automatic trans mi sin

Click here to load reader

Post on 16-Jun-2015

5.743 views

Category:

Documents

8 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

TRANSMISI OTOMATIS

TRANSMISI OTOMATIS Tujuan Instruksional UmumSetelah mengikuti training Transmisi otomatis peserta diharapkan dapat mengetahui fungsi dan cara kerja komponen transmisi otomatis.

Tujuan intruksional khusus1. Peserta dapat menyebutkan nama-nama komponen 2. Peserta dapat menerangkan fungsi dan cara kerja pada masing-masing tingkat kecepatan. 3. Peserta dapat melakukan perawatan dan perbaikan Transmisi Otomatis

Alat bantu :1. 2. 3. 4. Transparant / LCD PROJECTOR Simulasi Planetary Gear Transmisi Otomatis Front (Trans Exle ) Transmisi Otomatis Rear

Kepustakaan :1. 2. 3. 4. Step 2 Training Toyota Chasis & Transmisi, VEDC Malang Automatic Transmission, 3 Speed Daihatsu Motor CO.,LTD. Materi Training PT Krama Yudha Tiga Berlian Motors (MITSUBISHI MOTORS )

DIKLAT KOMPETENSI GURU TEKNIK MEKANIK OTOMOTIF

HAL 1 DARI 55

TRANSMISI OTOMATIS

STRUKTUR MATERI

Pengelompokkan Transmisi

Komponen Utama

Torque konferter Fungsi Cara Kerja

Planetary Gear Gearration Fungsi & Cara Kerja

Operasional Governor Manual Lingkage Cara Kerja

Kopling Brake Fungsi Cara Kerja

Aliran Momen

DIKLAT KOMPETENSI GURU TEKNIK MEKANIK OTOMOTIF

HAL 2 DARI 55

TRANSMISI OTOMATIS

TRANSMISI OTOMATISTransmisi otomatis adalah transmisi yang perpindahan giginya terjadi secara otomatis berdasarkan beban mesin (besarnya penekanan pedal gas) dan kecepatan kendaraan. Transmisi otomatis dapat dibedakan dalam sistem perpindahan gigi dan waktu lock up yaitu : Full hydraulic Waktu perpindahan gigi dan waktu lock up diatur sepenuhnya secara hidraulis. Electronic Control Transmission (ECT) Waktu perpindahan gigi dan waktu lock up diatur secara elektronik. Tipe ini menggunakan data (shift and lock pattern) yang tersimpan dalam ECU sebagai kontrolnya, juga terdapat fungsi diagnosa dan fail-safe.

Full hydraulic

AT

Pengaturan shift dan lock up timing Fungsi Diagnosa ECT Fungsi fail-safe Lain-lain

DIKLAT KOMPETENSI GURU TEKNIK MEKANIK OTOMOTIF

HAL 3 DARI 55

TRANSMISI OTOMATIS

KEUNTUNGAN TRANSMISI OTOMATIS (FULL HYDRAULIC)Dibandingkan dengan transmisi manual, transmisi otomatis mempunyai beberapa keuntungan sebagai berikut: Mengurangi kelelahan pengemudi karena tidak ada pengoperasian pedal kopling dan pemindahan gigi. Perpindahan gigi terjadi secara otomatis dan lembut. Mengurangi beban mesin karena mesin dan pemindah daya dihubungkan melalui fluida secara hidraulis (torque converter).

KEUNTUNGAN ECTDibandingkan dengan transmisi otomatis full hydraulic, ECT mempunyai beberapa keuntungan sebagai berikut: Pengemudi dapat memilih mode penggendaraan. Mengurangi getaran perpindahan gigi Pemakaian bahan bakar lebih irit Mempunyai fungsi diagnosa dan memori Mempunyai fungsi fail safe DIKLAT KOMPETENSI GURU TEKNIK MEKANIK OTOMOTIF HAL 4 DARI 55

TRANSMISI OTOMATIS

JENIS-JENIS TRANSMISI OTOMATISTransmisi otomatis dapat dibagi menjadi dua jenis, yaitu: Automatic transaxle, digunakan untuk kendaraan FF (Front-engine, Frontwheel-drive). Automatic transmission, digunakan untuk kendaraan FR (Front-engine, Rear-wheel-drive)

KOMPONEN-KOMPONEN UTAMATransmisi otomatis terdiri dari beberapa komponen utama sebagai berikut: Torque converter Planetary gear unit Hydraulic control unit Manual linkage Automatic transmission fluid

DIKLAT KOMPETENSI GURU TEKNIK MEKANIK OTOMOTIF

HAL 5 DARI 55

TRANSMISI OTOMATIS

TORQUE CONVERTERTorque converter dipasang pada sisi input shaft transmisi dan diikat dengan baut terhadap bagian belakang poros engkol mesin melalui drive plate. Fungsi torque converter adalah: Memperbesar momen Sebagai kopling otomatis Meredam getaran perpindahan daya Sebagai flywheel Mengerakkan pompa oli

1

2 4

3

Komponen utama : 1. 2. 3. 4. Torque converter Transmission case Transmission input shaft Drive plate

DIKLAT KOMPETENSI GURU TEKNIK MEKANIK OTOMOTIF

HAL 6 DARI 55

TRANSMISI OTOMATIS

5 3 2 1

4

8

7

6

Keterangan : 1. 2. 3. 4. Stator shaft Stator Pump Impeller Turbine Runner 5. 6. 7. 8. Converter case Oil pump Transmission input shaft One Way Clutch

DIKLAT KOMPETENSI GURU TEKNIK MEKANIK OTOMOTIF

HAL 7 DARI 55

TRANSMISI OTOMATIS

Prinsip Kerja :1. Kendaraan berhenti , mesin idling Pada saat mesin idle moment yang dihasilkan oleh mesin adalah minimum . Bila rem dioperasikan ( parking / foot brake ) beban pada turbine runner menjadi besar karena tidak dapat berputar . Akibat kendaraan berhenti, maka perbandingan kecepatan antara pompa impeller dan turbine runner nol sedangkan torque rationya maksimum . Oleh karena itu, turbine runner akan selalu siap untuk berputar dengan moment yang dihasilkan oleh mesin.

2. Kendaraan mulai bergerak Pada saat rem dibebaskan, maka turbine runner dapat berputar dengan poros input transmisi. Dengan menekan pedal Akselerator, maka turbine runner akan berputar dengan moment yang lebih besar dari yang dihasilkan oleh mesin, jadi kendaraan mulai bergerak. 3. Kendaraan berjalan dengan kecepatan rendah. Bila kecepatan kendaraan bertambah, putaran turbine runner dengan cepat mendekati pompa impeller. Torque rationya dengan cepat mendekati 1,0. Pada saat perbandingan putaran turbine runner dan pompa impeller mendekati angka tertentu ( Clutch Point ) , stator mulai berputar . Dengan kata lain Torque Converter mulai bekerja sebagai kopling fluida. Oleh karena itu kecepatan kendaraan naik hampir berbanding lurus dengan putaran mesin.

DIKLAT KOMPETENSI GURU TEKNIK MEKANIK OTOMOTIF

HAL 8 DARI 55

TRANSMISI OTOMATIS

KONSTRUKSI1. PUMP IMPELLER Pump impeller disatukan dengan converter case dan converter case dihubungkan ke poros engkol melalui drive plate, ini berarti pump impeller akan berputar saat poros engkol berputar. Pump impeler berfungsi untuk melemparkan fluida (ATF) ke turbine runner agar turbine runner ikut berputar. Pump impeller terdiri dari vane dan guide ring. Guide ring berfungsi untuk membentuk celah yang memperlancar aliran minyak.

DIKLAT KOMPETENSI GURU TEKNIK MEKANIK OTOMOTIF

HAL 9 DARI 55

TRANSMISI OTOMATIS

2. TURBINE RUNNERTurbine runner dihubungkan dengan over drive input shaft transmisi, ini berarti turbine runner berfungsi untuk menerima lemparan fluida dari pump impeller dan memutarkan over drive input shaft transmisi. Turbine runner terdiri dari vane dan guide ring. Arah vane pada turbine runner berlawanan dengan vane pump impeler.

DIKLAT KOMPETENSI GURU TEKNIK MEKANIK OTOMOTIF

HAL 10 DARI 55

TRANSMISI OTOMATIS

3. STATORStator ditempatkan di tengah-tengah antara pump impeller dan turbine runner. Dipasang pada poros stator yang diikatkan pada transmission case melalui one way clutch. Stator berfungsi mengarahkan fluida dari turbine runner agar menabrak bagian belakang vane pump impeller, sehingga memberikan tambahan tenaga pada pump impeller. One way clutch memungkinkan stator hanya berputar searah dengan poros engkol. Oleh karena itu, stator akan berputar atau terkunci tergantung dari arah dorongan minyak pada vane stator.

CARA KERJA ONE WAY CLUTCH Outer Race Berputar Searah Putaran Poros EngkolSaat outer race berputar searah putaran poros engkol, ia akan mendorong bagian atas sprag. Karena panjang l1 lebih pendek dari l , maka outer race berputar.

Outer Race Berputar Berlawanan Arah Putaran Poros EngkolBila outer race berputar berlawanan arah putaran poros engkol, sprag tidak dapat miring karena panjang l2 lebih panjang dari l. Akibatnya sprag berfungsi sebagai baji yang mengunci outer race dan mencegahnya berputar. Retainer spring dipasang untuk menjaga posisi sprag sedikit menghadap ke atas pada arah hampir mengunci outer race.

DIKLAT KOMPETENSI GURU TEKNIK MEKANIK OTOMOTIF

HAL 11 DARI 55

TRANSMISI OTOMATIS

PRINSIP PEMINDAHAN TENAGABila kita memasang dua buah kipas angin A dan B berhadapan satu sama lain, kemudian kipas angin A dihidupkan, maka kipas angin B akan ikut berputar dengan arah yang sama. Ini terjadi karena aliran udara dari kipas angin A membentur daun (vane) kipas angin B dan selanjutnya kipas angin B akan terbawa berputar. Dengan kata lain, terjadi pemindahan tenaga dari kipas angin A ke kipas angin B melalui angin sebagai perantara. Torque converter bekerja dengan cara yang sama, pompa impeller memainkan peranan kipas A dan turbine runner sebagai kipas B. perantaranya adalah fluida (ATF).

DIKLAT KOMPETENSI GURU TEKNIK MEKANIK OTOMOTIF

HAL 12 DARI 55

TRANSMISI OTOMATIS

PRINSIP PEMBESARAN MOMENPada kedua kipas yang diceritakan sebelumnya ditambahkan air duct, udara yang mengalir ke kipas B akan dikembalikan ke kipas A dari belakang melaui air duct. Ini akan menyebabkan energi yang tertinggal di udara setelah melalui kipas B akan membantu putaran kipas A. Dalam torque converter, stator berfungsi sebagai air duct.

DIKLAT KOMPETENSI GURU TEKNIK MEKANIK OTOMOTIF

HAL 13 DARI 55

TRANSMISI OTOMATIS

Mekanisme Lock Up Clutch (sistem ECT)Pada coupling range ( tidak ada peningkatan momen puntir ) Torque Converter meneruskan momen input dari mesin ke transmisi pada ratio mendekati 1 : 1. Pada pompa Impeller dan Turbine Runner paling sedikit terdapat perbedaan kecepatan putar 4 sampai 5 %. Oleh sebab itu , Torque Converter tidak memindahkan 100 % tenaga yang dibangkitkan oleh mesin ke transmisi, jadi terdapat kerugian energi. Untuk mencegahnya dan untuk mengurangi penggunaan bahan bakar, lock up clutch secara mekanik menghubungkan pompa Impeller dengan Turbine Runner pada saat kecepatan kendaraan mencapai 60 km/jam atau lebih , dengan demikian hampir 100 % tenaga yang dibangkitkan oleh mes