Apa itu akal

Download Apa itu akal

Post on 20-Jul-2015

75 views

Category:

Education

2 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

<p>PowerPoint Presentation</p> <p>Interpretasi mengenai akal merupakan salah satu persoalan sangat penting dalam filsafat, sekaligus merupakan salah satu teka-teki yang sangat membingungkanNeuromuskular merupakan tempat hubungan antara saraf dan otot dan terdapat sinapsis yang berbentuk cawan dengan membran presinapsisnya dan membran postsinapsis yang terbentuk dari sarkolema yang mengelilingi sel otot</p> <p>John Dewei : berpikir adalah suatu aktivitas inteligensi yang lahir karena adanya pengalaman manusia dan bukan suatu aktivitas yang terisolasi dalam pikiran semataDia mengatakan Tuhan adalah segalanya, segalanya merupakan bagian dari Tuhan, begitupun alam. Keyakinan ini dikenal dengan nama Pantheisme</p> <p>2KESULITAN MEMPELAJARI AKAL</p> <p>Faktor penyebab :Penelitian tentang akal kurang mendapat perhatian di masa lalu, terutama dalam pendanaan. Lebih berorientasi kepada eksploitasi sumber daya alam dan pengembangan teknologi mesinIlmu psikologi memiliki banyak aliran yang saling bertentangan : psikoanalisis, behaviorisme, psikologi gestaltSulit bersikap obyektif dalam meneliti akal. Dapatkah akal menjadi subyek sekaligus menjadi obyek penelitian pada waktu yang sama?KESULITAN MEMPELAJARI AKAL</p> <p>Jika akal didefinisikan sebagai perilaku adaptasi (adapting behavior), prosesnya mungkin dimulai dari amoeba atau bentuk kehidupan lain yang berkembang secara bertahap dan perlahan dari struktur sederhana menjadi organisme yang lebih kompleks</p> <p>Jika akal adalah pikiran yang abstrak, maka akal itu hanya terdapat pada manusiaTEORI-TEORI TENTANG AKAL</p> <p>Akal Sebagai Substansi</p> <p>Plato : Akal (jiwa) berasal dari alam ide yang abadi, tempatnya jauh di atas dunia yang kita alami </p> <p>Descartes : Cogito Ergo Sum (aku berpikir, maka aku ada). Akal bersifat immaterial. Akal sebagai substansi yang berdiri sendiri. Tidak dapat dimusnahkan kecuali oleh Tuhan.Dikotomi antara akal dan materi, jiwa dan badan, batin dan ragaTEORI-TEORI TENTANG AKAL</p> <p>Akal Sebagai Kesatuan Organik atau Personal</p> <p>Aristoteles :Berusaha mempersatukan akal dan badan. Jika menurut Plato ide atau bentuk yang abadi ada diluar materi dan dunia indra, menurut Aristoteles, bentuk (form) berada di dalam materi</p> <p>Immanuel Kant : Akal bukanlah substansi mental yang berdiri sendiri. Akal adalah penataan dan kesatuan dari pengalaman-pengalaman manusia.Akal bersifat aktif, membentuk sistem pengetahuan dari data yang diperoleh inderaTEORI-TEORI TENTANG AKAL</p> <p>Akal Sebagai Kumpulan Pengalaman</p> <p>David Hume :Menolak dualisme dalam teori Plato dan Descartes.Menggunakan empirisme dalam penarikan kesimpulanMeragukan setiap pengetahuan selain yang diperoleh dari pengalaman sehari-hariMenolak pandangan tentang substansi atau diri (self) yang permanenAkal (mind) hanyalah istilah bagi sekumpulan pengalaman inderawiEmpirisme : 7TEORI-TEORI TENTANG AKAL</p> <p>Akal Sebagai Bentuk Perilaku</p> <p>John Dewey :Menolak pandangan mengenai dualisme akal-badan.Akal bukan kata benda, tetapi merupakan kata sifat yang menggambarkan berbagai perilaku tertentu.Akal dalam diri manusia hanyalah kecerdasan yang terus bertumbuh.</p> <p>Gilbert Ryle :Menolak dogma tentang hantu di dalam mesinAkal (mind) adalah penjelasan mengenai gambaran bagaimana seseorang berperilakuEmpirisme : 8HUBUNGAN AKAL-BADAN</p> <p>Interaksionisme</p> <p>Disamping hubungan sebab-akibat fisik, dan hubungan sebab-akibat psikis, akal juga dapat menyebabkan perubahan-perubahan pada badan, dan sebaliknya aktivitas badan dapat menimbulkan efek mental</p> <p>Empirisme : 9HUBUNGAN AKAL-BADAN</p> <p>InteraksionismeContoh :Penyakit dalam otak mempengaruhi kehidupan mental dan pikiran kita. Suatu pukulan di kepala kita atau uap chloroform mungkin menyebabkan kita kehilangan kesadaran.Sebuah ide yang menarik akan membuat kita lebih bersemangat dalam beraktivitas. Keresahan jiwa dapat mengganggu kesehatan. Ketakutan menyebabkan denyut jantung meningkat</p> <p>Empirisme : 10HUBUNGAN AKAL-BADAN</p> <p>Kritik terhadap Interaksionisme dan Tanggapan</p> <p>Bagaimana mungkin dua substansi atau entitas yang hakikatnya sangat berlainan dapat berinteraksi?</p> <p>Interaksionisme bertentangan dengan hukum kekekalan (konservasi ) energi, menyiratkan bahwa energi mental dapat memasuki wilayah fisik manusia, demikian pula energi fisik dapat diserap dalam aktivitas-aktivitas mental</p> <p>Menanggapi kritikan, para interaksionis berdalih bahwa hukum kekekalan energi mungkin perlu direvisi atau dibatasi ruang lingkup keberlakuannyaEmpirisme : 11HUBUNGAN AKAL-BADAN</p> <p>Paralelisme</p> <p>Hubungan sebab-akibat itu tetap terjadi hanya saja dalam ranahnya masing-masing. Suatu kejadian mental dapat menyebabkan kejadian mental lain, dan suatu kejadian fisik dapat berhubungan dengan kejadian fisik lainnya</p> <p>Akal dan badan berjalan menurut kerangka sistemnya masing-masing dan tidak terdapat hubungan sebab-akibat di antara keduanya</p> <p>Empirisme : 12HUBUNGAN AKAL-BADAN</p> <p>Kritik terhadap Paralelisme</p> <p>Banyak kejadian yang sulit dijelaskan dengan kacamata paralelisme</p> <p>Sebagai contoh, jika bel pintu berbunyi, kita dengan spontan mengerti bahwa ada seseorang di depan pintu. Bagaimana itu bisa terjadi? Jika kita sedang asyik bermain-main dengan pikiran, kita akan merasa jengkel saat ada kejadian yang mengusikEmpirisme : 13HUBUNGAN AKAL-BADAN</p> <p>Teori Aspek Ganda atau Identitas</p> <p>Akal dan badan bukanlah entitas yang terpisah dan berdiri sendiri. Keduanya merupakan representasi dari sebuah aspek tunggal. Menurut Spinoza (penganut panteisme) hanya ada satu realitas, yakni Tuhan. Menurut Kant, realitas adalah sesuatu yang tertutup, tidak diketahuiTidak ada lagi misteri mengenai dikotomi aspek mental dan materi, keduanya berjalan secara terintegrasi</p> <p>Empirisme : 14HUBUNGAN AKAL-BADAN</p> <p>Kritik terhadap Teori Aspek Ganda</p> <p>Bagaimanapun, akal tidak menempati ruang, dan sampai batas tertentu, ia membentuk kejadian di masa depan. Sementara aktivitas-aktivitas fisik sendiri berlangsung di dalam ruang dan tunduk terhadap hukum-hukum mekanik. Selain itu, pendekatan menggunakan sesuatu yang tidak diketahui (X) masih sulit dijelaskan. Teori ini masih menyisakan masalah dualisme yang belum terpecahkanEmpirisme : 15HUBUNGAN AKAL-BADAN</p> <p>Epifenomenalisme dan Pengingkaran terhadap Akal</p> <p>Kesadaran pada prinsipnya merupakan konsekuensi dari perubahan aktivitas neuron (saraf). Akal adalah cerminan atau bayangan dari beberapa proses fisik. Sejumlah proses terjadi di otak, kemudian sistem syaraf menghasilkan sensasi, perasaan, emosi, imajinasi, pikiran, atau jenis kesadaran yang kita alami. </p> <p>Hukum-hukum fisika dan kimia berlaku secara umum</p> <p>Empirisme : 16HUBUNGAN AKAL-BADAN</p> <p>Epifenomenalisme dan Pengingkaran terhadap Akal</p> <p>Masalah :Jika hanya materilah eksistensi sejati sehingga mencakup aspek mental (akal), maka ada sebuah kesulitan baru dalam hal pemahaman kita tentang materi dan bahwa konsep tentang materi yang menempati ruang dan memiliki massa harus diubahEmpirisme : 17HUBUNGAN AKAL-BADAN</p> <p>Monisme Psikis dan Pengingkaran terhadap Materi</p> <p>Monisme psikis berpandangan bahwa kausalitas hanya terbatas pada aspek mental saja dan apa yang kita sebut materi hanyalah bayangan yang dibentuk oleh pemikiran. Materi pada dasarnya merupakan suatu manifestasi. Badan adalah wujud eksternal dari akal</p> <p>Empirisme : 18HUBUNGAN AKAL-BADAN</p> <p>Monisme Psikis dan Pengingkaran terhadap Materi</p> <p>Masalah :Jika pikiran adalah segalanya, maka berarti pikiran mencakup semua kualitas termasuk apa yang kita sebut materiEmpirisme : 19HUBUNGAN AKAL-BADAN</p> <p>Teori Emergent Evolution atau Teori Level (Tingkatan)</p> <p>Tidak ada dualisme, tidak ada interaksi. Materi adalah realitas, kehidupan adalah realitas, dan akal juga adalah realitas. Realiatas akal berada pada wilayah realitas yang berbeda tetapi setingkat dengan realitas lainnya. Akal memiliki suatu kualitas atau karakteristiknya sendiri, tidak bisa dijelaskan dengan menggunakan standar pemahaman pada level sebelumnya</p> <p>Empirisme : 20KESIMPULAN</p> <p>Meskipun sebagian orang menyatakan bahwa materi psikologi terlalu kompleks dan sulit dipahami sehingga mustahil untuk diuji secara akurat melalui riset ilmiah, namun beberapa kemajuan telah dicapai. Misalnya, adanya kesepahaman mengenai gagasan tradisional bahwa manusia adalah "hewan yang berpikir" harus dimodifikasi atas dasar dorongan kesadaran bahwa banyak hal yang tidak bisa dinafikan pada diri manusia seperti pentingnya sugesti dan emosi, kebiasaan dan adat-istiadat, serta penjelasan mengenai perilaku manusia yang kompleks</p> <p>Empirisme : 21</p>