menjadi raksasa ritel perkakas di tanah kelahirannya, AS, Ace Hardware

masih terus melebarkan sayap bisnisnya, dengan melakukan ekspansi di berbagai

negara. Seperti perusahaan lain yang skala usahanya sudah meraksasa terutama di

AS, Ace Hardware pun kemudian lebih banyak bergerak sebagai korporat

Universitas Sumatera Utara

26

(perusahaan biasa). Namun, dengan menjalankan sistem waralaba, Ace Hardware

memang memberi kesempatan kepada pemodal di manapun, untuk memiliki gerai

sendiri, lengkap dengan brand dan standar pelayanan Ace Hardware yang sudah

mendunia.

Di Indonesia, misalnya, Ace Hardware berkibar dengan PT Ace Hardware

Indonesia, yang sebagian besar (60 persen) sahamnya dimiliki PT Kawan Lama.

Selain menawarkan sistem waralaba untuk merangkul pengusaha lokal,

keberhasilan gerai Ace Hardware di berbagai negara, juga didukung oleh strategi

yang jitu dalam mengikutsertakan berbagai produk lokal. Sampai akhir 2008,

dengan cakupan operasional di lebih dari 60 negara, Ace Hardware

mempekerjakan lebih dari 100 ribu orang.

2. 4. Mendambakan Perusahaan Perkakas Multinasional

Dalam jagat perusahaan perkakas secara global, saat ini Ace Hardware merupakan

salah satu perusahaan perkakas terbesar di dunia. Perusahaan perkakas lain yang

sudah mendunia, adalah perkulakan Makro asal Belanda. Jadi sekarang

perusahaan-perusahaan ini lebih memperlihatkan wajahnya sebagai korporasi,

terutama ketika beroperasi di negara-negara lain. Sudah pasti, ada alasan rasional

di balik semua itu. Bisnis, memang kerap menuntut langkah cepat yang ringkas

dan efisien, tanpa ampun. Lagi pula, kalau perusahaan sudah menjelma menjadi

bisnis raksasa, jelas tidak mudah bagi orang lain yang akan bergabung menjadi

anggota baru. Sebab, sebagai calon pemilik, tentu saja ia harus menyetor

simpanan atau saham, yang nilainya disesuaikan dengan aset perusahaan. Karena

menyentuh kebutuhan orang banyak, perusahaan perkakas memang termasuk

Universitas Sumatera Utara

27

yang memungkinkan dibentuk secara lintas negara, atau multinasional, seperti

Multinational Corporation (MNC) pada perusahaan swasta. Perusahaan

multinasional sebetulnya sudah ada, yaitu Coop Norden. Perusahaan konsumen