bab 8 akuntansi salam

Download Bab 8 Akuntansi Salam

Post on 05-Nov-2015

16 views

Category:

Documents

11 download

Embed Size (px)

DESCRIPTION

MENJELASKAN SEPUTAR AKUTANSI

TRANSCRIPT

  • Akuntansi SalamPENDAHULUAN

    Akad Salam merupakan salah satu akan Jual beli di mana dalam kondisi tertentu pembeli membayar terlebih dahulu (Uang Muka) atas barang yang akan dibeli.Sehingga membantu penjual (produsen) untuk penyediaan modal dan pembeli mendapatkan jaminan mendapatkan barang yang diinginkan. Contoh: Pembelian produk hasil pertanian.

  • PENGERTIAN DASAR AKUNTANSI SALAMPENGERTIAN SALAMDEFINISI AKAD SALAM (PSAK 103)

    Terminologi: Para fuqaha menamainya al mahawiij (barang barang mendesak). Akad Salam adalah sejenis jual beli yang mendesak walaupun barang yang diperjualbelikan tidak ada ditempat. Dilihat dari sisi pembeli ia sangat membutuhkan barang tersebut di kemudian hari sementara si penjual sangat membutuhkan uang tersebut.

    Salam berasal dari kata As salaf yang artinya pendahuluan karena pemesan barang menyerahkan uangnya di muka.

    Salam adalah akad jual beli barang pesanan (muslam fiih) dengan pengiriman di kemudian hari oleh penjual (muslam illaihi) dan pelunasannya dilakukan oleh pembeli (al muslam) pada saat akad disepakati sesuai dengan syarat-syarat tertentu.

  • KARAKTERISTIK AKAD SALAM

    Dalam akad salam, harga barang pesanan yang sudah disepakati tidak dapat berubah selama jangka waktu akad. Apabila barang yang dikirim tidak sesuai dengan ketentuan yang telah disepakati sebelumnya, maka pembeli boleh melakukan khiar yaitu memilih apakah transaksi dilanjutkan atau dibatalkan.

    Lembaga keuangan syariah dapat bertindak sebagai pembeli dan atau penjual dalam suatu transaksi salam. Jika lembaga keuangan syariah bertindak sebagai penjual kemudian memesan kepada pihak lain untuk menyediakan barang pesanan dengan cara salam maka hal ini disebut SALAM PARALLEL.

    Parallel

    Komitmen

    Manfaat transaksi salam bagi pembeli adalah adanya jaminan memperoleh barang dalam jumlah dan kualitas tertentu pada saat ia membutuhkan dengan harga yang disepakatinya di awal. Sementara manfaat bagi penjual adalah diperolehnya dana untuk melakukan aktivitas produksi dan memenuhi sebagian kebutuhan hidupnya.

    Hikmah

  • KARAKTERISTIK AKAD SALAM (1)

    Dalam akad salam, harga barang pesanan yang sudah disepakati tidak dapat berubah selama jangka waktu akad. Apabila barang yang dikirim tidak sesuai dengan ketentuan yang telah disepakati sebelumnya, maka pembeli boleh melakukan khiar yaitu memilih apakah transaksi dilanjutkan atau dibatalkan.

    Harga, spesifikasi, karakteristik, kualitas, kuantitas dan waktu penyerahan aset yang dipesan sudah ditentukan dan disepakati ketika akad terjadi.

    Unsur Kesepakatan

    Komitmen

    Jika barang pesanan salah / cacat, maka penjual harus bertanggungjawab atas kelalaiannya.

    Tanggungjawab

    Alat pembayaran harus diketahui jumlah dan bentuk, baik berupa kas, barang atau manfaat. Pelunasan harus dilakukan pada saat akad disepakati dan tidak boleh dalam bentuk pembebasan hutang penjual atau penyerahan piutang pembeli dari pihak lain.

    Pelunasan

  • KARAKTERISTIK AKAD SALAM (2)

    Manfaat transaksi salam bagi pembeli adalah adanya jaminan memperoleh barang dalam jumlah dan kualitas tertentu pada saat ia membutuhkan dengan harga yang disepakatinya di awal. Sementara manfaat bagi penjual adalah diperolehnya dana untuk melakukan aktivitas produksi dan memenuhi sebagian kebutuhan hidupnya.

    Transaksi salam dilakukan karena pembeli berniat memberikan modal kerja terlebih dahulu untuk memungkinkan penjual (produsen) memproduksi barangnya, barang yang dipesan memiliki spesifikasi khusus, atau pembeli ingin mendapatkan kepastian dari penjual. Transaksi salam diselesaikan pada saat penjual menyerahkan barang kepada pembeli.

    Motivasi

    Hikmah

  • JENIS SALAM

    Lembaga keuangan syariah dapat bertindak sebagai pembeli dan atau penjual dalam suatu transaksi salam. Jika lembaga keuangan syariah bertindak sebagai penjual kemudian memesan dari pihak lain, hal ini disebut SALAM PARALLEL. Jadi Salam paralel, artinya melaksanakan dua transaksi bai salam yaitu antara pemesan dan penjual dan antara penjual dengan pemasok (supplier) atau pihak ketiga lainnya secara simultan.

    Salam Parallel

    Salam, merupakan transaksi jual beli dimana barang yang diperjualbelikan belum ada ketika transaksi dilakukan, pembeli melakukan pembayaran dimuka sedangkan penyerahan barang baru dilakukan di kemudian hari.

    Salam

  • PANDANGAN DAN KRITERIA SALAM PARALLEL

    Salam paralel dapat dilakukan dengan syarat: Akad antara lembaga keuangan syariah (pembeli) dan produsen (penjual) terpisah dari akad antara lembaga keuangan syariah (penjual) dan pembeli akhir; dan Kedua akad tidak saling bergantung (taalluq).

    Syarat

    Beberapa ulama kontemporer melarang transaksi salam paralel terutama jika perdagangan dan transaksi itu dilakukan terus menerus. Hal demikian dapat menjurus kepada riba. Paralel salam dibolehkan asalkan eksekusi kontrak salam kedua tidak tergantung pada eksekusi kontrak yang pertama.

    Pandangan

  • PANDANGAN DAN KRITERIA SALAM PARALLEL

    Salam paralel dapat dilakukan dengan syarat: Akad antara lembaga keuangan syariah (pembeli) dan produsen (penjual) terpisah dari akad antara lembaga keuangan syariah (penjual) dan pembeli akhir; dan Kedua akad tidak saling bergantung (taalluq).

    Syarat

    Beberapa ulama kontemporer melarang transaksi salam paralel terutama jika perdagangan dan transaksi itu dilakukan terus menerus. Hal demikian dapat menjurus kepada riba. Paralel salam dibolehkan asalkan eksekusi kontrak salam kedua tidak tergantung pada eksekusi kontrak yang pertama.

    Pandangan

  • SKEMA SALAM

    Keterangan:Pembeli dan penjual menyepakati akad salam.Pembeli membayar kepada penjual.Penjual menyerahkan barang.

    Barang yang diperjualbelikan belum ada ketika transaksi. Tetapi penjual akan menyerahkannya dikemudian hari setelah pembeli melakukan pembayaran di muka.

  • SKEMA SALAM PARALLEL

    Keterangan:Pembeli dan penjual menyepakati akad salam.Pembeli membayar kepada penjual.Penjual menyerahkan barang.

    Syarat:Salam Parallel terjadi karena penjual tidak memiliki barang sehingga harus membeli dari suplier. Akad salam pertama (a) terpisah atau tidak tergantung dengan akad salam pertama.

  • DASAR SYARIAH Al QuranDASAR SYARIAH As Sunnah

    hai orang-orang yang beriman, apabila kamu bermuamalah tidak secara tunai untuk waktu yang ditentukan, hendaknya kamu menuliskannya dengan benar .... (QS:al-Baqarah:282).

    Hai orang orang yang beriman penuhilah akad akad itu... (QS 5:1)

    Tiga hal yang didalamnya terdapat keberkahan: jual beli secara tangguh muqaradhah (mudharabah), dan mencampur gandum dengan tepung untuk keperluan rumah, bukan untuk dijual. (HR. Ibnu Majah)

    Barang siapa melakukan salam, hendaknya ia melakukannya dengan takaran yang jelas dan timbangan yang jelas pula, untuk jangka waktu yang diketahui. (HR.Bukhari Muslim).

  • RUKUN SALAM

    1. PELAKU

    2. OBYEK AKAD

    3. IJAB KABUL

    Pembeli dan penjual

    barang yang akan diserahkan dan modal salam yang berbentuk harga

  • KETENTUAN SALAM

    1. PELAKU

    2. OBYEK AKAD

    3. IJAB KABUL

    Ijab kabul dapat dilakukan secara lisan atau tertulis.Komunikasi bisa dengan cara modern.

    Ada penjual dan pembeli.Cakap hukum (Berakal dan dapat membedakan).

    A. Modal

    B. Barang (lihat keterangan berikutnya)

    Jenis dan Jumlah Modal harus diketahui. Berbentuk tunai. Para ulama berbeda pendapat soal pembayaran berbentuk aset perdagangan. Beberapa ulama menganggapnya boleh.Modal salam diserahkan ketika akad berlangsung, tidak boleh utang atau sebagai pelunasan utang. Hal ini untuk mencegah praktek riba melalui mekanisme salam.

  • (utang yang dapat ......)

    BARANG SALAM (1)

    Barang harus dapat dibedakan/ diidentifikasi punya spesifikasi dan karakteristik yang jelas, seperti; kualitas, jenis, ukuran dll., sehingga tidak ada gharar. Barang bisa dikuantifikasi/ditakar/ditimbang. Waktu penyerahan barang harus jelas, tidak harus tanggal tertentu boleh juga dalam kurun waktu tertentu. Hal ini diperlukan untuk mencegah gharar (ketidakpastihan) yaitu harus ada pada waktu yang ditentukan.Barang tidak harus ada ditangan penjual tetapi harus ada pada waktu yang ditentukan.

    Apabila barang yang dipesan tidak ada pada waktu yang ditentukan, akad menjadi fasakh/rusak dan pembeli dapat memilih apakah menunggu sampai dengan barang yang dipesan tersedia atau membatalkan akad sehingga penjual harus mengembalikan dana yang telah diterimaApabila barang yang dikirim cacat atau tidak sesuai dengan yang disepakati dalam akad, maka pembeli boleh melakukan khiar atau memilih untuk menerima atau menolak. Kalau pilihannya menolak maka si penjual memiliki

  • (dan kualitas yang ......)

    BARANG SALAM (2)

    Barang boleh dikirim sebelum jatuh tempo asalkan disetujui oleh kedua pihak dan dengan syarat kualitas dan jumlah barang sesuai dengan kesepakatan, dan tidak boleh menuntut penambahan harga.Penjualan kembali barang yang dipesan sebelum barang tersebut diterima tidak dibolehkan secara syariah.Penggantian barang yang dipesan dengan barang lain. Para ulama melarang penggantian barang yang dipesan dengan barang lainnya. Bila barang tersebut diganti dengan barang yang memiliki spesifikasi

    utang yang dapat diselesaikan dengan pengembalian dana atau menyerahkan produk yang sesuai dengan akad.Apabila barang yang dikirim memiliki kualitas yang lebih baik, maka penjual tidak boleh meminta tambahan pembayaran dan hal ini dianggap sebagai pelayanan kepuasan pelanggan. Apabila barang yang dikirim kualitasnya lebih rendah, pembeli boleh memilih menolaknya atau menerima. Apabila pembeli menerima maka pembeli tidak boleh meminta kembali sebagian uangnya atau (d