asma pada anak

Download Asma Pada Anak

Post on 10-Dec-2015

2 views

Category:

Documents

1 download

Embed Size (px)

DESCRIPTION

anak

TRANSCRIPT

AJUNG SATRIADI

ASMA

DEFINISIMenurut Global Initiatives for Asthma (GINA) Updated 2012, asma adalah penyakit inflamasi kronik pada saluran napas dihubungkan dengan hiperesponsivitas saluran nafas yang menimbulkan gejala episodik berulang berupa wheezing, sesak nafas, dada terasa berat (rasa dada tertekan), dan batuk berulang terutama pada malam hari atau pagi hari. Gejala tersebut terjadi berhubungan dengan obstruksi saluran nafas yang luas, bervariasi, dan seringkali bersifat reversibel dengan atau tanpa pengobatan. Definisi asma menurut Unit Kerja Koordinasi (UKK) Respirologi IDAI pada tahun 2004 menyebutkan bahwa asma adalah 1. Mengi berulang dan/atau batuk persisten dengan karakteristik sebagai berikut Timbul secara episodik Cenderung pada malam/dini hari (nokturnal) Musiman Setelah aktivitas fisik2. Riwayat asma atau atopi lain pada pasien dan/atau keluarganya.

EPIDEMIOLOGIBerdasarkan laporan National Center for Health Statistics (NCHS) pada tahun 2003, prevalensi serangan asma pada anak usia 0-17 tahun adalah 57 per 1000 anak dan pada dewasa > 18 tahun, 38 per 1000. Jumlah perempuan yang mengalami serangan lebih banyak daripada laki-laki. World Health Organization (WHO) memperkirakan terdapat sekitar 250.000 kematian akibat asma. Sedangkan berdasarkan laporan NCHS pada tahun 2000 terdapat 4487 kematian akibat asma atau 1,6 per 100 ribu populasi.

Gambar: prevalensi dan tingkat mortality asmaDi Indonesia, penelitian pada anak sekolah usia 13-14 tahun dengan menggunakan kuesioner ISAAC (International Study on Asthma and Allergy in Children) tahun 1995 menunjukkan, prevalensi asma masih 2,1%, yang meningkat tahun 2003 menjadi 5,2%.1

ETIOLOGI DAN FAKTOR RESIKOFaktor-faktor yang mempengaruhi risiko terkena asma bisa dibagi menjadi 2 yaitu faktor-faktor yang menyebabkan berkembangnya asma, yaitu host factor (genetik), dan faktor-faktor yang memicu timbulnya gejala-gejala asma (faktor lingkungan).2

Tabel Factor Influencing the Development and Expression of Asthma2Faktor genetik meliputi: hiperreaktivitas, atopi/alergi bronkus, faktor yang memodifikasi penyakit genetik, jenis kelamin, ras/etnik. Faktor lingkungan meliputi: alergen didalam ruangan (tungau, debu rumah, kucing, alternaria/jamur), alergen di luar ruangan (alternaria, tepung sari), makanan (bahan penyedap, pengawet, pewarna makanan, kacang, makanan laut, susu sapi, telur), obat-obatan tertentu (misalnya golongan aspirin, NSAID, beta-blocker dll), bahan yang mengiritasi (misalnya parfum, household spray dll), ekspresi emosi berlebih, asap rokok dari perokok aktif dan pasif, polusi udara di luar dan di dalam ruangan, exercise induced asthma, mereka yang kambuh asmanya ketika melakukan aktivitas tertentu, dan perubahan cuaca.

PATOGENESISAsma merupakan penyakit obstruksi jalan nafas yang reversibel dan ditandai oleh serangan batuk, mengi dan dispnea pada individu dengan jalan nafas hiperreaktif. Berbagai sel inflamasi berperan terutama sel mast, eosinofil, sel limfosit T, makrofag, neutrofil, dan sel epitel. Pencetus serangan asma dapat disebabkan oleh sejumlah faktor, antara lain, alergen, virus, iritan yang dapat menginduksi respons inflamasi akut yang terdiri atas reaksi asma tipe cepat dan pada sejumlah kasus diikuti reaksi asma tipe lambat.4 Reaksi fase cepat pada asma dihasilkan oleh aktivasi sel-sel yang sensitif terhadap alergen Ig-E spesifik, terutama sel mast dan makrofag. Degranulasi sel mast mengeluarkan histamin dan berbagai mediator inflamasi lainnya yang menyebabkan kontraksi otot polos bronkus, sekresi mukus, dan vasodilatasi. Reaksi fase lambat pada asma timbul sekitar 6-9 jam setelah fase awal. Meliputi pengerakan dan aktivasi dari sel-sel eosinofil, sel T, basofil, netrofil, dan makrofag.Pada remodeling saluran pernapasan, terjadi serangkaian proses yang menyebabkan deposisi jaringan penyambung dan mengubah struktur saluran respiratori melalui proses dediferensiasi, migrasi, diferensiasi, dan maturasi struktur sel. Berbagai sel terlibat dalam proses remodeling seperti sel-sel inflamasi, matriks ekstraseluler, membran retikular basal, fibrogenic growth factor, pembuluh darah, otot polos dan kelenjar mukus. Perubahan struktur yang terjadi pada proses remodeling yaitu: hipertrofi dan hiperplasia otot polos saluran napas, hipertrofi dan hiperplasia kelenjar mukus, penebalan membran reticular basal, pembuluh darah meningkat, peningkatan fungsi matriks ekstraselular, perubahan struktur parenkim, dan peningkatan fibrogenic growth factor. Dengan adanya airway remodeling, terjadi peningkatan tanda dan gejala asma seperti hipereaktivitas jalan napas, distensibilitas dan obstruksi jalan napas.

Gambar Airway Inflammation3

PATOFISIOLOGISkema Mekanisme Terjadinya Asma

Airway hyperresponsiveness; merupakan karakteristik fungsional yang abnormal pada pasien asma, yang bermanifestasi sebagai penyempitan saluran nafas pada pasien asma akibat respon dari stimulus yang sebenarnya tidak akan menimbulkan reaksi apapun pada orang normal. Hal ini kemudian akan menyebabkan keterbatasan aliran udara yang bervariasi dan gejala hilang timbul. Beberapa mekanisme yang diduga berperan dalam airway hyperresposiveness antara lain:1. Excessive contraction of airway smooth muscle: dapat disebabkan oleh peningkatan volume dan/atau kontraktilitas dari airway smooth muscle cells.2. Uncoupling of airway contraction: terjadi akibat perubahan pada diding saluran nafas akibat proses inflamasi yang menyebabkan penyempitan saluran nafas dan hilangnya maximum plateau of contraction yang ditemukan pada normal airway ketika substansi bronkokonstriksi diinhalasi.3. Thickening of the airway wall: karena adanya edema dan perubahan struktural yang memperburuk penyempitan saluran nafas disebabkan kontraksi airway smooth muscle untuk alasan geometrik.4. Sensory nerves: dapat disensitisasi oleh inflamasi yang berakibat pada bronkokonstriksi yang berlebihan terhadap respon stimulus sensori.2

Penyempitan saluran nafas adalah hasil akhir dari gejala-gejala dan perubahan-perubahan yang terjadi pada asma. Beberapa faktor yang berperan terjadinya penyempitan saluran nafas pada asma adalah:1. Airway smooth muscle contraction: merupakan respon akibat banyaknya mediator bronkokonstriksi. Akibatnya terjadi hyperplasia kronik dari otot polos, pembuluh darah, serta terjadi deposisi matriks pada saluran nafas.2. Airway edema: disebabkan peningkatan kebocoran mikrovaskular akibat respon dari mediator inflamasi. Berperan dalam eksaserbasi akut.3. Airway thickening: karena adanya perubahan structural, sering disebut juga remodeling. Berperan dalam kasus lebih berat dan tidak dapat pulih sepenuhnya dengan terapi saat ini.4. Mucus hypersecretion: adanya peningkatan sekresi mucus dan inflammatory exudates dapat menyebabkan penyumbatan lumen (mucus plugging).2

Gambar: Bronkus Normal dan Bronkus Asmatik

DIAGNOSISKelompok anak yang patut diduga asma adalah anak yang menunjukkan batuk dan/atau mengi yang timbul secara episodik, cenderung pada malam atau dini hari (nokturnal), musiman, setelah aktivitas fisik, serta adanya riwayat asma dan/atau atopi pada pasien.2,7Sehubungan dengan kesulitan mendiagnosis asma pada anak kecil, dan bertambahnya umur khususnya diatas umur tiga tahun, diagnosis asma menjadi lebih definitif. Untuk anak yang sudah sudah besar (>6 tahun) pemeriksaan faal paru sebaiknya dilakukan. Uji fungsi paru yang sederharna dengan peak flow meter, atau yang lebih lengkap dengan spirometer. Uji provokasi bronkus dengan histamin, metakolin, gerak badan (exercise), udara kering dan dingin,atau dengan salin hipertonis sangat menunjang diagnosis.pemeriksaan ini berguna untuk mendukung diagnosis asma anak melalui 3 cara yaitu didapatkannya:81. Variabilitas pada PFR atau FEV 1 lebih dari 20%2. Kenaikan 20% pada PFR atau FEV1 setelah pemberian inhalasi bronkodilator.3. Penurunan 20% pada PFR atau FEV1 setelah provokasi bronkus.AnamnesisSeorang anak dikatakan menderita serangan asma apabila didapatkan gejala batuk dan/atau mengi yang memburuk dengan progresif. Selain keluhan batuk dijumpai sesak nafas dari ringan sampai berat. Pada serangan asma gejala yang timbul bergantung pada derajat serangannya. Pada serangan ringan, gejala yang timbul tidak terlalu berat. Pasien masih lancar berbicara dan aktifitasnya tidak terganggu. Pada serangan sedang, gejala bertambah berat anak sulit mengungkapkan kalimat. Pada serangan asma berat, gejala sesak dan sianosis dapat dijumpai, pasien berbicara terputus-putus saat mengucapkan kata-kata.8 Ada beberapa hal yang harus ditanyakan dari pasien asma antara lain; riwayat penyakit/gejala: Bersifat episodik, seringkali reversibel dengan atau tanpa pengobatan Gejala berupa batuk , sesak napas, rasa berat di dada dan berdahak Gejala timbul/ memburuk terutama malam/ dini hari Diawali oleh faktor pencetus yang bersifat individu Respons terhadap pemberian bronkodilatorHal lain yang perlu dipertimbangkan dalam riwayat penyakit : Riwayat keluarga (atopi) Riwayat alergi / atopi Penyakit lain yang memberatkan Perkembangan penyakit dan pengobatanPemeriksaan fisikGejala dan serangan asma pada anak tergantung pada derajat serangannya. Pada serangan ringan anak masih aktif, dapat berbicara lancar, tidak dijumpai adanya retraksi baik di sela iga maupun epigastrium. Frekuensi nafas masih dalam batas normal. Pada serangan sedang dan berat dapat dijumpai adanya wheezing terutama pada saat ekspirasi, retraksi, dan peningkatan frekuensi nafas dan denyut nadi bahkan dapat dijumpai sianosis. Berbagai tanda atau manifestasi alergi, seperti dermatitis atopi dapat ditemukan.8Secara umum pasien yang sedang mengalami serangan asma dapat ditemukan hal-hal sebagai berikut, sesuai derajat serangan: Inspeksi pasien terlihat gelisah, sesak (napas cuping hidung, napas cepat, retraksi sela iga, retraksi epigastrium, retraksi suprasternal), sianosis Palpasi biasanya tidak ditemukan kelainan p