askep keluarga dengan diabetes mellitus

Download Askep Keluarga Dengan Diabetes Mellitus

Post on 05-Dec-2014

935 views

Category:

Documents

3 download

Embed Size (px)

DESCRIPTION

Askep Keluarga Dengan Diabetes Mellitus

TRANSCRIPT

ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA NY. M DENGAN MASALAH UTAMA DIABETES MELLITUS DI NGESREP TIMUR II NO. 1A SEMARANG JAWA TENGAH Pengkajian dilakukan pada 8 Desember 2010 pukul 16.00-18.30 WIB dan 11 Desember 2010 pukul 13.00-14.30 WIB I. A. PENGKAJIAN DATA UMUM 1. Nama kepala keluarga : Tn. JS 2. Usia 3. Suku 4. Agama 5. Pendidikan 6. Pekerja : 54 tahun : Jawa : Islam : S1 : PNS

7. Tempat/Tanggal Lahir : Purwodadi, 10 Juli 1958 8. Alamat dan no.telp 9. Komposisi keluarga N o Nama Umur JK : Jalan Ngesrep Timur / 02470151028 : Tempat/tanggal lahir Pekerjaan Pendidikan

Hub. dengan KK

1.

Ny. M

53

P

Istri

Semarang, 1 November PNS 1957

S1

2.

Tn. I

25

L

Anak

Semarang, 25 Februari 1985

S1

3.

Nn. RW

22

P

Anak

Semarang, 1988

14

April Mahasiswa

SMA

4.

Nn.Y

19

P

Anak

Semarang, 4 Juni 1991

Mahasiswa

SMA

1

10. GenogramTn.S (65) Ny.D (40). Tn. P Ny K (87)

jantung

jantung

Tn. JS (54)

Ny M (53)

Ambeyen

DM

Tn. I (25)

Nn. RW (22)

Nn. Y (19)

Sehat

Maag

Sehat

Keterangan: : Laki-laki : Perempuan : Meninggal : Entry Point : Serumah

11. Riwayat Penyakit Ny. M mengatakan sebelumnya tidak pernah mengetahui tentang penyakitnya. Ny. M mengatakan bahwa penyakit yang dideritanya baru diketahui sekitar 1 tahun yang lalu ketika ada pemeriksaan cek darah gratis di rumah sakit di daerah semarang. Ny. M mengatakan penyakit diabetes melitus yang diseritanya adalah jenis diabetes kering dan non genetik melainkan karena pengaruh dari pola makan Ny. M yang salah. Ny. M pernah dirawat di RS Tugu Rejo dan mendapat terapi. Saat ini sedang

2

menjalani terapi listrik untuk memperbaiki sistem persyarafan pada indra peraba terutama bagian ekstremitas. Ny. M mengatakan gula darah kembali tinggi saat mengalami stress ketika Nn. Y hendak masuk kuliah.

12. Tipe keluarga : Keluarga ini tergolong dalam tipe keluarga keluarga inti atau nuclear family karena dalam satu rumah terdiri dari ayah yang berusia 54 tahun dan ibu yang berusia 53 tahun denga tiga anak yaitu : anak laki-laki berusia 25 tahun, anak kedua perempuan berusia 22 tahun, dan anak ketiga perempuan berusia 19 tahun yang semuanya belum menikah. Tn. J dan Ny. M mengatakan dalam keluarganya tidak ada kendala atau masalah tertentu yang dirasakan setiap anggota keluarga yang mengganggu aktivitas mereka sehari-hari.

13. Budaya a. Suku Bangsa Tn. JS dan Ny. M berasal dari suku Jawa, hanya saja daerah asal antara Tn. JS dan Ny. M berbeda karena Tn. JS berasa dari Purwodadi, sedangkan Ny. M berasal dari Semarang. b. Bahasa Sehari-hari Bahasa yang digunakan sehari-harinya adalah bahasa Jawa dengan harapan anak-anak dalam keluarga tersebut tidak melupakan budaya mereka sendiri, tetapi tak jarang pula dalam kesehariannya keluarga tersebut menggunakan bahasa Indonesia. c. Kebiasaan Adat Tn. J mengatakan budaya yang di anut tidak sepenuhnya tumbuh di dalam keluarga mereka, ada beberapa adat pantangan seperti ketika istri sedang hamil, suami dilarang untuk membunuh hewan. d. Nilai-nilai Budaya dalam Keluarga Keluarga Tn. J menempatkan Tn. J pada posisi tertinggi sebagai pengambil keputusan yang mutlak dan seluruh anggota keluarga harus

3

patuh pada aturan dalam keluarga. Namun tetap memperhatikan pendapat dari semua anggota keluarga. Keluarga Tn. J cenderung bersifat demokratis. e. Kebiasaan Budaya yang Berhubungan dengan Kesehatan Dalam keluarga tidak memiliki pantangan dan kebiasaan budaya yang terkait dengan kesehatan karena pada dasarnya keluarga lebih mempercayakan kesehatan mereka kepada instansi kesehatan, hanya saja dalam keluarga suka mengkonsumsi jamu-jamuan dengan asumsi untuk menjaga kebugaran tubuh.

14. Agama Keluarga ini menganut agama Islam. Kedua orangtua rajin sholat 5 waktu dan sholat Tahajud bersama anak-anaknya. Selain itu, orang tua sering mengajak anak-anaknya untuk melakukan puasa senin kamis dengan harapan apa yang dicita-citakan dapat tercapai sesuai kehendakNya. Tn. JS biasanya melaksanakan kewajiban sholat Jumat di Masjid PHB di wilayah rumahnya, dan melaksanakan sholat magrib di mushola di daerah sekitar rumahnya, apabila tidak ada halangan (cuaca buruk, hujan). Ny. M mengatakan bahwa ia sangat percaya kepada Tuhan YME dan sangat berserah diri tentang apapun di dalam keluarga baik itu mengenai kesehatan, keutuhan dalam rumah tangganya, jodoh anak-anaknya, rezeki, dan lainnya. Tn. J dan Ny. M mengarahkan anak-anaknya untuk selalu taat menjalankan ibadah dan bertakwa kepada Allah.

15. Status sosial ekonomi keluarga : Status sosial keluarga termasuk keluarga sejahtera 3, dimana keluarga yang telah dapat memenuhi kebutuhan dasar, sosial psikologis dan pengembangan, tetapi belum dapat memberikan sumbangan yang teratur bagi masyarakat atau kepedulian sosialnya belum terpenuhi seperti sumbangan materi, dan berperan aktif dalam kegiatan masyarakat. Tn. JS dan Ny.M bersama-sama dalam mencari nafkah untuk keluarga sebagai

4

pegawai negeri sipil yang bergolongan sama-sama IV A yang berprofesi sebagai guru di SMP Negeri 12 Semarang dengan pendapatan Tn. JS ratarata Rp 3 jutaan dan Ny. M rata-rata Rp 3 jutaan. Menurut Ny. M pendapatan mereka cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup mereka termasuk dalam pendidikan anak mereka dan pemenuhan kebutuhan hidup sehari-harinya. Ny. M mengatakan tiap 3 hari sekali, ia belanja kebutuhan makan mereka dan langsung disimpan di dalam lemari es. Mereka sudah memiliki rumah sendiri, sehingga tidak memerlukan pengeluaran untuk membayar tambahan seperti kontrakan dan lainnya, sehingga pengeluaran mereka dapat terkontrol. Tn JS mengatakan bahwa ia dan keluarganya hanya memiliki tabungan seperti halnya keluarga pada umumnya di bank-bank yang ada, tetapi keluarga tersebut tidak memiliki asuransi apapun untuk keluarga mereka karena mereka berpikir ada pemerintah yang akan membantu mereka dengan layanan seperti ASKES.

16. Aktivitas keluarga atau waktu luang keluarga : Keluarga memiliki jadwal rekreasi bersama seluruh anggota keluarga yang ada khususnya ketika dalam waktu luang dan ketika Tn. JS dan Ny merasa memiliki cukup uang lebih untuk berekreasi. Keluarga sering berjalan-jalan di sekitar wilayah Semarang walapun hanya sebatas daerah simpang lima, bahkan ke pasar pun Ny. menganggap termasuk rekreasi, karena dengan begitu mereka bisa saling melepaskan kepenatan yang ada. Atau hanya dengan menonton TV saja sambil bersenda gurau di ruang keluarga sering mereka lakukan asalkan seluruh anggota dapat berkumpul, karena 2 anggota keluarga mereka sedang menempuh pendidikan yang menuntut untuk tidak bertempat tinggal di rumah yang ada. Menurut Ny, dengan berkumpul bersama walau hanya berbelanja ke pasar atau dengan menonton TV bersama, mereka merasa senang dan dapat merasakan lebih tenang dan bebas karena mampu membuang rasa kejenuhan yang ada.

5

B.

RIWAYAT DAN TAHAP PERKEMBANGAN KELUARGA 17. Tahap perkembangan keluarga saaat ini : Tahap perkembangan keluarga adalah tahap keenam dimana keluarga mulai melepas anak sebagai seorang dewasa. a. Melepas anak untuk hidup mandiri sebagai individu yang dewasa. Hal tersebut belum terpenuhi karena anak paling sulung saat ini masih tinggal bersama kedua orangtuanya dikarenakan Tn. I selaku anak tertua dalam keluarga tersebut hingga saat ini belum mendapatkan pekerjaan, tetapi keluarga menyarankan agar Tn. I untuk ikut kegiatankegiatan les tambahan untuk menambah soft skill yang ada. b. Membantu anak lebih mandiri untuk memulai keluarga yang baru. Hal tersebut belum terpenuhi karena Tn. I belum menikah dan belum berencana untuk menikah, padahal Tn. I sudah memiliki wanita terdekat yang mendapat restu dari kedua orang tuanya. c. Mempertahankan keharmonisan keluarga. Tidak ada masalah dalam keluarga untuk mempertahankan

keharmonisan keluarga hingga saat ini. Antar anggota satu dengan yang lain saling terbuka dan menguatkan sehingga struktur kekuatan pada keluarga tersebut terjalin kuat. d. Penataan kembali sebagai peran orang tua. Orang tua selalu berusaha untuk memenuhi tugasnya demi keutuhan keluarga mereka. Orang tua yang andil besar dalam pemenuhan struktur kekuatan keluarga pun sangat membantu dalam pemenuhan peran senagai orang tua.

18. Tugas perkembangan keluarga yang belum terpenuhi Semua tahap perkembangan keluarga sudah terpenuhi, tinggal tugas dalam memenuhi kebutuhan perkembangan tiap individu sesuai usianya tinggal tugas perkembangan keluarga yang belum terpenuhi. Seperti pada Tn. I selaku anak pertama dalam keluarga tersebut yang telah lulus sarjana,

6

tetapi sudah setahun belum mendapatkan pekerjaan tetap dan waktu-waktu Tn. I diisi dengan mengikuti beberapa program kursus.

19. Riwayat keluarga inti a. Riwayat terbentuknya keluarga Tn. JS berasal dari daerah Purwodadi, sedangkan Ny. M berasal dari Semarang. Mereka bertemu saat bekerja di SMP N. 12 Semarang. Mereka berpacaran selama tiga tahun dan menikah pada tahun 1984. Anak pertama adalah An I yang lahir di tahun 1985, anak kedua An RW lahir ditahun 1988, sedangkan anak terakhir adalah An Y lahir pada tahun 1991. Sebelumnya mereka sudah merencanakan memiliki 3 orang anak. b. Riwayat kesehatan Ny. M mengatakan bahwa tidak ada riwayat penyakit turunan dalam keluarga mereka sepanjang yang Ny. M ketahui. Hanya saja kesehatan masing-masing anggota keluarganya berbeda-beda. Ny. M memiliki penyakit Diabetes Mellitus yang bukan karena garis keturunan, hanya karena pola hidup Ny. M yang kurang baik saat masih muda, Tn. JS memiliki penyakit ambeien sehingga pantang baginya untuk

mengkonsumsi makanan yang pedas, Nn. RW memiliki riwayat maag dan perna