bab i pendahuluan 1.1 latar . bab 1 pendahuluan upload.pdf · pdf filebab i pendahuluan...

Click here to load reader

Post on 09-Mar-2019

226 views

Category:

Documents

0 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

1

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Pariwisata adalah salah satu sektor yang penting bagi kemajuan negara di

dunia, begitupun bagi Jepang. Pada tahun 2000, sektor ini berkontribusi sebesar 90

milyar dollar Amerika Serikat dalam total pendapatan nasional negara Jepang, yang

setara dengan 2.2% pada Gross Domestic Product (GDP) Jepang.1 Selain itu sektor

ini juga menghasilkan 1,97 juta lapangan pekerjaan bagi penduduk Jepang atau

sebesar 2.9% dari total pekerjaan.2 Dengan kontribusi signifikan tersebut, pemerintah

Jepang dibawah Perdana Menteri Junichiro Koizumi saat itu mulai menjadikan sektor

pariwisata sebagai bagian prioritas nasional melalui kebijakan tourism oriented

country.3 Sektor pariwisata dinilai penting bagi Jepang, sebagai jawaban atas

tantangan krisis dunia bagi Jepang.

Di tahun 2003 pemerintah Jepang mengeluarkan Visit Japan Campaign.

Kampanye yang dikeluarkan ini adalah bentuk upaya Jepang dalam memajukan dan

mempromosikan pariwisata, dengan tujuan untuk mendapatkan kunjungan 10 juta

pengunjung wisatawan asing di Jepang pada tahun 2010.4 Dalam mempromosikan

pariwisatanya di dunia internasional, Jepang menetapkan 10 negara yang menjadi

target pasar pariwisata Jepang.5 Jepang memprioritaskan promosi pariwisata terhadap

1 Organisation for Economic Co-operation and Development, National Tourism Policy Review of Japan, 1. 2 Organisation for Economic Co-operation and Development, 2. 3Shuzo Ishimori, Tourism Big Bang & Making Japan a Tourism-oriented Nation, Japan Economic Foundation (Tokyo: 2009), 20. 4 Ishimori, 23. 5 Japan National Tourism Organization, What We Do (Tokyo: 2006), 6.

2

negara-negara tersebut. Negara-negara tersebut terdiri dari Korea Selatan, Taiwan,

Amerika Serikat, Tiongkok, Hong Kong, Inggris, Australia, Kanada, Thailand,

Jerman, Perancis, dan Singapura.

Pada Oktober 2008, Japan Tourism Agency dibentuk sebagai salah satu upaya

Jepang dalam mempromosikan pariwisatanya, agensi ini diinisiasi oleh PM Yasuo

Fukuda.6 Agensi ini kemudian dibawahi oleh Menteri Seiji Maehara dari Kementrian

Darat, Infrastruktur, Transportasi dan Pariwisata. Japan Tourism Agency berperan

sebagai pendukung bagi masyarakat Jepang dalam mengembangkan situs-situs

pariwisata, meningkatkan persaingan global di industri pariwisata, serta

meningkatkan promosi wisata di Jepang secara internasional.7 Dengan terbentuknya

Japan Tourism Agency, Jepang berharap dalam 2 tahun kedepan dapat mencapai

target kunjungan 10 juta pengunjung wisatawan asing di Jepang.

Pada mulanya, Japan Tourism Agency dapat memberikan hasil yang baik.

Data di tahun 2008 menunjukan kunjungan wisatawan asing yang datang ke Jepang

di tahun tersebut sebesar 8.35 juta, data ini menunjukan peningkatan sebanyak 60%

kunjungan di Jepang sejak kampanye Visit Japan berlangsung pada tahun 2003.8

Namun, di tahun 2009 jumlah wisatawan asing yang berkunjung ke Jepang hanya

6 Japan Tourism Agency, Efforts to Promote a Tourism-Oriented Nation, Ministry of Land Infrastructure Transport and Tourism (2009), 2. 7 Japan Tourism Agency, 11. 8 Shuzo Ishimori, Tourism Big Bang & Making Japan a Tourism-oriented Nation, Japan Economic Foundation (Tokyo: 2009), 21.

3

sebanyak 6.119.394 kunjungan, dimana penurunan tersebut terjadi disebabkan oleh

adanya krisis global.9

Menurut Japan Today, ada beberapa faktor yang mempengaruhi rendahnya

kunjungan wisatawan asing ke Jepang.10 Beberapa faktor tersebut adalah: Pertama,

Jepang kerap dinilai sebagai negara dengan biaya hidup yang mahal. Nilai mata uang

Yen yang tinggi menjadi pertimbangan bagi para wisatawan asing untuk berkunjung

ke Jepang. Para wisatawan asing mempertimbangkan pengeluaran yang tinggi

terhadap makanan, akomodasi, serta transportasi selama di Jepang.

Kedua, hambatan bahasa. Bahasa menjadi salah satu alasan pertimbangan

terbesar bagi para wisatawan asing untuk berkunjung ke Jepang. 11 Para penduduk

Jepang memiliki tingkat kemampuan Bahasa Inggris yang rendah, bahkan di pusat

kota Tokyo. Wisatawan yang pernah mengunjungi Jepang mendapati susahnya

berkomunikasi dalam Bahasa Inggris dengan penduduk sekitar. Wisatawan pun kerap

tersesat dikarenakan kurangnya papan informasi dalam Bahasa Inggris di tempat-

tempat wisata, dan tempat umum. Umumnya papan informasi tidak bertuliskan huruf

romawi, sehingga cukup sulit bagi para wisatawan untuk menerjemahkan kata-kata

yang ada ke dalam aplikasi penerjemah. Selain itu kurangnya informasi mengenai

9 Jeffrey Hays, Tourism and Japan; Attractions, Unesco Sites, Japanese Tourist Abroad and Chinese Tourist in Japan (http://factsanddetails.com/japan/cat24/sub158/item910.html, 2011), dikases pada 3 April 2017. 10Japan Today, Why is Japan such an unpopular tourist destination?, (https://japantoday.com/category/features/travel/why-is-japan-such-an-unpopular-tourist-destination, 2015), diakses pada 15 September 2017. 11 Japan Today, 2015.

4

pariwisata Jepang turut menjadi faktor penyebab rendahnya wisatawan asing yang

berdatangan ke Jepang. 12

Ketiga, promosi. Pada dasarnya pemerintah Jepang telah melakukan upaya

promosi dan publikasi untuk menarik kunjungan wisatawan dari berbagai dunia.

Salah satunya dengan melibatkan artis atau kelompok musik populer di Jepang.

Namun, tindakan ini tidak terlalu mempengaruhi promosi pariwisata Jepang, karena

tidak semua orang di luar Jepang mengenal artis/kelompok musik tersebut. Oleh

karenanya, Jepang dinilai membutuhkan lebih banyak lagi publikasi dan peningkatan

kualitas promosi periklanan.13 Faktor-faktor ini berdampak bagi penurunan jumlah

kunjungan tersebut yang menjadi hambatan bagi Jepang dalam mencapai target Visit

Japan Campaign 2010.

Guna mencapai target di tahun 2010, Jepang menyusun langkah-langkah

promosi pariwisata dalam meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan asing ke

Jepang.14 Promosi dilakukan terhadap 10 negara-negara prioritas target pasar

pariwisata Jepang. Ada beberapa langkah yang diambil Jepang pada tahun 2008

hingga tahun 2010 seperti; promosi program-program mengenai informasi pariwisata,

iklan-iklan komersial di TV luar negeri serta berpartisipasi dalam pameran pariwisata

dunia.15 Upaya lain yang dilakukan oleh Jepang adalah memperluas program

pertukaran pemuda, menarik agen travel asing untuk mengadakan konferensi di

Jepang, serta mengundang tur pendidikan asing ke Jepang. Namun, usaha promosi

12 Japan Today, 2015. 13 Japan Today, 2015. 14 Japan Tourism Agency, Efforts to Promote a Tourism-Oriented Nation, (Tokyo, 2014), 12. 15 Japan Tourism Agency, 14.

5

yang dilakukan Jepang ternyata tidak berhasil mencapai target 10 juta kunjungan

wisatawan asing yang diinginkan. Tercatat, hanya 8.611.175 kunjungan pada tahun

target.16

Walau target yang diinginkan Jepang tidak tercapai pada tahun 2010, Jepang

mengeluarkan kebijakan New Tourism Nation Promotion Basic Plan 2012 2016

sebagai upaya baru dalam peningkatan kunjungan wisatawan asing di sektor

pariwisata. Kebijakan ini berisikan rencana promosi komprehensif pariwisata.17

Dalam kebijakan tersebut, Jepang memiliki target untuk mendapatkan 18 juta

kunjungan wisatawan internasional pada tahun 2016.18

Dalam rancangan rencana tersebut tertulis bahwa dalam upaya mencapai

target di tahun 2016, Jepang tidak lagi hanya akan terfokus dengan promosi

pariwisata di pasar prioritas yang sebelumnya, namun Jepang akan memperluas

promosi pasar pariwisatanya.19 Dalam Japan Tourism White Paper 2012, Jepang

berkomitmen untuk menjadikan negara-negara Asia Tenggara sebagai target promosi

pariwisatanya.20 Kawasan ini terdiri dari negara-negara yang memiliki pertumbuhan

ekonomi kelas menengah yang cepat.21 Negara-negara di Asia Tenggara diharapkan

16 Tourism Statistic, Japan-bound Statistic Overseas Residents Visits to Japan (JTB Tourism Research & Consulting Co.,http://www.tourism.jp/en/tourism-database/stats/inbound/#country,2010), diakses pada 19 Januari 2017 17 Tourism Nation Basic Plan, Ministry of Land, Infrastructure, Transport and Tourism (Tokyo: 2012), 2. 18Tourism Nation Promotion Basic Law, Japan Tourism Agency (http://www.mlit.go.jp/kankocho/en/kankorikkoku/, 2016), diakses pada 19 Januari 2017. 19Tourism Nation Basic Plan, 9. 20 Ministry of Land Infrastructure Transport and Tourism, White Paper on Tourism Japan 2012: The Tourism Situation in FY2012 (Tokyo: Ministry of Land Infrastructure Transport and Tourism, 2012), 4. 21 Ministry of Land Infrastructure Transport and Tourism, 5.

6

dapat menghasilkan peningkatan jumlah kunjungan signifikan bagi Jepang di

beberapa tahun kedepan.

Pada tahun 2013, terjadi peningkatan kunjungan dari negara-negara di

kawasan ini yang mencapai 1.15 juta kunjungan, kunjungan tersebut berasal dari

Thailand, Singapura, Malaysia, Indonesia, Filipina, dan Vietnam.22 Diakhir tahun

View more