asuhan keperawatan infeksi

Download Asuhan Keperawatan Infeksi

Post on 12-Jun-2015

6.396 views

Category:

Health & Medicine

5 download

Embed Size (px)

DESCRIPTION

Teori dan Asuhan Keperawatan Infeksi

TRANSCRIPT

  • 1. DOKUMENTASI ASUHAN KEPERAWATAN INFEKSIKelas B semester 2 Disusun oleh kelompok F: 1. Said(130012072)2. Silvianita Fitri Anggraini (130012073) 3. Siti Aminah Hidayat(130012074)4. Siti Habibah(130012075)5. Siti Nurjanah Siska L.(130012076)Prodi S1 Keperawatan Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Yayasan Rumah Sakit Islam Surabaya Surabaya 2013

2. KATAPENGANTARAlhamdulillahhirobbilallamin, puji syukur kehadirat Allah SWT atas rahmat dan hidayah-Nya sehingga kami kelompok F, dapat menyelesaikan dokumentasi keperawatan yang berjudul Dokumentasi Asuhan Keperawatan Infeksi dengan baik dan lancar. Penyusun menyadari bahwa terselesaikannya makalah ini tidak lepas dari bantuan berbagai pihak, oleh karena itu penyusun menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada yang terhormat : 1. Ibu Yanis Kartini, SKM, M. Kep, selaku pebimbing ILMU KEPERAWATA DASAR III Tahun 2012-2013 2. Ibu Wesiana Heris Santy, S.Kep.Ns.M. Kep, selaku Pembimbing Akademik S1 Keperawatan kelas B Tahun 2012-2013 3. Bpk Thomas Sumarsono S.Si,MSi. selaku Pembimbing Akademik S1 Keperawatan kelas BTahun 2012-2013 Akhirnya dengan kelapangan dada penyusun menerima segala kritik dan saran yang membangun demi kesempurnaan makalah ini. Dan semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi kita semua khususnya dalam bidang pendidikan.Surabaya, 15 April 2013Penulis 3. DAFTAR ISIKATA PENGANTAR ............................................................................................. i DAFTAR ISI ........................................................................................................... ii BAB I PENDAHULUAN ........................................................................................1 1.1 Latar Belakang................................................................................................1 1.2 Rumusan Masalah ..........................................................................................1 1.3 Tujuan .............................................................................................................2 BAB II TINJAUAN TEORI ....................................................................................3 2.1 Definisi Infeksi ...............................................................................................3 2.2 Rantai Infeksi..................................................................................................3 2.2.1 Agens Infeksius .......................................................................................3 2.2.2 Pengertian dari Elemen-elemen Rantai Infeksi .......................................5 2.3 Proses Infeksi................................................................................................10 2.4 Jenis Infeksi .................................................................................................11 2.5 Pertahanan Tubuh Terhadap Infeksi .............................................................11 2.5.1 Flora Normal ..........................................................................................12 2.5.2 Sistem Pertahanan Tubuh ......................................................................12 2.5.3 Inflamasi ................................................................................................13 2.5.4 Respons Imun ........................................................................................15 2.7 Infeksi Nosokomial ......................................................................................17 BAB III APLIKASI TEORI (KASUS) ..................................................................19 BAB IV PEMBAHASAN ......................................................................................20 3.1 Pengkajian ....................................................................................................20 3.1.1 Keluhan Utama ......................................................................................20 3.1.2 Riwayat Kesehatan ................................................................................21 3.1.3 Pemeriksaan Fisik ..................................................................................21 3.1.4 Keadaan Umum .....................................................................................23 3.1.5 Psiko, Sosio, Budaya dan Spiritual ........................................................24 3.1.6 Pemeriksaan penunjang .........................................................................24 3.2 Diagnosis Keperawatan ................................................................................24 3.3 Perencanaan ..................................................................................................27 4. 3.4 Implementasi ................................................................................................30 3.5 Evaluasi ........................................................................................................34 BAB V PENUTUP .................................................................................................36 DAFTAR PUSTAKA ............................................................................................37 LEMBARAN FOTO ..............................................................................................38 5. BAB I PENDAHULUAN1.1 Latar Belakang Insidensi infeksi merupakan pola yang selalu berubah sehingga menjadi salah satu alasan mengapa studi tentang penyakit infeksi sangat menarik. Walaupun beberapa penyakit telah dapat dikendalikan dengan sanitasi yang lebih baik, higiene personal, vaksi, dan obat-obatan. Namun beberapa penyakit baru mulai muncul dan penyakit-penyakit lain baru diketahui memiliki dasar infeksi. Di negara berkembang yang miskin sumber daya, penyakit infeksi terus menyebabkan morbiditas dan mortalitas yang signifikan. Pada dekade terakhir (sampai dengan tahun 2003), lima faktor global telah muncul sebagai kekuatan yang dapat menyebabkan perubahan lebih lanjut: 1. Perubahan iklim dan pemanasan global yang secara spesifik dapat memperluas cakupan geografis infeksi seperti malaria. 2. Peningkatan populasi yang disertai degradasi lingkungan dapat menyebabkan kurangnya persediaan makan dan minuman yang aman. 3. Meningkatnya perpindahan penduduk ke kota di negara berkembang dan negara maju dengan alasan keamanan atau ekonomi dan sosial dapat menyebabkan peningkatan penyakit seperti tuberkulosis. 4. Xenotransplantasi dan modifikasi genetik, secara teoretis, dapat menghasilkan patogen baru pada manusia, walaupun telah ditetapkan panduan keamanan untuk mencegahnya. 5. Bioterorisme dan pelepasan agen biologis yang disengaja mungkin dapat dilakukan untuk memeras uang. Berdasarkan masalah di atas, maka dari itu makalah ini akan membahas tentang infeksi dengan judul Dokumentasi Asuhan Keperawatan Infeksi. 1.2 Rumusan Masalah 1. Bagaimana definisi infeksi? 2. Bagaimana rantai infeksi? 3. Bagaimana terjadinya proses infeksi? 6. 4. Bagaimana jenis infeksi? 5. Bagaimana pertahanan tubuh terhadap infeksi? 6. Bagaimana infeksi nosokomial? 1.3 Tujuan 1. Mahasiswa dapat mengetahui dan memahami definisi infeksi. 2. Mahasiswa dapat mengetahui dan memahami rantai infeksi. 3. Mahasiswa dapat mengetahui dan memahami proses infeksi. 4. Mahasiswa dapat mengetahui dan memahami jenis infeksi. 5. Mahasiswa dapat mengetahui dan memahami pertahanan tubuh terhadap infeksi. 6. Mahasiswa dapat mengetahui dan memahami infeksi nosokomial. 7. BAB II TINJAUAN TEORI 2.1 Definisi Infeksi Infeksi adalah invasi tubuh oleh patogen atau mikroorganisme yang mampu menyebabkan sakit. Jika mikroorganisme gagal menyebabkan cedera yang serius terhadap sel atau jaringan, infeksi disebut asimptomatik. Penyakit timbul jika patogen berbiak dan menyebabkan perubahan pada jaringan normal. Jika penyakit infeksi dapat ditularkan langsung dari satu orang ke orang lain, penyakit ini merupakan penyakit menular atau contagious. 2.2 Rantai Infeksi Adanya patogen tidak berarti bahwa infeksi akan terjadi. Perkembangan infeksi terjadi dalam siklus yang bergantung pada elemen-elemen berikut: 1. Agens infeksius atau pertumbuhan patogen. 2. Tempat atau sumber pertumbuhan patogen. 3. Portal keluar dari tempat tumbuh tersebut. 4. Cara penularan. 5. Portal masuk ke pejamu. 6. Pejamu yang rentan. Infeksi akan terjadi jika rantai ini tetap berhubungan (gambar 34-1). Perawat menggunakan kewaspadaan dan pengendalian infeksi untuk memutuskan rantai tersebut terjadi. 2.2.1 Agens infeksius Mikroorganisme termasuk bakteri, virus, jamur, dan protozoa (tabel 34-1). Mikroorganisme di kulit dapat merupakan flora residen atau transien. Organisme transien normalnya ada dan jumlahnya stabil. Orgtanisme tersebut bertahan hidup dan berbiak di kulit. Kebanyakan ditemukan pada lapisan kulit superfisial, namun 10% sampai 20% mendiasmi lapisan epidermal dalam (garner dan favero, 1986). Organisme residen tidak dengan mudah dapat dihilangakan melalui mencuci tangan dengan sabun dan deterjen biasa kecuali bila gosokan dilakukan secara seksama. Mikroorganisme pada lapisan kulit dalam 8. biasanya dibunuh hanya dengan mencuci memakai produk yang mengandung bahan anti mikroba. Organisme transien melekat pada kulit saat seseorang kontak dengan orang atau objek lain dalam aktivitas atau kehidupan normal. Mislanya, bila perawat menyentuh bedpan atau balutan terkontaminasi, bakteri transien menempel pada kulit perawat. Organisme melekat tidak erat pada kulit yang kotor atau berminyak ataupun di bawah kuku jari. Organisme ini siap untuk ditularkan kecuali bila dihilangkan dengan mencuci tangan (larson 1995) Kemungkinanbagimikroorganismeatauparasituntukmenyebabkan penyakit bergantung pada faktor-faktor berikut : 1. Organisme dalam jumlah yang cukup. 2. Virulensi, atau kemampuan untuk menyebabkan sakit. 3. Kemampuan untuk masuk dan bertahan hidup dalam pejamu. 4. Pejamu yang rentan. Agena infeksiusPejamuReservoarPortal keluarPortal masukCara menular Gambar 34-1. Rantai Infeksi. Banyak mikroorganisme residen kulit tidak virulen