bab 1-5 (12 maret 2015).docx

Download BAB 1-5 (12 MARET 2015).docx

Post on 08-Nov-2015

23 views

Category:

Documents

4 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

7271

BAB IPENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Keberhasilan program pendidikan melalui proses belajar mengajar dipengaruhi oleh banyak faktor, salah satu di antaranya adalah tersedianya sarana dan prasarana pendidikan yang memadai disertai pemanfaatan dan pengelolaan secara optimal. Sarana dan prasarana pendidikan merupakan salah satu sumber daya yang penting dan utama dalam menunjang proses pembelajaran di sekolah, untuk itu perlu dilakukan peningkatan dalam pendayagunaan dan pengelolaannya, agar tujuan yang diharapkan dapat tercapai.Sarana dan prasarana yang memadahi pun tidak menjadi jaminan dalam mendukung kegiatan pembelajaran yang berkualitas apabila tidak diikuti dengan pengelolaan yang baik. Sarana dan prasarana sekolah perlu direncanakan sesuai kebutuhan dalam jangka pendek, menengah dan jangka panjang. Secara riil pembelian alat dan bahan yang mendukung pembelajaran perlu direncanakan sesuai dengan kebutuhan, sehingga dapat memperhatikan sisi kualitas dan kuantitasnya. Setelah sarana dan prasarana, terpenuhi maka proses inventarisasi, pemeliharaan dan pengaturan penggunaannya perlu dilakukan secara cermat dan baik, sehingga tidak cepat rusak dan memberikan kerbermanfaatan yang lebih luas. Sarana prasarana merupakan salah satu bagian organisasi sekolah, hendaknya dilakukan manajemen dari perencanaan, penggunaan dan pemeliharaan secara teratur, tertata secara administratif sehingga akan mempermudah pengontrolannya. Realitas yang ada, manajemen sarana dan prasarana di sekolah masih jauh dari seharusnya dilakukan. Sering ditemukan banyak sarana dan prasarana pendidikan yang dimiliki oleh sekolah yang dibeli, diterima dari bantuan, baik dari pemerintah maupun masyarakat yang tidak optimal penggunaannya dan bahkan tidak dapat lagi digunakan sesuai dengan fungsinya. Hal itu disebabkan antara lain oleh kurangnya biaya perawatan, kurangnya tempat penyimpanan yang memadai, kurangnya skala prioritas dalam perencanaan pembelian, kurang tertibnya penggunaan, kurangnya SDM/ pengelola yang mampu merawat dan menginventaris terhadap sarana dan prasarana yang dimiliki. Barang dan alat pendukung kegiatan di sekolah yang memerlukan tempat khusus dalam perawatan tidak serta merta terpenuhi karena tidak adanya gudang khusus penyimpanan dan perawatan. Akibatnya alat dan bahan tersebut lebih beresiko mengalami kerusakan, mudah berpindah tempat bahkan mudah hilang karena tidak terkontrol penggunaannya. Tidak adanya peraturan dan tata tertib yang lebih mengikat dalam peminjaman dan penggunaan sarana menyebabkan ketidakteraturan penggunaannya. Akibatnya, sarana dan prasarana sekolah tidak terkontrol penggunaannya yang berpeluang besar terhadap kerusakan, pindah tangan atau hilang. Meskipun peraturan dan tata tertib penggunaan atau peminjaman saran dan prasarana sekolah sudah dibuat, namun tidak ada komitmen dari anggota sekolah untuk menaatinya juga memiliki peluang yang sama mempercepat kerusakan ataupun pindah tangan dan kehilangan.Kondisi tersebut juga dialami di SMA Negeri 1 Boja Kabupaten Kendal, sehingga perlu meng-optimalkan penyediaan, pendayagunaan, perawatan dan pengendalian sarana dan prasarana pendidikan pada setiap jenis dan jenjang pendidikan, diperlukan penyesuaian manajemen sarana dan prasarana. Sekolah dituntut memiliki kemandirian untuk mengatur dan mengurus kepentingan sekolah menurut kebutuhan dan kemampuan sendiri serta berdasarkan pada aspirasi dan partisipasi warga sekolah dengan tetap mengacu pada peraturan dan perundangan-undangan pendidikan nasional yang berlaku.Hal itu terutama ditujukan untuk meningkatkan mutu pendidikan pada semua jenis dan jenjang pendidikan, khususnya pada pendidikan dasar dan menengah. Untukmewujudkan dan mengatur hal tersebut, maka pemerintah melalui Peraturan Pemerintah No 19 Tahun 2005 tetang Standar Nasional Pendidikan yang menyangkut standar sarana dan prasarana pendidikan secara nasional pada Bab VII Pasal 42 dengan tegas disebutkan bahwa: setiap satuan pendidikan wajib memiliki sarana yang meliputi perabot, peralatan pendidikan, media pendidikan, buku dan sumber belajar lainnya, bahan habis pakai, serta perlengkapan lain yang diperlukan untuk menunjang proses pembelajaran yang teratur dan berkelanjutan. Pengelolaan sarana dan prasarana yang dilakukan di SMA Negeri 1 Boja Kabupaten Kendal perlu dilakukan analisis, sehingga dapat digunakan sebagai pertimbangan dalam perbaikan pengelolaan manajemen sarana dan prasarana berikutnya.

1.2 Rumusan MasalahBerdasarkan latar belakang masalah tersebut, maka rumusan masalah dalam penelitian ini. 1. Bagaimana perencanaan sarana dan prasarana di SMA Negeri 1 Boja Kabupaten Kendal?2. Bagaimana pelaksanaan pengadaan sarana dan prasarana di SMA Negeri 1 Boja Kabupaten Kendal?3. Bagaimana pengawasan sarana dan prasarana di SMA Negeri 1 Boja Kabupaten Kendal?4. Bagaimana pemeliharaan sarana dan prasarana di SMA Negeri 1 Boja Kabupaten Kendal?

1.3 Tujuan Penelitian Tujuan dilakukannya penelitian ini untuk menganalisis kualitas manajemen sarana dan prasarana di SMA Negeri 1 Boja Kabupaten Kendal. Secara terperinci bertujuan untuk menganalisis:1. Perencanaan sarana dan prasarana di SMA Negeri 1 Boja Kabupaten Kendal.2. Pelaksanaan pengadaan sarana dan prasarana di SMA Negeri 1 Boja Kabupaten Kendal.3. Pengawasan sarana dan prasarana di SMA Negeri 1 Boja Kabupaten Kendal.4. Pemelihataan sarana dan prasarana di SMA Negeri 1 Boja Kabupaten Kendal.

1.4 Manfaat PenelitianPenelitiaan ini semoga member maanfaat sebagai berikut1. Manfaat teoritisa. Sebagai informasi bagi mahasiswa atau peneliti lain dalam memecahkan masalah yang berhubungan dengan penelitian inib. Diharapkan hasil penelitian ini bermanfaat bagi perkembangan ilmu pengetahuan 2. Manfaat praktisa. Bagi sekolah, dapat memberi masukan dalam perencanaan dan pelaksanaan manajemen sarana prasarana pendidikanb. Bagi Waka bidang Sarpras dapat memberi masukan dalam perencanaan, pelaksanaan, pengawasan dan pemeliharaan sarpras sekolah.c. Bagi guru, dapat memberi masukan dalam penggunaan sarana prasarana pendidikan untuk membantu proses belajar mengajar di sekolahd. Bagi komite sekolah, dapat memberikan perannya sebagai badan pendukung dan perencana sarana prasarana pendidikan

BAB IIKAJIAN TEORI

2.1 Manajemen 2.1.1 Pengertian ManajemenManajemen merupakan the art of getting things done through the effort of other people (Lawrence dalam Manulang, 2006). Siagian (2007) juga mengungkapkan bahwa manajemen merupakan seni mengelola berbagai kegiatan oleh sekelompok orang dalam suatu organisasi dengan menggunakan kemampuan manajerial dan keterampilan teknis pada kegiatannya untuk mencapai tujuan yang efektif dan efisien. Manejemen sebagai suatu seni karena merupakan cara bagaimana mengkolaborasi pengetahuan, pengalaman dan kreativitas dalam wadah manajemen. Manajemen dapat juga berarti suatu proses atau kerangka kerja, yang melibatkan bimbingan, pengarahan pada sekelompok orang kearah tujuan organisasional atau tujuan yang nyata ( Terry dan Rue, 2010: 1). Mary Parker dan Follet (dalam Handoko 2002:8) mendefinisikan bahwa manajemen adalah sebagai seni dalam menyelesaikan pekerjaan melalui orang lain. Stoner mendefinisikan manajemen sebagai proses perencanaan, pengorganisasian, pergerakan dan pengawasan usaha-usaha para anggota organisasi dan pengguna sumber dayasumber daya organisasi lainnya agar mencapai tujuan organisasi yang telah ditetapkan. Sedangkan menurut G.R Terry (dalam Hasibuan 2007:2) menyatakan bahwa manajemen sebagai suatu proses yang khas, yang terdiri atas tindakan-tindakan perencanaan, pengorganisasian, pengarahan dan pengendalian yang dilakukan untuk menentukan serta mencapai sasaran-sasaran yang telah ditentukan melalui pemanfaatan sumber daya manusia dan sumber-sumber lainnya.Siswanto (2007:7) mendefinisikan manajemen sebagai One or more managers individually and collectively setting and achieving goals by exercising related functions (planning organizing staffing leading and controlling) and coordinating various resources (information materials money and people). Pendapat tersebut mempunyai arti bahwa manajemen merupakan satu atau lebih manajer yang secara individu maupun bersama-sama menyusun dan mencapai tujuan organisasi dengan melakukan fungsi-fungsi terkait perencanaan pengorgnisasian, penyusunan, staf pengarahan, dan pengawasan. Dari pengertian di atas dapat dirumuskan bahwa manajemen merupakan proses pengkoordinasian berbagai sumber daya dalam upaya untuk mencapai tujuan organisasi. Proses tersebut terdiri dari kegiatan-kegiatan manajemen, yaitu perencanaan, peng-organisasian, pengarahan terhadap berbagai bagian-bagian tersebut memiliki hubungan serta saling ketergantungan antara satu dengan yang lainnya.2.1.2 Fungsi ManajemenDalam proses pencapaian berbagai tujuan organisasi umumnya dibagi kedalam 4 (empat) tahapan yaitu: perencanaan (planning), pengorganisasian (organizing), pergerakan (actuating) dan pengendalian (controlling).1. Perencanaan (Planning)Perencanaan (planning) adalah pemilihan atau penetapan tujuan-tujuan organisasi dan penentuan strategi, kebijaksanaan, proyek, program, prosedur, metode, sistem, anggaran dan standar yang dibutuhkan untuk mencapai tujuan. Setelah penetapan tujuan-tujuan dan penyusunan rencana-rencana atau program-program untuk mencapainya, maka mereka perlu merancang dan mengembangkan suatu organisasi yang dapat melaksanakan berbagai program tersebut secara seksama.Perencanaan merupakan fungsi yang terpenting dalam manajemen, karena fungsi ini akan menentukan fungsi-fungsi manajemen lainnya. Dapat diibaratkan bahwa seseorang yang gagal dalam merencanakan pada dasarnya merencanakan untuk kegagalan. Perencana-an merupakan proses pemilihan alternatif tindakan yang terbaik untuk mencapai organisasi. Perencanaan merupakan suatu keputusan untuk mengerjakan sesuatu di masa yang akan datang. Perencanaan manajemen akan memberikan cara pandang secara menyeluruh terhadap semua pekerjaan ya