analisis pola persebaran promosi fti uksw untuk .berpotongan dengan poligon dan setiap fitur garis

Download Analisis Pola Persebaran Promosi FTI UKSW untuk .berpotongan dengan poligon dan setiap fitur garis

Post on 12-Mar-2019

223 views

Category:

Documents

0 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

Analisis Pola Persebaran Promosi FTI UKSW untuk Menetukan

Lokasi Promosi Terbaik

Artikel Ilmiah

Diajukan kepada

Fakultas Teknologi Informasi

untuk memperoleh gelar Sarjana Sistem Informasi

Peneliti :

Albertha Ekaristi Verares (682013011)

Frederik Samuel Papilaya, S.Kom., M.Cs

Program Studi Sistem Informasi

Fakultas Teknologi Informasi

Universitas Kristen Satya Wacana

Salatiga

2017

1

2

3

4

5

1. Pendahuluan

Dalam perkembangan teknologi yang sangat pesat, kebutuhan akan

layanan penyedia informasi sangat penting. Banyak kegiatan didalam

bidang pendidikan mulai memanfaatkan teknologi komputer, salah satunya

dalam hal promosi. Promosi merupakan salah satu bagian dari rangkaian

kegiatan pemasaran suatu barang atau jasa. Promosi adalah suatu kegiatan

bidang marketing yang merupakan komunikasi yang dilaksanakan

perusahaan kepada konsumen yang berisi pemberitaan sehingga dapat

mempengaruhi konsumen untuk mengguanakan barang atau jasa yang

ditawarkan.

Dalam melakukan promosi, perlu melihat faktor-faktor yang menjadi

bagian penting bagi organisasi misalnya, pemilihan lokasi promosi dengan

melihat faktor biaya, jarak, dan minat dari konsumen. Faktor-faktor

tersebut perlu diolah sehingga menghasilkan suatu penyajian informasi

yang dapat dijadikan rekomendasi untuk melakukan promosi berikutnya.

Salah satu cara dalam penyajian informasi yaitu dalam bentuk visualisasi

data yang berhubungan dengan kondisi geografis atau wilayah. Maka dari

itu perencanaan spasial yang tepat sangat penting dalam menentukan

lokasi promosi, yaitu dengan penerapan Sistem Informasi Geografis (SIG).

Menurut hasil wawancara dengan staf biro promosi FTI dan staf

promosi UKSW, sistem penentuan lokasi promosi yang saat ini dilakukan

oleh FTI UKSW masih secara acak yaitu langsung memilih daerah yang

akan dituju tanpa adanya pembandingan data dari daerah-daerah lain,

sehingga penentuan lokasi promosi menjadi kurang maksimal, misalnya

mengenai biaya promosi yang tidak sebanding dengan mahasiswa yang

masuk ke FTI. Sedangkan promosi itu sendiri merupakan hal yang penting

bagi keberlangsungan suatu organisasi.

Berdasarkan dari latar belakang yang ada maka dirumuskan masalah

bagaimana menentukan lokasi promosi terbaik. Sehingga analisis ini

bertujuan memberi pilihan lokasi promosi terbaik yang akan dilakukan

oleh biro promosi FTI UKSW.

2. Kajian Pustaka

Pada penelitian sebelumnya dengan judul "Pengaruh Sebaran Lokasi

Minimarket terhadap Jangkauan Pelayanan Pasar Tradisional di Kecamatan

Banyumanik", penelitian tersebut menggunakan analisis tetangga terdekat

sehingga dapat melihat pola persebaran antara minimarket dengan pasar

tradisional yang berdampak dengan ketertarikan konsumen dalam memilih

fasilitas. Dengan hasil penelitian tersebut disimpulkan bahwa pola sebaran

minimarket bersifat mengelompok / cluster, sedangkan pola sebaran pasar

tradisional memiliki pola acak dengan kategori pola menyebar / dispered.

Karakteristik yang terdapat pada minimarket dan pasar tradisional adalah

berbeda yang dipengaruhi oleh keberadaan lokasi, sifat kedekatan antar lokasi,

jenis komoditi yang tersedia sehingga menjadi tarikan bagi konsumen serta

adanya perbedaam atas alasan konsumen didalam memilih suatu fasilitas [1].

6

Pada penelitian yang lainnya dengan judul "Sistem Informasi Geografis

untuk Analisis Persebaran Pelayanan Kesehatan di Kota Bengkulu", penelitian

tersebut melihat persebaran pelayanan kesehatan dengan analisis tetangga

terdekat sehingga dapat diketahui tingkatan pelayanan kesehatannya sudah

tercukupi atau belum. Dalam penelitian tersebut disimpulkan bahwa pola

persebaran pelayanan kesehatan di Kota Bengkulu yaitu pola tersebar merata

(dispersed / pattern / uniform) dengan nilai indeks persebaran (T) adalah 1,74.

Berdasarkan hasil analisis kecukupan sarana pelayanan kesehatan dinyatakan

bahwa Kota Bengkulu hanya membutuhkan sekitar 15 saran pelayanan

kesehatan, sedangkan sarana pelayanan kesehatan yang dimiliki saat ini adalah

32 (sarana pelayanan kesehatan lebih dari cukup) [2].

Penelitian ini digunakan untuk melihat persebaran lokasi promosi yang

kemudian akan dijadikan sebagai alternatif lokasi untuk kegiatan promosi FTI

berikutnya. Dalam penelitian ini menggunakan metode nearest neighbor untuk

melihat pola persebaran lokasi. Pada penelitian ini, penentuan lokasi promosi

tidak hanya dilihat dari jumlah mahasiswa yang mendaftar ulang, tetapi juga

melihat lokasi promosi sebelumnya, jadi pihak biro promosi dapat mengetahui

efektifitas promosi di suatu daerah yang dapat dijadikan pertimbangan untuk

kegiatan promosi berikutnya.

Analisis Overlay (Overlay Analysis). Analisis overlay adalah sekelompok

metodologi yang diterapkan pada pemilihan lokasi atau pemodelan kesesuaian

yang optimal. Ini adalah teknik untuk menerapkan skala nilai yang sama ke

input yang beragam dan berbeda untuk menciptakan analisis terpadu [3]. Pada

ilustrasi di bawah ini, jalan logging (garis) dan jenis vegetasi (poligon) dilapisi

untuk membuat kelas fitur baris baru. Garis telah terpecah di mana mereka

berpotongan dengan poligon dan setiap fitur garis telah diberi atribut dari

kedua lapisan asli. Garis diperlihatkan dilambangkan dengan tipe vegetasi

yang telah terkait dengannya. Anda dapat menggunakan analisis overlay untuk

menggabungkan karakteristik beberapa dataset menjadi satu. Kemudian dapat

menemukan lokasi atau area tertentu yang memiliki seperangkat nilai atribut

tertentu sesuai dengan kriteria yang ditentukan. Pendekatan ini sering

digunakan untuk menemukan lokasi yang sesuai untuk pengunaan tertentu

atau rentan terhadap beberapa risiko [4].

Gambar 1. Overlay Analysis Summary [4].

7

Analisis Statistik (Statistical Analysis). Analisis statistik dapat digunakan

untuk membuat peta yang dapat dianalisis secara visual. Analisis Statistik

membantu anda untuk mengolah informasi tambahan dari data GIS yang

mungkin tidak begitu jelas hanya dengan melihat peta - informasi seperti

bagaimana nilai atribut didistribusikan, kencenderungan spasial dalam data,

menganalisis apakah fitur berupa pola spasial. Analisis statistik sering

digunakan untuk mengeksplorasi data misalnya, untuk memeriksa distribusi

nilai untuk atribut tertentu atau melihat outlier (nilai ekstrim tinggi atau

rendah). Informasi ini berguna saat menentukan kelas dan rentang pada peta,

saat mengklasifikasi ulang data, atau saat mencari kesalahan data. Pada contoh

dibawah ini, statistik telah dihitung untuk pendistribusian lansia melalui

saluran sensus di wilayah ini (persentase usia 65 dan lebih pada setiap

saluran), termasuk mean dan standar deviasi, serta histogram yang

menunjukkan distribusi nilai. Sebagian besar traktat memiliki persentase yang

sangat tinggi [5].

Gambar 2. Statistical Analysis Summary [5].

Analisis Tetangga Terdekat (Nearest Neighbor Analysis). Analisis

tetangga terdekat merupakan salah satu analisis yang digunakan untuk

menjelaskan tentang pola persebaran dari titik-titik lokasi dengan

menggunakan perhitungan yang mempertimpangkan jarak, jumlah titik lokasi

dan luas wilayah. Analisis tetangga terdekat menggembalikan 5 nilai, yaitu

jarak rata-rata yang diamati, jarak rata-rata yang diharapkan, indeks tetangga

terdekat, nilai Z dan nilai P. Analisis ini memliki hasil akhir berupa indeks

dengan hasil antara 0-2,15. Nilai 0 akan menunjukkan bahwa pola

kecenderungan yang dihasilkan memiliki tipe mengelompok (cluster). Nilai

2,15 akan menunjukkan bahwa pola kecenderungan yang dihasilkan memiliki

tipe menyebar (dispersed), sedangkan jika berada ditengah-tengah akan

menunjukkan pola yang memiliki tipe acak (random) [6].

8

Gambar 3. Average Nearest Neighbor Analysis Summary [6].

Tool ini mengukur jarak antara masing-masing centroid fitur dan lokasi

centroid tetangganya yang terdekat. Itu semua jarak rata-rata tetangga

terdekat. Jika jarak rata-rata kurang dari rata-rata untuk distribusi acak

hipotesis, distribusi fitur yang dianalisis dianggap berkerumun. Jika jarak rata-

rata lebih besar daripada distribusi acak hipotesis, fitur dianggap tersebar.

Rata-rata rasio tetangga terdekat dihitung sebagai jarak rata-rata yang diamati

dibagi dengan jarak rata-rata yang diharapkan (dengan jarak rata-rata yang

diperkirakan berdasarkan distribusi acak hipotesis dengan jumlah fitur yang

sama yang mencakup area total yang sama) [6].

9

Buffer Analysis. Analisis ini berfungsi untuk membuat poligon penyangga

disekitar fitur input ke jarak tertentu [7].

Gambar 4. Buffer Analysis Summary [7].

3. Metode Penelitian

Penelitian ini dilakukan di Biro Promosi FTI UKSW. Tahapan penelitian

yang digunakan dalam penelitian ini adalah 1) identifikasi masalah, 2)

pengumpulan data melalui metode wawancara, 3) pengolahan data, 4) analisa

data,