analisis pengendalian persediaan bahan baku produk tip. sifatnya yang musiman, dan juga kuantitas...

Download Analisis Pengendalian Persediaan Bahan Baku Produk tip.  sifatnya yang musiman, dan juga kuantitas produksi yang cenderung menurun, sehingga ... metode ARIMA menggunakan software minitab 14.0. 2

Post on 08-Feb-2018

213 views

Category:

Documents

1 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

  • Prosiding Seminar Agroindustri dan Lokakarya Nasional FKPT-TPI Program Studi TIP-UTM, 2-3 September 2015

    ISBN: 978-602-7998-92-6

    Analisis Pengendalian Persediaan Bahan Baku Produk Olahan Mangga

    Menggunakan Metode Material Requirement Planning (MRP)

    Ardaneswari DPC *)

    *) Jurusan Teknologi Industri Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian

    Universitas Brawijaya, Jl. Veteran 65145, Indonesia

    email : ardanezz@gmail.com

    ABSTRAK Penelitian bertujuan untuk membuat perencanaan kebutuhan bahan baku produk olahan mangga pada

    perusahaan X. Pembuatan Material Requirement Planning (MRP) setiap bahan baku produk olahan mangga

    menggunakan periode mingguan selama satu tahun, dihitung berdasarkan teknik lot Part Period Balance

    (PPB). Metode peramalan terbaik menggunakan ARIMA (0,1,1) dengan nilai MAPE sebesar 12,32%.

    Pemesanan bahan baku mangga dilakukan seminggu sekali selama satu tahun dengan range jumlah

    pemesanan 5.000 kg - 11.000 kg, kecuali pada periode tertentu karena tidak terdapat mangga di pemasok.

    Sedangkan untuk bahan tambahan, range jumlah pemesanan untuk minyak goreng 600 - 800 liter,

    aluminium foil 400 - 600 bungkus, natrium metabisulfit 2 3 kg, dan kardus pemesanan 60 - 90 kardus.

    Perhitungan MRP dilakukan dengan teknik lot size PPB dan menghasilkan biaya persediaan minimum

    sebesar Rp 11.850.284,8 dalam setahun. Penggunaan teknik PPB dapat menurunkan biaya persediaan 40%

    dibanding dengan biaya persediaan yang diterapkan perusahaan.

    Kata Kunci : ARIMA; Material Requirement Planning; Part Period Balance

    ABSTRACT

    This research aims to create the raw material requirements planning (MRP) of mango-based processed

    products in Xs company. The MRP of each mango-based processed productss raw materials for one year

    with weekly period was calculated using Part Period Balance (PPB) technique. The best forecasting method

    was done using ARIMA (0,1,1) with the value of MAPE is 12,32%. The ordering of mangoes as a raw

    materials was done once a week for one year with the range is 5.000 kg up to 11.000 kg, except in some

    period due to no mangoes in suppliers. For the additional materials, the orderings range for cooking oil was

    600 liters up to 800 liters, for aluminium foil was 400 sheets up to 600 sheets, for natrium metabisulfite was

    2 kg up to 3 kg, for carton was 60 cartons up to 90 cartons. The most optimal MRP was obtained from using

    PPB technique in lot sizing, and the total inventory cost was Rp 11.850.284,8 in a year. The results showed

    that lot sizing using PPB technique could reduce the total inventory cost for about 40% compared with the

    inventory cost in the company.

    Keywords: ARIMA; Material Requirement Planning; Part Period Balance

    PENDAHULUAN

    Perusahaan X merupakan usaha yang bergerak di bidang industri pangan yang memproduksi

    aneka olahan berbahan dasar buah, salah satunya adalah mangga. Salah satu jenis olahan yang

    cukup diminati dari buah mangga adalah adalah keripik mangga. Produksi keripik mangga dari

    Perusahaan X sebesar 10 ton per tahun, cukup rendah jika dibandingkan dengan produksi keripik

    dari buah lainnya. Hal ini disebabkan karena ketersediaan bahan baku yang tidak selalu ada, baik

    karena sifatnya yang musiman, dan juga kuantitas produksi yang cenderung menurun, sehingga

    produk tidak bisa diproduksi setiap hari. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), tren

    produksi buah mangga di Jawa Timur mengalami penurunan 36.698,78 ton pertahun.

    Sifat buah mangga yang musiman menyebabkan jumlah produksi keripik mangga di

    Perusahaan X tidak pasti, sehingga sulit memenuhi permintaan pasar. Hal ini berdampak pada

    pemesanan bahan tambahan seperti minyak goreng dan aluminium foil, dimana frekuensi

    pemesanan dan jumlahnya tidak pasti dalam sekali pesan. Untuk mengatasi permasalahan kapasitas

    B-115

    mailto:ardanezz@gmail.com

  • Prosiding Seminar Agroindustri dan Lokakarya Nasional FKPT-TPI Program Studi TIP-UTM, 2-3 September 2015

    ISBN: 978-602-7998-92-6

    produksi tersebut, perlu adanya pengendalian persediaan bahan baku untuk pembuatan keripik

    mangga agar produksi berjalan secara kontinyu dan dapat memenuhi permintaan pasar.

    Pengendalian persediaan bahan baku dapat dilakukan dengan metode Material Requirement

    Planning (MRP). MRP merupakan metode perencanaan dan pengendalian untuk item bahan yang

    bersifat dependent demand dimana permintaan cenderung tidak berkelanjutan. Item-item yang

    termasuk dalam dependent demand adalah bahan baku dan produk rakitan. Suatu sistem MRP

    mengidentifikasi item apa yang harus dipesan, berapa banyak kuantitas pesanan dan kapan waktu

    memesan item tersebut (Gaspersz, 2005).

    Tujuan dari penelitian ini adalah untuk membuat perencanaan kebutuhan bahan baku keripik

    mangga di Perusahaan X agar persediaan tetap terkendali dan menentukan lot sizing yang tepat

    sehingga biaya persediaan dapat diminimalkan.

    METODE

    Penelitian dilaksanakan di Perusahaan X yang terletak di Kota Batu, dimulai tanggal 20 Februari

    2015 hingga 20 Mei 2015.

    Batasan Masalah

    Batasan masalah pada penelitian ini adalah :

    1. Data permintaan produk untuk peramalan 1 tahun ke depan berdasarkan data history 2 tahun yang lalu dalam bentuk mingguan.

    2. Harga material diasumsikan tetap untuk pembelian dalam jumlah berapapun. 3. Pengendalian persediaan hanya mencakup bahan baku pembuat keripik mangga kemasan 5 kg. 4. Harga bahan bakar minyak (BBM) per liter didasarkan pada Maret 2015.

    Asumsi

    Penelitian ini memiliki beberapa asumsi diantaranya :

    1. Perusahaan memiliki kemampuan sumber daya seperti mesin dan tenaga kerja yang baik untuk mengadakan bahan baku keripik mangga.

    2. Biaya pemesanan tidak berubah apabila menggunakan lebih dari satu kendaran saat pengiriman bahan.

    Pelaksanaan Penelitian

    Pelaksanaan penelitian dapat dilihat pada diagram alir penelitian Gambar 1, sedangkan langkah

    langkah analisa data dapat dilihat pada Gambar 2.

    Gambar 1. Diagram Alir Penelitian

    Survey Pendahuluan

    Identifikasi dan Perumusan Masalah

    Studi literatur terkait

    Penetapan Tujuan

    Kesimpulan dan Saran

    Pengumpulan Data

    Analisa data

    Pembahasan

    B-116

  • Prosiding Seminar Agroindustri dan Lokakarya Nasional FKPT-TPI Program Studi TIP-UTM, 2-3 September 2015

    ISBN: 978-602-7998-92-6

    Gambar 2. Diagram Alir Analisa Data

    Tahapan dalam analisa data :

    1. Peramalan permintaan keripik mangga tahun 2015 dalam bentuk periode mingguan dengan metode ARIMA menggunakan software minitab 14.0.

    2. Perhitungan persediaan pengaman / safety stock (ss) dengan asumsi waktu tunggu yang bersifat konstan dan permintaan yang bersifat variabel. Persediaan pengaman bertujuan menjaga

    kemungkinan terjadinya kekurangan barang dengan rumus perhitungan sebagai berikut (Heizer

    dan Barry, 2010) :

    ss = (1) EPP = (2)

    Keterangan :

    ss = persediaan pengaman

    Z = faktor pengaman

    = standar deviasi

    3. Penetapan jadwal induk produksi (JIP) dalam periode mingguan tahun 2015 yang dibuat berdasarkan hasil peramalan permintaan tahun 2015 ditambah dengan persediaan pengaman

    pada setiap periode.

    4. Menghitung kebutuhan kotor bahan baku keripik mangga berdasarkan JIP dan bill of material (BOM).

    5. Menghitung kebutuhan bersih yang diperoleh dari pengurangan antara kebutuhan kotor dengan data persediaan yang dimiliki perusahaan (jumlah yang ada di gudang dan yang sedang

    dipesan).

    6. Menghitung ukuran pemesanan (lotting) setiap bahan baku keripik mangga yang mengacu pada hasil kebutuhan bersih. Ukuran pemesanan ini dihitung menggunakan teknik Part period

    balance (PPB). PPB merupakan teknik pemesanan persediaan yang menyeimbangkan biaya

    pemesanan dan biaya penyimpanan dengan mengubah ukuran lot untuk menetapkan keperluan

    Proses MRP

    Menghitung Kebutuhan Kotor

    (Exploisson)

    Menghitung Kebutuhan Bersih

    (Netting)

    Menghitung Ukuran

    Pemesanan (Lotting)

    Menentukan Waktu Pemesanan

    (offsetting)

    Dengan

    Menggunakan

    Teknik : PPB (Part

    Period Balance) Biaya Pesan

    dan Simpan Lead

    Time

    Peramalan permintaan

    Pembuatan Jadwal Induk Produksi

    Menghitung Total Biaya Persediaan

    Perhitungan persediaan pengaman

    B-117

  • Prosiding Seminar Agroindustri dan Lokakarya Nasional FKPT-TPI Program Studi TIP-UTM, 2-3 September 2015

    ISBN: 978-602-7998-92-6

    ukuran lot berikutnya di masa depan (Heizer dan Barry, 2003). Ukuran lot dihitung dengan

    menggunakan pendekatan eqonomic part quantity (EPP) sebagai berikut (Mukhopadhyay,

    2007).

    7. Menentukan waktu pemesanan berdasarkan kebutuhan bersih dengan cara mengurangkan saat awal tersedianya ukuran lot yang diinginkan dengan besarnya lead time. Setelah melakukan

    proses MRP, selanjutnya membuat tabel MRP Tabel 1.

    Tabel 1. Material Requirement Planning (MRP)

    Lead Time : Lot size :

    On Hand :

    Periode

    (Mingguan) Total

    1 2 s/d 48

    Gross Requirement

    Net Requirement

    Inventory On Hand

    Planned Order release

    Planned Order Receipt

    8. Menghitung total biaya persediaan dengan menjumlahkan semua biaya simpan dan biaya pesan untuk setiap bahan baku keripik mangga.

    HASIL DAN PEMBAHASAN

    Peramalan permintaan

    Peramalan permintaan keripik buah mangga

Recommended

View more >