Askeb Anc Patol

Download Askeb Anc Patol

Post on 18-Jul-2015

398 views

Category:

Documents

0 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

<p>ASUHAN KEBIDANAN PADA NY. A GI P0000 Ab000 UMUR KEHAMILAN 42 43 MINGGU JANIN TUNGGAL HIDUP INTRA UTERI DENGAN CPD DAN KPD DI RS DKT SIDOARJO</p> <p>Disusun Untuk Memenuhi Tugas Praktek Klinik Kebidanan I Semester IV</p> <p>Disusun Oleh : DWI VERONIKA NIM : 04.117</p> <p>AKADEMI KEBIDANAN KENDEDES MALANG</p> <p>2006LEMBAR PENGESAHAN JUDUL</p> <p>Ditulis Oleh : Dwi Veronika (04.117) Judul : ASUHAN KEBIDAN PADA NY. A GI P0000 AB000 UMUR KEHAMILAN 42-43 MINGGU JANIN TUNGGAL HIDUP INTRAUTERIN DENGAN CPD DAN KPD DI RS DKT SIDOARJO</p> <p>SIDOARJO, 10 Agustus 2006 Mengetahui</p> <p>Pembimbing Akademik</p> <p>Pembimbing Klinik</p> <p>Sunaeni Amd.Keb</p> <p>Arias Dian W. Amd.Keb</p> <p>ii</p> <p>KATA PENGANTAR</p> <p>Puji syukur saya panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa atas berkah rahmat dan hidayahNya, sehingga saya dapat menyelesaikan makalah yang berjudul ASUHAN KEBIDANAN PADA NY.A GI P0000 Ab000 UMUR KEHAMILAN 42-43 MINGGU JANIN TUNGGAL HIDUP INTRAUTERIN DENGAN CPD DAN KPD DI RS DKT SIDOARJO dengan tepat waktu. Makalah Asuhan Kebidanan ini saya susun untuk memenuhi tugas praktek klinik kebidanan I yang merupakan kurikulum dan dalam pendidikan AKADEMI KEBIDANAN KENDEDES MALANG Semester IV Tahun 2006. Dan tak lupa saya ucapkan banyak terima kasih atas bimbingan dan petunjuk kepada: 1. dr. Djabro W, SpOG, selaku Dekan Koordinator AKBID Kendedes Malang 2. Sri Untari Amd.Keb, selaku Direktur AKBID Kendedes Malang 3. Dian Hanifah, SST, selaku Pembimbing Akademik Klinik Kebidanan I 4. Arias Dian W, Amd.Keb, selaku Pembimbing Klinik Kebidanan I di RS DKT Sidoarjo 5. Orang tua dan saudara saya yang telah memberi dukungan kepada saya 6. Teman-tema yang membantu terselenggaranya tugas ini. Saya selaku penulis, menyadari bahwa masih banyak kekurangan dalam pembuatan asuhan kebidanan ini. Maka kritik dan saran yang membangun sangat saya harapkan untuk perbaikan asuhan kebidanan yang akan datang. Akhir kata, saya sebagai penulis makalah ini berharap semoga makalah ini bermanfaat bagi kita semua. Amin. Malang, 28 Agustus 2006</p> <p>Penyusun</p> <p>iii</p> <p>DAFTAR ISI</p> <p>HALAMAN JUDUL .......................................................................................... i LEMBAR PENGESAHAN................................................................................ ii KATA PENGANTAR ....................................................................................... iii DAFTAR ISI ...................................................................................................... vii BAB I PENDAHULUAN 1.1 1.2 Latar Belakang ............................................................................ 1 Tujuan ......................................................................................... 1 1.2.1.................................................................................Tujua n Umum .......................................................................... 1 1.2.2.................................................................................Tujua n Khusus ......................................................................... 2 1.3 Sistematika Penulisan ................................................................. 2</p> <p>BAB II TINJAUAN TEORI 2.1 POST DATE 1. Etiologi................................................................................... 4 2. Masalah Perinatal................................................................... 5 3. Diagnosis............................................................................... 5 4. Penilaian Keadaan Janin Dan Penanganan Persalinan.......... 6 2.2 CPD 1. Pendahuluan........................................................................... 8 2. Pemeriksaan Panggul............................................................. 8 3. Pemeriksaan Besarnya Janin................................................. 9</p> <p>iv</p> <p>4. Disproporsi Sefalo Pelvik..................................................... 10 5. Pemeriksaan Radiologik........................................................ 10 6. Jenis Panggul Wanita Indonesia............................................ 11 7. Ukuran Pelvis......................................................................... 11 8. Luas Bidang Panggul............................................................. 11 9. Kapasitas Panggul.................................................................. 12 10. Daya Akomodasi................................................................... 12 2.3 KPD 1. 2. 3. 4. 5. 6. 2.4 Etiologi...................................................................... 13 Patoganis.................................................................... 13 Pengaruh PROM....................................................... 14 Prognosis................................................................... 15 Pimpinan Persalinan.................................................. 15 Komplikasi................................................................ 15</p> <p>Manajemen Kebidanan 1. Pengkajian.............................................................................. 16 2. Identifikasi Masalah/Diagnosa.............................................. 21 3. Antisipasi Masalah Potensial................................................. 21 4. Identifikasi Kebutuhan Segera.............................................. 22 5. Intervensi............................................................................... 22 6. Implementasi.......................................................................... 25 7. Evaluasi.................................................................................. 25</p> <p>BAB III TINJAUAN KASUS 1. Pengkajian....................................................................................... 26</p> <p>v</p> <p>2. Identifikasi Masalah/Diagnosa....................................................... 32 3. Antisipasi Masalah Potensial.......................................................... 33 4. Identifikasi Kebutuhan Segera........................................................ 34 5. Intervensi ....................................................................................... 34 6. Implementasi................................................................................... 37 7. Evaluasi ....................................................................................... 38 BAB IV PEMBAHASAN .................................................................................. 40 BAB V PENUTUP 1. Kesimpulan ................................................................................... 41 2. Saran .............................................................................................. 41 DAFTAR PUSTAKA</p> <p>vi</p> <p>vii</p> <p>BAB I PENDAHULUAN</p> <p>1.1 Latar Belakang Pada wanita hamil dia akan pemeriksaan kehamilan yang dilakukan oleh petugas kesehatan khususnya bidan yang menolong persalinan. Bidan sudah dapat menetapkan wanita hamil atau tidak, bagaimana letak janin. Ia juga berpendapat bahwa letak yang paling baik adalah kepala dibawah, dan kepala dilahirkan lebih dahulu. Bidan sudah mengetahui letak yang salah tetapi tidak mampu memperbakinya. Bidan juga dapat menafsirkan kapan kiranya bayi akan lahir. Disamping itu, bidan memberi nasehat pula bagaimana ibu itu harus sehat selama hamil. Hal ini sekarang kita sebut Hygine Kehamilan. Dalam aspek pengawasan sebelum melahirkan telah disinggung pula tentang pemeriksaan kehamilan yang teratur. Tujuan pemeriksaan yang teratur ini ialah agar kelainan yang mungkin terjadi, bagaimana kecilnya harus dicegah, serta kesehatan ibu sendiri dapat dipertahankan agar janin dalam kandungan tidak terganggu dan tidak kekurangan suatau apapun (Christina. S, 1996) Kehamilan umumnya berlangsung 40 minggu atau 280 hari dari hari pertam haid terakhir. Kehamilan aterm ialah usia kehamilan antara 38 sampai 42 minggu dan ini merupakan periode dimana terjadi persalinan normal. Kehamilan yang melewati 294 hari atau lebih dari 42 minggu lengkap disebut sebagai post term atau kehamilan lewat waktu. Ketuban pecah dini atau premature ruoture of the membrane (PROM) adalah pecahnya ketuban sebelum inpartu yaitu bila pembukaan pada primi kurang dari 3 cm dan multipara kurang dari 5 cm. 1.2 Tujuan 1.2.1 Tujuan Umum Mahasiswa mampu melaksanakan asuhan kebidanan pada ibu hamil. 1.2.2 Tujuan Khusus</p> <p>1</p> <p>Setelah melaksanakan Asuhan Kebidanan, mahasiswa dapat: a. b. c. d. e. Mengkaji data subyektif dan obyektif pada ibu hamil Mengidentifikasi masalah berdasarkan hasil pengkajian pada Menyusun rencana tindakan pada ibu hamil. Melaksanakan rencana yang telah disussun dalam bentuk Mengevaluasi hasil tindakan yang telah dilakukan.</p> <p>ibu hamil.</p> <p>tindakan Asuhan Kebidanan pada ibu hamil.</p> <p>1.3 Sistematika Penulisan BAB I PENDAHULUAN 1.1 1.2 1.3 2.1 Latar belakang Tujuan Sistematika Penulisan Post Date Membahas : 1. Etiologi 2. Masalah Perinatal 3. Diagnosis 4. Penilaian Keadaan Janin dan Penanganan Persalinan 2.2 CPD Membahas : 1. Pendahuluan 2. Pemeriksaan Panggul 3. Pemeriksaan Besarnya Janin 4. Disproporsi Sefalo Pelvik 5. Pemeriksaan Radiologik 6. Jenis Panggul Wanita Indonesia 7. Ukuran Pelvis 8. Luas Bidang Panggul 9. Kapasitas Panggul 10. Daya Akomodasi</p> <p>BAB II TINJAUAN TEORI</p> <p>2</p> <p>2.3</p> <p>KPD 1. Etiologi 2. Patoganis 3. Pengaru PROM 4. Prognosis 5. Pimpinan Persalinan 6. Komplikasi</p> <p>2.4</p> <p>Manajemen Kebidanan 1. Pengkajian 2. Identifikasi Masalah / Diagnosa 3. Antisipasi Masalah Potensial 4. Identifikasi Kebutuhan Segera 5. Intervensi 6. Implementasi 7. Evaluasi</p> <p>BAB III TINJAUAN KASUS 1. Pengkajian 2. Identifikasi Masalah / Diagnosa 3. Antisipasi Masalah Potensial 4. Identifikasi Kebutuhan Segera 5. Intervensi 6. Implementasi 7. Evaluasi BAB IV PEMBAHASAN BAB V PENUTUP 1. Kesimpulan 2. Saran</p> <p>BAB II</p> <p>3</p> <p>TINJAUAN TEORI</p> <p>2.1 POST DATE Kehamilan umumnya berlangsung 40 minggu atau 280 hari dari hari pertam haid terakhir. Kehamilan aterm ialah usia kehamilan antara 38 sampai 42 minggu dan ini merupakan periode dimana terjadi persalinan normal. Kehamilan yang melewati 294 hari atau lebih dari 42 minggu lengkap disebut sebagai post term atau kehamilan lewat waktu. Angka kejadian kehamilan lewat waktu kira-kira 10%, bervariasi antara 3,5-14%. Perbedaan yang lebar disebabkan perbedaan dalam menentukan usia kehamilan. Di samping itu perlu diingat bahwa para ibu sebanyak 10% lupa akan tanggal haid terakhir disamping sukar menentukan secara tepat saat ovulasi. Perhitungan usia kehamilan umumnya memakai rumus Naegele, tetapi selain pengaruh faktor di atas masih ada faktor siklus haid dan kesalhan perhitungan. Sebaliknya Boyce mengatakan dapat terjadi kehamilan lewat waktu yang tidak diketahui akibat masa proliferasi yang pendek. Kini dengan adanya pelayanan USG maka usia kehamilan dapat ditentukan lebih tepat terutama bila dilakukan pemeriksaan pada usia kehamilan 6-11 minggu sehingga penyimpanan hanya 1 minggu. Kekhawatiran dalam menghadapi kehamilan lewat waktu ialah meningkatnya resiko kematian dan kesakitan perinatal. Resiko kematian dan kesakitan perinatal. Resiko kematian perinatal kehamilan lewat waktu dapat menjadi 3 kali dibandingkan kehamilan aterm. Di samping itu ada pula komlikasi yang lebih sering menyertainya seperti, letak defleksi, posisi oksiput posterior, distosia bahu dan pendarahan postpartum. 1. Etiologi Pertanyaan yang patut diajukan ialah mengapa terjadi penundaan partus melewati aterm. Kini dipahami bahwa menjelang partus terjadi penurunan hormon progesterone, peningkatan oksitoksin serta peningkatan reseptor oksitoksin, tetapi yang paling menentukan adalah terjadinya produksi prostaglandin yang menyebabkan his yang kuat.</p> <p>4</p> <p>Prostaglandin</p> <p>telah</p> <p>dibuktikan</p> <p>berperan</p> <p>paling</p> <p>penting</p> <p>dalam</p> <p>menimbulkan kontraksi uterus. Nwosu dan kawan-kawan menemukan perbedaan dalam rendahnya kadar cortisol pada darah bayi sehingga disimpulkan kerentanan akan stress merupakan faktor tidak timbulnya his, selain kurangnya air ketuban dan insufiensi plasenta. 2. Masalah Perinatal Fungsi plasenta mencapai puncaknya pada kehamilan 38 minggu dan kemudian mulai menurun terutama setelah 42 minggu, hal ini dapat dibuktikan dengan penurunan kadar estriol dan plasental laktogen. Rendahnya fungsi plasenta berkaitan dengan peningkatan kejadian gawat janin dengan resiko 3 kali. Akibat dari proses penuaan plasenta maka pemasokan makanan dan oksigen akan menurun di samping adanya spasme arteri spiraliss. Janin akan mengalami pertumbuhan terhambat dan penurunan berat; dalam hal ini dapat disebut sebagai dismatur. Sirkulasi uteroplasenter akan berkurang mengakibatkan perubahan abnormal jantung janin. Kematian janin akibat kehamilan lewat waktu ialah terjadi pada 30% sebelum persalinan, 55% dalam persalinan dan 15% post natal. Penyebab utama kematian perinatal adalah hipoksia dan aspirasi uteroplasenter akan berkurang dengan 50% menjadi hanya 250 ml/menit. Jumlah air ketuban yang berkurang mengakibatkan perubahan abnormal jantung janin. Kematian jani akibat kehamilan lewat waktu ialah terjadi pada 30% sebelum persalinan, 55% dalam persalinan dan 15% post natal. Penyebab utama kematian perinatal adalah hipoksia dan aspirasi mekonium. Komplikasi yang dapat dialami oleh bayi baru lahir ialah 1) suhu yang tidak stabil, 2) hipoglikemi, 3) polisitemia, dan 4) kelainan neurologik. 3. Diagnosis Postterm ialah kondisi bayi yang lahir akibat kehamilan lewat waktu dengan kelainan fisik akibat kekurangan makanan dan oksigen. Bila kasus telah mengalami insufisiensi yang berat maka akan lahir bayi dengan kelainan seperti di atas. Tanda postterm dapat dibagi dalam 3 stadium:</p> <p>5</p> <p>a.Stadium I Kulit menunjukkan kehilangan verniks kaseosa dan maserasi berupa kulit kering, rapuh dan mudah mengelupas. b.Stadium II Gejala di atas disertai pewarnaan mekonium (kehijauan) pada kulit. c.Stadium III Terdapat pewarnaan kekuningan pada kuku, kulit dan tali perut. Diagnosis kehamilan lewat waktu biasanya dari perhitungan rumus neagele setelah mempertimbangkan siklus haid dan keadaan klinis. Bila terdapat keraguan, maka pengukuran tinggi fundus uteri serial dengan sentimeter akan memberikan informasi mengenai usai gestasi lebih tepat. Keadaan klinis yang mungkin ditemukan ialah: mengenai usia gestasi lebih cepat. Keadaan klinis yang mungkin ditemukan ialah: a. b. Air ketuban yang berkurang Gerakan janin yang jarang. Bila telah dilakukan pemeriksaan ultra sonografi serial terutama sejak trimester pertama maka hampir dapat dipastikan usia kehamilan. Sebaiknya pemeriksaan yang sesaat setelah trimester III tukar untuk memastikan usia kehamilan. Pemeriksaan sitologi vagina (indek koriopiknotik &gt; 20%) mempunyai sensitifitas 75% dan tes tanpa tekanan dengan kardiotokografi mempunyai spesifitas 100% dalam menentukan adanya disfungsi janin plasenta atau postterm. Perlu diingat bahwa kematangan serviks tidak dapat dipakai untuk menentukan usia gestasi. 4. Penilaian Keadaan Janin Dan Penanganan Persalinan Yang terpenting dalam menangani kehamilan lewat waktu ialah menentukan keadaan janin karena setiap keterlambatan akan menimbulkan resiko keg...</p>