bab 2 tugas mandiri bo

Download BAB 2 Tugas Mandiri BO

Post on 10-Oct-2015

14 views

Category:

Documents

0 download

Embed Size (px)

DESCRIPTION

BO

TRANSCRIPT

BAB 1

PENDAHULUAN

1. 1Latar Belakang

Manusia memiliki kelenjar saliva yang terbagi menjadi kelenjar saliva mayor dan minor.Kelenjar saliva mayor terdiri dari sepasang kelenjar parotis, submandibula dan sublingual.Kelenjar saliva minor jumlahnya ratusan dan terletak di rongga mulut.Kelenjar saliva mayor berkembang pada minggu ke-6 sampai ke-8 kehidupan embrio dan berasal dari jaringan ectoderm oral serta endoderm nasofaring dan membentuk sistem tubuloasiner sederhana.Kelenjar saliva berfungsi memproduksi saliva yang bermanfaat untuk membantu pencernaan, mencegah mukosa dari kekeringan, memberikan perlindungan pada gigi terhadap karies, serta mempertahankan homeostasis (Tamin, 2011).Kelenjar saliva mayor terdiri atas kelenjar parotis, submandibular, dan sublingual.Ketiganya memiliki peran masing-masing dalam suplai saliva secara keseluruhan (whole-mouth saliva) dalam rongga mulut.Selain itu, ketiga kelenjar tersebut memiliki struktur anatomi dan histologi, inervasi saraf, serta perkembangan yang berbeda. Sebagai salah satu organ dalam tubuh manusia, kelenjar saliva juga memiliki kemungkinan terserang penyakit di mana antara satu kelenjar dengan kelenjar yang lain mempunyai tingkat kerentanan terhadap penyakit yang berbeda pula.

Kelenjar sublingual merupakan kelenjar terkecil dari tiga kelenjar saliva mayor dan merupakan kelenjar campur yang didominasi elemen mukus.Kelenjar sublingual berada di antara otot hyoglossus dan mylohyoid dan berlawanan dengan fossa sublingual pada mandibular.Kelenjar sublingual diinervasi oleh saraf parasimpatis yang berasal dari korda timpani yang merupakan cabang nervus fasial (N. VII).Perkembangan kelenjar sublingual dimulai pada minggu kedelapan kehamilan.Kelenjar sublingual, seperti kelenjar saliva lainnya, berkontribusi dalam saliva secara keseluruhan.Karena lebih didominasi sel-sel asini mukus, saliva yang dihasilkan oleh kelenjar sublingual mengandung glikoprotein yang lebih banyak sehingga bersifat lebih kental.Dibandingkan dengan kelenjar saliva mayor lainnya, kelenjar sublingual memiliki kerentanan yang cukup rendah terhadap penyakit (Berkovitz et al, 2011; Tamin, 2011; Tucker, 2010).

BAB 2TINJAUAN PUSTAKA

2. 1Kelenjar Saliva Secara Umum

2.2Struktur Anatomi Kelenjar SublingualKelenjar sublingual adalah kelenjar terkecil dari tiga kelenjar saliva mayor. Beratnya hanya sekitar 2-4 gram. Kelenjar sublingual merupakan kelenjar campur yang didominasi elemen mukus. Kelenjar sublingual bukan merupakan unit tunggal seperti kelenjar parotis dan submandibular, namun tersusun atas satu segmen besar (kelenjar sublingual mayor) dengan duktus utama yang tergabung dengan duktus submandibular atau mengalirkanlangsung ke papilla sublingual, dan sekelompok campuran kelenjar saliva minor, terdiri dari 8-30 kelenjar, masing-masing memiliki sistem duktusnya sendiri untuk mengosongkan ke lipatan sublingual di dasar mulut. Kelenjar sublingual mayor merupakan kelenjar campur dengan dominasi elemen mukus.Kelenjar sublingual berada di antara otot hyoglossus dan mylohyoid dan berlawanan dengan fossa sublingual pada mandibular (Berkovitz et al, 2011; Witt, 2005).Kelenjar sublingual menyediakan hanya 10% dari total volume saliva Saliva dari kelenjar sublingual adalah saliva campuran, tapi yang paling terbanyak adalah sekresi mukosa. Duktus kecil yang berhubungan dengan kelenjar terkadang bergabung untuk membentuk sublingual duct atau Bartholins Duct. Sublingual duct kemudian terbuka secara langsung kedalam rongga mulut melalui pembukaan yang sama dengan submandibular duct, sublingual caruncle. Sublingual caruncle adalah papila kecil yang berada di dekat garis tengah dari dasar mulut pada tiap sisi dari lingual frenum. Duktus kecil lainnya dari kelenjar membuka sepanjang sublingual fold atau plica sublingualis, lipatan jaringan di tiap sisi dari dasar mulut (Fehrenbach, 2007).

Gambar 1.Lokasi kelenjar saliva mayor (Tucker, 2010).Kelenjar sublingual terletak di dalam sublingual fossa pada celah sublingual fascial di dasar mulut. Kelenjar ini terletak pada superior dari otot mylohyoid dan di medial dari tubuh mandibula. Kelenjar sublingual juga terletak di anterior dari kelenjar mandibula. Kelenjar ini dapat dengan mudah dipalpasi dari atas dasar mulut di posterior pada tiap gigi caninus rahang bawah. Dengan menempatkan satu jari telunjuk secara intraoral dan ujung jari dari tangan yang satunya secara extraoral, kelenjar yang padat dipalpasi secara manual (Fehrenbach, 2007).Kelenjar sublingual berbentuk globular, merupakan kelenjar yang kompak dengan cabang epitel yang tersusun padat sehingga akhiran sekretori distal saling bersentuhan, memberikan gambaran segerombolan anggur atau almond.Kelenjar sublingual sering dapat dipalpasi pada dasar mulut karena letaknya yang superfisial, hanya dilapisi oleh lapisan tipis mukosa oral.Tidak seperti kelenjar parotis dan submandibular, kelenjar sublingual tidak memiliki kapsul fascial sejati (Harrison et al, 2009; Tucker, 2010; Witt, 2005).

Gambar 2.Kelenjar saliva mayor (Hollins, 2012).

Kelenjar sublingual tidak memiliki duktus tunggal yang dominan.Sebagai gantinya, saliva dialirkan oleh kurang lebih sepuluh duktus kecil (duktus Rivinus), yang keluar dari aspek superior kelenjar dan membuka di sepanjang lipatan sublingual pada dasar mulut.Kelenjar sublingual juga mensekresi saliva ke dasar mulut melalui duktus Bartholin yang terletak dekat duktus Wharton, bersebelahan dengan gigi insisif bawah.Duktus Wharton bersama dengan nervus lingual melalui area di antara kelenjar sublingual dan otot genioglossus.Suplai arteri pada kelenjar ini berasal dari cabang sublingual dari arteri lingualis dan cabang submental dari arteri fasialis.Aliran vena berkebalikan dengan suplai arteri, sedangakan aliran limfatik menuju ke nodul submandibular (Harrison et al, 2009; Hollins, 2012).

Gambar 3.Letak kelenjar sublingual di dasar mulut (Witt, 2005).2.3Histologi Kelenjar Sublingual

Kelenjar sublingual merupakan kelenjar campur dengan akhiran yang banyak mensekresi mukus.Hal ini disebabkan kelenjar sublingual terutama (sekitar 80% atau lebih) tersusun atas asini mukus.Beberapa diselubungi serous demilune.Sistem duktus kurang berkembang dengan baik dibanding pada kelenjar saliva mayor lainnya dan striated duct biasanya tidak ditemukan. Asini kadang mengarah pada intercalated duct, namun asini ini mungkin tidak ditemukan dan langsung mengarah pada collecting duct, yang biasanya kaya akan mitokondria namun kekurangan striasi atau goresan basal yang merupakan ciri striated duct. Saliva yang berasal dari kelenjar sublingual kaya akan natrium. Kelenjar sublingual mayor biasanya mengalirkan saliva ke duktus utama, dan kelenjar sublingual minor mengalirkannya melalui banyak duktus yang lebih kecil (Berkovitz et al, 2011; Garant, 2003).Gambar 4 menunjukkan kelenjar sublingual pada perbesaran rendah. Asini mukus (mucous acini = MA) terlihat jelas karena berwarna lebih muda. Pemeriksaan yang penting dari asini mukus pada perbesaran yang relatif rendah ini menunjukkan bahwa asini mukus tidak berbentuk sferis, namun memanjang atau berbentuk tubular dengan kantung yang bercabang di bagian luar.Selain itu, asini berukuran agak besar dan kebanyakan tidak terlihat pada bidang potongan tunggal (Ross, 2006).Komponen serous dari kelenjar sebagian besar terdiri demilune, namun kadang terdapat asini serous.Beberapa serous demilune dapat dipotong pada suatu bidang yang tidak termasuk komponen mukus dari asini, sehingga memperlihatkan gambaran asini serous saja (Ross, 2006).

Duktus kelenjar sublingual yang paling sering ditemukan pada potongan adalah duktus intralobularis. Duktus intralobularis hampir sama dengan striated duct pada kelenjar submandibular dan parotis namun memiliki sedikit perluasan lipatan basal dan susunan mitokondria yang membentuk striasi atau goresan. Salah satu duktus intralobularis (InD) terlihat pada Gambar 4 (kanan atas).Daerah di dalam persegi termasuk bagian dari duktus ini dan ditunjukkan dengan perbesaran yang lebih besar pada Gambar 5 (Ross, 2006).

Gambar 4. Kelenjar sublingual manusia, pewarnaan HE, perbesaran 160x. (MA = mucous acini, InD = intralobular duct) (Ross, 2006).

Pada Gambar 5, perhatikan bahwa pada bidang potongan lumen asini mukus (MA) (kanan atas) terlihat bergabung dengan intercalated duct (ID). Perbatasan antara asini dengan permulaan intercalated ductditandai dengan anak panah. Intercalated duct tersusun atas epitel kolumnar atau pipih yang mirip dengan yang terdapat pada kelenjar saliva lainnya. Intercalated duct pada kelenjar sublingual sangat pendek sehingga sulit ditemukan. Intercalated duct yang terlihat pada Gambar 5 bergabung dengan satu atau lebih intercalated duct lainnya menjadi duktus intralobularis (InD), yang ditandai dengan epitel kolumnar dan lumen yang relatif besar. Titik peralihan dari intercalated ductke duktus intralobularis tidak terlihat pada Gambar 5 karena dinding duktus hanya terlihat tipis dan bentuk sel tidak dapat ditentukan (Ross, 2006).

Pemeriksaan asini pada perbesaran yang lebih besar menunjukkan gambaran serous demilune (SD).Perhatikan bahwa serous demilune membentuk tambahan bentukan seperi tudung (caplike) pada akhiran mukus. Gambaran sitologis dari sel mukus (mucous cells = MC) dan sel serous pada dasarnya sama dengan kelenjar submandibular. Daerah yang terlihat pada perbesaran yang lebih besar juga menunjukkan kluster sel yang terjebak dan mirip dengan asini serous. Diperkirakan bahwa sel tersebut sebenarnya adalah sel mukus yang terpotong pada bidang paralel dari dasarnya dan tidak mencakup sel yang mengandung mucinogen, atau sel tersebut sedang dalam fase di mana setelah terjadi penurunan jumlah granula, produksi granula mucinogen yang baru belum cukup untuk memberi gambaran sel mukus yang kosong (Ross, 2006).

Ciri tambahan yang penting dari stroma jaringan ikat adalah adanya sejumlah l