analisis pendapatan usahatani cabai merah di berdasarkan status pengusaan lahan petani di kecamatan

Download ANALISIS PENDAPATAN USAHATANI CABAI MERAH DI Berdasarkan status pengusaan lahan petani di Kecamatan

Post on 06-Jul-2020

1 views

Category:

Documents

0 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

  • ANALISIS PENDAPATAN USAHATANI CABAI MERAH DI

    KECAMATAN WOYLA KABUPATEN ACEH BARAT

    SKRIPSI

    Oleh

    YULIZAR

    06C10404008

    PROGRAM STUDI AGRIBISNIS

    FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS TEUKU UMAR

    ACEH BARAT

    2015

  • ANALISIS PENDAPATAN USAHATANI CABAI MERAH DI

    KECAMATAN WOYLA KABUPATEN ACEH BARAT

    SKRIPSI

    Oleh

    YULIZAR

    06C1040008

    Skripsi sebagai salah satu syarat untuk memperoleh

    Gelar Sarjana Pertanian Pada Fakultas Pertanian

    Universitas Teuku Umar Meulaboh

    Kabupaten Aceh Barat

    PROGRAM STUDI AGRIBISNIS

    FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS TEUKU UMAR

    ACEH BARAT

    2015

  • 1

    BAB I

    PENDAHULUAN

    1.1. Latar Belakang

    Indonesia merupakan negara agraris yaitu negara pertanian. Mayoritas

    penduduk Indonesia menggantungkan hidupnya pada sektor pertanian baik itu sub

    sektor pertanian tanaman pangan, perkebunan, perikanan, peternakan, maupun

    kehutanan. Hal tersebut didukung pula oleh keadaan tanah dan iklim yang sesuai

    sehingga memungkinkan produksi yang lebih besar dari berbagai sub sektor

    pertanian yang ada di Indonesia.

    Cabai (Capcicum annum, L) merupakan salah satu jenis komoditi sayur-

    sayuran yang tidak bias ditinggalkan oleh masyarakat dalam kehidupan sehari-

    hari, selain berfungsi sebagai bahan makanan cabai juga banyak mengandung zat-

    zat gizi yang sangat diperlukan untuk kesehatan manusia seperti protein,

    (Capsaicin) lemak, (Flavenoid) karbohidrat, (Esensial). Rostini, 2012).

    Selain sebagai pembangkit makanan, cabai dengan rasa pedasnya tersebut

    bermanfaat untuk mengatur peredaran darah, memperkuat jantung, nadi, dan

    syaraf, mencegah flu dan demam, meningkatkan semangat dalam tubuh, serta

    menguangi encok dan rematik. Meskipun banyak manfaat cabai juga mempunyai

    efek yang kurang baik bagi kesehatan.

    Bagi masyarakat di kecamatan Woyla, terutama di Desa Pasi Ara dan desa

    Drien Mangkok, dalam menanam tanaman cabai merah yang dibudidayakan

    selama ini merupakan tanaman selingan disamping tanaman utama seperti

    bertanam padi, karet, kelapa sawit, jagung serta kacang tanah. Walaupun

  • 2

    demikian tanaman cabai yang diusahakan dapat memopang kehidupan petani

    dengan pendapatan yang beragam. Tanaman cabai merah yang diusahakan

    mempunyai harga yang menjanjikan selama tahun 2015 ini, dan produksi yang

    dihasilkan dapat menghidupkan 2 sampai 4 keluarga selama jangka waktu satu

    bulan, disamping tanaman sawit yang dapat dipanen 2 minggu sekali, tanaman

    jagung ataupun tanaman kacang tanah yang diusahakan.

    Adapun perkembangan luas tanam, panen, dan produksi tanaman cabai di

    Kecamatan Woyla Kabubaten Aceh Barat Tahun 2008 - 2012 dapat dlihat pada

    tabel berikut.

    Tabel 1. Luas Tanam, Panen, Produksi Tanaman Cabai Tahun 2009 – 2013, di

    Kecamatan Woyla Kabupaten Aceh Barat Tahun 2015

    No Tahun Luas Lahan

    (ha)

    Produksi

    (ton)

    Produktivitas

    (ton/ha)

    1.

    2.

    3.

    4.

    5.

    2009

    2010

    2011

    2012

    2013

    20

    16

    14

    14

    12

    80

    76.8

    70

    72.8

    66

    4.0

    4.8

    5.0

    5.2

    5.5

    Jumlah 76 306.2 24.5

    Rerata 15.2 61.24 4.9

    Sumber: Kantor BP3K Woyla Tahun 2014.

    Berdasarkan tabel di atas dapat dilihat bahwa Kecamatan Woyla

    berturut-turut pada tahun 2009 sampai dengan tahun 2013 terjadi pengurangan

    luas lahan dan produksi, dan juga diikuti dengan adanya kestabilan penunjukkan

    penurunan dan kenaikian produktivitasnya.

    Berdasarkan status pengusaan lahan petani di Kecamatan Woyla,

    kemingkinan perbedaan pendapatan petani cabai sangat bervariasi. Ini disebabkan

    perbedaan penggunaan berbagai faktor-faktor produksi yang dilakukan petani di

  • 3

    wilayah tersebut. Perbedan ini menyebabkan hasil yang diperoleh petani atas

    milik lahan merupakan hasil keseluruhan pendapatan petani tersebut.

    Realita yang terjadi di kalangan petani setelah produksi tanamannya tidak

    jarang petani yang menghitung detail analisis usahatani secara ekonomi. Artinya

    mereka tidak pernah membuat perincian biaya-biaya yang dikeluarkan baik

    berupa biaya pembelian pupuk, pestisida, sewa lahan, maupun biaya tenaga kerja

    serta tidak pernah menghitung jumlah penerimaan dalam sekali panen. Sehingga

    berapa keuntungan yang didapatkan dalam sekali panen hampir tidak diketahui.

    Hal ini disebabkan oleh keterbatasan pendidikan dan pengetahuan petani itu

    sendiri.

    Besar kecilnya pendapatan yang diperoleh petani sangat mempengaruhi

    motivasi petani itu sendiri dalam melakukan usahatani. Semakin besar pendapatan

    yang diperoleh petani maka semakin giat dan bersemangat petani tersebut

    melakukan usahataninya. Begitu juga sebaliknya semakin kecil pendapatan yang

    diperoleh oleh petani maka semakin malas dan tidak bersemangat petani tersebut

    dalam melakukan usahataninya, hal ini sangat menjanjikan dengan harga cabai

    merah yang tinggi selama tahun 2015, dan kebutuhan pasar yang sangat

    meningkat akan permintaan cabai merah ini. Dengan harga cabai merah yang

    tinggi secara otomatis pendapatan petani juga bertambah disamping pendapatan

    sampingan lainnya.

    Sehubungan dengan uraian diatas, maka penulis terinspirasi untuk

    menganalisis dengan judul” Analisis Pendapatan Usahatani Cabai Merah di

    Kecamatan Woyla Kabupaten Aceh Barat.”

  • 4

    1.2 Perumusan Masalah

    Berdasarkan latar belakang penelitian ini maka dapat dirumuskan

    masalah sebagai berikut:

    1. seberapa besar pendapatan usaha tani cabai merah di di Desa Pasi Ara dan

    Drien Mangko Kecamatan Woyla Kabupaten Aceh Barat.

    2. Berapa biaya produksi dan penerimaan cabai merah per hektar di Desa

    Pasi Ara dan Desa Drien Mangko Kecamatan Woyla Kabupaten Aceh

    Barat.

    1.3 Tujuan Penelitian

    Adapun tujuan dalam penelitian ini adalah :

    1. Untuk mengetahui berapa besar pendapatan usahatani cabai merah di Desa

    Pasi Ara an Drien Mangko Kecamatan Woyla Kabupaten Aceh Barat.

    2. Untuk mengetahui berapa besar biaya produksi dan penerimaan cabai

    merah per hektar di Desa Pasi Ara dan Drin Mangko Kecamatan Woyla

    Kabupaten Aceh Barat.

    1.4 Kegunaan Penelitian

    Penelitian ini diharapkan dapat berguna sebagai berikut :

    1. Sebagai bahan masukan bagi petani cabai merah dalam usaha meningkatkan

    pendapatan usahatani cabai merah di Desa Pasi Ara dan Desa Drien Mangko.

    2. Sebagai bahan studi dan referensi bagi mahasiswa yang berhubungan dengan

    penelitian khususnya mahasiswa jurusan sosial ekonomi pertanian.

  • 5

    BAB II

    TINJAUAN PUSTAKA

    2.1 Cabai

    Cabai merupakan terna tahunan yang tumbuh tegak dengan batang

    berkayu, banyak cabang, serta ukuran yang mencapai tinggi 120 cm dan lebar

    tajuk tanaman hingga 90 cm. Umumnya, daun cabai berwarna hijau muda sampai

    hijau gelap, tergantung varietasnya. Daun cabai yang ditopang oleh tangkai daun

    mempunyai tulang menyirip. Daun cabai berbentuk bulat telur, lonjong, ataupun

    oval dengan ujung meruncing, tergantung spesies dan varietasnya (Redaksi Agro

    Media, 2008).

    Cabai yang pertama kali dibawa oleh Columbus ke Spanyol adalah cabai

    merah (Capsicum annum). Cabai tersebut merupakan herba semusim yang

    berbuah pada umur 3 bulan dan berumur hingga 6 bulan. Kini, cabai banyak

    mengalami perubahan, baik dari bentuk, rasa, maupun warna, seperti yang kita

    kemui sehari-hari dipasar (Redaksi Agro Media, 2008).

    2.2 Produktivitas Cabai

    Tingkat konsumsi cabai di Indonesia terbilang cukup tinggi dan

    cenderung meningkat setiap tahun. Pada tahun 2010, permintaan cabai nasional

    mencapai 1.220.088 ton dengan rata-rata konsumsi cabai per kapita per tahun

    berkisar antara 4-5 kg. Angka ini jauh lebih tinggi dibandingkan jenis sayuran

    lainnya, seperti tomat dan kentang yang memiliki rata-rata konsumsi per kapita

    per tahun sebanyak 3,13 kg dan 3,69 kg (Rostini, 2012).

  • 6

    Namun tingginya kebutuhan cabai seegar dan cabai untuk industri belum

    mampu diimbangi oleh ketersediaan produksi cabai dalam negeri oleh petani.

    Pasalnya, jumlah produksi cabai nasional cenderung berfluktuatif akibat cuaca

    ekstrem serta tingkat serangan hama dan penyakit yang cukup tinggi. Pada

    beberapa kasus, petani mejadi enggan menanam cabai dan mulai beralih menanam

    komoditas lain sehingga sentra produksi tidak mampu memenuhi permintaan

    pasar. Produksi dan produktivitas cabai pada tahun 2006 sampai dengan 2010,

    untuk cabai besar sebesar 3.705.211 dengan luas lahan sebesar 569.954, maka

    produktivitasnya sebesar 6,5 ton per hektar.

    2.3 Konsep Biaya

    Biaya adalah semua pengeluaran yang dilakukan oleh perusahaan untuk

    memperoleh faktor-faktor produksi dan bahan-bahan mentah yang akan

    digunakan untu

Recommended

View more >