annisa wahyuni laporan kp

Click here to load reader

Post on 10-Apr-2016

203 views

Category:

Documents

39 download

Embed Size (px)

DESCRIPTION

contoh laporan KP

TRANSCRIPT

KATA PENGANTARPuji dan syukur penulis panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa, karena berkat rahmat dan karunia-Nya penulis dapat menyelesaikan penulisan laporan kerja praktek. Laporan Kerja Praktek yang berjudul Instalasi dan Konfigurasi Kamera CCTV pada PT. Pindo Deli Pulp and Paper Perawang menggunakan DVR dengan Tampilan Center Monitor System (Studi Kasus Camera CCTV PT. Pindo Deli Pulp and Paper Perawang) ini disusun berdasarkan pelaksanaan kerja praktek yang dilaksanakan pada tanggal 1 September 2015 s/d 31 Desember 2015 di PT. Pindo Deli Pulp and Paper Perawang. Terlaksananya kerja praktek dan penulisan laporan ini tidak terlepas dari bantuan berbagai pihak. Untuk itu, penulis menyampaikan terima kasih kepada :1. Orang tua serta saudara saudara penulis yang sudah memberikan doa dan dorongan, serta motivasi agar penulis dapat menyelesaikan laporan ini.2. Bapak Yoanda Alim Syahbana, S.T., M.Sc selaku koordinator kerja praktek.3. Bapak Erwin Setyo Nugroho, S.T.,M.Eng selaku pembimbing kerja praktek.4. Bapak Yusapril Eka Putra, S.Si., M.T selaku kepala program studi Teknik Komputer. 5. Bapak Yan Hariman selaku People Development Department PT. Indah Kiat Pulp and Paper Perawang.6. Bapak Ricard selaku pembimbing kerja praktek di PT. Pindo Deli Pulp and Paper Perawang.7. Bapak Badrul selaku pembimbing laporan di PT. Indah Kiat Pulp and Paper Perawang.8. Bapak Isdacori selaku operator IT dan selaku pembimbing lapangan kerja praktek di PT. Pindo Deli Pulp and Paper Perawang.9. Bapak Bambang Permadi selaku koordinator prakerin PT. Indah Kiat Pulp and Paper Perawang. 10. Untuk semua karyawan PT. Pindo Deli Pulp and Paper Perawang.11. Untuk semua karyawan PT. Indah Kiat Pulp and Paper Perawang.Penulis menyadari bahwa dalam menulis laporan ini masih banyak terdapat kekurangan. Oleh karena itu Penulis sangat mengharapkan segala saran dan kritik yang bersifat membangun sebagai pelajaran untuk kedepannya.Perawang, 27 November 2015

Penulis

ii

DAFTAR ISIKATA PENGANTARiDAFTAR ISI1DAFTAR GAMBAR3DAFTAR TABEL5BAB I71.1 Latar Belakang Pelaksanaan Kerja Praktek71.2 Pelaksanaan81.3 Tujuan81.4 Manfaat Kerja Praktek91.5 Sistematika Penulisan9BAB II112.1 Sejarah PT. Pindo Deli Pulp and Paper Perawang112.2 Visi dan Misi PT. Pindo Deli Pulp and Paper Perawang112.3 Unit Bisnis PT. Pindo Deli Pulp and Paper Perawang112.4 Struktur Manajemen Electric and Instrument Department132.5 Lokasi Perusahaan13BAB III143.1 Closed Circuit Television143.2 Digital Video Recorder153.3 Kabel UTP163.4 Kabel Coaxial173.5 Center Monitor System183.6 Swicth193.7 IP address193.8 Camera203.8.1Camera Cynics203.8.2Camera Vpon203.8.3Camera Honeywell213.8.4Camera Avtech21BAB IV224.1 Software dan Hardware yang Digunakan224.2 Install Hard disk234.3 Koneksi244.3.1Tampilan serta penjelasan 4 Port Video pada DVR244.3.2 Tampilan serta penjelasan 8 Port Video pada DVR244.4 Penginstalan DVR264.4.1Menghidupkan Perangkat264.4.2Mematikan Perangkat264.4.3Konfigurasi Wizard264.4.4 Login294.4.5 Penginstalan Center Monitor System314.5 Hasil Pengujian36BAB V385.1 Kesimpulan385.2 Saran38DAFTAR PUSTAKA39

DAFTAR GAMBARGambar 2. 1 Tissue Jumbo Roll12Gambar 2. 2 Struktur Electric and Instrument Department13

Gambar 3. 1 Camera CCTV dan perangkatnya15Gambar 3. 2 Digital Video Recorder16Gambar 3. 3 Kabel UTP17Gambar 3. 4 Kabel Koaxial18Gambar 3. 5 Tampilan software Center Monitor System18Gambar 3. 6 Switch19

Gambar 3.8 1 Camera (Cynics)20Gambar 3.8 2 Camera (Vpon)20Gambar 3.8 3 Camera (Honeywell)21Gambar 3.8 4 Camera (Avtech)21

Gambar 4. 1 Tampilan Hard disk pada DVR23

Gambar 4.3 1 Tampilan DVR yang berjumlah 4 Port video dengan Port lainnya24Gambar 4.3 2 Tampilan DVR yang berjumlah 4 Port video dengan Port lainnya24Gambar 4.3 3 Tampilan DVR yang berjumlah 4 Port video dengan Port lainnya25

Gambar 4.4. 1 Tampilan wizard pengkonfigurasi waktu, tanggal dan bahasa27Gambar 4.4. 2 Tampilan tombol keyboard virtual27Gambar 4.4. 3 Tampilan IP address, Port HTTP, server, gateway, subnetmask, serta dns28Gambar 4.4. 4 Tampilan pengaturang resolusi, batas kapasistas, serta kualitas merekam28Gambar 4.4. 5 Tampilan memori dan total penyimpanan29Gambar 4.4. 6 Tampilan Login29Gambar 4.4. 7 Tampilan Menu30Gambar 4.4. 8 Tampilan CD Driver31Gambar 4.4. 9 Tampilan setup cms32Gambar 4.4. 10 Tampilan lokasi penyimpanan32Gambar 4.4. 11 Tampilan setup finish33Gambar 4.4. 12 Tampilan Login33Gambar 4.4. 13 Tampilan sebelum ada akses internet34Gambar 4.4. 14 Topology Jaringan34Gambar 4.4. 15 Tampilan server config35Gambar 4.4. 16 Tampilan Device Manager35Gambar 4.4. 17 Tampilan Push Button35Gambar 4.4. 18 Tampilan finishing CMS36

Gambar 4.5 1 Tampilan Setelah Instalasi dan Konfigurasi DVR36Gambar 4.5 2 Tampilan Hasil Instalasi dan Konfigurasi CMS37

DAFTAR TABELTabel 4.3 1 Penjelasan Gambar 4.3.124Tabel 4.3 2 Penjelasan Gambar 4.3.225Tabel 4.3 3 Penjelasan Gambar 4.3.325

Tabel 4.4. 1 Tabel IP Address34

PENDAHULUANLatar Belakang Pelaksanaan Kerja PraktekKerja Praktek (KP) adalah salah satu program yang harus dilengkapi oleh seorang mahasiswa untuk mencapai gelar Ahli Madya. Kerja praktek ini merupakan tahap pengenalan seorang mahasiswa terhadap dunia kerja nyata. Hal ini sangat diperlukan sebagai media perbandingan mahasiswa dalam memperoleh ilmu serta materi yang cukup. Sebagai mahasiswa Teknik Komputer, harus mempunyai kewajiban untuk memahami dan mengerti akan situasi lingkungan kerja. Sehingga dapat meminimalisir dan memperbaiki kesalahan dalam menghadapi setiap masalah yang terjadi pada dunia kerja yang sesungguhnya.Lembaga pendidikan dituntut untuk menghasilkan lulusan yang berkualitas dan juga mampu bersaing secara global. Oleh karena itu setiap lulusan akan mendapatkan pekerjaan yang layak. Politeknik Caltex Riau adalah salah satu lembaga pendidikan yang berorientasi pada pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di Provinsi Riau, terus berusaha untuk melakukan hal tersebut. Melalui program kerja praktek (KP), yang merupakan wadah dimana setiap mahasiswa mendapat kesempatan untuk mengembangkan diri dan potensi yang dimilikinya dan mengaplikasikan keahlian yang diperoleh pada perusahaan atau instansi tertentu.Berdasarkan hal diatas, penulis memilih PT. Pindo Deli Pulp and Paper Perawang sebagai wadah atau tempat Praktek Kerja Lapangan yang akan dilakukan selama 4 bulan mendatang.PT. Pindo Deli Pulp and Paper Perawang merupakan bagian dari perusahaan Asian Pulp and Paper Group (APP). Perusahaan tersebut bertanggung jawab untuk memberikan produk yang berkualitas untuk memenuhi permintaan secara global berupa produk kemasan dan tisu. Menurut saya ini adalah kesempatan berharga untuk menambah wawasan dan pengetahuan yang akan saya dapatkan selain di Politeknik Caltex Riau, khususnya pada bidang Teknik Komputer.PT. Pindo Deli Pulp and Paper Perawang menggunakan sebuah sistem untuk memonitoring sebagian kegiatan serta keamanan pada perusahaan tersebut. Salah satu penunjang keamanan tersebut adalah Closed Circuit Television (CCTV). PT. Pindo Deli ini menggunakan sector jaringan lokal untuk mengakses data, transfer serta penggunaan dalam CCTV, sehubungan dengan itu CCTV tersebut menggunakan sebuah server dan software penunjang untuk penggunaan CCTV. PelaksanaanTempat pelaksanaan PT. Pindo Deli Pulp and Paper Perawang, bagian Workshop AC/IT Pindo Deli. Waktu pelaksanaan pada tanggal 1 Oktober 2015 15 Oktober 2015. Topik yang akan diangkat adalah Instalasi dan Konfigurasi CCTV pada PT. Pindo Deli Pulp and Paper Perawang. Pemasangan CCTV tersebut meliputi pemasangan hardware atau kamera pada bagian yang ditentukan di setiap ruangan workshop PT. Pindo Deli Pulp and Paper Perawang. Tahap kedua dilakukan konfigurasi pada server yang berbentuk aplikasi. Bahasa pemograman yang digunakan adalah ASP. Pemograman tersebut sama halnya dengan pemograman PHP/JavaScript namun yang membedakannya ASP tidak memerlukan bantuan dari program lain dikarenakan ASP produk dari windows 2000/NT/XP/Vista, dimana pemograman tersebut telah dilengkapi driver/fitur yang diperlukan. Sehingga dapat dengan mudah menggunakan program ini untuk CCTV. Pada PT. Pindo Deli Pulp and Paper Perawang ini, terdapat 2 kategori CCTV yaitu, CCTV yang menggunakan sistem coding dan IP . Sistem coding tersebut berfungsi untuk mengatur keamanan pada area yang diberikan CCTV dan untuk membatasi siapa saja yang boleh mengakses CCTV tersebut. Namun pada pemakaian IP, CCTV dapat merekam melalui media jaringan, dengan menggunakan kabel UTP. TujuanTerdapat beberapa tujuan dari penulisan ini, adalah :1. Untuk mengetahui cara penginstalan CCTV serta konfigurasinya.2. Untuk mempelajari Sistem kerja dari CCTV.

Manfaat Kerja PraktekTerdapat beberapa manfaat dari kegiatan Kerja Praktek (KP) ini adalah:1. Bagi Politeknik Caltek Riau (PCR) dan Mahasiswa Kerja Praktek (KP). a) Terjalinnya kerja sama antara Politeknik Caltex Riau dengan PT. Pindo Deli.b) Menambah wawasan baru bagi mahasiswa yang secara langsung dalam melakukan kerja praktek.c) Menambah keterampilan mahasiswa dalam melakukan kerja praktek secara langsung di lapangan.d) Memperoleh masukan guna perbaikan, menambah, dan mengembangkan pendidikan perkuliahan.2. Manfaat Hasil Kerja.Manfaat dari instalasi dan konfigurasi CCTV adalah dapat memantau situasi dan kondisi tempat tertentu, sehingga dapat mencegah terjadinya kejahatan atau sebagai bukti tindak kejahatan.Sistematika PenulisanAgar susunan lebih terstruktur maka dalam penulisan laporan Pengajuan Proposal Akhir ini dibagi dalam empat bab, yaitu:BAB 1 PENDAHULUANBerisi tentang latar belakang pelaksanaan kerja praktek, tujuan pembuatan proposal, manfaat dari pelaksanaan kerja praktek dan sistematika penulisan.BAB II TINJAUAN UMUM PERUSAHAANBerisi tentang gambaran umum sejarah perusahaan, visi dan misi perusahaan, unit bisnis perusahaan, sistem organisasi serta lokasi perusahaan.BAB III DASAR TEORIBerisikan tentang teori yang berhubungan dengan kerja praktek yang akan di buat pada proposal ini.BAB IV PEMBAHASANPembahasan tentang uji coba praktek yang akan di laporkan melalui penulisan ini. Serta mendekripsikan kegiatan kerja praktek.BAB V PENUTUPBerisi tentang kesimpulan dan saran dari penulisan tersebut.

TINJAUAN UMUM PERUSAHAANSejarah PT. Pindo Deli Pulp and Paper PerawangPT Pindo Deli Pulp and Paper Perawang berdiri pada tanggal 22 Maret 2006 dengan penanaman batu pertama oleh Petinggi perusahaan. Seiring dengan keluarnya Nomor izin perusahaan 83/II/PMDN/2006 pada tanggal 1 September 2006, perusahaan ini bergerak di bidang usaha kertas. Luas area PT. Pindo Deli Pulp and Paper Perawang adalah 779.390 m2 dengan total karyawan 1.840 karyawan survey tahun 2013. PT Pindo Deli Pulp and Paper Perawang ini merupakan perusahan yang terkemuka di Indonesia dengan memiliki 3 cabang perusahaan di berbagai kota, Karawang, Jambi, dan Perawang. Pusat perusahaannya di kota Kerawang. Visi dan Misi PT. Pindo Deli Pulp and Paper PerawangVisi PT. Pindo Deli Pulp and Paper Perawang itu sendiri adalah To Be Number One In The World Of Tissue Paper Product (sementara ini, ada di posisi 3 di dunia).Misi dari PT. Pindo Deli Pulp and Paper Perawang adalah sebagai berikut :1. Menjaga Mutu & Kelancaran Produk2. Mengamankan & Menjaga Asset Persh3. Efisiensi & Menekan Cost Tidak Penting 4. Peningkatan SDM5. Peningkatan Keselamatan & Kesehatan Karyawan 6. Aplikasi 6KUnit Bisnis PT. Pindo Deli Pulp and Paper PerawangJenis jenis tisu yang telah dikembang pada PT. Pindo Deli Pulp and Paper adalah sebagai berikut :1. Tissue Facial2. Tissue Toilet3. Tissue Napkin4. Tissue Towel5. Handkerchief Tissue6. MG Paper Product

Gambar 2. 1 Tissue Jumbo RollPT. Pindo Deli Pulp and Paper Perawang telah memasarkan produk dalam Lokal maupun Luar Negeri. Adapun rincian sebagai berikut :1. Pemasaran lokala. Medanb. Karawangc. Serpongd. Dll2. Pemasaran Luar Negeria. Chinab. Taiwanc. Jepangd. Amerika

Struktur Manajemen Electric and Instrument DepartmentBerikut adalah bagan struktur Electric and Instrument Department di PT. Pindo Deli Pulp and Paper Perawang.

Gambar 2. 2 Struktur Electric and Instrument DepartmentLokasi PerusahaanPT. Pindo Deli Pulp And Paper MillsPerawang MillKantor Pusat :Plaza BII, Menara 2 Lantai 9,Jl. MH Thamrin No. 51, Gondangdia, Kec. MentengJakarta Pusat 10350 IndonesiaLokasi Pabrik :Jl. Raya Minas Perawang KM 26Desa Pinang Sebantang, Kec. Tualang, Kab. Siak,Provinsi Riau 28772 - Indonesia

DASAR TEORI Closed Circuit TelevisionClosed circuit television (CCTV) merupakan mekanisme proses keamanan yang dapat merekam serta menyimpan kegiatan yang dilakukan selama proses kerja berlangsung. CCTV tersebut mempunyai keunggulan tertentu, selain keamanan alat ini dapat menjadi bahan bukti tindakan kriminal yang sedang berlangsung dalam proses bekerja. CCTV pertama kali dibuat oleh Walter Brunch, dan diisntal di sebuah area peluncuran roket di Jerman. Oleh karena peluncuran tersebut dirasa berbahaya, dan banyak orang yang ingin menyaksikannya, maka dibuatlah CCTV sehingga dapat digambarkan secara detail mengenai peluncurannya. Teknologi CCTV masih digunakan untuk melihat peluncuran roket, namun meluas fungsinya ke keamanan bank, institusi militer dan tempat lain yang membutuhkan pengamanan yang tinggi. Di tahun 1990 dan 2000, camera CCTV mulai digunakan di area public, seperti di sudut jalan di negara Inggris. Teknologi CCTV telah membuat evolusi jalan keamanan di sector publik dan private. CCTV juga diperbolehkan oleh lingkungan hukum untuk menyelesaikan kriminalitas di area, dimana camera CCTV dipasang. Sekarang ini, camera CCTV mudah diidentifikasi oleh setiap orang. Banyak camera CCTV yang dipasang di langit-langit rumah, dinding atau atap bangunan. Camera CCTV memiliki lensa di bagian depan, dan untuk CCTV model baru berwarna hitam dan berbentuk kecil, juga dapat melakukan maneuver putaran 360 derajat. Masa depan teknologi camera CCTV sepertinya akan semakin menarik, dimulai dari komputer yang mulai menggunakan camera CCTV control, yang akan mendeteksi pergerakan dan mengikuti siapa saja yang ada di depan komputer. Kualitas gambar yang diambil camera CCTV berupa image crystal bening high-definition. CCTV untuk masa depan juga dapat digunakan untuk membaca signature dan implementasi pemandangan tengah malam (night-vision). Ketika CCTV mendeteksi adanya gerakan, maka email akan dapat dikirimkan ke alamat yang dituju, memperingatkan pemilik email akan keadaan bahaya. Konfigurasi dari komponen-komponen CCTV dapat dilihat pada gambar dibawah :

Gambar 3. 1 Camera CCTV dan perangkatnya

Digital Video RecorderDigital Video Recorder (DVR) merupakan sebuah alat yang berfungsi untuk merekam gambar dalam bentuk media format digital dan disimpan melalui harddisk, flash disk, kartu memori dan lain-lain. DVR ini tidak hanya digunakan saat sistem cctv terhubung dengan kamera saja, namun DVR dapat digunakan sebagai alat untuk merekam acara tv. Sebelum DVR ada sistem yang bernama VCR(Video cassettes recorder) menggunakan kaset Video sebagai media penyimpanan rekaman. Fitur utama dari DVR adalah sebagai berikut, penyesuaian kualitas gambar, resolusi video, format video, koneksi internet, kontrol suara, kemampuan DVR frame persecond, mobile support (android, ios, blackberry, smartphone lainya), databack up, alarm, sms dan email alert, motion detect, play back instan.

Gambar 3. 2 Digital Video Recorder (http://instalasi-jaringan.com/)

Pada perkembangan saat ini DVR mampu merekam data digital dengan kualitasHigh - Definition(HD) dengan nama HDCVR(High Definition Composite Video Recorder), HDCVR mempunyai kualitas gambar lebih baik dari DVR hampir sama dengan kualitas gambar ip kamera (mega pixel). Hal ini disebabkan HDCVR menggunakan jenis kamera cctv yang berbeda yaituHDCVI(High Definition Composite Video Interface). Kamera cctv HDCVI tidak bisa digunakan pada dvr analog(pada beberapa tipe kamera hdcvi dapat digunakan dengan resiko penurunan kualitas gambar), apabila ingin menggunakan kamera dvr dan hdcvi dapat menggunakanDVR HYBRID, yaitudvryang mampu bekerja di dua jenis sistemcctv analogdan cctv digital.Kabel UTPUTP merupakan kabel jaringan yang digunakan untuk pengkoneksian perangkat jaringan, secara umum kabel UTP terbagi 2 yaitu straight dan scross. Kabel straight itu kabel lurus yang dapat mengkoneksikan perangkat jaringan yang berbeda. Sedangkan cross adalah kabel silang yang mengkoneksikan antara perangkat jaringan yang sejenis. Dan secara teori panjang segmen kabel adalah 100 m.Karakteristik dari kabel UTP adalah sebagai berikut :1. Kabel UTP adalah kabel-kabel yang disusun berpasangan dan ditwist satu sama lain.2. Untuk kabel jenis UTP, terdiri dari empat pasang (delapan buah kabel).3. Hanya dapat melewatkan satu channel data (baseband), karena itu dibutuhkan konsentrator untuk menghubungkan satu node dengan node yang lain. Konsentrator yang digunakan biasanya berupa Hub.

Gambar 3. 3 Kabel UTP

Kabel CoaxialPengertian kabel koaxial adalah sejenis kabel dari tembaga yang diselimuti dengan beberapa pelindung. Pelindung ini terdiri dari pelindung luar, pelindung anyaman tembaga serta isolator plasting. Masing - masing pelindung ini memiliki fungsi tersendiri. Jenis kabel ini dilengkapi dengan kemampuan yang baik dalam menghantarkan frekuensi yang lebar sehingga mampu mengalih -antarkan sekelompok kanal-kanal frekuensi yang terlihat sebagai tayangan audio visual. Kabel koaxial ini dikembangkan pada tahun 1920. Kabel koaxial secara umum memiliki struktur sebagai berikut :1. Konduktor Utama. Bagian ini terbuat dari tembaga yang padat tanpa cacat dan berbentuk silinder.2. Isolator, yaitu isolasi kabel yang dibuat dari bahan sejenis polietilena homogen yang dipasang melingkari konduktor utama.3. Penggantung. Bagian ini terdiri dari tujuh buah lilitan kawat dari bahan baja. Ukurannya sekitar 2 mm dengan daya kuat sebesar 3.010 Kgf.4. Pembungkus bagian luar yang juga terbuat dari polietilena. Pembungkus ini dicampur dengan karbon hitam dengan kadar sekitar 2 %.

Gambar 3. 4 Kabel Koaxial(http://perlutahu.org/pengertian-kabel-coaxial/)Center Monitor SystemCenter Monitor System merupakan software yang menyediakan fitur fitur untuk tampilan pada cctv. Sehingga dapat melihat berbagai tampilan dalam beberapa kamera. Tampilan tersebut diakses melalui IP address masing masing dvr setiap tempat. Selain itu, software tersebut mempunyai fungsi yang sama dengan dvr, dapat menyimpan serta merekam setiap kejadian atau proses kerja yang dilakukan. Gambar 3. 5 Tampilan software Center Monitor System

SwicthBentuk fisik Switch Hub sama seperti Hub Biasa, tetapi Switch memiliki keunggulan dimana setiap port di dalam switch memiliki domain coalision sendiri - sendiri oleh sebab itu switch sering disebut juga Multi-port Bridge. Switch mempunyai tabel penerjemah pusat yang memiliki daftar penerjemah untuk semua port. Swicth memciptakan Virtual Private Network (VPN) dari port pengirim & port penerima sehingga jika dua host sedang berkomunikasi lewat VPN tersebut, mereka tidak mengganggu segmen lainnya. Jadi jika satu port sibuk, port-port lain tetap dapat berfungsi. Oleh sebab itu penggunaan switch semakin popular terutama dengan harganya yang semakin terjangkau. Ada dua buah arsitektur switch, sebagai berikut: 1. Cut through Kelebihan dari arsitektur switch ini terletak pada kecepatan, karena pada saat sebuah paket datang, switch hanya memperhatikan alamat tujuan sebelum diteruskan ke segmen tujuannya. 2. Store and forward Switch ini menerima dan menganalisa seluruh isi paket sebelum meneruskannya ke tujuan dan untuknya memerlukan waktu. Keuntungan menggunakan switch adalah karena setiap segmen jaringan memiliki bandwith 10 Mbps penuh, tidak terbagi seperti pada hub.

Gambar 3. 6 Switch

IP addressIP Address terdiri atas dua bagian yaitu Network ID dan Host ID, dimana Network ID menentukan alamat dari peralatan jaringan. Oleh sebab itu IP Address memberikan alamat lengkap suatu peralatan jaringan beserta alamat jaringan dimana peralatan itu berada. IP Address terdiri dari atas 32 bit angka biner, yang dapat ditulis dalam empat kelompok, yang terdiri atas 8 bit (oktet) dengan dipisaholeh tanda titik.Camera Kamera yang berfungsi sebagai alat pengambil gambar, dengan resolusi yang bagus tergantung dari kualitasnya masing masing. 3.8.1 Camera Cynics

Gambar 3.8 1 Camera (Cynics)3.8.2 Camera Vpon

Gambar 3.8 2 Camera (Vpon)

3.8.3 Camera Honeywell

Gambar 3.8 3 Camera (Honeywell)

3.8.4 Camera Avtech

Gambar 3.8 4 Camera (Avtech)

PEMBAHASANPada PT. Pindo Deli Pulp and Paper menggunakan suatu perangkat yaitu Closed Circuit Television (CCTV). Salah satu dari fungsi CCTV adalah mengawasi proses pekerjaan yang dilakukan. Dikarenakan sering terjadinya tindakan kriminal, kecelakaan kerja, dan karyawan banyak yang menggunakan handphone saat bekerja, maka penulis mencoba melakukan percobaan ini.Proyek ini memanfaatkan software Center Monitoring System dan Digital Video Recorder yang sudah ada di PT. Pindo Deli Pulp and Paper Perawang. Dengan adanya komputer baru yang akan di instalasi dan konfigurasi CCTV menggunakan software Center Monitoring System, penulis akan melakukan pemasangan CCTV tersebut.Pada Bab ini akan menjelaskan proses instalasi dan konfigurasi CCTV serta software dan hardware apa yang akan digunakan untuk proses instalasi CCTV pada PT. Pindo Deli Pulp and Paper Perawang.Software dan Hardware yang DigunakanBerikut adalah software dan hardware yang digunakan oleh penulis dalam mengerjakan proyek ini :Software :Center Monitoring System dan IP addressHardware :1. Digital Video Recorder1. Cable Coaxial1. Camera1. Switch1. Cable UTP1. Komputer (Keyboard, Mouse)1. Laptop pribadi

Install Hard diskDalam penginstalan hard disk, maka yang harus diperhatikan adalah : 1. Pada hard disk ini hanya menggunakan satu SATA. 2. Silakan menggunakan harddisk pengguna khusus untuk keamanan dan bidang yang aman3. Sesuaikan kapasitas hard disk sesuai dengan pengaturan rekaman. Lepaskan dan buka penutup atas pada casing, dan sambungkan kabel sata pada hard disk, seperti pada gambar berikut ini :

Gambar 4. 1 Tampilan Hard disk pada DVR

Koneksi4.3.1 Tampilan serta penjelasan 4 Port Video pada DVRBerikut adalah tampilan dari port port yang ada pada dvr serta penjelasannya :

Gambar 4.3 1 Tampilan DVR yang berjumlah 4 Port video dengan Port lainnya

Tabel 4.3 1 Penjelasan Gambar 4.3.110. 2 Port Inputan Audio6. Port untuk tampilan HD pada perangkat

11. 4 Port untuk kamera 7. Port untuk kabel LAN

12. Port untuk speaker8. Port untuk USB, mouse, keyboard

13. Port untuk tampilan video9. Port kabel power

14. Port VGA ke Monitor10. Port untuk kabelA is TX+, B is TX-

4.3.2 Tampilan serta penjelasan 8 Port Video pada DVRGambar 4.3 2 Tampilan DVR yang berjumlah 4 Port video dengan Port lainnya

Tabel 4.3 2 Penjelasan Gambar 4.3.212 Port Inputan Audio 6. Port untuk tampilan HD pada perangkat

2.8 Port untuk kamera 7. Port untuk kabel LAN

3Port untuk speaker8. Port untuk USB, mouse, keyboard

4.Port untuk tampilan video9. Port kabel power

5.Port VGA ke monitor 10. Port untuk kabelA is TX+, B is TX-

4.3.3 Tampilan serta penjelasan 16 Port Video pada DVR Gambar 4.3 3 Tampilan DVR yang berjumlah 4 Port video dengan Port lainnya

Tabel 4.3 3 Penjelasan Gambar 4.3.31.2 Port Inputan Audio 6. Port VGA ke monitor

2.16 Port untuk kamera 7. Port untuk kabel LAN

3.Port untuk speaker8. Port untuk USB, mouse, keyboard

4.Port untuk tampilan video9. Port kabel power

5.Port untuk tampilan HD pada perangkat10. Port untuk kabelA is TX+, B is TX-

Penginstalan DVR4.4.2 Menghidupkan Perangkat1. Pasangkan Kamera dan Monitor.2. Pasangkan dengan kabel Power, kabel coaxial, dan vga.3. Perangkat akan hidup dan lampu indikator akan berwarna biru.4. Akan keluar tampilan Wizard pada layar monitor.4.4.3 Mematikan PerangkatPerangkat dapat dimatikan menggunakan remote controller dan mouse. Jika menggunakan remote controller dengan menekan tombol power, maka tampilan akan mati dan hanya jika tampilan akan mati ada notifikasi, tekan oke. Perangkat dapat juga dimatikan dengan menggunakan mouse. Dengan cara masuk kedalam menu dengan mengklik button dan pilih shutdown pada icon tersebut. Jika ada notifikasi klik Oke, Maka tampilan akan mati.4.4.4 Konfigurasi WizardLangkah pertama akan dilakukan pengkonfigurasian tanggal, waktu dan bahasa lalu klik startup wizard serta pilih next untuk memulai dan melanjutkan konfigurasi ini.

Gambar 4.4. 1 Tampilan wizard pengkonfigurasi waktu, tanggal dan bahasaSetelah itu, melakukan pengaturan penamaan pada perangkat tersebut. Shift button untuk huruf kapital dan juga simbol, gunakan shift button lagi jika ingin ke pengaturan standar. Klik next untuk ke pengaturan IP address.

Gambar 4.4. 2 Tampilan tombol keyboard virtual

Pada bagian ini akan dilakukan penambahan IP address, Port HTTP, server, gateway, subnetmask, serta dns. Standar HTTP Port adalah 80 dan Server Port 6036. Dan untuk ip address bisa di check pada komputer masing masing. Lalu klik next.Gambar 4.4. 3 Tampilan IP address, Port HTTP, server, gateway, subnetmask, serta dns

Untuk memulai proses merekam harus dilakukan pengaturan pada resolusi, kualitas pada gambar serta maksimal kecepatan merekamnya. Jika nilainya lebih besar maka akan semakin jelas atau tinggi kualitas gambar tersebut. Tetapi lebih banyak memakan ruang yang ada di hard disk.Gambar 4.4. 4 Tampilan pengaturang resolusi, batas kapasistas, serta kualitas merekam

Pada tampilan ini dapat memeriksa informasi hard disk ini. Jika hard disk baru yang digunakan maka pilih hard disk dari daftar format tersebut.

Gambar 4.4. 5 Tampilan memori dan total penyimpanan

Lalu Klik "Next". Dengan ini akan langsung melihat status DVR yang telah selesai dikonfigurasi. Dan kemudian klik tombol "Finish" untuk mengakhiri wizard ini.4.4.4 Login Setelah keluar dari setup Wizard, silahkan untuk login. Perhatikan: Tekan dan tahan Fn kunci untuk beralih output antara BNC dan VGA / HDMI. Klik tombol MENU untuk membawa kotak dialog masuk dan masukkan nama pengguna: admin dan password: 123456.

Gambar 4.4. 6 Tampilan LoginKlik kanan mouse untuk masuk ke menu utama. Kemudian klik Setup untuk masuk ke Pengaturan antarmuka seperti ditunjukkan di bawah.

Gambar 4.4. 7 Tampilan MenuKonfigurasi dasar : Pengguna dapat mengatur sistem video, bahasa menu, audio, waktu dan cek otoritas.Konfigurasi Live : Pengguna dapat mengatur nama / tampilan waktu, warna gambar dan menyembunyikan kamera.Konfigurasi rekaman : Pengguna dapat mengatur kualitas rekaman, frame rate, resolusi, cap waktu dan recycle.Konfigurasi jadwal : Pengguna dapat mengatur jadwal untuk timer dan gerak deteksi masing-masing.Konfigurasi alarm : Pengguna dapat mengatur gerak alarm, kehilangan video alarm, alarm lain dan buzzer alarm.Konfigurasi jaringan : Pengguna mengaktifkan fungsi jaringan, dan mengkonfigurasi alamat IP, DNS, parameter transmisi video di sini.Konfigurasi pengguna : Dapat menambah administrator, menghapus pengguna, dan mengubah otorisasi mereka.Konfigurasi PTZ : Pengguna dapat mengatur protokol, alamat, reset dan auto cruise track.Konfigurasi lanjutan : Pengguna dapat reboot perangkat dan impor dan ekspor data ke atau dari media penyimpanan mobile.4.4.5 Penginstalan Center Monitor SystemTahap selanjutnya akan dipasang CMS pada laptop pribadi menggunakan CD Driver software tersebut.

Gambar 4.4. 8 Tampilan CD Driver

Masukkan cd kedalam cd room, lalu install .exe pada cd tersebut. Ada pemberitahuan dan klik OKE. Pada tampilan ini, dapat mengambil suatu pilihan untuk tahap penginstalan, modify, repair dan remove. Jika ingin mengistal maka pilihlah modify. Setelah tampilan seperti gambar dibawah ini, klik next untuk melanjutkan penginstalan.

Gambar 4.4. 9 Tampilan setup cms Selanjutnya pilih tempat dimana software tersebut akan di instal. Jika sudah, maka klik next kembali.

Gambar 4.4. 10 Tampilan lokasi penyimpananPenginstalan selesai, klik finish untuk mengakhirinya.

Gambar 4.4. 11 Tampilan setup finishSebelum membuka aplikasi tersebut akan melakukan login terlebih dahulu. Pada tampilan ini, tidak lagi mengisi password. Username default pada CMS ini adalah System. Jadi hanya klik OK.

Gambar 4.4. 12 Tampilan LoginInilah tampilan jika belum ada jaringan yang terkoneksi pada CMS. Untuk memulai percobaan maka akan di koneksikan dulu jaringannya.

Gambar 4.4. 13 Tampilan sebelum ada akses internetPada percobaan ini, dibutuhkan kabel utp jenis straight 2 buah untuk melakukan koneksi antara swicth ke laptop dan switch ke dvr. Kabel straight berfungsi untuk mengkoneksikan perangkat jaringan yang berbeda.

Gambar 4.4. 14 Topology Jaringan Tabel 4.4. 1 Tabel IP AddressDevice NameLaptop PribadiPC DVR

IP Address172.16.72.227172.16.72.79

Subnetmask255.255.255.0255.255.255.0

Gateway172.16.72.254172.16.72.254

Untuk menampilkan beberapa gambar dari wilayah tertentu, harus menginputkan IP tujuan atau IP DVR lain untuk melihat tampilan videonya.

Gambar 4.4. 15 Tampilan server config

Ini adalah tampilan untuk menginputkan IP Address, sebelumnya harus melakukan mengisian device name, data port, relogion name, username dan password. Pada data port menggunakan server port pada DVR tujuan. Selain dari itu diberikan hak untuk pengguna. Selanjutnya, keluarlah tampilan Video dari IP yang telah diinputkan tadi.

Gambar 4.4. 16 Tampilan Device ManagerLalu inputkan IP client lain yang menggunakan dvr, dan inputkan seperti langkah langkah sebelumnya. Kliklah push button yang berada dibawah ini. Gambar 4.4. 17 Tampilan Push Button

Gambar 4.4. 18 Tampilan finishing CMSHasil PengujianHasil dari instalasi dan konfigurasi DVR. Ini hanya tampilan yang menggunakan satu DVR saja.

Gambar 4.5 1 Tampilan Setelah Instalasi dan Konfigurasi DVRSetelah melakukan konfigurasi, menggunakan center monitor system dengan dilakukan pengujian menggunakan laptop pribadi yang sudah terhubung ke jaringan, lalu mengakses ip address dari cctv tersebut. Hasilnya adalah dapat menampilkan 2 DVR, dalam jumlah 12 tampilan pada setiap wilayah. Seperti yang terlihat pada gambar

Gambar 4.5 2 Tampilan Hasil Instalasi dan Konfigurasi CMS

KESIMPULAN DAN SARANKesimpulanBerdasarkan hasil kerja praktek di PT. Pindo Deli Pulp and Paper Perawang, dapat disimpulkan sebagai berikut:1. Dengan menggunakan DVR dapat memudahkan proses pengkondigurasian pada CCTV, selain itu tampilannya juga berbasis GUI dan menarik. Pada kamera pun memiliki tampilan yang jernih. Begitu juga dengan software center monitor system dapat menampilkan beberapa video dari beberapa kamera menggunakan jaringan.2. Setelah menerapkan DVR ini pada PT. Pindo Deli Pulp and Paper Perawang, pihak security dapat melihat dengan satu monitor untuk tampilan beberapa wilayah yang telah diberi kamera cctv. Sehingga dapat memudahkan pihak security memonitoring karyawan atau tindak kriminal yang terjadi di PT. Pindo Deli Pulp and Paper Perawang.3. Dapat melakukan rapat secara online dengan menggunakan cctv serta audio yang digunakan.SaranKelemahan dari cctv menggunakan CMS ini, adalah jaringan lan. Jika kabel lan rusak maka ia tidak terkoneksi.

DAFTAR PUSTAKA

Digital video recorder (2015). Diambil 28 Desember 2015 dari http://instalasi-jaringan.com/

jaringa-lan (2015). Diambil 28 Desember 2015 dari www.unsri.ac.id/upload/arsip/jarkom.pdf

Jarkom.pdf (2015). Diambil 28 Desember 2015 dari www.unsri.ac.id/upload/arsip/jarkom.pdf

jobsheet_CCTV_3 (2015) . Diambil 28 Desember 2015 dari file.upi.edu/Direktori/.../jobsheet_CCTV_3.pdf

Kabel coaxial (2015). Diambil 28 Desember 2015 dari http://perlutahu.org/pengertian-kabel-coaxial/

Quick start Guide 4/8/16-CH DVR (2015). Diambil 30 Desemeber 2015 dariwww.avc.com.hr/.../DVR/...Manuals/VDT2700XD-P-quick%20manual.p..

9