asuhan keperawatan addison

Click here to load reader

Post on 26-Sep-2015

41 views

Category:

Documents

0 download

Embed Size (px)

DESCRIPTION

by mirnawati

TRANSCRIPT

ASUHAN KEPERAWATAN ADDISON

A. Konsep Dasar Medis1.DefinisiPenyakit Addison adalah suatu kelainan endokrin atau hormon yang terjadi pada semua kelompok umur dan menimpa pria dan wanita sama rata. Penyakit ini di karakteristikan oleh kehilangan berat badan, kelemahan otot, kelelahan, tekanan darah rendah dan adakalanya penggelapan kulit pada kedua bagian-bagian tubuh yang terbuka dan tidak terbuka. (http:/www.total kesehatan nanda.com/Addison 4html)Penyakit Addison adalah penyakit yang terjadi akibat fungsi korteks tidak adekuat untuk memenuhi kebutuhan pasien akan hormon hormon korteks adrenal (Soediman, 1996)Penyakit Addison adalah lesi kelenjar primer karena penyakit destruktif atau atrofik, biasanya auto imun atau tuberkulosa. (Baroon, 1994)Penyakit Addison terjadi bila fungsi korteks adrenal tidak adekuat untuk memenuhi kebutuhan pasien akan kebutuhan hormon hormon korteks adrenal. (Bruner, dan Suddart Edisi 8 hal 1325)Penyakit Addison ialah kondisi yang terjadi sebagai hasil dari kerusakan pada kelenjar adrenal (Black, 1997). Penyakit Addison (juga dikenal sebagai kekurangan adrenalin kronik, hipokortisolisme atau hipokortisisme) adalah penyakit endokrin langka dimana kelenjar adrenalin memproduksi hormon steroid yang tidak cukup.3.Etiologi Tuberculosis Histoplasmosis (penyakit infeksi yang disebabkan oleh jamur histoplasma capsulatum, yang terutama menyerang paru-paru) Koksidiodomikosis (penyakit infeksi yang disebabkan oleh jamur Coccidioides immitis, yang biasanya menyerang paru-paru Kriptokokissie Pengangkatan kedua kelenjar adrenal Kanker metastatik (Ca. Paru, Lambung, Payudara, Melanoma, Limfoma) Adrenalitis auto imun4.PatofisiologiPenyebab terjadinya Hipofungsi Adrenokortikal mencakup operasi pengangkatan kedua kelenjar adrenal atau infeksi pada kedua kelenjar tersebut. Tuberkulosis (TB) dan histoplasmosis merupakan infeksi yang paling sering ditemukan dan menyebabkan kerusakan pada kedua kelenjar adrenal. Meskipun kerusakan adrenal akibat proses autoimun telah menggantikan tuberculosis sebagai penyebab penyakit Addison, namun peningkatan insidens tuberculosis yang terjadi akhir-akhir ini harus mempertimbangkan pencantuman pemyakit infeksi ini kedalam daftar diagnosis. Sekresi ACTH yang tidak adekuat dari kelenjar hipofisis juga akan menimbulkan insufisiensi adrenal akibat penurunan stimulasi korteks adrenal.Gejala insufisiensi adrenokortikal dapat pula terjadi akibat penghentian mendadak terapi hormon adrenokortikal yang akan menekan respon normal tubuh terhadap keadaan stres dan mengganggu mekanisme umpan balik normal. Terapi dengan pemberian kortikosteroid setiap hari selama 2-4 minggu dapat menekan fungsi korteks adrenal. Oleh sebab itu kemungkinan Addison harus di anitsipasi pada pasien yang mendapat pengobatan kortikosteroid.5.Tanda dan GejalaGejala awal : kelemahan, fatique, anoreksia, nausea, muntah, BB menurun, hipotensi, dan hipoglikemi.Astenia (gejala cardinal) : pasien kelemahan yang berlebihHiperpiqmentasi : menghitam seperti perunggu, coklat seperti terkena sinar matahari, biasanya pada kulit buku jari, lutut, sikuRambut pubis dan aksilaris berkurang pada perempuanHipotensi arterial (TD : 80/50 mmHg/kurang)Abnormalitas fungsi gastrointestinal6. Pemeriksaan Penunjanga. Pemeriksaan Laboratorium Darah1)Penurunan konsentrasi glukosa dan natrium (hipoglikemia dan hiponatrium)2)Peningkatan konsentrasi kalium serum (hiperkalemia)3)Peningkatan jumlah sel darah putih (leukositosis)4)Penurunan kadar kortisol serum5)Kadar kortisol plasma rendah6)ADH meningkat7)Analisa gas darah: asidosis metabolic8) Sel darah merah (eritrosit): anemia numokronik, Ht meningkat (karena hemokonsentrasi) jumlah limfosit mungkin rendah, eosinofil meningkat.b. Pemeriksaan radiografi abdominal menunjukan adanya klasifikasi di adrenal.c. CT ScanDetektor klasifikasi adrenal dan pembesaran yang sensitive hubungannya dengan insufisiensi pada tuberculosis, infeksi, jamur, penyakit infiltrasi malignan dan non malignan dan hemoragik adrenald. Gambaran EKGTegangan rendah aksis QRS vertical dan gelombang ST non spesifik abnormal sekunder akibat adanya abnormalitas elektrolik

e. Tes stimulating ACTHCortisol darah dan urin diukur sebelum dan setelah suatu bentuk sintetik dari ACTH diberikan dengan suntikan. Pada tes ACTH yang disebut pendekcepat. Penyukuran cortisol dalam darah di ulang 30 sampai 60 menit setelah suatu suntikan ACTH adalah suatu kenaikan tingkatan tingkatan cortisol dalam darah dan urin.f. Tes Stimulating CRHKetika respon pada tes pendek ACTH adalah abnormal, suatu tes stimulasi CRH Panjang diperlukan untuk menentukan penyebab dari ketidak cukupan adrenal. Pada tes ini, CRH sintetik di suntikkan secara intravena dan cortisol darah diukur sebelum dan 30, 60 ,90 dan 120 menit setelah suntikan. Pasien pasien dengan ketidak cukupan adrenal seunder memp. Respon kekurangan cortisol namun tidak hadir / penundaan respon respon ACTH. Ketidakhadiran respon respon ACTH menunjuk pada pituitary sebagai penyebab ; suatu penundaan respon ACTH menunjukan pada hypothalamus sebagai penyebab.7.Penatalaksanaan Medik Terapi dengan pemberian kortikostiroid setiap hari selama 2 sampai 4 minggu dosis 12,5 50 mg/hr Hidrkortison (solu cortef) disuntikan secara IV Prednison (7,5 mg/hr) dalam dosis terbagi diberikan untuk terapi pengganti kortisol Pemberian infus dekstrose 5% dalam larutan saline Fludrukortison : 0,05 0,1 mg/hr diberikan per oral8.Komplikasi Syok, (akibat dari infeksi akut atau penurunan asupan garam) Kolaps sirkulasi Dehidrasi Hiperkalemiae Sepsis Ca. Paru Diabetes melitus

B. KONSEP DASAR KEPERAWATAN1. Pengkajiana)IdentitasPenyakit Addison bisa terjadi pada laki laki maupun perempuan yang mengalami krisis adrenalb)Keluhan UtamaPada umumnya pasien mengeluh kelemahan, fatique, nausea dan muntah.c)Riwayat Penyakit DahuluPerlu dikaji apakah klien pernah menderita tuberkulosis, hipoglikemia maupun Ca paru, payudara dan limpomad)Riwayat Penyakit SekarangPada pasien dengan penyakit Addison gejala yang sering muncul ialah pada gejala awal : kelemahan, fatigue, anoreksia, nausea, muntah, BB turun, hipotensi dan hipoglikemi, astenia (gejala cardinal). Pasien lemah yang berlebih, hiperpigmentasi, rambut pubis dan axila berkurang pada perempuan, hipotensi arterial (TD : 80/50 mm/Hg)e)Riwayat Penyakit KeluargaPerlu dikaji apakah dalam keluarga ada yang pernah mengalami penyakit yang sama / penyakit autoimun yang lain.f). Sistem PernapasanI : Bentuk dada simetris, pergerakan dada cepat, adanya kontraksi otot bantu pernapasan (dispneu), terdapat pergerakan cuping hidungP : Terdapat pergesekan dada tinggiP : ResonanA : Terdapat suara ronkhi, krekels pada keadaan infeksig). Sistem CardiovaskulerI : Ictus Cordis tidak tampakP : Ictus cordis teraba pada ICS 5-6 mid clavikula line sinistraP : Redup A : Suara jantung melemahh). Sistem PencernaanMulut dan tenggorokan : nafsu makan menurun, bibir keringAbdomen : I : Bentuk simetrisA: Bising usus meningkatP : Nyeri tekan karena ada kram abdomenP : Timpanii). Sistem muskuluskeletal dan integumenEkstremitas atas : terdapat nyeriEkstremitas bawah : terdapat nyeriPenurunan tonus ototj). Sistem EndokrinDestruksi kortek adrenal dapat dilihat dari foto abdomen, Lab. Diagnostik ACTH meningkatIntegumen Turgor kulit jelek, membran mukosa kering, ekstremitas dingin, cyanosis, pucat, terjadi hiperpigmentasi di bagian distal ekstremitas dan buku buku pad ajari, siku dan mebran mukosak). Sistem Eliminasi UrinDiuresis yang diikuti oliguria, perubahan frekuensi dan krakteristik urinEliminasi AlviDiare sampai terjadi konstipasi, kram abdomenl). Sistem NeurosensoriPusing, sinkope, gemetar, kelemahan otot, kesemutan terjadi disorientasi waktu, tempat, ruang (karena kadar natrium rendah), letargi, kelelahan mental, peka rangsangan, cemas, koma ( dalam keadaan krisis)m). Nyeri / kenyamananNyeri otot, kaku perut, nyeri kepala, nyeri tulang belakang, abdomen, ekstremitasn). KeamananTidak toleran terhadap panas, cuaca udaha panas, penngkatan suhu, demam yang diikuti hipotermi (keadaan krisis)o). Aktivitas / IstirahatLelah, nyeri / kelemahan pada otot terjadi perburukan setiap hari, tidak mampu beraktivitas / bekerja. Peningkatan denyut jantung / denyut nadi pada aktivitas yang minimal, penurunan kekuatan dan rentang gerak sendi.p). SeksualitasAdanya riwayat menopouse dini, aminore, hilangnya tanda tanda seks sekunder (berkurang rambut rambut pada tubuh terutama pada wanita) hilangnya libidoq). Integritas EgoAdanya riwayat riwayat fasctros stress yang baru dialami, termasuk sakit fisik atau pembedahan, ansietas, peka rangsang, depresi, emosi tidak stabil.2. Diagnosa Keperawatana. Kekurangan volume cairan b/d kekurangan natrium dan kehilangan cairan melalui ginjal, kelenjar keringat, saluran GIT ( karena kekurangan aldosteron)b. Perubahan nutrisi kurang dari kebutuhan b/d intake tidak adekuat (mual, muntah, anoreksia) defisiensi glukontikordc. Intoleransi aktivitas b/d penurunan produksi metabolisme, ketidakseimbangan cairan elektrolit dan glukosad. Gangguan harga diri b/d perubahan dalam kemampuan fungsi, perubahan karakteristik tubuhe. Anxietas b/d kurangnya pengetahuanf. Defisit perawatan diri b/d kelamahan ototg. Ganguan eliminasi uri b/d gangguan reabsorbsi pada tubulus

3. Intervensia)Kekurangan volume cairan b/d ketidakseimbangan input dan outputKriteria hasil :Pengeluaran urin adekuat (1 cc/kg BB/jam)TTV dbn N : 80 100 x/menit S : 36 37oC TD : 120/80 mmHgTekanan nadi perifer jelas kurang dari 3 detikTurgor kulit elastisPengisian kapiler naik kurang dari 3 detikMembran mukosa lembabWarna kulit tidak pucatRasa haus tidak adaBB ideal (TB 100) 10% (TB 100) HHasil labHt : W = 37 47 %L = 42 52 %Ureum = 15 40 mg/dlNatrium = 135 145 mEq/LCalium = 3,3 5,0 mEq/LKretanium = 0,6 1,2 mg/dlIntervensi1. Pantau TTV, catat perubahan tekanan darah pada perubahan posisi, kekuatan dari nadi periferR/ Hipotensi postural merupakan bagian dari hiporolemia akibat kekurangan ho