bab ii desertasi anggi

Download BAB II desertasi anggi

Post on 19-Jul-2015

246 views

Category:

Documents

2 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

A. Landasan teori.

Proses pendidikan tidak terlepas dari sebuah proses pembelajaran. Tugas seorang guru tidak hanya sekedar sebagai seseorang yang akan menambahkan informasi dan memberikan kemampuan baru kepada peserta didiknya tetapi seorang guru harus mampu menentukan jenis informasi dan kemampuan apa yang harus dikuasai oleh peserta didik sehingga akan dapat membantu mereka memecahkan masalah-masalah yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari kelak. Dalam kondisi ini guru harus mampu untuk menentukan strategi pembelajaran apa yang harus dilakukan agar semua proses tersebut dapat tercapai secara efektif dan efisien. Dick dan Carey (1990) menjelaskan bahwa strategi pembelajaran terdiri atas seluruh komponen materi pembelajaran dan prosedur atau tahapan kegiatan pembelajaran yang digunakan oleh guru dalam rangka membantu peserta didik mencapai tujuan pembelajaran tertentu. Menurut mereka strategi pembelajaran bukan hanya terbatas prosedur atau tahapan kegiatan belajar saja, melainkan termasuk juga pengaturan materi atau paket program pembelajaran yang akan disampaikan kepada peserta didik.

Demikian pula dengan pembelajaran bahasa Inggris di Indonesia yang sudah dipelajari dari jenjang Sekolah Dasar hingga Perguruan Tinggi, terutama di tingkat

31

32

SMP (Sekolah Menengah Pertama) dan SMA (Sekolah Menengah Atas). Bahasa Inggris merupakan mata pelajaran yang wajib diberikan sebagai alat bagi pengembangan diri siswa terhadap ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni. Hanya sedikit diantara mereka yang mampu menggunakan bahasa Inggris sebagai sarana komunikasi lisan maupun tulis.

Tujuan pembelajaran bahasa Inggris di SMA adalah pembelajaran yang berbasis literasi yang bertujuan agar siswa memiliki kompetensi wacana. Keterampilan membaca merupakan salah satu keterampilan literasi yang mempunyai pengaruh yang sangat besar terhadap kehidupan masyarakat. Masyarakat yang literat akan sanggup menyerap dan menganalisis kemudian mensintesis dan mengevaluasi terhadap informasi yang tercetak sebelum mengambil keputusan menurut kemampuan nalar dan intuisinya.

1. Teori-teori belajar. Beberapa teori pembelajaran yang dikembangkan dalam bab dua ini, terutama teori-teori yang berkaiatan dengan proses pembelajaraan baik teori yang menjelaskan terhadap prosese pembelajaran bahasa Inggris secara spesifik maupun pembelajaran seacara umum. Menurut Richards & Rodgers (2006 : 40 ) dalam bukunnya The theory of learning. DinyatakanUnderlying Situational language Teaching is a type of behaviorist habit-learning theory. It addresses primarily the process rather than the conditions of learning.Teori tentang pembelajaran bahasa berkaitan dengan situasi dan kebiasaan belajar yang dikembangkan sejak dini dan berproses secara berkelanjutan sesuai dengan perkembangannya.

33

Selanjutnya Richards & Rodgers (2006 : 22 ); Theory of language learning, Although specific of the nature of language may provide the basis for a particular teaching method, other methods derive primarily from a theory of language learning. A learning theory underlying an approach or method responds to two questions: (a) What are the psycholinguistic and cognitive processes individual in language learning? And (b) What are the conditions that need to be met in order for these learning processes to be activated? Learning theories associated with a method at the level of approach may emphasize either one or both of these dimensions. Process-oriented theories build on learning processes, such as habit formation, induction, inferencing, hypothesis testing, and generalization. Condition-oriented theories emphsize the nature of the human and physical context in which language learning takes place.

Dari apa yang dikatakan dalam teori ini,

terdapat dua pertanyaan pokok

terhadap belajar sebuah bahasa asing, yang pertama, berkenaan dengan bagaimana proses psikolingustik dan kognitif pada individu dalam proses belajar bahasa asing, dan yang kedua berkaitan dengan kondisi-kondisi yang dibutuhkan dalam keberlangsungan proses pembelajaran, selain dari kedua prtanyaan yang melatar belakangi pembelajaran sebuah bahasa asing, dapat dikatakan bahwa belajar bahasa asing tidak terlepas dari kebiasaan-kebiasaan yang dilakukan oleh individu dengan berbagai latihan, serta kondisi kesiapan si pembelajar terhadap bahasa itu sendiri. Membaca merupakan proses berpikir multidimensional. Pembaca yang sudah ahli memiliki kosa kata yang cukup banyak dan tahu bagaimana mereka menambah kosa kata itu. Mereka tahu bagaimana memecahkan kata-kata asing/tak dikenal dengan menggunakan pengetahuan dan skill analysis structural dan fonetik. Wyse (2007) menjelaskanreading as the process of understanding speech written down. Selanjutnya Brown, (1985: Brown dan Palincsar, 1989). Mengemukakan bahwa dalam pengajaran membaca, tujuan utamanya adalah meningkatkan kemampuan

34

siswa dalam berpikir dan memahami bacaan yang pada akhirnya dapat meningkatkan efektivitas mereka dalam bekerja sama .Selama ini secara umumnya siswa kita belum secara maksimal dalam proses membaca baik yang bersifat individu maupun kelompok.

a. Teori Behaviorisme Bahasa adalah bagian fundamental dari keseluruhan perilaku manusia. Teori behaviorisme sebagai salah satu teori yang berfokus pada aspek-aspek yang bisa ditangkap langsung dari perilaku linguistik dalam hal ini respons yang bisa diamat secara nyata dan berbagai hubungan atau kaitan antara respons-respons itu dan peristiwa di dunia sekeliling mereka.

Sejalan dengan teori behaviorisme perkembangan kematangan berbahasa tergantung pada frekwensi atau lamanya latihan. Belajar bahasa dengan cara peniruan atau tubian (drill) merupakan teknik utama pada teori behaviorisme ini. Teknik tubian yang selalu menjadi ciri pembelajaran bahasa merupakan salah satu bukti keberhasilan pendekatan ini. Teknik tubian terutama digunakan pada pertemuan-pertemuan awal pembelajaran bahasa asing. Demikian pula dengan pembelajaran membaca, teknik tubian (drill) di terapkan dalam kegiatan pengucapan secara verbal sejumlah kosakata baru yang berasal dari teks. Kegiatan pembelajaran cenderung berpusat pada guru, guru yang mentransfer semua pengetahuan yang hendak diajarkan. Pembelajaran membaca ditekankan pada keterampilan untuk menguasai sejumlah kosakata dan mampu untuk menyandikan atau membunyi kosa

35

kata dengan tepat dan akurat agar mampu memahami sebuah teks/bacaan (words recognition).

Dalam proses pembelajaran oleh ahli-ahli psikologi kognitif seperti Bruner, Ausubel, Piaget dan lainya percaya bahwa kesadaran dalam diri individu memainkan peran penting dalam belajar. Belajar bukan hanya sekedar menerima informasi secara pasif, melainkan suatu kegiatan aktif dalam memaknai pengalaman belajar.Selanjutnya Hoxeng, (1976 dalam Mustofa Kamil 2007: 306)menjelaskan bahwa sebuah proses pembelajaran, sasaran belajar perlu didorong memahami kebermaknaan tugas-tugas belajarnya, sehingga sasaran berada pada kemampuan dan peningkatan penguasaan terhadap langkah-langkah kegiatan belajar secara bermakna. Tugas dan tanggung jawab guru untuk meningkatkan mutu pembelajaran bahasa Inggris, bagi siswa-siswi adalah penting terutama seorang guru memberi motivasi belajar siswa menyangkut minat, kesungguhan serta ketertarikan siswa untuk belajar terhadap satu objek tertentu dapat dilakukan secara sadar dan

menyenangkan tanpa paksaan. Berkenaan dengan proses pembelajaran yang diuraikan diatas maka Willialms (2007 : 201) Berependapat bahwa: An important issue concerning the influence of text structure is the extent to which such knowledge can be directly taught to students so that it will lead to improved comprehension. There are three major lines of research on the effect of text structure instruction: (a) teach direct signaling of discourse structures in texts; (b) teach the use of graphic organizers to display rhetorical structures; and (c) teach comprehension-strategy instruction that highlights discourse-structure awareness. In each case, strong evidence exists for their instructional effectiveness. Pembelajaran yang digambarkan oleh Williams diatas, mencakup tiga hal pokok yang dijalankan oleh seorang guru, yang pertama menjelaskan struktur

36

pembelajaran secara langsung dan jelas, yang kedua menjelaskan hubunganhubungan struktur organisiasi pembelajaran dengan retorika yang baik, dan ke tiga menjelaskan dengan strategi pemahaman yang akurat terhadap isi pesan pembelajaran yang ada, bilamana ketika seorang guru dapat melakukan ketiganya dengan baik maka pembelajaran yang diinginkan akan berhasil dengan baik dan efektif pula. Pembelajaran bahasa Inggris khususnya untuk siswa-siswi SMA, peran guru sangat besar dalam keberhasilan pembelajaran tersebut. Kompetensi membaca merupakan ketrampilan yang harus dikuasi oleh guru dan siswa. Dalam KTSP SMA Kompetensi membaca sangat ditekankan. Oleh karen itu membaca merupakan kunci utama dalam proses pembelajaran terutama bahasa Inggris. Belajar menurut Skinner, belajar akan berlangsung sangat efektif apabila : (a) informasi yang akan dipelajari disajikan secara bertahap; (2) pembelajaran segera diberi umpan balik (feedback) mengenai akurasi pembelajaran mereka (yakni, setelah belajar mereka segera diberi tahu apakah mereka sudah memahami informasi dengan benar atau tidak ); dan (3) pembelajar mampu belajar dengan cara sendiri. Pendapat diatas, menunjukan adanya sebuah pembelajaran perlu dengan kebermakanaan dan setiap individu pembelajar harus dapat memilih ilmu pengetahuan yang relevansi atau berhubungan dengan apa yang dikembangkan sesuai dengan konsep atau materi pembelajaran dalam proses pembelajaran. Hal ini menurut pandangan Ausubel (1960 dalam Hamid 2007 : 180-181 ) yang terkenal, meaningful learning, sangat mengutamakan proses mengajar sebagai suatu pemahaman terhadap ide yang di