analisis penilaian kinerja keuangan menggunakan publikasi.pdf · pdf filekata kunci:...

Click here to load reader

Post on 16-Jul-2019

221 views

Category:

Documents

0 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

  • ANALISIS PENILAIAN KINERJA KEUANGAN

    MENGGUNAKAN METODE ECONOMIC VALUE ADDED

    (EVA) PADA PERUSAHAAN YANG TERDAFTAR DI JII

    PERIODE 2015-2017

    Disusun sebagai salah satu syarat menyelesaikan Progam Studi Strata 1

    pada Jurusan Ekonomi Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis

    Disusun oleh:

    SISILIA REVIERA RAMADHANI SAPUTRI

    B100150383

    PROGRAM STUDI MANAJEMEN

    FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS

    UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURAKARTA

    2019

  • i

  • ii

  • iii

    PERNYATAAN

    Dengan ini saya menyatakan bahwa dalam publikasi ilmiah ini tidak

    terdapat karya yang pernah diajukan untuk memperoleh gelar kesarjanaan di suatu

    perguruan tinggi dan sepanjang pengetahuan saya juga tidak pernah terdapat karya

    atau pendapat yang pernah ditulis atau diterbitkan orang lain, kecuali secara

    tertulis diacu dalam naskah dan disebutkan daam daftar pustaka.

    Apabila kelak terbukti ada ketidakbenaran dalam pernyataan saya di atas,

    maka akan saya pertanggungjawabkan sepenuhnya.

    Surakarta, 11 Mei 2019

    Penulis

    SISILIA REVIERA RAMADHANI S.

    B100150383

  • 1

    ANALISIS PENILAIAN KINERJA KEUANGAN MENGGUNAKAN

    METODE ECONOMIC VALUE ADDED PADA PERUSAHAAN YANG

    TERDAFTAR DI JII PERIODE 2015-2017

    Abstrak

    Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kinerja keuangan pada perusahaan

    yang terdaftar di Jakarta Islamic Index (JII) selama periode 2015 sampai dengan

    2017 dengan menggunakan metode Economic Value Added (EVA). Penelitian ini

    merupakan penelitian diskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Data yang

    digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder yang diperoleh dari website

    resmi BEI yaitu www.idx.co.id. Pemilihan sampel pada penelitian ini

    menggunakan teknik purposive sampling. Sampel yang diperoleh pada akhirnya

    berjumlah 17 perusahaan. Analisis data dimulai dengan menghitung NOPAT, IC,

    WACC, CC, dan terakhir EVA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 17

    perusahaan, 16 perusahaan diantaranya memiliki nilai EVA yang selalu positif

    selama tahun penelitian yang berarti bahwa perusahaan telah mampu

    menghasilkan nilai tambah ekonomis, dan hanya satu perusahaan yang memiliki

    nilai EVA negatif yaitu PT. Kalbe Farma Tbk pada tahun 2015, yang berarti pada

    tahun tersebut perusahaan belum mampu menghasilkan nilai tambah

    ekonomisnya. Perusahaan yang memiliki rata-rata nilai EVA terbaik adalah PT.

    Telekomunikasi Indonesia Tbk, sedangkan perusahaan yang memiliki rata-rata

    nilai EVA terendah adalah PT. London Sumatra Indonesia Tbk. Bagi para investor

    hasil analisis EVA dapat digunakan sebagai pertimbangan dalam menentukan

    perusahaan mana yang memiliki kinerja yang baik sehingga pantas diberikan

    investasi. Bagi perusahaan daftar peringkat nilai EVA dapat digunakan sebagai

    acuan untuk meningkatkan kinerjanya agar bisa menjadi peringkat pertama dalam

    perolehan nilai EVA.

    Kata Kunci: Kinerja Keuangan, WACC, Economic Value Added (EVA)

    Abstract

    This study aims to analyze the financial performance of companies listed in the

    Jakarta Islamic Index (JII) during the period 2015 to 2017 using the method of

    Economic Value Added (EVA). This research is a descriptive study with a

    quantitative approach. The data used in this study is secondary data obtained from

    the official IDX website, www.idx.co.id. The sample selection in this study used a

    purposive sampling technique. The samples obtained in the end amounted to 17

    companies. Data analysis starts with calculating NOPAT, IC, WACC, CC, and

    finally EVA. The results showed that of the 17 companies, 16 of them had EVA

    values that were always positive during the research year which meant that the

    company had been able to generate economic value added, and only one company

    had a negative EVA value, namely PT. Kalbe Farma Tbk in 2015, which means

    that in that year the company has not been able to generate economic added value.

    Companies that have the best average EVA value are PT. Telekomunikasi

    http://www.idx.co.id/
  • 2

    Indonesia Tbk, while companies that have the lowest average EVA value are PT.

    London Sumatra Indonesia Tbk. For investors, the results of the EVA analysis can

    be used as a consideration in determining which companies have good

    performance so that it deserves investment. For companies, the ranking list of

    EVA values can be used as a reference to improve their performance in order to

    be ranked first in the acquisition of EVA.

    Keywords: Financial Performance, WACC, Economic Value Added (EVA)

    1. PENDAHULUAN

    Perkembangan globalisasi menimbulkan persaingan bisnis bagi setiap perusahaan.

    Persaingan ini mendorong perusahaan meningkatkan kinerjanya. Penilaian kinerja

    perusahaan penting dilakukan untuk menentukan keberhasilan dalam pencapaian

    tujuan suatu perusahaan, yakni memaksimalkan nilai perusahaan tersebut. Hingga

    saat ini berbagai kriteria telah disajikan untuk menilai kinerja keuangan

    perusahaan. Di antara kriteria yang paling populer ialah menggunakan analisis

    rasio keuangan. Namun, penilaian kinerja menggunakan analisis rasio masih

    memiliki kekurangan. Perusahaan yang baik menggunakan Value Based

    Management (VBM) sebagai landasan dalam pengukuran kinerja keuangannya.

    VBM mempunyai dua komponen penting, yaitu bagaimana menciptakan nilai

    tambah bagi pemegang saham dan pemberian informasi kepada pihak manajemen.

    EVA adalah adanya nilai tambah ekonomis yang diberikan perusahaan kepada

    para pemegang saham salam satu periode tertentu. Selain itu, EVA memfokuskan

    pada efektifitas manajerial perusahaan. Sehingga, EVA dinilai sebagai satu-

    satunya ukuran yang secara tepat memperhitungkan semua komponen yang

    terlibat dalam penciptaan nilai. Hingga saat ini telah banyak perusahaan yang

    menggunakan EVA sebagai metode pengukuran kinerjanya.

    Telah banyak ditemukan penelitian sebelumnya yang mengukur kinerja

    keuangan perusahaan dengan metode EVA. Penelitian yang dilakukan Didin

    Rasyidin (2017) menunjukkan hasil EVA yang positif, yang berarti bahwa kinerja

    keuangan perusahaan dalam keadaan baik. Sedangkan, menurut penelitian yang

    telah dilaksanakan oleh Muhammad Khaddafi bersama dengan Mohd. Heikal

    (2014), menunjukkan hasil berupa nilai EVA yang negatif, artinya bahwa kinerja

  • 3

    keuangan perusahaan tidak baik. Dari hasil penelitian sebelumnya terdapat

    perbedaan, dimana ada kinerja perusahaan dinyatakan baik maupun sebaliknya.

    Sehingga, penulis tertarik untuk melaksanakan penelitian dengan tema yang sama

    namun dengan objek yang berbeda yakni perusahaan-perusahaan yang terdaftar di

    Jakarta Islamic Index (JII) selama periode 2015 sampai dengan 2017.

    Rumusan masalah pada penelitian ini ialah bagaimana kinerja keuangan

    perusahaan yang terdaftar di JII selama periode 2015-2017 jika dianalisis dengan

    menggunakan metode EVA dan bagaimana daftar urutan peringkat perusahaan di

    JII berdasarkan hasil analisis kinerja keuangan mengunakan metode EVA. Tujuan

    dilaksankanna penelitian ini ialah untuk menganalisis kinerja keuangan

    perusahaan di JII selama periode 2015-2017 dengan menggunakan metode EVA

    dan mengidentifikasi urutan peringkat perusahaan di JII berdasarkan hasil analisis

    kinerja keuangan yang telah diukur dengan menggunakan metode EVA. Harapan

    penulis, penelitian ini dapat memberikan tambahan pemikiran mengenai konsep

    EVA yang mengutamakan pada nilai tambah ekonomis. Penelitian ini juga

    diharapkan dapat menjadi sumber informasi kepada pihak manajemen perusahaan

    mengenai kondisi kinerja keuangannya. Selain itu, juga membantu penanam

    modal dalam pengambilan keputusan jika akan berinvestasi khususnya pada

    perusahaan yang terdaftar di JII.

    2. METODE

    Penelitian ini merupakan penelitian diskriptif dengan pendekatan kuantitatif,

    yakni menganalisis data yang ada dalam laporan keuangan perusahaan-perusahaan

    yang terdaftar di JII dengan menggunakan metode EVA. Jenis data penelitian

    ialah data sekunder yang bersumber dari website resmi BEI yakni www.idx.co.id.

    Populasi yang digunakan dalam penelitian ialah seluruh perusahaan yang terdaftar

    di JII selama periode 2015 sampai dengan 2017 yang berjumlah kurang lebih 41

    perusahaan. Teknik pengambilan sampel ppenelitian menggunakan teknik

    purposive sampling yang artinya populasi yang dapat digunakan sebagai sampel

    harus memenuhi beberapa syarat tertentu yang telah ditetapkan oleh peneliti.

    http://www.idx.co.id/
  • 4

    Adapun jumlah sampel penelitian pada akhirnya ditemukan sebanyak 17

    perusahaan.

    Untuk memperoleh hasil EVA dari masing-masing perusahaan, diperlukan

    analisis data yang dilakukan dengan langkah-langkah perhitungan sebagai berikut:

    a. Menghitung NOPAT (Net Operating Profit After Tax) dengan rumus:

    NOPAT = Earning After Tax (EAT) + Beban Bunga (1)

    b. Menghitung Invested Capital (IC), dengan rumus: (Total Hutang + Total

    Ekuitas) Utang Jangka Panjang (2)

    c. Menghitung WACC, dengan rumus: {D x rd (1-T) + (E x re)}

    Dimana:

    1) D = Tingkat modal dari utang

    x 100% (3)

    2) rd = Biaya utang jangka pendek

    x100% (4)

    3) T = Tingkat pajak

    x100% (5)

    4) Re = Tingkat biaya modal

    x100% (6)

    5) E

View more