asuhan keperawatan ureterolitiasis

Download Asuhan keperawatan Ureterolitiasis

Post on 19-Jul-2015

186 views

Category:

Documents

0 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

Asuhan keperawatan UreterolitiasisBAB I TINJAUAN TEORITIS I. Konsep Dasar A. Defenisi Ureterolitiasis adalah pembentukan batu pada saluran kemih ( Sjamsuhidayat. 2000). Ureteroltiasis : bentuk deposit mineral, paling umum oksalat Ca dan fospat Ca, namun asam urat dan Kristal lain juga pembentuk batu. (Doengos,2000). Ureterolithiasis adalah kalkulus atau batu di dalam ureter (Sue Hinchliff, 1999 Hal 451). Batu ureter pada umumnya berasal dari batu ginjal yang turun ke ureter. Batu ureter mungkin dapat lewat sampai ke kandung kemih dan kemudian keluar bersama kemih. Batu ureter juga bisa sampai ke kandung kemih dan kemudian berupa nidus menjadi batu kandung kemih yang besar. Batu juga bisa tetap tinggal di ureter sambil menyumbat dan menyebabkan obstruksi kronik dengan hidroureter yang mungkin asimtomatik. Tidak jarang terjadi hematuria yang didahului oleh serangan kolik. (R.Sjamsuhidajat, 1998 Hal. 1027).

B. Anatomi fisiologi 1. Ginjal Ginjal adalah organ ekskresi dalam vertebrata yang berbentuk mirip kacang. Sebagai bagian dari sistem urin, ginjal berfungsi menyaring kotoran ( terutama urea ) dari darah dan membuangnya bersama dengan air dalam bentuk urin. Cabang dari kedokteran yang mempelajari ginjal dan penyakitnya disebut nefrologi. Ginjal terletak pada dinding posterior abdomen di belakang peritoneum pada kedua sisi vertebra thorakalis ke 12 sampai vertebra lumbalis ke-3. Bentuk ginjal

seperti biji kacang. Ginjal kanan sedikit lebih rendah dari ginjal kiri, karena adanya lobus hepatis dexter yang besar. a. Fungsi Ginjal 1) memegang peranan penting dalam pengeluaran zat-zat toksis atau racun 2) mempertahankan suasana keseimbangan cairan 3) mempertahankan keseimbangan kadar asam dan basa dari cairan tubuh 4) mengeluarkan sisa-sisa metabolisme akhir dari protein ureum, kreatinin dan amoniak. b. Struktur Ginjal Setiap ginjal terbungkus oleh selaput tipis yang disebut kapsula fibrosa, terdapat cortex renalis di bagian luar, yang berwarna cokelat gelap, dan medulla renalis di bagian dalam yang berwarna cokelat lebih terang dibandingkan cortex. Bagian medulla berbentuk kerucut yang disebut pyramides renalis, puncak kerucut tadi menghadap kaliks yang terdiri dari lubang-lubang kecil disebut papilla renalis. Hilum adalah pinggir medial ginjal berbentuk konkaf sebagai pintu masuknya pembuluh darah, pembuluh limfe, ureter dan nervus. Pelvis renalis berbentuk corong yang menerima urin yang diproduksi ginjal. Calices renalis majores terbagi menjadi dua atau tiga yang masingmasing akan bercabang menjadi dua atau tiga calices renalis minores.

Struktur halus ginjal terdiri dari banyak nefron yang merupakan unit fungsional ginjal. Diperkirakan ada 1 juta nefron dalam setiap ginjal. Nefron terdiri dari : Glomerulus, tubulus proximal, ansa henle, tubulus distal dan tubulus urinarius. Di bawah ini tampak anatomi dari ginjal. 2. Ureter Ureter adalah suatu saluran muskuler berbentuk silinder yang menghantarkan urin dari ginjal menuju kandung kemih. Panjang ureter adalah sekitar 20-30 cm dengan diameter maksimum sekitar 1,7 cm di dekat kandung kemih dan berjalan dari hilus ginjal menuju kandung kemih. Ureter dibagi menjadi pars, abdominalis, pelvis, dan intravesikalis. Terdiri dari 2 saluran pipa masing-masing bersambung dari ginjal ke vesika urinaria. Panjangnya 25-30 cm, dengan penampang 0,5 cm. Ureter sebagian terletak pada rongga abdomen dan sebagian lagi terletak pada rongga pelvis. Lapisan dinding ureter terdiri dari: a. Dinding luar jaringan ikat (jaringan fibrosa) b. Lapisan tengah lapisan otot polos c. Lapisan sebelah dalam lapisan mukosa Lapisan dinding ureter menimbulkan gerakan-gerakan peristaltic yang mendorong urin masuk ke dalam kandung kemih. 3. Vesika urinaria (Kandung Kemih) Kandung kemih dapat mengembang dan mengempis seperti balon karet, terletak di belakang simfisis pubis di dalam ronga panggul. Bentuk kandung kemih seperti kerucut yang dikelilingi oleh otot yang kuat, berhubungan ligamentum vesika umbikalis medius.

Vesika urinaria bekerja sebagai penampung urine. Organ ini berbentuk seperti buah pir ( kendi ). Letaknya di belakang simpisis pubis di dalam rongga panggul. Fungsi kandung kemih adalah menampung urin yang akan di keluarkan ke dunia luar melalui uretra. Dinding kandung kemih terdiri dari : a. Lapisan paling luar ( peritoneum ) b. Lapisan berotot ( tunika muskularis ) c. Tunika subroukosa d. Lapisan bagian dalam ( lapisan mukosa ) 4. Uretra Uretra merupakan saluran sempit yang berpangkal pada kandung kemih yang berfungsi menyalurkan air kemih keluar. Pada laki- laki uretra berjalan berkelok kelok melalui tengah tengah prostat kemudian menembus lapisan fibrosa yang menembus tulang pubis kebagia penis panjangnya 20 cm. Terdri dari : a. Uretra pars prostatica b. Uretra pars membranosa ( terdapat spinchter uretra extema ) c. Uretra pars spongiosa Uretra pada wanita panjangnya 3 4 cm. Terletak dibelakang simfisis pubis berjalan miring sedikit kearah atas.

C. Etiologi 1. Factor genetic amilial (keturunan) Anggota keluarga dengan batu saluran kemih lebih banyak mempunyai kesempatan untuk menderita batu saluran kemih. 2. Usia dan jenis kelamin Data menunjukan bahwa usia terbanyak pada dewasa dan laki-laki lebih banyak dari perempuan. 3. Musim Suhu meningkat, panas meningkat, keringat meningkat, produksi urine menurun, mempermudah terbentuknya batu 4. Ras Batu saluran kemih banyak ditemukan di afrika,asia sedangkan AS,Eropa lebih sedikit. 5. Pekerjaan (profesi) Pekerja pekerja keras yang banyak bergerak misalnya buruh dan petani akan mengurangi kemungkinan terjadinya ureterolithiasis. Bila di bandingkan dengan pekerja yang banyak duduk seperti sopir, kasir dan tukang jahit. Itu terjadi karena pada saat duduk yang lama, akan terjadi urine statis pada ureter dan urine membentuk Kristal. Sehingga akan menyebabkan terjdainya batu pada sluran ureter. 6. Obstruksi aliran linfe ginjal baik yang congenital maupun akibat peradangan akan menyebabkan timbulnya inti kalsifikasi yang akan menjadi awal dari pertumbuhan batu.

7. Air minum Air banyak mengandung zat zat mineral. Bila mineralisasi tinggi, akan terjadi pengentalan urine.yang tinggi dan menjadi batu. Banyak minum bisa mencegah urine menjadi lebih kental, sehingga akan mengurangi kemungkinan terjadinya pembentukan batu pada saluran ureter. 8. Konstitusi nutrisi / makanan Mengkonsumsi makanan yang berlebihan kandungan oksalat ( bayam, kankung, kopi dan nenas ), kalsium ( ikan salmon, sarden, keju, susu, es krim, sayur kol serta lobak ) dan asam urat (minuman beralkohol, makanan yang enak enak seperti kaldu daging, otak, hati dan jeroan lainnya ). 9. Gangguan metabolisme (hiperparatiroit, hiperurisemia, hiperkalsiuria) 10. Gangguan aliran air kemih 11. Infeksi Infeksi saluran kemih dapat menyebabkan nekrosis jaringan dan akan menjadi inti pembentukan batu ureter. 12. Obat-obatan

D. Teori pembentukan batu 1. Teori inti matriks Terbentuknya batu saluran kemih memerlukan adanya substansi organic sebagai inti. Substansi organic terdiri dari muko polisakarida dan muko protein A yang mempermudah kristalisasi dan agregasi substansi pembentuk batu. 2. Teori supersaturasi Terjadinya kejenuhan substansi pembentuk batu dalam urine seperti sistin, xantin, asam urat dan kalsium.

3. Teori presipitasi-kristalisasi. Perubahan PH urine akan mempengaruhi solubilitas dalam urine, pada urine yang bersifat asam akan mengendap sistin, xantin dan asam urat.pada urine yang bersifat alkali (basa) akan mengendap garam fospat. 4. Teori berkurangnya factor penghambat Berkurangnya factor penghambat seperti : peptid, fosfor, pirofospat, polifospat, sitrat, magnesium, akan mempermudah terbentuknya batu.

E. Manifestasi klinis 1. Nyeri dapat bersifat kolik ( terjadi karena tersumbatnya aliran urine dari ginjal ke kandung kemih dan urine akan kembali ke ginjal sehingga menyebabkan peregangan kapsul ginjal ) 2. Nyeri dimulai di daerah pinggang kemudian menjalar kearah testis disertai mual dan muntah 3. Berkeringat dingin 4. Pucat dan dapat terjadi renjatan 5. Hematuria 6. Nyeri ketok di daerah atas pelvis ( meletakkan telpak tangan di daerah pelvis dan memberikan ketokan di atas telapak tangan tersebut. Apabila terasa sakit berarti terjadi gangguan pada ginjal )

F.

Patofisiologi Batu saluran kemih seperti ureterolitiasis disebabkan oleh beberapa factor antara lain keturunan,usia dan jenis kelamin, pekerjaan, ras, musim dan suhu, air minum, dan makanan, gangguan metabolisme, gangguan aliran air kemih, infeksi serta obat-obatan. Komposisi batu saluran kemih yang dapat ditemukan adalah dari jenis urat, asam urat, oksalat, fosfat, sistin, dan xantin. Batu oksalat kalsium kebanyakan merupakan batu idiopatik. Batu fosfat dan kalsium (hidroksiapatit) kadang disebabkan hiperkalsiuria (tanpa hiperkalsemia). Batu fosfat amonium magnesium didapatkan pada infeksi kronik yang disebabkan bakteria yang menghasilkan urease sehingga urin menjadi alkali karena pemecahan ureum. Batu asam urin disebabkan hiperuremia pada artritis urika. (R. Sjamsuhidajat, 1998 Hal 1027). Pada kebanyakan penderita batu kemih tidak ditemukan penyebab yang jelas. Jaringan abnormal atau mati seperti pada nekrosis papila di ginjal dan benda asing mudah menjadi nidus dan inti batu. Demikian pula telor sistosoma kadang berupa nidus batu (R. Sjamsuhidajat, 1998 Hal. 1027). Kondisi lain yang mempengaruhi laju pembentukan batu adalah PH urine yang rendah dan keadaan dehidrasi. Dengan adanya factor tersebut akan menumpuk, pertama membentuk kristal dan kemudian menjadi batu.

G. Komplikasi 1. Infeksi sekunder 2. Obstruksi 3. Divertikulum uretra 4. Iritasi yang berkepanjangan pada urotelium

H. Pemeriksaan penunjang 1. Diagnostic Ultrasonografi dapat melihat posisi batu baik di ginjal ataupun di dalam ureter dan adanyaobtruksi urine. Foto abdomen biasa dapat menunjukan ukuran, bentuk, posisi dan membedakan batu kalsifikasi Urogr