bab 2 gambaran umum wilayah kota bengkulu edit

Upload: purnamareny

Post on 10-Feb-2018

229 views

Category:

Documents


0 download

TRANSCRIPT

  • 7/22/2019 BAB 2 Gambaran Umum Wilayah Kota Bengkulu Edit

    1/25

    Laporan Antara

    Rencana Pembangunan dan Pengembangan Perumahan dan Kawasan Permukiman (RP3KP) II-1

    BAB II GAMBARAN UMUM WILAYAHPERENCANAAN

    2.1. PROFIL WILAYAH KOTA BENGKULU

    2.1.1. Gambaran Umum KOTA BENGKULU

    Wilayah perencanaan didalam Penyusunan Rencana

    Pembangunan dan Pengembangan Perumahan dan Kawasan Permukiman

    (RP3KP) adalah Kota Bengkulu. Kota Bengkulu merupakan ibukota

    Provinsi Bengkulu secara geografis terletak pada 10 20 14 10 20 22

    Bujur Timur dan 3 45 3 59 Lintang Selatan. Kota Bengkulu memiliki luas

    wilayah 151,7 km2 menurut hasil survey terakhir Bakosurtanal. Secara

    administrasi kota Bengkulu berbatasan sebelah Utara dan Timur dengan

    Kabupaten Bengkulu Utara, sebelah Selatan dengan Kabupaten Seluma,

    sebelah Barat dengan Samudra Indonesia.Akan tetapi pada hakikatnya

    wilayah perencanaan dalam lingkup wilayah yang lebih luas (makro) tidak

    hanya terbatas sampai kepada wilayah Kota Bengkulu, akan tetapi juga

    meliputi upaya pemahaman dan mengevaluasi berbagai potensi dan

    interaksinya terhadap wilayah Kota Bengkulu dari wilayah di dalam

    konstelasi yang lebih luas, maka perlu dilakukan pemahaman mengenai

    posisi dan kedudukan Kota Bengkulu didalam sistem perwilayahan Provinsi

    Bengkulu.

    Kota Bengkulu Secara historis terbentuk berdasarkan Undang-

    undang Darurat Nomor 6 Tahun 1956, tentang pembentukan Daerah

    Otonom Kabupaten-Kabupaten dalam Lingkungan Daerah Provinsi

  • 7/22/2019 BAB 2 Gambaran Umum Wilayah Kota Bengkulu Edit

    2/25

    Laporan Antara

    Rencana Pembangunan dan Pengembangan Perumahan dan Kawasan Permukiman (RP3KP) II-2

    Sumatera Selatan. Sejak dikeluarkannya Undang-Undang Nomor 1 Tahun

    1957, kota kecil Bengkulu diubah statusnya menjadi Kotapraja, meliputi 4

    wilayah kedatukan yang membawahi 28 Kepangkuan. Berdasarkan

    Undang-Undang Nomor 9 Tahun 1967 jo Peraturan Pemerintah Nomor 20

    Tahun 1968 Provinsi Bengkulu berdiri dan Kota Bengkulu dijadikan sebagai

    Ibukotanya. Sebutan Kotapraja selanjutnya diganti dengan Kotamadya Dati

    II Bengkulu sesuai dengan Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1974 tentang

    Pokok-pokok Pemerintahan di daerah. Istilah Kotamadya Dati II Bengkulu

    berubah menjadi Kota Bengkulu berdasarkan Undang-Undang Nomor 22

    Tahun 1999 tentang Pemerintahan Daerah dan Peraturan Pemerintah di

    daerah tentang kewenangan pemerintah di daerah. Pada tahun 2003, Kota

    Bengkulu mengalami pemekaran wilayah.

    Kota Bengkulu yang semula terdiri dari 4 kecamatan dengan 57 kelurahan

    dimekarkan menjadi 9 kecamatan dengan 67 kelurahan. Pembentukan

    kecamatan dan kelurahan tersebut telah ditetapkan melalui Peraturan

    Daerah Nomor 28 Tahun 2003. Berdasarkan Perda No 28 Tahun 2003

    tersebut, secara administratif, Kota Bengkulu terdiri atas 8 Kecamatan yaitu

    Kecamatan Selebar dengan 6 Kelurahan, Kecamatan Kampung Melayu

    dengan 6 Kelurahan, Kecamatan Gading Cempaka dengan 11 Kelurahan,

    Kecamatan Ratu Samban dengan 9 Kelurahan, Kecamatan Ratu Agung 8

    Kelurahan, Kecamatan Teluk Segara dengan 13 Kelurahan, Kecamatan

    Sungai Serut 7 Kelurahan dan Kecamatan Muara Bangkahulu dengan 7

    Kelurahan.

  • 7/22/2019 BAB 2 Gambaran Umum Wilayah Kota Bengkulu Edit

    3/25

    Laporan Antara

    Rencana Pembangunan dan Pengembangan Perumahan dan Kawasan Permukiman (RP3KP) II-3

    Sekarang Kecamatan Gading Cempaka telah mengalami pemekaran

    menjadi dua kecamatan, yaitu Kecamatan Gading Cempaka dengan 5

    Kelurahan dan Kecamatan Singaran Pati dengan 6 Kelurahan.

    Tabel 2.1.Wilayah Kecamatan Kota Bengkulu

    No

    Kode

    Wilayah

    Kecamatan Jumlah

    Kelurahan

    Jumlah Penduduk Total

    Laki-Laki Perempuan

    17.71 Kota Bengkulu 57 192.776 182.365 375141

    1 17.71.04 Muara Bangka

    Hulu

    7 22.484 20724 43.208

    2 17.71.03 Teluk Segara 13 13.566 13.243 26.809

    3 17.71.08 Sungai Serut 7 13.544 12.974 26.518

    4 17.71.07 Ratu Samban 9 14.558 14.104 28.662

    5 17.71.06 Ratu Agung 8 28.912 27.658 56.570

    6 17.71.09 Singaran Pati 6 25.176 23.540 48.716

    7 17.71.02 Gading Cempaka 5 23.086 22.275 45.361

    8 17.71.05 Kampung Melayu 6 19.843 18.326 38.169

    9 17.71.01 Selebar 6 31.607 29.51 61.128

    Sumber : BPS Kota Bengkulu

    Karakteristik Fisik Wilayah

    1. Bengkulu

    Topografi

    Berdasarkan keadaan alam dan letaknya, maka wilayah KotaBengkulu mempunyai ketinggian dari permukaan laut yang berbeda-beda,Bagian Timurnya berbukit-bukit dengan dataran tinggi yang subur, sedangbagian barat merupakan dataran rendah yang relatif sempit, memanjang dariutara ke selatan serta diselingi oleh daerah yang bergelombang .

    Ketinggian wilayah Kota Bengkulu tersebut digambarkan sebagaiberikut :

    v Daerah yang terletak pada ketinggian 0100 meter di atas permukaan laut(daerah low land) mencapai 708,435 hektar atau 35,80 persen dari luaswilayah Kota Bengkulu

  • 7/22/2019 BAB 2 Gambaran Umum Wilayah Kota Bengkulu Edit

    4/25

    Laporan Antara

    Rencana Pembangunan dan Pengembangan Perumahan dan Kawasan Permukiman (RP3KP) II-4

    v Daerah yang terletak pada ketinggian 100 - 1000 meter di atas permukaanlaut yang merupakan lereng pegunungan Bukit Barisan (Bukit Range) yaitudengan ketinggian antara 100 500 meter mencapai 625.323 hektar atau31,60 persen dan pada ketinggian 500 1000 meter mencapai 405.688hektar atau 20,50 persen dari luas wilayah Kota Bengkulu

    v Daerah yang terletak pada ketinggian lebih dari 1000 meter di ataspermukaan laut, posisinya sampai puncak pegunungan Bukit Barisan yangumumnya daerah kegiatan vulkanis dan tektonis yang mencapai 239,924hektar atau 12,10 persen.

    1.1.2.2. Iklim

    Iklim di Kota Bengkulu ditandai dengan jumlah curah hujan yangcukup tinggi, curah hujan terbanyak terjadi pada bulan November danDesember yakni 538 mm dan 508 mm dengan hari hujan tertinggi selama 26hari pada bulan Desember.

    Tabel Hari Hujam dan curah Hujan setiap Bulan di Kota

    Bengkulu,2012

    Bulan Hari Hujan Curah Hujan

    Januari 19 198

    Februari 8 101

    Maret 19 131

    April 22 340

    Mei 13 182

    Juni 10 174Juli 12 140

    Agustus 8 95

    September 3 37

    Oktober 15 190

    Desember 26 508

    Sumber : Kota Bengkulu dalam angka 2013

    1.1.2.3. Jenis Tanah

    Berdasarkan kondisi geologisnya, Kota Bengkulu terdiri dari 9 jenistanah yaitu : jenis tanah organosol 3.600 ha (0,18%), jenis tanah alluvialsebanyak 70.015 ha (3,54%), jenis tanah regosol sebanyak 43.360 ha(2,19%), jenis tanah asosiasi, podsolik merah kuning, latosol-litosol sebanyak283.200 ha (14,31%), jenis tanah latosol sebanyak 426.800 (21,57%), jenistanah andosol sebanyak 142.200 ha (7,19%), jenis tanah asosisi andosolregosol sebanyak 81.200 ha (4,10%), jenis tanah asosiasi podsolik coklat,podsol, litosol sebanyak 150.800 ha (7,26 % dan jenis lainnya sebanyak777.695 ha (39,30%)

    1.1.2.4. Penggunaan Lahan

    Dari luas wilayah Kota Bengkulu tersebut di atas, 63,1% merupakan

    lahan budidaya dan 36,98 % merupakan lahan non budidaya yang tetap

  • 7/22/2019 BAB 2 Gambaran Umum Wilayah Kota Bengkulu Edit

    5/25

    Laporan Antara

    Rencana Pembangunan dan Pengembangan Perumahan dan Kawasan Permukiman (RP3KP) II-5

    dilestarikan sebagai kawasan lindung untuk konservasi yang tidak bolehdiganggu dan diambil manfaatnya.

    Teridentifikasi lebih kurang 22.647 Ha lahan di wilayah Kota Bengkulumengalami erosi yang tersebar pada tiap Kabupaten, dan erosi yang cukup besar

    terdapat di Kabupaten Rejang Lebong. Hilangnya lapisan atas tanah (degradasi)ini disebabkan antara lain oleh longsoran air hujan, sungai, laut.

    Geografi

    Batas Wilayah

    2. Kecamatan Selebar

    Kecamatan Selebar terletak di bagian timur Kota Bengkulu, ibu KotaBengkulu. Kecamatan ini memiliki luas wilayah 43,84 km persegi.

    Batas-batas wilayah kecamatan Selebar adalah

    o Sebelah Utara : Kabupaten Bengkulu Tengaho Sebelah Selatan : Kecamatan Kampung Melayuo Sebelah Timur : Kabupaten Selumao Sebelah Barat : Kecamatan Gading Cempaka

    Wilayah Administrasi

    Kecamatan Selebar terdiri dari 6 Kelurahan defenitif dengan pusatpemerintahan di kelurahan Pagar Dewa. Dengan ketinggian topografinyadatar dengan ketinggian wilayah berkisar antara 10-40 meter di ataspermukaan laut.

    Kependudukan

    Tabel : Luas wilayah, Jumlah Penduduk, dan Kepadatan menurut Kelurahandi Kecamatan Selebar tahun 2012

    No KELURAHAN LUAS (KM2) JUMLAHPENDUDUK

    KEPADATANPENDUDUK

    1

    2

    3

    4

    5

    6

    BETUNGAN

    PEKAN SABTU

    SUKARAMI

    BUMI AYU

    PAGAR DEWA

    SUMUR DEWA

    15,02

    9,75

    5,95

    2,70

    8,73

    4,20

    6186

    4774

    9724

    6573

    18930

    6036

    411,8

    489,6

    163,4

    2434,4

    2168,4

    1437,1

    JUMLAH 46,36 52323 1128,6

    Sumber Data : BPS Kota Bengkulu

    Jumlah Penduduk Menurut jenis kelamin, Sex Ratio menurut Kelurahan di

    Kecamatan Selebar.

    No KELURAHAN JENIS KELAMIN Sex Ratio

  • 7/22/2019 BAB 2 Gambaran Umum Wilayah Kota Bengkulu Edit

    6/25

    Laporan Antara

    Rencana Pembangunan dan Pengembangan Perumahan dan Kawasan Permukiman (RP3KP) II-6

    L P

    1

    2

    3

    4

    5

    6

    BETUNGAN

    PEKAN SABTU

    SUKARAMI

    BUMI AYU

    PAGAR DEWA

    SUMUR DEWA

    3752

    2522

    4645

    3428

    9026

    3033

    2434

    2352

    5079

    3145

    9904

    3063

    154,15

    102,98

    91,45

    109,00

    91,13

    99,02

    JUMLAH 26406 25977 101,65

    3. Kecamatan Kampung Melayu

    Kecamatan Kampung Melayu merupakan salah satu wilayah daerah Kota

    Bengkulu, Provinsi Bengkulu. Wilayah Kecamatan Kampung Melayu memiliki luas

    wilayah 3,2956 km2dengan ibukota Kecamatan Kampung Melayu.

    Batas-batas wilayah Kecamatan Kampung Melayu :

    o Sebelah Utara : Kecamatan Gading Cempaka

    o Sebelah Selatan : Kabupaten Seluma

    o Sebelah Timur : Kecamatan Selebar

    o Sebelah Barat : Lautan Hindia

    Wilayah Administrasi

    Kecamatan Kampung Melayu terdiri dari 6 kelurahan defenitif. Wilayah

    topografinya dataran dengan ketinggian wilayah berkisar 0-10 meter diatas

    permukaan laut.

    Kependudukan

    Luas Wilayah, Jumlah Penduduk, dan Kepadatan dirinci menurut

    Kelurahan di Kecamatan Kampung Melayu.

  • 7/22/2019 BAB 2 Gambaran Umum Wilayah Kota Bengkulu Edit

    7/25

    Laporan Antara

    Rencana Pembangunan dan Pengembangan Perumahan dan Kawasan Permukiman (RP3KP) II-7

    No KELURAHAN LUAS

    (KM2)

    JUMLAH

    PENDUDUK

    1

    2

    3

    4

    5

    6

    TELUK SEPANG

    PADANG SERAI

    SUMBER JAYA

    KANDANG MAS

    KANDANG

    MUARADUA

    20

    6

    6

    3,5

    2,16

    0,72

    3039

    3007

    7534

    7774

    10411

    1479

    JUMLAH 38,38 33244

    Sumber data : Kecamatan

    Jumlah Penduduk Menurut Jenis Kelamin, Sex Ratio dirinci menurut

    Kelurahan di Kecamatan Kampung Melayu.

    No KELURAHAN L P Sex Ratio

    1

    2

    3

    4

    5

    6

    TELUK SEPANG

    PADANG SERAI

    SUMBER JAYA

    KANDANG MAS

    KANDANG

    MUARADUA

    1428

    1620

    3685

    3937

    7149

    709

    1611

    1387

    3849

    3837

    3262

    770

    0,89

    1,17

    0,96

    1,03

    2,19

    0,92

    JUMLAH 18528 14716 1,29

    Sumber data : Kecamatan

    4. Kecamatan Gading Cempaka

    Kecamatan Gading Cempaka terletak di bagian timur Kota Bengkulu, Provinsi

    Bengkulu. Kecamatan ini memiliki luas wilayah 991,4 Ha.

    Batas-batas wilayah Kecamatan Gading Cempaka adalah :

  • 7/22/2019 BAB 2 Gambaran Umum Wilayah Kota Bengkulu Edit

    8/25

    Laporan Antara

    Rencana Pembangunan dan Pengembangan Perumahan dan Kawasan Permukiman (RP3KP) II-8

    o Sebelah Utara : Kecamatan Singaran Pati dan Ratu Agung

    o Sebelah Selatan : Kecamatan Kampung Melayu

    o Sebelah Timur : Kecamatan Singaran Pati dan Kecamatan Selebar

    o Sebelah Barat : Samudera Hindia

    Wilayah Administrasi

    Kecamatan Gading Cempaka terdiri dari 5 kelurahan defenitif dengan pusat

    pemerintahan di kelurahan jalan Gedang. Keadaan topografinya datar dengan

    ketinggian wilayah berkisar 3-18 meter diatas permukaan laut.

    Kependudukan

    Luas Wilayah, Jumlah Penduduk, dan Kepadatan dirinci menurut

    Kelurahan di Kecamatan Gading Cempaka.

    No KELURAHAN LUAS (HA) JUMLAHPENDUDUK

    KEPADATANPENDUDUK

    1

    2

    3

    4

    5

    SIDOMULYO

    JALAN GEDANG

    PADANG HARAPAN

    CEMPAKA PERMAI

    LINGKAR BARAT

    297

    185

    250

    54,4

    205

    11360

    6971

    8553

    7274

    7828

    38

    38

    34

    133

    38

    JUMLAH 991,4 41986 43

    Jumlah Penduduk Menurut jenis kelamin, Sex Ratio dirinci menurut

    Kelurahan di Kecamatan Gading Cempaka.

    No KELURAHAN JENIS KELAMIN Sex Ratio

    L P

    1

    2

    3

    4

    5

    SIDOMULYO

    JALAN GEDANG

    PADANG HARAPAN

    CEMPAKA PERMAI

    LINGKAR BARAT

    5747

    3490

    4320

    3641

    3934

    5613

    3481

    4233

    3633

    3894

    102,38

    100

    102,05

    100

    100

  • 7/22/2019 BAB 2 Gambaran Umum Wilayah Kota Bengkulu Edit

    9/25

    Laporan Antara

    Rencana Pembangunan dan Pengembangan Perumahan dan Kawasan Permukiman (RP3KP) II-9

    5. Kecamatan Ratu Agung

    Kecamatan Ratu Agung terletak di bagian timur Kota Bengkulu, ibu Kota

    Bengkulu. Kecamatan ini memiliki luas wilayah 8,92 km persegi.

    Batas-batas wilayah Kecamatan Ratu Agung adalah :

    o Sebelah Utara : Kecamatan Sungai Serut

    o Sebelah Selatan : Kecamatan Gading Cempaka

    o Sebelah Timur : Kecamatan Gading Cempaka

    o Sebelah Barat : Kecamatan Ratu Agung

    Wilayah Administrasi

    Kecamatan Ratu Agung terdiri dari 8 kelurahan defenitif dengan pusat

    pemerintahan di kelurahan Nusa Indah. Keadaan topografinya datar dengan

    ketinggian wilayah berkisar antara 3-18 meter diatas permukaan laut.

    Kependudukan

    Luas Wilayah, Jumlah Penduduk, dan Kepadatan dirinci menurut

    Kelurahan di Kecamatan Ratu Agung.

    No KELURAHAN LUAS (KM2) JUMLAHPENDUDUK

    KEPADATANPENDUDUK

    1

    2

    34

    5

    6

    7

    8

    TANAH PATAH

    KEBUN TEBENG

    SAWAH LEBAR BARUSAWAH LEBAR

    NUSA INDAHH

    KEBUN KENANGA

    KEBUN BELER

    LEMPUING

    3

    0,7

    0,761,15

    0,9

    0,31

    0,30

    1,8

    6.400

    5.246

    7.2928.086

    5.872

    6.685

    4.834

    4.845

    2.133

    7.494

    9.5957.031

    6.524

    21.565

    16.113

    2.692

    JUMLAH 8,92 49.260 5.522

  • 7/22/2019 BAB 2 Gambaran Umum Wilayah Kota Bengkulu Edit

    10/25

    Laporan Antara

    Rencana Pembangunan dan Pengembangan Perumahan dan Kawasan Permukiman (RP3KP) II-10

    Jumlah Penduduk Menurut jenis kelamin, Sex Ratio dirinci menurut

    Kelurahan di Kecamatan Ratu Agung.

    No KELURAHAN JENIS KELAMIN Sex RatioL P

    1

    2

    3

    4

    5

    6

    78

    TANAH PATAH

    KEBUN TEBENG

    SAWAH LEBAR BARU

    SAWAH LEBAR

    NUSA INDAHH

    KEBUN KENANGA

    KEBUN BELERLEMPUING

    3.175

    2.572

    3.693

    3.917

    2.923

    3.043

    2.3602.448

    3.225

    2.674

    3.599

    4.169

    2.949

    3.642

    2.4742.397

    98

    96

    103

    94

    99

    84

    95102

    JUMLAH 23944 24.131 96

    6. Kecamatan Ratu Samban

    Kecamatan Ratu Samban menepati wilayah Barat Kota Bengkulu, dengan ibu

    Kota kecamatan di Kelurahan Penurunan. Kecamatan ini memiliki luas wilayah

    284,45 Hektar.

    Batas-batas wilayah Kecamatan Ratu Agung adalah :

    o Sebelah Utara : Kecamatan Teluk Segara

    o Sebelah Selatan : Kecamatan Ratu Agung

    o Sebelah Timur : Kecamatan Ratu Agung

    o Sebelah Barat : Samudera Hindia

    Wilayah Administrasi

    Kecamatan Ratu Samban terdiri dari 9 kelurahan. Sembilan kelurahan tersebut

    merupakan kelurahan definitive dengan klasifikasi perkotaan. Kecamatan Ratu

    Samban memiliki 28 RW dan 92 RT.

  • 7/22/2019 BAB 2 Gambaran Umum Wilayah Kota Bengkulu Edit

    11/25

    Laporan Antara

    Rencana Pembangunan dan Pengembangan Perumahan dan Kawasan Permukiman (RP3KP) II-11

    Keadaan topografinya datar dengan ketinggian wilayah berkisar antara 3-18

    meter diatas permukaan laut.

    Kependudukan

    Pada tahun 2012, kecamatan Ratu Samban memiliki penduduk sebanyak 27.210

    jiwa. 13.397 jiwa adalah penduduk laki-laki dan 13.813 jiwa penduduk perempuan.

    Jumlah penduduk terbanyak ada pada kelompok usia produktif, yaitu 25-55 tahun.

    Luas Wilayah, Jumlah Penduduk, dan Kepadatan dirinci menurut

    Kelurahan di Kecamatan Ratu Samban.

    No KELURAHAN LUAS (HA) JUMLAHPENDUDUK

    KEPADATANPENDUDUK

    1

    2

    3

    4

    5

    67

    8

    9

    ANGGUT BAWAH

    PENURUNAN

    PADANG JATI

    BELAKANG PONDOK

    PENGANTUNGAN

    KEBUN DAHRIKEBUN GERAN

    ANGGUT ATAS

    ANGGUT DALAM

    17.80

    86

    75

    19.05

    27.50

    15.1017

    12

    15

    796

    6310

    5577

    3398

    3157

    17672056

    2487

    1662

    44,72

    73,37

    74,36

    178,37

    114,80

    117,02121

    207,25

    110,80

    Jumlah Penduduk Menurut jenis kelamin, Sex Ratio dirinci menurut

    Kelurahan di Kecamatan Ratu Samban.

    No KELURAHAN JENIS KELAMIN Sex Ratio

    L P

    1

    2

    3

    4

    5

    6

    7

    ANGGUT BAWAH

    PENURUNAN

    PADANG JATI

    BELAKANG PONDOK

    PENGANTUNGAN

    KEBUN DAHRI

    KEBUN GERAN

    409

    2.770

    2.675

    1.695

    1.713

    966

    1.205

    387

    3.540

    2.902

    1.703

    1.444

    801

    851

    105,68

    64,12

    92,18

    99,53

    118,63

    124,35

    141,60

  • 7/22/2019 BAB 2 Gambaran Umum Wilayah Kota Bengkulu Edit

    12/25

    Laporan Antara

    Rencana Pembangunan dan Pengembangan Perumahan dan Kawasan Permukiman (RP3KP) II-12

    8

    9

    ANGGUT ATAS

    ANGGUT DALAM

    1.141

    823

    1.346

    839

    84,77

    98,10

    JUMLAH 13.397 13.813

    7. Kecamatan Singaran Pati

    Kecamatan Singaran Pati termasuk dalam wilayah administrasi Kota Bengkulu,

    dengan Provinsi Bengkulu. Berjarak sekitar 6 km dari ibukota Kota Bengkulu. Luas

    wilayah daratan mencapai 14,44 Km2, Kecamatan Singaran Pati terbentuk

    berdasarkan Undang-undang No 3 Tahun 2012 yaitu tentang pembentukan

    wilayah Kecamatan Singaran Pati sebagai bagian wilayah administrasi Kota

    Bengkulu.

    Batas administrasi wilayah Kecamatan Singaran Pati

    o Sebelah Utara : Kecamatan Ratu Agung dan Kecamata Sungai

    Serut

    o Sebelah Selatan : Kecamatan Gading Cempaka

    o Sebelah Timur : Kecamatan Selebar

    o Sebelah Barat : Kecamatan Gading Cempaka

    Kependudukan

    Penduduk kecamatan Singaran Pati memiliki penduduk sebanyak 39.700 jiwa.

    20.000 jiwa adalah berjenis kelamin laki-laki dan 19.700 jiwa berjenis kelamin

    perempuan.

    Perbandingan jumlah penduduk laki-laki dan perempuan atau sex ratio di

    Kecamatan Singaran Pati sebesar 101,5 persen. Artinya jumlah penduduk laki-laki

    1,52 persen lebih banyak dibandingkan jumlah penduduk perempuannya.

  • 7/22/2019 BAB 2 Gambaran Umum Wilayah Kota Bengkulu Edit

    13/25

    Laporan Antara

    Rencana Pembangunan dan Pengembangan Perumahan dan Kawasan Permukiman (RP3KP) II-13

    Kecamatan Singaran Pati berjumlah enam kelurahan yakni, panorama, jembatan

    kecil, dusun besar, padang nagka, timur indah, dan lingkar timur.

    8. Kecamatan Teluk Segara

    Kecamatan Teluk Segara terletak di bagian selatan Kota Bengkulu, ibu Kota

    Bengkulu. Kecamatan ini memiliki luas wilayah 276,3 km persegi.

    Batas-batas wilayah Kecamatan Teluk Segara adalah :

    o Sebelah Utara : Kecamatan Muara Bangkahulu

    o

    Sebelah Selatan : Kecamatan Ratu Agung

    o Sebelah Timur : Kecamatan Sungai Serut

    o Sebelah Barat : Kecamatan Samudera Hindia

    Wilayah Administrasi

    Kecamatan Teluk Segara terdiri dari 13 kelurahan defenitif dengan pusat

    pemerintahan di kelurahan jitra. Keadaan topografinya dataran dengan ketinggian

    wilayah berkisar antara 2-14 meter diatas permukaan laut.

    Kependudukan

    Luas Wilayah, Jumlah Penduduk, dan Kepadatan dirinci menurut

    Kelurahan di Kecamatan Teluk Segara.

    No KELURAHAN LUAS (HA) JUMLAH

    PENDUDUK

    KEPADATAN

    PENDUDUK

    1

    2

    3

    4

    5

    6

    7

    8

    KEBUN KELING

    MALABERO

    SUMUR MELELE

    BERKAS

    PASAR BARU

    JITRA

    PASAR MELINTANG

    PONDOK BESI

    16

    18

    11,9

    41,5

    14,75

    13,64

    11,7

    9

    1202

    2566

    1108

    1628

    2013

    1355

    1969

    1849

    8,67

    13,64

    1,57

    18,44

    8,94

    12,20

    16,89

    12,35

  • 7/22/2019 BAB 2 Gambaran Umum Wilayah Kota Bengkulu Edit

    14/25

    Laporan Antara

    Rencana Pembangunan dan Pengembangan Perumahan dan Kawasan Permukiman (RP3KP) II-14

    9

    10

    11

    1213

    KEBUN ROS

    PINTU BATU

    TENGAH PADANG

    BAJAKKAMPUNG MELAYU

    30

    11,1

    75

    14,618,4

    2047

    1107

    3986

    22701971

    66,86

    10,66

    31,77

    31,328,82

    JUMLAH 285,59 25071 242,13

    Jumlah Penduduk Menurut jenis kelamin, Sex Ratio dirinci menurut

    Kelurahan di Kecamatan Teluk Segara.

    No KELURAHAN JENIS KELAMIN Sex Ratio

    L P

    1

    2

    3

    4

    5

    6

    7

    8

    9

    10

    11

    12

    13

    KEBUN KELING

    MALABERO

    SUMUR MELELE

    BERKAS

    PASAR BARU

    JITRA

    PASAR MELINTANG

    PONDOK BESI

    KEBUN ROS

    PINTU BATU

    TENGAH PADANG

    BAJAK

    KAMPUNG MELAYU

    658

    1240

    559

    916

    701

    744

    915

    913

    981

    643

    2250

    1144

    881

    612

    1288

    569

    920

    756

    611

    1049

    1114

    1032

    695

    1826

    1212

    1389

    108,01

    96,77

    97,17

    99,01

    93,23

    120,777

    93,57

    108,69

    96,31

    109,83

    128,69

    95,42

    84,23

    9. Kecamatan Sungai Serut

    Kecamatan Sungai Serut terletak di bagian sebelah utara dari Kota Bengkulu.

    Kecamatan ini memiliki luas wilayah lebih kurang 1.353 Ha atau 13,53 km persegi.

    Wilayah Kecamatan Sungai Serut memanjang yang berbatasan dengan

    kecamatan Teluk Segara sampai ke perbatasan Bengkulu Tengah.

    Batas-batas wilayah Kecamatan Sungai Serut adalah :

  • 7/22/2019 BAB 2 Gambaran Umum Wilayah Kota Bengkulu Edit

    15/25

    Laporan Antara

    Rencana Pembangunan dan Pengembangan Perumahan dan Kawasan Permukiman (RP3KP) II-15

    o Sebelah Utara : Kecamatan Muara Bangkahulu

    o Sebelah Selatan : Kecamatan Ratu Samban

    o Sebelah Timur : Kecamatan Talang Empat Kabupaten Bengkulu

    Tengah

    o Sebelah Barat : Kecamatan Teluk Segara

    Wilayah Administrasi

    Kecamatan Sungai Serut terdiri dari 7 kelurahan defenitif. Keadaan topografinya

    dengan ketinggian wilayah berkisar antara 0-20 meter diatas permukaan laut.

    Kependudukan

    Penduduk di Kecamatan Sungai Serut berjumlah 19.621 jiwa.

    Luas Wilayah, Jumlah Penduduk, dan Kepadatan dirinci menurut

    Kelurahan di Kecamatan Sungai Serut.

    No KELURAHAN LUAS (KM2) JUMLAHPENDUDUK

    KEPADATANPENDUDUK

    1

    2

    3

    4

    5

    67

    SURABAYA

    SEMARANG

    TANJUNG JAYA

    TANJUNG AGUNG

    SUKA MERINDU

    KAMPUNG KELAWIPASAR BENGKULU

    8,5

    1,43

    1,05

    0,09

    2,02

    0,370,07

    5.467

    1.737

    1.229

    836

    6.006

    2.7021.644

    643

    1.215

    1.170

    9.289

    2.973

    7.30323.486

    JUMLAH 13,53 19.621 1.450

    Jumlah Penduduk Menurut jenis kelamin, Sex Ratio dirinci menurut

    Kelurahan di Kecamatan Sungai Serut.

    No KELURAHAN JENIS KELAMIN Sex Ratio

  • 7/22/2019 BAB 2 Gambaran Umum Wilayah Kota Bengkulu Edit

    16/25

    Laporan Antara

    Rencana Pembangunan dan Pengembangan Perumahan dan Kawasan Permukiman (RP3KP) II-16

    L P

    1

    2

    3

    4

    5

    6

    7

    SURABAYA

    SEMARANG

    TANJUNG JAYA

    TANJUNG AGUNG

    SUKA MERINDU

    KAMPUNG KELAWI

    PASAR BENGKULU

    2.639

    879

    569

    362

    2.641

    1.416

    818

    2.828

    858

    660

    474

    3.365

    1.286

    826

    93,32

    102,45

    86,21

    76,37

    78,48

    110,11

    99,03

    Jumlah 9.324 10.297 90,55

    10. Kecamatan Muara Bangkahulu

    Kecamatan Muara Bangkahulu ini memiliki luas wilayah 2329,3 Ha, Kecamatan

    Muara Bangkahulu terletak sebelah utara dari Kota Bengkulu berbatasan

    langsung dengan Kabupaten Bengkulu Tengah (Benteng).

    Kecamatan Muara Bangkahulu merupakan daerah yang diapit oleh 2 (Dua) sungai

    yaitu Sungai Air Hitam dan Sungai Serut, sungai Serut membatasi Kecamatan

    Muara Bangkahulu dengan Kecamatan Sungai Serut yang berada sebelah selatan

    sedangkan sungai Air Hitam yang berada sebelah utara membatasi Kecamatan

    Muara Bangkahulu denan Kabupaten Bengkulu Tengah (Benteng)

    Sedangkan untuk batas sebelah timur Kecamatan Muara Bangkahulu berbatas

    dengan Kabupaten Bengkulu Tengah (Tengah), dan sebelah Barat Kecamatan

    Muara Bangkahulu berbatasan langsung dengan Samudera Indonesia.

    Kependudukan

    Penduduk di Kecamatan Muara Bangkahulu pada tahun 2012 sebesar 47.300

    yang terdiri dari 24.666 jiwa penduduk laki-laki atau 52,15 persen, sedangkan

    penduduk perempuan sebesar 47,85 persen atau sebanyak 22.634 jiwa.

  • 7/22/2019 BAB 2 Gambaran Umum Wilayah Kota Bengkulu Edit

    17/25

    Laporan Antara

    Rencana Pembangunan dan Pengembangan Perumahan dan Kawasan Permukiman (RP3KP) II-17

    Luas Wilayah, Jumlah Penduduk, dan Kepadatannya menurut

    Kelurahan di Kecamatan Muara Bangkahulu.

    No KELURAHAN LUAS (KM2) JUMLAHPENDUDUK

    KEPADATANPENDUDUK

    1

    2

    3

    4

    5

    6

    7

    BERINGIN RAYA

    RAWA MAKMUR

    KANDANG LIMUN

    PEMATANG GUBERNUR

    BENTIRING

    RAWA MAKMUR PERMAI

    BENTIRING PERMAI

    131,6

    150

    422,7

    467

    500

    158

    500

    2.868

    8.617

    7.310

    9.423

    6.121

    6.092

    6.869

    22

    57

    17

    20

    12

    38

    14

    JUMLAH 2.329,3 47.300 20

    Jumlah Penduduk Menurut jenis kelamin, Sex Ratio dirinci menurut

    Kelurahan di Kecamatan Muara Bangkahulu.

    No KELURAHAN JENIS KELAMIN Sex Ratio

    L P

    1

    2

    3

    4

    5

    6

    7

    BERINGIN RAYA

    RAWA MAKMUR

    KANDANG LIMUN

    PEMATANG GUBERNUR

    BENTIRING

    RAWA MAKMUR PERMAI

    BENTIRING PERMAI

    1.533

    4.511

    3.771

    4.886

    3.178

    3.153

    3.634

    1.335

    4.106

    3.539

    4.537

    2.943

    2.939

    3.235

    115

    110

    107

    108

    108

    107

    112

    Jumlah 9.324 10.297 90,55

  • 7/22/2019 BAB 2 Gambaran Umum Wilayah Kota Bengkulu Edit

    18/25

    Laporan Antara

    Rencana Pembangunan dan Pengembangan Perumahan dan Kawasan Permukiman (RP3KP) II-18

    i. Potensi Ekonomi Wilayah

    Salah satu indikator utama untuk mengukur kinerja pembangunan

    ekonomi daerah adalah dari tingkat pertumbuhannya. Pertumbuhan ekonomi

    adalah meningkatnya pendapatan perkapita rill yang berlangsung terus menerus

    yang bersumber dari dalam daerah. Untuk kepentingan analisis ekonomi, maka

    dapat digunakan pertumbuhan PDRB sebagai indikator pertumbuhan ekonomi

    suatu wlayah.

    Pada tahun 2011 Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kabupaten

    Lebong atas dasar harga berlaku telah mencapai 1,191 triliun rupiah, sedangkan

    PDRB atas dasar harga konstan 2000 sebesar 0,544 triliun rupiah. Apabila

    dibandingkan dengan tahun 2010, PDRB Kabupaten Lebong mengalami

    peningkatan. Pada periode 2010-2011, pertumbuhan ekonomi Kabupaten Lebong

    telah mengalami percepatan. Pada tahun 2010 pertumbuhan ekonomi Kabupaten

    Lebong sebesar 5,26 persen dan mengalami percepatan di tahun 2011 menjadi

    5,71 persen. Seperti pada tahun sebelumnya sektor pertanian tetap memberikan

    sumbangan terbesar bagi PDRB Kabupaten Lebong yaitu sebesar 78 persen.

    Walaupun secara distribusi persentanse PDRB sektor ini mengalami sedikit

    penurunan dibandingkan tahun 2010 yaitu dari 78,79 persen menjadi 78,20

    persen.

    Posisi sektor pertanian sebagai sektor unggulan masih sulit untuk

    digeser oleh sektor-sektor yang lain. Hal ini terlihat dari peranan sektor pertanian

    yang memberikan kontribusi yang besar untuk PDRB Kabupaten Lebong yaitu

  • 7/22/2019 BAB 2 Gambaran Umum Wilayah Kota Bengkulu Edit

    19/25

    Laporan Antara

    Rencana Pembangunan dan Pengembangan Perumahan dan Kawasan Permukiman (RP3KP) II-19

    sekitar 78 persen. Nilai nominal sektor pertanian pada tahun 2010 mencapai

    0,931 triliun rupiah. Sedangkan untuknilai rillnya mencapai 0,429 triliun rupiah.

    Diurutan kedua ditempati oleh sektor jasa-jasa yang memberikan

    kontribusi sebesar 8 persen dengan nilai nominalnya 90,762 juta rupiah. Jika

    dibandingkan dengan tahun sebelumnya maka sektor ini mengalami peningkatan

    sebesar 18,2 persen. Kemudian sektor perdagangan, hotel dan restoran pada

    posisi ketiga dengan memberikan andil sebesar 5 persen untuk PDRB Kabupaten

    lebong dengan nilai nominal sebesar 58,810 juta rupiah. Untuk keenam sektor

    lainnya tidak terlalu besar dalam memberikan kontribusi terhadap Kabupaten

    lebong. Untuk tahun 2010, keseluruhan sektor ini hanya menyumbang 4,5 persen

    dari total PDRB.

    Peningkatan nilai PDRB Kabuapaten Lebong akan mempengaruhi atau

    akan tercermin langsung dengan tingkat kesejahteraan penduduk di Kabupaten

    Lebong pada kurun waktu tertentu. Dalam hal ini akan terlihat dari peningkatan

    nilai nominal maupun niai rill dari pendapatan perkapita penduduk Kabupaten

    Lebong.

    Tahun 2011 nilai nominal pendapatan perkapita tahun penduduk

    Kabupaten Lebong diperkirakan sebesar 11,83 juta rupiah. Bila dibandingkan

    dengan tahun 2010, maka nilainya meningkat sebesar 9,2 persen. Sementara itu

    nilai rill pendapatan perkapita pertahun penduduk Kabupaten Lebong diperkirakan

    sebesar 5,4 juta rupiah atau meningkat 4,1 persen dari tahun 2010.

  • 7/22/2019 BAB 2 Gambaran Umum Wilayah Kota Bengkulu Edit

    20/25

    Laporan Antara

    Rencana Pembangunan dan Pengembangan Perumahan dan Kawasan Permukiman (RP3KP) II-20

    Tabel 2.14 PDRB Atas Dasar Harga Berlaku Menurut Lapangan UsahaKabupaten Lebong Tahun 2010-2011

    SektorPDRB (juta Rupiah)

    Distribusi(%)2010 2011

    Pertanian 846.984,20 931.911,01 78,20

    Pertambangan & Pengalian 6.771,08 6.911,37 0,58

    Industri Pengolahan 18.986.30 20.864,26 1,71

    Listrik Gas dan Air Bersih 4.399,58 5.062,35 0,42

    Bangunan 31.258,41 35.199,04 2,95

    Perdangan Hotel dan Restoran 51.563,81 58.810,34 4,93

    Pengangkutan dan Komunikasi 12.960,29 14.070,04 1,18

    Keuangan, Persewaan & Jasa

    Perusahaan16.692,63 18.614,41 1,56

    JasaJasa 76.764,77 90.762,52 8,42

    Jumlah 1.074.992,89 1.191.777,97 100

    Sumber : Kabupaten Lebong Dalam Angka 2012

    Tabel 2.15 PDRB Atas Dasar Harga Konstan Menurut Lapangan UsahaKabupaten Lebong Tahun 2010-2011

    SektorPDRB (juta Rupiah)

    Distribusi(%)2010 2011

    Pertanian 407.884,81 429.919,03 78,96

    Pertambangan & Pengalian 2.958,60 2.961,62 0,54

    Industri Pengolahan 9.054,17 9.423,83 1,73

    Listrik Gas dan Air Bersih 1.861,43 1.998,22 0,37

    Bangunan 11.132,18 12.111,80 2,22

    Perdangan Hotel dan Restoran 24.732,70 26.459,87 4,86

    Pengangkutan dan Komunikasi 6.322,90 6.510,91 1,20

    Keuangan, Persewaan & Jasa

    Perusahaan9.171,77 9.813,63 1,80

    JasaJasa 41.926,81 45.274,79 8,32

    Jumlah 515.045,37 544.473,70 100

    Sumber : Kabupaten Lebong Dalam Angka 2012

  • 7/22/2019 BAB 2 Gambaran Umum Wilayah Kota Bengkulu Edit

    21/25

    Laporan Antara

    Rencana Pembangunan dan Pengembangan Perumahan dan Kawasan Permukiman (RP3KP) II-21

    Dalam menunjang pembiayaan pembangunannya, pemerintah Kabupaten

    Lebong memperoleh total penerimaan di tahun 2011 sebesar 386.066.001.269,

    meningkat sebasar 55.812.079.071 atau 17 persen dari tahun 2010. Sumber

    penerimaan terbatas berasal dari dana perimbangan yaitu sebesar 79

    persen,sedangkan dari Pendapatan Asil Daerah (PAD) hanya menyumbang 2

    persen dan 19 persen dari pendpatan daerah lainnya yang sah.

    Bila dibandingkan dengan total penerimaan tahun 2010, untuk tahun 2011

    kabupaten mengalami peningkatan namun peningkatan yang cukup besar

    tersebut 17 persen berasal dari dana perimbangan dan khusus untuk jumlah

    pendapatan daerah sendiri mengalami penurunan 28 persen.

    Ditahun 2010 total penerimaan Kabupaten Lebong sebesar Rp.

    330.253.922.198,30. Adapun sumber pemerintahan itu sebagian besar berasal

    dari dana perimbangan, yaitu sebesar Rp. 279.191.678.713 atau hampir 85

    persen dari keseluruhan sumber penerimaan pemerintahan daerah kabupaten

    lebong. Kemudian disusul oleh pendapatan daerah lainnya yang sah sebesar

    Rp.40.315.717.628,47 atau menyumbang sebesar 12 persen. Pendapatan Asli

    Daerah (PAD) Kabupaten Lebong hanya menyumbang sekitar 3 persen teradap

    total penerimaan Pemerintahan Daerah Kabupaten Lebong secara rinci

    persentase penerimaan daerah kabupaten lebong tahun 2010-2011.

    Belum optimalnya sumbangan PAD terhadap penerimaan pemerintah

    daerah, dapat juga dilihat dari hasil realisasi penerimaan pajak bumi dan

    bangunan (PBB) Kabupaten Lebong. Realisasi PBB tahun 2011 mencapai 66,09

    persen, meningkat 13,26 persen dari tahun 2010. Sumber PBB Kabupaten

    Lebong berasal dari 13 kecamatan, PLTA TES dan PT PGE yang terdapat di

    Kabupaten Lebong.

  • 7/22/2019 BAB 2 Gambaran Umum Wilayah Kota Bengkulu Edit

    22/25

    Laporan Antara

    Rencana Pembangunan dan Pengembangan Perumahan dan Kawasan Permukiman (RP3KP) II-22

    Tabel 2.16

    Realisasi Pengeluaran dan Penerimaan Pemerintah Daerah

    Kabupaten Lebong, 2011

    JENIS PENERIMAANJUMLAH (Rp)

    A. Pendapatan Asli Daerah

    1. Pendapatan Pajak Daerah2. Hasil retribusi daerah

    3. Hasil Pengelolaan Kekayaan daerah yang Dipisahkan

    4. Lain-lain PAD yang dipisahkan

    1.515.121.875,00687.645.331,00

    2.123.476.666,00

    3.387.962.313,98

    B. Dana Perimbangan

    1. Bagi Hasil Pajak/Bukan pajak

    2. Dana Alokasi Umum

    3. Dana Alokasi Khusus

    29.986.361.968,00

    249.640.578.600,00

    26.269.700.000,00

    C.Lain-lain Pendapatan Daerah yang Sah

    1. Dana Bagi Hasil Pajak dari Provinsi dan Pemda Lainnya

    2. Dana Penyesuaian dan Otonomi Khusus

    7.337.113.014,79

    65.118.041.500,00Jumlah 386.066.001.269,00

    Sumber :Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Kabupaten Lebong

    Tabel 2.17.Target dan Realisasi Penerimaan Pajak Bumi Dan Bangunan (PBB)

    Di Kabupaten Lebong

    No Kecamatan TargetRealisasi

    (Rp) (%)

    1 Rimbo Pengadang 39.831.255 9.914.176 24,09

    2 Topos 15.654.144 6.221.264 39,74

    3 Lebong Selatan 62.158.716 28.881.454 46.46

    4 Bingin Kuning 29.555.934 12.964.948 43.87

    5 Lebong Sakti 15.234.215 86.566.43 56,82

    6 Lebong Tengah 21.735.411 10.120.831 46,56

    7 Amen 38.955.760 15.494.043 39,77

    8 Uram Jaya 11.007.915 6.388.219 58,03

    9 Lebong Utara 56.546.106 35.694.299 63,12

    10 Pinang Belapis 16.503.947 8.223.877 49,83

    11 Pelabai 24.747.009 12.918.492 52,20

  • 7/22/2019 BAB 2 Gambaran Umum Wilayah Kota Bengkulu Edit

    23/25

    Laporan Antara

    Rencana Pembangunan dan Pengembangan Perumahan dan Kawasan Permukiman (RP3KP) II-23

    12 Lebong Atas 17.330.269 17.330.269 100

    13 Padang Bano - - -

    14 PLTA TES 160.045.560 160.045.560 100

    15 PT. PGE 11.047.908 11.047.908 100

    Jumlah 520.354.149 343.901.883 66,09Sumber : Dinas Pendapatan dan Kekayaan Daerah

    b. RENCANA SISTEM PERKOTAAN KABUPATEN LEBONG

    Secara fisik kabupaten ini dapat dikelompokkan menjadi tiga bagian yaitu,

    bagian tengah mempunyai kondisi fisik yang relatif mendukung untuk

    pengembangan perkotaan dan pemerintahan serta budidaya, bagian utara

    terdapat beberapa kendala seperti kawasan lindung TNKS dan di bagian selatan

    merupakan daerah yang dibatasi oleh karakteristik wilayah selain tentunya

    memiliki cukup banyak potensi relatif mendukung untuk kegiatan budidaya.

    Perbedaan karakteristik ini nantinya akan berpengaruh pada strategi dan

    kebijakan yang akan diterapkan di setiap wilayah pelayanan.

    Struktur perkotaan dan perdesaan berfungsi mengatur tentang rencana

    fungsional yang akan diarahkan pada masing-masing wilayah kecamatan dan

    perkembangan Ibukota Kecamatan (IKK). Hal ini dimaksudkan agar persebaran

    dan distribusi kebutuhan beserta fasilitas layanan masyarakat dapat lebih merata.

    Dengan adanya pembentukan struktur ruang wilayah tersebut diatas, diharapkan

    beban pusat perkotaan akan lebih ringan. Selain itu untuk mendorong

    Pengembangan pada Ibu Kota Kecamatan, adanya dekonsentrasi planologis

    pusat-pusat kegiatan, secara tidak langsung akan berpengaruh terhadap tingkat

    kemajuan wilayah Kabupaten Lebong. Dengan demikian, maka fungsi-fungsi

    kegiatan yang mempunyai pengaruh langsung terhadap pemenuhan kebutuhan

    fasilitas layanan masyarakat harus ditingkatkan.

    Pembentukan struktur ruang wilayah desa kota juga dapat dilakukan

    dengan membuat sistem hirarki fungsi layanan, mulai dari tingkat layanan desa

  • 7/22/2019 BAB 2 Gambaran Umum Wilayah Kota Bengkulu Edit

    24/25

    Laporan Antara

    Rencana Pembangunan dan Pengembangan Perumahan dan Kawasan Permukiman (RP3KP) II-24

    melalui pusat desa sampai dengan pusat layanan tingkat kabupaten.

    Pembentukan desa pusat pertumbuhan (DPP), secara keseluruhan berorientasi

    pada ibukota kecamatan dan beberapa kota kecamatan akan membentuk suatu

    ruang dalam wilayah kabupaten. Sistem pusat-pusat perkotaan dan perdesan di

    Kabupaten Lebong terdiri dari PKL / PKLp PPK - PPL (permukiman perkotaan)

    dan Desa Pusat Pertumbuhan (DPP) serta Kawasan Khusus. Sistem pusat-pusat

    di Kabupaten Lebong secara diagramatis dijelaskan pada gambar diatas. Dalam

    diagram tersebut dapat dilihat sistem pusat perkotaan dihubungkan oleh sistem

    jaringan jalan primer, sedangkan pusat-pusat perdesaan pada umumnya

    dihubungkan oleh sistem jaringan jalan sekunder dan jalan lokal.

    Tabel 2.18. Rencana Pusat-Pusat Permukiman Perkotaan danPerdesaan

    No.Permukiman

    PerkotaanKecamatan

    1. Kota Muara Aman Lebong Utara

    2. Kota Tubei Pelabai

    3. Kota Tes Lebong Selatan

    4. Kota Embong Panjang Lebong Tengah

    5. Kota Rimbo Pengadang Rimbo Pengadang

    No.PermukimanPerdesaan

    Kecamatan

    1. Topos Topos

    2. Bingin Kuning Bingin Kuning

    3. Ujung Tanjung I Lebong Sakti

    4. Amen Amen

    5. Betangur Uram Jaya

    6. Ketenong Satu Pinang Belapis

    7. Pelabai Pelabai

  • 7/22/2019 BAB 2 Gambaran Umum Wilayah Kota Bengkulu Edit

    25/25

    No.Permukiman

    PerkotaanKecamatan

    8. Padang Bano Padang Bano

    Sumber : Hasil Analisis Tahun 2010

    Sistem perkotaan di Kabupaten Lebong adalah suatu sistem

    menggambarkan peran dan fungsi setiap kota dalam Pengembangan wilayah

    secara keseluruhan dalam lingkup Kabupaten Lebong. Pengembangannya

    dilakukan melalui pembentukan pusat-pusat kegiatan yang ditetapkan secara

    berhirarkis sesuai potensi yang dimiliki setiap pusat kegiatan, atau didasarkan

    pada arah kebijakan Pengembangan. Artinya penetapan sesuai potensi

    didasarkan pada kondisi saat ini (eksisting) baik yang menyangkut sumberdaya

    manusia, sumberdaya alam, dan sumberdaya buatan; sedang arah kebijakan

    pengembangan didasarkan pada tujuan yang akan dicapai melalui

    Pengembangan suatu pusat kegiatan, namun pertimbangan pada sumberdaya

    yang ada tidak menjadi pertimbangan utama. Penetapan tersebut selain

    didasarkan pada kondisi saat ini yang lebih penting adalah rencana

    Pengembangan ke depan dalam kurun waktu perencanaan yaitu 20 (dua puluh)

    tahun mendatang.