andal siap print

Download Andal Siap Print

Post on 15-Jul-2015

1.052 views

Category:

Documents

16 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Kota Cilegon merupakan salah satu kota tersibuk di Propinsi Banten sejak memisahkan diri dari Propinsi Jawa Barat. Tempat pembuangan Akhir (TPA) Bagendung yang terdapat di Kota Cilegon telah beroperasi 15 tahun sejak masih masuk dalam wilayah administrasi Propinsi Jawa Barat. Volume sampah pada saat ini sudah mencapai tiga kali lipat dibandingkan dengan volume sampah 10-15 tahun yang lalu. Hal ini diakibatkan oleh pertambahan jumlah penduduk dan perkembangan pembangunan yang begitu pesat. Pegelolaan sampah di TPA Bagendung hingga saat ini masih menggunakan sistem open dumping konvensional. Dikatakan konvensional karena sampah langsung diurugkan begitu saja tanpa diberi saluran lindi, sehingga air lindi mengalir secara liar. Untuk mencegah pencemaran lingkungan yang lebih parah lagi, PT Kaibo Rasirekayasa sebagai konsultan management and engineering bermaksud melakukan pengembangan terhadap TPA Bagendung yang terletak di Jl. Raya Bagendung Desa Bagendung, Kecamatan Cilegon, Kota Cilegon. Lokasi TPA Bagendung dengan luas lahan 10 Ha inisudah sesuai dengan RTRW (Perda no.15 tahun 2000 tentang RTRW) Kota Cilegon. Lokasi TPA juga dekat dengan Sungai Bagendung, atau sebagian penduduk menyebutnya sebagai Sungai Lengkong, untuk membuang limbah cair dari IPAL TPA. Selain itu, lokasi TPA Bagendung juga sudah dialiri listrik dari PLN. Namun ntuk mendukung aktivitas pekerjaan dan sebagai back up power selain listrik dari PLN juga harus disediakan genset. Berdasarkan peraturan yang ada (Peraturan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor 11 Tahun 2006 tentang Jenis Usaha dan/atau Kegiatan yang Wajib Dilengkapi dengan AMDAL), proyek pengembangan TPA Bagendung pun sudah pasti harus dilengkapi dengan dokumen AMDAL (Analisis Mengenai Dampak Lingkungan). Dalam peraturan tersebut disebutkan bahwa proyek pembangunan TPA sampah dengan sistem sanitary landfill

Analisis Mengenai Dampak Lingkungan

1

termasuk instalasi penunjangnya wajib dilengkapi dengan dokuman AMDAL apabila luas kawasan TPA 10 Ha dengan kapasitas total 10000 ton. Tujuan utama membuat Kerangka Acuan ANDAL yaitu menentukan ruang lingkup main issues lingkungan terpenting dalam kaitannya dengan rencana pembangunan perluasan plaza dan hotel. Penentuan ruang lingkup tersebut untuk menetapkan bahwa studi ANDAL ini dapat terfokus kepada hal-hal yang penting saja, sehingga pelaksanaan penyusunan studi ANDAL dapat berlangsung secara efektif dan efisien. Pada Peraturan Menteri Negara Lingkungan Hidup No.11 Tahun 2006, tentang Jenis Rencana Usaha dan/atau Kegiatan yang Wajib Dilengkapi dengan Analisi Mengenai Dampak Lingkungan disebutkan bahwa dampak potensial dari pembangunan TPA adalah pencemaran gas/udara, resiko kesehtan masyarakat, dan pencemaran dari lindi. 1.2 Tujuan dan Manfaat Seiring dengan pesatnya pembangunan dan pertambahan jumlah penduduk, diperlukan adanya suatu sistem pengelolaan sampah yang baik. Adapun tujuan dan manfaat dilakukannya proyek pengembangan TPA Begendung adalah : Memenuhi kebutuhan akan tempat pembuangan akhir (TPA) sampah yang semakin meningkat seiring dengan bertambahnya timbulan sampah. Memperbaiki sistem pengolahan yang sudah ada menjadi lebih baik. Mencegah pencemaran yang lebih lanjut yang diakibatkan oleh lindi dari sistem pengolahan sampah sebelumnya.

Menghindarkan masyarakat dari dampak negatif berupa bau dan gangguan kesehatan dari sistem pengolahan open dumping konvensional dengan menerapkan sistem pengolahan sampah yang lebih baik.

Analisis Mengenai Dampak Lingkungan

2

1.3 Peraturan Dalam rangka mengatur pengelolaan dan pemanfaatan sumberdaya alam dan lingkungan hidup berdasarkan kebijaksanaan nasional telah dihasilkan undang-undang yang memuat ketentuan-ketentuan pokok yang menjadi landasan bagi pengelolaan sumberdaya alam dan lingkungan tersebut. Pelaksanaan undang-undang lingkungan tersebut dijabarakan melalui Peraturan Pemerintah dan Keputusan Menteri seperti tercantum di bawah ini. Peraturan perundangan yang digunakan untuk melaksanakan studi amdal diantaranya adalah : 1. Undang-undang Nomor 23 Tahun 1997 tentang Ketentuan-ketentuan Pokok Pengelolaan Lingkungan Hidup. 2. Peraturan Pemerintah Nomor 27 Tahun 1999 tentang Analisis Mengenai Dampak Lingkungan. 3. Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor KEP-11/MENLH/3/1994 tentang Jenis Usaha atau Kegiatan yang Wajib Dilengkapi dengan Analisis Mengenai Dampak Lingkungan. 4. Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor KEP-12/MENLH/3/1994 tentang Pedoman Umum Upaya Pengelolaan Lingkungan dan Upaya Pemantauan Lingkungan. 5. Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor 03 Tahun 2000 Tentang Jenis Usaha dan atau Kegiatan Yang Wajib Dilengkapi Analisis Mengenai Dampak Lingkungan 6. Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor 04 Tahun 2000 Tentang Panduan Penyusunan Analisis Mengenai Dampak Lingkungan Kegiatan Pembangunan Permukiman Terpadu 7. Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor 17 Tahun 2001 Tentang Jenis Rencanan Usaha Dan/Atau Kegiatan Yang Wajib Dilengkapi Dengan Analisis Mengenai Dampak Lingkungan Hidup. 8. Undang-undang Nomor 24 Tahun 1992 tentang Penataan Ruang. 9. Instruksi Presiden Nomor 13 Tahun 1976 tentang Pengembangan Kawasan Jakarta, Bogor, Tangerang, Bekasi (JABOTABEK) 10.Peraturan Pemerintah Nomor 22 Tahun 1982 tentang Tata Pengaturan Air. 11.Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 528/Menkes/Per/XII/1982 tentang Kualitas Air Tanah yang berhubungan dengan Kesehatan.

Analisis Mengenai Dampak Lingkungan

3

12.Peraturan Pemerintah Nomor 82 Tahun 2001 tentang Pengelolaan Kualitas Air dan Pengendalian Pencemaran Air. 13.Keputusan Menteri Negara Kependudukan dan Lingkungan Hidup Nomor 03 Tahun 1991 tentang Baku Mutu Limbah Cair Bagi Kegiatan Yang Sudah Beroperasi. 14.Peraturan Pemerintah Nomor 85 Tahun 1999 tentang Perubahan Atas Peraturan Pemerintah Nomor 18 Tahun 1999 tentang Pengelolaan Limbah Berbahaya dan Beracun. 15.Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 1999 tentang Pengendalian Pencemaran Udara. 16.Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor Kep.13/MENLH/3/1995 tentang Baku Mutu Emisi Sumber Tidak Bergerak. 17.Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor KEP-45/MENLH/10/1997 tentang Indeks Standar Pencemar Udara. 18.Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor KEP-48/MENLH/11/1996 tentang Baku Tingkat Kebisingan. 19.Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor KEP-49/MENLH/11/1996 tentang Baku Tingkat Getaran. 20.Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor KEP-50/MENLH/11/1996 tentang Baku Tingkat Kebauan. 21.Undang-undang Nomor 23 Tahun 1992 tentang Kesehatan. 22.Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya. 23.Keputusan Kepala Bapedal Hidup Nomor 56 Tahun 1994 tentang Pedoman Mengenai Ukuran Dampak Penting. 24.Undang-Undang Nomor 10 Tahun 1992 tentang Perkembangan Kependudukan dan Pembangunan Keluarga Sejahtera. 25.Undang-undang Nomor 9 Tahun 1990 tentang Kepariwisataan. 26.Undang-Undang Nomor 14 Tahun 1992 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. 27.Peraturan Pemerintah Nomor 43 Tahun 1993 tentang Prasarana dan Lalu Lintas Jalan.

Analisis Mengenai Dampak Lingkungan

4

BAB II URAIAN RENCANA USAHA ATAU KEGIATAN

2.1. 2.1.1

Identitas Pemrakarsa dan Penyusun Andal Pemrakarsa a. Identitas Pemrakarsa : Nama Pemrakarsa Jenis Usaha Alamat Kantor Penanggung Jawab b. Identitas Proyek: Nama Proyek Jenis Kegiatan Luas Lahan ALamat Proyek Kota Cilegon : TPA : Tempat Pembuangan Sampah : 10 Ha : Desa Bagendung, Kecamatan Cilegon, : Dinas Kebersihan Kota Cilegon : Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sampah : Jl. Kubang Laban No. Bendung Karet Cilegon : Drs. H. A. Nuryaman, MM

2.1.2

Penyusunan Studi AMDAL a. Identitas Penyusun Nama Perusahaan Jenis Usaha b. Penanggung Jawab Nama : : PT. Kaibon Rasirekayasa : Konsultan Management and engineering : : Ir. Tubagus Luay Sofyani (Direktur Utama)

Analisis Mengenai Dampak Lingkungan

5

Alamat Pusat 10230 2.2.

: Jl. KH. Mas Mansur No. 49 Tanah Abang Jakarta

Uraian Rencana Usaha dan Kegiatan

2.2.1 Penentuan Batas-Batas Lahan Yang Langsung Dengan Rencana Kegiatan Rencana lokasi proyek TPA Bagendung seluas 10 Ha terletak di JL.Raya Bagendung Desa Bagendung, Kecamatan Cilegon, Kota Cilegon, dengan batas fisik sebagai berikut : Sebelah Utara : Lahan Kosong, Kampung Sambi Buhut Sebelah Selatan : Lahan Kosong (tegalan), 500 m pemukiman

Kp.Bagendung 2.3 Sebelah Timur: Jalan Aspal , lahan milik penduduk Sebelah Barat : Sungai (Lengkong), Desa Cigedong

Lingkup rencana usaha dan/kegiatan yang akan ditelaah dan alternatif komponen

rencana usaha dan/atau kegiatan 2.3.1 Status dan Lingkup Rencana Usaha dan/atau Kegiatan Pada pelaksanaannya studi AMDAL dilakukan bersamaan dengan studi kelayakan teknik dan ekonomi. Hal ini dilakukan untuk mempersingkat waktu pengerjaan dokumen AMDAL. Lokasi rencana kegiatan di tempat TPA sebelumnya yaitu Jl. Raya Begendung Desa Begendung, Kecamatan Cilegon, Kota Cilegon dengan luas lahan 10 Ha dan dapat dicapai dari jalan Propinsi Kota Cilegon dengan jarak 10 km. Pengelolaan sampah di TPA Bagendung sampai saat ini masih menggunakan sistem open dumping konvensional. Dikatakan konvensional karena sampah langsung diurugkan begitu saja tanpa diberi saluran lindi, sehingga air lindi mengalir secara liar dan mencemari lingkungan sekitarnya, terutama tanah dan air tanah. Pengelolaan sampah semacam ini sering dipilih untuk penenganan akhir sampah karena biayanya murah dan mudah pengoperasiannya. Walaupun sistem ini berpotensi sebagai sumber pencemaran lingkungan seperti bau, pencemaran tanah dan air tanah, pencemaran air

Analisis Mengenai Dampak Lingkungan

6

permukaan, juga akan berpotensi sebagai tempat berkembangbiaknya vektor penyakit menular. Datambah lagi dengan d