bab 1. pendahuluan

Download Bab 1. Pendahuluan

Post on 16-Feb-2016

212 views

Category:

Documents

0 download

Embed Size (px)

DESCRIPTION

Studi Pola Jaringan Trayek

TRANSCRIPT

BAB 1.

PENDAHULUAN

1.1.LATAR BELAKANGPerencanaan Program Pembangunan Provinsi Lampung yang telah tersinkronisasi dengan program Pembangunan Nasional sampai dengan tahun 2020 diantaranya pada sektor perhubungan adalah Terwujudnya pelayanan perhubungan yang semakin efisien dan efektif dan memberikan nilai tambah. Pelayanan perhubungan yang efisien dan diindikasikan oleh penyelengaraan perhubungan yang semakin pendek dari sisi jarak dan waktu disertai dengan pola operasi yang aman (security), selamat (safety), tepat waktu (punctuality), terpelihara, mencukupi kebutuhan, menjangkau seluruh kabupaten serta mampu mendukung pembangunan nasional dalam wadah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Pelayanan perhubungan yang mampu mendorong pertumbuhan produksi dan ekonomi wilayah melalui iklim usaha yang kondusif bagi berkembangnya peran serta masyarakat. Melalui kelancaran mobilitas orang dan distribusi barang ke seluruh wilayah provinsi yang terdiri dari 15 kabupaten/kota, serta pergerakan arus barang ke wilayah provinsi yang saling berbatasan/berdekatan dapat dicapai melalui konsep multi-gate dengan pembagian kewilayahan timur barat dan penerapan konsep yang menghubungkan seluruh titik-titik kota/kabupaten dan kecamatan di provinsi yang memiliki potensi pengembangan pelabuhan laut; pelayaran rakyat; maupun angkutan sungai, danau dan penyeberangan yang dapat dikembangakan untuk trayek angkutan laut perintis.Dalam sistem transportasi, pelabuhan merupakan suatu simpul dari mata rantai kelancaran angkutan laut dan darat, yang selanjutnya berfungsi sebagai kegiatan peralihan antar moda transportasi. Pentingnya peran pelabuhan dalam suatu sistem transportasi, mengharuskan setiap pelabuhan memiliki kerangka dasar rencana pengembangan dan pembangunan pelabuhan. Kerangka dasar tersebut tertuang dalam suatu rencana pengembangan tata ruang yang kemudian dijabarkan dalam suatu tahapan pelaksanaan pembangunan jangka pendek, menengah dan panjang. Hal ini diperlukan untuk menjamin kepastian usaha dan pelaksanaan pembangunan pelabuhan yang terencana, terpadu, tepat guna, efisien dan berkesinambungan.

Dengan latar belakang tersebut, Dinas Perhubungan Provinsi Lampung pada Tahun Anggaran 2015 ini mengadakan kegiatan "Studi Pola Jaringan Trayek Angkutan Laut Perintis Provinsi Lampung".

1.2.MAKSUD, TUJUAN DAN SASARAN KEGIATAN1.2.1.Maksud Kegiatan

Maksud kegiatan ini diharapkan keberadaan pelabuhan yang ada dapat difungsikan secara optimal dan yang utama untuk menata jaringan transportasi laut khususnya angkutan penumpang dan barang melalui pelabuhan antar pulau yang ada dalam wilayah Provinsi Lampung dan sekitar pelabuhan terdekat di sekitar perbatasan luar provinsi.1.2.2.Tujuan Kegiatan

Tujuan dari penyusunan Studi Pola Jaringan Trayek Angkutan Laut Perintis Provinsi Lampung adalah:

a. Melakukan survey dan menyusun rencana teknis pola pelayaran pada pelabuhan eksisting

b. Memberikan informasi tentang kondisi hinterland pelabuhan

c. Memberikan informasi pergerakan lalu lintas kapal antar pulau dalam wilayah Provinsi Lampung

d. Melaksanakan investigasi untuk mendapatkan identifikasi karakteristik dan kondisi kesesuaian kapal yang akan dipergunakan dalam pelayaran angkutan laut perintis dalam kaitannya dengan keselamatan pelayaran1.2.3.Sasaran KegiatanTersusunnya dokumen Studi Pola Jaringan Trayek Angkutan Laut Perintis di Wilayah Provinsi Lampung.1.3.RUANG LINGKUP

1.3.1.Ruang Lingkup WilayahLokasi pekerjaan dilaksanakan pada pelabuhan eksisting yang meliputi dan tidak terbatas pada:

a. Pelabuhan di Mesuji Pelabuhan OKI - Pelabuhan Bangka Belitung b. Pelabuhan di Mesuji - Jakarta1.3.2.Ruang Lingkup Kegiatan

Lingkup Pekerjaan yang harus dilaksanakan dalam pekerjaan ini meliputi perencanaan pola pelayaran di wilayah Provinsi Lampung:

1)Mengumpulkan data sekunder yang terkait dengan pekerjaan ini seperti studi terdahulu, data hidrologi, data hidro-oceanografi dan sosial ekonomi wilayah

2)Menyusun metode pelaksanaan pekerjaan dan persiapan pelaksanaan survey lapangan

3)Melaksanakan survey yang meliputi:

-Survey permintaan dan penawaran kebutuhan ruang kapal asal dan tujuan;-Survey kelayakan fasilitas pelabuhan asal dan tujuan;-Analisa kebutuhan biaya operasional kapal untuk angkutan barang dan penumpang/mil laut;-Survey mobilitas penduduk;-Survey komoditas unggulan.4)Sistem rute pelayaran, pergerakan lalu lintas kapal, perkembangan dimensi kapal, jenis kapal dan sarana bantu navigasi pelayaranKegiatan tersebut dilakukan secara bertahap dengan tahapan sebagai berikut:1) Pekerjaan Persiapan

Pada tahap ini, kegiatan yang harus dilakukan adalah menelaah tata letak pelabuhan pada lokasi serta melakukan observasi singkat

2)Tahap identifikasi dan pengumpulan data

a.Proses pengumpulan data dalam rangka untuk mengidentifikasi karakteristik kegiatan pada pelabuhan eksisting yang meliputi: kebutuhan sarana dan prasarana pelabuhan, mobilisasi barang dan penumpang/asal dan tujuan pada setiap daerah dan daerah bangkitan yag akan dilalui

b.Kondisi alur pelayaran; kepadatan lalu lintas, ukuran dan sarat (draft) kapal; arus dan pasang surut; kondisi cuaca dan ships routeing system.

c.Sistem rute pelayaran daerah lalu lintas pedalaman (inshore-traffic zones); bila pelabuhan tersebut masuk dalam jaringan trayek pelayaran

3)Tahap estimasi volume dan biaya

Secara teknis kegiatan angkutan khususnya dalam angkutan perintis beberapa komponen biaya menjadi perhitungan pokok untuk itu komponen-komponen harus dirumuskan dan disusun sesuai dengan pola yang berlaku pada angkutan laut perintis.4)Tahap analisa

Pada tahap ini, dari hasil inventarisasi fasilitas pelabuhan dan pengumpulan data diolah untuk menjadi masukkan (input) yang diperhitungkan dari beberapa aspek politik, sosial, ekonomi dan budaya; sehingga proses analisa Studi Pola Jaringan Trayek Angkutan Laut Perintis ini dapat dipertanggung jawabkan.

5)Keluaran

a.Laporan Pendahuluan berisikan kegiatan persiapan/rencana pelaksanaan pekerjaan; metodologi; jadwal waktu pelaksanaan dan gambaran umum pekerjaan. b.Laporan Antara berupa hasil survey lapangan berupa data primer. c.Laporan Akhir Sementara yang memuat hasil survey lapangan, data primer dan hasil analisa survey. d.Laporan Akhir yang merupakan hasil revisi dan masukkan dari hasil ekspose/diskusi dengan seluruh stakeholder terkait yang diserahkan hasil survey lapangan, data primer dan hasil analisa survey. 1.4.DATA PENUNJANG1.4.1Data Dasar

1. Rencana Induk Pelabuhan Panjang2. Pelabuhan laut di Provinsi Lampung

3. Kondisi geografis

4. Seluruh peraturan teknis yang terkait dengan pelaksanaan pekerjaan ini

5. Studi studi terdahulu dan seluruh data penunjang yang pernah dilaksanakan1.4.2.Referensi Peraturan

1. Undang-Undang Nomor 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang;

2. Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2008 tentang Pelayaran;

3. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan hidup;

4. Peraturan Pemerintah Nomor 26 Tahun 2008 tentang Pedoman Rencana Tata Ruang Wilayah Nasional;

5. Peraturan Pemerintah Nomor 61 Tahun 2009 tentang Kepelabuhanan;

6. Peraturan Pemerintah Nomor 5 Tahun 2010 tentang Kenavigasian;

7. Peraturan Pemerintah Nomor 20 Tahun 2010 tentang Angkutan di Perairan sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 28 Tahun 2011;

8. Peraturan Pemerintah Nomor 21 Tahun 2010 tentang Perlindungan Lingkungan Maritim;

9. Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM 51 Tahun 2015 Tentang Penyelenggaraan Pelabuhan Laut;10. Peraturan Menteri Perhubungan Nomor KM 31 Tahun 2006 tentang Pedoman dan Proses Perencanaan di Lingkungan Departemen Perhubungan;

11. Peraturan Menteri Perhubungan Nomor KM 60 Tahun 2010 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Perhubungan;

12. Peraturan Menteri Perhubungan Nomor KM 62 Tahun 2010 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kantor Unit Penyelenggaraan Pelabuhan sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM 44 Tahun 2011;

13. Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM. 63 Tahun 2010 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kantor Otoritas Pelabuhan;

14. Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM 5 Tahun 2011 tentang Sarana Bantu Navigasi Pelayaran (SBNP);

15. Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM. 68 Tahun 2011 tentang Alur pelayaran di Laut;16. Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM 52 Tahun 2012 Tentang Tentang Pelayaran Sungai dan Danau17. Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM 34 Tahun 2012 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kantor Kesyahbandaran Utama;

18. Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM 36 Tahun 2012 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan;

19. Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM. 52 Tahun 2011 tentang Pengerukan dan Reklamasi;

20. Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM. 53 Tahun 2011 tentang Pemanduan;

21. Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM. 58 Tahun 2013 tentang Penanggulangan Pencemaran di Perairan dan Pelabuhan;

22. Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM 26 Tahun 2011 tentang Telekomunikasi Pelayaran;

23. Keputusan Menteri Perhubungan Nomor KP. 414 Tahun 2013 tentang Penetapan Rencana Induk Pelabuhan Nasional;24. Peraturan Daerah No. 1 Tahun 2010 Tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Provinsi Lampung;

25. Peraturan Daerah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Nomor 2 Tahun 2014 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Tahun 2014-2034;26. Peraturan Daerah Kabupaten Mesuji Nomor 6 Tahun 2012 Tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Mesuji Tahun 2011 2031;27. Peraturan Daerah Kabupaten Ogan Komering Ilir Nomor 9 Tahun 2013 Tentang Rencana Tata Ruang Wil