bab-7 kom-adop -

Post on 14-Apr-2018

214 views

Category:

Documents

0 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

  • 7/27/2019 Bab-7 Kom-Adop - Inovasi.doc

    1/23

    Komnikasi, Adopsi, dan Difusi Inovasi

    7Komunikasi, Adopsi,Dan Difusi Inovasi

    A. Pengertian Komunikasi

    Secara umum, komunikasi sering diartikan sebagai: suatu proses

    penyampaian pesan dari sumber ke penerima (Berlo, 1960). Tetapi

    dalam praktek, proses komunikasi tidak hanya terhenti setelah pesan

    disampaikan atau diterima oleh penerimanya. Sebab, setelah meneri-

    ma pesan, penerima memberikan tanggapannya kepada sumber/pengi-

    rim pesan untuk kemudian proses komunikasi tersebut terus ber-

    langsung, di mana pengirim dan penerima pesan saling berganti peran

    (penerima menjadi pengirim dan pengirim menjadi penerima). Proses

    komunikasi tersebut baru berhenti jika penerima telah memberikantanggapan yang dapat dimengerti oleh pengirimnya, baik tanggapan

    tersebut sesuai atau pun tidak sesuai dengan yang dikehendaki oleh

    pengirimnya.

    Dengan demikian, proses komunikasi oleh Schramm (1977) diartikan

    sebagai: proses penggunaan pesan oleh dua orang atau lebih,

    dimana semua pihak saling berganti peran sebagai pengirim dan

    penerima pesan, sampai ada saling pemahaman atas pesan yang

    disampaikan oleh semua pihak.

    Oleh karena itu, model komunikasi tidak lagi bersifat garis lurus

    (linier), tetapi bersifat memusat atau convergence seperti yang

    dapat kita bandingkan pada Gambar 9 dan Gambar 10.

    Gambar 9. Model Komunikasi Linier

    Sistem Penyuluhan Pertanian 75

    sumber penerim

    a

  • 7/27/2019 Bab-7 Kom-Adop - Inovasi.doc

    2/23

    Komnikasi, Adopsi, dan Difusi Inovasi

    Gambar 10. Model Komunikasi Memusat

    Tentang model komunikasi memusat, Kincaid (1979) menjelaskan

    adanya komponen dasar dari model komunikasi tersebut yang

    menekankan pada adanya tiga unsur pokok, yaitu realita fisik, realita

    psikologis, dan realita sosial yang akan dihadapi oleh semua pihak

    yang berkomunikasi (Gambar 11).

    Di dalam kegiatan penyuluhan pertanian, proses komunikasi antara

    penyuluh dan sasarannya juga tidak hanya terhenti jika penyuluh telah

    menyampaikan inovasi atau jika sasaran telah menerima pesan

    tentang inovasi yang disampaikan penyuluhnya, tetapi seringkali (dan

    seharusnya memang begitu) komunikasi baru berhenti jika sasaran

    1) Unsur penyuluh dan sasarannya, yang merupakan unsur-un-

    sur utama yang menentukan keberhasilan komunikasi.

    Di dalam kegiatan penyuluhan, sering muncul gangguan

    komunikasi yang disebabkan oleh:

    a) kekurang trampilan penyuluh/sasaran untuk berkomunikasi,

    b) kesenjangan tingkat pengetahuan penyuluh dan sasaran,

    c) sikap yang kurang saling menerima dengan baik, dan,

    d) perbedaan latar belakang sosial budaya yang dimiliki oleh

    penyuluh dengan sasarannya.

    Karena itu, penyuluh sangat dituntut untuk selalu berusaha:

    a) meningkatkan ketrampilannya berkomunikasi,

    b) menyampaikan pesan dengan cara/bahasa yang mudah dipa-

    hami,

    c) bersikap baik (meskipun sadar tidak disukai),

    76 Sistem Penyuluhan Pertanian

    SUM

    BER

    PENE

    RIMA

    PEMAHAMAN

    BERSAMA

  • 7/27/2019 Bab-7 Kom-Adop - Inovasi.doc

    3/23

    Komnikasi, Adopsi, dan Difusi Inovasi

    d) memahami, mengikuti, atau setidak-tidaknya tidak me-

    nyinggung nilai-nilai sosial budaya sasaran (meskipun dia

    sendiri benar-benar tidak menyukainya).

    Gambar 11. Komponen Dasar Dari Model Komunikasi Memusat

    2) Unsur pesan

    Persyaratan utama agar pesan dapat diterima dengan jelas oleh

    sasaran, haruslah:

    a) mengacu kepada kebutuhan masyarakat, dan disampaikanpada saat sedang dan atau segera akan dibutuhkan.

    b) disampaikan dalam bahasa yang mudah dipahami

    c) tidak memerlukan korbanan yang memberatkan

    Sistem Penyuluhan Pertanian 77

  • 7/27/2019 Bab-7 Kom-Adop - Inovasi.doc

    4/23

    Komnikasi, Adopsi, dan Difusi Inovasi

    d) memberikan harapan peluang keberhasilan yang tinggi,

    dengan tingkat manfaat yang merangsang.

    e) dapat diterapkan sesuai dengan kondisi (pengetahuan,

    ketrampilan, sumberdaya yang dimiliki/dapat diusahakan)masyarakatnya.

    3) Unsur media/saluran komunikasi

    Agar pesan dapat diterima dengan jelas, maka saluran yang

    digunakaan harus terbebas dari gangguan. Baik gangguan teknis

    (jika menggunakaan media masa), ataupun gangguan sosial

    budaya dan psikologis (jika menggunakan media antar pribadi).

    budaya dan psikologis (jika menggunakan media antar pribadi).

    Di lain pihak, pilihan media yang akan digunakan, perlu disesuai-kan dengan selera masyarakat setempat, dengan senantiasa

    mempertimbangkan kemampuan sumberdaya (dana, ketrampilan,

    dan peralatan yang tersedia).

    Tentang hal ini, harus dipahami bahwa media-masa (elektonik)

    yang modern, canggih dan mahal tidak selalu lebih efektif diban-

    ding media inter-personal dan media-tradisional.

    B. Proses Perubahan Dalam Komunikasi

    Melalui komunikasi, proses perubahan perilaku yang menjadi tujuan

    penyuluha sebenarnya dapat dilakukan melalui 4 (empat) cara, yaitu:

    1) Secara persuasive atau bujukan, yakni perubahan perilaku yang

    dilakukan dengan cara menggugah perasaan sasaran secara

    bertahap sampai dia mau mengikuti apa yang dikehendaki oleh

    komunikator.

    2) Secara pervasion, atau pengulangan, yakni penyampaian pesan

    yang sama secara berulang-ulang, sampai sasarannya mau

    mengikuti kehendak komunikator.

    3) Secara compulsion, yaitu teknik pemaksaan tidak langsung

    dengan cara menciptakan kondisi yang membuat sasaran harus

    melakukan/menuruti kehendak komunikator. Misalnya, jika kita

    menginginkan petani menerapkan pola tanam: padi-padi, palawija

    di lahan yang berpengairan terjamin, dapat dilakukan denganmemutuskan jatah pengairan ke wilayah tersebut.

    78 Sistem Penyuluhan Pertanian

  • 7/27/2019 Bab-7 Kom-Adop - Inovasi.doc

    5/23

    Komnikasi, Adopsi, dan Difusi Inovasi

    4) Secara coersion, yaitu teknik pemaksaan secara langsung, dengan

    cara memberikan sanksi (hadiah atau hukuman) kepada mereka

    yang menurut/melanggar anjuran yang diberikan. Misalnya,

    memberikan penghargaan kepada petani pengguna pupuk organik,

    atau melakukan pencabutan terhadap tanaman petani yang tidak

    direkomendasikan.

    Sehubungan dengan ini, dalam penyuluhan pertanian harus dihindari

    cara-cara pemaksaan, tetapi sejauh mungkin tetap melaksanakan

    teknik-teknik bujukan dan pengulangan yang dilakukan melalui

    kegiatan belajar bersama.

    C. Mengefektifkan Komunikasi

    Dalam kehidupan sehari-hari, kendala umum yang menyebabkan

    kegagalan komunikasi, adalah:

    1) Komunikasi yang tidak efisien, yang disebabkan karena:

    a) Tujuan komunikasi yang tidak jelas, baik menurut penyuluh

    maupun bagi masyarakat sasarannya, terutama jika penyuluhkurang melakukan persiapan menyuluh.

    b) Kebiasaan-kebiasaan yang dilakukan oleh komunikator

    (gerakan-gerakan, ucapan-ucapan yang selalu dilakukan

    secara berulang-ulang)

    2) Salah pengertian, yang disebabkan karena:

    a) Perbedaan tujuan penyuluh yang berbeda dengan tujuan

    sasarannya, dan

    b) Perbedaan latar belakang: pendidikan, ekonomi, dan sosialbudaya penyuluh dengan sasarannya.

    Sehubungan dengan itu, Cooley (1971) memberikan acuan untuk

    mengefektifkan komunikasi dalam penyuluhan, yaitu dengan

    memperhatikan beberapa hal sebagai berikut:

    1) Harus diupayakan adanya kepentingan yang sama (overlaping of

    interest) antara kebutuhan yang dirasakan oleh penyuluh dan

    masyarakat sasarannya.2) Pesan yang disampaikan harus merupakan (salah satu) pemecahan

    masalah yang sedang dihadapi oleh masyarakat sasarannya,

    Sistem Penyuluhan Pertanian 79

  • 7/27/2019 Bab-7 Kom-Adop - Inovasi.doc

    6/23

    Komnikasi, Adopsi, dan Difusi Inovasi

    3) Komunikator meyakini keunggulan pesan yaang disampaikan,

    dan ia memiliki keyakinan bahwa masyarakat sangat mengharap-

    kan bantuannya.

    4) Pesan yang disampaikaan harus mengacu kepada kepuasan danperbaikan mutu hidup kedua belah pihak (terutama bagi sasar-

    annya).

    Di samping itu, Katz (Mardikanto, 1983) menekankan agar setiap

    penyuluh harus mampu menciptakan suasana (dalam dirinya sendiri

    maupun terhadap masyarakat sasarannya):

    1) Berkurangnya ego defensif (mepertahankan keakuan sebagai

    yang serba paling hebat). Sebab, di dalam penyuluhan yang padahakekatnya merupakan suatu proses pendidikan orang dewasa,

    masing-masing pihak dituntut untuk mau membuka dialog dalam

    arti mau menerima pendapat orang lain, dan menempatkan dirinya

    sejajar atau bahkan berada di bawah orang lain.

    Tanpa adanya kesediaan untuk menerima pendapat orang lain,

    mustahil dialog itu dapat berlangsung dengan baik.

    2) Berkurangnya value expresif (mempertahankan nilai-nilai yang

    dianutnya secara kaku).

    Sebagai proses komunikasi, dialog yang berlangsung di dalam

    penyuluhan harus dilakukan dengan kesediaan masing-masing

    pihak yang berkomunikasi untuk beremphati (dalam arti mampu

    memahami latar belakang sosial budaya dan jalan pikiran serta

    sudut pandang orang lain).

    3) Berkembangnya sikap utilitarian (mencari kebersamaan dan

    tumbuh berkembangnya keinginan menambah pengetahuan

    (knowledge).

    D. Pengertian Tentang Inovasi

    Inti dari seiap upaya pembangunan yang disampaikan melalui

    kegiatan penyuluhan, pada dasarnya ditujukan untuk tercapainya

    perubahan-perubahan perilaku masyarakat demi terwujudnya

    perbaikan mutu hi