analisis penilaian ktsp dan k13

Download Analisis Penilaian Ktsp Dan k13

Post on 08-Jan-2016

585 views

Category:

Documents

62 download

Embed Size (px)

DESCRIPTION

analisis perbedaan kurikulum

TRANSCRIPT

TUGAS

ANALISIS PENILAIAN KTSP DENGAN KURIKULUM 2013

Disusun untuk memenuhi salah satu tugas individu dalamMata Kuliah: Assesmen Pembelajaran Pendidikan DasarDosen Pembina : Dr. Nurhikmah, S.Pd., M.Si.

O L E H

DIAN EKAWATI AMIR14B14033DIKDAS A

PROGRAM PASCASARJANAUNIVERSITAS NEGERI MAKASSAR2015

ANALISIS SISTEM PERBEDAAN PENILAIAN KTSP DENGAN KURIKULUM 2013

Perbedaan mendasar K13 dari KBK dan KTSP juga diklaim berdasarkan pengembangan kompetensi yang sebelumnya berbasis mata pelajaran menjadi didasarkan pada Kurikulum Inti (KI). Ditekankannya pendekatan scientific diklaim sebagai ciri khas K13, padahal perubahan sebenarnya hanya dari segi istilah dan langkah-langkah teknisnya saja. Hal ini dikarenakan KBK (Kurikulum Berbasis Kompetensi) dan KTSP (Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan) sejak awal menekankan pendekatan inquiry, yang pada hakekatnya tidak berbedasecara signifikan dari pendekatan scientific. Melalui proses inquiry siswa melakukan proses pembelajaran berdasarkan pengamatan, pengalaman, diskusi, yang bermuara pada penyimpulan, yang tahapannya persis sama dengan pendekatan yang diistilahkan dengan pendekatan scientific.Metode pembelajaran K13 dicontohkan seolah berbeda dari KBK dan KTSP, di mana proses pembelajaran tidak dilakukan dengan berbasis guru, melainkan melalui pendekatan yang disebut scientific tersebut. Padahal dalam praktiknya, seluruh metode pembelajaran yang selama ini dituntut digunakan dalam KBK dan KTSP tetap digunakan dalam K13. Metode pembelajaran K13 sama sekali tidak berbeda dari kurikulum sebelumnya.Perbedaan paling jelas dari K13 dari KBK dan KTSP adalah pada digunakannya pendekatan tematik. Kalau ada bagian yang dipandang berbeda mungkin di sinilah letak perbedaan K13 dari KBK dan KTSP. Di jenjang sekolah dasar, pembelajaran tematik K13 diberlakukan pada seluruh tingkatan kelas, sementara sebelumnya hanya diterapkan di kelas bawah (kelas 1-3). Hanya saja,berdasarkan buku-buku yang diterbitkan oleh pemerintah,struktur materi pelajaran (sub tema) mulai kelas IV ke atas tidak lebih dari kliping materi pelajaran yang berlaku dalam KBK dan KTSP, sekedar untuk menyamarkan mata pelajaran ke dalam tema-tema yang telah ditentukan. Dengan kata lain, substansi pembelajaran pada K13 sebenarnya tidak berbeda dari sebelumnya, sebab yang berbeda hanya dalam penempatannya.Penilaian dalam pendekatanscientificyang sebelumnya menggunakan penilaian autentik diubah menjadi penilaian berdasarkan beberapa Kompetensi, yaitu K1, K2, K3 dan K4. Substansi penilaian tersebut pada prinsipnya tidak berbeda, alias sama dengan KBK dan KTSP.Penilaian dengan menggunakan rubrik penilaiansudah ditekankan dalam KBK dan KTSP, sekalipun karena berbagai kerumitan yang dihadapi dalam praktik, akhirnya disederhakan dengan berbagai varian. Penilaian dalamK13 justrutidak konsisten, sebab setiap kompetensi (K1-K4) belum tentu relevan dengan semua tema yang dipelajari.A. SISTEM PENILAIAN KTSPKurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) ini disusun untuk menjalankan amanah yang tercantum dalam Undang-undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional dan Peraturan Pemerintahan Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan.Secara umum, penilaian adalah proses sistematis pengumpulan informasi (angka, deskripsi verbal), analisis, dan interpretasi informasi untuk memberikan keputusan terhadap kadar hasil kerja. Penilaian yang diterapkan dalam KTSP adalah Penilaian Berbasis Kelas (PBK). PBK memiliki pengertian penilaian sebagai assessment, yaitu kegiatan yang dilakukan untuk memperoleh dan mengefektifkan informasi tentang hasil belajar siswa pada tingkat kelas selama dan setelah kegiatan belajar mengajar. Data/informasi dari PBK merupakan salah satu bukti yang dapat digunakan untuk mengukur keberhasilan suatu program pendidikan. Penilaian hasil belajar peserta didik harus memperhatikan prinsip-prinsip sebagai berikut:1. Sahih (valid), yakni penilaian didasarkan pada data yang mencerminkan kemampuan yang diukur;2. Objektif, yakni penilaian didasarkan pada prosedur dan kriteria yang jelas, tidak dipengaruhi subjektivitas penilai;3. Adil, yakni penilaian tidak menguntungkan atau merugikan peserta didik, dan tidak membedakan latar belakang sosial-ekonomi, budaya, agama, bahasa, suku bangsa, dan jender;4. Terpadu, yakni penilaian merupakan komponen yang tidak terpisahkan dari kegiatan pembelajaran;5. Terbuka, yakni prosedur penilaian, kriteria penilaian, dan dasar pengambilan keputusan dapat diketahui oleh pihak yang berkepentingan;6. Menyeluruh dan berkesinambungan, yakni penilaian mencakup semua aspek kompetensi dengan menggunakan berbagai teknik yang sesuai, untuk memantau perkembangan kemampuan peserta didik;7. Sistematis, yakni penilaian dilakukan secara berencana dan bertahap dengan mengikuti langkah-langkah yang baku;8. Menggunakan acuan kriteria, yakni penilaian didasarkan pada ukuran pencapaian kompetensi yang ditetapkan;9. Akuntabel, yakni penilaian dapat dipertanggungjawabkan, baik dari segi teknik, prosedur, maupun hasilnya.

Ragam Penilaian Kelas1. Tes TertulisTes tertulis merupakan tes dalam bentuk bahan tulisan (baik soal maupun jawabannya). Dalam menjawab soal siswa tidak selalu harus merespon dalam bentuk menulis kalimat jawaban tetapi dapat juga dalam bentuk mewarnai, memberi tanda, menggambar grafik, diagram dan sebagainya.Bentuk instrumen tes dan penskorannya Obyektif :a) Pilihan gandab) Benar Salahc) Menjodohkand) Isian singkatNon Obyektif (Subyektif): a) Jawaban singkat atau isian singkatb) Uraian obyektif (Esai berstruktur)c) Uraian bebas (Esai bebas)Bentuk instrumen ini dapat dipakai untuk mengukur kompetensi siswa dalam semua tingkat ranah kognitif. Kaidah penulisan instrumen bentuk uraian bebas adalah : (a) gunakan kata-kata seperti mengapa, uraikan, jelaskan, bandingkan, tafsirkan, hitunglah dan buktikan; (b) hindari penggunaan pertanyaan seperti siapa, apa, kapan, dan lain-lain. d) Pertanyaan lisan2. Penilaian Kinerja (Performance Asessment)Performance Asessment merupakan penilaian dengan berbagai macam tugas dan situasi dimana peserta tes diminta untuk mendemonstrasikan pemahaman dan pengaplikasian pengetahuan yang mendalam, serta keterampilan di dalam berbagai macam konteks.Contoh-contoh alat penilaian kinerja : permainan, drama, demonstrasi, olahraga, bermain musik, bernyanyi, pantomim, berdoa, membaca puisi, berpidato, diskusi, wawancara, debat, bercerita, menari, kerajinan tangan, pesawat sederhana, simpul tali-temali, dan sebagainya.

Contoh Tugas Penilaian KerjaForm Penilaian Pembacaan CeritaNama Siswa :Tema cerita :Petunjuk : Tuliskan centang di belakang huruf di mana kemampuan siswa teramati pada waktu bercerita.NoEkspresi1234

1Fisik (Physical Expression) Berdiri tegak melihat pada penonton Mengubah ekspresi wajah sesuai dengan perubahan pernyataan yang disajikan

2Suara (vocal expression) Berbicara dengan kata-kata yang jelas Nada suaranya berubah-ubah sesuai dengan pernyataan yang disajikan Berbicara cukup keras untuk didengar oleh penonton

3Verbal (Vercal expression) Memilih kata-kata yang tepat untuk menegaskan arti Tidak mengulang-ulang pernyataan Menggunakan kalimat yang lengkap untuk mengutarakan suatu pikiran Menyimpulkan pokok-pokok pikiran yang penting

3. Penilaian PortofolioPortofolio merupakan kumpulan atas berkas pilihan yang dapat memberikan informasi bagi suatu penilaian.Tujuan portofolio :a) Menghargai perkembangan yang dialami siswab) Mendokumentasikan proses pembelajaran yang berlangsungc) Memberi perhatian pada prestasi kerja siswa yang terbaik. Contoh alat penilaian portofolio : puisi, karangan, gambar/tulisan, peta/denah, makalah, laporan observasi, sinopsis, naskah pidato, naskah drama, kartu ucapan, surat, teks lagu, resep masakan, dan sebagainya.Contoh Tugas Penilaian Portofolio (membuat makalah)Nama siswa : ...............Tanggal: ...............NoAspek yang dinilaiSkor (10 20)

1Latar belakang masalah/pendahuluan

2Kajian pustaka

3Ketajaman pembahasan/analisis

4Penyimpulan/penutup

5Tata tulis dan bahasa

Skor total (maksimal 100)

4. Penilaian ProyekYang dimaksud proyek adalah tugas yang harus diselesaikan dalam periode / waktu tertentu. Tugas tersebut berupa suatu investigasi sejak dari pengumpulan, pengorganisasian, pengevaluasian, hingga penyajian data. Hasil belajar dapat dinilai ketika siswa sedang melakukan proyek, misalnya pada saat : a) Merencanakan dan mengorganisasikan investigasib) Bekerja dalam timc) Arahan diriContoh Tugas Penilain Proyek Materi : Koperasi Sekolah, cara pengelolaan dan dampaknya bagi sekolahPerancangan Kegiatan : a) Observasi ke beberapa koperasi sekolah b) Wawancara dengan beberapa ahli dari bidang perkoperasian, pengelola koperasi, dan anggota koperasi.c) Pembuatan laporan/makalah dari kegiatan observasi. Format dibuat oleh guru dan dapat juga dikembangkan oleh siswa.d) Mengadakan diskusi di dalam kelas yang dimoderatori oleh guru tentang makalah yang telah disusun berdasarkan hasil observasi tersebut.Penilaian dilakukan terhadap : a) Keaktifan pada saat kegiatan wawancarab) Makalah yang dibuatc) Aktivitas dalam diskusi5. Penilaian Hasil Kerja (Product Asessment)Penilaian hasil kerja siswa merupakan penilaian terhadap keterampilan siswa dalam membuat suatu produk benda tertentu dan kualitas produk tersebut. Terdapat dua tahapan penilaian yaitu : pertama, penilaian tentang pemilihan dan cara penggunaan alat serta prosedur kerja siswa. Kedua, penilaian tentang kualitas teknik maupun estetika hasil karya / kerja siswa.Hasil kerja dapat berupa produk kerja siswa yang bisa saja terbuat dari kain, kertas, metal, kayu, plastik, keramik, dan hasil karya seni seperti lukisan, gambar, dan patung. Hasil kerja yang berupa aransemen musik, koreografi, karya sastra tidak termasuk hasil kerja yang dimaksud disini.Contoh Tugas Penilaian ProdukTugas : Buatlah rancangan model benda yang menggunakan roda!Ketentuan:a) Gambar rancangan model!b) Bahan untuk model tertulis dalam rancangan!c) Tentukan spesifikasi bahan untuk model!Contoh penskoran tugas penilaian produk:NoKriteriaSkor

1Ada gambar rancangan modelB C K

2Bahan tertulis dalam modelB C K

3Spesifikasi bahan tertulisB C K

4Unsur estetikaB C K

Kriteria penskoranB = gambar proporsional, bahan tertulis lengkap, spesifikasi bahan jelasC = gambar kurang proporsinal, bahan tertulis kurang lengkap, spesifikasi bahan kurang jelas.K = gambar tidak proporsional, bahan tertulis tidak lengkap, spesifikasi bahan tidak jelas.6. Penilaian sikapPenilaian sikap merupakan penilaian terhadap perilaku dan keyakinan siswa terhadap suatu obyek, fenomena/masalah.Secara umum, penilaian sikap dalam berbagai mata pelajaran dapat dilakukan berkaitan dengan berbagai obyek sikap sebagai berikut :a) Sikap terhadap mata pelajaranb) Sikap guru terhadap mata pelajaranc) Sikap terhadap proses pembelajaran, dan lain-lain. Penilaian ini dapat dilakukan dengan beberapa cara, antara lain:a) Observasi perilaku, misalnya tentang kerja sama, inisiatif, perhatian.b) Pertanyaan langsung, misalnya tanggapan terhadap tata tertib sekolah yang baruc) Laporan pribadi, misalnya menulis tentang tawuran antar pelajarContoh Penilaian SikapNoPernyataanPilihan Sikap

SSSNTSSTS

1Kegiatan pentas seni drama perlu diadakan di sekolah

2Kepala sekolah dan guru hendaknya ikut aktif dalam apresiasi terhadap sastra khusunya drama

3Pementasan drama tidak mendukung untuk menumbuhkan kreativitas siswa.

7. Penilaian Diri (Self Assessment)Penilaian diri di tingkat kelas (PDK) atau Classroom Self Assessment (CSA) adalah penilaian yang dilakukan sendiri oleh guru atau siswa yang bersangkutan untuk kepentingan pengelolaan kegiatan belajar mengajar (KBM) di tingkat kelas. Penerapan konsep PDK adalah sejalan dengan penerapan Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK) yang menerapkan penilaian berbasis kelas atau Classroom Based Assessment. Hasil PDK merupakan masukan bagi guru di kelas dan bagi pimpinan sekolah untuk meningkatkan kinerja semua staf dan guru-guru di sekolah di masa datang.Contoh Penilaian DiriFormat Penilaian Diri Siswa dalam Mata Pelajaran Bahasa IndonesiaNama Siswa : Hari : .1) Terhadap pelajaran Bahasa Indonesia, saya .2) Tujuan mempelajari atau memahami Bahasa Indonesia adalah .3) Menurut saya, Bahasa Indonesia merupakan mata pelajaran yang .4) Semester ini, pokok bahasan yang paling saya sukai dari Bahasa Indonesia adalah ..

Berikut contoh Format penilaian kurikulum KTSP 2006DAFTAR NILAI HARIAN

MATA PELAJARAN:

KELAS /SEMESTER: I A

NONAMAULANGAN HARIANRTTUGAS/PORTOFOLIORTUL TENGAH SMSTRTUL AKHIR SMSTRTNR

TULISRTLISANRTPRAKTEK/PERBUATANRT

12345123451234512345TPTP

1AINURRAFIQAH

2ANDI TENRI AJENG

3AISYAH

4CINTARA FIRDAUS

5MUTIAH

6WIDIANTI

7AHMAD NURDIYANTO

8AL-FIEKRAH

9RIZAL

10RISWALDI

Bajoe, 12 April 2015Mengetahui,Kepala SekolahGuru Kelas

__________________________________Analisis Sistem Penilaian KTSP

Penilaian dalam KTSP harus dirancang untuk dapat mengukur dan memberikan informasi mengenai pencapaian kompetensi peserta didik yang diperoleh melalui kegiatan tatap muka, penugasan terstruktur, dan kegiatan mandiri tidak terstruktur.Penilaian dalam KTSP adalah penilaian berbasis kompetensi, yaitu bagian dari kegiatan pembelajaran yang dilakukan untuk mengetahui pencapaian kompetensi peserta didik yang meliputi pengetahuan, keterampilan, dan sikap. Penilaian dilakukan selama proses pembelajaran dan/atau pada akhir pembelajaran. Fokus penilaian pendidikan adalah keberhasilan belajar peserta didik dalam mencapai standar kompetensi yang ditentukan. Pada tingkat mata pelajaran, kompetensi yang harus dicapai berupa Standar Kompetensi (SK) mata pelajaran yang selanjutnya dijabarkan dalam Kompetensi Dasar (KD).Penilaian dilakukan secara menyeluruh yaitu mencakup semua aspek kompetensi yang meliputi kemampuan kognitif, psikomotorik, dan afektif. Namun pada KTSP lebih bertitik tolok pada aspek kognitif, tetapi bukan berarti mengabaikan aspek afektif dan psikomotor peserta didik. Dalam artian penilaian KTSP dominan pada aspek kognitif. Model format penilaian pada KTSP juga menyatukan antara kognitif, afektif dan psikomotor sehingga guru dengan mudah merangkum semua nili dari setiap peserta didik. Sistem penilaian dalam KTSP ini dominan berdasarkan pada hasil. Penilaian proses hanya berlaku saat pengamatan guru terhadap sikap yang diaplikasikan oleh peserta didik. Penilaian dalam KTSP menggunakan acuan kriteria. Maksudnya, hasil yang dicapai peserta didik dibandingkan dengan kriteria atau standar yang ditetapkan. Apabila peserta didik telah mencapai standar kompetensi yang ditetapkan, ia dinyatakan lulus pada mata pelajaran tertentu. Apabila peserta didik belum mencapai standar, ia harus mengikuti program remedial/perbaikan sehingga mencapai kompetensi minimal yang ditetapkan.Penilaian yang dilakukan harus memiliki asas keadilan yang tinggi. Maksudnya, peserta didik diperlakukan sama sehingga tidak merugikan salah satu atau sekelompok peserta didik yang dinilai. Selain itu, penilaian tidak membedakan latar belakang sosial-ekonomi, budaya, bahasa, jender, dan agama. Penilaian juga merupakan bagian dari proses pendidikan yang dapat memacu dan memotivasi peserta didik untuk lebih berprestasi meraih tingkat yang setinggi-tingginya sesuai dengan kemampuannya.

B. SISTEM PENILAIAN KURIKULUM 2013Pemberlakukan kurikulum 2013 sudah barang tentu sebagai sarana untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional. UU Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional pada Pasal 1 Butir (1),dinyatakan bahwa Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajardan proses pembelajaran agar siswa secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri,kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, dan keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa, dan negara. Deskripsi pada Pasal 1 Butir (1) secara eksplisit sudah nampak dalam kurikulum 2013, yakni pada Kompetensi Inti Satu (KI 1) yang berkaitan dengan sikap spiritual, Kompetensi Inti Dua (KI 2) berkaiatan sengan sikap sosial, Kompetensi Inti Tiga (KI 3) tentang pengetahuan, dan Kompetensi Inti Empat (KI 4) berdimensi keterampilan.Adapun prinsip penilaian dalam peraturan baru (Pemendiknas No 66 tahun 2013) tersebut sebagai berikut:1. Objektif, berarti penilaian berbasis pada standar dan tidak dipengaruhi faktor subjektivitas penilai.2. Terpadu, berarti penilaian oleh pendidik dilakukan secara terencana, menyatu dengan kegiatan pembelajaran, dan berkesinambungan.3. Ekonomis, berarti penilaian yang efisien dan efektif dalam perencanaan, pelaksanaan, dan pelaporannya.4. Transparan, berarti prosedur penilaian, kriteria penilaian, dan dasar pengambilan keputusan dapat diakses oleh semua pihak.5. Akuntabel, berarti penilaian dapat dipertanggungjawabkan kepada pihak internal sekolah maupun eksternal untuk aspek teknik, prosedur, dan hasilnya.6. Edukatif, berarti mendidik dan memotivasi peserta didik dan guru.Kurikulum 2013 menekankan pada pembelajaran berbasis aktivitas sehingga penilaiannya lebih menekankan pada penilaian proses, baik pada aspek sikap, pengetahuan, maupun keterampilan. Dengan demikian, hal-hal yang perlu diperhatikan dalam merancang penilaian adalah sebagai berikut:1. Penilaian diarahkan untuk mengukur pencapaian KD-KDpada KI-3 dan KI-4.2. Penilaian menggunakan acuan kriteria; yaitu berdasarkan hal-hal yang dapat dilakukan peserta didik setelah mengikuti proses pembelajaran, dan bukan untuk menentukan posisi seseorang terhadap kelompoknya.3. Sistem penilaian yang direncanakan adalah sistem penilaian yang berkelanjutan. Artinya semua indikator ditagih, kemudian hasilnya dianalisis untuk menentukan KD yang telah dikuasai dan yang belum, serta untuk mengetahui kesulitan peserta didik.4. Hasil penilaian dianalisis untuk menentukan tindak lanjut, berupa perbaikan proses pembelajaran berikutnya, program remedial bagi peserta didik yang pencapaian kompetensinya di bawah ketuntasan, dan program pengayaan bagi peserta didik yang telah memenuhi ketuntasan.5. Sistem penilaian harus disesuaikan dengan pengalaman belajar yang ditempuh dalam proses pembelajaran. Misalnya, jika pembelajaran menggunakan pendekatan tugas observasi lapangan maka evaluasi harus diberikan baik pada proses, misalnya teknik wawancara, maupun produk berupa hasil observasi lapangan.Terdapat empat aspek yang menjadi fokus dalam rencana implementasi dan keterlaksanaan kurikulum 2013 antara lain:1. Kompetensi guru dalam pemahaman substansi bahan ajar, yang menyangkut metodologi pembelajaran, yang nilainya pada pelaksanaan uji kompetensi guru (UKG) baru mencapai rata-rata 44,46.2. Kompetensi akademik di mana guru harus menguasai metode penyampaian ilmu pengetahuan kepada siswa.3. Kompetensi sosial yang harus dimiliki guru agar tidak bertindak asosial kepada siswa dan teman sejawat lainnya.4. Kompetensi manajerial atau kepemimpinan karena guru sebagi seorang yang akan digugu dan ditiru siswa.Kurikulum 2013 sebagai hasil dari penjabaran Permendikbud No. 65 Tahun 2013 tentang Standar Proses Pendidikan Dasar dan Menengah yang mengisyaratkan mengisyaratkan tentang perlunya proses pembelajaran yang dipandu dengan kaidah-kaidah pendekatan saintifik atau ilmiah. Penerapan pendekatan saintifik/ilmiah dalam pembelajaran menuntut adanya perubahan setting dan bentuk pembelajaran tersendiri yang berbeda dengan pembelajaran konvensional. Hal ini sesuai dengan beberapa metode pembelajaran yang dipandang sejalan dengan prinsip-prinsip pendekatan saintifik/ilmiah, antara lain metode: (1) Problem Based Learning;(2) Project Based Learning; (3) Inkuiri/Inkuiri Sosial dan (4) Group Investigation.

Model Penilaian Otentik pada Kurikulum 2013 Sebagaimana diketeahui bahwa penilaian pada kurikulum KTSP berbeda dengan kurikulum 2013. Dalam kurikulum 2013, penilaian dilakukan secara komperehensif untuk menilai dari masukan (input), proses, dan keluaran (output) pembelajaran meliputi: ranah sikap, pengetahuan dan keterampilan (bdk. Lampiran Permendikbud No. 66 tahun 2013).Penilaian otentik menilai kesiapan peserta didik serta proses dan hasil belajar secara utuh. Dalam penilaian otentik setiap pendidik mengetahui perkembangan siswa dalam setiap proses kegiatan belajar mengajar di kelas. Setiap komponen yang ada di kelas termasuk antar siswa ikut terlibat dalam penilaian otentik ini. pada kurikulum sebelumnya penilaian menggunakan skala 0 hingga 100, sedangkan aspek afektif menggunakan huruf A, B, C, dan D.Pada kurikulum 2013 skala nila tidak lagi 0 100, melainkan 14 untuk aspek kognitif dan psikomotor, sedangkan untuk aspek afektif menggunakan SB = Sangat Baik, B= Baik, C = Cukup, K = Kurang. Skala nilai 1 4 dengan ketentuan kelipatan 0,33. Diantara aspek penilaian pada kurikulum 2013 adalah penilaian sikap, penilaian knowlidge dan penilaianskill.1. Penilaian Sikap

Contoh Format Penilaian Kurikulum 20131. Penilaian Sikap

NoNamaPercaya DiriSantunBekerja Sama

BTMTMBSMBTMTMBSMBTMTMBSM

1AINURRAFIQAH

2ANDI TENRI AJENG

3AISYAH

4CINTARA FIRDAUS

5MUTIAH

6WIDIANTI

7AHMAD NURDIYANTO

8AL-FIEKRAH

9RIZAL

10RISWALDI

Ket : BT : Belum TerlihatMB : Mulai BerkembangMT : Mulai TerlihatSM : Sudah Membudayaa. Percaya Diri BT : Jika siswa belum berani tampil melakukan kegiatan yang diminta oleh guru MT : Jika siswa sudah berani melakukan kegiatan yang diminta guru namun masih terlihat malu malu MB : Jika siswa sudah melakukan kegiatan yang diminta guru dan berani berbicara di depan kelas SM : Jika siswa berani menjawab pertanyaan yang diajukan guru, tanpa harus disebut namanyab. Disiplin (sesuaikan dengan KD 3 dan 4) BT : Jika siswa masih sering terlambat masuk kelas dan mengumpulkan tugas MT : Jika siswa tidak terlambat masuk kelas namun masih sering terlambat mengumpulkan tugas MB : Jika siswa masuk kelas dan menyelesaikan tugas tepat waktu SM : Jika siswa sudah masuk kelas dan segera menyiapkan segala perlengkapan belajarnya tanpa menunggu instruksi dari guru

c. Bekerja Sama BT:Jika siswa belum mau bekerja dengan teman kelasnya MT:Siswa mau bekerja sama, tetapi hanya dengan teman sebangkunya MB:siswa mau bekerja sama, tetapi hanya dengan teman sama dengan kemampuan dan jenis kelaminnya SM:siswa mau bekerja sama dengan semua temannya tanpa melihat lagi tingkat kemampuan dan jenis kelaminnya (heterogen)

2. Penilaian Pengetahuan ( Tes Tertulis )Lingkarilah huruf ( B ) Benar / ( S ) Salah, cara yang baik menyambut ayah/ibu pulang kerjaNo GambarNama KegiatanPilihan jawaban

1MEMBAWAKAN SEPATU AYAHBS

2MARAH KARENA AYAH PULANG TELATBS

3MEMBAWAKAN TAS IBUBS

4BERTENGKAR DENGAN ADIKBS

5MENYAMBUT AYAH DENGAN RIANGBS

Rubrik PenilaianNoKRITERIASKORSKOR MAKSIMAL

1Menjawab dengan jawaban benar22

Menjawab dengan jawaban salah1

Tidak menjawab sama sekali0

2Menjawab dengan jawaban benar22

Menjawab dengan jawaban salah1

Tidak menjawab sama sekali0

3Menjawab dengan jawaban benar22

Menjawab dengan jawaban salah1

Tidak menjawab sama sekali0

4Menjawab dengan jawaban benar22

Menjawab dengan jawaban salah1

Tidak menjawab sama sekali0

5Menjawab dengan jawaban benar22

Menjawab dengan jawaban salah1

Tidak menjawab sama sekali0

Jumlah skor yang di peroleh10

Penilaian :

3. Penilaian Keterampilan

Hasil pengamatan kegiatan bermain peranNoNama Siswa123

TBTTBTTBT

1AINURRAFIQAH

2ANDI TENRI AJENG

3AISYAH

4CINTARA FIRDAUS

5MUTIAH

6WIDIANTI

7AHMAD NURDIYANTO

8AL-FIEKRAH

9RIZAL

10RISWALDI

Analisis Sistem Penilaian Kurikulum 2013

Dalam proses penilaian, digunakan pendekatan penilaian menggunakan sistem penilaian otentik, siswa dinilai pada proses pembelajaran berlangsung. Pada proses pembelajaran, mengedepankan pendekatan saintifik, siswa diarahkan untuk mengelabolarisakan, menemukan dan menjelaskan fenomena yang terjadi dilapanan berdasarkan hasil temuannya. Dengan demikian, pendekatan ini mengarahkan pada satu kesimpulan bahwa siswa akan memahami pengetahuan berdasarkan apa yang ia rasakan dan ditemukan. Dalam kurikulum 2013 ini, penilaian dipusatkan pada penilaian sikap, meskipun tidak melalaikan penilaian pengetahuan maupun keterampilan. Selain kaidah umum penilaian pendidikan, terdapat kaidah khusus yang dapat dijadikan dasar pelaksanaan penilaian selama proses pembelajaran di kelas oleh pendidik. Proses penilaian di dalam kelas yang dilakukan oleh pendidik dikenal dengan istilah penilaian kelas. Adapun model penelilain yang terdapat dalam kurikulum 2013 dapat berupa penilaian berbasis tes dan non tes (porfolio), menilai proses dan output dengan menggunakan authentic assesment, rapor memuat penilaian kuantitatif tentang pengetahuan dan deskripsi kualitatif tentang sikap dan keterampilan kecukupan.Teknik dan isntrumen penilaian dalam kurikulum 2013 sebagai berikut.1. Penilaian kompetensi sikapPendidik melakukan penilaian kompetensi sikap melalui observasi, penilaian diri, penilaian teman sejawat(peer evaluation) oleh peserta didik dan jurnal. Instrumen yang digunakan untuk observasi, penilaian diri, dan penilaian antarpeserta didik adalah daftar cek atau skala penilaian (rating scale) yang disertai rubrik, sedangkan pada jurnal berupa catatan pendidik.2. Penilaian Kompetensi PengetahuanMenilai kompetensi pengetahuan melalui tes tulis, tes lisan, dan penugasan.3. Penilaian Kompetensi Keterampilan Pendidik menilai kompetensi keterampilan melalui penilaian kinerja, yaitu penilaian yang menuntut peserta didik mendemonstrasikan suatu kompetensi tertentu dengan menggunakan tes praktik, projek, dan penilaian portofolio. Instrumen yang digunakan berupa daftar cek atau skala penilaian (rating scale) yang dilengkapi rubrik.