angsa delia

Click here to load reader

Post on 12-Dec-2015

73 views

Category:

Documents

15 download

Embed Size (px)

DESCRIPTION

buku

TRANSCRIPT

18

I

PENGENALAN 1.1 Asal - Usul Dari beberapa catatan diketahui bahwa angsa adalah species unggas yang pertama dijinakkan dan berasal dari species angsa liar yang disebut Graylag (Anser anser) dan angsa liar China (Anser cygnoides). Kedua jenis species angsa tersebut sampai sekarang lebih banyak dijumpai dan sangat luas penyebarannya. Bangsa angsa di Asia dan Afrika umumnya merupakan keturunan Anser cygnoides sedang bangsa angsa di Eropa diturunkan oleh Anser anser.

Angsa (Geese) adalah salah satu ternak yang paling awal dimanfaatkan oleh manusia. Di berbagai negara dan wilayah, pemanfaatan angsa beraneka ragam. Di Cina, angsa digunakan oleh orang tua sebagai hadiah bagi anaknya yang baru menikah. Mereka menganggap bahwa angsa adalah perlambang kesuburan dan kesetiaan. Di balik itu, ternyata memang angsa liar adalah hewan yang bersifat monogami. Hewan monogami adalah hewan yang kawin hanya pada satu pasangan. Tetapi karena proses penjinakan (domestikasi) yang dilakukan oleh manusia, angsa tidak lagi bersifat monogami. Angsa sekarang dapat membuahi 4 sampai 5 ekor betina. Seiring dengan perjalanan waktu, angsa tidak hanya dimanfaatkan sebagai hadiah pernikahan. Penggunaan semakin meluas, orang-orang yang tinggal di belahan bumi utara (di daerah bersalju) pada awal peradaban mereka, bulu-bulu anghsa digunakan sebagai alas tempat tidur sehingga mereka dapat merasakan kehangatan. Selain sebagai pengisi bantal atau kasur, bulu angsa juga digunakan sebagai alat untu menulis pada saat itu. Menggantikan pulpen tentunya. Lemak yang berasal dari angsa pun digunakan untuk menggosok sepatu mereka. Angsa adalah jenis unggas yang unik. Bila unggas lain dapat memakan biji-bijian, lain halnya dengan angsa. Angsa tidak memakan biji-bijian hanya memakan hijauan. Daya adaptasi angsa juga tinggi, dikondisi yang tidak memungkinkan angsa dapat merawat dirinya sendiri. Meski angsa suka sekali berenang dalam kolam, danau, atau rawa-rawa, tetapi untuk bertahan hidup angsa dapat memanfaatkan reruputan dan gulma yang hidup dimana saja. Kemampuan angsa untuk membersihkan rerumputan yang merupakan gulma bagi tanaman pokok sehingga ngsa dijuluki sebagai weeder geese. Produksi telur per periode atau clutch size tiap spesies tidak berbeda jauh, semisal angsa Canada clutch sizenya sebesar 4 7 butir telur, angsa Bar headed 3 6 butir, angsa Western bean 3 7 butir, angsa Greylag 4 6 butir, sedangkan untuk type berat produksi telurnya mencapai 20 50 butir per musim. Dewasa kelamin angsa yaitu umur 6 7 minggu. Biasanya angsa paling baik dijodohkan sepasang atau bertiga. Angsa jantan yang perkasa akan puas mendapat jodoh dengan 4 atau 5 betina. Apabila mereka telah memilih sendiri pasangannya, maka banyak sekali jantan berpasangan dengan betina yang sama dari tahun ke tahun. Jumlah telur yang dihasilkan pada tahun kedua lebih banyak dari tahun pertama. Prosentase keberhasilan penetasannya pun semaikn baik. Induk angsa dapat terus memproduksi telur hingga umur 10 tahun. Dari hasil penelitian, kemampuan angsa jantan lebih cepat turun dibanding angsa betina.1.2 Habitat Angsa adalah unggas setengah air, sangat mampu untuk hidup dan berkembangbiak tanpa memerlukan air untuk berenang. Apabila tersedia air angsa akan menggunakan sebagian waktunya untuk berenang dan beristirahat dalam air, akan tetapi sebagian besar aktivitas makan berlangsung di daratan. Angsa biasanya dipelihara dengan cara dilepas begitu saja pada pekarangan rumah atau ladang. Angsa dapat dilepas atau disebar di padang rumput dengan kepadatan 50-100 ekor per hektar untuk angsa yang sedang tumbuh, dan kurang lebih 20 ekor per hektar untuk angsa bibit.

1.3 Taksonomi Angsa mempunyai nama ilmiah atau nama latin Olor columbianus. Angsa merupakan salah satu contoh spesies yang termasuk ke dalam ordo natatores. Berikut ini klasifikasi angsa (Olor columbianus).

Kingdom: Animalia Filum

: ChordataKelas

: AvesOrdo

: NatatoresFamili

: AnatidaeGenus

: OlorSpesies: Olor columbianus

1.4 Tingkah Laku Angsa tergolong sangat bandel dan relatif mudah tumbuh menjadi besar. Secara alamiah angsa-angsa mengerami telur-telurnya walaupun sudah didomestikasi maka sifat mengeram (Mother ability) masih ada kecuali bangsa Touluuse. Angsa merupakan unggas yang paling cerdas dengan daya ingat yang kuat. Dalam keadaan liar monogamous dan setelah didomestikasi berangsur-angsur Polygamous. Pemeliharaan angsa pada umumnya bertujuan untuk produksi daging dan juga sebagai Weeder (pembersih rumput-rumputan yang tidak berguna) diperkebunan buah atau kapas.Selain dimanfaatkan sebagai agen biologis yang dapat membersihkan gulma, angsa juga digunakan sebagai penjaga. Dapat menggantikan peran anjing. Hal ini dikarenakan, angsa mempunyai kebiasaan untuk berteriak kalau ada hewan atau orang asing mendekati wilayahnya. Pemanfaatan angsa seperti ini, banyak dilakukan oleh penduduk Amerika untuk merawat kebun-kebun straberi mereka dari gulma dan menjaganya agar tidak terjadi pencurian.

Buckland dan Guy (1999) dalam Banau (2013) menjelaskan bahwa angsa termasuk unggas yang memiliki intelegensia yang cukup tinggi. Angsa dikenal memiliki daya ingat yang baik dan tidak akan lupa pada seseorang, hewan atau situasi tertentu sehingga sangat baik dijadikan sebagai hewan penjaga. Angsa dapat hidup dengan harmonis dan tidak memiliki sifat kanibalisme. Angsa dapat kembali ke rumah walaupun pergi sejauh 5 km atau lebih. Angsa dapat hidup pada berbagai kondisi lingkungan, mulai dari yang panas sampai yang dingin. Hanya saja ketika angsa baru dilahirkan sampai umur 1 minggu angsa harus dijaga dari suhu udara yang dingin1.5 Perkembangan Dan Penyebaran

Angsa adalah anggota terbesar dari famili Anatidae, dan merupakan salah satu burung air terbesar yang dapat terbang. Spesies terbesar dari angsa, yaitu Angsa Putih, Angsa Trompet, dan Angsa Whooper dapat mencapai panjang 60 inci dan berat 50 pound. Bentangan sayap mereka dapat mencapai panjang tiga meter. Dibandingkan dengan saudaranya, angsa berleher pendek, angsa berukuran lebih besar dalam ukuran dan secara proporsional memiliki kaki dan leher yang lebih besar. Pada angsa dewasa, mereka mempunyai tanda berupa kulit yang tidak ditutupi bulu di antara mata dan paruh. Angsa jantan dan betina mirip, tidak menunjukkan sifat dimorfisme seksual. Namun ukuran angsa jantan umumnya lebih besar dan lebih berat.

Spesies di belahan bumi utara memiliki warna bulu yang putih bersih, namun angsa di belahan bumi selatan campuran warna hitam dan putih. Angsa Hitam Australia (Cygnus atratus) berwarna hitam secara keseluruhan kecuali bulu yang dugunakan untuk terbang pada bagian sayapnya. Angsa hitam muda berwarna abu-abu cerah. Di Amerika Selatan, Angsa Berleher Hitam memiliki leher berwarna hitam sesuai namanya. Kaki angsa umumnya berwarna abu-abu gelap, kecuali dua spesies yang berasal dari Amerika Selatan yang memiliki kaki berwarna merah muda. Warna paruh bervariasi; spesies subartik memiliki paruh berwarna hitam dengan campuran warna kuning. Yang lainnya berwarna merah dan hitam.

Angsa umumnya terdapat di daerah beriklim sedang, jarang terdapat di daerah tropis. Lima spesies terdapat di belahan bumi utara, satu spesies ditemukan di Australia dan Selandia Baru, sisanya tersebar di Amerika Selatan. Angsa tidak terdapat di Asia tropis, Amerika Tengah, bagian utara Amerika Selatan, dan seluruh Afrika.

Bangsa angsa yang telah dibudidayakan adalah chinese geese. Chinese geese merupakan salah satu bangsa angsa yang dapat menyesuaikan diri dengan lingkungan Indonesia (Yuwanta, 1999). Chinese geese berasal dari daerah sekitar Cina, Siberia dan India. Angsa ini dikembangkan dari swan goose (Bartlett, 1995). Angsa jenis ini merupakan angsa jenis sedang berwarna terang, dengan berat antara 8-12lbs (4-6 kg), serta dapat dijadikan sebagai penghasil telur yang baik (Ashton and Ashton, 2005).

Buckland dan Guy (1999) menjelaskan bahwa ada dua varietas angsa chinese, yaitu white chinese geese dan brown chinese geese, namun white chinese geese yang lebih popular. White chinese geese memiliki shank, paruh dan knob yang berwarna orange sedangkan brown chinese geese memiliki shank orange namun paruh dan knobnya berwarna hitam atau hijau sangat tua. Knob dapat dijadikan sebagai identifikasi jenis kelamin ketika usia 6-8 minggu, dan tidak mungkin sebelum itu. Knob pada jantan lebih besar daripada knob pada betina. Chinese geese memiliki bobot yang relatif lebih kecil apabila dibandingkan dengan angsa bangsa lain. Angsa chinese memiliki produksi telur yang tinggi, yaitu mencapai 100 butir telur selama 5 minggu masa bertelur sedangkan bangsa angsa yang lain produksinya hanya mencapai 40-60 butir telur. Telur angsa chinese memiliki bobot yang ringan apabila dibandingkan dengan bangsa angsa yang lain. Bobot telur angsa chinese rata-rata 120 g/butir sedangkan bangsa angsa yang lain bobot telurnya dapat mencapai 140-210 g/butir.II

CIRI FISIK, ANATOMI, DAN MORPHOLOGI2.1 Ciri Fisik, Anatomi dan Morphologi Angsa

Angsa merupakan salah satu jenis unggas yang memiliki beberapa keunggulan, diantaranya adalah pertumbuhannya cepat, memiliki efisiensi pakan yang tinggi dengan konversi pakan yang rendah, serta memiliki daya tahan terhadap penyakit yang tinggi dibandingkan dengan jenis unggas yang lainnya. Selain memiliki kelebihan yang telah dijelaskan di atas, angsa pun memiliki kelemahan yaitu 1) siklus reproduksi yang lambat, 2) reproduksi tergantung pada musim, serta 3) perilaku kawin secara monogami (Yuwanta, 1999). Meskipun angsa termasuk kedalam kelompok unggas, namun perilaku makannya lebih mirip ruminansia daripada unggas. Paruh dan lidahnya memudahkannya untuk merumput (Nowland dan Bolla, 2005).Dilihat dari bentuk luarnya, angsa berada diantara itik dan undan (swan). Setiap jenis unggas memiliki ciri-ciri fisik atau bentuk luar yang berbeda-beda satu sma lain, tetapi secara umum an