bab 1, bab 2, bab 3

Download BAB 1, BAB 2, BAB 3

Post on 09-Aug-2015

150 views

Category:

Documents

7 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

Perkembangan Moral dan Spiritual Peserta Didik

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Manusia dalam perspektif merupakan individu, keluarga atau masyarakat yang memiliki masalah moral, spirual dan membutuhkan bantuan untuk dapat memelihara, mempertahankan dan meningkatkan spiritualnya dalam kondisi optimal. Sebagai seorang manusia, manusia memiliki beberapa peran dan fungsi seperti sebagai makhluk individu, makhluk sosial, dan makhluk Tuhan. Berdasarkan hakikat tersebut, maka perkembangan memandang manusia sebagai mahluk yang holistik yang terdiri atas aspek fisiologis, psikologis, sosiologis, kultural dan spiritual. Tidak terpenuhinya kebutuhan manusia pada salah satu diantara dimensi di atas akan menyebabkan ketidaksejahteraan atau keadaan tidak sehat. Kondisi tersebut dapat dipahami mengingat dimensi fisik, psikologis, sosial, spiritual, dan kultural merupakan satu kesatuan yang saling berhubungan. Tiap bagian dari individu tersebut tidaklah akan mencapai kesejahteraan tanpa keseluruhan bagian tersebut sejahtera. Kesadaran akan pemahaman tersebut melahirkan keyakinan dalam psikologi perkembangan anak bahwa pemberian asuhan spiritual hendaknya bersifat komprehensif atau holistik, yang tidak saja memenuhi kebutuhan fisik, psikologis, sosial, dan kultural tetapi juga kebutuhan spiritual manusia. Sehingga, pada nantinya manusia akan dapat merasakan kesejahteraan yang tidak hanya terfokus pada fisik maupun psikologis saja, tetapi juga kesejateraan dalam aspek spiritual. Kesejahteraan spiritual adalah suatu faktor yang terintegrasi dalam diri seorang individu secara keseluruhan, yang ditandai oleh makna dan harapan. Spiritualitas memiliki dimensi yang luas dalam kehidupan seseorang sehingga dibutuhkan pemahaman yang baik dari psikologi sehingga mereka dapat mengaplikasikannya dalam pemberian asuhan psikologi kepada manusia.

Pendidikan Geografi Off L 2012

1

Perkembangan Moral dan Spiritual Peserta Didik

B. Rumusan Masalah 1. Apakah makna moral itu ? 2. Bagaimana karakteristik moral ? 3. Teori teori tentang perkembangan moral ? 4. Tahap tahap perkembangan moral ? 5. Apakah pengertian spiritual itu ? 6. Dimensi dimensi spiritual ? 7. Bagaimana proses perkembangan spiritual peserta didik ? 8. Karakteristik perkembangan spiritual peserta didik ? 9. Implikasi perkembangn moral spiritual terhadap pendidikan ?

C. Tujuan 1. Tujuan Umum Untuk memenuhi tugas mata kuliah perkembangan peserta didik yang dibina oleh Drs. Yusuf Suharto. 2. Tujuan Khusus 1. Untuk mengetahui makna tentang moral. 2. Untuk mengetahui karakteristik moral. 3. Untuk mengetahui teori tentang moral. 4. Untuk mengetahui tahap tahap perkembangan moral. 5. Untuk mengetahui pengertian spiritual. 6. Untuk mengetahui dimensi dimensi spiritual. 7. Untuk mengetahui proses perkembangan spiritual peserta didik. 8. Untuk mengetahui karakteristik perkembangan spiritual peserta didik. 9. Untuk mengetahui bagaimana implikasi perkembangan moral dan spiritual terhadap pendidikan.

Pendidikan Geografi Off L 2012

2

Perkembangan Moral dan Spiritual Peserta Didik

BAB II PEMBAHASAN

A. Makna Moral Istilah moral berassal dari kata latin mores yang berarti tata cara dalam kehidupan, adat istiadat, atau kebiasaan (Gunarsa,1986). Moral pada dasarnya merupakan rangkaian nilai tentang berbagai macam perilaku yang harus dipatuhi (Shaffer, 1979). Moral merupakan kaidah norma dan pranata yang mengatur perilaku individu dalam hubungannya dalam kelompok social dan masyarakat. Moral merupakan standart baik / buruk yang ditentukan bagi individu oleh nilai nilai sosial budaya dimana individu sebagai anggota sosial (Rogers, 1985). Dalam sistem moralitas, baik dan buruk dijabarkan secara kronologis mulai yang paling abstrak hingga yang lebih operasional.Nilai merupakan perangkat moralitas yang paling abstrak. Nilai merupakan suatu perangkat keyakinan atupun perasaan yang diyakini sebagai suatu identitas yang memberikan corak kusus kepada pola pemikiran, perasaan, keterikatan dan prilaku (syahidin dkk.2009:239). Moral dapat berbentuk formula, peraturan, atau ketentuan pelaksanaan, misalnya saja etika belajar, etika mengajar dan lain sebagainya.Dilihat dari sumber nilai ataupun moral dapat diambil dari wahyu ilahiataupun dari budaya. Dengan demikian dapat diartikanbahwa, moral sama saja dengan akhlak manakala sumber atau produk budayasesuai dengan prinsipprinsip akhlak (syahidin dkk.2009:239).

B. Karakteristik Moral Karakteristik yang menonjol dalam perkembangan moral remaja adalah bahwa sesuai tingkat perkembangan kognisi yang mulai mencapai tahapan berpikir perasional formal, yaitu mulai mampu berpikir abstrak dan mampu memecahkan masalah-masalah yang bersifat hipotesis maka pemikiran remaja

Pendidikan Geografi Off L 2012

3

Perkembangan Moral dan Spiritual Peserta Didik

terhadap suatu permasalahan tidak lagi hanya terikat pada waktu, tempat dan situasi, tetapi juga pada sumber moral yang menjadi dasar hidup mereka (Gunarsa,1989). Perkembangan pemikiran moral remaja dicirikan dengan mulai tumbuh kesadaran akan kewajiban mempertahankan kekuasaan dan pranata yang ada karena dianggapnya sebagai suatu yang bernilai, walau belum mampu mempertanggungjawabkannya secara pribadi(Monks, 1989). Micheal mengemukakan 5 perubahan dasar dalam moral yang harus dilakukan oleh remaja yaitu sebagai berikut : a. Pandangan moral individu makin lama menjadi lebih abstrak. b. Keyakinan moral lebih berpusat pada apa yang benar dan kurang pada apa yang salah. c. Penilaian moral yang semakin kognitif mendorong remaja untuk berani mengambil keputusan terhadap berbagai masalah moral yang dihadapinya. d. Penilaian moral secara psikologis menjadi lebih mahal dalam arti bahwa penilaian moral menimbulkan ketegangan emosi.

C. Teori Psikoanalisa tentang perkembangan moral Dalam menggambarkan perkembangan moral, teori psikologi analalisa dengan pembagian struktur kepribadian manusia atas 3, yaitu id, ego, superego. Id adalah struktur kepribadian yang terdiri atas aspek biologis, yang irasional dan tidak disadari. Ego adalah struktur kepribadian yang terdiri atas psikologi, yaitu subsistem ego yang rasional dan disadari, namun tidak memiliki moralitas. Superego adalah struktur kepribadian yang terdiri atas aspek social yang berisikan system nilai dan moral, yang benar benar memperhitungkan benar dan salahnya sesuatu. Menurut teori psikoanalisa klasik Freud, semua orang mengalami konflik Oedipus. Konflik ini akan menghasilkan pembentukan struktur kepribadian yang dinamakan Freud sebagai superego. Ketika anak mengalami konflik Oedipus ini, maka perkembangn moral mulai. Slah satu alas an mengapa anak mengatasi konflik Oedipus adalah perasaan khawatir akan kehilangan kasih saying orang tua dan ketakutan akan dihukum karena keinginan seksual mereka yang tidak dapat diterima terhadap orang tua yang berbeda jenis kelamin. Untuk mengurangi

Pendidikan Geografi Off L 2012

4

Perkembangan Moral dan Spiritual Peserta Didik

kecemasan, menghindari hukuman, dan mempertahankan kasih saying orang tua, anak anak membentuk suatu superego dengan mengidentifikasikan diri dengan orang tua yang sama jenis kelamin, menginternalisasi standart standart benar dan salah orang tua. Struktur superego ini mempunyai 2 komponen, yaitu ego ideal kata hati (conscience). Kata hati menggambarkan bagian dalam atau kehidupan mental seseorang, peraturan peraturan masyarakat, hokum, kode, etika, dan moral. Pada usia kira kira 5 tahun perkembangan superego secara khas akan menjadi sempurna ketika ini terjadi, maka suara hati terbentuk. Ini berarti bahwa pada usia sekitar 5 tahun orang sudah menyelesaikan perkembangan moralnya (Lerner & Hultsc, 1983).

Teori Belajar Sosial tentang Perkembang Moral Teori belajar social melihat tingkah laku moral sebagai respon atas stimulus. Dalam hal ini, proses proses penguatan, penghukuman, dan peniruan, digunakan untuk menjelaskan perilaku moral anak anak.

Teori Kognitif Piaget tentang Perkembangan Moral Menurut Piaget, remaja mengembangkan moralitas kerja sama, pada usia 10 tahun atau lebih tua.Sebagai pemuda mengembangkan moralitas kerja sama mereka menyadari bahwa untuk membuat orang masyarakat koperasi harus bekerja sama untuk memutuskan apa yang dapat diterima, dan apa yang tidak. Piaget percaya bahwa remaja pada usia ini mulai memahami bahwa moral merupakan perjanjian sosial antara orang dan dimaksudkan untuk mempromosikan kebaikan bersama. Selain itu, mereka mengenali orang mungkin berbeda dalam cara mereka memahami dan mendekati situasi moral atau masalah. Mereka juga mulai memahami bahwa perbedaan antara benar dan salah tidak mutlak melainkan harus memperhitungkan variabel perubahan seperti konteks, motivasi, kemampuan, dan niat. Kontras ini untuk remaja muda yang percaya aturan dan hukum yang diciptakan oleh terbantahkan, otoritas bijaksana dan percaya bahwa aturan-aturan yang ditetapkan oleh otoritas ini tidak pernah bijaksana seharusnya ditantang atau diubah. Selain itu, Piaget percaya muda pada usia ini mulai memahami bahwa moralitas

Pendidikan Geografi Off L 2012

5

Perkembangan Moral dan Spiritual Peserta Didik

keputusan tidak beristirahat semata-mata pada hasil keputusan itu. Sebagai contoh, remaja pada usia ini menyadari bahwa menjalankan tanda berhenti yang salah, terlepas dari apakah atau tidak seseorang menerima tilang, atau menyebabkan kecelakaan lalu lintas. Selain itu, remaja mulai mengerti manfaat timbal balik pengambilan keputusan moral, yaitu, suatu keputusan moral menciptakan solusi optimal untuk semua orang yang terlibat, bahkan ketika hanya dua orang yang terpengaruh. Pemuda mulai menyadari bahwa ketika situasi ditangani dengan cara yang tampaknya adil, wajar, dan / atau bermanfaat bagi semua pihak, menjadi lebih mudah bagi orang untuk menerima dan menghormati keputusan