asuhan keperawatan gangguan pemenuhan

Click here to load reader

Post on 01-Oct-2021

0 views

Category:

Documents

0 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

RUMAH SAKIT ISLAM JAKARTA CEMPAKA PUTIH
07 – 09 MEI 2018
FAKULTAS ILMU KEPERAWATAN
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH JAKARTA
Assalammualaikum Wr. Wb
Puji dan syukur penulis panjatkan kehadiran Allah SWT atas rahmat dan karunia-
Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan penyusunan Karya Tulis Ilmiah
dengan judul “Asuhan Keperawatan Gangguan Pemenuhan Kebutuhan Dasar
pada Ny. S dengan Congestive Heart Failure (CHF) di Paviliun Marwah Atas
Rumah Sakit Islam Jakarta Cempaka Putih“ dari tanggal 07 sampai 09 Mei 2018.
Karya Tulis Ilmiah ini di susun untuk memenuhi salah satu syarat dalam
menyelesaikan pendidikan Diploma III Keperawatan Fakultas Ilmu Keperawatan
Universitas Muhammadiyah Jakarta. Dalam penulisan Karya Tulis Ilmiah ini
penulis menemukan banyak kesulitan dan hambatan, tetapi berkat bantuan dan
pengarahan dari berbagai pihak, akhirnya Karya Tulis Ilmiah ini dapat
diselesaikan tepat pada waktunya.
Dengan selesainya Karya Tulis Ilmiah ini, penulis mengucapkan terima kasih
kepada berbagai pihak yang telah membantu dalam menyelesaikan Karya Tulis
Ilmiah ini, terutama kepada :
1. Ns. Titin Sutini, M.Kep., Sp.Kep.An selaku Ka. Prodi. DIII Keperawatan
Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Muhammadiyah Jakarta.
2. Ns. Fitrian Rayasari, M.Kep., Sp.KMB selaku dosen pembimbing dan
penguji dari Program Studi Diploma III Keperawatan Fakultas Ilmu
Keperawatan Universitas Muhammadiyah Jakarta.
3. Ns. Nuraenah, M.Kep selaku wali akademi tingkat III Angkatan XXXIII
Program Studi Diploma III Keperawatan Fakultas Ilmu Keperawatan
Universitas Muhammadiyah Jakarta.
4. Dr. Yani Sofiani, M.Kep., Sp.KMB selaku penguji dari Program Studi
Diploma III Keperawatan Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas
Muhammadiyah Jakarta.
iv
5. Orang tua dan Kakak-kakak saya tercinta yang selalu mendo’akan dan
memberikan dukungan baik moril maupun materil sehingga penulis dapat
menyelesaikan Karya Tulis Ilmiah ini.
6. Rekan-rekan seperjuangan angkatan XXXIII Program Studi Diploma III
Keperawatan Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Muhammadiyah Jakarta
yang telah memberikan motivasi dan bantuan kepada penulis untuk dapat
menyelesaikan Karya Tulis Ilmiah ini.
7. Perpustakaan Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Muhammadiyah
Jakarta yang sudah menyediakan fasilitas dan buku-buku yang dibutuhkan
penulis untuk menyelesaikan Karya Tulis Ilmiah ini.
Penulis menyadari bahwa Karya Tulis Ilmiah ini masih jauh dari kesempurnaan,
oleh karena itu penulis sangat mengharapkan adanya kritik dan saran yang
sifatnya membangun demi kesempurnaan Karya Tulis Ilmiah ini. Semoga Karya
Tulis Ilmiah ini dapat berguna dan bermanfaat bagi tenaga keperawatan pada
umumnya dan bagi penulis khususnya, sehingga dapat dipergunakan sebagai
bahan menambah ilmu pengetahuan di bidang keperawatan.
Wassalammualaikum Wr. Wb
A. Konsep Dasar .................................................................................................. 8
5. Manifestasi Klinis ................................................................................... 15
B. Konsep Asuhan Keperawatan pada Pasien dengan CHF .............................. 20
1. Pengkajian Keperawatan ......................................................................... 20
2. Diagnosa Keperawatan ........................................................................... 25
3. Perencanaan Keperawatan ...................................................................... 26
4. Pelaksanaan Keperawatan ....................................................................... 35
5. Evaluasi Keperawatan ............................................................................. 35
A. Pengkajian Keperawatan ............................................................................... 37
B. Diagnosa Keperawatan ................................................................................. 52
C. Perencanaan Keperawatan ............................................................................ 56
D. Pelaksanaan Keperawatan ............................................................................. 59
E. Evaluasi Keperawatan ................................................................................... 64
BAB IV PEMBAHASAN .................................................................................... 72
A. Pengkajian Keperawatan ............................................................................... 72
B. Diagnosa Keperawatan ................................................................................. 75
C. Perencanaan Keperawatan ............................................................................ 78
D. Pelaksanaan Keperawatan ............................................................................. 80
E. Evaluasi Keperawatan ................................................................................... 81
Tabel 2.2 Penyebab gagal jantung berdasarkan jenisnya ..................................... 10
Tabel 2.3 Penyebab gagal jantung berdasarkan kelainannya ............................... 11
Tabel 2.4 Rencana Asuhan Keperawatan ............................................................. 27
Tabel 3.1 Hasil pemeriksaan laboratorium pada tanggal 04 Mei 2018 ................ 38
Tabel 3.2 Hasil pemeriksaan laboratorium pada tanggal 06 Mei 2018 ................ 45
Tabel 3.3 Hasil pemeriksaan ECHO tanggal 06 Mei 2018 .................................. 46
Tabel 3.4 Data fokus ............................................................................................ 47
Tabel 3.5 Analisa data .......................................................................................... 49
Tabel 3.6 Perencanaan keperawatan .................................................................... 56
Tabel 3.7 Pelaksanaan keperawatan ..................................................................... 59
Tabel 3.8 Evaluasi keperawatan ........................................................................... 64
1
Congestive Heart Failure (CHF) adalah keadaan ketika jantung tidak mampu
lagi memompakan darah secukupnya dalam memenuhi kebutuhan sirkulasi
tubuh untuk memenuhi kebutuhan metabolisme jaringan tubuh pada kondisi
tertentu, sedangkan tekanan pengisian ke dalam jantung masih cukup tinggi
(Aspiani, 2015). Menurut pendapat ahli yang lain, gagal jantung adalah suatu
sindrom klinis kompleks, yang didasari oleh ketidakmampuan jantung untuk
memompakan darah keseluruh jaringan tubuh secara adekuat, akibatnya
adanya gangguan struktural dan fungsional dari jantung (Sudoyo, 2011).
Penyebab CHF yaitu kondisi yang meningkatkan preload, afterload, atau yang
menurunkan kontraktilitas miokardium. Kondisi yang meningkatkan preload,
misalnya regurgitasi aorta dan cacat septum ventrikel. Afterload meningkat
pada kondisi dimana terjadi stenosis aorta atau dilatasi ventrikel. Pada infrak
miokard dan kardiomiopati, kontraktilitas miokardium dapat menurun
(Asikin, 2016).
Pada umumnya pasien dengan CHF muncul tanda dan gejala yang berbeda
disetiap letak gagal jantungnya seperti pada gagal jantung ventrikel kanan
mempunyai tanda dan gejala edema, anoreksia, mual, asites, dan sakit daerah
perut. Sedangkan pada gagal jantung ventrikel kiri mempunyai tanda dan
gejala badan lemah, cepat lelah, berdebar-debar, sesak nafas, batuk,
anoreksia, dan keringat dingin. Jika tanda dan gejala tersebut tidak dapat
diatasi dengan cepat dan tepat, maka akan terjadi komplikasi, seperti:
hepatomegali, edema paru, hidrotoraks, syok kardiogenik, dan tamponade
jantung (Kasron, 2012; LeMone, 2016).
2
yang angka kematiannya terus meningkat. Menurut American Heart
Association (AHA) tahun 2016 dilaporkan bahwa ada 7,3 juta penduduk
Amerika Serikat yang menderita gagal jantung (AHA, 2016).
RISKESDAS 2013, melaporkan berdasarkan diagnosis dokter prevalensi
penyakit CHF atau yang biasa disebut gagal jantung kongestif di Indonesia,
diperkirakan sekitar 229.696 orang, sedangkan berdasarkan diagnosis dokter/
gejala diperkirakan sekitar 530.068 orang. Prevalensi CHF berdasarkan
terdiagnosa dokter tertinggi di Yogyakarta (0,25%), disusul Jawa Timur
(0,19%), dan Jawa Tengah (0,18%). Prevalensi CHF berdasarkan diagnosa
dan gejala tertinggi di Nusa Tenggara Timur (0,8%), diikuti Sulawesi Tengah
(0,7%), sementara Sulawesi Selatan dan Papua sebesar (0,5%). Prevalensi
CHF di DKI Jakarta berdasarkan terdiagnosa dokter menduduki peringkat 5
di Indonesia sebanyak (0,15%) atau 11.414 orang (RISKESDAS, 2013).
Pasien CHF yang dirawat di rumah sakit akan megalami gangguan
pemenuhan kebutuhan dasar, yaitu kebutuhan oksigenasi, kebutuhan cairan
dan elektrolit, dan kebutuhan aktivitas. Kebutuhan oksigen merupakan
kebutuhan dasar manusia yang digunakan untuk kelangsungan metabolisme
sel tubuh, mempertahankan hidup dan aktivitas berbagai organ atau sel. Pada
pasien CHF gangguan kebutuhan oksigenasi terjadi karena adanya kegagalan
pada fungsi ventrikel yang menyebabkan hambatan pengosongan ventrikel,
dan pompa jantung meningkat, hal ini akan menurunkan kemampuan jantung
memompa atau disebut dengan penurunan curah jantung. Kemampuan
jantung memompa mengakibatkan adanya bendungan pada paru-paru dan ini
mengakibatkan gangguan pertukaran gas.
metabolisme tubuh membutuhkan perubahan yang tetap dalam berespon
terhadap stressor fisiologis dan lingkungan. Pada pasien CHF gagal pompa
ventrikel mengakibatkan forward failure sehingga curah jantung menurun
3
maka renal flow menurun sehingga pelepasan RAA (Renin Angiotensin dan
Aldosteron) maka terjadi retensi natrium dan air mengakibatkan edema
sehingga terjadi kelebihan volume cairan.
Kebutuhan aktivitas merupakan suatu kondisi dimana tubuh dapat melakukan
kegiatan dengan bebas. Pada pasien CHF gagal pompa ventrikel
mengakibatkan forward failure sehingga curah jantung menurun maka suplai
darah kejaringan menurun, nutrisi dan oksigen sel menurun, metabolisme sel
menurun maka terjadi lemah dan letih sehingga terjadi intoleransi aktifitas
(Kasron, 2012).
pasien CHF, maka diperlukan asuhan keperawatan secara komprehensif yang
meliputi bio, psiko, sosial, dan spiritual. Untuk meningkatkan kesembuhan
pasien CHF maka diperlukan 4 upaya yang meliputi upaya promotif,
preventif, kuratif, dan rehabilitatif. Upaya promotif adalah suatu kegiatan atau
serangkaian kegiatan pelayanan kesehatan yang lebih mengutamakan
kegiatan yang bersifat promosi kesehatan. Pada pasien CHF upaya promotif
dapat dilakukan melalui penyuluhan kesehatan seperti: pengertian CHF,
penyebab, tanda gejala, dan komplikasi yang bertujuan untuk mencegah
terulangnya serangan kegagalan jantung, faktor-faktor pencetus, modifikasi
diit, efek samping dari obat-obatan, program kegiatan/ istirahat, dan tanda-
tanda yang perlu dilaporkan kepada dokter.
Upaya preventif adalah suatu kegiatan pencegahan terhadap suatu masalah
kesehatan. Pada pasien CHF upaya preventif dapat dilakukan dengan
mempertahankan keseimbangan cairan pasien serta membatasi asupan
natrium pasien, dan membiasakan pola hidup sehat. Upaya kuratif adalah
suatu kegiatan atau serangkaian kegiatan pengobatan yang ditujukan untuk
pemyembuhan penyakit. Pada pasien CHF upaya kuratif dapat dilakukan
dengan memberikan tindakan keperawatan sesuai dengan masalah dan respon
4
pasien, seperti memberikan istirahat fisik pada pasien CHF klasifikasi kelas
II, pemberian terapi glikosida jantung, diuretik, dan vasodilator.
Upaya rehabilitatif adalah kegiatan atau serangkaian kegiatan untuk
mengembalikan pasien CHF ke dalam masyarakat sehingga dapat berfungsi
lagi sebagai anggota masyarakat yang berguna untuk dirinya dan masyarakat
semaksimal mungkin sesuai dengan kemampuannya. Pada pasien CHF upaya
rehabilitatif dapat dilakukan dengan meningkatkan aktivitas pasien sehari-hari
secara bertahap untuk meningkatkan kerja jantung, meningkatkan tenaga
cadangan jantung, dan menurunkan tekanan darah. Perawatan yang dapat
dilakukan di rumah seperti: istirahat cukup, diet rendah kolesterol, konsumsi
protein, dan serat yang cukup (Nursalam, 2008; Asikin, 2016).
Masih banyaknya kasus CHF di Indonesia, gangguan pemenuhan kebutuhan
yang terjadi, sebagai calon perawat menyadari pentingnya memberikan
asuhan keperawatan yang dilakukan secara komprehensif untuk membantu
pasien mencapai kondisi tubuh yang sehat. Untuk mencapainya tujuan
tersebut perlu adanya peningkatan pengetahuan dan keterampilan untuk
tenaga kesehatan khususnya tenaga perawat. Agar dapat melaksanakan
pelayanan keperawatan yang professional yang mencakup asuhan
keperawatan secara komprehensif, upaya peningkatan kesehatan, pencegahan,
pengobatan, dan pemulihan. Dari penjelasan diatas, maka penulis mengangkat
Karya Tulis Ilmiah dengan judul “Asuhan Keperawatan Gangguan
Pemenuhan Kebutuhan Dasar pada pasien dengan Congestive Heart Failure
(CHF)”.
Tujuan dari penulisan Karya Tulis Ilmiah ini adalah sebagai berikut:
1. Tujuan Umum
Tujuan umum dari penulisan Karya Tulis Ilmiah adalah untuk menambah
pengetahuan, dapat menerapkan teori, dan konsep yang telah dipelajari
5
kebutuhan dasar pada pasien dengan Congestive Heart Failure (CHF).
2. Tujuan Khusus:
dengan CHF di Rumah Sakit Islam Jakarta.
b. Mampu menguraikan masalah keperawatan kebutuhan dasar pada
pasien dengan CHF di Rumah Sakit Islam Jakarta.
c. Mampu menguraikan rencana tindakan keperawatan kebutuhan dasar
pada pasien dengan CHF di Rumah Sakit Islam Jakarta.
d. Mampu menguraikan tindakan keperawatan kebutuhan dasar pada
pasien dengan CHF di Rumah Sakit Islam Jakarta.
e. Mampu menguraikan hasil evaluasi kebutuhan dasar pada pasien
dengan CHF di Rumah Sakit Islam Jakarta.
f. Mampu mengidentifikasi kesenjangan yang terdapat antara konsep
teori dan kasus.
dapat mencari solusi.
C. Lingkup Masalah
Asuhan Keperawatan Gangguan Pemenuhan Kebutuhan Dasar pada Ny. S
dengan Congestive Heart Failure (CHF) yang dilakukan selama 3X24 jam di
paviliun Marwah Atas Rumah Sakit Islam Jakarta Cempaka Putih dari
tanggal 07 – 09 Mei 2018.
D. Metode Penulisan
6
Heart Failure (CHF), metode deskriptif yaitu suatu metode yang dilakukan
dengan cara mengamati, menganalisa, menarik kesimpulan dari pengalaman
nyata. Dalam metode deskriptif pendekatan yang digunakan adalah: studi
kasus, dimana penulis mengelola satu kasus dengan menggunakan proses
keperawatan, dan hasil asuhan keperawatan di deskripsikan dengan
menggunakan kaidah penulisan ilmiah.
sistematika yang terdiri dari lima bab dengan perincian sebagai berikut:
Bab I : PENDAHULUAN
penulisan, dan sistematika penulisan.
Bab II : TINJAUAN TEORITIS
asuhan keperawatan (pengkajian keperawatan, diagnosa
keperawatan, perencanaan keperawatan, pelaksanaan
keperawatan, dan evaluasi keperawatan).
Bab III : TINJAUAN KASUS
pemenuhan kebutuhan dasar pada Ny. S dengan Congestive Heart
Failure (CHF) selama 3x24 jam yang terdiri dari pengkajian
keperawatan, diagnosa keperawatan, perencanaan keperawatan,
pelaksanaan keperawatan, dan evaluasi keperawatan.
Bab IV : PEMBAHASAN
timbul antara tinjauan teoritis, dan tinjauan kasus. Dalam
pembahasan bab ini juga akan diidentifikasikan berbagai faktor
penunjang, dan penghambat dari asuhan keperawatan serta
7
keperawatan, perencanaan keperawatan, pelaksanaan
keperawatan, dan evaluasi keperawatan.
Bab ini merupakan kesimpulan tentang asuhan keperawatan
gangguan pemenuhan kebutuhan dasar pada pasien dengan
Congestive Heart Failure (CHF) serta permasalahan yang timbul.
Selain itu, diuraikan saran yaitu tentang harapan dan masukan
dari penulis yang berhubungan dengan asuhan keperawatan
gangguan pemenuhan kebutuhan dasar pada pasien dengan
Congestive Heart Failure (CHF) yang bertujuan untuk
meningkatkan kualitas pelayanan, dan perawatan yang diberikan
oleh perawat untuk pasien.
1. Pengertian
Berikut ini adalah pengertian tentang CHF menurut beberapa ahli dan
sumber diantaranya adalah :
a. Congestive Heart Failure (CHF) adalah keadaan ketika jantung tidak
mampu lagi memompakan darah secukupnya dalam memenuhi
kebutuhan sirkulasi tubuh untuk keperluan metabolisme jaringan
tubuh pada kondisi tertentu, sedangkan tekanan pengisian ke dalam
jantung masih cukup tinggi (Aspiani, 2015).
b. Gagal jantung adalah suatu kondisi patofisiologi ketika jantung tidak
dapat memompa darah yang cukup untuk memenuhi kebutuhan
metabolik tubuh (Black, 2009).
kebutuhan oksigen dan nutrisi jaringan (Smeltzer, 2017).
d. Gagal jantung adalah kondisi dimana jantung tidak mampu memompa
darah dalam memenuhi kebutuhan sirkulasi tubuh untuk keperluan
metabolisme dan oksigen (Nugroho, 2011).
e. Gagal jantung adalah suatu sindrom klinis kompleks, yang didasari
oleh ketidakmampuan jantung untuk memompakan darah keseluruh
jaringan tubuh secara adekuat, akibatnya adanya gangguan struktural
dan fungsional dari jantung (Sudoyo, 2011).
Berdasarkan beberapa pengertian diatas, maka dapat disimpulkan bahwa
CHF adalah ketidakmampuan jantung untuk memompa darah ke seluruh
tubuh, sehingga tidak memenuhi kebutuhan metabolisme tubuh atau
terjadinya defisit penyaluran oksigen ke organ tubuh.
9
Pada CHF terjadi manifestasi gabungan gagal jantung kiri dan kanan.
New York Heart Association (NYHA) membuat klasifikasi fungsional
dalam 4 kelas :
kelasnya
napas, palpitasi, atau keletihan berlebihan
Kelas II Gangguan aktivitas fisik ringan
Merasa nyaman ketika beristirahat
Merasa nyaman ketika beristirahat
napas, palpitasi, atau keletihan berlebihan
Kelas IV Tidak dapat melakukan aktivitas fisik apapun tanpa merasa
tidak nyaman
saat istirahat
aktivitas fisik apapun
Sumber: Aspiani, 2015
ventrikel. Afterload meningkat pada kondisi dimana terjadi stenosis aorta
atau dilatasi ventrikel. Pada infrak miokard dan kardiomiopati,
kontraktilitas miokardium dapat menurun. Terdapat faktor fisiologis lain
yang dapat menyebabkan jantung gagal sebagai pompa, anatara lain
adanya gangguan pengisian ventrikel (stenosis katup atrioventrikularis),
serta adanya gangguan pada pengisian dan ejeksi ventrikel (perikarditis
konstriktif dan tamponade jantung). Berdasarkan seluruh penyebab
10
tersebut, diduga yang paling mungkin terjadi yaitu pada setiap kondisi
tersebut menyebabkan gangguan penghantaran kalsium didalam
sarkomer, atau didalam sintesis, atau fungsi protein kontraktil.
Gagal jantung dibagi menjadi 2 jenis, yaitu:
a. Gagal jantung kiri (gagal jantung kongestif) , dibagi menjadi 2 jenis
yang dapat terjadi sendiri atau bersamaan, diantaranya:
1) Gagal jantung sistolik yaitu ketidakmampuan jantung untuk
menghasilkan output jantung yang cukup untuk perfusi organ
vital.
jantung dan output jantung normal.
b. Gagal jantung kanan, merupakan ketidakmampuan ventrikel kanan
untuk memberikan aliran darah yang cukup sirkulasi paru pada
tekanan vena sentral normal.
Jenis gagal jantung Penyebab
Hipertensi
koroner
Penyebab gagal jantung Deskripsi
lain)
hantaran Terjadi fibrilasi
Takikardia atau bradikardia
(gangguan konduksi)
a. Kebutuhan dasar manusia
individu yang membutuhkan bantuan untuk meraih kesehatan,
kebebasan atau kematian yang damai, serta bantuan untuk meraih
kemandirian. Menurut Handerson, kebutuhan dasar manusia terdiri
atas 14 komponen yang merupakan komponen penanganan perawatan.
Ke-14 kebutuhan tersebut adalah sebagai berikut :
1) Bernafas secara normal (kebutuhan oksigenasi).
2) Makan dan minum dengan cukup (kebutuhan nutrisi dan cairan).
3) Membuang kotoran tubuh (kebutuhan eliminasi).
4) Bergerak dan menjaga posisi yang diinginkan (kebutuhan
aktivitas).
6) Memilih pakaian yang sesuai (kebutuhan personal hygiene).
7) Menjaga suhu tubuh tetap dalam batas normal dengan
menyesuaikan pakaian dan mengubah lingkungan (kebutuhan
cairan).
integumen (kebutuhan personal hygiene).
aman nyaman).
kebutuhan, rasa takut atau pendapat (kebutuhan psikososial).
11) Beribadah sesuai dengan keyakinan (kebutuhan spiritual).
12) Bekerja dengan tata cara yang mengandug unsur prestasi
(kebutuhan belajar).
(kebutuhan bermain).
menuntun pada perkembangan normal dan kesehatan serta
menggunakan fasilitas kesehatan yang tersedia (kebutuhan
belajar).
diklasifikasikan menjadi empat kategori, yaitu komponen kebutuhan
biologis, psikologis, sosiologis, dan spiritual. Kebutuhan dasar poin
1-9 termasuk komponen kebutuhan biologis. Poin 10 dan 14 termasuk
komponen kebutuhan psikologis. Poin 11 termasuk kebutuhan
spiritual. Sedangkan poin 12 dan 13 termasuk komponen kebutuhan
sosiologis. Handerson juga menyatakan bahwa pikiran dan tubuh
manusia tidak dapat dipisahkan satu sama lain (inseparable). Sama
hal dengan pasien dan keluarga, mereka merupakan satu kesatuan
(unit).
yang terjadi pada CHF menurut Kasron (2012), yaitu :
1) Kebutuhan oksigen
digunakan untuk kelangsungan metabolisme sel tubuh,
mempertahankan hidup dan aktivitas berbagai organ atau sel.
Pada pasien CHF gangguan kebutuhan oksigenasi terjadi karena
adanya kegagalan pada fungsi ventrikel yang menyebabkan
hambatan pengosongan ventrikel, dan pompa jantung meningkat,
14
disebut dengan penurunan curah jantung. Kemampuan jantung
memompa mengakibatkan adanya bendungan pada paru-paru dan
ini mengakibatkan gangguan pertukaran gas.
Apabila suplai darah tidak lancar di paru-paru (darah tidak masuk
ke jantung), menyebabkan penimbunan cairan di paru-paru yang
dapat menurunkan pertukaran O2 dan CO2 antara udara dan darah
di paru-paru. Sehingga oksigenasi arteri berkurang dan terjadi
peningkatan CO2, yang akan membentuk asam didalam tubuh.
Situasi ini akan memberikan suatu gejala sesak napas (dyspnea),
ortopnea (dyspnea saat berbaring) terjadi apabila aliran darah dari
ekstrimitas meningkatkan aliran balik vena ke jantung dan paru-
paru.
Kebutuhan cairan dan elektrolit merupakan suatu proses dinamik
karena metabolisme tubuh membutuhkan perubahan yang tetap
dalam berespon terhadap stressor fisiologis dan lingkungan. Pada
pasien CHF menurunnya kemampuan kontraktilitas jantung,
sehingga darah yang dipompa pada setiap kontriksi menurun dan
menyebabkan penurunan darah keseluruh tubuh. Apabila suplai
darah kurang ke ginjal akan mempengaruhi mekanisme pelepasan
renin-angiotensin dan akhirnya terbentuk angiotensi II
mengakibatkan terangsangnya sekresi aldosteron dan
menyebabkan retensi natrium dan air, perubahan tersebut
meningkatkan cairan ektraintravaskuler sehingga terjadi kelebihan
volume cairan dan tekanan selanjutnya terjadi edema. Edema
perifer terjadi akibat penimbunan cairan dalam ruang interstial.
3) Kebutuhan aktivitas
melakukan kegiatan dengan bebas. Pada pasien CHF gagal pompa
ventrikel mengakibatkan forward failure sehingga curah jantung
menurun maka suplai darah kejaringan menurun, nutrisi dan
15
lemah dan letih sehingga terjadi intoleransi aktifitas.
Kebutuhan aktivitas ini berdampak pada pemenuhan kebutuhan
sehari-hari, yaitu: pemenuhan kebutuhan personal hygiene karena
kelelahan, kelemahan dalam melakukan aktivitas, pemenuhan
kebutuhan eliminasi karena penurunan frekuensi berkemih di
siang hari dan peningkatan frekuensi berkemih pada malam hari
(nokturia), pemenuhan kebutuhan psikososial karena tidak
mampu berinteraksi.
Istirahat adalah suatu keadaan tenang, rileks, tanpa tekanan
emosional, dan bebas dari perasaan gelisah. Tidur adalah status
perubahan kesadaran ketika persepsi dan reaksi individu terhadap
lingkungan menurun. Pada pasien CHF terjadi gagal pompa
ventrikel kiri sehingga suplai O2 dalam tubuh akan berkurang
maka peningkatan RR (Respiratory Rate) mengakibatkan sesak
terjadi peningkatan pada malam hari, ortopnea (sesak saat
berbaring) sehingga pasien sering terbangun maka terjadi
gangguan istirahat tidur. Kebutuhan istirahat dan tidur ini
berdampak pada pemenuhan kebutuhan sehari-hari, yaitu:
bekerja, belajar, dan bermain karena menurunnya sumber energi.
5. Manifestasi Klinik
mana yang terjadi.
pertukaran gas dan dapat mengakibatkan ortopnea (kesulitan
16
dispnea (PND).
sisa hasil katabolisme.
pada ventrikel kiri menimbulkan tanda-tanda berkurangnya
perfusi ke organ-organ seperti : kulit, dan otot-otot rangka
4) Batuk
Batuk bisa kering dan tidak produktif, tetapi yang tersering adalah
batuk basah yaitu batuk yang menghasilkan sputum berbusa
dalam jumlah banyak yang kadang disertai bercak darah. Batuk
ini disebabkan oleh kongesti cairan yang mengadakan rangsangan
pada bronki.
Terjadi karena jantung memompa lebih cepat untuk menutupi
fungsi pompa yang hilang, irama gallop umum dihasilkan sebagai
aliran darah ke dalam serambi yang distensi.
b. Gagal jantung kanan
Manifestasi kliniknya antara lain :
2) Hepatomegali, dan nyeri tekan pada kuadran kanan batas
abdomen
3) Anoreksia, dan mual yang terjadi akibat pembesaran vena dan
status vena di dalam rongga abdomen
4) Rasa ingin kencing pada malam hari yang terjadi karena perfusi
renal
gangguan sirkulasi, dan pembuangan produk sampah katabolisme
yang tidak adekuat dari jaringan.
17
pelepasan renin dari ginjal yang menyebabkan sekresi aldosteron,
retensi natrium, dan cairan, serta peningkatan volume
intravaskuler
6. Komplikasi
gagal jantung dapat menyebabkan komplikasi pada sistem tubuh lain.
Hepatomegali kongestif dan splenomegali kongestif yang disebabkan oleh
pembengkakkan sistem vena porta menimbulkan peningkatan tekanan
abdomen, asites, dan masalah pencernaan. Pada gagal jantung sebelah
kanan yang lama, fungsi hati dapat terganggu. Distensi miokardium dapat
memicu disritmia, mengganggu curah jantung lebih lanjut. Efusi pleura
dan masalah paru lain dapat terjadi. Komplikasi mayor gagal jantung
berat adalah syok kardiogenik dan edema paru. Gagal jantung kongestif
dapat menyebabkan komplikasi pada sistem tubuh lain, yaitu:
a. Sistem kardiovaskuler:
b. Sistem pernapasan:
Cheyne-Stokes, dan asidosis respiratorik.
meningkatkan curah jantung dan kontraktilitas miokard, dan menurunkan
18
retensi garam dan air (Aspiani, 2015). Penatalaksanaan CHF dibagi 2,
yaitu:
a) Istirahat total/ tirah baring dalam posisi semi fowler.
b) Memberikan terapi oksigen sesuai dengan kebutuhan.
c) Memberikan terapi medis: digitalis untuk memperkuat
kontraksi otot jantung.
a) Memberikan terapi medik: diuretik untuk mengurangi cairan
di jaringan.
c) Menimbang berat badan.
3) Mencegah terjadinya komplikasi pascaoperasi:
a) Mengatur jadwal mobilisasi secara bertahap sesuai keadaan
pasien.
c) Mengubah posisi tidur.
keracunan digitalis.
4) Pendidikan kesehatan yang menyangkut penyakit, prognosis,
obat-obatan serta pencegahan kekambuhan:
kegunaan obat-obatan yang digunakan, serta memberikan
jadwal pemberian obat.
merokok, stress, kerja berta, minuman alkohol, makanan
tinggi lemak dan kolesterol.
terjadinya gagal jantung, terutama yang berhubungan dengan
19
keringat dingin.
tanpa gejala.
keadaan dirinya secara nyata/ realitas akan dirinya baik.
b. Penatalaksanaan kolaboratif
2) Pemberian morfin untuk mengatasi edema pulmonal akut,
vasodilatasi perifer, menurunkan aliran balik vena dan kerja
jantung, menghilangkan ansietas karena dispnea berat.
3) Reduksi volume darah sirkulasi
Dengan metode plebotomi, yaitu suatu prosedur yang bermanfaat
pada pasien dengan edema…