bab ii - lumajangkab.go.id. bab-2 (kondisi daerah... · pembangunan yang selama ini telah dicapai...

80
RPJMD Kabupaten Lumajang Tahun 2015-2019____________________________________________________ II-1 BAB II GAMBARAN UMUM KONDISI DAERAH KABUPATEN LUMAJANG Sesuai dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri atau Permendagri Nomor 54 tahun 2010, pada bagian gambaran umum kondisi daerah ini diuraikan tentang kondisi geografi dan demografi serta capaian indikator catatan kinerja penyelenggaraan pemerintahan kabupaten Lumajang. Indikator capaian kinerja dimaksud meliputi 3 (tiga) aspek yaitu; (a). Aspek kesejahteraan masyarakat; (b). Aspek pelayanan umum dan (c). Aspek daya saing. Analisis gambaran umum kondisi daerah memberikan pemahaman tentang data awal tentang kondisi wilayah dan keberhasilan pembangunan yang selama ini telah dicapai oleh kabupaten Lumajang. Basis data dan kinerja yang telah berhasil dicapai selama ini selanjutnya digunakan sebagai pijakan dalam merumuskan program pembangunan yang dirancang dalam kurun waktu 5 (lima) tahun ke depan. Sebagaimana dipahami bahwa Kabupaten Lumajang merupakan salah satu wilayah di Jawa Timur yang memiliki potensi sumber daya alam dan potensi sosial- ekonomi yang dapat dikembangkan dan dimanfatkan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Segala bentuk kekayaan alam dan potensi yang dimiliki Kabupaten Lumajang di masa yang akan datang sangat penting untuk dikelola dan dimanfatkan secara optimal, agar kesejahteraan masyarakat dapat direalisasikan. Sangat disadari bahwa untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat sesungguhnya bukan merupakan sesuatu hal yang mudah. Sebagaimana dipahami bahwa pembangunan di wilayah kabupaten Lumajang masih dihadapkan pada sejumlah situasi problematik seperti; masih adanya penduduk atau keluarga miskin, kualitas sumber daya manusia yang relatif belum terlampau tinggi, adanya wilayah yang relatif terisolasi, dan ditambah lagi posisi geografis wilayah,terdapat wilayah relatif jauh dari akses jalan poros pusat pertumbuhan ekonomi serta sejumlah problematika yang lain. Menyadari kondisi ini oleh karenanya sangat dipahami jika upaya pengembangan potensi sumber daya alam dan potensi sosial-ekonomi yang dimiliki selama ini masih belum dapat dilakukan secara optimal. Selanjutnya, agar upaya menciptakan kesejahteraan masyarakat dan membangun Kabupaten Lumajang dapat dilakukan secara optimal dan lebih terarah sesuai dengan potensi yang ada,

Upload: lamdien

Post on 12-Feb-2018

218 views

Category:

Documents


1 download

TRANSCRIPT

Page 1: BAB II - lumajangkab.go.id. Bab-2 (Kondisi Daerah... · pembangunan yang selama ini telah dicapai oleh kabupaten Lumajang. Basis data dan ... intensitas curah hujan pada tahun 2011

RPJMD Kabupaten Lumajang Tahun 2015-2019____________________________________________________

II-1

BAB II GAMBARAN UMUM KONDISI DAERAH

KABUPATEN LUMAJANG

Sesuai dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri atau Permendagri Nomor 54

tahun 2010, pada bagian gambaran umum kondisi daerah ini diuraikan tentang kondisi

geografi dan demografi serta capaian indikator catatan kinerja penyelenggaraan

pemerintahan kabupaten Lumajang. Indikator capaian kinerja dimaksud meliputi 3

(tiga) aspek yaitu; (a). Aspek kesejahteraan masyarakat; (b). Aspek pelayanan umum

dan (c). Aspek daya saing. Analisis gambaran umum kondisi daerah memberikan

pemahaman tentang data awal tentang kondisi wilayah dan keberhasilan

pembangunan yang selama ini telah dicapai oleh kabupaten Lumajang. Basis data dan

kinerja yang telah berhasil dicapai selama ini selanjutnya digunakan sebagai pijakan

dalam merumuskan program pembangunan yang dirancang dalam kurun waktu 5

(lima) tahun ke depan.

Sebagaimana dipahami bahwa Kabupaten Lumajang merupakan salah satu

wilayah di Jawa Timur yang memiliki potensi sumber daya alam dan potensi sosial-

ekonomi yang dapat dikembangkan dan dimanfatkan untuk meningkatkan

kesejahteraan masyarakat. Segala bentuk kekayaan alam dan potensi yang dimiliki

Kabupaten Lumajang di masa yang akan datang sangat penting untuk dikelola dan

dimanfatkan secara optimal, agar kesejahteraan masyarakat dapat direalisasikan.

Sangat disadari bahwa untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat

sesungguhnya bukan merupakan sesuatu hal yang mudah. Sebagaimana dipahami

bahwa pembangunan di wilayah kabupaten Lumajang masih dihadapkan pada

sejumlah situasi problematik seperti; masih adanya penduduk atau keluarga miskin,

kualitas sumber daya manusia yang relatif belum terlampau tinggi, adanya wilayah

yang relatif terisolasi, dan ditambah lagi posisi geografis wilayah,terdapat wilayah

relatif jauh dari akses jalan poros pusat pertumbuhan ekonomi serta sejumlah

problematika yang lain. Menyadari kondisi ini oleh karenanya sangat dipahami jika

upaya pengembangan potensi sumber daya alam dan potensi sosial-ekonomi yang

dimiliki selama ini masih belum dapat dilakukan secara optimal. Selanjutnya, agar

upaya menciptakan kesejahteraan masyarakat dan membangun Kabupaten Lumajang

dapat dilakukan secara optimal dan lebih terarah sesuai dengan potensi yang ada,

Page 2: BAB II - lumajangkab.go.id. Bab-2 (Kondisi Daerah... · pembangunan yang selama ini telah dicapai oleh kabupaten Lumajang. Basis data dan ... intensitas curah hujan pada tahun 2011

RPJMD Kabupaten Lumajang Tahun 2015-2019____________________________________________________

II-2

maka pada bagian ini dideskripsikan kondisi dan potensi, sumber daya yang dimiliki

serta profil kabupaten Lumajang sekaligus merupakan bagian yang tak terpisahkan

dari perencanaan program pembangunan dalam kurun 5 tahun ke depan.

2.1. Aspek Geografi dan Demografi

Analisis aspek geografis perlu dilakukan dalam upaya memperoleh gambaran

tentang karakteristik lokasi dan wilayah, potensi pengembangan wilayah dan

kerentanan wilayah terhadap kondisi bencana yang mungkin dihadapi. Sementara itu

analisis tentang kondisi demografis wilayah kabupaten Lumajang perlu dilakukan

dalam rangka menyampaikan perubahan penduduk, komposisi dan distribusi

penduduk secara keseluruhan di wilayah kabupaten Lumajang.

2.1.1. Karakteristik Lokasi dan Wilayah

Kondisi geografis terdiri dari informasi tentang luas wilayah dan letak

geografis wilayah, topografi, hidrologi, klimatologi, luas dan sebaran kawasan

budidaya, kawasan lindung dan kawasan rawan bencana. Berbagai informasi ini perlu

mendapatkan perhatian dalam perencanaan pembangunan daerah. Dengan

pertimbangan kondisi geografis kabupaten Lumajang, terutama topografi, hidrologi

atau klimatologi memiliki arti yang penting di masa-masa mendatang.

2.1.1. 1. Letak dan Kondisi Geografis

Secara geografis, Pemerintah Kabupaten Lumajang terletak antara 112o 50’-

113o 22’ Bujur Timur dan 7

o 52’ – 8

o 23’ Lintang Selatan. Kabupaten Lumajang

terdiri dari 21 (dua puluh satu) kecamatan, yaitu: Yosowilangun, Kunir, Tempeh,

Pasirian, Candipuro, Pronojiwo, Tempursari, Rowokangkung, Tekung, Lumajang,

Sumbersuko, Sukodono, Senduro, Pasrujambe, Padang, Gucialit, Jatiroto,

Randuagung, Kedungjajang, Klakah dan Ranuyoso. Adapun batas – batas

administrasi Kabupaten Lumajang sebagai berikut :

Sebelah Utara berbatasan dengan Kabupaten Probolinggo;

Sebelah Timur berbatasan dengan Kabupaten Jember;

Sebelah Selatan berbatasan dengan Samudera Indonesia;

Sebelah Barat berbatasan dengan Kabupaten Malang;

Page 3: BAB II - lumajangkab.go.id. Bab-2 (Kondisi Daerah... · pembangunan yang selama ini telah dicapai oleh kabupaten Lumajang. Basis data dan ... intensitas curah hujan pada tahun 2011

RPJMD Kabupaten Lumajang Tahun 2015-2019____________________________________________________

II-3

Gambar 2.1.

Peta Administrasi Kabupaten Lumajang

Tabel 2.1.

Tabel Luas dan Prosentase Luasan Perkecamatan Kab. Lumajang

NO KECAMATAN LUAS

(Km2)

PROSENTASE

( % )

1 Tempursari 101.36 5.66

2 Pronojiwo 38.74 2.16

3 Candipuro 144.93 8.09

4 Pasirian 183.91 10.27

5 Tempeh 88.05 4.92

6 Lumajang 30.26 1.69

7 Sumbersuko 26.54 1.48

8 Tekung 30.40 1.70

9 Kunir 50.18 2.80

10 Yosowilangun 81.30 4.54

11 Rowokangkung 77.95 4.35

12 Jatiroto 77.06 4.30

13 Randuagung 103.41 5.77

14 Sukodono 30.79 1.72

15 Padang 52.79 2.95

16 Pasrujambe 97.30 5.43

17 Senduro 228.68 12.77

18 Gucialit 72.83 4.07

19 Kedungjajang 92.33 5.16

20 Klakah 83.67 4.67

21 Ranuyoso 98.42 5.50

JUMLAH 1,790.90 100.00 Sumber : BPS Kabupaten Lumajang Tahun 2012

Page 4: BAB II - lumajangkab.go.id. Bab-2 (Kondisi Daerah... · pembangunan yang selama ini telah dicapai oleh kabupaten Lumajang. Basis data dan ... intensitas curah hujan pada tahun 2011

RPJMD Kabupaten Lumajang Tahun 2015-2019____________________________________________________

II-4

2.1.1.2. Klimatologi dan Hidrologi

Lokasi Kabupaten Lumajang yang berada di sekitar garis khatulistiwa

menyebabkan daerah ini mempunyai perubahan iklim dua jenis setiap tahun, yaitu

musim kemarau dan musim penghujan. Untuk musim kemarau berkisar pada bulan

April hingga Oktober, sedangkan musim penghujan dari bulan Oktober hingga

April.Daerah Lumajang mempunyai 3 tipe iklim yaitu agak basah, sedang dan agak

kering. Untuk tipe basah jumlah bulan kering rata-rata 3 bulan setahun yang

mencakup daerah Gucialit, Senduro, sebagian Pasirian, Candipuro, Pronojiwo, dan

gunung Semeru. Untuk daerah dengan kategori sedang mencakup daerah Ranuyoso,

Klakah, Kedungjajang, Sukodono, Lumajang, Jatiroto dan Rowokangkung dengan

rata-rata bulan kering 3-4 bulan pertahunnya. Sedang daerah dengan iklim agak kering

meliputi Tekung, Kunir dan Yosowilangun.

Pemantauan yang dilakukan oleh Balai Pengelolaan Sumberdaya Air Wilayah

Sungai Bondoyudo-Mayang di Lumajang dalam kurun waktu setahun ini rata-rata hari

hujan berkisar antara 1 sampai dengan 27 hari tiap bulannya. Sedangkan rata-rata

intensitas curah hujan pada tahun 2011 berkisar antara 0 – 733 mm3.

2.1.1.3. Penggunaan Lahan dan Kawasan Budidaya

Secara umum penggunaan lahan di Kabupaten Lumajang meliputi kawasan

lindung dan kawasan budidaya. Kawasan lindung di Kabupaten Lumajang meliputi

Hutan Lindung dan Taman Nasional dengan total seluas 35.067,05 Ha atau sekitar

19,58 %, sedangkan kawasan budidaya seluas 144.022,95 Ha atau sekitar 80,42 %

meliputi Hutan Produksi, Hutan Rakyat, Permukiman, Lahan Pertanian, Lahan

Perkebunan Perikanan darat (tambak, kolam, empang) serta sungai dan perairan.

Peruntukan Luas Ha)

Kawasan Hutan Lindung 11.527,60

Taman Nasional 23.539,45

Kawasan Hutan Produksi 22.735,00

Kawasan Hutan Rakyat 56.436,00

Total Luasan Hutan : 114.238,05

Penggunaan lain : 64.851,95

- Permukiman 15.927,00

- Lahan pertanian 35.993,00

- Lahan Perkebunan 9.921,00

Page 5: BAB II - lumajangkab.go.id. Bab-2 (Kondisi Daerah... · pembangunan yang selama ini telah dicapai oleh kabupaten Lumajang. Basis data dan ... intensitas curah hujan pada tahun 2011

RPJMD Kabupaten Lumajang Tahun 2015-2019____________________________________________________

II-5

Peruntukan Luas Ha)

- Perikanan (tambak,kolam,empang) 127,00

- Sungai dan perairan 2.883,95

Sumber : RTRW Kab. Lumajang Tahun 2012-2032

2.1.2. Potensi Pengembangan Wilayah

Kabupaten Lumajang merupakan wilayah dengan karakter wilayah relatif

cukup beragam. Dengan karakter wilayah cukup beragam maka wilayah kabupatan

Lumajang ditandai oleh wilayah pertanian, perkebunan, wilayah hutan, perikanan dan

sebagainya. Berbagai jenis karakter wilayah tersebut pada gilirannya menghasilkan

berbagai jenis produk baik di sektor pertanian, perkebunan, perikanan, hasil hutan,

dan sebagainya. Selain itu dengan potensi dan kondisi wilayah yang ada maka ke

depan beberapa wilayah perlu memperoleh perhatian untuk dikembangkan agar

produk yang dihasilkan oleh wilayah bersangkutan dapat dicapai secara optimal

sesuai dengan potensi yang dimilikinya.

Dalam penggunaan lahannya, Kabupaten didominasi oleh guna lahan kawasan

hutan meliputi hutan lindung, taman nasional. Hutan produksi dan hutan rakyat

dengan luas 114.238,05 Ha atau sekitar 63,79% dari total luas Kabupaten Lumajang.

Sedangkan untuk pemanfaatan lainnya yaitubudidaya pertanian, budidaya perikanan,

budidaya perkebunan, permukiman, perindustrian, rawa/waduk dan sebagainya.

Komposisi pemanfaatan ruang terkecil adalah pemanfaatan ruang untuk perikanan

(tambak, kolam, empang) yaitu 127 Ha. Hal ini menunjukkan bahwa ruang di

Kabupaten Lumajang masih didominasi oleh lahan tidak terbangun sehingga

pengalokasian ketersediaan lahan skala kabupaten sangat dapat diaplikasikan dengan

dikembangkannya kawasan budidaya antara lain :

Kawasan Perdagangan dan Jasa

Peruntukkan pengembangan kawasan perdagangan dan jasa dikembangkan di

seluruh Kecamatan di Kabupaten Lumajang mencakup pengembangan skala

wilayah meliputi Kecamatan Lumajang, Sukodono, Pasirian, Senduro, Klakah

dan Yosowilangun. Sedangkan untuk kecamatan yang lain dikembangkan

perdagangan skala lokal.

Kawasan Permukiman

Page 6: BAB II - lumajangkab.go.id. Bab-2 (Kondisi Daerah... · pembangunan yang selama ini telah dicapai oleh kabupaten Lumajang. Basis data dan ... intensitas curah hujan pada tahun 2011

RPJMD Kabupaten Lumajang Tahun 2015-2019____________________________________________________

II-6

Pengembangan kawasan permukiman dibedakan atas permukiman perkotaan

dan permukiman pedesaan dimana dikembangkan di seluruh kecamatan

Kabupaten Lumajang.

Kawasan Pendidikan

Pengembangan kawasan pendidikan diarahkan menyebar di seluruh kecamatan

di Kabupaten Lumajang.

Kawasan Pemerintahan dan Perkantoran

Pengembangan kawasan Pemerintahan dan Perkantoran diarahkan menyebar

di seluruh kecamatan di Kabupaten Lumajang.

Kawasan Industri

Berdasarkan rencana tata ruang, Kabupaten Lumajang tidak direncanakan

sebagai kawasan industri, namun dikembangkan sebagai kawasan peruntukkan

industri dimana dibedakan menjadi tiga yaitu :

o Kawasan Peruntukkan Industri Besar di Kecamatan Pasirian, Tempeh,

Sumbersuko, Kunir, Jatiroto, Kedungjajang dan Klakah

o Kawasan Peruntukkan Industri Menengah dikembangkan di Kecamatan

Candipuro, Tekung, Yosowilangun, Sukodono, Rowokangkung,

Randuagung dan Ranuyoso

o Kawasan Peruntukkan Industri Kecil dan/atau Mikro, dikembangkan di

seluruh wilayah kecamatan.

Kawasan Pariwisata

Pengembangan kawasan pariwisata dibagi atas dua jenis yaitu :

o Pengembangan Daya Tarik Wisata, meliputi :

- Pariwisata alam :

a. taman wisata

b. taman wisata ranu

c. taman wisata goa

d. taman wisata air terjun

e. wisata pantai

f. wisata pemandian alam

- Pariwisata budaya

- Pariwisata buatan

Page 7: BAB II - lumajangkab.go.id. Bab-2 (Kondisi Daerah... · pembangunan yang selama ini telah dicapai oleh kabupaten Lumajang. Basis data dan ... intensitas curah hujan pada tahun 2011

RPJMD Kabupaten Lumajang Tahun 2015-2019____________________________________________________

II-7

o Pengembangan jalur koridor wisata diarahkan pada Kecamatan Senduro,

Ranuyoso, Tempursari dan Candipuro.

Kawasan Pertanian

Pengembangan kawasan pertanian diarahkan pada pelestarian dan

pengendalian alih fungsi lahan sawah menjadi terbangun melalui penetapan

Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan menyebar di seluruh kecamatan di

Kabupaten Lumajang.

Kawasan Pertambangan

Kawasan pertambangan tidak diarahkan pada pengembangan koridor/wilayah,

melainkan diarahkan pada pengembangan budidaya potensi bahan galian yaitu

pada Kecamatan Tempursari, Pasirian, Tempeh, Kunir, Yosowilangun,

Pronojiowo, Pasrujambe, Senduro, Candipuro, Sumbersuko dan Ranuyoso.

2.1.3. Demografi

Jumlah penduduk Kabupaten Lumajang tahun 2013 sebanyak 1.086.669

jiwa, terdiri dari laki-laki sebesar 528.129 jiwa dan perempuan sebanyak 558.540

jiwa. Dari sisi kepadatan penduduk, Kabupaten Lumajang tingkat kepadatan

penduduk rata-rata adalah 695 jiwa/km2. Apabila dilihat dari tingkat kepadatan

penduduk per kecamatan, kecamatan yang paling tinggi tingkat kepadatannya adalah

Kecamatan Lumajang (3.123 jiwa/ km2), diikuti dengan Kecamatan Sukodono (1.793

jiwa/km2) dan Kecamatan Sumbersuko (1.369 jiwa/km

2). Sex ratio merupakan

perbandingan jumlah penduduk laki-laki terhadap penduduk perempuan dikalikan

100. Pada tahun 2012 setiap 100 penduduk perempuan di Indonesia terdapat 98

penduduk laki-laki. Dalam kurun waktu tahun 2011 sampai tahun 2012 pertumbuhan

penduduk Kabupaten Lumajang tahun 2012 mengalami penurunan sebesar 1.292 jiwa

atau 0,19 persen.

Page 8: BAB II - lumajangkab.go.id. Bab-2 (Kondisi Daerah... · pembangunan yang selama ini telah dicapai oleh kabupaten Lumajang. Basis data dan ... intensitas curah hujan pada tahun 2011

RPJMD Kabupaten Lumajang Tahun 2015-2019____________________________________________________

II-8

Laki-Laki Perempuan1 Tempursari 15,424 16,717 32,141 101.36 317 9,993

2 Pronojiwo 17,890 19,156 37,046 38.74 956 11,111

3 Candipuro 34,337 35,789 70,126 144.93 484 21,765

4 Pasirian 41,583 43,470 85,053 183.91 462 25,990

5 Tempeh 39,801 41,029 80,830 88.05 918 24,475

6 Kunir 26,201 27,769 53,970 50.18 1,076 16,910

7 Yosowilangun 30,016 31,305 61,321 81.30 754 20,033

8 Rowokangkung 17,958 19,499 37,457 77.95 481 12,131

9 Tekung 16,769 18,079 34,848 30.40 1,146 10,814

10 Lumajang 43,117 44,329 87,446 30.26 2,890 27,610

11 Pasrujambe 19,620 20,832 40,452 97.30 416 11,380

12 Senduro 22,879 24,061 46,940 228.68 205 14,162

13 Gucialit 11,916 13,602 25,518 72.83 350 7,655

14 Padang 17,183 18,941 36,124 52.79 684 10,872

15 Sukodono 25,862 27,207 53,069 30.79 1,724 15,926

16 Kedungjajang 21,062 23,239 44,301 92.33 480 12,829

17 Jatiroto 23,746 25,104 48,850 77.06 634 14,874

18 Randuagung 31,717 32,814 64,531 103.41 624 19,511

19 Klakah 30,655 32,091 62,746 83.67 750 18,399

20 Ranuyoso 23,725 25,096 48,821 98.42 496 13,495

21 Sumbersuko 16,668 18,411 35,079 26.54 1,322 11,077

528,129 558,540 1,086,669 1,790.90 607 331,012

Luas Area

Km2Kepadatan Jumlah KK

Jumlah

PendudukNo Kecamatan Jumlah

Tabel 2.2

Jumlah Penduduk Kabupaten Lumajang Menurut Jenis Kelamin, Kepadatan dan

Rasio Seks Tahun 2013

Sumber : Hasil Konsolidasi Database Kementerian Dalam Negeri

Sebagai ibukota kabupaten, maka gejala urban bias tidak dapat dihindari di

Kabupaten Lumajang. Pembangunan fisik dengan segala fasilitasnya tak terhindarkan

lebih banyak bermunculan di Kecamatan Lumajang, dan beberapa tempat di

Kecamatan Sukodono, sebagai tempat pemekaran keramaian di kota Lumajang.

Bagi kalangan swasta di mana seluruh aktivitasnya lebih banyak yang

berorientasi ekonomi, maka berbagai investasi yang ditanam memilih lokasi-lokasi

yang menguntungkan, paling tidak memiliki potensi agar aktivitas usaha yang

ditekuni dapat berjalan lancar dan mencapai kesuksesan. Kalangan pemodal akan

mempertimbangkan lokasi-lokasi yang dinilai telah memiliki atau berpotensi untuk

dilakukan pembangunan sarana dan prasarana memadai guna mendukung usahanya.

Kecamatan Lumajang sebagai ibukota kabupaten tentu lebih memberikan peluang dan

menawarkan sejumlah fasilitas sarana dan prasarana untuk mendukung kegiatan

ekonomi para investor dan pelaku ekonomi. Oleh sebab itu tidaklah mengherankan

jika berbagai aktivitas yang dilakukan oleh para pemodal dan investor yang terpusat

di ibukota kecamatan akan menjadi daya tarik tersendiri bagi penduduk untuk

melakukan migrasi ke Kecamatan Lumajang.

Page 9: BAB II - lumajangkab.go.id. Bab-2 (Kondisi Daerah... · pembangunan yang selama ini telah dicapai oleh kabupaten Lumajang. Basis data dan ... intensitas curah hujan pada tahun 2011

RPJMD Kabupaten Lumajang Tahun 2015-2019____________________________________________________

II-9

2.2. Aspek Kesejahteraan Masyarakat

Indeks Pembangunan Manusia (IPM) digunakan untuk mengukur tingkat

keberhasilan pemerintah kabupaten dalam meningkatkan kesejahteraan penduduknya.

Rencana kerja tahunan yang dilaksanakan oleh seluruh satuan kerja akan diukur

efektivitasnya dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. IPM merupakan indeks

komposit dari 3 (tiga) jenis indeks yang mengukur tingkat kesehatan, pendidikan, dan

pendapatan masyarakat yang diukur melalui tingkat daya beli masyarakat.

Pengukuran IPM Kabupaten Lumajang berdasarkan data tahun 2011 yang telah

dihitung oleh Badan Pusat Statistik Kabupaten Lumajang dan Badan Perencanaan

Pembangunan Daerah menunjukkan angka 68,45. Capaian IPM tersebut diperoleh

dari Indeks Kesehatan 70,28, Indeks Pendidikan sebesar 72,17 dan Indeks Daya Beli

sebesar 62,52. Adapun angka indek pendidikan dipengaruhi oleh angka lama sekolah,

angka melek huruf dan angka pendidikan yang ditamatkan dan angka partisipasi

sekolah, adapun perkembangan variabel angka-angka IPM tersebut adalah sebagai

berikut:

Tabel 2.3.

Perkembangan Variabel IPM Kabupaten Lumajang Tahun 2007-2012

Tahun Index Kesehatan Index

Pendidikan

Index Daya

Beli IPM

2007 68.91 70.63 59.05 66.20

2008 69.30 70.63 60.01 66.65

2009 69.79 70.94 61.06 67.26

2010 70.28 71.11 62.07 67.82

2011 70.64 72.17 62.52 68.45

2012 70.93 72.62 63.14 68.90 Sumber : Analisa Situasi Pembangunan Manusia Kabupaten Lumajang, BPS

Dari tabel diatas, terlihat bahwa dari tahun 2007 sampai 2012 angka IPM

Kabupaten Lumajang terus naik, begitu juga nilai pendukungnya yaitu indeks

kesehatan, indeks pendidikan serta indeks daya beli cenderung relatif naik sampai

Tahun 2012. Hal ini menunjukkan bahwa pembangunan di bidang kesehatan,

pendidikan dan ekonomi mampu menaikkan kesejahteraan masyarakat yang diwakili

oleh angka IPM tersebut.

Page 10: BAB II - lumajangkab.go.id. Bab-2 (Kondisi Daerah... · pembangunan yang selama ini telah dicapai oleh kabupaten Lumajang. Basis data dan ... intensitas curah hujan pada tahun 2011

RPJMD Kabupaten Lumajang Tahun 2015-2019____________________________________________________

II-10

Tabel 2.4

Beberapa indikator yang mempengaruhi angka indek pendidikan

No Indikator Tahun

2010

Tahun

2011

Tahun

2012

1 Angka lama sekolah 6.8 7.0 7.2

2 Angka Pendidikan yg ditamatkan

TK 36.415 37.442 37.627

SD 110.971 108.991 109.877

SMP 46.568 46.799 47.335

SMA 24.373 25.266 26.420

PT 7.450 8.155 8.750

3 Angka Melek Huruf usia 15-45 tahun 97,60 97,66 97,76 Sumber : Analisa Situasi Pembangunan Manusia Kabupaten Lumajang, BPS & LKPJ Tahun 2012

Dari tabel diatas terlihat bahwa rata-rata lama sekolah naik dari 6.8 di tahun

2010 menjadi 7.2 di tahun 2012. Hal ini dikarenakan banyaknya siswa SD dan SMP

yang masih bersekolah. Pada tahun 2010 siswa SD tercatat 110.971 siswa lalu

meningkat menjadi 109.877 siswa. Begitu juga jumlah siswa SMP meningkat dari

46.568 siswa di tahun 2010 menjadi 47.335 siswa di tahun 2012.Angka melek huruf

masyarakat Lumajang tahun 2012 sebesar 97,76 persen, naik dari 97,66 pada tahun

2011.

Selain pendidikan, aspek kesehatan juga mempengaruhi kesejahteraan

manusia. Untuk mengukur kualitas pelayanan kesehatan yang telah dinikmati oleh

masyarakat menggunakan indeks kesehatan. Indeks ini sesuai dengan standar yang

ditetapkan oleh UNDP (United Nation Development Program) yang diukur

berdasarkan capaian usia harapan hidup masyarakat. Usia harapan hidup masyarakat

merupakan ukuran untuk menilai umur maksimal rata-rata masyarakat di suatu

daerah. Berdasarkan tolok ukur ini diasumsikan bahwa semakin tinggi usia harapan

hidup suatu wilayah, semakin baik pula pemenuhan pelayanan kesehatannya. Usia

harapan hidup masyarakat Lumajang sebesar 67,38 tahun poada tahun 2011. Angka

ini naik dari 66,10 pada tahun 2007, dan kondisi di tahun 2012 menjadi 67,56. Hal ini

menunjukkan sekin baiknya tingkat kesehatan di Kabupaten Lumajang. Semakin

meningkatnya usia harapan hidup dan angka melek huruf ini menunjukkan bahwa

program pelayanan kesehatan dan program pelayanan pendidikan telah berjalan

dengan baik meskipun diakui tidak terjadi lompatan prestasi yang dihasilkan. Pada

masa yang akan datang masih diperlukan kerja keras dari seluruh aparat yang

menangani bidang ini.

Page 11: BAB II - lumajangkab.go.id. Bab-2 (Kondisi Daerah... · pembangunan yang selama ini telah dicapai oleh kabupaten Lumajang. Basis data dan ... intensitas curah hujan pada tahun 2011

RPJMD Kabupaten Lumajang Tahun 2015-2019____________________________________________________

II-11

2.2.1. Fokus Kesejahteraan dan Pemerataan Ekonomi

Perekonomian daerah dapat dilihat dari gambaran Produk Domistik Regional

Bruto baik berdasarkan harga konstan maupun harga berlaku. Selain itu

perekonomian daerah dapat dilihat dari tingkat inflasi, investasi, pajak dan retribusi,

pinjaman daerah, dana perimbangan, atau sumber penerimaan daerah lainnya. Data

perekonomian daerah dapat menjadi sumber untuk mengetahui seberapa besar

pertumbuhan ekonominya.

2.2.1.1. Pertumbuhan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB)

PDRB merupakan jumlah nilai tambah barang dan jasa akhir yang dihasilkan

(nilai barang dan jasa akhir dikurangi biaya untuk menghasilkannya) oleh berbagai

unit produksi di suatu wilayah dalam jangka waktu satu tahun. Unit-unit produksi

tersebut dikelompokkan ke dalam 9 (sembilan) sektor, yaitu pertanian, pertambangan,

industri, listrik, gas dan air minum, bangunan atau konstruksi, perdagangan, hotel dan

restoran, angkutan dan komunikasi, keuangan, persewaan dan jasa perusahaan, dan

jasa-jasa lainnya.

Besaran nilai PDRB atas dasar harga berlaku pada tahun 2012 yaitu sebesar

Rp. 17.461.478,26 mengalami peningkatan dari Rp. 11.132.920,40 di tahun 2008.

Secara konstan naik dari tahun ke tahun sekitar Rp 1.000.000,00. Nilai PDRB atas

dasar harga konstan 2000 menunjukkan besarnya kenaikan produksi di suatu daerah.

Besaran nilai PDRB atas dasar harga konstan 2000 yang tercipta pada tahun 2012

sebesar Rp. 7.202.952,07 mengalami peningkatan yang konstan dari tahun 2008 yang

mencapai Rp. 5.702.076,22. Peningkatan nilai tersebut seiring dengan peningkatan

nilai PDRBnya.

Grafik 2.2

Perkembangan Angka PDRB Kabupaten Lumajang Tahun 2008-2012

Grafik : 2.2 Perkembangan PDRB Kabupaten Lumajang Tahun 2008 - 2012

Sumber : LKPJ AMJ Kabupaten Lumajang Tahun 2008-2012

2008 2009 2010 2011 2012

PDRB ADHB 11,132,920.40 12,369,238.44 13,886,442.96 15,583,420.16 17,461,478.26

PDRB ADHK 2000 5,702,076.22 6,013,672.17 6,369,904.28 6,768,517.45 7,202,952.07

-

2,000,000.00

4,000,000.00

6,000,000.00

8,000,000.00

10,000,000.00

12,000,000.00

14,000,000.00

16,000,000.00

18,000,000.00

20,000,000.00

Page 12: BAB II - lumajangkab.go.id. Bab-2 (Kondisi Daerah... · pembangunan yang selama ini telah dicapai oleh kabupaten Lumajang. Basis data dan ... intensitas curah hujan pada tahun 2011

RPJMD Kabupaten Lumajang Tahun 2015-2019____________________________________________________

II-12

2.2.1.1.1. PERTUMBUHAN PDRB PERKAPITA

Salah satu indikator ekonomi yang penting untuk menggambarkan

kemakmuran masyarakat secara makro adalah bila dilhat perkapita penduduk,

semakin tinggi nilainya semakin baik kesejahteraan di suatu wilayah yang

bersangkutan. Pendapatan perkapita penduduk Kabupaten Lumajang terus mengalami

peningkatan yang signifikan selama periode 2008 -2012. Pendapatan perkapita ADHB

di Kabupaten Lumajang pada tahun 2008 mencapai Rp. 10.365.582,- meningkat pada

tahun berikutnya sebesar 10.70 % menjadi Rp 11.474.416,- dan akhirnya pada Tahun

2012 menjadi Rp. 16.042.436,-.

Pada tahun 2009 merupakan kenaikan pendapatan perkapita terendah

selama periode 2008-2012, yaitu sebesar 10.7 %. Hal ini merupakan cerminan adanya

perlambatan pertumbuhan ekonomi dikarenakan adanya kenaikan harga barang dan

jasa secara drastis akibat kenaikan harga BBM pada pertengahan tahun 2008. Akan

tetapi peningkatan nilai ini belum dapat menggambarkan secara riil kenaikan daya

beli regional sebagai cerminan kesejahteraan masyarakat. Hal ini disebabkan karena

indikator ini dihitung berdasarkan harga berlaku, dan masih terkandung faktor inflasi

yang berpengaruh pada peningkatan besaran daya beli masyarakat. Selain itu pula

diperlukan indikator tingkat pemerataan distribusi pendapatan untuk meningkaan

keakuratan dalamevaluasi kesejahteraan masyarakat. Secara rinci dapat dilihat pada

tabel berikut :

Tabel 2.5.

Pendapatan Perkapita Kabupaten Lumajang dan Pertumbuhannya

Tahun Harga Berlaku

(Rp) Pertumbuhan (%)

Harga Konstan

(Rp) Pertumbuhan (%)

2008 10.365.582 - 5.309.060 -

2009 11.474.416 10,7 5.578.628 5,08

2010 12.839.804 11,9 5.889.797 5,58

2011*) 14.328.258 11,59 6.223.349 5,66

2012**) 16.042.436 11,52 6.591.623 5,92 *) Angka diperbaiki

**) Angka sementara

Sumber : Produk Domestik Regional Bruto Kabupaten Lumajang tahun 2008- 2012, BPS dan

LKPJ AMJ 2008 - 2012

2.2.1.1.2 PERTUMBUHAN PDRB PER SEKTOR

Berdasarkan kontribusi persektor PDRB terlihat bahwa perekonomian

Kabupaten Lumajang sebagian besar ditunjang sektor pertanian, diikuti sektor

perdagangan, hotel dan restoran dan sektor industri pengolahan. Hal tersebut

Page 13: BAB II - lumajangkab.go.id. Bab-2 (Kondisi Daerah... · pembangunan yang selama ini telah dicapai oleh kabupaten Lumajang. Basis data dan ... intensitas curah hujan pada tahun 2011

RPJMD Kabupaten Lumajang Tahun 2015-2019____________________________________________________

II-13

memberikan gambaran bahwa struktur/pola perekonomian masyarakat Kabupaten

Lumajang mengalami pergeseran meskipun belum cukup signifikan namun terjadi

secara keseluruhan berdampak positif pada levelling besaran PDRB.

Selang beberapa tahun kemudian ada beberapa sektor yang meningkat

jumlahnya,yaitu di bidang perdagangan, hotel dan restoran. Hal ini terjadi dari sektor

pertanian/agraris ke sektor perdagangan ataupun industri yang merupakan ciri spesifik

dari daerah perkotaan;walaupun sektor pertanian masih mendominasi.

Hal ini menunjukkan juga bahwa bidang perdagangan mulai menjadi

mata pencaharian penduduk, dan pariwisata Kabupaten Lumajang mulai berperan

dalam mempengaruhi PDRB. Penjelasan pertumbuhan potensi unggulan dari tahun

2008 ke tahun 2012 sebagaimana grafik berikut :

Grafik 2.3

Pergeseran Pertumbuhan Potensi Unggulan Kabupaten Lumajang Tahun 2008-2012

Sumber : LKPJ AMJ Kab. Lumajang Tahun 2008-2012

Dari tabel di atas pula dapat dilihat sejak tahun dasar 2000, besaran nilai

PDRB dan PDRB perkapita yang tercipta selalu mengalami peningkatan setiap

tahunnya. Selama kurun waktu 5 tahun nilai PDRB atas dasar harga berlaku telah

mengalami perkembangan rata-rata sebesar 11 persen dan nilai PDRB atas dasar

harga konstan tahun 2000 berkembang sebanyak 6 persen. Besarnya perbedaan

perkembangan PDRB ADHB dengan ADHK 2000 mencerminkan besarnya

perkembangan harga-harga (inflasi) dari tahun 2000 sampai dengan 2012.

Grafik 2.4

Laju Pertumbuhan Ekonomi dan Laju Inflasi PDRB Kabupaten Lumajang

0

5

10

15

20

25

30

35

40

2008 36,45 1,92 13,50 0,59 2,93 23,22 4,50 4,29 12,60

2009 36,59 1,92 13,31 0,58 2,90 23,42 4,40 4,26 12,62

2010 35,72 1,88 13,37 0,58 2,90 24,31 4,37 4,31 12,57

2011 34,56 1,83 13,46 0,57 2,93 25,22 4,42 4,38 12,64

2012 33,62 1,77 13,50 0,57 2,95 26,01 4,45 4,41 12,72

PertanianPertambangan

dan Penggalian

Industri

Pengolahan

Listrik, Gas dan

Air BersihBangunan

Perdagangan,

Hotel &

Restoran

Pengangkutan

& Komunikasi

Keuangan,

Persewaan &

Jasa

Jasa-Jasa

Page 14: BAB II - lumajangkab.go.id. Bab-2 (Kondisi Daerah... · pembangunan yang selama ini telah dicapai oleh kabupaten Lumajang. Basis data dan ... intensitas curah hujan pada tahun 2011

RPJMD Kabupaten Lumajang Tahun 2015-2019____________________________________________________

II-14

2

4

6

8

10

P.E 5,43 5,46 5,92 6,26 6,42

Inflasi 8,86 5,35 5,99 5,61 5,29

2008 2009 2010 2011 2012

Th 2008 - 2012

Sumber : LKPJ AMJ Kab. Lumajang Tahun 2008-2012

Tingkat pertumbuhan ekonomi di suatu daerah menggambarkan tingkat

produktifitas penduduk di dalam menghasilkan barang dan jasa di daerah tersebut

pada suatu periode. Secara makro pertumbuhan ekonomi Kabupaten Lumajang dapat

dilihat dari laju pertumbuhan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar

harga konstan 2000. Penggunaan atas dasar harga konstan ini, karena pengaruh harga

telah dikeluarkan sehingga hasil yang diperoleh hanya mencerminkan kenaikan

produksi barang dan jasa.

Hingga akhir tahun 2012 perekonomian Kabupaten Lumajang tumbuh

sebesar 6,42 persen atau mengalami pertumbuhan sebesar 0,16 point dibandingkan

dengan tahun 2011. Trend laju inflasi mengalami penurunan cukup signifikan jika

dibandingkan dengan kondisi tahun 2008. Pada tahun 2008 laju inflasi mencapai 8,86

persen dengan berbagai upaya yang telah dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten

Lumajang bersama seluruh pelaku penggerak perekonomian sampai dengan akhir

tahun 2012 laju inflasi dapat ditekan menjadi 5,29 persen. Di samping kondisi

tersebut dipengaruhi oleh semakin membaiknya kondisi perekonomian yang

berdampak positif pada dunia usaha.

2.2.1.1.3. Penanaman Modal/Investasi

Investasi oleh sektor swasta mempunyai daya dorong/multiplayer efek

yang lebih besar daripada pengeluaran pemerintah(APBD). Untuk itu iklim investasi

perlu ditingkatkan di Kabupaten Lumajang. Adapun perkembangan investasi adalah

seperti terlihat pada grafik berikut:

Page 15: BAB II - lumajangkab.go.id. Bab-2 (Kondisi Daerah... · pembangunan yang selama ini telah dicapai oleh kabupaten Lumajang. Basis data dan ... intensitas curah hujan pada tahun 2011

RPJMD Kabupaten Lumajang Tahun 2015-2019____________________________________________________

II-15

Grafik 2.5.

Pengaruh Peningkatan Nilai Investasi Terhadap Penyerapan Tenaga Kerja

Tahun 2010 - 2011

Sumber : LKPJ Tahun 2012

Dari grafik diatas terlihat bahwa grafik investasi dari tahun 2009 sampai

2011 cenderung naik, dari 74.647.720.000 menjadi 105.470.433.000. Hal ini diikuti

oleh naiknya penyerapan tenaga kerja dari 0,69 % di tahun 2009 menjadi 3,32 % di

tahun 2011. Hal ini menunjukkan efek positif dari kenaikan investasi daerah, ternyata

mampu menyerap tenaga kerja yang lebih banyak lagi, terutama di bidang industri

dan perdagangan.

2.2.1.1.4.Perbandingan Tingkat PDRB ADHB tiap Kecamatan

Berikut disajikan data PDRB atas dasar Harga Berlaku tiap Kecamatan se

Kabupaten Lumajang

Tabel 2.6

Perbandingan Nilai PDRB ADHB tiap Kecamatan di Kabupaten Lumajang

Tahun 2010 - 2012

Kecamatan 2010 2011 2012

Tempursari 357,616.88 401,691.50 446,550.18

Pronojiwo 372,060.58 412,850.28 454,520.33

Candipuro 771,695.24 870,402.06 975,834.30

Pasirian 1,220,137.99 1,373,057.00 1,547,279.77

Tempeh 1,226,206.52 1,386,779.96 1,567,270.71

Lumajang 1,433,781.39 1,625,041.47 1,863,526.50

Sumbersuko 539,500.44 604,644.51 676,917.07

Tekung 399,006.56 443,652.20 490,234.10

Kunir 620,644.71 701,720.99 791,556.64

Yosowilangun 760,623.43 856,302.50 964,774.68

Rawakangkung 437,213.27 484,835.57 535,449.67

Jatiroto 853,926.52 954,243.76 1,062,099.51

Randuagung 750,220.04 839,366.23 934,407.10

Sukodono 568,722.42 642,289.57 725,630.39

Padang 345,558.03 382,898.00 419,150.31

Pasrujambe 694,565.86 762,760.13 837,297.87

-

20.000.000

40.000.000

60.000.000

80.000.000

100.000.000

120.000.000

-

0,50

1,00

1,50

2,00

2,50

3,00

3,50

Nilai Investasi (Rp.000) 74.647.720 94.169.229 105.470.433

Penyerapan Tenaga Kerja

(%)

0,69 1,54 3,32

2009 2010 2011

Page 16: BAB II - lumajangkab.go.id. Bab-2 (Kondisi Daerah... · pembangunan yang selama ini telah dicapai oleh kabupaten Lumajang. Basis data dan ... intensitas curah hujan pada tahun 2011

RPJMD Kabupaten Lumajang Tahun 2015-2019____________________________________________________

II-16

Senduro 411,320.08 459,936.66 509,167.29

Gucialit 356,231.37 397,032.21 439,029.44

Kedungjajang 559,439.51 626,595.01 698,942.62

Klakah 723,476.26 814,035.11 915,040.64

Ranuyoso 484,475.85 543,285.45 606,799.15

Sumber : PDRB Kabupaten Lumajang Menurut Kecamatan Tahun 2010-2012

Dari tabel terlihat bahwa Kecamatan Lumajang mempunyai PDRB paling

besar diantara Kecamatan-kecamatan lain. Hal ini dikarenakan Kecamatan Lumajang

sebagai pusat pemerintahan, juga sebagai pusat perdagangan dan pusat kegiatan

ekonomi. Di tahun 2010 nilai PDRB di Kecamatan Lumajang sebesar Rp.

1,433,781.39,- dan meningkat di tahun 2012 sebesar Rp. 1,863,526.50,-.Nilai paling

rendah adalah Kecamatan Padang yang bernilai Rp 345,558.03,- di tahun 2010

walaupun ada kenaikan di tahun 2012 sebesar Rp 419,150.31,- akan tetapi, nilainya

tetap paling rendah diantara kecamatan-kecamatan lainnya.

2.2.1.1.5. Tingkat Kemiskinan Kabupaten Lumajang

Grafik 2.6.

Perkembangan Jumlah Penduduk Miskin di Kabupaten Lumajang tahun2002 -2011

Sumber : BPS Kab. Lumajang

Dari grafik diatas terlihat bahwa jumlah penduduk miskin dan tingkat

prosentase penduduk miskin Kabupaten Lumajang dari Tahun 2003 – 2011

Page 17: BAB II - lumajangkab.go.id. Bab-2 (Kondisi Daerah... · pembangunan yang selama ini telah dicapai oleh kabupaten Lumajang. Basis data dan ... intensitas curah hujan pada tahun 2011

RPJMD Kabupaten Lumajang Tahun 2015-2019____________________________________________________

II-17

mengalami penurunan. Di akhir tahun 2011 jumlah penduduk miskin Kabupaten

Lumajang mencapai 131.912 jiwa dengan prosentase sekitar 13,01 %. Hal ini

menunjukkan bahwa komitmen Kabupaten Lumajang dalam usaha menurunkan angka

kemiskinan berhasil dan hal ini sejalan dengan usaha Propinsi Jawa Timur dalam

usaha menekan angka kemiskinan. Akan tetapi banyak faktor yang mempengaruhi

kemiskinan suatu daerah, sehingga perlu analisa lebih jauh dengan komponen

pendukung lainnya.

2.2.1.2. Laju Inflasi

Penghitungan inflasi Jawa Timur didasarkan pada hasil pemantauan/

pendataan harga barang dan jasa yang dilakukan oleh Badan Pusat Statistik (BPS)

pada pasar tradisional dan pasar modern di berbagai wilayah di Jawa Timur. Dari

hasil pendataan tersebut diperoleh bahwa pada bulan September 2010 Jawa Timur

mengalami inflasi 0,46 persen atau terjadi kenaikan Indeks Harga Konsumen (IHK)

dari 122,43 pada bulan Agustus 2010 menjadi 123,00 pada bulan September 2010.

Sampai dengan bulan September 2010 secara kumulatif Jawa Timur mengalami

inflasi sebesar 5,36 persen.

Hingga akhir tahun 2012 pertumbuhan ekonomi Kabupaten Lumajang

mencapai 6,42 persen atau mengalami pertumbuhan sebesar 0,16 point dibanding

tahun 2011 dan mencapai 0,99 point dibanding tahun 2008. Selanjutnya secara

agregat inflasi dengan system point to point, trend laju inflasi PDRB mengalami

penurunan seiring dengan meningkatnya pertumbuhan ekonomi dari tahun ke tahun.

Pada tahun 2012 laju inflasi PDRB sebesar 5,29 persen, turun sebesar 0,32 poit dari

tahun 2011 dan mengalami penurunan sebesar 3,57 poit dari inflasi pada tahun 2008.

Kondisi tersebut menunjukkan tren positif bagi perekonomian masyarakat Kabupaten

Lumajang. Hal ini menunjukkan kemampuan daya beli masyarakat yang semakin

meningkat serta meningkatkan daya saing terhadap daerah lain. Penurunan inflasi

mencerminkan bahwa harga barang/jasa secara umum lebih terkontrol dan masih

dalam batas kewajaran dan terjangkau oleh masyarakat. Perkembangan pertumbuhan

ekonomi dan Inflasi selama 5 (lima) tahun terakhir dapat dilihat pada grafik dan tabel

sebagai berikut :

Page 18: BAB II - lumajangkab.go.id. Bab-2 (Kondisi Daerah... · pembangunan yang selama ini telah dicapai oleh kabupaten Lumajang. Basis data dan ... intensitas curah hujan pada tahun 2011

RPJMD Kabupaten Lumajang Tahun 2015-2019____________________________________________________

II-18

2

4

6

8

10

P.E 5,43 5,46 5,92 6,26 6,42

Inflasi 8,86 5,35 5,99 5,61 5,29

2008 2009 2010 2011 2012

Grafik 2.7

Laju Pertumbuhan Ekonomi dan Laju Inflasi PDRB Kabupaten Lumajang

Tahun 2008- 2012

Sumber : LKPJ AMJ Kab. Lumajang Tahun 2008-2012

2.2.1.3RASIO PENDUDUK YANG BEKERJA

Jumlah penduduk yang bekerja di suatu wilayah menunjukkan berhasil

tidaknya Pemerintah Kabupaten/Kota dalam menekan jumlah pengangguran.

Berdasarkan data dari Dnas Tenaga Kerja dan transmigrasi, penduduk usia produktif

(15-45 tahun) di Kabupaten Lumajang pada tahun 2010 sebanyak 491.369 orang

dengan 95 %nya bekerja. Dan pada tahun 2012 jumlah penduduk usia produktif

mencapai 520.497 orang dan 95 %nya dalam status bekerja. Selain itu Angka

Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) cenderung naik di tahun 2011 sekitar 69,30 dari

tahun 2010 yngnilainya 64,71, terus mengalami penurunan di tahun 2012 menjadi

67,51. Hal ini berbanding terbalik dengan pola Tingkat pengangguran yang semula di

tahun 2010 3,28 % akhirnya turun di tahun 2011 sebesar 2,70, lalu naik lagi menjadi

4,7 di tahun 2012. Seperti dapat dilihat pada tabel berikut :

Tabel 2.7

Prosentase Penduduk Yang Bekerja Di Kabupaten Lumajang Tahun 2010-2012

INDIKATOR 2010 2011 2012

Jumlah Angkatan Kerja 491.369 orang 495.752 orang 520.497 orang

Jml Penduduk Bekerja 471.053 orang 476.685 orang 496.036 orang

% Penduduk Bekerja 95.8 % 96.15 % 95,3 %

TPAK 64,71 69,30 67,51

TPT 3,17 2,70 2,73

Sumber : BPS & LKPJ AMJ Kab. Lumajang Tahun 2008-2012

Page 19: BAB II - lumajangkab.go.id. Bab-2 (Kondisi Daerah... · pembangunan yang selama ini telah dicapai oleh kabupaten Lumajang. Basis data dan ... intensitas curah hujan pada tahun 2011

RPJMD Kabupaten Lumajang Tahun 2015-2019____________________________________________________

II-19

2.2.2. Fokus Kesejahteraan Sosial

Analisis kinerja atas kesejahteraan sosial dilakukan terhadap indikator yang

berkaitan dengan pembangunan di bidang pendidikan, kesehatan maupun

ketenagakerjaan. Secara rinci fokus kesejahteraan sosial berisikan data tentang angka

melek huruf, angka rata-rata lama sekolah, angka partisipasi kasar, angka pendidikan

yang ditamatkan, angka partisipasi murni, angka kelangsungan hidup bayi, angka usia

harapan hidup, jumlah penduduk yang bekerja dan sebagainya.

Berdasarkan data yang ada pada LKPJ AMJ Kabupaten Lumajang,beberapa

capaian indikator pendidikan sebagai berikut :

Tabel 2.8

Capaian Indikator Pembangunan Bidang Pendidikan Tahun 2008 – 2012

Indikator Capaian

2008 2009 2010 2011 2012

Angka Melek Huruf 98,42 97,02 97,60 97,66 97,76

Angka Partisipasi Kasar SD/MI

Angka Partisipasi Kasar SMP/MTs

Angka Partisipasi Kasar SMA/SMK/MA

106,77

104,86

44,69

107,66

105,20

50,15

107,70

105,36

51,53

107,35

106,58

53,23

106,67

106,88

56,11

Angka Partisipasi Murni SD/MI

Angka Partisipasi Murni SMP/MTs

Angka Partisipasi Murni SMA/SMK/MA

98,80

97,98

37,61

99,69

98,90

48,56

99,73

99,10

48,67

99,75

99,18

49,33

99,77

99,27

52,04

Angka Putus Sekolah SD/MI

Angka Putus Sekolah SMP/MTs

Angka Putus Sekolah SMA/SMK/MA

0,18

1,27

1,02

0,11

0,68

0,81

0,10

0,58

0,74

0,09

0,52

0,67

0,08

0,31

0,47

Sumber data : LKPJ AMJ Kab. Lumajang Tahun 2008-2012

Selanjutnya dalam bidang kesehatan, situasi derajat kesehatan masyarakat

digambarkan dengan angka mortalitas (angka kematian ibu, kematian bayi dan balita)

serta status gizi. Angka mortalitas akan meningkat dan status gizi menurun apabila

upaya promotif, preventif, kuartif dan rehabilitatif tidak dilaksanakan secara optimal.

Dimana beberapa upaya tersebut diukur melalui beberapa indikator yang antara lain

meliputi indikator dalam pelayanan kesehatan ibu dan anak, pencegahan dan

penanggulangan penyakit, pelayanan kesehatan dasar dan rujukan, gizi, kesehatan

lingkungan srta pemberdayaan masyarakat. Capaian keberhasilan beberapa indikator

tersebut menggambarkan pengendalian angka mortalitas dan status gizi.

Page 20: BAB II - lumajangkab.go.id. Bab-2 (Kondisi Daerah... · pembangunan yang selama ini telah dicapai oleh kabupaten Lumajang. Basis data dan ... intensitas curah hujan pada tahun 2011

RPJMD Kabupaten Lumajang Tahun 2015-2019____________________________________________________

II-20

78.701

77.060

76.553

76.229

76.812

501

477

519

428

386 0,50%

0,56%

0,68%

0,62%

0,64%

74.000 75.000 76.000 77.000 78.000 79.000 80.000

2008

2009

2010

2011

2012

Bayi Ditimbang BGM %

Tabel 2.9

Perbandingan Perkembangan Pencapaian Angka Mortalitas

Tahun 2008-2012

NO ANGKA

MORTALITAS

JUMLAH CAPAIAN

2008 2009 2010 2011 2012 2008 2009 2010 2011 2012

1 Angka Kematian

Ibu

5 13 10 10 8 30 80,44 61,80 61,15 51,59

2 Angka Kematian

Bayi

114 145 106 149 157 8,8 8,97 6,55 9,11 10,12

3 Angka Kematian

Balita

121 154 111 159 164 9,4 9,53 6,86 9,73 10,58

Sumber : LKPJ AMJ Kab. Lumajang Tahun 2008-2012

Trend balita gizi buruk atau di Bawah Gari Merah (BGM) pada tahun 2012

menunjukkan penurunan dibanding tahun 2008. Berdasarkan bulan intensifikasi

penimbangan tahun 2012, jumlah balita gizi buruk sebanyak 386 balita atau 0,50%

dari 76.812 balita yang ditimbang. Sedangkan data tahun 2008, balita gizi buruk

sebanyak 501 balita atau sebesar 0,64% dari 78.701 balita yang ditimbang.

Grafik : 2.8

Perbandingan Pencapaian Penurunan BGM Tahun 2008 – 2012

Sumber : LKPJ AMJ Kab. Lumajang Tahun 2008-2012

2.2.3. Fokus Seni Budaya dan Olahraga

Menurut catatan yang ada sampai dengan tahun 2010 ternyata

kabupaten Lumajang memiliki sejumlah kesenian yang banyak tersebar di berbagai

wilayah. Jenis kesenian yang sampai saat ini masih cukup eksis di kabupaten

Lumajang antara lain; jaran kencak,jaran slining dan sebagainya. Berbagai jenis

kesenian ini sekaligus menunjukkan bahwa di kabupaten Lumajang memiliki berbagai

Page 21: BAB II - lumajangkab.go.id. Bab-2 (Kondisi Daerah... · pembangunan yang selama ini telah dicapai oleh kabupaten Lumajang. Basis data dan ... intensitas curah hujan pada tahun 2011

RPJMD Kabupaten Lumajang Tahun 2015-2019____________________________________________________

II-21

jenis kesenian tidak hanya seni tari, melainkan juga seni lukis, musik, seni drama dan

sebagainya. Salah satu andalan Kabupaten Lumajang adalah batik Lumajang,yang

semakin hari banyak dikenal masyarakat, beserta pisang Agung dan Kirana sebagai

komoditas pangannya.

Ragam budaya yang hidup dan berkembang di masyarakat Kabupaten

Lumajang pada hakikatnya merupakan identitas khas (local genius) dan mengandung

tatanan nilai dari kelompok masyarakat pada suatu wilayah tertentu yang berfungsi

menjadi semacam perekat bagi kebersamaan, perkauman, kekerabatan. Ragam budaya

ini seyogyanya terus dipelihara dan dikembangkan dalam kerangka pembangunan

manusia seutuhnya sehingga masyarakat tidak tercerabut dari akar budayanya.

Untuk menjaga kekayaan seni dan budaya, selain pemeliharaan terhadap

cagar budaya Pemerintah Kabupaten Lumajang terus mendorong dan melakukan

berbagai upaya pelestarian dan pengembangan terhadap nilai-nilai budaya yang hidup

di tengah masyarakat diantaranya yaitu dengan mendukung tetap lestarinya beberapa

perayaan tradisional. Di samping itu juga digelar Pentas Seni Tradisi serta atraksi

kesenian para pelajar SMP/MTs, SMA/SMK/MA,sanggar-sanggar tari dan kelompok-

kelompok seni yang dikemas dalam peringatan hari-hari besar dan diselenggarakan

secara rutin pada peringatan Hari Jadi Lumajang (HARJALU).

2.3. Aspek Pelayanan Umum

Pelayanan publik atau pelayanan umum merupakan segala bentuk jasa

pelayanan baik dalam bentuk barang publik maupun jasa publik yang menjadi

tanggung jawab pemerintah daerah dalam upaya pemenuhan kebutuhan masyarakat

sesuai dengan ketentuan perundang-undangan. Aspek pelayanan umum meliputi 2

jenis fokus layanan yakni fokus layanan urusan wajib dan fokus layanan urusan

pilihan.

2.3.1 Fokus Layanan Urusan Wajib

Analisis kinerja atas layanan urusan wajib dilakukan terhadap indikator-

indikator kinerja penyelenggaraan urusan wajib pemerintah daerah yang meliputi

bidang urusan pendidikan, kesehatan, pekerjaan umum, perumahan, penataan ruang,

perencanaan pembangunan, perhubungan, lingkungan hidup, pertanahan,

kependudukan dan catatan sipil, pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak,

Page 22: BAB II - lumajangkab.go.id. Bab-2 (Kondisi Daerah... · pembangunan yang selama ini telah dicapai oleh kabupaten Lumajang. Basis data dan ... intensitas curah hujan pada tahun 2011

RPJMD Kabupaten Lumajang Tahun 2015-2019____________________________________________________

II-22

keluarga berencana, ketenagakerjaan, sosial, Koperasi dan UKM, penanaman modal,

otonomi daerah dan sebagainya.

2.3.1.1. Aspek Pendidikan

Kendati masyarakat Kabupaten Lumajang, sudah mulai maju, tetapi,

kesadaran tentang arti penting sekolah nampaknya masih belum tumbuh dengan

maksimal. Dalam satu dekade terakhir, nyaris tidak terjadi perubahan yang benar-

benar signifikan tentang apresiasi masyarakat terhadap arti penting pendidikan,

khususnya fungsi sekolah.

Secara teori, pendidikan sebetulnya adalah hak sekaligus semacam tiket untuk

meraih masa depan yang lebih baik. Tetapi, bagi anak-anak dari keluarga yang secara

ekonomis tak berkecukupan, pendidikan seringkali menjadi barang mahal karena

mereka tidak memiliki kemampuan dan akses yang cukup untuk bisa melangsungkan

pendidikan sampai jenjang yang maksimal. Sudah banyak kajian membuktikan,

bahwa faktor utama penyebab anak putus sekolah adalah kesulitan ekonomi atau

karena orang tua tidak mampu menyediakan biaya bagi sekolah anak-anaknya. Di

samping itu, tidak jarang terjadi orang tua meminta anaknya berhenti sekolah karena

mereka membutuhkan tenaga anaknya untuk membantu pekerjaan orang tua.

Di Kabupaten Lumajang, terutama di daerah pedesaan yang terpelosok dan

kepulauan, anak-anak di bawah usia terkadang terpaksa bekerja di rumah membantu

orang tuanya di sawah, bekerja di sektor pertanian, perkebunan, industri kecil, dan

sebagainya untuk membantu ekonomi orang tua. Jam kerja yang panjang, kelelahan

fisik, dan sejenisnya —ditambah lagi pengaruh lingkungan teman seusia yang rata-

rata memang kurang perhatian kepada kegiatan belajar— adalah faktor gabungan

yang menyebabkan anak-anak usia sekolah di Kabupaten Lumajang terpaksa bekerja

acapkali prestasi belajarnya di sekolah relatif kurang berkembang, dan bahkan DO

(Drop Out) sebelum waktunya.

Tabel 2.10.

Pencapaian Beberapa Indikator Pendidikan Kabupaten Lumajang Tahun 2008-2012

URAIAN CAPAIAN

2008 2009 2010 2011 2012

Banyaknya Tenaga Pendidik

(orang)

TK/RA/PAUD

SD/MI

SMP/MTs

SMA/SMK

2.669

7.190

3.104

1.524

3.334

7.473

3.464

1.798

3.426

7.487

3.475

1.826

3.429

7.527

3.484

1.877

3.517

7.030

3.058

1.440

Page 23: BAB II - lumajangkab.go.id. Bab-2 (Kondisi Daerah... · pembangunan yang selama ini telah dicapai oleh kabupaten Lumajang. Basis data dan ... intensitas curah hujan pada tahun 2011

RPJMD Kabupaten Lumajang Tahun 2015-2019____________________________________________________

II-23

URAIAN CAPAIAN

2008 2009 2010 2011 2012

Banyaknya Sekolah (unit)

a. TK/RA

b. SD/MI

c. SMP/MTs

d. SMA/SMK

435

740

149

55

438

741

160

59

440

742

165

63

511

748

175

68

531

749

177

74

Banyaknya Kelas (ruang)

TK/RA

SD/MI

SMP/MTs

SMA/SMK

987

5.981

1.183

578

993

5.984

1.216

590

997

5.987

1.231

602

1.122

6.023

1.261

617

1.142

6.025

1.292

741

Banyaknya Siswa (anak)

TK/RA

SD/MI

SMP/MTs

SMA/SMK

33.490

109.985

45.815

21.119

35.482

110.908

46.082

23.711

36.415

110.971

46.568

24.373

37.442

108.991

46.799

25.266

37.627

109.877

47.335

26.420

Rasio Murid : Guru (negeri dan

swasta)

TK/RA

SD/MI

SMP/MTs

SMA/SMK

13

15

15

14

11

15

13

13

11

15

13

13

12

15

14

13

13

15

15

13

Rasio Murid : Sekolah (negeri

dan swasta)

TK/RA

SD/MI

SMP/MTs

SMA/SMK

20

25

37

38

20

25

40

42

20

25

40

44

20

25

32

40

20

25

32

40

Pendidikan Luar Sekolah

PBHKF

Kejar Paket A Setara SD

Kejar Paket B Setara SMP

Kejar Paket C Setara SMU

3.080

62

685

235

9.000

95

775

258

9.600

112

840

275

6.100

345

1.766

1.249

8.380

390

1.294

1.009

Sumber data : LKPJ AMJ Kab. Lumajang Tahun 2008-2012

Dari data di atas terlihat bahwa jumlah murid tingkat sekolah dasar tahun

2010/2011 cenderung mengalami kenaikan dibandingkan dengan tahun sebelumnya,

begitu pula dengan jumlah siswa SMP atau SMA sederajat terus mengalami kenaikan.

Dari data tersebut, tentu saja akan mempengaruhi banyaknya sekolah yang ada.

Menurut data jumlah SD, SMP, SMA sederajat terus mengalami kenaikan dari tahun

ke tahun.

Kecenderungan seperti ini merupakan fakta positif bagi perhatian Pemerintah

Kabupaten Lumajang terhadap kemajuan di bidang pendidikan. Ketika jumlah anak

usia sekolah kian bertambah maka peningkatan sarana dan prasarana juga dilakukan,

sementara itu ketika jumlah murid mengalami penurunan maka penyediaan sarana dan

prasarana pendidikan tidak dilakukan penambahan berarti.

Page 24: BAB II - lumajangkab.go.id. Bab-2 (Kondisi Daerah... · pembangunan yang selama ini telah dicapai oleh kabupaten Lumajang. Basis data dan ... intensitas curah hujan pada tahun 2011

RPJMD Kabupaten Lumajang Tahun 2015-2019____________________________________________________

II-24

Persoalannya sekarang adalah bagaimana cara melakukan peningkatan dalam

aspek kualitas pendidikannya. Sebab meski secara kuantitatif jumlah murid dan

fasilitas sarana prasarana pendidikan mengalami peningkatan tetapi tidak diimbangi

dengan kualitasnya niscaya mutu lulusan dan SDM yang ada di kabupaten Lumajang

juga akan mengkhawatirkan perkembangannya. Oleh sebab itu ke depan dalam sektor

pendidikan Pemerintah Daerah perlu segera bersikap konsisten dengan

mengalokasikan sekitar 20% dana APBD untuk pembangunan bidang pendidikan, dan

merancang serta melaksanakan program pembangunan bidang pendidikan yang benar-

benar terfokus dan berpihak kepada peserta didik. Sebab dengan sumber daya

manusia yang tidak berkualitas tentu cukup sulit bagi Kabupaten Lumajang untuk

dapat segera keluar dari tekanan kemiskinan dan keterbelakangan yang dialami oleh

sebagian masyarakat.

2.3.1.2. Aspek Kesehatan

Penyediaan sarana dan prasarana pelayanan kesehatan berikut sumberdaya

manusia untuk meningkatingkatan derajat kesehatan dan kesejahteraan masyarakat

sangat diperlukan. Fasilitas dan sumber daya kesehatan yang ada di Kabupaten

Lumajang sampai dengan tahun 2012 meliputi 6 Rumah Sakit, yaitu 1 (satu) Rumah

Sakit Umum Daerah, 1 (satu) Rumah Sakit Polri, 1 (satu) Rumah Sakit BUMN, 3

(tiga) Rumah Sakit Swasta (salah satunya RS Bersalin), 25 (dua puluh lima)

Puskesmas dan 51 Puskesmas Pembantu, 550 Posyandu Purnama, 257 Posyandu

Mandiri, 41 Puskesmas Keliling, 6 Balai Pengobatan/Klinik Non Rawat Inap dan 3

Klinik Rawat Inap. Ditambah dengan 121 praktek dokter umum, 30 tenaga dokter

spesialis dan tenaga dokter gigi 40 orang sedangkan untuk bidan praktek sebanyak

246 orang dan perawat sebanyak 339 orang.(Sumber dari LKPJ AMJ Kabupaten

Lumajang Tahun 2008-2012)

Penyediaan Puskesmas yang merupakan sarana pelayanan kesehatan dasar

yang menyelenggarakan kegiatan Promosi Kesehatan, Kesehatan Lingkungan,

Pelayanan Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) termasuk Keluarga Berencana (KB),

Perbaikan Gizi, Pencegahan dan Pemberantasan Penyakit Menular, dan Pengobatan.

Jumlah Puskesmas di Kabupaten Lumajang sebanyak 25, dengan Puskesmas

Perawatan sebanyak 21. Dengan demikian, rasio Puskesmas terhadap penduduk pada

Page 25: BAB II - lumajangkab.go.id. Bab-2 (Kondisi Daerah... · pembangunan yang selama ini telah dicapai oleh kabupaten Lumajang. Basis data dan ... intensitas curah hujan pada tahun 2011

RPJMD Kabupaten Lumajang Tahun 2015-2019____________________________________________________

II-25

tahun 2012 adalah 25 : 1.180.351 penduduk, atau rata-rata tiap Puskesmas melayani

47.214 penduduk.

2.3.1.3. Aspek Pekerjaan Umum

Jalan dan Jembatan

Panjang jalan raya di kabupaten Lumajang pada tahun 2013 mencapai

1.051.987 km, yang terdiri dari 123.260 km jalan hot mix, 882.707 km merupakan

jalan aspal, 31.470 km permukaan jalan kerikil dan 14.550 km merupakan jalan tanah.

Dilihat dari kondisi jalan, maka sepanjang 610.635 km dalam keadaan baik, 174.111

km dalam keadaan sedang dan 144.382 km dalam keadaan rusak serta 122.859 Km

dalam keadaan rusak berat.

Dalam berjalannya program kegiatan ini selama lima tahun, terjadi

peningkatan yang sangat signifikan untuk jalan perkerasan Hotmix mengalami

peningkatan pada tahun 2012 menjadi 134,87 km atau meningkat sebesar 186,37%

dari tahun 2008 sepanjang 72,37 Km, begitu pula untuk kondisi perkerasan jalan aspal

juga mengalami peningkatan sebesar 144,77% dari panjang jalan aspal 328,57 Km di

tahun 2008 menjadi 804,25 Km di tahun 2012. Sedangkan untuk kondisi jalan kerikil

dan tanah tentunya akan menurun. Gambaran mengenai perkembangan kualitas

jaringan jalan sebagaimana berikut

Tabel 2.11.

Data Keadaan Jalan Di Kabupaten Lumajang Tahun 2012

Jenis

Perkerasan

Tahun

2008 2009 2010 2011 2012

Hot Mix 72,37 72,37 87,078 123,26 207,243

Aspal 874,69 928,573 913,865 882,71 804,254

Kerikil 73,325 31,894 31,894 31,47 29,04

Tanah 31,6 19,15 19,15 14,55 11,45

Jumlah 1.051,99 1.051,99 1.051,99 1.051,99 1.051,99

Sumber data : LKPJ Tahun 2008-2012

Berdasarkan data diatas, dapat diketahui bahwa kondisi jaringan jalan aspal

baik lapen maupun Hotmix mengalami peningkatan 6,12% dari 90,03% di tahun 2008

menjadi 96,15% di tahun 2012. Sedangkan kondisi jaringan tanah dan/atau kerikil

mengalami penurunan menjadi 3,85% di tahun 2012.

Page 26: BAB II - lumajangkab.go.id. Bab-2 (Kondisi Daerah... · pembangunan yang selama ini telah dicapai oleh kabupaten Lumajang. Basis data dan ... intensitas curah hujan pada tahun 2011

RPJMD Kabupaten Lumajang Tahun 2015-2019____________________________________________________

II-26

Grafik 2.9.

Perkembangan Kondisi Perkerasan Jalan

Capaian indikator jambatan dalam kondisi baik, untuk prasarana jembatan di

Kabupaten Lumajang pada tahun 2012 tercatat sebanyak 193 buah, mengalami

peningkatan dari tahun 2008 sebanyak 192 buah. Sekitar 84,7% jembatan di

Kabupaten Lumajang dalam kondisi baik di tahun 2012 dimana ketersediaan terhadap

kebutuhan jembatan sudah sangat menunjang kegiatan perekonomian dan mobilitas

penduduk.

Air Limbah

Praktik BAB (buang air besar) di tempat yang tidak aman adalah salah satu

faktor risiko bagi turunnya status kesehatan masyarakat. Selain mencemari tanah

(field), praktik semacam itu dapat mencemari sumber air minum warga. Yang

dimaksud dengan tempat yang tidak aman bukan hanya tempat BAB di ruang terbuka,

seperti di sungai/ kali/ got/ kebun, tetapi juga penggunaan sarana jamban di rumah

yang mungkin dianggap nyaman, namun sarana penampungan dan pengolahan

tinjanya tidak memadai, misalnya yang tidak kedap air dan berjarak terlalu dekat

dengan sumber air minum.

Berdasarkan Dokumen Environment Health and Rapid Assesment (EHRA),

pemakaian kloset jongkok oleh masyarakat sebesar (63,18 %), kloset duduk (2,68 %),

lain-lain (7,95 %), sisanya tidak memiliki WC (26,18 %). Sedangkan untuk tempat

pembuangan tinja di Kab Lumajang antara lain meliputi septic tank 53,85 %, cubluk

Page 27: BAB II - lumajangkab.go.id. Bab-2 (Kondisi Daerah... · pembangunan yang selama ini telah dicapai oleh kabupaten Lumajang. Basis data dan ... intensitas curah hujan pada tahun 2011

RPJMD Kabupaten Lumajang Tahun 2015-2019____________________________________________________

II-27

11,38 %, langsung saluran drainase1,96 %, dan Lainnya (sungai, kebun, kolam) 32,81

%. Kemudian terkait tentang pembuangan air limbah domestik adalah sebagai

berikut:

Grafik 2.10.

Tempat BAB Anggota Keluarga Yang Sudah Dewasa

Dari grafik 2.10. diatas dapat diketahui bahwa kondisi umum di Kabupaten

Lumajang masyarakatnya sudah membuang kotorannya di jamban pribadi, namun

masih ada sebagian kecil yang BAB di tempat terbuka seperti di WC helikopter di

empang/kolam, sungai, kebun maupun parit.

Drainase

Drainase lingkungan merupakan sarana yang penting dalam sanitasi. Selain

itu darinase berfungsi juga mengalirkan limbah cair dari rumah rangga seperti dapur,

kamar mandi, tempat cucian dan juga wastafel. Drainase yang buruk akan

menimbulkan banjir pada waktu hujan, selain itu juga akan membuat genangan air

dari limbah cair rumah tangga. Bila kondisinya demikian akan menjadi tempat

perindukan nyamuk yang bisa menularkan berbagai penyakit seperti demam berdarah,

chikungunya, juga filariasis.

Page 28: BAB II - lumajangkab.go.id. Bab-2 (Kondisi Daerah... · pembangunan yang selama ini telah dicapai oleh kabupaten Lumajang. Basis data dan ... intensitas curah hujan pada tahun 2011

RPJMD Kabupaten Lumajang Tahun 2015-2019____________________________________________________

II-28

Berdasarkan dokumen EHRA, terdapat gambaran bahwa rumah tangga yang

mempunyai saluran pembuangan air limbah (SPAL) di Kabupaten Lumajang

sebanyak 748 responden atau sebesar 65%, dan rumah tangga yang tidak mempunyai

SPAL sebanyak 410 responden atau sebesar 35% sebagaimana grafik berikut

Grafik 2.11.

Kepemilikan saluran pembuangan air limbah rumah tangga

Tabel 2.12.

Tempat pembuangan limbah rumah tangga

No Uraian Dapur Kamar mandi

Tempat cuci

pakaian Wastafel

1 Sungai/selokan/kolam 245 229 243 109 2 Jalan/halaman/kebun 78 65 64 18 3 Saluran terbuka 168 192 194 46 4 Saluran tertutup 152 162 154 64 5 Lubang galian 96 103 97 30 6 Pipa saluran

pembuangan kotoran 7 14 15 4

7 Pipa IPAL Sanimas 0 0 0 0 8 Tidak tahu 0 0 0 0

Sumber : EHRA Kab. Lumajang 2012

Dari tabel 3.4.2 dapat diketahui bahwa pembuangan limbah rumah tangga

yang mempunyai resiko kesehatan terbesar adalah yang dibuang ke sungai, selokan,

kolam sebesar 245 berasal dari limbah dapur, 229 dari limbah kamar mandi, 243 dari

tempat cuci pakaian dan 109 dari wastafel. Sungai, selokan dan kolam menjadi tempat

yang paling sering digunakan oleh masyarakat untuk membuang sampah.

Page 29: BAB II - lumajangkab.go.id. Bab-2 (Kondisi Daerah... · pembangunan yang selama ini telah dicapai oleh kabupaten Lumajang. Basis data dan ... intensitas curah hujan pada tahun 2011

RPJMD Kabupaten Lumajang Tahun 2015-2019____________________________________________________

II-29

Persampahan

Untuk pelayanan persampahan, Kabupaten Lumajang dilakukan dengan dua

cara yaitu pengelolaan sampah terpusat dan pengelolaan sampah setempat.

Pengelolaan sampah setempat dilakukan dengan dua cara yaitu tradisional dan

petugas. Pengelolaan sampah setempat oleh petugas dikumpulkan dari tempat sampah

hunian ke Tempat Pembuangan Sementara (TPS). Berikut jumlah TPS Kabupaten

Lumajang

Tabel 2.13.

Jenis Fasilitas Pengolahan Sampah Setempat

No Jenis Fasilitas Jumlah Volume

(m3/unit)

1 Tempat Pembuangan Sampah

(TPS)

Terbuka 36 8

Tertutup

Dengan pemisahan sesuai

jenis sampah

0

13

0

2

2 Fasilitas Pengolahan Sampah

(TPA)

1 8

Sumber : Profil Adipura Kab. Lumajang, 2011

Pengumpulan sampah oleh petugas didukung oleh peralatan atau kendaraan

angkut dimana terdapat gerobak sampah, dump truck, truk terbuka, motor sampah dll,

berikut adalah jumlah kendaraan angkut sampah sebagai pendukung kinerja

pengelolaan sampah Kabupaten Lumajang Tahun 2010

Tabel 2. 14.

Jumlah Kendaraan Angkut Sampah Kabupaten Lumajang

No Alat Angkut Jumlah Kapasitas/unit

(m3) Ritasi

Operasi

Ya Tidak

1 Gerobak sampah 96 0,75 3 x 96 0

2 Truk terbuka kecil 2 6 2 x 2 0

3 Mini truk 1 1,75 4 x 1 0

4 Dump Truk 5 6 2 x 5 0

5 Arm Roll kecil 3 6 2 x 3 0

6 Motor Sampah 4 0.7 2x 4 0

Jumlah 114 111 3

Sumber : Profil Adipura Kab. Lumajang, 2011

Dalam pelayanan pengelolaan sistem persampahan, fokus pengelolaan

persampahan di Kabupaten Lumajang adalah mereduksi volume sampah domestik

yang terangkut ke TPA dengan pengoptimalan penerapan sistem 3 R yang meliputi

reduksi, reuse dan recycle dengan memanfaatkan 36 TPS yang ada dan tersebar di

Kabupaten Lumajang. Capaian indikator peningkatan sampah terangkut pada tahun

2008 sebanyak 71.688 m3 yang terangkut terangkut ke TPA, mengalami penurunan

Page 30: BAB II - lumajangkab.go.id. Bab-2 (Kondisi Daerah... · pembangunan yang selama ini telah dicapai oleh kabupaten Lumajang. Basis data dan ... intensitas curah hujan pada tahun 2011

RPJMD Kabupaten Lumajang Tahun 2015-2019____________________________________________________

II-30

volume sampah terangkut pada tahun 2012 sebanyak 58.340,40 m3 atau berkurang

sekitar 18,62 %. Dan pada tahun 2013, volume sampah yang terangkut juga

mengalami penurunan yaitu sebesar 58.181 m3 dimana hal ini menggambarkan

bahwa upaya pemerintah Kabupaten Lumajang dalam mereduksi sampah berhasil.

Sistem Pengelolaan sampah terpusat merupakan proses terkoordinasi dari

rangkaian panjang pengumpulan sampah, pengangkutan dan pembuangan di Tempat

Pembuangan Akhir (TPA). TPA yang ada saat ini berada di Desa Besuk Kecamatan

Sumbersuko dengan luas 3,80 Ha yang dipergunakan sejak tahun 1994. dari 3,8 Ha

luas TPA yang ada, 3,58 Ha sudah terpakai untuk penimbunan sampah, pengolahan

sampah di TPA Besuk menggunakan system control landfill dimana timbunan sampah

ditimbun dengan tanah lempung / clay dengan ketebalan satu meter. pengelolaan

persampahan di lokasi TPA Besuk sebesar 151,84 m3/hari (20%) dengan jumlah

penduduk yang terlayani sebesar 43.186 jiwa

2.3.1.4. Aspek Perumahan

Saat ini sektor perumahan merupakan salah satu sektor prioritas nasional

dikarenakan masuk dalam isu strategis pengembangan baik nasional maupun di

daerah, adapun salah satu isu strategisnya adalah meningkatnya backlog perumahan.

Backlog perumahan merupakan jumlah kebutuhan/ kekurangan rumah. Nilai backlog

didapatkan dari selisih antara jumlah rumah tangga dengan jumlah rumah yang ada.

Berdasarkan asumsi tersebut, maka perhitungan backlog dapat dilakukan pada tahun

terakhir, yaitu tahun 2013.

Jumlah bangunan rumah di Kabupaten Lumajang tahun 2013 sebesar

252.482 unit, sedangkan jumlah rumah tangga di Kabupaten Lumajang sebanyak

331.008 KK/RT. Kondisi tersebut terkait dengan keberadaan data terakhir mengenai

jumlah rumah tangga dan jumlah/ ketersediaan rumah yang ada. Berikut analisa

perhitungan proyeksi kebutuhan rumah/ backlog rumah tahun 2013 sebagaimana

berikut.

Tabel 2.15.

Analisa Perhitungan Proyeksi Kebutuhan Rumah/ Backlog Rumah Tahun 2013

No Kecamatan

Tahun 2013

Jumlah

Rumah

Tangga

Jumlah

Rumah

Backlog

Rumah

Rumah

Tidak

Layak

Huni

1 Lumajang 27.610 19.409 8.201 6.435

Page 31: BAB II - lumajangkab.go.id. Bab-2 (Kondisi Daerah... · pembangunan yang selama ini telah dicapai oleh kabupaten Lumajang. Basis data dan ... intensitas curah hujan pada tahun 2011

RPJMD Kabupaten Lumajang Tahun 2015-2019____________________________________________________

II-31

No Kecamatan

Tahun 2013

Jumlah

Rumah

Tangga

Jumlah

Rumah

Backlog

Rumah

Rumah

Tidak

Layak

Huni

2 Sukodono 15.926 12.264 3.662 6.108

3 Kedungjajang 12.829 10.062 2.767 8.235

4 Klakah 18.399 11.868 6.531 2.866

5 Ranuyoso 13.495 10.430 3.065 3.281

6 Kunir 16.910 14.027 2.883 2.982

7 Yosowilangun 20.033 14.942 5.091 2.958

8 Tempeh 24.475 20.540 3.935 6.485

9 Pasirian 25.990 21.416 4.574 6.266

10 Senduro 14.162 10.712 3.450 2.662

11 Jatiroto 14.874 11.954 2.920 9.376

12 Sumbersuko 11.077 8.805 2.272 4.949

13 Tekung 10.810 8.460 2.350 7.037

14 Padang 10.872 6.712 4.160 3.055

15 Randuagung 19.511 15.920 3.591 6.557

16 Candipuro 21.765 14.329 7.436 4.415

17 Gucialit 7.655 6.488 1.167 4.797

18 Pasrujambe 11.380 9.924 1.456 4.625

19 Pronojiwo 11.111 8.313 2.798 8.549

20 Rowokangkung 12.131 8.958 3.173 4.923

21 Tempursari 9.993 6.949 3.044 5.258

Sumber : RP3KP; DPU Kab. Lumajang, 2013; diolah

Berdasarkan tersebut diatas, diketahui bahwa kebutuhan rumah pada wilayah

perencanaan mencapai 78.526 unit. Seluruh wilayah kecamatan mengalami

kekurangan/kebutuhan rumah dengan jumlah yang bervariasi. Wilayah yang memiliki

nilai backlog tertinggi ialah Kecamatan Lumajang yaitu mencapai 8.201 unit

sedangkan nilai backlog terendah pada Kecamatan Gucialit yaitu 1.167 unit. Dari

tabel tersebut juga dapat dilihat bahwa jumlah rumah tiak layak huni sebesar 111.819

unit.

Isu permasalahan lain dalam sektor perumahan adalah tumbuhnya kawasan

kumuh, Kawasan permukiman dengan kepadatan tinggi memiliki kecenderungan

membentuk kawasan permukiman kumuh, khususnya pada kawasan permukiman di

sekitar sempadan sungai dan kawasan permukiman pada jalan kecil atau gang.

Kondisi tersebut terjadi pada kawasan permukiman swadaya yang berkembang secara

organis/alami.

Page 32: BAB II - lumajangkab.go.id. Bab-2 (Kondisi Daerah... · pembangunan yang selama ini telah dicapai oleh kabupaten Lumajang. Basis data dan ... intensitas curah hujan pada tahun 2011

RPJMD Kabupaten Lumajang Tahun 2015-2019____________________________________________________

II-32

2.3.1.5. Aspek Perhubungan

Pada tahun 2008, jumlah mobil (bus, truk, station wagon, sedan, pick up)

yaitu 13.875 unit, jumlah sepeda motor dan motor gerobak sebanyak 125.741 unit.

Pada tahun 2009, jumlah mobil (bus, truk, station wagon, sedan, pick up) yaitu

10.875 unit, jumlah sepeda motor dan motor gerobak sebanyak 125.741 unit. Pada

tahun 2010, jumlah mobil (bus, truk, station wagon, sedan, pick up) yaitu 12.311

unit, jumlah sepeda motor dan motor gerobak sebanyak 145.880 unit. Pada tahun

2011, jumlah mobil (bus, truk, station wagon, sedan, pick up) yaitu 13.037 unit,

jumlah sepeda motor dan motor gerobak sebanyak 173.449 unit. Pada tahun 2012

jumlah mobil (bus, truk, station wagon, sedan, pick up) yaitu 13.720 unit, jumlah

sepeda motor dan motor gerobak sebanyak 186.886 unit. Hal ini menunjukkan tren

peningkatan jumlah kepemilikan kendaraan bermotor di Kabupaten Lumajang.

Peningkatan jumlah kendaraan bermotor paling banyak terjadi pada kendaraan sepeda

motor, bila dibandingkan dengan tahun 2008 sebanyak 125.741 unit, terjadi

peningkatan sebesar 48,63 % menjadi sebanyak 186.886 unit pada tahun 2012.

Tabel 2.16.

Target dan Realisasi Capaian Indikator Urusan Perhubungan Tahun 2008 – 2012

No Uraian Tahun

Satuan 2008 2009 2010 2011 2012

1 Angkutan umum 411 375 439 550 515 Unit

2 Angkutan Barang 9.368 10.639 11.236 11.821 9.172 Unit

3 Angka kecelakaan lalu lintas 38 63 82 402 429 Kasus

4 Angka pelanggaran lalu lintas 179 203 196 128 116 Kasus

5 Jumlah kendaraan sudah

melakukan uji kelayakan

9.979 11.991 12.553 13.037 13.720 Unit

6 Jumlah kendaraan wajib uji 10.639 13.971 17.828 19.564 Unit

Untuk jumlah angkutan umum di Kabupaten Lumajang pada tahun 2013

sejumlah 515 unit dimana mengalami peningkatan dari sejumlah 411 unit di tahun

2008, kemudian jumlah penumpang angkutan umum pada tahun 2010 sebesar 56.645

orang yang mengalami penurunan dari tahun 2009 yaitu 61.942 orang. Perkembangan

jumlah penumpang angkutan umum sangat fluktuatif. Rasio ijin trayek angkutan

umum sebanyak 43 ijin dengan jumlah terinal sebanyak 5 unit. Jumlah kepemilikan

Kir angkutan umum pada tahun 2010 sebanyak 566 dengan lama uji kir selama 30

menit.

Page 33: BAB II - lumajangkab.go.id. Bab-2 (Kondisi Daerah... · pembangunan yang selama ini telah dicapai oleh kabupaten Lumajang. Basis data dan ... intensitas curah hujan pada tahun 2011

RPJMD Kabupaten Lumajang Tahun 2015-2019____________________________________________________

II-33

Tabel 2.17.

Capaian Pelayanan Perhubungan Kabupaten Lumajang Tahun 2006-2010

INDIKATOR UTAMA

REALISASI

SATUAN 2006 2007 2008 2009 2010

1 Jumlah Penumpang Angkutan Umum Orang 62.628 61.238 58.414 61.942 56.645

2 Rasio Ijin Trayek Unit 43 43 43 43 43

3 Jumlah Uji KIR Angkutan Umum Unit 537 624 596 585 566

4 Jumlah Terminal Unit 5 5 5 5 5

5 Jumlah Angkutan Darat Unit 615 555 565 570 570

6

Jumlah Kepemilikan KIR Angkutan

Umum Unit 537 624 596 585 566

7 Lama Pengujian Menit 30 30 30 30 30

8 Biaya Pengujian

*Uji Berkala, Mutasi/Numpang Uji

Masuk/Keluar

- Pendaftaran Nilai/Rp. 3.000 3.000 3.000 3.000 3.000

- Sejenis Station Nilai/Rp. 15.000 15.000 15.000 15.000 15.000

- Denda Nilai/Rp. 75.000 75.000 75.000 75.000 75.000

- Bus Truck dan Mobil Barang Nilai/Rp. 25.000 25.000 25.000 25.000 25.000

- Denda Nilai/Rp. 137.000 137.000 137.000 137.000 137.000

- Tonton Nilai/Rp. 30.000 30.000 30.000 30.000 30.000

- Denda Nilai/Rp. 30.000 30.000 30.000 30.000 30.000

- Biaya STUK (Buku Uji) Nilai/Rp. 10.000 10.000 10.000 10.000 10.000

- Biaya Buku Uji Hilang Nilai/Rp. 50.000 50.000 50.000 50.000 50.000

- Biaya Plat Tanda Uji Nilai/Rp. 5.000 5.000 5.000 5.000 5.000

9

Pemasangan Rambu Rambu Lalu

Lintas Unit 100 100 100 100 128

Sumber : Dinas Perhubungan Kab. Lumajang, 2011

Terminal Menak Koncar merupakan terminal Type B di Kabupaten Lumajang

yang didukung dengan empat terminal type C lainnya yaitu Terminal Klakah,

Terminal Lumajang, Terminal Pasirian, Terminal Pronojiwo. Tercatat bahwa MPU

yang masuk keluar terminal mengalami peningkatan dari 28.837 buah tahun 2010,

menjadi 49.329 buah di tahun 2011. Begitu juga banyaknya angkutan kota. Pada

tahun 2010 mencapai 28.717 buah mengalami peningkatan menjadi 37.626 buah di

tahun 2011.

Pada tahun 2010 telah melayani armada bus antar kota antar propinsi sebanyak

54 kendaraan, antar kota dalam propinsi sebanyak 363 kendaraan, dan angkutan

pedesaan sebanyak 57 kendaraan, serta melayani penumpang sebanyak 14.379 orang.

Page 34: BAB II - lumajangkab.go.id. Bab-2 (Kondisi Daerah... · pembangunan yang selama ini telah dicapai oleh kabupaten Lumajang. Basis data dan ... intensitas curah hujan pada tahun 2011

RPJMD Kabupaten Lumajang Tahun 2015-2019____________________________________________________

II-34

TINGKAT PENGANGGURAN TERBUKA

4,33

3,81

3,17

2,70 2,73

-

1,00

2,00

3,00

4,00

5,00

2008 2009 2010 2011 2012

Pada tahun 2011 pelaksanaan program dan kegiatan urusan perhubungan telah

melayani armada bus antar kota dalam propinsi sebanyak 174.068 kendaraan, dan

angkutan pedesaan sebanyak 91 kendaraan, serta melayani penumpang sebanyak

453.784 orang. Pada tahun 2012 pelaksanaan program dan kegiatan urusan

perhubungan telah melayani armada bus antar kota dalam propinsi sebanyak 338.062

kendaraan, dan angkutan pedesaan sebanyak 1 kendaraan, serta melayani penumpang

sebanyak 2.771.099 orang.

2.3.1.6. Aspek Ketenagakerjaan

Secara umum, penyelenggaraan urusan ini selama tahun 2008 – 2012 relatif

berhasil dengan baik yang tampak dari indikator-indikator sebagaimana diuraikan

berikut ini :

a. Persentase Pencari Kerja yang ditempatkan

Angka pengangguran terbuka merupakan indikator yang menggambarkan

keberhasilan dalam mengendalikan pengangguran. Jumlah pengangguran terbuka

tahun 2008 adalah 19.715 orang dan terserap sebanyak 1.115 orang atau 5,66 %

sedangkan jumlah pengangguran terbuka tahun 2012 adalah 14.326orang dan terserap

sebanyak 1.332orang atau 9,30 % .

Selanjutnya untuk tingkat pengangguran terbuka dapat dilihat dari grafik

berikut terlihat adanya angka pengangguran dan prosentase tingkat pengangguran

terbuka naik di tahun 2011 sebesar 2,70 persen menjadi 2,73 persen, namun dapat

dikategorikan wajar bila dibandingkan dengan kenaikan jumlah orang yang bekerja

naik sebanyak 34,3 %, dapat disimpulkan bahwa Tingkat Pengangguran Terbuka dari

Tahun 2008 – 2012 cenderung menurun.

Grafik : 2.12

Trend Penurunan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT)

Sumber : LKPJ AMJ Kab. Lumajang Tahun 2008-2012

Page 35: BAB II - lumajangkab.go.id. Bab-2 (Kondisi Daerah... · pembangunan yang selama ini telah dicapai oleh kabupaten Lumajang. Basis data dan ... intensitas curah hujan pada tahun 2011

RPJMD Kabupaten Lumajang Tahun 2015-2019____________________________________________________

II-35

510.684

514.412

491.369

495.752

520.497

475.000

480.000

485.000

490.000

495.000

500.000

505.000

510.000

515.000

520.000

525.000

2008 2009 2010 2011 2012

Jumlah Angkatan Kerja

Perluasan lapangan kerja dilaksanakan melalui program pelayanan

penempatan pencari kerja terdaftar (AKAL, AKAD, dan AKAN) dengan dukungan

peran sektor swasta dan masyarakat sebagaimana terlihat pada tabel berikut :

Tabel 2.18.

Penempatan Tenaga Kerja Tahun 2008 – 2012

No. Uraian Tahun

2008 2009 2010 2011 2012

1 AKL 1.295 503 119 173 5.823

2 AKAD 52 13 202 202 11

3 AKAN 253 141 206 189 152

JUMLAH 1.600 657 527 564 5.986

Sumber : LKPJ AMJ Kab. Lumajang Tahun 2008-2012

Grafik 2.13

Jumlah Angkatan Kerja Tahun 2008 – 2012

Sumber : LKPJ AMJ Kab. Lumajang Tahun 2008-2012

b. Persentase kepatuhan perusahaan terhadap norma Jamsostek

Perkembangan pencapaian indikator tingkat kepatuhan perusahaan terhadap

peraturan salah satunya dapat dilihat dari keikutsertaan perusahaan dalam program

JAMSOSTEK. Melalui program JAMSOSTEK diharapkan perlindungan terhadap

tenaga kerja akan lebih terjamin, sehingga lebih meningkatkan semangat dan

kinerjanya. Perkembangan jumlah perusahaan yang mengikuti program JAMSOSTEK

setiap tahunnya semakin meningkat. Dari data yang ada masih kecil para buruh dan

bekerja yang ikut Jamsostek. Dari data Kantor Jamsostek Jember, dari 21 Kecamatan,

hanya ada 4 PKM yang ada data kepesertaan Jamsostek ada sekitar 1.092 yang

Page 36: BAB II - lumajangkab.go.id. Bab-2 (Kondisi Daerah... · pembangunan yang selama ini telah dicapai oleh kabupaten Lumajang. Basis data dan ... intensitas curah hujan pada tahun 2011

RPJMD Kabupaten Lumajang Tahun 2015-2019____________________________________________________

II-36

terdaftar oleh Pelayanan Umum, 1.209 di Pelayanan Gigi dan 13 di Kategori Salin.

Rendahnya angka kepesertaan Jamsostek ini, dikareakan masih rendahnya kesadaran

pengusaha akan keselamatan para pekerjanya.

c. Upaya untuk meningkatkan kesejahteraan pekerja

Upaya untuk meningkatkan kesejahteraan pekerja juga terus dilakukan

melalui perbaikan upah kerja dengan menaikan Upah Minimum Kabupaten (UMK),

pada tahun 2008 sebesar Rp. 655.000,- mengalami kenaikan 54,50 persen menjadi Rp.

1.011.950,- pada tahun 2012.

Selanjutnya dalam rangka menangani permasalahan pengangguran dan

menciptakan kesempatan kerja serta mendorong pertumbuhan usaha baru, maka ke

depan perlu diupayakan untuk memberdayakan para sarjana untuk menjadi wirausaha

yang tangguh dan mandiri serta berdaya saing. Untuk menjadi wirausaha yang

tangguh, mandiri dan berdaya saing salah satu upaya pemerintah Kabupaten

Lumajang yang perlu dilakukan dengan menciptakan usaha baru (wirausaha baru)

yakni dalam bentuk program pertumbuhan wirausaha baru bagi sarjana melalui

pelatihan/ pembinaan teknik kewirausahaan, pelatihan kewirausahaan, pengembangan

pusat pustakan enterprenuer dan bantuan permodalan dengan bunga lunak yang

ditujukan bagi wirausaha baru atau sarjana baru.

2.3.1.7. Aspek Pariwisata dan Budaya

Kabupaten Lumajang memiliki potensi wisata relatif cukup banyak. Obyek

wisata yang ada di Kabupaten Lumajangdapat dikelompokkan menjadi enam yaitu:

wisata alam, wisata sejarah dan ziarah, wisata bahari, wisata konservasi, wisata

budaya, wisata minat khusus. Obyek pariwisata tersebut selain banyak dikunjungi

oleh wisatawan domestik juga dikunjungi oleh wisatawan asing. Selanjutnya kawasan

pengembangan masing-masing jenis wisata yang ada di Kabupaten Lumajang antara

lain;

Tabel 2.19.

Daftar Kawasan Pariwisata di Kabupaten Lumajang

No Nama Obyek Jenis

Wisata

Lokasi

Desa Kecamatan

1. Pemandian Tirtosari Alam Desa Penanggal Kec. Candipuro

2. Pemandian Tirtowono Alam Desa Jarit Kec. Candipuro

Page 37: BAB II - lumajangkab.go.id. Bab-2 (Kondisi Daerah... · pembangunan yang selama ini telah dicapai oleh kabupaten Lumajang. Basis data dan ... intensitas curah hujan pada tahun 2011

RPJMD Kabupaten Lumajang Tahun 2015-2019____________________________________________________

II-37

No Nama Obyek Jenis

Wisata

Lokasi

Desa Kecamatan

3. Puncak Gunung Sawur Alam Desa Penanggal Kec. Candipuro

4. Hutan Bambu Alam Desa Sumbermujur Kec. Candipuro

5. Candi Putri Budaya Desa Candipuro Kec. Candipuro

6. Air Terjun Semingkir Alam Desa Gucialit Kec. Gucialit

7. Air Terjun Goa Pawon Alam Desa Kertowono Kec. Gucialit

8. Wisata Agro Kebun Teh Alam Desa Gucialit Kec. Gucialit

9. Coban Pawon Alam Desa Kertowono Kec. Gucialit

10. Wisata Agro Pabrik Gula Alam Desa Jatiroto Kec. Jatiroto

11. Water Park Buatan Desa Wonorejo Kec. Kedungjajang

12. Rowo Damungan Alam Desa Wonorejo Kec. Kedungjajang

13. Ranu Klakah Alam Desa Tegalrandu Kec. Klakah

14. Ranu Pakis Alam Desa Ranu Pakis Kec. Klakah

15. Ranu Lading Alam Desa Sumber Weringin Kec. Klakah

16. Puncak Gunung Lamongan Alam Desa Papringan Kec. Klakah

17. Gunung Fuji /Padepokan Sinyoruri

( Mbah Citro) Religi Desa Papringan Kec. Klakah

18. Pantai Parupa Alam Desa Jatimulyo Kec. Kunir

19. Taman Kota Alun-alun Buatan Pusat Kota Lumajang Kec. Lumajang

20. Kolam Renang Veteran Buatan Jl. Veteran 98 Lumajang Kec. Lumajang

21. Pemandian Surojoyo Buatan Desa Citrodiwangsan Kec. Lumajang

22. Rowo Kancu Alam Desa Padang Kec. Padang

23. Pemandian Telaga Semeru Alam Desa Sememu Kec. Pasirian

24. Pantai Watu Pecak Alam Desa Selok awar-awar Kec. Pasirian

25. Pantai Bambang Alam Desa Bago Kec. Pasirian

26. Pantai Dampar Alam Desa Dampar Kec. Pasirian

27. Pantai Ciut Alam Desa Dampar Kec. Pasirian

28. Pantai Tlepuk Alam Desa Gondoruso Kec. Pasirian

29. Panorama Gunung Tambuh Alam Desa Bago Kec. Pasirian

30. Goa Bima Alam Desa Dampar Kec. Pasirian

31. Goa Lowo Alam Desa Dampar Kec. Pasirian

32. Goa Terowongan Alam Desa Dampar Kec. Pasirian

33. P. Tirta Rahman Ade Putra Buatan Kec. Pasirian

34. Pemandian Mina Sari Buatan Desa Sememu Kec. Pasirian

35. Loji Tawon songo Alam Desa Tawon songo Kec. Pasrujambe

36. Watu Klosot Religi Desa Pasrujambe Kec. Pasrujambe

37. Arca Lembu Andiini Budaya Dsn Tesirejo - Kertosari Kec. Pasrujambe

38. Agro Royal Family Buatan Pasrujambe Kec. Pasrujambe

39. Piket Nol Alam Desa Sumberwuluh Kec. Pronojiwo

40. Goa Tetes Alam Desa Sidomulyo Kec. Pronojiwo

41. Ranu Glebeg Alam Desa Ranuworong Kec. Randuagung

42. Candi Agung Budaya Desa Ledok Tempuro Kec. Randuagung

43. Ranu Bedali Alam Desa Ranu Bedali Kec. Rannuyoso

44. Pemandian Batu Kambang Buatan Desa Sidorejo Kec. Rowokangkug

45. Ranu Pane Alam Desa Ranu Pane Kec. Senduro

46. Ranu Kumbolo Alam Desa Ranu Pane Kec. Senduro

Page 38: BAB II - lumajangkab.go.id. Bab-2 (Kondisi Daerah... · pembangunan yang selama ini telah dicapai oleh kabupaten Lumajang. Basis data dan ... intensitas curah hujan pada tahun 2011

RPJMD Kabupaten Lumajang Tahun 2015-2019____________________________________________________

II-38

No Nama Obyek Jenis

Wisata

Lokasi

Desa Kecamatan

47. Ranu Regulo Alam Desa Ranu Pane Kec. Senduro

48. Puncak Gunung Semeru Alam Desa Ranu Pane Kec. Senduro

49. Puncak B-29 Argosari Alam Desa Argosari Kec. Senduro

50. Air Terjun Manggis Alam Desa Kandangan Kec. Senduro

51. Air Terjun Antrukan Alam Desa Sari Kemuning Kec. Senduro

52. Pura Mandaragiri S. Agung Religi Desa Sendur Kec. Senduro

53. Pura Rondo Kuning Religi Desa Ranu Pane Kec. Senduro

54. Coban Sobyok Alam Desa Burno Kec. Senduro

55. Makam Minak Koncar Religi Desa Kutoreneon Kec. Sukodono

56. Situs Biting Budaya Desa Kutoreneon Kec. Sukodono

57. P. A. Selokambang Alam Desa Petahunan Kec. Sumbersuko

58. Rowo Sumo Alam Desa Tukum Kec. Tekung

59. Pantai Translog Alam Desa Pandan Wangi Kec. Tempeh

60. Pemandian Kayu Batu Buatan Desa Pulo Kec. Tempeh

61. Pemandian Joyokarto Buatan Ds. Jokarto Kec. Tempeh

62. Pemandian Umbulan Alam Desa Tegalrejo Kec. Tempursari

63. Pantai Watu Gedheg Alam Desa Bulurejo Kec. Tempursari

64. Pantai Watu Godheg Alam Desa Bulurejo Kec. Tempursari

65. Pantai TPI Permai Alam Desa Bulurejo Kec. Tempursari

66. Pantai Bantengan Alam Desa Bulurejo Kec. Tempursari

67. Pantai Bulu Alam Desa Bulurejo Kec. Tempursari

68. Pantai Wot Galih (maleman) Alam Desa Wot Galih Kec. Yosowilangun

69. Pemandian Al - Kautsar Buatan Desa Kalipepe Kec. Yosowilangun

70. Makam Mbah Drajid Religi Desa Wot Galih Kec. Yosowilangun

Sumber : RTRW Kabupaten Lumajang Tahun 2012- 2032

Dalam upaya meningkatkan pariwisata Kabupaten Lumajang maka aktivitas

diarahkan pada pengembangan pemasaran, penataan wilayah, jalan dan jembatan,

serta kualitas sumber daya manusia. Dengan demikian upaya yang dilakukan

dimaksudkan untuk mengoptimalkan sumberdaya yang ada baik sumber daya alam

maupun sumber daya manusia. Pemasaran untuk wisatawan domestik selama ini telah

cukup besar, hal ini dapat dilihat dari jumlah kunjungan wisatawan domestik. Namun

untuk wisatawan asing masih belum maksimal. Oleh sebab itu ke depan perlu adanya

peningkatan pemasaran untuk pasar luar negeri. Sektor kepariwisataan perlu

dikembangkan di daerah-daerah yang memiliki potensi wisata. Obyek-obyek yang

sudah ada dipertahankan, serta perlu adanya perluasan untuk kawasan wisata alam.

Sementara itu kawasan budaya/sejarah tetap dipertahankan sebagai bagian dari

kekayaan budaya kabupaten Lumajang.

Page 39: BAB II - lumajangkab.go.id. Bab-2 (Kondisi Daerah... · pembangunan yang selama ini telah dicapai oleh kabupaten Lumajang. Basis data dan ... intensitas curah hujan pada tahun 2011

RPJMD Kabupaten Lumajang Tahun 2015-2019____________________________________________________

II-39

2.3.1.8. Aspek Tata Guna Lahan

Dalam proses perencanaan suatu daerah, aspek tata guna tanah merupakan

aspek penting untuk ditinjau sehingga dapat ditelaah jenis penggunaan lahan dan pola

struktur ruang yang ada. Struktur penggunaan tanah secara umum di Kabupaten

Lumajang adalah kawasan hutan dan penggunaan lainnya yang meliputi permukiman,

lahan pertanian, perkebunan, perikanan dan perairan darat. Secara keseluruhan

penggunaan lahan di Kabupaten Lumajang didominasi oleh tanah kawasan lindung

dan pertanian.

Secara umum penggunaan lahan di Kabupaten Lumajang meliputi kawasan hutan

seluas 114.238,05 Ha (63,79%) yang meliputi kawasan hutan lindung, taman

nasional, hutan produksi dan hutan rakyat dan penggunaan lainnya meliputi

permukiman, lahan pertanian dan perkebunan, tambak serta sungai dan perikanan

seluas 64.851,95 Ha (36,21%). Berikut rincian penggunaan lahan Kabupaten

Lumajang :

Tabel 2.20.

Penggunaan Lahan Kabupaten Lumajang Tahun 2012

Peruntukan Luas Ha)

Kawasan Hutan Lindung 11.527,60

Taman Nasional 23.539,45

Kawasan Hutan Produksi 22.735,00

Kawasan Hutan Rakyat 56.436,00

Total Luasan Hutan : 114.238,05

Penggunaan lain : 64.851,95

- Permukiman 15.927,00

- Lahan pertanian 35.993,00

- Lahan Perkebunan 9.921,00

- Perikanan (tambak,kolam,empang) 127,00

- Sungai dan perairan 2.883,95 Sumber : RTRW Kab. Lumajang

Rencana Sistem Dan Fungsi Perwilayahan

Penentuan struktur kegiatan tata ruang/hirarki kota-kota di Kabupaten

Lumajang didasarkan pada jalur upaya pemantapan-pemantapan fungsi kota dalam

kerangka strategi dan Dengan demikian struktur kegiatan tata ruang diarahkan pada

tujuan keseimbangan pembangunan antar wilayah.

Rencana pengembangan fungsi wilayah Kabupaten Lumajang adalah :

Page 40: BAB II - lumajangkab.go.id. Bab-2 (Kondisi Daerah... · pembangunan yang selama ini telah dicapai oleh kabupaten Lumajang. Basis data dan ... intensitas curah hujan pada tahun 2011

RPJMD Kabupaten Lumajang Tahun 2015-2019____________________________________________________

II-40

a) Sebagai pusat pertumbuhan wilayah provinsi yang mendukung perkembangan

sektor pertanian pangan dan hortikultura;

b) Mengendalikan kawasan hutan lindung dengan tetap mempertahankan fungsi

lindungnya;

c) Mengendalikan konversi kawasan pertanian beririgasi teknis menjadi kawasan

permukiman dan perkotaan;

d) Mengembangkan pusat sentra agribis/hortikultura serta mengembangkan aksesnya

menuju titik distribusi wilayah;

e) Mengendalikan pertumbuhan kota secara ekspansif yang tidak terkendali (urban

sprawl) dan pertumbuhan menerus (konurbasi) melalui pengembangan jalur hijau

yang membatasi fisik kota;

f) Meningkatkan aksesbilitas Kota Pasuruan – Probolinggo (Pasuruan – Malang,

Pasuruan – Gempol, Pasuruan – Problinggo, Probolinggo – Leces – Lumajang,

Probolinggo – Situbondo) dengan meningkatkan prasarana jalan;

g) Meningkatkan kapasitas dan kualitas pelayanan utilitas kota (jalan, persampahan,

air bersih, energi, telekomunikasi, drainase) sesuai standar nasional.

Sistem Perkotaan

Kawasan perkotaan adalah wilayah yang mempunyai kegiatan utama bukan

pertanian dengan susunan fungsi kawasan sebagai tempat permukiman perkotaan,

pemusatan dan distribusi pelayanan jasa pemerintahan, pelayanan sosial dan kegiatan

ekonomi.

Arahan pengembangan sistem pusat perkotaan meliputi arahan terhadap fungsi

pusat kegiatan dan arahan terhadap penataan struktur ruang pusat-pusat perkotaan.

Perkotaan merupakan pusat dari distribusi barang dan jasa dari hasil-hasil produksi di

kawasan perdesaan, serta pusat pelayanan bagi penduduk perkotaan dan wilayah

pengaruhnya.

Penataan kawasan perkotaan dilakukan sesuai dengan fungsi dan peran

masing-masing yakni sebagai pusat kegiatan ekonomi wilayah, pusat pengolahan dan

distribusi hasil pertanian, perdagangan dan jasa, pemerintahan, pendidikan, kesehatan

serta transportasi dan sebagainya.Penetapan pusat kegiatan perkotaan di Kabupaten

Lumajang ditentukan juga oleh analisis indeks sentralitas untuk menentukan pusat

Page 41: BAB II - lumajangkab.go.id. Bab-2 (Kondisi Daerah... · pembangunan yang selama ini telah dicapai oleh kabupaten Lumajang. Basis data dan ... intensitas curah hujan pada tahun 2011

RPJMD Kabupaten Lumajang Tahun 2015-2019____________________________________________________

II-41

kegiatan dan wilayah pelayanan dalam skala regional dan lokal yang secara langsung

mempengaruhi sistem perkotaan di Kabupaten Lumajang.

Kecamatan Lumajang sebagai ibukota Kabupaten memiliki kesiapan dan

kelengkapan sarana fasilitas sebagai Pusat Kegiatan Lokal (PKL) Perkotaan

Kabupaten Lumajang dengan wilayah Kecamatan Sukodono sebagai wilayah

pelayananannya karena karakter Kecamatan Sukodono merupakan kawasan perkotaan

yang berdekatan langsung dengan Kecamatan Lumajang. Kecamatan-kecamatan lain

yang berada dalam klasifikasi I (selain Kecamatan Lumajang) merupakan kecamatan

yang memiliki potensi untuk menjadi Pusat Kegiatan Lokal promosi (PKLp) bagi

Kabupaten Lumajang, yaitu kecamatan Candipuro, Pasirian, Tempeh, Lumajang,

Yosowilangun, Randuagung dan Klakah. PKL promosi adalah pusat kegiatan yang

dipromosikan untuk ditetapkan di kemudian hari. Namun berdasarkan pertimbangan

penentuan SSWP dalam kebijakan RTRW Kabupaten Lumajang periode sebelumnya

dan juga berdasarkan kondisi eksisting potensi masing-masing kecamatan, maka

PKLp yang ditetapkan dalam RTRW Kabupaten Lumajang 2011-2030/2031 ada

sejumlah 4 PKLp Perkotaan, yaitu PKLp Perkotaan Pasirian, Klakah, Yosowilangun

dan Senduro. Selanjutnya kecamatan yang termasuk klasifikasi II dan III merupakan

kecamatan yang akan menjadi PPK Perkotaan yaitu menjadi daerah pelayanan bagi

PKL Perkotaan dan PKLp Perkotaan.

Tabel 2.21.

Penentuan Pusat Kegiatan Lokal Kabupaten Lumajang No Pusat Kegiatan Fungsi eksisting Arahan fungsi yang akan dikembangkan

1 PKL Perkotaan

Lumajang (PKL)

Permukiman

Pendidikan

Kesehatan

Perdagangan dan jasa

Industri

Pusat kegiatan sosial dan pelayanan umum

(pemerintahan kabupaten, pendidikan skala

kabupaten,pelayanan kesehatan skala kabupaten)

Perdagangandan jasa primer(pusat perbelanjaan

dan niaga kawasan)

Pengembangan industri kecil dan menengah

2 PKLp Perkotaan

Pasirian (PKLp 1)

Pertambangan

Perkebunan

Perikanan

Industri

Pariwisata

Pengembangan kawasan pertambangan

Pengembangan kawasan perkebunan

Pengembangan kawasan perikanan

Pengembangan industri kecil dan menengah

Pengembangan kegiatan kehutanan

Pengembangan pariwisata

3 PKLp Perkotaan

Klakah (PKLp 2)

Pariwisata

Pertanian

Perikanan air tawar

Kehutanan

Pengembangan kawasan pariwisata

Pengembangan pertanian

Pengembangan perikanan budidaya

Pengembangan kegiatan kehutanan

Pengembangan industrikecil dan menengah

4 PKLp Perkotaan

Yosowilangun

(PKLp 3)

Pertambangan

Pertanian

Perikanan

Pariwisata

Pengembangan kawasan pertambangan

Pengembangan pertanian

Pengembangan kawasan perikanan budidaya dan

tangkap

Pengembangan wisata bahari

Page 42: BAB II - lumajangkab.go.id. Bab-2 (Kondisi Daerah... · pembangunan yang selama ini telah dicapai oleh kabupaten Lumajang. Basis data dan ... intensitas curah hujan pada tahun 2011

RPJMD Kabupaten Lumajang Tahun 2015-2019____________________________________________________

II-42

No Pusat Kegiatan Fungsi eksisting Arahan fungsi yang akan dikembangkan

5 PKLp Perkotaan

Senduro (PKLp

4)

Pertanian

Perkebunan

Peternakan

Pariwisata

Kehutanan

Industri

Pengembangan pertanian (tanaman pangan,

hortikultura, perkebunan)

Pengembangan kegiatan agropolitan (kegiatan

produksi, pengolahan serta pemasaran produk-

produk pertanian)

Pengembangan kawasan peternakan

Pengembangan kawasan pariwisata

Pengembangan kegiatan kehutanan

Pengembangan industri agribisnis

Kawasan strategis sosial budaya

Kawasan strategis ekonomi agropolitan (pertanian

tanaman pangan, perkebunan, kehutanan,

peternakan, dan perikanan)

Sumber : RTRW Kabupaten Lumajang

2.3.1.9. Aspek Koperasi dan UMKM

Pemberdayaan terhadap Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM)

diharapkan mampu memberikan dampak terhadap peningkatan kualitas UMKM itu

sendiri. Di masa yang akan datang diharapkan usaha mikro yang ada dan tersebar di

kabupaten Lumajang mampu meningkat menjadi usaha kecil dan pada gilirannya

usaha kecil juga dapat berkembang menjadi usaha dengan skala menengah. Salah satu

upaya pemerintah daerah untuk memberdayakan UMKM dalam menghadapi pasar

bebas (globalisasi) adalah dengan mendorong UMKM melalui peningkatan

produktivitas antara lain; dengan meningkatkan akses pasar, standar kualitas, desain,

kontinuitas produski dan sebagainya. Untuk mengembangkannya tentu sangat

dibutuhkan dukungan dan perkuatan dalam rangka menjamin terwujudnya akselerasi

bagi peningkatan UMKM sebagaimana diamatkan oleh Undang-Undang 17 tahun

2005 tentang RPJP dan Undang-Undang No. 20 tahun 2008 tentang UMKM.

Untuk mengembangkan UMKM yang banyak tersebar di berbagai wilayah di

kabupaten Lumajang sangat dibutuhkan dukungan dan peran pemerintah Kabupaten

Lumajang. Peran pemerintah baik di tingkat pusat maupun tingkat daerah agar

UMKM dapat tumbuh dan berkembang secara positif dapat dilakukan melalui

berbagai aspek atau kegiatan antara lain; (a). Pendanaan; (b). Fasilitas sarana dan

prasarana, (c). Informasi usaha; (d). Kemitraan; (e). Perijinan usaha; (f). Kesempatan

berusaha; (g). Promosi dagang serta dukungan kelembagaan. UMKM sendiri

sesungguhnya merupakan kegiatan usaha yang mampu memperluas dan menciptakan

peluang serta lapangan kerja dan memberikan pelayanan ekonomi secara luas kepada

masyarakat. Selain itu melalui peningkatan UMKM sangat dimungkinkan

Page 43: BAB II - lumajangkab.go.id. Bab-2 (Kondisi Daerah... · pembangunan yang selama ini telah dicapai oleh kabupaten Lumajang. Basis data dan ... intensitas curah hujan pada tahun 2011

RPJMD Kabupaten Lumajang Tahun 2015-2019____________________________________________________

II-43

terwujudnya pemerataan dan peningkatan pendapatan masyarakat, mendorong

pertumbuhan ekonomi dan berperan dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat di

Kabupaten Lumajang.

Berdasarkan data yang berhasil dihimpun dari Dinas Koperasi dan UKM

Kabupaten Lumajang memperlihatkan telah tersedianya lembaga ekonomi yang

tersebar di berbagai wilayah di Kabupaten Lumajang dari wilayah kecamatan sampai

pada tingkat desa/ kelurahan. Menurut catatan yang ada di Kabupaten Lumajang

terdapat beberapa jenis lembaga ekonomi yang berkaitan dengan usaha kecil dan

menengah yaitu;

(a). Pengembangan usaha nasional dalam bentuk koperasi, pengusaha di luar

pedagang dan penyerapan tenaga kerja;

(b). Lembaga keuangan dan

(c). Lembaga non perbankan.

Peningkatan jumlah lembaga koperasi berkualitas merupakan indikator yang

menunjukkan banyaknya lembaga koperasi yang terbentuk berdasarkan klasifikasi

yang ada.

Grafik 2.14.

Perkembangan Jumlah Koperasi di Kabupaten Lumajang

Sumber : Dinas Koperasi dan UKM dan LKPJ AMJ Kab. Lumajang Tahun 2008-2012

Peningkatan kuantitas lembaga koperasi dan UKM merupakan indikator yang

menunjukkan perkembangan jumlah lembaga koperasi dan UKM tahun 2008

sebanyak 41.706 UKM; 2009 sebanyak 25.056 UKM; tahun 2010 sebanyak

25.206 UKM; tahun 2011 sebanyak 25.356 UMKM; dan tahun 2012 menjadi 25.431

UMKM.

Page 44: BAB II - lumajangkab.go.id. Bab-2 (Kondisi Daerah... · pembangunan yang selama ini telah dicapai oleh kabupaten Lumajang. Basis data dan ... intensitas curah hujan pada tahun 2011

RPJMD Kabupaten Lumajang Tahun 2015-2019____________________________________________________

II-44

Grafik 2.15.

Perkembangan Jumlah UKM di Kabupaten Lumajang Tahun 2008-2012

Sumber : Dinas Koperasi dan UKM Kab. Lumajang

2.3.1.10. Aspek Ketertiban, Ketentraman dan Keamanan Daerah

Ketertiban, ketentraman dan keamanan daerah berkaitan dengan upaya

penegakan hukum oleh pihak yang berwenang terhadap pelanggar hukum. Hal ini

dapat dilihat dari data tingkat kejahatan dari jumlah napi di lapas. Jumlah narapidana

di Lapas IIIb di Kabupaten Lumajang pada tahun 2011 mencapai sebanyak 316 orang,

yang 313laki-laki dan 3 wanita. Dilihat dari lama menjalani hukuman, sebanyak 19

orang dihukum lebih dari 5 tahun, sebanyak 74 orang menjalani hukuman selama 1-5

tahun dan 226 orang menjalani hukuman kurang dari 1 tahun.

Data-data tindak kriminalitas dari tahun 2008 -2012 dapat dilihat dari tabel

berikut :

Tabel 2.22.

Tindak Pidana yang Terjadi di Wilayah Kabupaten Lumajang Tahun 2008-2012

Jenis Kejahatan 2008 2009 2010 2011 2012

Kesusilaan 36 32 38 56 61

Perjudian 126 71 75 58 29

Penculikan 0 3 2 0 0

Pembunuhan 19 7 11 7 5

Penganiayaan 21 17 15 14 9

Pencurian 213 71 100 107 102

Perampokan 33 23 23 13 6

Pemerasan 4 11 4 2 1

Penggelapan 2 12 11 2 1

Penipuan 41 13 6 17 15

Perusakan 4 0 0 0 0

Penadahan 24 12 11 9 2

Narkotika 22 6 21 29 65

Lainnya 86 64 44 2 2

Jumlah 631 342 361 316 298

Sumber : Kabupaten Lumajang Dalam Angka

Page 45: BAB II - lumajangkab.go.id. Bab-2 (Kondisi Daerah... · pembangunan yang selama ini telah dicapai oleh kabupaten Lumajang. Basis data dan ... intensitas curah hujan pada tahun 2011

RPJMD Kabupaten Lumajang Tahun 2015-2019____________________________________________________

II-45

Dari tabel diatas terlihat bahwa jumlah tindakan kriminal cenderung menurun, dan

terjadi penurunan drastis antara tahun 2008 sekitar 631 kasus menjadi 342 kasus di

tahun 2012. Mayoritas didominasi oleh tindakan pencurian dan perampokan terutama

curanmor dan hewan ternak. Akan tetapi perlu diwaspadai tindakan kriminal

narkotika cenderung naik dari 6 kasus di tahun 2009 menjadi 65 kasus di tahun 2012.

2.3.1.11. Aspek Perkembangan Otonomi Daerah

Sejak kebijakan otonomi daerah dicanangkan, sebetulnya berbagai upaya telah

dilakukan Pemerintah Kabupaten Lumajang untuk memperbaiki kinerja pemerintahan

dan birokrasi, meningkatkan kualitas pelayanan publik, dan membangun good

governance. Kehadiran UU No. 22 Tahun 1999 dan UU No. 25 Tahun 1999 —yang

merupakan tonggak awal (bench mark) pelaksanaan desentralisasi dan

dekonsentrasi— bukan saja mendorong Pemerintah Kabupaten Lumajang untuk

mencoba lebih peka pada kebutuhan lokal, tetapi juga dapat bekerja lebih efisien dan

efektif, khususnya dalam upaya memberikan pelayanan kebutuhan dasar kepada

warga masyarakat yang sesuai dengan standar pelayanan minimal yang telah

diitetapkan. Disadari bahwa hakekat otonomi, pada dasarnya bukan sekadar

pengalihan otoritas dari pusat ke daerah, tetapi yang terpenting adalah: apa implikasi

dari pengalihan otoritas itu bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat setempat.

Reformasi di bidang politik harus diikuti dengan reformasiReformasi birokrasi

publik, sistem kelembagaan atau reformasi birokrasi harus menghasilkan perbaikan

kualitas pelayanan publik. Kendati sejak reformasi kadar keberdayaan masyarakat

telah makin meningkat, hubungan eksekutif-legislatif juga makin berimbang dan

demokrasi pada batas-batas tertentu juga telah mulai menemukan bentuknya. Tetapi,

tanpa dibarengi dengan perbaikan kinerja birokrasi, maka dampak yang bisa langsung

dirasakan masyarakat sesungguhnya masih menjadi tanda tanya.

Di Kabupaten Lumajang sendiri, meski telah dilakukan langkah-langkah

perbaikan, tetapi diakui atau tidak hingga saat ini masih cukup warga masyarakat

yang belum memperoleh pelayanan di bidang pendidikan, kesehatan, kependudukan

dan berbagai bentuk pelayanan publik lain secara maksimal. Situasi krisis yang tak

kunjung usai dan masa transisi pasca reformasi bagaimana pun tidak serta merta

melahirkan perubahan seperti yang diharapkan. Di tengah keterbatasan dana

Page 46: BAB II - lumajangkab.go.id. Bab-2 (Kondisi Daerah... · pembangunan yang selama ini telah dicapai oleh kabupaten Lumajang. Basis data dan ... intensitas curah hujan pada tahun 2011

RPJMD Kabupaten Lumajang Tahun 2015-2019____________________________________________________

II-46

pembangunan dan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) di jajaran birokrasi yang

masih belum merata bahkan sebagian masih belum lepas sama sekali dari pola yang

lama di masa Orde Baru, maka upaya untuk memperbaiki kualitas pelayanan publik

dan membangun good governance seringkali masih tersendat-sendat. Belum

dimilikinya standar pelayanan minimal yang bisa dijadikan acuan yang pasti, dan juga

karena belum didukung oleh penataan aparat birokrasi yang efisien dan efektif, adalah

beberapa faktor yang ditengarai mempengaruhi kualitas pelayanan publik

sebagaimana diharapkan.

Di Kabupaten Lumajang, menurut data dari Badan Kepegawaian Daerah

Kabupaten Lumajang diketahui jumlah PNS sekitar 10.684 orang. Secara keseluruhan

jumlah PNS ini sedikit lebih banyak bila dibandingkan jumlah PNS pada tahun

sebelumnya. Apakah jumlah aparatur pemerintahan sebanyak ini termasuk efisien

atau tidak barangkali masih bisa diperdebatkan. Secara rinci, pendidikan aparatur

pemerintahan di Kabupaten Lumajang adalah yang berpendidikan setingkat Pasca

Sarjana sebanyak 167 orang, Sarjana (S1) sebanyak 3.947 orang, dan lulusan DI -

DIV sebanyak 3.009 orang. Sementara itu PNS yang berpendidikan SLTA sejumlah

2.435 orang dan PNS yang beperndidikan SLTP sejumlah 461 orang dan SD sejumlah

665 orang. Meskipun bukan satu-satunya prasyarat. Tetapi, satu hal yang perlu kita

sadari bersama, bahwa untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik, kinerja dan

akuntabilitas birokrasi pemerintahan, prasyarat utama yang dibutuhkan, tak pelak

adalah kualitas pendidikan aparatur yang memadai, komitmen untuk melakukan

reformasi birokrasi, penataan kepegawaian yang transparan dan profesional, serta

dukungan sistem jaringan kerjasama antar lembaga yang solid. Sebuah tata

pemerintahan yang baik (good governance), niscaya tidak akan dapat tercipta jika

tidak didukung oleh kualitas SDM yang mumpuni dan tatanan birokrasi yang

profesional dan peka pada lingkungan di sekitarnya.

Di era otonomi daerah seperti sekarang ini, ada tiga hal penting yang perlu

diperhatikan dalam penataan birokrasi dan perbaikan kualitas pelayanan publik di

jajaran aparatur Pemerintah Kabupaten Lumajang, yaitu: penemuan kembali jati diri

(reorientasi), penyusunan kembali struktur (restrukturisasi) dan upaya penyatuan

sistem kerja yang menghasilkan sinergi kinerja (aliansi). Upaya untuk meningkatkan

kualitas pelayanan publik dan membangun good governance, niscaya akan banyak

bertali-temali dengan faktor-faktor lain, sehingga penanganan yang dilakukan tentu

Page 47: BAB II - lumajangkab.go.id. Bab-2 (Kondisi Daerah... · pembangunan yang selama ini telah dicapai oleh kabupaten Lumajang. Basis data dan ... intensitas curah hujan pada tahun 2011

RPJMD Kabupaten Lumajang Tahun 2015-2019____________________________________________________

II-47

tidak akan bisa secara parsial, tetapi harus benar-benar komprehensif. Secara garis

besar, beberapa kendala yang menghambat upaya membangun good governance di

Kabupaten Lumajang adalah:

Pertama, masih belum berkembangnya code of conduct yang benar-benar kuat

yang menjadi spirit atau roh bagi seluruh aparat birokrasi dalam menjalankan tugas-

tugas mereka melayani masyarakat. Di masa pemerintahan yang termasuk masih

transisional yakni dari model awal yang semula serba sentralistik dan top-down,

kemudian diharuskan berubah ke pola baru yang lebih terdesentralistik dan bottom-

up, harus diakui terkadang masih timbul kegamangan, sehingga respon birokrasi

terhadap tuntutan perkembangan masyarakat terkadang agak lamban. Bahkan,yang

memprihatinkan tidak mustahil di tingkat pelaksanaan, terkadang muncul individu

birokrat yang bersikap overacting dan melampui wilayah kewenangannya (beyond the

scope of their authority).

Kedua, sekali pun disadari bahwa tugas utama birokrasi adalah melayani

kepentingan publik, tetapi harus diakui masih sering terjadi akuntabilitas birorkasi

kepada publik belum berkembang maksimal. Dalam banyak kasus kinerja birokrasi di

berbagai daerah masih terjebak pada ruang diskresi yang luas: banyak aparat birokrasi

yang merasa lebih perlu bertanggungjawab kepada atasan dan pihak legislatif

daripada bertanggungjawab kepada publik. Di sisi lain, tidak jarang pula bentuk

pertanggungjawaban yang dilakukan lebih pada soal-soal administratif, sedangkan

bagaimana hasil riil kerja mereka di lapangan masih kurang memperoleh perhatian.

Ketiga, sekali pun sudah dirinci tugas dan kewenangan masing-masing dinas,

badan atau lembaga sesuai tupoksi-nya, tetapi koordinasi dan jaringan kerjasama antar

lembaga yang ada umumnya masih belum berkembang secara maksimal. Bahkan,

tidak jarang masih berkembang ego sektoral yang kuat, sehingga kinerja birokrasi

secara keseluruhan menjadi kurang dapat memenuhi kebutuhan masyarakat.

Keempat, fokus dan prioritas jenis pelayanan publik yang dikembangkan

jajaran birokrasi di Kabupaten Lumajang harus diakui masih belum tertata dengan

baik, sehingga masing-masing dinas atau lembaga yang ada seolah-olah belum

memiliki acuan yang sama tentang arah yang hendak dituju. Orientasi dinas atau

lembaga, dalam banyak hal lebih melayani kepentingan birokrasi itu sendiri, dan

bahkan dalam beberapa kasus justru mengembangkan sikap yang meminta dilayani

dengan berbagai fasilitas atau keistimewaan daripada melayani masyarakat.

Page 48: BAB II - lumajangkab.go.id. Bab-2 (Kondisi Daerah... · pembangunan yang selama ini telah dicapai oleh kabupaten Lumajang. Basis data dan ... intensitas curah hujan pada tahun 2011

RPJMD Kabupaten Lumajang Tahun 2015-2019____________________________________________________

II-48

Kedepan, untuk memperbaiki kinerja birokrasi dan membangun tata

pemerintahan yang lebih baik, perlu disadari bersama bahwa yang namanya birokrasi

sesungguhnya bukan hanya sebuah lembaga pemerintah yang berfungsi melayani

kebutuhan masyarakat atau sekadar perpanjangan tangan negara untuk melaksanakan

program-program pembangunan. Lebih dari itu, birokrasi adalah sebuah komunitas,

kumpulan orang-orang yang memiliki tugas dan peran untuk merencanakan program

pembangunan, melaksanakan, mengevaluasi, dan sekaligus memfasilitasi upaya

pemberdayaan masyarakat miskin agar dapat merespon program-program

pembangunan dengan memadai.

Secara teoritis, birokrasi pemerintah setidaknya memiliki tiga tugas pokok

(Rashid: 2000). Pertama, memberikan pelayanan umum (service) yang bersifat rutin

kepada masyarakat, seperti memberikan pelayanan perijinan, pembuatan dokumen,

perlindungan, pemeliharaan fasilitas umum, pemeliharaan kesehatan, dan

menyediakan jaminan keamanan bagi penduduk. Kedua, melakukan pemberdayaan

(empowerment) terhadap masyarakat untuk mencapai kemajuan dalam kehidupan

yang lebih baik, seperti melakukan pembimbingan, pendampingan, konsultasi,

menyediakan modal dan fasilitas usaha, serta melaksanakan pendidikan. Ketiga,

menyelenggarakan pembangunan (development) di tengah masyarakat, seperti

membangun infrastruktur perhubungan, telekomunikasi, perdagangan dan sebagainya.

Agar aparatur birokrasi di Kabupaten Lumajang dapat menjalankan tugas

dengan baik, selain tetap menjaga akuntabilitasnya kepada publik, yang tak kalah

penting adalah bagaimana birokrasi tidak hanya bekerja di bawah garis komando atau

instruksi-instruksi yang sifatnya top-down. Kreativitas, sikap inovatif dan kepekaan

pada persoalan di tingkat lokal adalah modal awal yang dibutuhkan untuk

memperbaiki kinerja birokrasi dan meningkatkan kualitas pelayanan publik. Birokrasi

yang bekerja hanya atas dasar proyek dan kepentingan pribadi, niscaya akan selalu

lambat merespon situasi terbaru, dan ujung-ujungnya jangan heran jika mereka pelan-

pelan menjadi usang, bahkan mengalami krisis dalam dirinya sendiri. Birokrasi yang

usang, mereka bukan saja akan menghambat pembangunan, tetapi mereka juga akan

menjadi sumber kegagalan pembangunan itu sendiri.

Page 49: BAB II - lumajangkab.go.id. Bab-2 (Kondisi Daerah... · pembangunan yang selama ini telah dicapai oleh kabupaten Lumajang. Basis data dan ... intensitas curah hujan pada tahun 2011

RPJMD Kabupaten Lumajang Tahun 2015-2019____________________________________________________

II-49

2.3.1.12. Aspek Perlindungan dan Kesejahteraan Sosial

Selain permasalahan kesejahteraan ekonomi masyarakat di kabupaten

Lumajang ternyata juga dihadapkan pada fakta tentang banyaknya permasalahan

sosial yang ada. Di luar soal kemiskinan, salah satu persoalan yang juga

membutuhkan perhatian serius di Kabupaten Lumajang adalah keberadaan kelompok

PMKS (Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial). Permasalahan sosial dimaksud

antara lain; anak terlantar, gelandangan dan pengemis, wanita tuna susila, korban

bencana alam, wanita rawan sosial ekonomi dan sebagainya. Jumlah Penyandang

Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) pada tahun 2012 sebanyak 78.379 jiwadari

total jumlah penduduk 1.180.351 jiwa. Jika dibandingkan dengan kondisi pada tahun

2008 dimana jumlah PMKS sebanyak 47.624 jiwamaka secara absolut jumlah PMKS

pada tahun 2012meningkat sebanyak 30.755 jiwa. Hal ini menjadi tantangan sekaligus

perhatian Pemerintah Kabupaten Lumajang dalam merencanakan program/kegiatan

pembangunan menyangkut penanggulangan/pengentasan PMKS.

Sebagaimana banyak ditemukan di berbagai wilayah fenomena merebaknya

penyandang masalah kesejahteraan sosial (PMKS) mengalami perkembangan pasang

surut seolah tanpa henti. Di Kabupaten Lumajang, eksistensi kelompok masyarakat

yang terkategori sebagai penyandang masalah kesejahteraan sosial ternyata

mengalami perkembangan berseiring dengan ritme denyut nadi perkembangan

wilayah. Kian lama wilayah berkembang pada saat yang bersamaan seolah

problematika PMKS senantiasa melengkapi dan menyertai perkembangan itu. Sejauh

ini memang ada sinyalemen bahwa ketika suatu wilayah berkembang dengan pesat

baik dari sisi pertumbuhan ekonomi maupun kelengkapan fasilitas, sarana dan

prasarana pendukung maka pada saat yang bersamaan ternyata fenomena PMKS juga

memperlihatkan eksistensinya.

Tabel 2.23.

Perkembangan Jumlah Lembaga Swadaya Sosial Masyarakat Tahun 2008 – 2012

No Jenis Organisasi

Sosial Masyarakat 2008 2009 2010 2011 2012

1. Orsosmas Panti Sosial

1. Yayasan Panti Asuhan 40 Panti 41 Panti 42 46 50

2. Yayasan Panti Sosial Non

Panti

9 Panti 10 Panti 11 11 3

2. Karang Taruna & Aktif

1. Karang Taruna Kabupaten 1 Katar 1Katar 1Katar 1Katar 1Katar

2. Karang Taruna Kecamatan 4 Katar 21 Katar 21 Katar 21 Katar 21 Katar

3. Karang Taruna Desa/Kel 103 Katar 205 Katar 205 Katar 205 Katar 205 Katar

3. Karang Werda

Page 50: BAB II - lumajangkab.go.id. Bab-2 (Kondisi Daerah... · pembangunan yang selama ini telah dicapai oleh kabupaten Lumajang. Basis data dan ... intensitas curah hujan pada tahun 2011

RPJMD Kabupaten Lumajang Tahun 2015-2019____________________________________________________

II-50

No Jenis Organisasi

Sosial Masyarakat 2008 2009 2010 2011 2012

- Karang Werda Desa/Kel 2 Krg

Werda

12 Krg

Werda

12 Krg

Werda

12 Krg

Werda

12 Krg

Werda

4. Pekerja Sosial Masyarakat

(PSM)

1. Forum Komunikasi Pekerja

Sosial Masyarakat (FK-

PSM) Kabupaten

2. FK PSM Kecamatan

1 FK-PSM

(20 0rang)

-

1 FK PSM

21 FK PSM

1 FK PSM

21 FK PSM

1 FK PSM

21 FK PSM

1 FK PSM

21 FK PSM

3. PSM Kecamatan 15 0rang 63 Orang 63 Orang 63 Orang 63 Orang

4. PSM Desa/Kelurahan 238 0rang 410 Orang 410 Orang 410 Orang 410 Orang

Sumber: LKPJ AMJ Kab. Lumajang Tahun 2008-2012

Jumlah sarana sosial berupa panti sosial non panti pada tahun 2012

mengalami penurunan bila dibandingkan tahun-tahun sebelumnya karena adanya

penutupan panti oleh pengelolanya, sedangkan Pemerintah Kabupaten Lumajang

secara relatif belum memiliki kemampuan yang memadai untuk menyelenggarakan

panti sosial.

Hasil kajian yang pernah dilakukan, misalnya menangkap adanya sinyalemen

bahwa meningkatnya jumlah PMKS tidak lepas dari beberapa kondisi antara lain; (a).

adanya situasi yang dinilai cukup menjanjikan di daerah pusat kota terutama dalam

konteks ekonomi. Meski tidak menutup kemungkinan adanya motif lain tetapi faktor

ekonomi nampaknya paling banyak diungkap sebagai motif seseorang untuk datang

ke pusat kota sebagaimana banyak disinggung dalam teori perkembangan dan

pembangunan. Apalagi jika jarak daerah asal dengan tujuan (pusat kota) tidak

terlampau jauh, sarana trasportasi mudah diakses/ dijangkau, dan berbagai bentuk

kemudahan yang lainnya. (b). keterbatasan pemerintah untuk menyediakan fasilitas

publik dan lapangan kerja tak urung juga memberikan kontribusi cukup signifikan

terhadap kian merebaknya penduduk kelas bawah dan kaum migran dalam

mengembangkan katup penyelamat kehidupan mereka. Akibatnya tidak sedikit orang

yang mengembangkan sektor informal yang ilegal sekalipun dengan kondisi

kehidupan seadanya sebagai strategi untuk dapat menjaga kelangsungan hidup mereka

selama di pusat kota. Tragisnya tidak jarang mereka memanfaatkan lahan-lahan

kosong yang dianggap tidak bermasalah sebagai tempat tinggal. Selain tidak memiliki

pekerjaan yang layak mereka juga banyak yang tinggal di bantaran/ pinggiran atau

stren kali, kolong jembatan, pemukiman liar, di trotoir, dan sebagainya; (c). Kondisi

struktural di luar kemampuan masyarakat seperti; adanya pemutusan hubungan kerja,

kesempatan kerja yang terbatas, ketidaaan modal dan keterbatasan akses terhadap

Page 51: BAB II - lumajangkab.go.id. Bab-2 (Kondisi Daerah... · pembangunan yang selama ini telah dicapai oleh kabupaten Lumajang. Basis data dan ... intensitas curah hujan pada tahun 2011

RPJMD Kabupaten Lumajang Tahun 2015-2019____________________________________________________

II-51

informasi berkaitan dengan pekerjaan tidak saja mengakibatkan orang menjadi jatuh

miskin tetapi orang-orang yang dekat dengan kemiskinan justru kian terpuruk dan

mendapatkan gelar baru yakni sebagai kelompok masyarakat miskin. Satu hal yang

patut dicatat bahwa akibat situasi kenaikan BBM bukan tidak mungkin justru

melahirkan pengangguran dan kemiskinanbagi penduduk. Nampaknya sampai saat ini

situasi tersebut masih belum terselesaikan secara tuntas dan memberikan implikasi

ketenagakerjaan yang luar biasa yakni banyaknya jumlah pengangguran dan angka

kemiskinan masih bertahan pada angka relatif tinggi.; (d). Masih dalam tataran

konsep strukturalis bahwa kondisi kemiskinan dan pengangguran yang terjadi di

tengah masyarakat juga tidak lepas oleh adanya investasi atau penanaman modal serta

kekuatan komersial yang memiliki daya untuk menggeser kepemilikan aset produksi

dan proses marginalisasi penduduk di wilayah pedesaan. Pembagian keuntungan yang

kurang adil, lemahnya posisi bargaining penduduk desa terhadap kekuatan modal

besar serta berbagai bentuk eksploitasi dalam banyak hal masih mewarnai aktivitas

ekonomi di berbagai daerah. Akibatnya kemiskinan dan pengangguran serta

keterpurukan banyak ditemukan.(e). Selain terbatasnya lapangan pekerjaan yang ada

di daerah pedesaan, faktor perbedaan besar penghasilan atau upah antara desa dan

kota juga memicu timbulnya fenomena urbanisasi ke pusat kota. Ketika lapangan

kerja di desa sulit karena proses komersialisasi dan modernisasi di sektor pertanian,

penghasilan atau upah di desa rendah maka kota menjadi harapan satu-satunya bagi

mereka untuk mendapatkan income yang lebih tinggi.

2.3.2 Fokus Layanan Urusan Pilihan

2.3.2.1. Aspek Perikanan dan Kelautan

Kabupaten Lumajang memiliki potensi perairan umum dengan luas areal ±

888,434 Ha yang diakses oleh masyarakat yang tersebar hampir diseluruh wilayah

Kabupaten Lumajang. Dalam rangka mengoptimalkan pemanfaatan potensi kelautan

dan perikanan untuk mendukung peningkatan pertumbuhan ekonomi daerah.

Kontribusi yang telah diberikan oleh pembangunan urusan kelautan dan perikanan

pada upaya peningkatan produksi kelautan dan perikanan yang menunjang pelestarian

lingkungan dapat dijelaskan sebagai berikut :

Page 52: BAB II - lumajangkab.go.id. Bab-2 (Kondisi Daerah... · pembangunan yang selama ini telah dicapai oleh kabupaten Lumajang. Basis data dan ... intensitas curah hujan pada tahun 2011

RPJMD Kabupaten Lumajang Tahun 2015-2019____________________________________________________

II-52

1) Produksi perikanan mengalami kenaikan dibandingkan dengan tahun 2012, yaitu

dari produksi sebesar 6.747,618 ton meningkat menjadi 7.135,22 ton pada tahun

2013, atau sebesar 5,74 persen;

2) Volume ekspor mengalami kenaikan sebesar 3,63 ton, yaitu dari 725,77 ton pada

tahun 2012 menjadi 729,40 ton pada tahun 2013 dan nilai ekspor juga mengalami

kenaikan, yaitu dari Rp. 25.625.107.000 pada tahun 2012 naik menjadi Rp.

30.603.399.103 pada tahun 2013 atau naik sebesar 19,43 persen;

3) Jumlah nelayan dan pembudidaya ikan pada tahun 2013 mencapai 2.851 orang

meningkat dibandingkan tahun 2012 sebesar 2.829 orang, atau meningkat sebesar

0,78 persen.

Secara umum, produksi perikanan baik budidaya maupun tangkap pada

periode 2011, 2012, 2013 menunjukkan peningkatan sebesar 12,58 persen,

sebagaimana tabel berikut :

Tabel : 2.24.

Perkembangan Produksi Perikanan Tahun 2011, 2012, 2013

URAIAN PRODUKSI (dalam Ton)

Tahun 2011 Tahun 2012 Tahun 2013

Penangkapan :

- Laut 3.625,11 3.805,37 4.083,94

- Perairan umum 573,01 581,64 577,39

Jumlah 4.198,12 4.387,02 4.661,33

Budidaya :

- Tambak 466,45 632,47 697,36

- Inbudkan/kolam 709,46 776,29 806,47

- Karamba 964,00 951,84 970,06

Jumlah 2.139,91 2.360,60 2.473,89

TOTAL 6.338,03 6.747,62 7.135,22

Sumber : Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Lumajang Tahun 2013

Pada sisi produksi perikanan menunjukkan kecenderungan semakin naik dan

hal tersebut tentunya berdampak cukup signifikan terhadap peningkatan jumlah

tenaga kerja perikanan dan pendapatan petani ikan, sebagaimana dijelaskan dalam

grafik sebagai berikut :

Page 53: BAB II - lumajangkab.go.id. Bab-2 (Kondisi Daerah... · pembangunan yang selama ini telah dicapai oleh kabupaten Lumajang. Basis data dan ... intensitas curah hujan pada tahun 2011

RPJMD Kabupaten Lumajang Tahun 2015-2019____________________________________________________

II-53

Grafik : 2.16.

Peningkatan Produksi Perikanan dari Tahun 2011-2013

Sumber : Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Lumajang Tahun 2013

Secara lebih terinci pengaruh peningkatan produksi perikanan terhadap

pendapatan sebagaimana dijelaskan dalam tabel berikut :

Tabel : 2.25.

Perkembangan RTP Sektor Perikanan dan Kelautan

No. URAIAN SATUAN TAHUN

2011 2012 2013

1 Tenaga Kerja

a. Nelayan RTP 1.264 1.277 1.287

b. Pembudidaya

Ikan RTP 1.330 1.552 1.564

2 Pendapatan

a. Nelayan Rp. 12.427.666 12.948.523 13.440.566

b. Pembudidaya

Ikan :

- Intensif Rp. 23.449.370 29.210.355 32.873.180

- Semi Intensif Rp. 9.239.332 9.113.842 9.356.911

Sumber : Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Lumajang Tahun 2013

Peningkatan tenaga kerja disebabkan karena usaha sektor kelautan dan

perikanan terbukti tahan terhadap krisis moneter dan cukup menguntungkan, sehingga

pada tahun ini semakin banyak masyarakat yang tertarik untuk melakukan usaha

kelautan dan perikanan. Peningkatan tenaga kerja ini diikuti pula oleh peningkatan

pendapatan. Hal ini disebabkan karena semakin tingginya produksi perikanan yang

menyebabkan semakin banyaknya permintaan pasar akan produk-produk perikanan

dan kelautan.

Lebih lanjut dapat disampaikan bahwa pada tahun 2013 juga tercatat

pencapaian indikator hasil pembangunan lainnya, seperti konsumsi ikan masyarakat

mengalami peningkatan, yaitu dari sebesar 19,62 kg/kapita/tahun pada tahun 2012

-

1.000

2.000

3.000

4.000

5.000

Penangkapan (ton) 4.198 4.661

Budidaya (ton) 2.140 2.474

2011 2012 2013

4.387

2.361

Page 54: BAB II - lumajangkab.go.id. Bab-2 (Kondisi Daerah... · pembangunan yang selama ini telah dicapai oleh kabupaten Lumajang. Basis data dan ... intensitas curah hujan pada tahun 2011

RPJMD Kabupaten Lumajang Tahun 2015-2019____________________________________________________

II-54

meningkat menjadi 20,21 kg/kapita/tahun pada tahun 2013. Perkembangan konsumsi

perikanan secara keseluruhan meningkat, sebagaimana nampak dalam tabel berikut :

Tabel : 2.26.

Konsumsi Ikan Tahun 2012 - 2013

Uraian Satuan Tahun 2012 Tahun 2013

Target Realisasi Target Realisasi

Konsumsi ikan

Kg/kap/th 0,5 % 0,56 % 0,5 % 3 %

19,32 19,62 19,42 20,21 Sumber : Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Lumajang Tahun 2013

Konsumsi ikan mengalami peningkatan disebabkan karena semakin

meningkatnya kesadaran masyarakat akan pentingnya mengkonsumsi protein hewani

ikan. Hal ini juga tidak lepas dari intensifnya pembinaan gemar makan ikan dan

meningkatnya produksi perikanan.

Perikanan laut merupakan salah satu potensi unggulan yang dapat

dikembangkan di Kabupaten Lumajang. Jumlah sarana penangkapan ikan di laut yang

berupa kapal dan perahu penangkap ikan sebanyak 416 unit yang terdiri dari kapal

motor dan perahu jukung tempel, serta jukung tidak bermotor dengan berbagai macam

alat tangkap. Seperti Gillnet, trammel net, bubu, pole and line. Jumlah tempat

pendaratan ikan (TPI) / Pangkalan pendaratan ikan (PPI) sebanyak 5 unit yaitu : TPI

Bulurejo, Tegalrejo (Kec. Tempursari), Dampar, Selok Awar-awar (Kec. Pasirian),

Wotgalih (Kec.Yosowilangun). Hasil tangkapan perikanan laut selama tahun 2013

sebanyak 4.083,94 kg.

2.3.2.2. Aspek Pertanian

Dilihat dari sisi pendapatan secara umum pendapatan petani pada 13

komoditas tercatat mengalami peningkatan pada tahun 2013 dibandingkan dengan

tahun 2012, peningkatan tersebut dapat dijelaskan pada tabel sebagai berikut :

Tabel : 2.27.

Peningkatan Pendapatan Petani

No. Pendapatan Petani Tahun

2012 (Rp.) 2013 (Rp.)

1 Padi Sawah (Ha/musim) 12.847.500,00 13.602.500,00

2 Padi Ladang (Ha/musim) 6.867.500,00 7.413.600,00

3 Jagung Sawah (Ha/musim) 3.457.500,00 4.597.500,00

4 Jagung Ladang (Ha/musim) 2.795.000,00 3.542.500,00

5 Kedele Sawah (Ha/musim) 3.975.000,00 4.735.000,00

6 Kedele Ladang (Ha/musim) 3.370.000,00 3.580.000,00

7 Kacang Hijau Sawah 3.260.000,00 3.382.400,00

Page 55: BAB II - lumajangkab.go.id. Bab-2 (Kondisi Daerah... · pembangunan yang selama ini telah dicapai oleh kabupaten Lumajang. Basis data dan ... intensitas curah hujan pada tahun 2011

RPJMD Kabupaten Lumajang Tahun 2015-2019____________________________________________________

II-55

(Ha/musim)

8 Kacang Hijau Ladang

(Ha/musim) 2.982.500,00 3.128.800,00

9 Kentang (Ha/musim) 42.820.000,00 45.269.400,00

10 Kubis (Ha/musim) 14.121.000,00 14.121.000,00

11 Bawang Daun (Ha/musim) 13.318.000,00 17.044.000,00

12 Pisang mas kirana (Ha/musim) 15.460.000,00 16.176.800,00

13 Jeruk (Ha/musim) 78.275.000,00 83.350.000,00

14 Tomat 36.306.900,00

15 Alpukat 13.679.100,00

16 Salak 14.875.250,00

17 Cabe besar (Ha/musim) 43.670.800,00

18 Cabe rawit (Ha/musim) 51.954.000,00

Sumber : Dinas Pertanian Kab. Lumajang Tahun 2013

Selanjutnya untuk pendapatan pada tanaman semusim khususnya petani tebu

pada tahun 2012 sebesar Rp. 24.091.200,- mengalami peningkatan pada tahun 2013

menjadi sebesar Rp. 29.522.500,- tahun, hal ini disebabkan karena peningkatan

produksi ditunjang penambahan areal dan peningkatan produktifitas seiring mulai

banyak tanaman tebu yang dibongkar ratoon.

Tabel : 2.28.

Peningkatan Pendapatan Petani Pekebun Tahun 2012 - 2013

No. Pendapatan Petani Tahun

2012 (Rp.) 2013 (Rp.)

A. Tanaman semusim

1 Tebu (ha/musim) 24.091.200,- 29.522.500,-

2 Tembakau (ha/musim) 18.980.000’- 21.140.000,-

3 Nilam (ha/musim) 9.063.000,- 6.375.000,-

B. Tanaman tahunan

1 Kopi (ha/musim) 8.075.000,- 10.354.832,-

2. Kelapa (ha/Th)) 8.325.000,- 17.400.000,-

3 Cengkeh (ha/musim) 32.812.500,- 35.753.810,-

4 Kakao (ha/musim) 8.550.000.- 10.719.018.-

5 Pinang (ha/musim) 3.847.500- 4.250.317-

Sumber : Kantor Perkebunan Kab. Lumajang 2013

Jumlah produksi dan produktivitas tanaman pangan secara terinci tersaji

dalam informasi dinamis sebagaimana tabel berikut :

Page 56: BAB II - lumajangkab.go.id. Bab-2 (Kondisi Daerah... · pembangunan yang selama ini telah dicapai oleh kabupaten Lumajang. Basis data dan ... intensitas curah hujan pada tahun 2011

RPJMD Kabupaten Lumajang Tahun 2015-2019____________________________________________________

II-56

Tabel : 2.29.

Jumlah produksi dan produktivitas dalam tahun 2012 dan 2013

No URAIAN

Tahun 2012 Tahun 2013

Luas panen Produksi Produk-

tivitas

Luas

panen Produksi

Produk-

tivitas

(Ha) (Kw) (Kw/Ha) (Ha) (Kw) (Kw/Ha)

1 Padi 77.889 4.627.461 59,41 75.548 4.584.066 60,68

2 Jagung 32.931 1.553.456 47,17 30.380 1.437.508 47,32

3 Kedelai 1.251 18.193 14,54 1.074 15.675 14,59

4 Kacang

tanah 3.831 47.573 12,45 3.518 46.116 13,11

5 Ubi kayu 2.216 515.447 232,60 2.165 513.470 237,17

Total 118.118 6.762.130 57,25 112.685 6.596.835 58,54

Sumber : Dinas Pertanian Kab. Lumajang Tahun 2013

Produksi maupun produktivitas tanaman pisang mengalami peningkatan

dikarenakan masyarakat sudah mulai banyak membudidayakan tanaman pisang,

seperti halnya pengembangan kawasan pisang yang ada di Gucialit dan Senduro,

selain itu petani sudah menerapkan SL-GAP (Sekolah Lapang Good Agriculture

Practices), dan perawatan yang intensif sehingga produksi yang dihasilkan mulai

meningkat, namun tanaman yang menghasilkan mengalami penurunan dikarenakan

banyak tanaman tua dan tanaman baru mulai berbuah. Tanaman Alpukad, manggis,

durian, rambutan, nangka, mengalami penurunan baik produktivitas maupun

produksinya mengingat tanaman sangat peka sekali terhadap perubahan iklim yang

terjadi pda tahun 2013 yaitu intensitas hujan yang cukup tinggi menyebabkan

penyerbukan yang tidak sempurna, sehingga produksi maupun produktivitasnya

mengalami penurunan. Secara rinci luas panen, produksi dan produktivitas dapat

dilihat pada di bawah ini:

Tabel : 2.30.

Prosentase Peningkatan Produksi dan Produktivitas Hortikultura

Khususnya Buah-buahan Dominan

No. URAIAN

Tahun 2012 Tahun 2013

Luas

panen Produksi

Produk-

tivitas

Luas

panen Produksi

Produk-

tivitas

(Ha) (Kw) (Kw/Ha) (Ha) (Kw) (Kw/Ha)

1. Pisang 5.797 1.132.979 195,44 5.775 1.156.076 200,00

2. Manggis 191 14.987 78,49 153 8.781 57,48

3. Durian 292 48.262 165,40 164 13.682 83,23

4. Rambutan 792 49.909 62,97 347 20.273 58,41

5. Apokad 483 26.266 54,38 333 17.218 51,78

Page 57: BAB II - lumajangkab.go.id. Bab-2 (Kondisi Daerah... · pembangunan yang selama ini telah dicapai oleh kabupaten Lumajang. Basis data dan ... intensitas curah hujan pada tahun 2011

RPJMD Kabupaten Lumajang Tahun 2015-2019____________________________________________________

II-57

No. URAIAN Tahun 2012 Tahun 2013

6. Nangka 488 55.682 114,05 411 23.960 58,35

7. Jeruk Siam 581 163.996 282,35 520 122.285 235,37

TOTAL: 8.624 1.492.081 173,01 7.703 1.362.275 176,84

Sumber : Dinas Pertanian Kab. Lumajang Tahun 2013

Selanjutnya untuk produksi dan produktivitas tanaman sayuran khususnya

tanaman kentang mengalami peningkatan karena masyarakat lebih banyak

membudidayakan kentang karena harga yang cukup bagus sehingga memberikan

keuntungan yang cukup tinggi, selain itu masyarakat sudah mulai mengetahui

budidaya yang sesuai anjuran dan ditunjang juga dengan adanya program MP3MI

(Model Pengembangan Pertanian Pedesaan Melalui Inovasi). Luas panen cabe rawit

mengalami peningkatan karena tanaman ini diusahakan oleh petani sesuai kebutuhan

sehari-hari namun produksi dan produktivitasnya mengalami penurunan karena curah

hujan yang cukup tinggi karena cabe rawit sangat rentan terhadap hujan sehingga

cepat membusuk dan produksi mengalami penurunan sehingga menyebabkan harga

mengalami peningkatan. Luas panen, produksi dan produktivitas sayuran disajikan

dalam tabel di bawah ini:

Tabel : 2.31.

Peningkatan Produksi dan Produktivitas Tanaman Hortikultura

Tahun 2012 - 2013

No. URAIAN

Tahun 2012 Tahun 2013

Luas

panen Produksi

Produk-

tivitas

Luas

panen Produksi

Produk-

tivitas

(Ha) (Kw) (Kw/Ha) (Ha) (Kw) (Kw/Ha)

1. Kentang 652 81.500 125,00 705 88.125 125,00

2. Bawang Daun 1.479 177.480 120,00 1.272 152.640 120,00

3. Kubis 433 110.440 255,00 416 105.770 254,25

4. Cabe Rawit 1.773 341.343 193,00 1.827 239.022 130,83

TOTAL: 4.337 710.763 163,88 4.220 585.557 138,76

Sumber : Dinas Pertanian Kabupaten Lumajang Tahun 2013

Secara kumulatif produksi dan produktivitas tanaman pangan dan

hortikultura dapat dilihat pada tabel di bawah ini:

Page 58: BAB II - lumajangkab.go.id. Bab-2 (Kondisi Daerah... · pembangunan yang selama ini telah dicapai oleh kabupaten Lumajang. Basis data dan ... intensitas curah hujan pada tahun 2011

RPJMD Kabupaten Lumajang Tahun 2015-2019____________________________________________________

II-58

Tabel : 2.32.

Prosentase Peningkatan Produksi dan Produktivitas

Tanaman Pangan dan Hortikultura tahun 2012 - 2013

No. URAIAN

Tahun 2012 Tahun 2013

Luas

panen Produksi

Produk-

tivitas

Luas

panen Produksi

Produk-

tivitas

(Ha) (Kw) (Kw/Ha) (Ha) (Kw) (Kw/Ha)

1. Pangan 118.118 6.762.130 57,25 112.685 6.596.835 58,54

2. Buah2an 8.624 1.492.081 173,01 7.703 1.362.275 176,84

3. Sayuran 4.337 710.763 163,88 4.220 585.557 138,76

TOTAL: 131.079 8.964.974 68,39 124.608 8.544.667 68,57

Sumber : Dinas Pertanian Kabupaten Lumajang Tahun 2013

Perbandingan target dan realisasi jumlah produksi dan produktivitas tanaman

perkebunan di Kabupaten Lumajang pada tahun 2012 dan 2013, sebagaimana tabel

berikut :

Tabel : 2.33.

Produksi dan Produktivitas Perkebunan Tahun 2012 - 2013

No URAIAN

Tahun 2012 Tahun 2013

Luas

panen Produksi

Produk

tivitas

Luas

panen Produksi

Produk

tivitas

(Ha) (ton) (Kg/Ha) (Ha) (ton) (Kg/Ha)

A. Tanaman semusim

1 Tebu 12.338 848.556 68.832 12.504 1.054.712 84.350

2 Tembakau 1.723 1.585 730 2.110 1.828 755

3 Nilam 322 1.520 4.770 256 960 3.750

JUMLAH: 14.383 851.661 74.332 14.870 1.057.500 88.855

B. Tanaman tahunan

1 Kopi 3.398 1.612 425 3.394 1.850 545

2. Kelapa 7.113 8.059 1.110 7.090 8.224 1.160

3 Cengkeh 853 224 263 853 235 275

4 Kakao 133 37 475 82 42 510

5 Pinang 383 335,5 855 394 335 850

TOTAL 11.880 10.278,5 3.128 11.813 10.685 3.340

Sumber : Kantor Perkebunan Kabupaten Lumajang Tahun 2013

Selanjutnya pada urusan pertanian sub urusan peternakan, potensi sumber

daya lahan di Kabupaten Lumajang dapat menampung kurang lebih 500.000 satuan

ternak atau setara dengan 365.000 ekor ternak besar, 375.000 ekor ternak kecil dan

5.000.000 ekor ternak unggas. Sementara dari populasi yang ada relatif masih

mungkin untuk dikembangkan. Atas dasar kondisi, peluang dan tantangan tersebut,

Page 59: BAB II - lumajangkab.go.id. Bab-2 (Kondisi Daerah... · pembangunan yang selama ini telah dicapai oleh kabupaten Lumajang. Basis data dan ... intensitas curah hujan pada tahun 2011

RPJMD Kabupaten Lumajang Tahun 2015-2019____________________________________________________

II-59

untuk pemenuhan terhadap komoditi hasil ternak khususnya daging sapi masih dapat

terus dipotimalkan melalui berbagai implementasi program/kegiatan pada urusan

pertanian sub urusan peternakan.

Perbandingan realisasi jumlah populasi hewan ternak yang telah dihasilkan

pada tahun 2012 dan tahun 2013 sebagai berikut :

Tabel : 2.34.

Perbandingan Populasi Ternak Tahun 2012 – 2013

JENIS 2012 2013 Naik/turun

Ekor Ekor %

a. Ternak besar : 216.267 168.972 -21,87 %

1. Sapi potong 210.039 164.892 -21,49 %

2. Sapi perah 6.228 4.080 -34,49 %

b. Ternak kecil : 123.373 126.793 2,77 %

1. Kambing 88.558 91.038 2,80 %

2. Domba 34.815 35.755 2,70 %

c. Unggas : 3.519.006 3.550.172 0,89 %

1. Ayam buras 992.855 1.002.784 1,00 %

2. Ayam ras petelur 504.092 506,612 1,00 %

3. Ayam ras pedaging 1.721.434 1.738.648 1,00 %

4. Itik 300.624 302.128 0,50 %

Sumber: Kantor Peternakan Kabupaten Lumajang Tahun 2013

Selanjutnya untuk realisasi produksi daging, telur dan susu tahun 2012 dan

pada tahun 2013 adalah sebagai berikut :

Tabel : 2.35.

Perbandingan Realisasi Produksi Daging, Telur & Susu

Tahun 2012 - 2013

JENIS 2012 2013 Naik(turun)

Kg/Liter Kg/Liter %

1. Daging 16.553.308 16.517.641 0,2 (turun)

2. Telur 6.971.666 7.860.915 0,13

3. Susu 8.094.327 6.959.083 0,14 (turun)

Sumber: Kantor Peternakan Kabupaten Lumajang Tahun 2013

Pendapatan peternak pada tahun 2013 mengalami peningkatan apabila

dibandingkan dengan tahun 2012, seperti tercantum dalam tabel di bawah ini.

Tabel : 2.36.

Perkembangan Jumlah Petani Peternak dan Pendapatan

Tahun 2012 - 2013

N0 URAIAN Tahun 2012 Tahun 2013 Naik/Turun

(%)

1. Jumlah RT Petani

Peternak 123.099 143.993 19%

2. Jumlah Petani Peternak

Pemilik Ternak 55.692 58.398 5%

Page 60: BAB II - lumajangkab.go.id. Bab-2 (Kondisi Daerah... · pembangunan yang selama ini telah dicapai oleh kabupaten Lumajang. Basis data dan ... intensitas curah hujan pada tahun 2011

RPJMD Kabupaten Lumajang Tahun 2015-2019____________________________________________________

II-60

N0 URAIAN Tahun 2012 Tahun 2013 Naik/Turun

(%)

Buruh Ternak 67.407 70.078 4%

3. Pendapatan Rata2/Bulan

Pemilik Ternak 863.465 949.812 10%

Buruh Ternak 399.973 479.968 20%

Sumber : Kantor Peternakan Kabupaten Lumajang Tahun 2013

Dalam rangka mendukung pemberdayaan kelompok tani dan untuk

meningkatkan produktivitas pertanian, perkebunan dan peternakan, telah dilakukan

penguatan modal bagi kelompok tani. Secara rinci perkembangan kelompok tani

penerima dana penguatan modal dan dana penguatan modal dapat dilihat pada tabel

berikut.

Tabel : 2.37.

Perkembangan Jumlah gapoktan Desa Penerima Dana

Penguatan Modal Tahun 2008 – 2013

NO KECAMATAN

Jml Kelompoktani Penerima PUAP Tahun

2008-

2010 2011 2012 2013 Jumlah

1 Tempursari 3 2 2 - 7

2 Pronojiwo 5 - 1 - 6

3 Candipuro 6 2 2 - 10

4 Pasirian 3 1 7 - 11

5 Tempeh 4 - 9 - 13

6 Lumajang 4 1 7 - 12

7 Sumbersuko 1 2 5 - 8

8 Tekung 1 1 6 - 8

9 Kunir 5 1 5 - 11

10 Yosowilangun - 1 11 - 12

11 Rowokangkung - 1 6 - 7

12 Jatiroto 5 1 - - 6

13 Randuagung 3 2 7 - 12

14 Sukodono 4 1 5 - 10

15 Padang 2 1 6 - 9

16 Pasrujambe 6 - 1 - 7

17 Senduro 10 - 2 - 12

18 Gucialit 1 - 8 - 9

19 Kedungjajang - 1 11 - 12

20 Klakah 1 2 9 - 12

21 Ranuyoso - 2 9 - 11

Jumlah 64 22 119 - 205

Sumber : Dinas Pertanian Kabupaten Lumajang Tahun 2013

2.3.2.3. Aspek Kehutanan

Untuk mengurangi tingkat kerusakan lahan di Kabupaten Lumajang selama

tahun 2013 telah diadakan gerakan rehabilitasi hutan dan lahan, seluas 19.771,32

hektar yang terdiri dari penambahan hutan rakyat seluas 297,00 hektar, pengkayaan

Page 61: BAB II - lumajangkab.go.id. Bab-2 (Kondisi Daerah... · pembangunan yang selama ini telah dicapai oleh kabupaten Lumajang. Basis data dan ... intensitas curah hujan pada tahun 2011

RPJMD Kabupaten Lumajang Tahun 2015-2019____________________________________________________

II-61

dan pemeliharaan hutan rakyat 978,50 hektar, penghijauan untuk penyelamatan

sumber mata air dan kanan kiri sungau 2,00 hektar, reboisasi dalam kawasan hutan

Perum Perhutani dan TNBTS 118,40 hektar, penghijauan untuk penggantian tebangan

8.095,02 hektar dan penghijauan lingkungan seluas 10.280,41 hektar meliputi

tanaman mahoni, sengon, jati, jabon, suren, tanaman perkebunan, dan MPTS.

Dalam hal penataan hasil hutan di Kabupaten Lumajang telah dilaksanakan

dengan baik. Namun, dalam rangka pelaksanaan amanat Undang-undang Nomor 28

Tahun 2009 tentang pajak dan retribusi daerah, Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang

sebelumnya diperoleh dari sumbangan pihak ke III berupa pelayanan SKSKB-KR,

FAKO dan Surat Ijin Penebangan Pohon (SIPP) tidak dianggarkan dalam DPA SKPD

Dinas Kehutanan Kabupaten Lumajang Tahun 2013. Selain itu, berdasarkan

Peraturan Menteri Kehutanan Nomor P.30/Menhut-II/2012 tentang Penatausahaan

Hasil hutan yang berasal dari hutan hak, sudah tidak diperlukan lagi dokumen Surat

Keterangan Sahnya Kayu Bulat Kayu Rakyat (SKSKB-KR) dan surat ijin penebangan

pohon. Sedangkan kewenangan untuk menerbitkan Surat Keterangan Asal Usul Kayu

(SKAU) diberikan kepada pihak Kepala Desa.

Meskipun sudah tidak ditargetkan adanya PAD namun sumbangan Pihak ke-

3 tetap diterima melalui rekening Kas Daerah. PAD yang berasal dari bagi hasil

Provisi Sumber Daya Hutan (PSDH) sebesar Rp. 494.753.970,- (Empat ratus

sembilan puluh empat juta tujuh ratus lima puluh tiga ribu sembilan ratus tujuh puluh

rupiah).

Hasil implementasi program dan kegiatan yang dilaksanakan pada tahun

2013 mampu mendukung hasil produksi kehutanan mengingat luas daratan Kabupaten

Lumajang sekitar 179.090 hektar memiliki potensi sumberdaya hutan rakyat seluas

66.936,69 hektar (hasil inventarisasi tegakan hutan rakyat tahun 2009). Dari berbagai

upaya yang dilakukan dalam pembangunan hutan rakyat baik melalui sumber dana

pemerintah (APBN dan APBD Kabupaten) maupun swadaya masyarakat yang

bertujuan sebagai upaya rehabilitasi lahan dan konservasi tanah juga untuk

meningkatkan kesejahteraan masyarakat, hutan rakyat di Kabupaten Lumajang pada

tahun 2013 seluas 57.310,00 hektar.

Page 62: BAB II - lumajangkab.go.id. Bab-2 (Kondisi Daerah... · pembangunan yang selama ini telah dicapai oleh kabupaten Lumajang. Basis data dan ... intensitas curah hujan pada tahun 2011

RPJMD Kabupaten Lumajang Tahun 2015-2019____________________________________________________

II-62

Tabel : 2.38.

Perbandingan perkembangan luas hutan rakyat Tahun

2012 - 2013 Berdasarkan lokasi/kecamatan

No Lokasi Jumlah (Ha)

Th. 2012 2013

1 Tempursari 1.880,33 1.932,83

2 Pronojiwo 4.890,51 4.940,51

3 Candipuro 7.186,64 7.211,64

4 Pasirian 2.816,74 2.836,24

5 Tempeh 8.852,18 2.852,18

6 Lumajang 282,53 282,53

7 Sumbersuko 1.076,33 1.076,33

8 Tekung 454,15 454,15

9 Kunir 6.333,19 6.333,19

10 Yosowilangun 317,84 317,84

11 Rowokangkung 475,76 475,76

12 Jatiroto 141,28 141,28

13 Randuagung 1.636,84 1.651,84

14 Sukodono 143,50 143,50

15 Padang 1.730,62 1.730,62

16 Pasrujambe 2,859,81 2.889,81

17 Senduro 7.012,58 7.042,58

18 Gucialit 6.270,30 6.270,30

19 Kedungjajang 1.755,96 1.785,96

20 Klakah 2.837,08 2.844,58

21 Ranuyoso 4.058,83 4.096,33

JUMLAH 57.013,00 57.310,00

Sumber : Dinas Kehutanan Kab. Lumajang Tahun 2013

Realisasi produksi hasil hutan rakyat yang berhasil dicapai pada tahun 2013

sebanyak 1.052.352,23 m³ kayu hutan atau naik sebesar 183 persen dari target sebesar

575.000 m³ yang dominasi oleh tanaman sengon sebesar 1.031.676,31 m³, produksi

dari kayu hutan jenis rimba campur sebesar 9.027,81 m³, mahoni sebesar 3.671,33 m³,

Jati sebesar 3.037,90 m³, Kembang sebesar 2.371,92 m³, Damar sebesar 1.607,27 m³,

Bendo sebesar 424,87 m³, Nyampo sebesar 294,68 m³, Sono sebesar 206,30 m³ dan

Pinus sebesar 33,86 m³.

Dibandingkan dengan tahun 2012 produksi hasil hutan rakyat mengalami

kenaikan sebesar 52,71 persen atau sebanyak 363.199,59 m³. Besarnya kenaikan ini

salah satu faktornya adalah masyarakat dipermudah untuk menebang pohon di

lahannya sendiri tanpa perlu Surat Ijin Penebangan Pohon (SIPP) sehingga

menyebabkan kesulitan dalam pengendalian penebangan kayu yang berasal dari hutan

rakyat. Hal ini berakibat pada tingginya produksi tahun 2013 sehingga melebihi

Page 63: BAB II - lumajangkab.go.id. Bab-2 (Kondisi Daerah... · pembangunan yang selama ini telah dicapai oleh kabupaten Lumajang. Basis data dan ... intensitas curah hujan pada tahun 2011

RPJMD Kabupaten Lumajang Tahun 2015-2019____________________________________________________

II-63

taksiran tebangan maksimum yang menjamin kelestarian hutan di Kabupaten

Lumajang yaitu sebesar 751.186,54 m³/tahun.

Tabel : 2.39.

Peningkatan Produksi Hutan Tahun 2011 – 2012 - 2013

Jenis Kayu Volume (M3)

Tahun 2011 Tahun 2012 Tahun 2013

Jati 2.627,88 1.951,25 3.037,90

Mahoni 4.006,78 3.126,83 3.671,33

Sono 317,19 208,66 206,30

Damar 549,03 1.079,58 1.607,27

Pinus 577,28 29,53 33,86

Kembang 1.889,11 1.780,07 2.371,92

Bendo 344,82 264,02 424,87

Nyampo 291,97 209,04 294,68

Rimba campur 7.166,03 5.658,58 9.027,81

Sengon 659.899,01 674.845,07 1.031.676,31

Jumlah 677.669,10 689.152,64 1.052.352,23

Sumber : Dinas Kehutanan Kab. Lumajang Tahun 2013

Dalam hal pelayanan ijin pemanfaatan hasil hutan dan pemanfaatan kawasan

hutan, mempunyai kewenangan dalam melakukan kegiatan-kegiatan yang bersifat

lokal dengan mengacu pada acuan nasional dan memberikan pertimbangan teknis dan

rekomendasi kepada Pemerintah Pusat yang selanjutnya akan mempertimbangkan

untuk memberi atau menolak usulan ijin tersebut. Dengan diberlakukannya Peraturan

Menteri Kehutanan Nomor P.30 Tahun 2012 yang mengatur tentang Penatausahaan

hasil hutan yang berasal dari hutan hak, Pemerintah Kabupaten Lumajang melalui

Dinas Kehutanan tidak lagi mempunyai kewenangan dalam memberikan ijin

pemanfaatan hasil hutan. Dokumen-dokumen yang diperlukan hanya SKAU (Surat

Keterangan Asal Usul) Kayu dan Nota Angkutan yang dapat diterbitkan oleh desa.

Sedangkan FAKO dapat diterbitkan oleh perusahaan sendiri.

Tabel : 2.40.

Perbandingan Realisasi Pelayanan Ijin Berbagai Keperluan

Tahun 2012 – 2013

No. Uraian Th. 2012 Th. 2013 % Naik/Turun

Lembar M3 Lembar M

3 Lembar M

3

1. Jumlah Ijin / Blanko yang Dikeluarkan

SKSKB-

KR

991 7.071,69 NIHIL

FAKO 11.836 639.081,12 25.539 1.379.134,463 115,77 115,77

SKAU 17.910 395.939,41 NIHIL

2. Penerbitan

SIPP 472 689.152,64 NIHIL

Sumber : Dinas Kehutanan Kab. Lumajang Tahun 2013

Page 64: BAB II - lumajangkab.go.id. Bab-2 (Kondisi Daerah... · pembangunan yang selama ini telah dicapai oleh kabupaten Lumajang. Basis data dan ... intensitas curah hujan pada tahun 2011

RPJMD Kabupaten Lumajang Tahun 2015-2019____________________________________________________

II-64

Potensi hutan rakyat yang cukup besar dari segi populasi pohon maupun

jumlah rumah tangga yang mengusahakannya ternyata mampu menyediakan bahan

baku industri kehutanan. Perkiraan potensi dan luas hutan rakyat yang dihimpun

sampai dengan tahun 2013 mencapai 7.641.333 m3 dengan luas 57.310,00 ha. Jumlah

pohon yang ada mencapai 22.924.000 batang, dengan jumlah pohon siap tebang

sebanyak 3.230.500 batang. Perbandingan jumlah RT Petani Kehutanan tahun 2012 -

2013, sebagaimana tabel berikut :

Tabel : 2.41.

Perbandingan Jumlah RT Petani Kehutanan

Tahun 2012 – 2013

No. Uraian Th. 2012 Th. 2013 %

Naik/Turun

1. Jml. RT Petani Kehutanan 9.921 11.558 17

2. Jml. Kelompok Tani Kehutanan 134 135 0,75 Sumber : Dinas Kehutanan Kab. Lumajang Tahun 2013

Untuk jumlah pengusaha kehutanan sampai dengan tahun 2013 dapat

dibandingkan sebagaimana tabel berikut :

Tabel : 2.42.

Perbandingan Jumlah Pengusaha Kehutanan

Tahun 2012 - 2013

No. Uraian Th. 2011 Th. 2012 %

Naik/Turun

1. Jumlah Pengusaha

Pengolahan Hasil Hutan yang

terdaftar

50 71 42

2. Jml. Penangkar Bibit

Swadaya

86 86 0

Sumber : Dinas Kehutanan Kab. Lumajang Tahun 2013

Penanganan lahan kritis selama tahun 2013 berupa penambahan luasan hutan

rakyat dan reboisasi ditaksir dapat mengurangi jumlah luasan areal lahan kritis

sebanyak 415,40 ha atau 2,84 persen dari luas lahan kritis hasil inventarisasi BPDAS

Sampean Bondowoso tahun 2012 yaitu 14.627,60 ha. Sehingga Luas lahan kritis yang

belum tertangani di akhir tahun 2013 sebesar 14.212,20 ha yang terdiri dari lahan

kritis dalam kawasan hutan seluas 6.680,78 ha dan di luar kawasan seluas 7.531,42

ha. Keberhasilan ini disebabkan karena berhasilnya kegiatan penghijauan dan

reboisasi pada lahan-lahan kritis, baik yang dilaksanakan melalui kegiatan Dinas

Kehutanan, Perum Perhutani, dan TNBTS Kabupaten Lumajang maupun swadaya

masyarakat. Sebagai gambaran terhadap upaya dimaksud, dapat dijelaskan melalui

tabel berikut :

Page 65: BAB II - lumajangkab.go.id. Bab-2 (Kondisi Daerah... · pembangunan yang selama ini telah dicapai oleh kabupaten Lumajang. Basis data dan ... intensitas curah hujan pada tahun 2011

RPJMD Kabupaten Lumajang Tahun 2015-2019____________________________________________________

II-65

Tabel : 2.43.

Perbandingan Jumlah Penanganan Luasan Hutan dan Sumber Mata Air

Tahun 2012 – 2013

No. Uraian Th. 2012 Th.2013 % Naik/

Turun

1. Jml. Luasan Hutan Negara (Ha.) 59.462 59.462 Tetap

2. Jml. Kerusakan Hutan Negara (Ha.) 6.799,18 6.680,78 (1,74)

3. Kerusakan Kawasan Hutan Negara (%) 11,45 11,23 (1,92)

4. Jml. Luasan Hutan Negara Yang

Tertangani (Ha)

274,3 118,4 (56,84)

5. Jml Keseluruhan Sumber Mataair 326 326 Tetap

6. Jumlah sumber mata air yang dilakukan

penghijauan (buah)

10 1 (90)

Sumber : Dinas Kehutanan Kab. Lumajang Tahun 2013

Tabel : 2.44.

Penghijauan Catchment Area Tahun 2013

No. Kecamatan Desa Luas (ha) Sumber/Blok

1 Candipuro Sumbermujur 2 Sumber Umbulan

Sumber : Dinas Kehutanan Kab. Lumajang Tahun 2013

Tabel : 2.45.

Penghijauan Jalan Tahun 2013

No. Kecamatan Desa Jenis Tanaman Volume

1. Pronojiwo Tamanayu Mahoni 2,0 km

Oro-oro Ombo Mahoni 2,0 km

2. Padang Kalisemut Mahoni 1,5 km

3. Sumbersuko Grati Mahoni 2,0 km

4. Tempeh Sumberjati Mahoni 2,0 km

Besuk Mahoni 1,5 km

5. Gucialit Dadapan Mahoni 2,0 km

6. Ranuyoso Alun-alun Mahoni 2,0 km

Sumber : Dinas Kehutanan Kab. Lumajang Tahun 2013

Tabel : 2.46.

Penghijauan lahan kritis luar kawasan Hutan Tahun 2013 No. Kecamatan Jenis Tanaman Luas (Ha)

1. Tempursari Sengon 52,50

2. Pronojiwo Sengon 50,00

3. Candipuro Sengon 39,00

4. Pasirian Sengon 19,50

9. Randuagung Sengon 15,00

12. Pasrujambe Sengon 30,00

13. Senduro Sengon 94,00

14. Gucialit Sengon 16,30

15. Kedungjajang Sengon 30,00

16. Klakah Sengon 16,40

17. Ranuyoso Sengon 55,70

Sumber : Dinas Kehutanan Kab. Lumajang Tahun 2013

Page 66: BAB II - lumajangkab.go.id. Bab-2 (Kondisi Daerah... · pembangunan yang selama ini telah dicapai oleh kabupaten Lumajang. Basis data dan ... intensitas curah hujan pada tahun 2011

RPJMD Kabupaten Lumajang Tahun 2015-2019____________________________________________________

II-66

2.3.2.4. Aspek ESDM

Pemanfaatan energi listrik sampai dengan tahun 2013 dari keseluruhan

jumlah dusun sebanyak 865 dusun yang telah teraliri jaringan listrik sebanyak 758

dusun. Secara keseluruhan jumlah dusun yang belum mendapat jaringan listrik

sebanyak 107 dusun. Untuk memenuhi kebutuhan listrik pada wilayah-wilayah yang

belum teraliri listrik akan dilaksanakan pemenuhannya secara bertahap.

Di samping upaya penyediaan energi listrik yang berasal dari PLN,

Pemerintah Kabupaten Lumajang juga berupaya untuk menyediakan listrik untuk

masyarakat yang tidak terjangkau layanan listrik PLN, yaitu dengan menggunakan

Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dan Pembangkit Listrik Tenaga Mikro

Hidro (PLTMH) yang merupakan alternatif dengan menggunakan teknologi

sederhana untuk menghasilkan sumber energi dengan kemampuan output di bawah

500 KW dan pemanfaatan energi biogas dengan memanfaatkan kotoran sapi. Sampai

tahun 2013 jumlah dusun yang telah memanfaatkan PLTMH di Kabupaten Lumajang

sebanyak 4 dusun, dan memanfaatan biogas sejumlah 30 unit yang tersebar di 13

Desa.

2.3.2.5. Aspek Pariwisata

Pelaksanaan pembangunan urusan pariwisata yang melekat dalam seluruh

aspek kehidupan dan mempunyai daya ungkit strategis dalam memacu pertumbuhan

daerah. Pembangunan urusan pariwisata diarahkan untuk mendukung pencapaian

sasaran prioritas pembangunan Kabupaten Lumajang dengan indikator peningkatan

jumlah kunjungan wisatawan. Adapun capaian dari indikator tersebut selama tahun

2013 sebagaimana penjelasan dalam tabel berikut :

Tabel : 2.47.

Perbandingan Jumlah Kunjungan Wisatawan Per Obyek Wisata

Tahun 2012 - 2013

No Nama Obyek

Tahun 2012 Tahun 2013 % Naik/

Turun Wisnu Wisman Wisnu Wisman

1 Selokambang 244.878 32 139.702 3 T. 42,96

2 Waterpark 143.499 4 41.929 0 T. 70,78

3 Ranu Klakah 4.124 35 15.577 3 N. 274

4 Ranu Pakis 657 26 986 0 N. 44,36

5 Ranu Bedali 550 30 626 0 N. 7,9

6 Pantai Bambang 108.329 0 28.106 0 T. 74,05

7 Pantai Watu Pecak 10.082 0 17.531 0 N. 73,88

8 Pantai Wotgalih 17.319 0 17.285 0 T. 0,20

9 Pantu Watu Godeg 15.140 1 16.253 0 N. 7,34

Page 67: BAB II - lumajangkab.go.id. Bab-2 (Kondisi Daerah... · pembangunan yang selama ini telah dicapai oleh kabupaten Lumajang. Basis data dan ... intensitas curah hujan pada tahun 2011

RPJMD Kabupaten Lumajang Tahun 2015-2019____________________________________________________

II-67

No Nama Obyek

Tahun 2012 Tahun 2013 % Naik/

Turun Wisnu Wisman Wisnu Wisman

10 Pantai TPI Permai 25.302 2 18.423 2 T. 27,19

11 Goa Tetes 2.973 0 6.106 0 N. 105,38

12 Hutan Bambu 3.382 10 12.584 1 N. 271,02

13 Situs Biting 1.217 0 2.315 0 N. 90,22

14 Candi Randu Agung 667 0 3.031 0 N. 354,42

15 Candi Gedung Putri 376 0 2.726 0 N. 625

16 Pure Mandara Giri 92.723 710 32.406 512 T. 64,01

17 Telaga Semeru 5.831 0 14.839 0 N. 154,48

18 Kayu Batu 3.957 0 16.715 0 N. 322,42

19 Al Kautsar 3.520 0 16.675 0 N. 373,72

20 Joyokarto 2.092 0 18.132 4 N. 766,92

21 Gunung Fuji 4.007 0 9.064 0 N. 126,2

22 Ranu Pani 7.861 870 22.688 353 N. 163,9

23 Piket Nol 4.412 0 8.294 0 N. 87,99

24 Agro Royal Family 2.574 27 3.503 34 N. 35,99

JUMLAH 705.472 1.747 856.410 2.079 N. 17,62

Sumber : Kantor Pariwisata Kab. Lumajang Tahun 2013

Berdasarkan tabel kunjungan wisatawan ke Kabupaten Lumajang pada tahun

2013 dapat diketahui bahwa jumlah wisatawan yang berkunjung adalah sebanyak

858.489 orang yang terdiri dari wisnu 856.410 orang dan wisatawan manca negara

(wisman) internasional mencapai jumlah 2.079 orang. Pertumbuhan jumlah

wisatawan pada tahun 2013 mengalami Kenaikan sebesar 17,62 persen atau sebesar

151.270 orang dari tahun sebelumnya yang sebesar 707.219 orang. Sedangkan

pertumbuhan penerimaan dari sektor pariwisata secara keseluruhan mengalami

kenaikan sebesar Rp. 265.465.400 atau 14,99 persen dari tahun 2012 yang sebesar Rp.

1.770.798.600,-

Tabel 2.48.

Kontribusi Pendapatan Pariwisata Tahun 2012 – 2013

No. Nama Obyek

Tahun 2012 Tahun 2013 % Naik/

Turun Kontribusi (Rp). Kontribusi (Rp).

1 Selokambang 1.076.227.000,- 1.230.275.000,- N. 14,31

2 Waterpark 583.817.100,- 613.151.000,- N. 5,02

3 Pantai Bambang 50.000.000,- 100.000.000,- N. 100

4 Pantai Wotgalih 2.000.000,- 5.500.000,- N. 175

5 Pantai TPI Permai 9.800.000,- 15.602.000,- N. 59,20

6 Goa Tetes 3.499.500,- 5.180.000,- N. 48,02

7 Segitiga Ranu 44.955.000,- 66.556.000,- N. 48,05

JUMLAH 1.770.798.600,- 2.036.264.000,- N. 14,99

Sumber : Kantor Pariwisata Kab. Lumajang Tahun 2013

Page 68: BAB II - lumajangkab.go.id. Bab-2 (Kondisi Daerah... · pembangunan yang selama ini telah dicapai oleh kabupaten Lumajang. Basis data dan ... intensitas curah hujan pada tahun 2011

RPJMD Kabupaten Lumajang Tahun 2015-2019____________________________________________________

II-68

Prospek usaha penunjang sektor pariwisata di Kabupaten Lumajang cukup

baik, hal ini dapat dilihat dari stabilnya tingkat Pendapatan Wisata Terutama Wisata

Pemandian Selokambang dan Waterpark. Untuk memenuhi kebutuhan para

wisatawan, tersedia obyek-obyek wisata lainnya yang meliputi 25 (dua puluh lima)

obyek wisata diantaranya wisata Pemandian Alam Selokambang, Waterpark, Segita

Ranu, Pantai Bambang, Pantai Wot Galih, Pantai Tempursari, Goa Tetes, dan lainnya.

2.3.2.6. Aspek Industri

Pada tahun 2013 nilai produksi mengalami kenaikan, hal ini ditunjukkan

dengan realisasi omset nilai produksi tahun 2012 sebesar Rp. 963.287.835 naik

menjadi Rp. 1.129.895.610 pada tahun 2013 dengan tingkat kenaikan sebesar 17,30

persen. Jika dibandingkan dengan target pada tahun 2013 yaitu nilai produksinya

sebesar Rp. 588.103.335 maka tingkat capaiannya sebesar 97,08 persen yang berarti

lebih tinggi sebesar 197,08 persen dari target.

Tabel : 2.49.

Perkembangan Industri di Kabupaten Lumajang

Tahun 2012 – 2013

No Th. Katagori Unit

Usaha

Nilai Investasi

(Rp. 000,-)

Nilai Produksi

(Rp.000,-)

Tenaga

Kerja

1. 2012 Industri Besar 0 0 0 0

Indst. Menengah &

Kecil

552 99.879.893 963.287.835 15.970

Non Formal 12.817 14.752.480 529.124.320 33.684

Jumlah 13.369 114.632.373 1.415.389.155 49.654

2.

2013 Industri Besar

0

0

0

0

Indst. Menengah &

Kecil

578

105.967.734

1.129.895.610

16.588

Non Formal

12.904

15.427.159

601.569.878

33.928

Jumlah 13.482 121.394.893 1.731.465.488 50.516

Sumber : Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kab. Lumajang Tahun 2013

Pembangunan urusan industri yang dilakukan selama tahun 2013 telah

mampu mendorong peningkatan pertumbuhan unit industri, baik industri besar,

menengah dan kecil maupun industri kerajinan rakyat. Jumlah industri menengah

pada tahun 2012 sebanyak 552 usaha dan tahun 2013 mengalami kenaikan sebanyak

26 usaha menjadi 578 usaha, sedangkan industri informal (usaha mikro dan kerajinan

rumah tangga) pada tahun 2012 sebanyak 12.817 usaha dan pada tahun 2013

mengalami kenaikan sebanyak 87 usaha menjadi 12.904 usaha. Pertumbuhan industri

informal dipicu adanya peluang untuk membuka usaha baru utamanya makanan

Page 69: BAB II - lumajangkab.go.id. Bab-2 (Kondisi Daerah... · pembangunan yang selama ini telah dicapai oleh kabupaten Lumajang. Basis data dan ... intensitas curah hujan pada tahun 2011

RPJMD Kabupaten Lumajang Tahun 2015-2019____________________________________________________

II-69

olahan, karena tersedia bahan baku yang melimpah, seperti buah pisang, ubi-ubian,

salak dan nangka.

Sedangkan jumlah tenaga kerja yang terserap di urusan industri mengalami

kenaikan yaitu tahun 2012 sebanyak 49.654 orang menjadi 50.516 orang pada tahun

2013, hal ini disebabkan adanya kenaikan investasi. Disamping itu juga, di sisi

produktivitas urusan industri memberikan sumbangan yang cukup signifikan terhadap

pertumbuhan perekonomian Kabupaten Lumajang, khususnya pada industri

pengolahan terhadap produk domestik regional bruto atas dasar harga konstan tahun

2012 sebesar 13,50 persen dan meningkat pada tahun 2013 sebesar 13,57 persen dari

total PDRB Kabupaten Lumajang sebesar Rp. 19.614.554,55 juta sehingga

memberikan dampak terhadap peningkatan pendapatan masyarakat, perluasan

lapangan kerja dan memperluas kesempatan berusaha. Di samping itu juga,

pembangunan industri ke depan diarahkan dalam rangka mewujudkan industri yang

tangguh dan mandiri yang dapat bersaing di era globalisasi.

Selanjutnya untuk peningkatan nilai produksi tahun 2012 – 2013 dari 21 kecamatan

sebagaimana tabel berikut :

Tabel : 2.49.

Peningkatan Nilai Produksi IKM Formal di Kabupaten Lumajang

Tahun 2012 – 2013

Kecamatan Nilai PRODUKSI (Rp.000) %

Naik/Turun Tahun 2012 Tahun 2013

1. Tempursari 3.033.983 3.307.441 9.01

2. Pronojiwo 22.926.108 24.562.618 7.14

3. Candipuro 56.447.815 62.963.228 11.54

4. Pasirian 61.663.182 67.829.387 10.00

5. Tempeh 374.583.405 443.637.816 18.43

6. Lumajang 64.873.660 72.364.026 11.55

7. Tekung 6.648.335 7.346.407 10.50

8. Kunir 10.253.503 11.791.724 15.00

9. Yosowilangun 11.728.474 13.253.175 13.00

10. Rowokangkung 1.655.070 2.081.337 25.76

11. Jatiroto 13.515.245 7.274.513 (46.18)

12. Randuagung 4.286.725 4.615.397 7.67

13. Sukodono 20.064.112 22.271.165 11.00

14. Senduro 17.308.627 19.027.489 9.93

15. Gucialit 817.990 894.789 9.39

16. Kedungjajang 10.653.487 11.345.943 6.50

17. Klakah 148.293.250 159.787.915 7.75

18. Ranuyoso 4.980.573 5.478.628 10.00

19. Pasrujambe 52.670.878 55.831.627 6.00

20. Padang 8.685.493 9.554.042 10.00

21. Sumbersuko 68.197.920 124.676.943 82.82

Jumlah 963.287.835 1.129.895.610 17.30

Sumber : Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kab. Lumajang Tahun 2013

Page 70: BAB II - lumajangkab.go.id. Bab-2 (Kondisi Daerah... · pembangunan yang selama ini telah dicapai oleh kabupaten Lumajang. Basis data dan ... intensitas curah hujan pada tahun 2011

RPJMD Kabupaten Lumajang Tahun 2015-2019____________________________________________________

II-70

Untuk peningkatan sentra-sentra usaha yang berbasis teknologi dan barang /

produk yang berhasil memperoleh pengakuan pemenuhan standar/ kualifikasi mutu/

atau yang berstandar SNI secara rinci perkembangan industri dapat dilihat pada tabel

berikut :

Tabel : 2.50.

Peningkatan Sentra- Sentra Usaha

di Kabupaten Lumajang Tahun 2012 - 2013

No URAIAN Tahun 2012 Tahun 2013 %

Naik/Turun

1. Jumlah sentra usaha berbasis teknologi

(ber GKM dan yg tidak) 116 118 1,72

2. Jumlah sentra usaha berbasis teknologi

yang ber GKM. 17 17 0

Sumber : Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kab. Lumajang Tahun 2013

Tabel : 2.51.

Peningkatan Produk Ber- SNI

di Kabupaten Lumajang Tahun 2012 – 2013

No URAIAN Th. 2012 Th. 2013 %

Naik/Turun

1. Jumlah Jenis Produk Yang

Diperdagangkan 167 189 13,71

2. Jumlah Produk Yang Ber-SNI 30 32 6,67

Sumber : Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kab. Lumajang Tahun 2013

2.3.2.7. Aspek Perdagangan

Perkembangan nilai perdagangan tahun 2012 - 2013 sebagaimana tabel

berikut :

Tabel : 2.52

Perkembangan Jumlah Eksportir, Volume dan Nilai Ekspor

Tahun 2012 - 2013

No. Uraian 2012 2013

1 Jumlah eksportir 19 16

2 Volume (Kg) 69.268.285.000 53.682.802.000

3 Nilai ( Rp ) 314.678.755.000 569.597.153.225

Sumber : Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kab. Lumajang Tahun 2013

Untuk perkembangan nilai ekspor berdasarkan komoditi adalah sebagai

berikut :

Page 71: BAB II - lumajangkab.go.id. Bab-2 (Kondisi Daerah... · pembangunan yang selama ini telah dicapai oleh kabupaten Lumajang. Basis data dan ... intensitas curah hujan pada tahun 2011

RPJMD Kabupaten Lumajang Tahun 2015-2019____________________________________________________

II-71

Tabel : 2.53.

Perkembangan Nilai Ekspor Kabupaten Lumajang

Tahun 2012 – 2013

Komoditi Tahun 2012

Tahun 2013

Perkem-

bangan %

1. Kayu olahan 155.968.383.000 386.123.531.170 59,61

2. Sumpit bambu - -

3. Mebel kayu - -

4. Kerajinan perak 56.810.425.000 54.253.956.000 (4,5)

5. Garment - -

6. Tembakau - 49.643.588.930 -

7. Teh 9.741.555.000 - -

8. Kakao 1.467.800.000 - -

9. Plastik Bekas 30.078.900.000 35.965.322.125 19,57

10 Udang windu - -

11 Udang Lokal - -

12 Udang Vannamae 23.064.375.000 41.990.940.000 82,06

13 Udang Baron 231.975.000 241.875.000 4,27

14 Ikan Kakap 689.600.000 154.600.000 (77,56)

15 Ikan Kerapu 612.320.000 229.600.000 (62,50)

16 Ikan cucut - -

17 Ikan Layur 695.476.000 616.500.000 (11,36)

18 Ikan Lele - - -

19 Bekicot 331.361.000 377.240.000 13,85

JUMLAH 314.678.755.000 569.597.153.225 81,00

Sumber : Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kab. Lumajang Tahun 2013

Perkembangan nilai perdagangan tahun 2012 - 2013 sebagaimana berikut :

Tabel : 2.54.

Perkembangan Nilai Perdagangan Kabupaten Lumajang

Tahun 2012 - 2013

Uraian

Nilai ekspor

(Rp. 000)

Nilai perdagangan daerah

(Rp. 000)

Target Realisasi Target Realisasi

Tahun 2012 202.018.518.000 314.678.755.000 1.496.796.000.000 2.141.777.500.000

Tahun 2013 222.220.370.000 569.597.153.225 1.580.419.000.000 1.999.582.769.524

Sumber : Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kab. Lumajang Tahun 2013

Perkembangan produk unggulan daerah tahun 2012 - 2013 sebagaimana tabel

berikut:

Tabel : 2.55.

Perkembangan Produk Unggulan Daerah

Tahun 2012 – 2013

No Jenis Komoditi Thn Unit

Usaha

Tenaga

Kerja

Kapa

sitas Satuan Pemasaran

1 Industri Kecil

Perhiasan Perak 2013 388 1.760 6.309

Kg

Lokal, Nasional,

Regional dan

Luar Negri

(Belanda, Jerman,

AS, , Australia)

2012 388 1.816 6.606

Page 72: BAB II - lumajangkab.go.id. Bab-2 (Kondisi Daerah... · pembangunan yang selama ini telah dicapai oleh kabupaten Lumajang. Basis data dan ... intensitas curah hujan pada tahun 2011

RPJMD Kabupaten Lumajang Tahun 2015-2019____________________________________________________

II-72

No Jenis Komoditi Thn Unit

Usaha

Tenaga

Kerja

Kapa

sitas Satuan Pemasaran

2 Industri Kecil Gula

Kelapa 2013 1.978 4.825 12.901

Ton Lokal, Nasional,

Regional 2012 1.967 4.805 12.618

3 Industri Kecil

Kripik Pisang 2013 218 906 949,45

Ton

Lokal, Nasional,

Regional dan

Luar Negri 2012 211 881 886,83

4 Industri Kayu

Olahan 2013 25 5.826 229.650

M3

Jepang,

Hongkong,

Singapura,

Australia,

Belanda, Jerman 2012 25 5.570 245.908

Sumber : Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kab. Lumajang Tahun 2013

Untuk melihat meningkatnya dinamika perkembangan usaha baik industri

maupun perdagangan dilihat melalui jumlah industri dan usaha perdagangan yang

memiliki perijinan, sebagaimana tabel berikut :

Tabel : 2.56.

Jumlah Industri dan Usaha Perdagangan Yang Berijin

Tahun 2012 – 2013

No URAIAN Th. 2012 Th. 2013 %

Naik/Turun

1. Jumlah keseluruhan Industri 13.369 13.482 0,84

2. Jumlah Industri Yang Telah

Terdaftar (kumulatif) 552 578 4,7

3. Jumlah keseluruhan Usaha

Perdagangan 46.238 48.550 5

4. Jumlah Usaha Perdagangan Yang

Telah Mendapat Tanda Daftar

(Kumulatif)

13.160 13.880 5,5

5. Jumlah Usaha Perdagangan Berijin 14.242 15.246 7,05

6. Jumlah Keseluruhan Gudang 320 352 10

7. Jumlah Gudang Yang Telah

Mendapatkan Tanda Daftar 320 336 5

Sumber : Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kab. Lumajang Tahun 2013

Jumlah pasar di Kabupaten Lumajang tahun 2013 sebanyak 29 buah, yang

terdiri dari pasar daerah dan pasar swasta, dengan rincian sebagaimana tabel berikut:

Tabel : 2.57.

Jumlah Pasar di Kabupaten Lumajang Tahun 2013

No Uraian Tahun

2013

1. Jumlah Pasar Daerah 29

2. Jumlah Pasar Swasta 19

Sumber : Dinas Pasar Kabupaten Lumajang Tahun 2013

Page 73: BAB II - lumajangkab.go.id. Bab-2 (Kondisi Daerah... · pembangunan yang selama ini telah dicapai oleh kabupaten Lumajang. Basis data dan ... intensitas curah hujan pada tahun 2011

RPJMD Kabupaten Lumajang Tahun 2015-2019____________________________________________________

II-73

Perkembangan peningkatan kapasitas pedagang pasar di Kabupaten

Lumajang tahun 2012 - 2013 sebagaimana tabel berikut :

Tabel : 2.58.

Peningkatan Kapasitas Pedagang

No Uraian Tahun

2012

Tahun

2013

% Naik /

Turun

1. Jumlah Pedagang Pasar Daerah 6.014 6.773 NAIK

2. Jumlah Pedagang Yang Tertampung

di Pasar Seluruhnya

6.014 6.773 NAIK

3. Perkiraan Jumlah Pedagang Yang

Telah Tertampung dan Yang Belum

Tertampung di Seluruh Pasar

6.014 6.773 NAIK

Sumber : Dinas Pasar Kabupaten Lumajang Tahun 2013

Daya tampung pasar di Kabupaten Lumajang tahun 2013 sebagaimana tabel

berikut :

Tabel : 2.59.

Daya Tampung Pasar di Kabupaten Lumajang Tahun 2013 No Uraian Tahun 2013

1. Luas Seluruh Pasar Daerah (m2) 169.878 m2

2. Luas Seluruh Pasar Swasta (m2) 8.500 m2

3. Luas Seluruh Pasar Yang Belum

Dikelola / Tumbuh (m2)

4.000 m2

4. Luas Pasar (1+2+3) seluruhnya (m2) 169.878 m2

5. Perkiraan Kebutuhan Luas Pasar Bagi

Pedagang Yang Telah Tertampung dan

Yang Belum Tertampung di Seluruh

Pasar (m2)

10.000 m2

Sumber : Dinas Pasar Kabupaten Lumajang Tahun 2013

Perkembangan peningkatan kelayakan pasar di Kabupaten Lumajang tahun

2012 - 2013 sebagaimana tabel berikut :

Tabel : 2.60.

Peningkatan Kelayakan Pasar

No Uraian Tahun

2012

Tahun

2013

% Naik

/ Turun

1. Jumlah Pasar Daerah 28 29 TETAP

2. Jumlah Pasar Daerah Kondisi Baik

(21% - 0% Bangunan Rusak)

18 6 TURUN

3. Jumlah Pasar Daerah Kondisi Sedang

(49% - 20% Bangunan Rusak)

3 13 NAIK

4. Jumlah Pasar Daerah Kondisi Rusak

Berat (80% - 50% Bangunan Rusak)

2 10 NAIK

5. Jumlah Seluruh Pasar Daerah Kondisi

Rusak

5 23 NAIK

Sumber : Dinas Pasar Kabupaten Lumajang Tahun 2013

Jumlah Pasar Daerah dalam kondisi rusak meningkat dikarenakan dana

anggaran tahun 2012 dan 2013 tidak mencukupi dalam kegiatan pemeliharaan seluruh

Page 74: BAB II - lumajangkab.go.id. Bab-2 (Kondisi Daerah... · pembangunan yang selama ini telah dicapai oleh kabupaten Lumajang. Basis data dan ... intensitas curah hujan pada tahun 2011

RPJMD Kabupaten Lumajang Tahun 2015-2019____________________________________________________

II-74

pasar daerah, sehingga penanganannya diprioritaskan pada pasar dengan kondisi rusak

berat terlebih dahulu.

Perkembangan peningkatan kapasitas tenaga kerja pengelola pasar di

Kabupaten Lumajang tahun 2012 - 2013 sebagaimana tabel berikut :

Tabel : 2.61.

Peningkatan Kapasitas Tenaga Kerja Pengelola Pasar

No Uraian Tahun

2012

Tahun

2013

% Naik /

Turun

1. Jumlah Tenaga Kerja Pasar Umum

Daerah

112 142 NAIK

2. Jumlah Tenaga Kerja Pasar Hewan 13 11 TURUN

3. Jumlah Tenaga Kerja Pasar Daerah +

Hewan (1+2)

125 153 NAIK

4. Jumlah Pasar Umum Daerah 24 25 NAIK

5. Jumlah Pasar Hewan 4 4 TETAP

6. Jumlah Pasar Daerah + Pasar Hewan

(4+5)

28 29 NAIK

Sumber : Dinas Pasar Kabupaten Lumajang Tahun 2013

2.3.2.8. Aspek Transmigrasi

Dengan bertambahnya wawasan, pemahaman dan persepsi masyarakat

tentang ketransmigrasian diharapkan minat masyarakat untuk mengikuti program

transmigrasi juga meningkat. Pada tahun 2013 telah diberangkatkan sebanyak 15 KK

dari target sebanyak 40 KK atau 37,50 persen. Hal ini disebabkan karena adanya

kebijakan pembatasan jumlah penerimaan transmigran di daerah tujuan.

Tabel : 2.62.

Terget dan Realisasi Pemberangkatan Transmigran

Kabupaten Lumajang Tahun 2013

No. Target

(KK)

Realisasi

(KK) Asal Transmigran Daerah Penempatan

1 40 10 - Kec. Kedungjajang (1KK)

- Kec. Sumbersuko (1KK)

- Kec. Yosowilangun (5KK)

- Kec. Tempursari (2 KK)

- Kec. Kunir (1 KK)

Kab. Nunukan Prop.

Kalimantan Timur

2 5 5 - Kec. Yosowilangun (1KK)

- Kec. Sukodono (1 KK)

- Kec. Kedungjajang (1KK)

- Kec. Tekung (1KK)

- Kec. Klakah (1KK)

Kab. Buton Utara Prop.

Sulawesi Tenggara

Sumber : Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kab. Lumajang Tahun 2013

Page 75: BAB II - lumajangkab.go.id. Bab-2 (Kondisi Daerah... · pembangunan yang selama ini telah dicapai oleh kabupaten Lumajang. Basis data dan ... intensitas curah hujan pada tahun 2011

RPJMD Kabupaten Lumajang Tahun 2015-2019____________________________________________________

II-75

Tabel : 2.63.

Perkembangan Jumlah Transmigran Kabupaten Lumajang Berdasarkan

Provinsi Penerima Transmigran Tahun 2007 – 2013

NO PROVINSI TAHUN (KK)

2007 2008 2009 2010 2011 2012 2013

1 Sumatra Utara - - - - - - -

2 Sulawesi Tengah - - 10 15 15 10 -

3 Bengkulu 10 - 10 10 15 10 -

4 Sumatra Selatan 25 10 - - - - -

5 Kalimantan Selatan - - - - - - -

6 Sumatra Barat 10 - - - - - -

7 Gorontalo 5 - - - - - -

8 Kalimantan Timur 5 - - 10 - - 10

9 Sulawesi Selatan - 20 - - - - -

10 Sulawesi Tenggara - - - - - - 5

11 Jambi - - 10 - - - -

12 Maluku Utara - - - - - 10 -

JUMLAH 55 30 30 45 30 30 15

Sumber : Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kab. Lumajang Tahun 2013

Untuk meningkatkan kerjasama antar wilayah, antar pelaku, dan antar sektor

dalam rangka pengembangan kawasan transmigrasi, pada tahun 2013 telah

direalisasikan perjanjian kerjasama lokasi transmigrasi dengan :

1) Pemerintah Kabupaten Nunukan Propinsi Kalimantan Utara lokasi penempatan

untuk 10 KK calon transmigran dengan lokasi penempatan UPT. Simanggaris SP5

Kecamatan Nunukan Kabupaten Nunukan

2) Pemerintah Kabupaten Buton Utara Propinsi Sulawesi Tenggara lokasi

penempatan untuk 5 KK calon transmigran dengan lokasi penempatan UPT.

Laeya Kecamatan Wokorumba Utara Kabupaten Buton Utara.

2.4. Aspek Daya Saing Daerah

Daya saing daerah merupakan kemampuan perekonomian daerah dalam

mencapai pertumbuhan tingkat klesejahteraan yang tinggi dan berkelanjutan dengan

tetap terbuka pada persaingan dengan wilayah lain yang berdekatan maupun

secaranasional dan internasional. Aspek daya saing daerah terdiri dari kemampuan

ekonomi daerah, fasilitas wilayah atau infrastruktur, iklim berinvestasi dan sumber

daya manusia.

Analisis terhadap aspek daya saing daerah dapat dilakukan melalui beberapa

indikator antara lain; peningkatan PAD, investasi aset pemerintah, kondisi jalan

Page 76: BAB II - lumajangkab.go.id. Bab-2 (Kondisi Daerah... · pembangunan yang selama ini telah dicapai oleh kabupaten Lumajang. Basis data dan ... intensitas curah hujan pada tahun 2011

RPJMD Kabupaten Lumajang Tahun 2015-2019____________________________________________________

II-76

penghubungan, angkutan darat, jumlah pelabuhan laut/terminal, meningkatnya pola

pangan harapan, pengeluaran konsumsi rumah tangga, produktivitas total daerah,

fasilitas wilayah atau infrastruktur, penataan ruang, ketaatan terhadap RTRW, luas

lahan produktif dan sebagainya.

Selanjutnya berdasarkan sektor pertanian kontribusi sektor pertanian terhadap

PDRB sebesar 2.801.689,24 juta rupiah dan kontribusi sektor kehutanan terhadap

PDRB sebesar 67.214,62 juta rupiah. Di sektor peternakan pada tahun 2010 populasi

sapi potong sebanyak 200.577 ekor; kambing 82.972 ekor; domba 33.458 ekor; ayam

buras sebanyak 970.907 ekor; ayam ras petelur 431.036 ekor dan ayam ras pedaging

sebesar 1.512.496 ekor dan itik sebanyak 288.531 ekor. Di sektor kelautan produksi

ikan tahun 2011 tercatat sebanyak 7.027.216, dari peraiaran umum

sebanyak1.038.078dan budidaya sebanyak 2.545.738.

Dalam hal keamanan jumlah linmas diperkirakan sebanyak 12.537 orang di

desa 37 orang di linmas kabupaten 21 orang di seluruh Kecamatan se-Kabupaten

Lumajang. Selanjutnya dari sisi sumberdaya manusia yang ada khususnya berkaitan

dengan ketenagakerjaan terlihat menurut BPS tahun 2011di kabupaten Lumajang

menunjukkan angka pencari kerja sebanyak 3.868 orang dengan tingkat pendidikan

yang bervariasi. Dilihat dari tingkat pendidikan terbanyak berasal dari jenjang SLTA,

yaitu mencapai sebesar 1.355 orang. Sebaliknya paling rendah berasal dari SD, yaitu

hanya sebesar 193 orang. Sementara itu masih cukup banyak penduduk yang

terkategori sebagai pencari kerja berpendidikan SD bahkan tidak tamat SD. Menurut

catatan yang ada sebanyak 934 orang pencari kerja dengan pendidikan sekolah

menengah dan sebanyak 624 pencari kerja dengan pendidikan tamat akademi dan 762

orang dengan pendidikan sarjana. Ke depannya sangat dibutuhkan komitmen dan

sikap konsisten dari berbagai pihak untuk senantiasa memberikan dukungan

pembangunan terutama di bidang pendidikan agar terwujud cita-cita bagi

pengembangan sumber daya manusia yang benar-benar bekualitas.

Tidak dapat dipungkiri bahwa seluruh aktivitas masyarakat bergantung pada

moda pergerakan. Oleh karena itu, untuk meningkatkan pergerakan dalam kota dan

mempermudah akses antar daerah di Kabupaten Lumajang perlu ditingkatkan baik

dari segi kualitas maupun kuantitas dari angkutan kota yang ada. Dalam pengaturan

rute angkutan dalam Kabupaten Lumajang ditekankan rute tersebut mampu

memberikan pelayanan semaksimal mungkin untuk pergerakan penduduk dari

Page 77: BAB II - lumajangkab.go.id. Bab-2 (Kondisi Daerah... · pembangunan yang selama ini telah dicapai oleh kabupaten Lumajang. Basis data dan ... intensitas curah hujan pada tahun 2011

RPJMD Kabupaten Lumajang Tahun 2015-2019____________________________________________________

II-77

kawasan permukiman ke kawasan pusat pelayanan ataupun dengan kawasan

permukiman lainnya. Dengan demikian diharapkan setiap kawasan yang ada di

Kabupaten Lumajang memilki akses mudah dengan kawasan-kawasan lainnya.

Besarnya tingkat pergerakan penduduk harus ditunjang dengan oleh sarana

dan prasarana transportasi yang memadai. Salah satu sarana utama penunjang untuk

menunjang pergerakan penduduk adalah kendaraan penunpang umum. Dalam

perencanaan angkutan umum ini harus ada keterpaduan rute angkutan umum sehingga

tidak terjadi tumpang tindih rute dan jangkauan pelayanan dapat menjadi lebih luas

dan berkembang. Sedangkan rute angkutan umum antar kota direncanakan dapat

melayani pergerakan penumpang dengan tujuan antar kota. Adapun arahan sarana

angkutan umum adalah rencana pengembangan rute angkutan umum dengan rute :

a. Senduro - Gucialit – Sukodono ,

b. Rute Pasrujambe – Tempeh,

c. Rute Yosowilangun – Tempeh,

d. Rute Candipuro – Pasrujambe,

e. Rute Pasirian –Tempursari,

f. Rute Tempursari – Pronojiwo.

Rencana jaringan jalan Kabupaten Lumajang terdiri dari pengembangan

jaringan jalan baru dan peningkatan jalan yang ada. Pengembangan jaringan jalan

baru meliputi Jalan Lintas Selatan (JLS) sebagai bagian dari jalan strategis nasional

serta jalan bypass barat perkotaan yang melalui ruas Sukodono – Kedungjajang.

Sedangkan untuk peningkatan jaringan jalan meliputi :

a. Jalan nasional kolektor primer 2 meliputi 10 ruas;

b. Jalan provinsi kolektor primer 3 meliputi 6 ruas;

c. Jalan strategis provinsi meliputi 3 ruas;

d. Jalan kabupaten kolektor primer 4 meliputi 15 ruas;

e. Jalan kabupaten local primer meliputi 22 ruas;

f. Jalan strategis kabupaten meliputi Jalur Lingkar Timur Perkotaan dan Jalur

Lingkar Luar Kabupaten;

g. Jalan local primer antara PKL dengan PKLing meliputi 109 ruas; dan

h. Jalan lingkungan primer tersebar di seluruh wilayah kabupaten.

Page 78: BAB II - lumajangkab.go.id. Bab-2 (Kondisi Daerah... · pembangunan yang selama ini telah dicapai oleh kabupaten Lumajang. Basis data dan ... intensitas curah hujan pada tahun 2011

RPJMD Kabupaten Lumajang Tahun 2015-2019____________________________________________________

II-78

Salah satu pengembangan jaringan jalan adalah Jalan Lintas Selatan yang

merupakan Jalan Strategis Nasional. Adapun progres pembangunan Jalan Lintas

Selatan Kabupaten Lumajang sampai dengan tahun 2013 sebagai berikut:

Page 79: BAB II - lumajangkab.go.id. Bab-2 (Kondisi Daerah... · pembangunan yang selama ini telah dicapai oleh kabupaten Lumajang. Basis data dan ... intensitas curah hujan pada tahun 2011

RPJMD Kabupaten Lumajang Tahun 2015-2019____________________________________________________

II-78

Tabel. 2.64.

Progres Pembangunan Jalan Lintas Selatan (JLS) Kabupaten Lumajang sampai dengan Tahun 2013

No Nama ruas

Progres Penanganan fisik Progres Pembebasan

Lahan

Jalan Jembatan

Jumlah (Km) Rencana

(Km)

Badan Jalan

(Km)

Jalan Aspal

(Km) Rencana Realisasi Sisa

Realisasi Sisa Realisasi Sisa (Bh) (m) (Bh) (m) (Bh) (m) Rencana Realisasi Sisa

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16

1 Bts. Malang (Bulurejo)

– Pertigaan Dampar

22,66 0,00 22,66 0,00 22,66 50,00 755,00 1,00 40,00 49,00 715,00 22,66 0,60 22,06

2 Pertigaan Dampar –

Bago

8,00 2,00 6,00 0,00 8,00 5,00 320,00 0,00 0,00 5,00 320,00 8,00 2,00 6,00

3 Jarit - Bago 7,80 7,80 0,00 4,00 3,80 2,00 18,00 0,00 0,00 2,00 18,00 7,80 7,80 0,00

4 Bago – Selokanyar 4,60 4,60 0,00 0,00 4,60 4,00 20,00 4,00 20,00 0,00 0,00 4,60 4,60 0,00

5 Selokanyar –

Pandanwangi

6,30 6,30 0,00 0,00 6,30 4,00 413,00 4,00 413,00 0,00 0,00 6,30 6,30 0,00

6 Pandanwangi -

Jatimulyo

4,90 4,90 0,00 0,00 4,90 5,00 33,00 5,00 33,00 0,00 0,00 4,90 4,90 0,00

7 Jatimulyo – Wotgalih 4,10 4,10 0,00 0,00 4,10 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 4,10 4,10 0,00

8 Wotgalih – Bts. Jember 4,00 2,42 1,58 1,00 3,00 2,00 112,00 2,00 112,00 0,00 0,00 4,00 4,00 0,00

Jumlah 62,36 32,13 30,24 5,00 57,36 72,00 1.671,00 16,00 618,00 56,00 1.053,00 62,36 34,30 28,06

Page 80: BAB II - lumajangkab.go.id. Bab-2 (Kondisi Daerah... · pembangunan yang selama ini telah dicapai oleh kabupaten Lumajang. Basis data dan ... intensitas curah hujan pada tahun 2011

RPJMD Kabupaten Lumajang Tahun 2015-2019____________________________________________________

II-79

Peta Jalan Lintas Selatan