bab 2 tinjauan pustaka - kuat geser langsung merupakan uji kuat geser dalam bentuk yang paling...

Download BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA -    kuat geser langsung merupakan uji kuat geser dalam bentuk yang paling sederhana untuk suatu susunan uji kuat geser. Alat uji kuat geser langsung

Post on 06-Feb-2018

253 views

Category:

Documents

26 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

  • 6

    BAB 2

    TINJAUAN PUSTAKA

    2.1 Gambaran Umum Obyek Penelitian

    2.1.1 Material Geosintetik

    Penggunaan material geosintetik pada proyek perbaikan tanah semakin

    luas, material geosintetik yang telah teruji kekuatannya menjadi bagian yang

    penting dalam menyelesaikan masalah geoteknik yang sering terjadi. Material

    geosintetik terdiri dari banyak jenis dan bentuk tergantung dari aplikasi dan

    kegunaan dari material tersebut. Salah satu jenis material geosintetik yang

    digunakan pada penelitian ini adalah geotekstil. Lingkup penelitian ini yaitu

    mencari nilai friksi antara material geotekstil dengan material timbunan dan nilai

    friksi antara material timbunan dengan material timbunan (tanpa geotekstil). Hal

    ini dikarenakan perbedaan jenis material dan perilaku dari masing-masing

    material maka diperkirakan friksi yang terjadi antara geotekstil dengan material

    timbunan akan berbeda dengan friksi antara material timbunan dengan material

    timbunan.

    Pada proyek timbunan, penggunaan geotekstil sebagai lapisan perkuatan

    sangat erat hubungannya dengan perilaku gesekan yang terjadi antara geotekstil

    dengan material timbunan yang ada diatasnya. Parameter kuat geser sangat

    penting dalam hal ini untuk menentukan kekuatan material geotekstil terhadap

    gaya geser yang terjadi akibat material timbunan yang berada diatasnya. Besar

  • 7

    kekuatan geser antara kedua jenis material tersebut dapat dijadikan parameter

    yang cukup penting dalam menghitung stabilitas struktur suatu timbunan dan

    proyek geoteknik lainya.

    Gambar 2.1 Geotekstil pada proyek timbunan

    (Sumber : Internet)

    2.2 Landasan Teori

    2.2.1 Geotekstil

    Geotekstil adalah suatu material geosintetik yang berbentuk seperti karpet

    atau kain. Umumnya material geotekstil terbuat dari bahan polimer polyester

    (PET) atau polypropylene (PP). Geotekstil adalah material yang bersifat

    permeable (tidak kedap air) dan memiliki fungsi yang bervariasi diantaranya

    yaitu sebagai lapisan penyaring (filter), lapisan pemisah (separator), lapisan

    perkuatan (reinforcement), lapisan pelindung (protector), dan juga bisa

    digunakan dalam perencanaan drainase. Pada aplikasi dilapangan geotekstil telah

    banyak digunakan dalam proyek teknik sipil diantaranya yaitu pada proyek jalan,

    lapangan terbang, proyek timbunan, waduk, bendungan, dan masih banyak lagi.

  • 8

    Geotekstil secara garis besar dibedakan menjadi dua jenis yaitu geotekstil

    woven dan geotekstil nonwoven. Perbedaan dari kedua jenis material geotekstil

    ini adalah pada cara pembuatannya. Geotekstil woven dibuat dengan cara

    dianyam sedangkan geotekstil nonwoven proses pembuatannya tidak dengan cara

    dianyam sehingga tekstur dari geotekstil woven terlihat lebih teratur

    dibandingkan dengan geotekstil nonwoven.

    Gambar 2.2 Geotekstil woven

    (Sumber : Internet)

    Gambar 2.3 Geotekstil nonwoven

    (Sumber : Internet)

    Perbedaan jenis, dan bentuk menjadikan tiap-tiap jenis geotekstil

    memiliki kelebihan dan kekurangan, sehingga memiliki fungsi dan aplikasi yang

    berbeda sesuai dengan kelebihan dan kekurangan yang dimiliki. Umumnya

  • 9

    geotekstil woven digunakan sebagai bahan perkuatan tanah dasar, hal ini

    dikarenakan tekstur dari geotekstil woven yang teranyam rapi sehingga memiliki

    kuat tarik (tensile strength) yang lebih besar dibandingkan dengan geotekstil tipe

    nonwoven.

    2.2.2 Aplikasi Geotekstil di Lapangan

    Geotekstil memiliki beberapa kegunaan diantaranya yaitu sebagai lapisan

    penyaring (filter), lapisan pemisah (separator), lapisan perkuatan (reinforcement)

    dan lapisan pelindung (protector). Untuk fungsi sebagai lapisan penyaring,

    geotekstil adalah bahan yang bersifat permeable (tembus air). Sehingga air dapat

    tembus melalui material geotekstil namun partikel tanah tetap tertahan. Untuk

    fungsi sebagai lapisan pemisah, material geotekstil dapat mencegah

    tercampurnya lapisan material yang satu dengan yang lainnya sebagai contoh

    pada proyek pembangunan jalan diatas tanah dasar lunak misalnya tanah

    berlumpur, pada aplikasi ini geotekstil berfungsi sebagai pemisah agar tanah

    berlumpur tersebut tidak naik ke sistem perkerasan jalan yang dapat

    mengakibatkan rusaknya lapisan perkerasan jalan.

    Gambar 2.4 Geotekstil sebagai lapisan pemisah

    (Sumber : Internet)

  • 10

    Untuk fungsinya sebagai lapisan perkuatan yang biasa digunakan pada

    proyek timbunan atau perkuatan lereng. Material geotekstil bekerja

    menggunakan metode membrane effect yang hanya mengandalkan tensile

    strength (kuat tarik) dari material itu sendiri. Adapun beberapa faktor yang harus

    diperhatikan ketika akan menggunakan material geotekstil sebagai lapisan

    perkuatan yaitu :

    Jenis geotekstil yang akan digunakan

    Kondisi lingkungan, perubahan cuaca, dan kondisi asam atau basa

    dapat mempengaruhi kekuatan dari geotekstil.

    Material timbunan yang akan digunakan

    Interaksi antara material timbunan dengan geotekstil

    Beberapa aplikasi geotekstil di lapangan berdasarkan fungsinya yaitu :

    Sebagai lapisan pemisah :

    Sebagai lapis pemisah antara tanah dasar dan lapisan batuan pada

    jalan yang beraspal atau pada proyek di lapangan udara.

    Sebagai lapis pemisah antara tanah dasar dan lapisan batuan pada

    jalan yang tidak beraspal.

    Sebagai pemisah antara tanah dasar dengan bebatuan pemberat

    (basal) pada jalan rel.

    Sebagai lapisan pemisah yang biasa diletakkan di antara geomembran

    dan lapisan drainase pada tanah.

  • 11

    Sebagai lapisan pemisah yang diletakkan di antara lapisan aspal yang

    lama dengan lapisan aspal yang baru.

    Sebagai lapisan pemisah yang diletakkan di bawah trotoar.

    Sebagai lapisan perkuatan :

    Sebagai lapisan perkuatan yang diletakkan di atas tanah lunak pada

    proyek jalan.

    Sebagai lapisan perkuatan yang diletakkan di atas tanah lunak pada

    proyek lapangan udara.

    Sebagai lapisan perkuatan yang diletakkan di atas tanah lunak pada

    proyek jalan rel kereta api.

    Sebagai lapisan perkuatan yang diletakkan diatas tanah lunak pada

    proyek lapangan atletik dan olahraga.

    Sebagai lapisan perkuatan pada proyek timbunan.

    Sebagai lapisan perkuatan pada konstruksi lereng yang curam.

    Sebagai lapisan perkuatan pada proyek bendungan.

    Sebagai lapisan perkuatan yang berfungsi menahan tanah lunak pada

    konstruksi bendungan.

    Sebagai lapisan penyaring :

    Sebagai lapisan penyaring yang diletakkan di sekitar bebatuan yang

    mengelilingi saluran.

    Sebagai lapisan penyaring yang diletakkan di bawah batuan pemberat

    (ballast) di bawah rel kereta api.

  • 12

    Sebagai lapisan penyaring yang diletakkan di dasar tempat

    pembuangan sampah akhir yang menyaring air lindi dari TPA

    tersebut.

    Sebagai lapisan yang fleksibel untuk menahan pasir atau tanah pada

    sistem kontrol erosi.

    Sebagai lapis pelindung :

    Sebagai lapisan pelindung yang melindungi geomembran pada proyek

    TPA karena lapisan geomembran adalah lapisan kedap air yang

    mampu mencegah terkontaminasinya tanah dari air limbah sampah

    namun geomembran adalah lapisan yang rentan dan butuh

    perlindungan pada saat geomembran tersebut di pasang dan pada saat

    TPA tersebut beroperasi dan geotekstil berperan melindungi lapisan

    geomembran tersebut

    Sebagai lapisan pelindung yang dapat melindungi tanah dari erosi.

    Sebagai lapisan pelindung pada proyek jalan agar lapisan perkerasan

    jalan tidak terkontaminasi dengan lapisan tanah lunak dibawahnya

    yang dapat merusak sistem perkerasan jalan tersebut.

    Struktur perkuatan tanah dengan material geotekstil membutuhkan

    pengetahuan mengenai perilaku gesekan (friction) antara tanah dengan

    geotekstil. Parameter kuat geser adalah parameter yang penting dalam

    menganalisa interaksi tanah dengan geotekstil.

  • 13

    Berdasarkan jenisnya, geotekstil dibagi menjadi beberapa jenis diantaranya yaitu:

    Geotekstil woven monofilament

    Geotekstil woven multifilament

    Geotekstil woven slit-film

    Geotekstil nonwoven continuous filament heat bonded

    Geotekstil nonwoven continuous filament needle punched

    Geotekstil nonwoven staple needle punched

    Geotekstil nonwoven resin-bonded

    Knitted

    Material geotekstil yang digunakan pada penelitian ini adalah material geotekstil

    dengan jenis woven slit-film, gotekstil jenis nonwoven continous filament needle

    punched dan geotekstil komposit.

    Gambar 2.5 Geotekstil woven slit-film

  • 14

    Gambar 2.6 Geotekstil nonwoven continous filament needle punched.

    Gambar 2.7 Geotekstil komposit

    2.2.3 Kelebihan dan Kekurangan Geotekstil woven

    Ada beberapa keuntungan dari material geotekstil woven yaitu:

    Bentuknya teratur dan teranyam sehingga memiliki kuat tarik yang

    besar dibandingkan geotekstil nonwoven sehingga sangat cocok

    sebagai lapis perkuatan

    Permeable (tembus air) sehingga bisa digunakan sebagai lapisan

    penyaring

  • 15

    Adapun beberapa kekurangannya yaitu:

    Tidak tahan terhadap sinar matahari, hal ini dikarenakan sinar

    matahari mengandung sinar ultraviolet yang dapat menyebabkan

    degradasi yang cepat.

    Rentan terha

Recommended

View more >