apa itu syiah

Download Apa Itu Syiah

Post on 12-May-2017

220 views

Category:

Documents

2 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

  • Perbedaan Ahlus Sunnah dengan Rafidhah (Syi'ah)

    www.markazhadits.com

    daudrasyidharun@gmail.com

  • Perbedaan Pokok Sunnah-Syi'ah

    1- Tentang Al-Qur'an al-Karim 2- Tentang Hadits al-Syarief 3. Tentang Shahabat al-Kiram 4. Tentang Aqidah Tawhiid 5. Tentang masalah Ghaib

  • Sikap Terhadap al-Qur'an al-Kariem

    l RAFIDHAH (SYI'AH): l Menuduh telah terjadi distorsi Al-Qur'an. Meragukan kesahihannya. Mushaf Fatimah 3x lebih besar

    l Bila terjadi pertentangan antara Qur'an dan keyakinan Syi'ah, ayat Qur'an

    l AHLUS SUNNAH l Kesahihan al-Qur'an telah dijamin dan keterjagaannya dari penambahan dan pengurangan.

    l Al-Qur'an dipahami berdasarkan kaidah Bahasa Arab.

  • Sikap Terhadap al Qur'an ditakwil secara Aneh dan ajaib.

    l Pendapat Imam-Imam lebih diutamakan dari pada Qur'an dan perintah Rasul dalam sumber hukum.

    l Beriman bahwa setiap huruf al Qur'an diturunkan dari Allah dan bukan makhluq.

    l Al-Qur'an, Sumber utama dalam aqidah, Syari'at. Dipelihara oleh Allah Swt

  • Sikap terhadap Hadits l Tidak menerima Hadits kecuali berasal dari Alul Bayt. Menolak dari selain mereka.

    l Tidak peduli soal kesahihan Hadits.

    l Mencela Para Imam Hadits, seperti al-Bukhory, Muslim, dll.

    l Mengingkari mayoritas

    l Hadits, sumber kedua, dan tafsir atas al-Qur'an.

    l Tidak boleh menyalahi Hadits Shahih yang berasal dari Nabi Saw.

    l Sahabat yang meriwayatkan Hadits hadits dari Nabi, baik laki atau wanita semuanya sama

  • Sikap terhadap Hadits Hadits/Sunnah yg diriwayatkan dari Sahabat Nabi selain dari Alul bayt, karena kebencian mereka pada Sahabat Nabi.

    l Hadits-hadits yg mereka riwayatkan diterima.

    l Mereka seluruhnya Adil dan terpercaya, radiyallahu anhum ajma'in

  • Sikap Terhadap Shahabat Nabi

    l Semua Sahabat menjadi Kafir/murtad sepeninggal Rasul, termasuk Abu Bakr, Umar,Utsman dan orang2 yang dijamin masuk Syurga.

    l Mereka telah murtad dari Islam, kecuali segelintir saja.

    l Mencintai semua Sahabat Nabi yang mendampingi Rasul, beriman kepada Rasul. Bersikap ridho dan menghormati mereka.

    l Sahabat semuanya 'Adil dan Mulia. Menganggap semua

  • Sikap Terhadap Shahabat l Posisi Ali adalah istimewa dari yang istimewa. Sebagian mereka menilainya sebagai pemegang wasiyat.Ada yang menganggapnya sebagai Nabi, bahkan sebagai Ilaah (Tuhan).

    Perselisihan di antara mereka adalah karena perbedaan ijtihad semata. Seorang Mujtahid, bila salah dalam berijtihad, mendapat satu pahala.

    l Allah telah meridhoi mereka. Mereka adalah khoiru Ummah.

  • Sikap Terhadap Shahabat l Semua yang dipilih menjadi Khalifah sebelum Ali, adalah Zholim, Kafir. (maksudnya Abu bakr, Umar dan Utsman).

    l Semua yang menyalahi Ali, Kafir, Fasiq.Juga yang menyalahi keturunannya.

    l Masa mereka telah berlalu.Tidak ada maslahatnya mencela mereka. Bahkan yg diharuskan adalah mencintai mereka dan meridhoinya.

    l Ali, adalah pemuda pertama yang masuk

  • Sikap Terhadap Shahabat

    l Menghukumi Kaum Muslimin berdasarkan sikap mereka kepada Ali.

    Islam.Ia dimuliakan Allah sebagai menantu Nabi, Khalifah keempat dan salah satu yg dijamin masuk Syurga. Meninggal dalam keadaan syahid.

    l Allah ridho kepada semua Sahabat.

  • Sikap Terhadap Aqidah Tawhid l Beriman dan bertawhid kepada Allah, tetapi mengaburkan Tawhid itu sendiri karena faham,sikap dan prilaku mereka yang syirik dan bahkan keluar dari Islam.

    l Mensekutukan Allah dalam doa mereka. Memanggil: Wahai

    l Beriman kepada Allah dan mentawhidkanNya. Laa Syariika lah, Tidak ada sekutu, pendamping, perantara antara Allah dan HambaNya.

    l Beriman kepada ayat2 Shifat sebagaimana adanya tanpa menta'wil,

  • Tentang Tawhiid l 'Ali.Wahai Husein. Wahai Zainab."

    l Bernazar dan menyembelih selain utk Allah. Meminta kepada arwah yang sudah mati untuk memenuhi hajat mereka. Qasidah dan Doa mereka membuktikan hal ini.

    l Ta'thil dan tasybiih. l Nabi diutus oleh Allah untuk menyampaikan Risalah. Mereka telah menyampaikanAmanah dan tidak menyembunyikannya.

    l Masalah ghaib adalah hak Allah semata.

  • Sikap Tentang Tawhid l Imam-imam adalah Ma'shum. Mengetahui yang Ghaib. Di alam ini mereka berperan bersama Allah dalam mentadbir alam.

    l Auliya', al Aqthab dan Alul bayt memiliki kemampuan khusus.

    l Syafaat hanya atas izin Allah.

    l Doa, Nazar, Sembelihan hanya ditujukan kepada Allah Swt, tidak boleh ditujukan kepada selain Dia.

    l Hanya Allah yang memiliki khoir (baik) dan Syarr (buruk).

  • Keyakinan Tentang Alam Ghaib

    l Imam-Imam mengetahui masalah ghaib. Ini adalah hak Imam, bukan hak para Nabi menceritakan masalah ghaib.Sebagian mensejajarkan Imam dengan Tuhan.

    l Dalam al-Kafi : "Para

    l Hanya Allah Yang Maha Mengetahui masalah ghaib, bukan makhlukNya. Nabi -khususnya Rasulullah Saw- dan orang yang Dia kehendaki, hanya diberitahu sebagian kecil tentang masalah ghaib untuk kepentingan tertentu

  • Alam Ghaib

    l Imam kalo ingin mengetahui sesuatu, mereka diberitahu oleh Allah. Mereka mengetahui bila mereka akan mati dan mereka mati atas pilihan mereka. Mereka memiliki pengetahuan tentang masa lalu, sekarang,

    l Firman Allah : l (

    )

    l Mereka tidak mengetahui pengetahuan Allah melainkan sebatas yang Dia kehendaki)

  • Masalah Ghaib Dalam Akidah Syi'ah lDi tangan para Imam ada kitab2 suci yang turun dari Allah. Mereka mengetahuinya dalam berbagai bahasa. lPenciptaan Imam mereka berbeda dengan penciptaan manusia biasa, bahkan lebih istimewa dari penciptaan Nabi Muhammad Saw. lDan tidak ada yang tersembunyi dari pengetahuan Para Imam Syi'ah.

  • Masalah Ghaib dalam Syiah

    lBila Allah mau menciptakan seorang Imam dari Imam, Dia utus seorang Malaikat untuk mengambil seteguk minuman dari bawah Arsy dan menyerahkannya kepada Imam utk diminum, lalu Bersemayamlah di dalam rahim selama 40 hari tidak mendengar ucapan.Apabila ibunya akan melahirkannya, Allah mengirimkan Malaikat dan menuliskan di lengan kanannya (wa tammat kalimatu Robbika Shidqow wa Adla).