Askeb By diare.doc

Download Askeb By diare.doc

Post on 14-Aug-2015

33 views

Category:

Documents

8 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

<p>BAB I PENDAHULUAN</p> <p>1.1 Latar Belakang Sebagian besar populasi negara kita adalah anak-anak dan penyakit diare. Merupakan salah satu insiden penyakit yang sering kita jumpai insiden angka kejadian 150-430 per seribu penduduk per tahun. Banyak orang yang masing menganggap diare sebagai penyakit ringan yang tidak begitu berbahaya. Namun, penyakit ini merupakan salah sat penyakit mematikan jika tidak diobati dengan benar. Pengambilan kasus ini dimaksudkan membahas berbagai aspek klinis pada asuhan kebidanannya, sehingga penatalaksanaan yang menyertai dapat ditekan. 1.2 Tujuan Penulisan A. Tujuan Umum Mahasiswa dengan pembaca dapat mengetahui berbagai macam aspek utama kesehatan bayi dengan diare dari segi klinis, pencegahan dan penatalaksanaan B. Tujuan Khusus 1. Mahasiswa dapat mengkaji data pada kasus diare pada bayi 2. Mahasiswa dapat menentukan identifikasi diagnosa dan masalah dari data yang diperoleh. 3. Mahasiswa dapat menentukan antisipasi diagnosa dengan masalah potensial yang mungkin terjadi. 4. Mahasiswa dapat menentukan kebutuhan segera yang dapat diberikan. 5. Mahasiswa dapat merencanakan intervensi tindakan yang dilakukan 6. Mahasiswa dapat melaksanakan implementasi dari intervensi yang telah disusun.</p> <p>1</p> <p>7. Mahasiswa dapat mengevaluasi dari keseluruhan kegiatan yang telah dilakukan pada pasien bayi dengan diare. 1.3 Sistematika Penulisan BAB I : PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang 1.2 Tujuan Penulisan 1.3 Sistematika Penulisan BAB II : TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Konsep Diare Pada Bayi dan Anak 2.2 Konsep asuhan kebidanan pada bayi dan anak 2.2.1 2.2.2 2.2.3 2.2.4 2.2.5 2.2.6 2.2.7 BAB III : TINJAUAN KASUS 3.1 Pengkajian 3.2 Identifikasi diagnosa dan masalah 3.3 Identifikasi masalah potensial 3.4 Identifikasi kebutuhan segera 3.5 Intervensi 3.6 Implementasi 3.7 Evaluasi BAB IV BAB V : PEMBAHASAN : PENUTUP 5.1 Kesimpulan 5.2 Saran 2 Pengumpulan data Identifikasi diagnosa dan masalah Identifikasi masalah potensial Identifikasi kebutuhan segera Intervensi Implementasi Evaluasi</p> <p>DAFTAR PUSTAKA BAB II TINJAUAN PUSTAKA</p> <p>2.1 Konsep Diare Pada Bayi dan Anak 2.1.1 Pengertian Diare merupakan pengeluaran tinja yang tidak normal Diare diartikan sebagai BAB yang tidak normal atau dan cair. (hipocrates) bentuk tinja yang encer dengan frekuensi yang lebih banyak dari biasanya (IKA FKUI / RSCM) 229) Diare merupakan mekanisme alamiah tubuh mengeluarkan isi usus yang busuk dan akan berhenti sendiri jika telah bersih. Diare sebenarnya bukan suatu penyakit, tetapi merupakan gejala awal gangguan kesehatan (Umar Fahmi Achmad, 2005) 2.1.2 Macam-macam Diare Diare akut : diare yang terjadi secara mendadak pada bayi dan anak yang sebelumnya. Diare kronik : diare yang berlanjut lebih dari 2 minggu disertai kehilangan berat badan atau tidak bertambah berat badannya selama masa tersebut. 2.1.3 Etiologi 1. Faktor Infeksi Diare adalah tinja yang sedikit lembek dari biasa atau hanya bertambah sering beberapa kali saja (Maria Suryabudhi :</p> <p>3</p> <p>a. Faktor enteral</p> <p>: Infeksi saluran pencernaan makanan yang merupakan penyebab utama diare pada anak.</p> <p>- Infeksi bakeri : vibrio, escherichia coli dan salmonella, shigella, - Infeksi virus : entevirus, campylobactere, adenovirus, yesnia rotavirus, aeromona dan lain-lain. astrovirus, dan lain-lain. - Infeksi parasit : cacing, prozoa, jamur. b. Infeksi Parenteral : infeksi diluar alat perencanaan makanan seperti otits media, akut, tonsilis / tonsilofaringitis, bronkopneusmonia, ensefalitis, biasanya terjadi pada bayi dan anak berumur dibawah 2 tahun. 2. Faktor Malabsobsi a. Malabsorbsi karbohidrat Karena disakarida (intoleransi laktosa, mlatosa dan sukrosa), monosakarida (intoleransi glukosa, fretosa dan galaktosa). b. Malabsorbsi lemak c. Malabsorbsi protein 3. Faktor makanan a. Diet Insiden diare dapat terjadi karena makanan terlalu banyak makanan yang sulit dicerna, makanan basi, beracun, ataupun alergi pada makanan. b. kwashiorkor. 4. Faktor Psikologis Misalnya disebabkan oleh gangguan emosional, stress, tegang (nervous) dan depresi. 4 Gizi Diare dapat terjadi pada anak kekurangan gizi, seperti pada</p> <p>2.1.4 1)</p> <p>Patogenesis Gangguan Osmotik</p> <p>Mekanisme dasar yang menyebabkan timbulnya diare ialah : Akibat terdapatnya makanan atau zat yang tidak dapat diserap akan dapat menyebabkan tekanan osmotik dalam rongga usus meninggi, sehingga terjadi pergeseran air dan elektrolit ke dalam rongga usus. Isi rongga usus yang berlebihan ini akan merangsang usus untuk mengeluarkannya sehingga timbul diare. 2) Gangguan sekresi Akibat rangsangan tertentu (misal oleh toksin) pada dinding usus akan terjadi peningkatan sekresi air dan elektrolit ke dalam rongga usus dan selanjutnya diare timbul karena terdapat peningkatan isi rongga usus. 3) Gangguan Motilitas Usus Hyperperistaltik akan mengakibatkan berkurangnya kesempatan usus untuk menyerap makanan, sehingga timbul diare. Sebaliknya bila peristaltic usus menurun akan mengakibatkan bakteri timbul berlebihan yang selanjutnya dapat menimbulkan diare pula. 2.1.5 1) basa 2) 3) 4) 2.1.6 Gejala Klinik Gangguan gizi sebagai akibat kelaparan Hipoglikemi Gangguan sirkulasi darah (masukan makanan berkurang, pengeluaran bertambah) Patofisiologis Kehilangan air dan elektrolit (dehidrasi</p> <p>Sebagai akibat dari baik akut maupun kronis akan terjadi : yang mengakibatkan terjadinya gangguan keseimbangan asam</p> <p>5</p> <p> KU</p> <p>: biasanya anak menjadi lemah, gelisah, cengeng, suhu tubuh meningkatkan, nafsu makan berkurang sampai tidak ada, mules</p> <p> Diare</p> <p>: tinja berair encer, dapat berwarna hijau karena bercampur empedu, atau disertai lendir dan atau darah, terdapat sisa makanan yang tidak dapat dicerna.</p> <p> Muntah Dehidrasi</p> <p>: dapat timbul atau tidak, dapat terjadi sebelum atau saat menderita diare. : berat badan turun, turgor kulit turun, mukosa tampak kering dan fonentela anterior / UUB cekung.</p> <p>Berdasarkan banyaknya cairan yang hilang, terdapat : kosong Berdasarkan tonisitas plasma, terdapat : Dehidrasi hipotonik, isotonic dan hipertonik Hipotonik Na plasma &lt; 130 Meq / 1 (hoiponatremia) Isotonic (disonatremia) Na plasma 130-150 mEq / 1 Hipertonik (hipernatremia) Na plasma &lt; 150 mEq /1 2.1.7 Diagnosis Dehidrasi ringan. Dehidrasi sedang : fontanela anterior cekung, elastisitas Dehidrasi berat : KU turun, kulit dingin, pandangan</p> <p>kulit turun, mulut merah dan kering mata akan cekung.</p> <p>Diagnosis diare dapat diketahui dengan observasi feses bayi atau anak. Pemeiksaan yang dapat dilakukan untuk mengetahui diganosisnya antara lain dengan : 1) Pemeriksaan feses a. Makroskepis dan mikroskopis</p> <p>6</p> <p>b. pH dan kadar gula dengan kertas lakmus dan tablet clinitest indikasi dugaan intoleransi gula. c. Pemeriksaan biakan dan uji resistensi 2) Pemeriksaan gangguan keseimbangan asam basa dalam darah, dengan ASTRUP jika memungkinkan 3) Pemeriksaan kadar ureum atau kreatinin faal ginjal. 4) Pemeriksaan elektrolit Na, K, Ca, dan P dalam serum (terutama jika disertai kejang) 5) Pemeriksaan intubasi duodenum untuk mengetahui jasad renik atau parasit secara kualitatif terutama pada diare kronik. 2.1.8 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. 12. 2.1.9 Masalah Potensial Dehidrasi Febris Renajatan hipolemik Hipoklemia (gejala : meteroismus, hipotensi otot, Hipoglikemia Gangguan elektrolit Intoleransi laktosa sekunder Kejang Malnutrisi EP Kerusakan hepar Kerusakan ginjal Kematian Penatalaksanaan Jenis cairan</p> <p>lemah, bradikardi A perubahan pada EKG)</p> <p>1) Pemberian cairan</p> <p> Formula lengkap (oralit) Formula sederhana (larutan gula garam)</p> <p>7</p> <p>Peroral</p> <p>Pada pasien dengan dehidrasi ringan dan seda, cairan diberikan peroral berupa cairan yang erisikan NaCl dan NaHCO3, Kcl dan glukosa. Untuk pengobatan sementara dirumah sebelum dibawa berobat guna mencegah dehidrasi lebih jauh dapat menggunakan formula sederhana. 2) Parenteral Pada umumnya cairan yang digunakan adalah ringer laktat (RL). Mengenal pemberian cairan seberapa banyak yang diberikan tergantung dari berat / ringannya dehidrasi, yang diperhitungkan dengan kehilangan cairan sesuai dengan umur dan berat badannya. 3) Pengobatan dietetic a. Untuk anak dibawah 1 tahun dan diatas 1 tahun dengan berat badan kurang dari 7 kg. Jenis makanan : - Susu (ASI atau susu formula dengan mengandung laktosa rendah dan asam lemaj tak jenuh, misal LLM, A (minon) - Makanan setengah padat (bubur atau nasi tim) - Susu khusus yang disesuaikan dengan kelamin yang ditemukan. Caranya : Hari I : - setelah dehidrasi segera diberikan makanan peroral - bila diberi ASI atau susu formula diare masih sering bisa diberikan tambahan oralit atau air tawar selang-seling dengan ASI. Misal 2 kali ASI / susu formula, 1 kali orlait. Hari 2-4 : ASI atau susu formula lebih rendah laktosa penuh. Hari 5 : Bila tidak ada kelainan pasien dipulangkan.</p> <p>8</p> <p>b.</p> <p>Untuk anak diatas 1 tahun dengan berat badan</p> <p>lebih dari 7 kg. Jenis makanannya makan padat atau makana cair / susu sesuai dengan kebiasaan makanan dirumah. 4) Obat-obatan Prinsip : menggantikan cairan yang hilang. a. Obat anti sekresi - Asetosal - Klorpromazin b. c. jelas. d. Zat-zat yang bersifat menyerap gas Pada umumnya penderita diare disertai dengan keluhan perut kembung. Keadaan ini dapat diatasi denga penggunaan oralit, garam bismuth atau obat-obatan yang mengandung atau pulgit. 2.1.10 Pencegahan Mencuci tangan sebelum dan sesudah makan serta Mencuci buah dan sayuran sebelum dikonsumsi dibawah Memberikan ASI dengan cara yang benar Memberikan susu bersih dengan komposisi yang tepat Membersihkan alat makanan dengan benar Menjaga kebersihan Membuang sampah pada tempatnya. Obat anti spasmolitik Obat pengeras tinja Misalnya : papaverin Hanya diberikan jika penyebabnya telah diketahui dengan</p> <p>Pencegahan terhadap diare dapat diakukan dengan : sesudah BAB dengan benar. air mendidih</p> <p>2.2 Konsep Asuhan Kebidanan Pada Bayi Dan Anak Dengan Diare 2.2.1 Pengumpulan Data 9</p> <p>a. Nama bayi Umur</p> <p>Data Subyekti : untuk memudahkan memanggil : untuk mengetahui usia bayi</p> <p>Identitas meliputi identifikasi anak dan kedua orang tuanya.</p> <p>Jenis Kelamin : laki-laki dan perempuan</p> <p>10</p> <p>Orang tua Nama Usia Pendidikan Agama : menghindari kekeliruan bila terdapat kesamaan nama bayi : mengetahui kematangan fisik, psikis dan sosial dalam pola perawatan anak : menentukan pola pemberian KIE oleh petugas kesehatan : mengidentifikasi pola perawatan bayi menurut kepercayaan yang dianut Suku bangsa : mengidentifikasi Pekerjaan : mengkorelasi variasai pengaruh respon atau tertentu kecenderungan prespektif tiap suku yang berbeda pekerjaan terhadap kesehatan bayi Penghasilan : mengetahui taraf hidup Alamat : untuk memudahkan bila akan dilakukan kunjungan rumah b. Keluhan Utama</p> <p>Keluhan utama yang sering disampaikan adalah frekuensi BAB yang sering (&gt;3 x) dengan konsistensi cair, encer, seperti ampas dan bercampur lendir serta darah. Kondisi anak biasanya lemas, rewel, mules, dan tidak nafsu makan. c. Riwayat Kesehatan</p> <p>Mengkaji riwayat kesehatan anak sebelumnya yang mungkin dapat berpengaruh pada penyakit yang diderita saat ini. d. Riwayat kesehatan keluarga</p> <p>Ibu mengatakan dalam keluarga tidak ada yang menderita penyakit menular (TBC, Sifilis, dll), menahun (epilepsi, diare kronik, asma, dan lain-lain)</p> <p>11</p> <p>e. Umur 0 - 7 hari 1 2 3 4 9 f. 0-12 bulan bulan bulan bulan bulan bulan</p> <p>Riwayat imunisasi Jenis Imunisasi Hepatitis B1 BCG HB2, Polio 1, DPT 1 HB3, Polio 2, DPT 2 DPT3 Polio 3 Campak, polio 4 Riwayat tumbuh kembang</p> <p>BB : 3 10 kg TB : 46 80 cm sederhana Memekik Mengoceh Kecerdasan Gerakan motorik kasar Berdiri tanpa bantuan Jalan dibantu Duduk tanpa dibantu Gerakan motorik halus Menjimpit benda Menjatuhkan pungut benda Memindah benda atau tangan Meraih benda Komuniaksi aktif Mengucap papa, mama Meniru suara Mengungkapkan keinginan</p> <p>12</p> <p>Reaksi perintah sederhana Meniru gerakan da...da.... Masak keluarakn benda Main ciluk baa Meniru ekspresi orang lain Mengenalkan orang lian Menolong diri sendiri Pegang gelas sendiri Merentangkan tangan saat pakaian Makan biskuit sendiri Tingkah laku sosial Meniru lambaian tangan Perhatuan bila dipanggil Reaksi ada dengan kata tidak Reaksi berbeda terhadap orang Tersenyum spontan.</p> <p>13</p> <p>Komuniaksi pasif. Mengerti perintah sederhana Merujuk sesuai pertanyaan Mengerti didalam dibawah Gerak minda gendong Komunikasi aktif Sebut anggota tubuh Sebut nama sendiri Sebut hal miliknya Mengucapkan minta sesuatu Mengucapkan kata ada arti Kecerdasan Membedakan benda Menjodohkan benda Tahu kamu-saya Mengerti perintah Meniru orang dewasa Menolong diri sendiri Bersendok masih tumpah Minum cangkir 1 tangan Berata bila ke belakang Buka baju Membuka sepatu, celana Tingkah laku sosial Bantu simpan benda Main sendiri Meniru permainan Sebut nama sendiri.</p> <p>14</p> <p>g. 1)</p> <p>Pola kehidupan sehari-hari Nutrisi Membedakan kebiasaan makan anak sebelum dan elama sakit. Untuk mengetahui kecukupan gizi 2) sakit 3) 4) terganggu 5) diare. Pola kebersihan Mengkaji kebiasaan anak yang dapat mempengaruhi penyakit Aktifitas Istirahat Mengkaji kebiasaan aktivitas anak sbeelum dan selama sakit Pada umumnya istirahat anak selama sakit berkurang atau Eliminasi Membandingan pola BAB dan BAK anak sebelum dan selama</p> <p>h. KU TTV Nadi RR BB TB Lila o Kepala Muka Mata</p> <p>Data obyektif : lemah, lesu : : cenderung meningkat, normalnya 70 90 x / menit : cenderung meningkat, normalnya 16 24 x / menit : 10-16 kg : normalnya 80 100 cm : 13-16 cm Inspeksi : fotanela anterior cekung (+) : pucat, perubahan raut muka : icterus (+)</p> <p>Kesadaran : composmentis Suhu : cenderung naik, normalnya 36,50 C 370C</p> <p>Pemeriksaan fisik :</p> <p>15</p> <p>Mulut Perut Anus o Abdomen o Perut o Abdomen o 1.</p> <p>: pada umumnya kering, kemerahan, mukosa, membran kering, lidah kotor. : perhatikan turgor kulit, adanya dilatasi : iritasi(+) kulit warna merah Palpasi : pembesaran organ didaerah abdomen (-), nyeri tekan (-) Auskultasi : bising usus (+), peristaltik menurun Perkusi : meteorismus (+) Pemeriksaan penunjang / lab. Pemeriksaan faeces.</p> <p>Ekstremitas : turgor menurun</p> <p>a. Makroskopis dan mikroskopis b. pH dan kadar gula dengan kertas lakmus dan tablet clinitest indikasi dugaan intoleransi gula. c. Pemeriksaan biakan dan uji resistensi. 2. 3. foal ginjal. 4. 5. Pemeriksaan elektrolit Na, K, Ca, dan P Pemeriksaan inkubasi duodenum untuk dalam serum (terutama jika disertai kejang) mengetahui jasat renik atau parasit secara kualitatif terutama pada diare kronik. 2.2.2 Identifikasi Diganosa dan Masalah Dx Ds : Bayi ......umur.....dengan diare. : Frekuensi BAB dan konsistensi 16 Pemeriksaan gangguan keseimangan asam Pemeriksaan kadar ureum atau kreatinin basa dalam darah, dengan ASTRUP jika memungkinkan.</p> <p>Do</p> <p>: KU TTV o Kepala Muka Mata Mulut Perut Anus o Abdomen o Perut o Perut</p> <p>: lemah : cenderung naik Inspeksi : fontanela anterior cekung (+) : pucat, perubahan raut muka : ikterus (+) : kering, kemerahan, mukosa, membran kering, lidah kotor : turgor kulit menurun : kebersihan (-),lecet (+) Palpasi : pembesaran orga...</p>