BAB II (2)

Download BAB II (2)

Post on 02-Aug-2015

90 views

Category:

Documents

0 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

<p>BAB I PENDAHULUAN 1.1 LATAR BELAKANG</p> <p>General anestesi/ anestesia umum adalah tindakan meniadakan nyeri secara sentral disertai hilangnya kesadaran dan bersifat pulih kembali (reversibel). Komponen anesthesia yang ideal terdiri atas hipnotik, analgesia, relaksasi otot. Cara pemberian anestesi umum dapat berupa parenteral (intramuscular/ intravena), perektal, dan inhalasi. Obat anestesi intravena adalah obat anestesi yang diberikan melalui jalur intravena, baik obat yang berkhasiat hipnotik atau analgetik maupun pelumpuh otot. Setelah berada didalam pembuluh darah vena, obat- obat ini akan diedarkan ke seluruh jaringan tubuh melalui sirkulasi umum, selanjutnya akan menuju target organ masing-masing dan akhirnya diekskresikan sesuai dengan farmakodinamiknya masing-masing. Anestesi yang ideal akan bekerja secara cepat dan baik serta mengembalikan kesadaran dengan cepat segera sesudah pemberian dihentikan. Selain itu batas keamanan pemakaian harus cukup lebar dengan efek samping yang sangat minimal. Tidak satupun obat anestesi dapat memberikan efek samping yang sangat minimal. Tidak satupun obat anestesi dapat memberikan efek yang diharapkan tanpa efek samping, bila diberikan secara tunggal. Pemilihan teknik anestesi merupakan hal yang sangat penting, membutuhkan pertimbangan yang sangat matang dari pasien dan faktor pembedahan yang akan dilaksanakan, pada populasi umum walaupun regional anestesi dikatakan lebih aman daripada general anestesi, tetapi tidak ada bukti yang meyakinkan bahwa teknik yang satu lebih baik dari yang lain, sehingga penentuan teknik anestesi menjadi sangat penting.</p> <p>1</p> <p>BAB II ANAMNESA</p> <p>A. IDENTITAS PASIEN Nama : Ny. T</p> <p>Jenis Kelamin : Perempuan Umur Pekerjaan Alamat Agama Bangsa : 42 tahun : IRT : Tumpang : Islam : Indonesia</p> <p>No MR: 644377</p> <p>B. Anamnesa Keluhahan Utama Riwayat Penyakit sekarang Pasien datang ke poliklinik bedah RSUD Kanjuruhan dengan keluhan benjolan pada leher depan bagian kanan bawah sejak 5 bulan yang lalu, menurut pasien awalnya benjolan tersebut kecil, tetapi semakin lama pasien merasakan benjolan tersebut semakin membesar dan tidak ada keluhan apa apa yang berkaitan dengan benjolan tersebut, dan pasien mengatakan tidak mengkonsumsi obat apapun sebelum terjadinya benjolan maupun sudah timbul benjolan untuk mengatasi benjolan tersebut. Namun ketika benjolan membesar pasien merasa tidak nyaman sehingga datang ke puskesmas tumpang, dan dikatakan untuk di rujuk ke RSUD Kanjuruhan Kepanjen Pasien mengeluh timbulnya benjolan di leher depan bagian kanan bawah sebesar telur ayam kampung. Perubahan suara (-), nyeri saat menelan (-), susah menelan (-), sesak nafas sewaktu tidur (-), demam (-), benjolan di tempat lain (-), : Benjolan pada leher sebelah kanan</p> <p>2</p> <p>jantung berdebar-debar (-), tangan gemetar (-), tangan berkeringat (-), rasa penuh di ulu hati (-). Riwayat diabetes melitus : disangkal.</p> <p>Riwayat paru paru kronik (asma, pneumonia, bronkitis) : disangkal Riwayat darah tinggi : disangkal</p> <p>Riwayat penyakit hati : disangkal Riwayat penyakit ginjal Riwayat Alergi : disangkal : Pasien mengaku tidak alergi terhadap makanan apapun maupun obat-obatan tertentu</p> <p>Pemeriksaan Fisik</p> <p>: : Compos Mentis : GCS : E4 M6 V5 : Cukup : 160 cm/ 45 kg</p> <p>Keadaan Umum Kesadaran Keadaan gizi TB/BB Vital Sign-</p> <p>TD</p> <p>: 120/90 mmHg : 20 x/menit : 80 x/menit : 36 oC Kepala : Pupil Isokor Kanan = Kiri, Refleks cahaya +/+, Konjungtiva Anemis -/-, Sklera Ikterik -/-, Leher : Pembesaran kelenjar getah bening (-), gerakan ekstensi dan fleksi bebas, Struma (-), sikatriks (-)</p> <p>- Pernafasan - Nadi-</p> <p>Suhu</p> <p>3</p> <p>Thorak - Jantung : Inspeksi : Iktus Palpasi : Iktus kordis di apeks</p> <p>Perkusi: batas jantung normal Auskultasi Paru : Inspeksi Palpasi Perkusi Auskultasi : BJ I, BJ II normal, BJ tambahan (-) : simetris stem femitus kanan = kiri : sonor : vesikuler (+) normal, Wheezing (-/-), Rhonki (-/-) Abdomen Inspeksi Palpasi : simetris : nyeri tekan (+) pada regio iliaka kanan Perkusi: Tympani (+) Auskultasi Ekstremitas Status Lokalis Regio colli anterior inferior dextra Inspeksi: Tampak benjolan sebesar telur ayam kampung, warna kulit sama dengan sekitar. Palpasi : Teraba sebuah massa soliter, ukuran 4 cm x 3 cm x 3 cm. Konsistensi kenyal, permukaan rata, batas tidak tegas, nyeri tekan (-), mobile, massa ikut bergerak saat menelan (+), pembesaran KGB di servikal, jugular, submandibular atau klavikular (-). : Peristaltik usus (+) Normal.</p> <p>: Akral hangat, edema (-).</p> <p>4</p> <p>Pemeriksaan Penunjang : Laboratorium (18 Juni 2012) :</p> <p>Darah Lengkap Hb Hitung leukosit Hitung trombosit Hitung eritrosit Hematokrit Hitung jenis GDS SGOT SGPT Ureum Kreatinin T3 T4 TSH</p> <p>12,3 g/dl 8.390 /cmm 414.000 /cmm 4,09 juta /cmm 35,4 % 2 / 0 / 64 / 30 / 4 93 16 u/l 15 u/l 45 mg/dl 1,01 mg/dl 1,39 103,28 0,64</p> <p>12 16 g/dl 4000 11.000 /cmm 150.000 450.000 /cmm 3 6 juta /cmm 37 47 % 1-5 / 0-1 / 50-70 / 20-35 / 3-8 Anest/Operasi</p> <p>O2 2 L/mnt N2O 2 L/mnt Halotan.vol% Etran..vol% Isofluran 2% Infus Transfusi Keterangan : V sistolik O nadi A-&gt;anastesi mulai O-&gt; operasi mulai diastolic X napas </p>