asesmen ktsp

Click here to load reader

Post on 21-Jan-2016

61 views

Category:

Documents

0 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

1. PendahuluanPenyempurnaan kurikulum merupakan salah satu bentuk inovasi di bidang pendidikan. Pembaruan kurikulum yang wujudnya berupa pergantian nama dari Kurikulum 1994 dan suplemennya ke Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK) selanjutnya ke Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) lebih diarahkan pada penyempurnaan pengaturan pola kegiatan belajar mengajar, pemilihan media pendidikan, penentuan pola penilaian, dan pengelolaan kurikulum di sekolah.Penentuan pola penilaian sebagai salah satu aspek yang diperbarui dalam kerangka inovasi kurikulum perlu penjelasan lebih lanjut agar lebih dipahami oleh para pengguna dan pelaksana kurikulum.Hakikat pola penilaian yang dikembangkan dalam KTSP lebih diarahkan pada pengukuran yang seimbang pada ranah kognitif, afektif, dan psikomotor, serta menggunakan prinsip berkesinambungan dan otentik guna memperoleh gambaran (profiles) keutuhan prestasi dan kemajuan belajar siswa.Sistem penilaian dalam pendidikan meliputia. Penilaian Peserta Didik Penilaian Berbasis Kelas (Classroom-based assessment) Tes Kemampuan Dasar (TKD) Ujian Akhir Sekolah Ujian Akhir Nasional Penerimaan Siswa Baru (PSB)b. Penilaian Sistem Pendidikan (Survey) c. Penilaian Satuan atau Program Pendidikan (Akreditasi)2. Penilaian Berbasis Kelas (PBK) a. Pengertian PBK, Asesmen, dan EvaluasiPenilaian Berbasis Kelas (Classroom-based assessment) merupakan seperangkat rencana dan pengaturan tentang prinsip, prosedur pelaksanaan, dan pelaporan hasil penilaian yanng terpadu dalam kegiatan belajar mengajar yang didahului dengan pengumpulan informasi melalui berbagai jenis pengukuran atau penilaian. PBK hanya berlaku untuk kelas tersebut dimana pelaksanaan penilaian itu dilakukan, tidak berlaku untuk kelas yang lain (tidak untuk generalisasi).Penilaian dalam arti Asesmen merupakan suatu proses pengumpulan, pelaporan, dan penggunaan informasi tentang hasil belajar siswa baik perorangan maupun kelompok yang diperoleh melalui pengukuran. Tujuannya untuk menganalisis atau menjelaskan unjuk kerja/prestasi siswa dalam mengerjakan tugas-tugas yang terkait, dan mengefektifkan penggunaan informasi untuk mencapai tujuan pendidikan.Penilaian dalam arti evaluasi merupakan serangkaian kegiatan penilaian keseluruhan program mulai dari perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, sampai dengan pengawasan. Misalnya, evaluasi dari program yang meliputi kurikulum, asesmen, pengadaan dan peningkatan guru, manajemen pendidikan, dan reformasi pendidikan. b. Prinsip PBKPenilaian (asesmen) Berbasis Kelas lebih diarahkan untuk memenuhi prinsip-pirinsip:1. Prinsip Umum? Valid;? Mendidik? Berorientasi pada kompetensi? Adil ? objektif ? Terbuka ? Bermakna2. Prinsip Khusus? Jenis-jenis asesmen yang dikembangkan harus memungkinkan adanya kesempatan yang terbaik bagi siswa apa yang mereka ketahui dan bagaimana mendemonstrasikannya.? Setiap guru harus memiliki kemampuan dalam menyusun pengelolaan PBK. c. Sasaran PBKSasaran penilain (asesmen) berbasis kelas meliputi asesmen terhadap proses dan hasil belajar yang ruang lingkupnya diarahkan pada pencapaian standar kompetensi dari segi ranah kognitif, afektif, dan psikomotor. d. Pelaksanaan PBKBentuk asesmen yang dikembangkan berkaitan erat dengan teknik asesmen seperti asesmen penempatan, diagnostik, formatif, dan sumatif. Sedangkan jenis asesmennya dikembangkan berbentuk kuis, pertanyaan lisan, ulangan harian, tugas individu, tugas kelompok, ulangan semester, ulangan kenaikan kelas, laporan kerja praktik, dan responsi. Bentuk dan jenis asesmen di atas dikembangkan dalam bentuk berbagai alat asesmen, yaitu tes dan non tes. Setiap bentuk, alat, dan jenis tes tersebut hendaknya disusun dengan mempertimbangkan kesahihan (valid), keandalan (reliabel), ekonomis, objektif, dan praktis.Bagan 1. Struktur Sistem AsesmenKuis: digunakan untuk menanyakan hal-hal yang prinsip dari pelajaran yang lalu secara singkat, bentuknya berupa isian singkat, dan dilakukan sebelum pelajaran.Ulangan harian: dilakukan secara periodik pada akhir pengembangan kompetensi, untuk mengungkap penguasaan pemahaman, sampai evaluasi, atau untuk mengungkap penguasaan pemakaian alat atau suatu prosedur.Tugas individu: dilakukan secara periodik untuk diselesaikan oleh setiap siswa dan dapat berupa tugas rumah. Tugas individu dipakai untuk mengungkap kemampuan aplikasi sampai evaluasi atau untuk mengungkap penguasaan hasil latihan dalam menggunakan alat tertentu, melakukan prosedur tertentuTugas kelompok: digunakan untuk menilai kemampuan kerja kelompok dalam upaya pemecahan masalah. Jika mungkin kelompok siswa diminta melakukan pengamatan atau merencanakan sesuatu proyek menggunakan data informasi dari lapangan.Ulangan semester : digunakan untuk menilai ketuntasan penguasaan kompetensi pada akhir program semester. Kompetensi yang diujikan berdasarkan kisi-kisi yang mencerminkan kompetensi dasar yang dikembangkan dalam semester yang bersangkutan. Dari aspek kognitif untuk mengungkap mengingat sampai evaluasi. Untuk aspek psikomotor dilakukan ujian praktik. Untuk aspek afektif dilakukan dengan pengumpulan data/hasil pengamatan dalam kurun waktu 1 semester.Ulangan kenaikan kelas : digunakan untuk mengetahui ketuntasan siswa untuk menguasai materi dalam satu tahun ajaran. Pemilihan komptensi ujian harus mengacu pada kompetensi dasar, berkelanjutan, memiliki nilai aplikatif, atau dibutuhkan untuk belajar pada bidang lain. Untuk keterampilan psikomotor dilakukan ujian praktik. Untuk aspek afektif dilakukan dengan pengumpulan data/hasil pengamatan dalam kurun waktu 1 semester e. Acuan Asesmen dalam PBKDi dalam kurikulum telah ditentukan kompetensi dan indikator yang harus dicapai. Oleh karena itu, asesmen yang lebih tepat untuk digunakan adalah prosedur criterion reference assessment (Penilaian Acuan Patokan - PAP ) dengan patokan asesmen yang jelas dan eksplisit.3. Asesmen Otentik sebagai Bentuk Pelaksanaan PBKModel asesmen yang dikembangkan adalah asesmen yang sesungguhnya (assessmen authentic). Maksudnya, asesmen terhadap hasil kerja siswa saat berlangsung proses kegiatan siswa belajar itulah yang disebut otentik. Jadi, tidak hanya pada saat siswa mengerjakan tes akhir suatu pokok bahasan. Menurut Grant (1990), suatu asesmen dikatakan otentik jika asesmen itu memeriksa/menguji secara langsung perbuatan atau prestasi peserta didik berkaitan dengan tugas intelektual yang layak. Sejalan dengan pendapat tersebut, suatu asesmen dinyatakan otentik apabila asesmen itu melibatkan peserta didik pada tugas-tugas yang bermanfaat, penting, serta bermakna (Hart, 1994). Asesmen seperti ini terlihat sebagai aktivitas pembelajaran, yang melibatkan keterampilan berpikir tingkat tinggi serta koordinasi tentang pengetahuan yang luas.Asesmen otentik menyerukan peserta ujian untuk mempertunjukkan kemampuan dan keterampilan spesifik, dengan menerapkan pengetahuan dan keterampilan yang mereka sudah kuasai (Stiggins, 1987).Asesmen otentik, yang meliputi tes tertulis (paper and pencil tes), kinerja (performance assessment), penugasan (project assessment), Assesmen hasil karya (product assessment), pengumpulan kerja siswa (portofolio).1) Tes tertulis (Paper and Pencil Tes)Tes tertulis merupakan bentuk asesmen yang digunakan dengan menyajikan sejumlah pertanyaan dan menggunakan jawaban tertulis sebagai bukti tingkat pencapaian pengetahuan, kompetensi, pemahaman dan sikap siswa secara perorangan.Pertanyaan yang dikembangkan sebagai bukti pencapaian kompetensi dan sikap yang berbentuk pertanyaan dengan jawaban singkat atau panjang, betul salah, menjodohkan, pilihan ganda, skala likert, kuisioner, dan refleksi diri. Begitu pula bentuk jawaban siswa, tidaklah selalu harus menulis jawabannya, kadang-kadang siswa menanggapi dengan centang, garis, gambar, diagram dan coretan lain di atas bahan cetakan. Alat tulisnya pun tidak terbatas pada pensil, dan kertas, melainkan bisa pula menggunakan crayon atau kapur di papan tulis. Bahkan seiring dengan kemajuan teknologi, siswa dapat memberikan responnya melalui keyboard computer atau format input berbasis teknologi yang lain.Tujuan tes tertulis beragam sesuai dengan jenis keperluannya, yaitu:? Mendiagnosis kekuatan dan kelemahan siswa? Mengevaluasi pengetahuan/pemahaman, kemampuan/keteram-pilan, dan sikap siswa? Sertifikasi? Seleksi? Memantau standarFormat pertanyaan yang dikembangkan dapat berbentuk:? Essai? Jawaban singkat? Multiple choise? Kuesioner? Skala Likert, Skala Thurstone, dan Differential SemantikTabel 1. Contoh indikator dan format pertanyaanMata PelajaranOutcome (indikator)Format Pertanyaan

Matematika Menafsirkan dan membandingkan informasi yang disajikanJawaban singkat

Jenis Format Jawaban Siswa dapat berupa:? Cloze procedure? Peta konsep ? Essai? Jawaban singkat? Tulisan pengungkapan kembali? Penyelidikan (investigation)? Menjodohkan? Multiple choise? Skala Sikap? Kuesioner? Refleksi diri Memilih Format Jawaban Siswa dapat dilakukan dengan memusatkan perhatian pada jenis kata kerja yang digunakan dalam indikator (outcomes). Contoh kemampuan yang dibutuhkan siswa dan format jawaban yang mungkin, tampak pada Tabel 2.Tabel 2. Jenis kata kerja yang digunakan dalam indikator dan format jawaban.Kemampuan yang dibutuhkan siswa untukFormat Jawaban yang mungkin

Menghitung, mengingat, memilih, mendefinisikan, mengidentifikasikan.Pilihan ganda

Menyatakan, mendefinisikan, menentukan, mengklasifikasikan, mengidentifikasikan, menguraikan, menghitung, mendeskripsikan.Jawaban singkat

Membandingkan, mengevaluasi, mengkontraskan, menerjemahkan, mengembangkan, menganalisis, menginterpretasikan, mendiskusikan, merencanakan.Essai, investigasi

Contoh-contoh soal asesmen tertulis beserta kemampuan matematik yang diukur: Contoh soal asesmen tertulis - Kemampuan penalaran untuk siswa kelas 9 SMP.1) Bila temanmu menyelesaikan beberapa soal seperti berikut ini, a) 12y + y = 12y2 b) (10y) (2y) = 20y di manakah letak kesalahannya? Bagaimanakah seharusnya? 2) Sifat apak