analisis metode penilaian agunan dalam menentukan …

of 72/72
ANALISIS METODE PENILAIAN AGUNAN DALAM MENENTUKAN PLAFON KREDIT MODAL KERJA PT BANK NEGARA INDONESIA PERSERO TBK KANTOR CABANG UTAMA MEDAN TUGAS AKHIR Ditulis untuk Memenuhi Syarat Menyelesaikan Pendidikan Program Diploma 3 Oleh: DYIAN H. SIANTURI NIM 1605072023 PROGRAM STUDI PERBANKAN DAN KEUANGAN JURUSAN AKUNTANSI POLITEKNIK NEGERI MEDAN MEDAN 2019

Post on 13-Apr-2022

2 views

Category:

Documents

0 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

MENENTUKAN PLAFON KREDIT MODAL
PERSERO TBK KANTOR
Pendidikan Program Diploma 3
JURUSAN AKUNTANSI
Penelitian ini berjudul “Analisis Metode Penilaian Agunan dalam Menentukan
Plafon Kredit Modal Kerja pada PT Bank Negara Indonesia Persero Tbk Kantor
Cabang Utama Medan”. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui metode
penilaian agunan sebagai dasar penentuan plafon kredit modal kerja pada PT Bank
Negara Indonesia Persero Tbk Kantor Cabang Utama Medan. Dalam penelitian
ini, data yang digunakan adalah data primer, yaitu dengan melakukan wawancara.
Teknik pengolahan data yang digunakan adalah metode deskriptif. Hasil
penelitian ini menunjukkan bahwa metode penilaian barang jaminan yang
dilakukan adalah dengan metode market value dan untuk penetapan jumlah plafon
kredit, dihitung dengan rumus cover ratio. Barang jaminan yang diterima oleh
bank PT Bank Negara Indonesia Persero Tbk Kantor Cabang Utama Medan
adalah tanah dan bangunan.
ABSTRACT
The title of this research is "Analysis of Collateral Assessment Methods in
Determining the Ceiling of Working Capital Credit at PT Bank Negara Indonesia
Persero Tbk Medan Main Branch Office". The purpose of this research is to know
the collateral valuation method as a basis for determining the working capital
credit ceiling at PT Bank Negara Indonesia Persero Tbk Medan Main Branch
Office. In this study, the data used are primary data, namely by conducting
interviews. The data processing technique used is descriptive method. The results
of this research showed that the method of valuing collateral goods is done by the
market value method and for determining the amount of credit ceiling, calculated
by the cover ratio formula. The collateral received by the PT Bank Negara
Indonesia Persero Tbk Medan Main Branch Officeis land and buildings.
Keywords: Plafond, Collateral Value, and Working Capital Credit.
i
KATA PENGANTAR
Puji dan syukur penulis ucapkan pada Tuhan Yesus Kristus, yang telah
melimpahkan berkat melalui kesehatan, kelancaran, sehingga penulis
berkesempatan untuk dapat menyelesaikan Tugas Akhir ini dengan tepat waktu.
Tugas Akhir ini disusun untuk memenuhi salah satu syarat untuk menyelesaikan
pendidikan program Diploma 3 Jurusan Akuntansi Program Studi Perbankan dan
Keuangan Politeknik Negeri Medan.
Dalam penulisan Tugas Akhir ini, penulis menemukan beberapa kendala. Namun,
berkat bimbingan, dukungan dan saran dari berbagai pihak terutama kedua Orang
Tua Penulis Ayahanda Ramses Sianturi dan Ibunda Pestaria Sihombing, yang
telah memberikan doa dan dukungan kepada penulis sehingga kendala tersebut
dapat diatasi dengan baik. Dengan segala keikhlasan dan kerendahan hati, penulis
mengucapkan terimakasih kepada:
2. Darwin S.H. Damanik, S.E.M.Si., Ketua Jurusan Akuntansi Politeknik Negeri
Medan.
Negeri Medan.
4. Jonni Hamonangan Silaen, S.E.M.Si., Kepala Program Studi Perbankan dan
Keuangan Politeknik Negeri Medan dan sebagai Dosen Pembimbing Utama
Tugas Akhir.
Akhir.
6. Bapak M. Fuad dan Bapak Grianda Ansor yang telah bersedia sebagai
narasumber dalam penelitian ini.
7. Seluruh Staf Pengajar dan Staf Administrasi Jurusan Akuntansi Politeknik
Negeri Medan.
8. Saudara kandung penulis, kakak Prima, kakak Rosa, Samuel, Johannes yang
selalu memberi dukungan dengan motivasi dan doa kepada penulis dalam
menyelesaikan Tugas Akhir ini.
9. Kepada sahabat-sahabatku Retta, Lastry, Risti yang sudah menjadi teman
seperjuangan selama tiga tahun perkuliahan.
10. Teman satu kost Defi, Lamro, Riadi, Lintong, Kevin yang selalu memberi
dukungan kepada penulis.
11. Teman-teman kelas BK 6E , terima kasih atas kebersamaan dan kerjasamanya
selama 3 tahun ini.
Dalam penulisan Tugas Akhir ini, penulis telah berusaha sebaik mungkin untuk
memberikan yang terbaik, namun penulis menyadari bahwa penulisan Tugas
Akhir ini masih jauh dari kesempurnaan. Untuk itu dengan kerendahan hati dan
tangan terbuka penulis menerima kritik dan saran serta petunjuk yang sifatnya
membangun. Penulis berharap Tugas Akhir ini bermanfaat bagi seluruh pembaca
dan khususnya bagi mahasiswa Politeknik Negeri Medan Jurusan Akuntansi
Program Studi Perbankan dan Keuangan.
Medan, September 2019
2.1 Pengertian Kredit ............................................................................... 4
2.1.1 Jenis-jenis Kredit .............................................................................. 4
2.1.2 Unsur-unsur Kredit ............................................................................ 7
2.4 Pengertian Agunan ............................................................................. 12
2.6 Pengertian Kredit Modal Kerja .......................................................... 16
2.7 Cover Ratio ........................................................................................ 17
3.1 Lokasi dan Waktu Penelitian ............................................................. 19
iv
3.2.1 Populasi .............................................................................................. 21
3.6 Teknik Analisis Data.......................................................................... 22
4.1.2 Visi dan Misi PT BNI Persero Tbk .................................................... 26
4.1.3 Logo PT BNI Persero Tbk ................................................................. 26
4.1.4 Produk dan Jasa Unggulan ................................................................. 27
4.1.5 Stuktur Organisasi PT BNI Persero Tbk KCU Medan ...................... 37
4.1.6 Deskripsi Pekerjaan ........................................................................... 38
4.2.1 Pengumpulan Data ............................................................................. 41
BAB 5 SIMPULAN DAN SARAN ................................................................ 50
5.1 Simpulan ............................................................................................ 50
5.2 Saran .................................................................................................. 50
4.1 Perhitungan penilaian agunan dengan Market Value (Kasus 1) ..................... 46
4.2 Perhitungan penilaian agunan dengan Market Value (Kasus 2) ..................... 47
4.3 Perbandingan penilaian dengan Market Value dengan Liquidity Value ......... 48
vi
4.2 Sturktur Organisasi PT BNI Persero Tbk........................................................ 37
vii
2. Hasil Wawancara ...................................................................................... 53
penting untuk perekonomian negara. Bank menghimpun dana dari masyarakat
dalam bentuk simpanan dan menyalurkannya dalam bentuk kredit ataupun dalam
bentuk lainnya untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat. Pemberian kredit
merupakan fungsi stategis yang dimiliki oleh bank guna menunjang
perkembangan ekonomi masyarakat.
Menurut Rivai (2013:3) istilah kredit, berasal dari bahasa latin yaitu credo,
yang berarti I believe, I trust, saya percaya atau saya menaruh kepercayaan.
Perkataan credoberasal dari kombinasi perkataan sansekerta credyang berarti
saya menaruh. Sesudah kombinasi tersebut menjadi bahasa latin, kata kerjanya
dan kata bendanya masing-masing menjadi credere dan creditum. Kredit
adalah penyerahan barang, jasa atau uang dari satu pihak (kreditur/atau
pemberi pinjaman) atas dasar kepercayaan terhadap pihak lain
(debitur/penanggung) dengan janji membayar dari penerima kredit kepada
pemberi kredit pada tanggal yang telah disepakati kedua belah pihak.
Sedangkan menurut Kasmir (2012:113) kredit adalah pembiayaan atau
penyediaan uang atau tagihan yang dapat dipersamakan dengan itu,
berdasarkan persetujuan atau kesepakatan antara bank dengan pihak lain yang
mewajibkan pihak yang dibiayai untuk mengembalikan uang atau tagihan
tersebut setelah jangka waktu tertentu dengan imbalan atau bagi hasil.
Sebelum merealisasikan permohonan kredit yang diajukan oleh calon debitur
kepada bank, bank harus melakukan analisis terhadap dokumen atau data-data
yang diajukan oleh calon debitur. Salah satu analisis yang digunakan adalah
dengan menilai barang jaminan yang diberikan oleh calon debitur untuk dapat
memutuskan besarnya plafon kredit yang layak diberikan oleh bank. Jaminan
merupakan salah satu unsur penting dalam analisis kredit. Oleh karena itu, barang-
barang yang diserahkan nasabah kepada bank harus dinilai pada saat dilaksanakan
analisis kredit. Bank harus berhati-hati dalam menilai harga barang-barang
tersebut karena harga yang dicantumkan oleh nasabah tidak selalu menunjukkan
2
harga sesungguhnya (harga pasar pada saat itu), karena nasabah kadang-kadang
menaksir barang yang diagunkannya diatas harga yang sesungguhnya (over
value). Penilaian yang terlalu tinggi bisa berakibat bank berada pada posisi lemah.
Jika likuidasi/penjualan agunan tidak dapat dihindari, keadaan tersebut dapat
membawa bank kepada kerugian karena hasil penjualan agunan biasanya lebih
rendah dari harga semula (pada saat diberikan) maupun harga pasar pada saat
agunan akan dijual sehingga tidak dapat menutupi kewajiban nasabah kepada
bank.
Sebagai salah satu lembaga keuangan yang turut serta membantu perekonomian
masyarakat, PT Bank Negara Indonesia Persero Tbk Kantor Cabang Utama
Medan ikut berperan serta dalam menyalurkan dana kepada masyarakat dalam
bentuk kredit. Namun pada kenyataannya, para nasabah yang memperoleh kredit
dari bank tidak sepenuhnya dapat mengembalikan kreditnya dengan baik, tepat
waktu yang telah diperjanjikan sebelumnya dengan pihak bank. Oleh karena itu,
untuk mengantisipasi segala kemungkinan risiko kredit, PT Bank Negara
Indonesia Persero Tbk Kantor Cabang Utama Medan menerima agunan sebagai
jaminan atas kredit yang diberikan. Dan untuk agunan tersebut, dilakukan
penilaian untuk menentukan besarnya plafon kredit yang akan diberikan.
Berdasarkan latar belakang diatas, maka dibuat sebuah penelitian dengan judul
“Analisis Metode Penilaian Agunan dalam Menentukan Plafon Kredit Modal
Kerja pada PT Bank Negara Indonesia Persero Tbk Kantor Cabang Utama
Medan.”
1.2 Perumusan Masalah
Adapun perumusan masalah yang akan dibahas dalam Tugas Akhir ini adalah:
1. Bagaimana metode penilaian agunan yang digunakan oleh PT Bank Negara
Indonesia Persero Tbk Kantor Cabang Utama Medan?
2. Bagaimana cara menetukan besarnya plafon kredit modal kerja berdasarkan
hasil penilaian agunan pada PT Bank Negara Indonesia Persero Tbk Kantor
Cabang Utama Medan?
1. Untuk mengetahui metode penilaian agunan (taksasi) sebagai dasar penentuan
plafon kredit modal kerja pada PT Bank Negara Indonesia Persero Tbk
Kantor Cabang Utama Medan.
2. Untuk mengetahui cara menetukan besarnya plafon kredit modal kerja
berdasarkan penilaian agunan pada PT Bank Negara Indonesia Persero Tbk
Kantor Cabang Utama Medan.
mengenai analisis kredit
2. Untuk memberi tambahan informasi yang dapat dipakai sebagai referensi
Mahasiswa dalam menyusun Tugas Akhir.
3. Sebagai masukan bagi PT Bank Negara Indonesia Persero Tbk Kantor
Cabang Utama Medan untuk menentukan plafon kredit kepada debitur.
1.5 Batasan Penelitian
Pada penelitian ini, penulis hanya membahas masalah yang berhubungan dengan
penilaian agunan dalam menentukan plafon kredit untuk jenis kredit modal kerja
pada PT Bank Negara Indonesia Persero Tbk Kantor Cabang Utama Medan.
4
2.1 Pengertian Kredit
Menurut Malayu dan Hasibuan (2013:87) kredit berasal dari kata italia, cradere
yang artinya kepercayaan, yaitu kepercayaan dari kreditur bahwa debiturnya akan
mengembalikan pinjaman dan bunganya sesuai dengan perjanjian kedua belah
pihak. Tegasnya kreditur percaya bahwa kredit itu tidak akan macet.
Sedangkan menurut Kasmir (2014:81)kredit dalam bahasa sehari-hari diartikan
memperoleh barang dengan membayar dengan cicilan atau angsuran dikemudian
hari atau memperoleh pinjaman uang yang pembayarannya dilakukan dikemudian
hari dengan cicilan atau angsuran sesuai dengan perjanjian.
Kemudian, dapat disimpulkan bahwa kredit adalah suatu kepercayaan oleh
kreditur kepada debitur untuk meminjamkan sejumlah dana dengan keyakinan
bahwa debitur akan melunasinya pada waktu yang telah diperjanjikan.
2.1.1 Jenis-jenis kredit
dan sektor usaha (Kasmir 2014:119-123) adalah sebagai berikut:
1. Sudut kegunaan, kredit dibedakan atas:
a. Kredit investasi
digunakan untuk keperluan perluasan usaha atau membangun
proyek/pabrik baru atau untuk keperluan rehabilitasi. Contoh kredit
investasi misalnya untuk membangun pabrik atau membeli mesin-mesin,
masa pemakaiannya untuk suatu periode yang relatif lebih lama dan
dibutuhkan modal yang relatif besar.
b. Kredit modal kerja
meningkatkan produksi dalam operasionalnya. Sebagai contoh kredit
modal kerja diberikan untuk membeli bahan baku, membayar gaji
5
perusahaan.
a. Kredit produktif
menghasilkan barang dan kredit pertanian akan menghasilkan produk
pertanian, kredit pertambangan menghasilkan bahan tambang atau kredit
industri akan menghasilkan barang industri.
b. Kredit konsumtif
ini tidak ada pertambahan barang dan jasa yang dihasilkan, karena
memang untuk digunakan atau dipakai oleh seseorang atau badan usaha.
Sebagai contoh kredit untuk perumahan, kredit mobil pribadi, kredit
perabotan rumah tangga dan kredit konsumtif lainnya.
3. Sudut jangka waktu, kredit dibedakan atas:
a. Kredit jangka pendek
Merupakan kredit yang memiliki jangka waktu kurang dari 1 tahun atau
paling lama 1 tahun dan biasanya digunakan untuk keperluan modal
kerja. Contohnya untuk peternakan, misalnya kredit peternakan ayam
atau jika untuk pertanian misalnya tanaman padi atau palawija.
b. Kredit jangka menengah
Jangka waktu kreditnya berkisar antara 1 tahun sampai dengan 3 tahun
dan biasanya kredit ini digunakan untuk melakukan investasi. Sebagai
contoh kredit untuk pertanian seperti jeruk, atau peternakan kambing.
c. Kredit jangka panjang
jangka panjang waktu pengembaliannya di atas 3 tahun atau 5
tahun.biasanya kredit ini untuk investasi jangka panjang seperti
perkebunan karet, kelapa sawit atau manufaktur dan untuk kredit
konsumtif seperti kredit perumahan.
a. Kredit dengan jaminan
tersebut dapat berbentuk barang berwujud atau tidak berwujud atau
jaminan orang. Artinya setiap kredit yang dikeluarkan akan dilindungi
minimal senilai jaminan atau untuk kredit tertentu jaminan harus
melebihi jumlah kredit yang diajukan si calon debitur.
b. Kredit tanpa jaminan
karakter serta loyalitas atau nama baik si calon debitur selama
berhubungan dengan bank atau pihak lain.
5. Sudut sektor usaha, kredit dibedakan atas:
a. Kredit pertanian, merupakan kredit yang dibiayai untuk sektor
perkebunan atau pertanian. Sektor utama pertanian dapat berupa jangka
pendek atau jangka panjang.
atau ternak sapi.
panjang, seperti tambang emas, minyak atau timah.
e. Kredit pendidikan, merupakan kredit yang diberikan untuk membangun
sarana pendidikan atau dapat pula berupa kredit untuk para mahasiswa.
f. Kredit profesi, merupakan kredit yang diberikan kepada para kalangan
profesional seperti, dosen, dokter atau pengacara.
g. Kredit perumahan, yaitu kredit untuk membiayai pembangunan atau
pembelian perumahan dan biasanya berjangka waktu panjang.
7
kerdit adalah sebagai berikut (Kasmir 2014:85):
1. Kepercayaan
Kepercayaan merupakan suatu keyakinan bagi si pemberi kredit bahwa kredit
yang diberikan (baik berupa uang, barang atau jasa) benar-benar diterima
kembali di masa yang akan datang sesuaii jangka waktu kredit.
2. Kesepakatan
Kesepakatan antara si pemberi kredit dengan si penerima kredit. Kesepakatan
ini dituangkan dalam suatu perjanjian dimana masing-masing pihak
menandatangani hak dan kewajibannya masing-masing. Kesepakatan ini
dituangkan dalam akad kredit dan ditandatangani kedua belah pihak sebelum
kredit dikucurkan.
Setiap kredit yang diberikan memiliki jangka waktu tertentu, jangka waktu
ini mencakup masa pengembalian kredit yang telah disepakati. Jangka waktu
tersebut bisa berbentuk jangka pendek (<1 tahun), jangka menengah (1-3
tahun) atau jangka panjang (>3 Tahun).Jangka waktu merupakan batas waktu
pengembalian angsuran kredit yang sudah disepakati kedua belah
pihak.Untuk kondisi tertentu jangka waktu ini dapat diperpanjang sesuai
kebutuhan.
tidak tertagihnya/macet pemberian kredit. Semakin panjang suatu kredit
semakin besar resikonya demikian pula sebaliknya. Resiko ini menjdi
tanggungan bank, baik resiko yang disengaja oleh nasabah yang lalai,
maupun oleh resiko yang tidak disengaja.
8
Bagi bank balas jasa merupakan keuntungan atau pendapatan atas pemberian
suatu kredit atau jasa tersebut yang kita kenal dengan nama bunga. Balas jasa
dalam bentuk bunga dan biaya administrasi kredit ini merupakan keuntungan
bank.
Menurut Kasmir (2010:91) Untuk dapat melaksanakan kegiatan perkreditan
secara benar dan sehat, bank menyelidikinya melalui analisa kredit pada calon
debitur dengan mengemukakan persyaratan-persyaratan yang dikenal dengan
prinsip 5 C yaitu:
Character merupakan sifat atau watak seseorang. Sifat atau watak dari
seseorang yang akan diberikan kredit benar-benar harus dipercaya. Dalam
hal ini bank meyakini benar bahwa calon debiturnya memiliki reputasi
baik, artinya selalu menepati janji dan tidak terlibat hal-hal yang berkaitan
dengan kriminalitas, misalnya penjudi, pemabuk, atau penipu. Untuk dapat
membaca sifat atau watak dari calon debitur dapat dilihat latar belakang
nasabah, baik yang bersifat latar belakang pekerjaan maupun yang bersifat
pribadi seperti cara hidup atau gaya hidup yang dianutnya, keadaan
keluarga, hobi dan jiwa sosial.
Kegunaan dari penilaian latar belakang nasabah tersebut untuk mengetahui
sejauh mana iktikad/kemauan calon-calon debitur untuk memenuhi
kewajibanya (wiilingness to pay) sesuai dengan janji yang telah
ditetapkan.Pemberian kredit atas dasar kepercayaan, sedangkan yang
mendasari suatu kepercayaan yaitu adanya keyakinan pihak bank bahwa
calon debitur memiliki moral, watak dan sifat-sifat pribadi yang positif dan
koperatif.Disamping itu mempunyai tanggung jawab, baik dalam
kehidupan pribadi sebagai manusia, kehidupan sebagai anggota
masyarakat, maupun dalam menjalankan usahanya. Karakter merupakan
factor yang dominan, sebab walaupun calon debitur tersebut cukup mampu
untuk menyelesaikan utangnya, kalau tidak mempunyai itikad yang baik
tentu akan membawa kesulitan bagi bank dikemudian hari.
Sebelum memberikan kredit, bank harus mengenal terlebih dahulu calon
debitur, terutama karakternya. Kajian mengenai karakter dapat dilakukan
dengan cara berikut: a. Bank checking melalui sistem informasi debitur (SID) pada bank
Indonesia (BI). SID menyediakan informasi kredit yang terkait
nasabah, antara lain informasi mengenai bank pemberi kredit, nilai
fasilita kredit yang telah diperoleh, kelancaran pembayaran, dan
informasi lain yang terkait dengan fasilitas kredit tersebut.
9
untuk meneliti reputasi nasabah dilingkungan para stakeholders.
c. Mengupayakan informasi kepada asosiasi usaha dimana calon debitur
terdaftar.
membayar kredit. Bank harus mengetahui secara pasti atas kemampuan
calon debitur dengan melakukan analisis usahanya dari waktu ke waktu.
Pendapatan yang selalu meningkat diharapkan kelak mampu melakukan
pembayaran kembali atas kreditnya. Sedangkan bila diperkirakan tidak
mampu, bank dapat menolak permohonan dari calon debitur. Capacity
sering juga disebut dengan nama Capability. Penilaian terhadap
capacity ini untuk menilai sejauh mana hasil usaha yang diperolehnya
tersebut aka mampu untuk melunasinya tepat pada waktunya sesuai
dengan perjanjian yang telah disepakati. Pengukuran capacity dari calon
debitur dapat dilakukan melalui berbagai pendekatan antara lain
pengalaman mengelola usaha (business record) nya, sejarah perusahaan
yang pernah dikelola (pernah mengalami masa sulit apa tidak,
bagaimana mengatasi kesulitan). Capacity merupakan ukuran dari
ability to pay atau kemampuan dalam membayar.
Beberapa pendekatan yang dapat digunakan dalam menilai capacity
nasabah antara lain:
a. Pendekatan historis, yaitu menilai kinerja nasabah pada masa lalu
(past performance)
debitur
berwenang mewakili calon debitur dalam melakukan
penandatanganan perjanjian kredit dengan baik.
d. Pendekatan manejerial, yaitu menilai kemampuan nasabah
melaksanakan fungsi manajemen dalam pemimpin perusahaan.
e. Pendekatan teknis, yaitu menilai kemampuan calon debitur terkait
teknis produksi, seperti tenaga kerja, sumber bahan baku, peralatan,
administrasi, keuangan dan lain-lain.
dikelola calon debitur. Bank harus meneliti modal calon debitur selain
besarnya juga strukturnya. Untuk melihat penggunaan modal apakah
efektif, dapat dilihat dari laporan keuangan (neraca dan laporan rugi
laba) yang disajikan dengan melakukan pengukuran seperti dari segi
likuiditas dan solvabilitasnya, rentabilitas dan ukuran lainnya.
Penilaian bank atas posisi keuangan calon debitur secara keseluruhan,
termasuk aliran kas debitur, baik masalalu maupun proyeksi yang akan
10
dalam menunjang pembiayaan proyek atau usaha debitur yang
bersangkutan. Secara umum jika modal sendiri besar, akan mendorong
kesungguhan nasabah untuk menjalankan usaha dan menyelesaikan
kewajibanya. Hal ini karena nasabah ikut menanggung resiko apabila
usahanya mengalami kegagalan. Kecukupan modal bervariasi untuk
masing-masing industry bersekala besar tentunya membutuhkan modal
yang lebih besar pula.
ekonomi yang dikaitkan dengan prospek usaha calon nasabah. Penilaian
kondisi dan bidang usaha yang dibiayai hendaknya benar-benar
memiliki prospek yang baik, sehingga kemungkinan kredit tersebut
bermasalah relatif kecil.
faktor politik, peraturan perundang-undangan Negara dan perbankan
pada saat itu serta keadaan lain yang mempengaruhi pemasaran seperti
gempa bumi, tsunami, longsor, banjir dan lain sebagainya. Beberapa hal
yang dapat digunakan dalam melakukan analisis condition of economy
antara lain:
b. Situasi politik dan perekonomian dunia serta domestic
c. Kondisi lain yang mempengaruhi pemasara
Sebagai contoh beberapa saat yang lalu terjadi gejolak ekonomi yang
bersifat negative dan membuat nilai tukar rupiah menjadi sangat rendah,
hal ini menyebabkan perbankan akan menolak setiap bentu kredit
invenstasi maupun konsumtif.
bersifat fisik maupun yang nonfisik. Jaminan hendaknya melebihi
jumlah kredit yang diberikan. Jaminan juga harus diteliti keabsahannya,
sehingga jika terjadi sesuatu, maka jaminan yang dititipkan akan dapat
dipergunakan secepat mungkin.
of guarantee, rekomendasi. Penilaian terhadap collateral ini dapat
ditinjau dari 2 segi yaitu:
a. Segi ekonomis yaitu nilai ekonomis dari barang –barang yang akan
digunakan
yuridis untuk dipakai sebagai agunan.
11
2.3 Pengertian Jaminan Kredit
Jaminan kredit adalah hak dan kekuasaaan atas barang jaminan yang diserahkan
oleh nasabah kepada pihak bank guna menjamin pelunasan utangnya apabila
kredit yang diterimannya tidak dapat dilunasi sesuai waktu yang diperjanjikan.
(Rivai, 2013:367)
Sedangkan menurut Usman (2010:44) jaminan adalah penyerahan hak atas harta
benda milik nasabah atau pihak ketiga yang diikat sebagai alat pembayar jika
terjadi wanprestasi terhadap bank.
Untuk melindungi uang yang dikucurkan lewat dari resiko kerugian, maka pihak
perbankan membuat pagar pengamanan. Dalam kondisi sebaik apapun atau
dengan analisis sebaik mungkin, risiko kredit macet tidak dapat dihindari. Pagar
pengamanan yang dibuat biasanya berupa jaminan yang harus disediakan debitur.
Tujuan jaminan adalah untuk melindungi kredit dari risiko kerugian yang
disengaja maupun tidak disengaja. Lebih dari itu jaminan yang diserahkan oleh
nasabah merupakan beban, sehingga si nasabah akan sungguh-sungguh untuk
mengembalikan kredit yang diambilnya. (Kasmir, 2012:123)
Maka dapat disimpulkan bahwa jaminan kredit merupakan hak dan kekuasaan
barang jaminan yang diserahkan oleh debitur kepada bank, yang berfungsi sebagai
pagar pengamanan bagi bank apabila suatu saat debitur tidak mampu melunasi
kredit sesuai dengan jangka waktu yang ditetapkan.
2.3.1 Jenis-jenis Jaminan Kredit
1. Jaminan perorangan (Personal guarantee/borgtocht), yaitu suatu
perjanjian penanggungan utang dimana pihak ketiga mengikatkan diri
untuk memenuhi kewajiban nasabah dalam hal nasabah tidak dapat
memenuhi kewajiannya kepada pihak bank atau wanprestasi.
2. Jaminan perusahaan (Coorporate guarantee), yaitu suatu perjanjian
penanggungan utang yang diberikan perusahaan lain untuk memenuhi
kewajiban nasabah dalam hal nasabah tidak memenuhi kewajibannya
kepada bank atau wanprestasi.
3. Jaminan kebendaan, yaitu penyerahan hak oleh nasabah atau pihak ketiga
atas dasar barang-barang miliknya kepada bank guna dijadikan jaminan
atas kredit yang diperoleh nasabah.
12
Ditinjau dari jenisnya, jaminan kebendaan terbagi atas dua jenis, yaitu
sebagai berikut:
Barang bergerak adalah semua barang yang secara fisik dapat
dipindahtangankan, kecuali karena ketentuan undang-undang barang tersebut
ditetapkan sebagai barang tidak bergerak.
Contoh; logam, sepeda motor, persediaan, inventaris, mobil, dsb.
b. Jaminan kebendaan atas barang tidak bergerak
Brang tidak bergerak adalah tanah dan barang-barang lain karena sifatnya
oleh undang-undang dinyatakan sebagai benda tidak bergerak.
Jenis-jenis jaminan yang diterima sebagai jaminan kredit (Rivai, 2013:368),
antara lain:
5) Perhiasan (emas)
6) Tanah (hak milik, hak guna usaha, hak guna bangunan) dan bangunan
yang didirikan diatas hak mlik atau hak guna bangunan
7) Kendaraan bermotor
8) Kapal laut
9) Pesawat terbang
11) Jaminan pribadi
12) Jaminan perusahaan
sebagai jamina kredit, antara lain harta milik pejabat/karyawan bank tidak
dapat diterima sebagai jaminan kredit untuk jaminan kredit untuk kepentingan
nasabah.
Pengertian agunan dalam perbankan adalah benda bergerak ataupun benda tidak
bergerak yang diserahkan oleh debitur kepada kreditur, yang berguna untuk
menjamin apabila terjadi kondisi dimana fasilitas kredit tidak bisa dibayar
kembali sesuai jangka waktu yang telah ditetapkan. Jika terjadi kredit macet,
maka benda tersebut bisa dijual untuk pelunasan fasilitas kredit. Jenis jaminan ini
13
dapat berupa jaminan umum (dimana kreditur tidak punya hak preferen) dan
jaminan khusus (kreditur mempunyai hak preferen). Widiyono (2009:88)
Sedangkan menurut Rivai (2013:367) agunan adalah penyerahan hak oleh debitur
atau pihak ketiga atas barang-barang guna dijadikan sebagai jaminan atas kredit
yang diperoleh debitur.
Maka, dapat disimpulkan bahwa agunan adalah penyerahan benda bergerak
maupun benda tidak bergerak oleh debitur kepada bank, sebagai jaminan atas
fasilitas kredit yang diterima oleh debitur.
2.5 Metode penilaian barang jaminan (agunan) kredit
Jaminan merupakan salah satu unsur penting dalam analisis kredit. Oleh karena
itu, barang-barang yang diserahkan nasabah kepada bank harus dinilai pada saat
dilaksanakan analisis kredit. Bank harus berhati-hati dalam menilai harga barang-
barang tersebut karena harga yang dicantumkan oleh nasabah tidak selalu
menunjukkan harga sesungguhnya (harga pasar pada saat itu), karena nasabah
kadang-kadang menaksir barang yang diagunkannya diatas harga yang
sesungguhnya (over value). Penilaian yang terlalu tinggi bisa berakibat bank
berada pada posisi lemah. Jika likuidasi/penjualan agunan tidak dapat dihindari,
keadaan tersebut dapat membawa bank kepada kerugian karena hasil penjualan
agunan biasanya lebih rendah dari harga semula (pada saat diberikan) maupun
harga pasar pada saat agunan akan dijual sehingga tidak dapat menutupi
kewajiban nasabah kepada bank.
1. Dasar penilaian umum
a. Harga buku
terhadap barang tersebut.
b. Harga pasar
Artinya, nilai dari barang-barang tersebut bila dijual di pasar umum pada
saat pelaksanaan penilaian/taksasi.
1) Mengecek langsung kepada sipenjual /pemasok/penyalur.
2) Meminta diforma invoice/ faktur pembeli
3) Melalui mass media
14
4) Membandingkan dengan harga beli yang sama pada nasabah lain yang
sudah/sedang kita biayai
5) Meminta keterangan harga tanah dari lurah, BPN, Pemda setempat
6) Menggunakan jasa-jasa pihak ketiga yang ahli (expert), misalnya
asuransi, sucofindo, lembaga-lembaga/perusahaan penilai (apprasial
company)
7) Nilai Jual Objek Pajak (NJOP) yang tercantum dalam PBB.
2. Dasar Penilaian Per Jenis Barang Agunan
a. Persediaan barang
tersebut.
Jumlah persediaan yang akan dinilai dan diikat tergantung kepada keadaan
perusahaan artinya sebagai berikut:
lebih dari satu tahun, jumlah persediaaan yang akan dinilai adalah
persediaaan rata-rata per bulan minimum selama satu tahun.
2) Bagi perusahaan yang telah beroperasi/mempunyai realisasi usaha
lebih dari satu tahun, termasuk perusahaan baru, jumlah persediaan
yang akan dinilai adalah jumlah persediaan yang dipertimbangkan
bank dalam perhitungan kebutuhan modal kerja nasabah.
b. Piutang dagang
adanya penjualan secara kredit dan secara normal dapat diterima dalam
jangka pendek. Tagihan timbul bukan karena penjualan secara kredit tidak
termasuk dalam piutang dagang.
Di dalam menerima dan menilai piutang dagang, sebagai jaminan harus
diketahui dengan jelas hal-hal sebagai berikut:
1) Piutang tersebut merupakan piutang dagang lancar
2) Piutang belum jatuh tempo pada saat disposisi diberikan
3) Umur piutang tidak lebih dari tiga bulan
4) Bonafiditas si terutang dapat dibuktikan secara administratif misalnya,
adanya surat penunjukan sebagai agen/distributor, adanya perjanjian
tertulis tentang penyelesaian pembayaran transaksi dagang dan/atau
yang berutang kepada debitur mengakui utangnya sebagai jaminan
kredit bank
c. Tanah
15
8) Hak lain yang tidak ternasuk hak-hak tersebut diatas, yang ditetapkan
oleh undang-undang serta hak-hak yang sifatnya sementara.
Penilaian jaminan berupa tanah harus memerhatikan hal-hal diantaranya:
a) Status hak atas tanah
b) Letak tanah
d) Kondisi daerah
e) Kesuburan tanah
f) Peraturan pemerintah
dan lain-lain)
Untuk mentukan nilai taksasi tanah dapat berpedoman pada harga antara
lain:
a) Harga standar dari kantor BPN (Badan Pertanahan Nasional) setempat
atau
b) Harga dasar yang diterbitkan oleh pemerintah daerah setempat, atau
c) Harga tanah berdasarkan nilai objek NJOP (Nilai Jual Objek Pajak)
yang diterbitkan oleh kantor pelayanan pajak bumi dan bangunan
setempat, atau
f) Harga pasar
Bangunan yang dapat diterima sebagai agunan adalah berdiri ditas hak
milik, hak guna bangunan dan satuan/unit rumah susun yang didirikan
diatas tanah milik atau hak guna bangunan
Untuk jaminan berupa bangunan, nilai taksasinya ditetapkan atas dasar
harga pasar dengan memerhatikan
3) Lokasi bangunan
4) Kontruksi bangunan
8) Plenologi kota
e. Kendaraan bermotor
1) Tahun pembuatan
2) Kondisi/keadaan fisik
3) Jenis model
1) Keadaan
2) Berat
3) Kadar
orang-orang ahli dalam hal perhiasan, misalnya toko emas, mengingat kesukaran
dalam menentukan keadaan, berat, kadar perhiasan tanpa menggunakan alat-alat
khusus dan keahlian khusus yang umumnya dimiliki oleh toko emas.
2.6 Pengertian Kredit Modal Kerja
Menurut Rivai (2013:12) kredit modal kerja adalah kredit untuk modal kerja
perusahaan dalam rangka pembiayaan aktiva lancar perusahaan, seperti pembelian
bahan baku/mentah, bahan penolong/pembantu, barang dagangan, biaya
eksploitasi barang modal, piutang, dan lain-lain.
Sedangkan menurut Kasmir (2012:120) kredit modal kerja adalah merupakan
kredit yang digunakan untuk keperluan meningkatkan produksi dalam
operasionalnya. Sebagai contoh kredit modal kerja diberikan untuk membeli
bahan baku, membayar gaji pegawai atau biaya-biaya lainnya yang berkaitan
dengan proses produksi perusahaan.
Prinsip dari modal kerja ini adalah penggunaan modal yang akan habis dalam satu
siklus usaha yaitu dimulai dari perolehan uang tunai dari kredit bank kemudian
digunakan untuk membeli barang dagangan atau bahan-bahan baku kemudian
diproses menjadi barang jadi lalu dijual baik secara tunai atau kredit selanjutnya
memperoleh uang tunai kembali. Dalam menjalankan kegiatan operasionalnya,
perusahaan membutuhkan dana yang cukup untuk menjamin kelangsungan
operasinya tersebut.
Maka dapat disimpulkan, bahwa kredit modal kerja merupakan kredit untuk
perusahaan ataupun perorangan dalam rangka memenuhi kebutuhan modal kerja
yakni untuk membeli bahan baku, barang dagangan, dan biaya lainnya yang
berkaitan degan proses produksi.
2. Mempunyai izin-izin usaha, misalnya SIUP, TDP
3. Maksimum kredit yang diberikan tergantung besar skala usaha, kemampuan
pengembalian pinjaman, dll
4. Maksimum jangka waktu kredit 3 tahun, tergantung sifat/karakter bisnis,
aliran cashflow, dll
debitur dalam pengembalian pinjamannya.
6. Agunan utama adalah usaha yang dibiayai. Debitur menyerahkan agunan
tambahan jika menurut penilaian bank perlu.
2.7 Cover ratio
barang jaminan dapat dihitung dengan menentukan cover ratio. Cover ratio
adalah perbandingan antara jumlah fasilitas kredit yang diusulkan dengan nilai
wajar jaminan kredit.
Jaminan yang diberikan calon debitur akan dianalisis apakah layak dan memenuhi
persyaratan yang ditentukan bank. Sedangkan pemberian kredit yang
dipertimbangkan jika cover ratio diatas 100%. Dalam pelaksanaanya, nilai wajar
taksasi jaminan kredit dapat ditinjau dari dua sisi, yakni:
1. Market value (nilai pasar)
Nilai wajar jaminan yang dinilai berdasarkan harga pasaran jaminan apabila
akan dijual. Maka rumus cover ratio:
2. Liquidity value (nilai lelang)
Niai wajar jaminan yang dinilai berdasarkan harga likuidasi berada diantara nilai
kewajaran 70% - 80% dari nilai sebenarnya harga barang.
18
Lokasi penelitian untuk memperoleh data yang diperlukan dalam penyusunan
penelitian ini adalah PT Bank Negara Indonesia Persero Tbk Kantor Cabang
Utama Medan di Jln. Pemuda No. 12.
Tabel 3.1 Waktu Kegiatan Penulisan Tugas Akhir
Sumber: buku pedoman penulisan Tugas Akhir 2019
No Kegiatan
Waktu Kegiatan Penulisan Tugas Akhir
April Mei Juni Juli Agustus
1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4
1 Persiapan
2 Pengumpulan
Persiapan yang dilakukan dalam mengerjakan Tugas Akhir ini adalah dengan
mempersiapkan judul tugas akhir, konsultasi dengan dosen pembimbing agar
permasalahan yang akan dibahas sesuai dengan data yang akan diambil.
2. Tahap Pengumpulan Data
Tahap ini meliputi pengumpulan data, baik data kepustakaan yang berasal dari
buku-buku yang relevan dari perpustakaan maupun data yang diambil pada saat
riset diperusahaan yang bersangkutan.
Data yang diperoleh dari tempat riset ditabulasikan lalu diadakan pengolahan data
sesuai dengan teknik analisa yang digunakan penulis.
4. Tahap Penyusunan Konsep Tugas Akhir
Setelah data yang diperoleh tersebut ditabulasikan dan dianalisis, langkah
selanjutnya menyusun Tugas Akhir sesuai dengan pedoman penulisan Tugas
Akhir yang berlaku.
Setelah menyelesaikan konsep Tugas Akhir lalu konsep Tugas Akhir tersebut
diserahkan dalam bentuk draf kepada pembimbing utama untuk diperiksa. Dalam
hal ini terus dilakukan konsultasi dan pengarahan dari pembimbing.
6. Tahap Sidang Tugas Akhir
Setelah Tugas Akhir disetujui oleh pembimbing utama dan pembimbing
pendamping, maka langkah selanjutnya adalah melakukan siding Tugas Akhir,
dimana isi dan pembahasan Tugas Akhir akan dipresentasikan.
7. Tahap Perbaikan Tugas Akhir
Selesai dilaksanakannya tugas akhir maka ditemukan beberapa kesalahan atau pun
hal-hal yang tidak sesuai. Selanjutnya dilakukan perbaikan terhadap laporan tugas
akhir tersebut.
8. Tahap Penggadaan Tugas Akhir
Pada tahap ini Tugas Akhir diperbanyak minimal berjumlah 4, untuk diserahkan
ke Kepala Program Studi, Pembimbing, Perpustakaan Politeknik Negeri Medan,
Dan Mahasiswa yang Bersangkutan.
Populasi adalah seluruh kumpulan elemen yang menunjukkan ciri-ciri tertentu
yang dapat digunakan untuk kesimpulan (Sanusi, 2011:87). Dalam penulisan
Tugas Akhir ini yang menjadi populasi adalah seluruh kredit yang disalurkan oleh
PT Bank Negara Indonesia Persero Tbk Kantor Cabang Utama Medan.
3.2.2 Sampel
Bagiandari elemen-elemen populasi disebut sampel (Sanusi, 2011:87), maka yang
menjadi sampel dalam penulisan Tugas Akhir ini adalah kredit modal kerja yang
disalurkan oleh PT Bank Negara Indonesia Persero Tbk Kantor Cabang Utama
Medan.
3.3 Jenis Data
Jenis data dalam penelitian terbagi menjadi dua jenis, yaitu data sekunder dan
data primer. Dalam penelitian ini, jenis data yang digunakan adalah data primer.
Data Primer adalah data yang pertama kali dicatat dan dikumpulkan oleh peneliti.
Peneliti dapat mengontrol tentang kualitas data, hal ini bisa dilakukan karena
secara historis peneliti memahami proses pengumpulannya. (Sanusi,2014:104).
3.4 Teknik Pengumpulan Data
Dalam penelitian ini dibutuhkan data dan informasi yang berkaitan dengan judul
bahasan yang diambil. Data-data yang ada pada pada penelitian ini diperoleh dari:
1. Wawancara
data dalam metode survey yang menggunakan pertanyaan lisan kepada subjek
penelitian”. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah
wawancara. Teknik wawancara ini digunakan untuk melengkapi data tentang
unur-unsur yang terkait dalam sistem pemberian kredit PT Bank Negara Indonesia
Persero Tbk Kantor Cabang Utama Medan.
21
baik secara pribadi maupun kelembagaan (Sanusi, 2011:114). Data seperti laporan
keuangan, riwayat perusahaan, dan sebagainya.
3.5 Teknik Pengolahan Data
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif. Analisa deskriptif
adalah prosedur pemecahan masalah yang diselidiki dengan menggambarkan atau
melakukan keadaan subjek atau objek penelitian (seseorang, lembaga, masyarakat,
dan lain-lain) pada saat sekarang berdasarkan fakta-fakta yang tampak atau
sebagaimana adanya (Nawawi, 2005: 63). Dalam penelitian ini penulis mengolah
data dengan cara menggunakan rumus Cover Ratio.
x 100%
Metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode
deskriptif. Data yang telah diolah dalam penelitian ini kemudian dianalisis dengan
metode deskriptif untuk dapat menggambarkan atau menjelaskan permasalahan
terhadap data yang telah diolah.
22
4.1.1 Sejarah PT Bank Negara Indonesia Persero Tbk
Dengan sejarah yang kaya, kondisi financial yang kuat, sumber daya manusia
yang unggul dan teknologi yang andal, Bank Negara Indonesia yakin telah berada
di jalur yang tepat untuk menjadi bank nasional yang berkemampuan global.
Didirikan pada tanggal 5 Juli 1946, PT Bank Negara Indonesia Persero Tbk
Kantor Cabang Utama Medanmenjadi bank pertama milik negara yang lahir
setelah kemerdekaan Indonesia.Lahir pada masa perjuangan kemerdekaan
Republik Indonesia, Bank Negara Indonesiasempat berfungsi sebagai bank sentral
dan bank umum sebagaimana tertuang dalam Peraturan Pemerintah Pengganti
Undang-Undang No. 2/1946, sebelum akhirnya beroperasi sebagai bank komersial
sejak tahun 1955. Oeang Republik Indonesia atau ORI sebagai alat pembayaran
resmi pertama yang dikeluarkan Pemerintah Indonesia pada tanggal 30 Oktober
1946 dicetak dan diedarkan oleh Bank BNI.
Menyusul penunjukan De Javache Bank yang merupakan warisan dari Pemerintah
Belanda sebagai bank sentral pada tahun 1949, Pemerintah membatasi peran Bank
Negara Indonesiasebagai bank sentral. Bank Negara Indonesia lalu ditetapkan
sebagai bank pembangunan dan diberikan hak untuk bertindak sebagai bank
devisa pada tahun 1950 dengan akses langsung untuk transaksi luar negeri.
Sehubungan dengan penambahan modal pada tahun 1955, status Bank Negara
Indoneisia diubah menjadi bank komersial milik pemerintah. Perubahan ini
melandasi pelayanan yang lebih baik dan tuas bagi sector usaha nasional.
Peranan Bank Negara Indonesiauntuk mendukung perekonomian Indonesia
semakin strategis dengan munculnyainisiatif untuk melayani seluruh lapisan
masyarakat dari Sabang sampai Merauke pada tahun 1960-an dengan
memperkenalkan berbagai layanan perbankan seperti Bank Terapung, Bank
Keliling, Bank Bocah dan Bank Sarinah. Tujuan utama dari pembentukan Bank
23
Terapung adalah untuk melayani masyarakat yang tinggal di kepulauan seperti di
Kepulauan Riau atau daerah yang sulit dijangkau dengan transportasi darat seperti
Kalimantan.Bank Negara Indonesiajuga meluncurkan Bank Keliling, yaitu jasa
layanan perbankan di mobil keliling sebagai upaya proaktif untuk mendorong
masyarakat menabung.
identitas perusahaan, nama Bank Negara Indonesia 1946 resmi digunakan mulai
akhir tahun 1968. Perubahan ini menjadikan Bank Indonesia lebih dikenal sebagai
„BNI 46. Penggunaan nama panggilan yang lebih mudah diingat - „Bank BNI -
ditetapkan bersamaan dengan perubahan identitas perusahaan tahun 1988.Tahun
1992, status hukum dan nama Bank Negara Indonesiberubah menjadi PT Bank
Negara Indonesia Persero, sementara keputusan menjadi perusahaan publik
dilanjutkan dengan melakukan Initial Public Offering (IPO) yang melalui
penawaran saham perdana di pasar modal BEJ dan BES pada bulan 1996.
Sesuai dengan UU No.17 Tahun 1968 sebagai bank umum dengan namaBank
Negara Indonesia 1946, Bank Negara Indonesiabertugas memperbaiki ekonomi
rakyat dan berpartisipasi dalam pembangunan ekonomi nasional.
Segmentasi nasabah juga telah dibidik Bank Negara Indonesia sejak awal dengan
dirintisnya bank yang melayani khusus nasabah wanita yaitu Bank Sarinah di
mana seluruh petugas bank adalah perempuan dan Bank Bocah yang memberikan
edukasi kepada anak-anak agar memiliki kebiasaan menabung sejak dini.
Pelayanan Bank Bocah dilakukan juga oleh anak-anak. Bahkan sejak 1963, Bank
Negara Indonesiatelah merintis layanan perbankan di perguruan tinggi saat
membuka Kantor Kas Pembantu di Universitas Sumatera Utara (USU) di Medan.
Saat ini Bank Negara Indonesiatelah memiliki kantorlayanan hampir di seluruh
perguruan tinggi negeri maupun swasta terkemuka di Indonesia.
Dalam masa perjalanannya, Bank BNI telah mereposisi identitas korporatnya
untuk menyesuaikan dengan pasar keuangan yang dinamis. Identitas pertama
sejak Bank BNI berdiri berupa lingkaran warna merah dengan tulisan Bank
Negara Indonesia 1946 berwarna emas melambangkan persatuan, keberanian, dan
24
sebagai bank perjuangan. Pada tahun 1988, identitas korporat berubah menjadi
logo layar kapal & gelombang untuk merepresentasikan posisi Bank Negara
Indonesi sebagai Bank Pemerintah Indonesia yang siap memasuki pasar keuangan
dunia dengan memiliki kantor cabang di luar negeri. Gelombang mencerminkan
gerak maju Bank Negara Indonesiayang dinamis sebagai bank komersial Negara
yang berorientasi pada pasar.
kepercayaan masyarakat terhadap perbankan nasional, Bank Negara Indonesia
melakukan program restrukturisasi termasuk diantaranya
melakukan rebranding untuk membangun & memperkuat reputasi
BankBNI.Identitas baru ini dengan menempatkan angka „46 di depan kata
„BankBNI. Kata „BankBNI berwarna tosca yang mencerminkan kekuatan,
keunikan, dan kekokohan.Sementara angka „46 dalam kotak orange diletakkan
secara diagonal untuk menggambarkan Bank Negara Indonesia baru yang
modern.
4.1.2 Visi dan Misi Perusahaan
Adapun visi dan misi PT Bank Negara Indonesia Persero Tbk adalah:
a. Visi PT Bank Negara Indonesia PerseroTbk
Menjadi bank yang unggul, terkemuka dan terdepan dalam layanan dan
kinerja. Dengan penjelasan bahwa Bank Negara Indonesia berupaya menjadi
Bank yang menunjukkan kinerja unggul untuk memberikan nilai investasi
yang memuaskan bagi para pemegang saham, menjadi the bank of choice
dengan menyajikan kualitas yang terbaik, serta menjadi dominant player
(market leader) dengan menyajikan produk/jasa bernilai di segmen pasar
yang dilayani.
1) Memberikan layanan prima dan solusi yang bernilai tambah kepada
seluruh nasabah, dan selaku mitra pillihan utama (the bank choice)
2) Meningkatkan nilai investasi yang unggul bagi investor.
25
untuk berkarya dan berprestasi.
sosial.
5) Menjadi acuan pelaksanaan kepatuhan dan tata kelola perusahaan yang
baik.
Gambar 4.1 Logo Bank Negara Indonesia
Sumber: PT BNI Persero Tbk
Bank nasional yang modern dengan masa depan cerah, dan tetap berpijak
pada warisan semangat „46
Identitas baru Bank Negara Indonesia merupakan hasil desain ulang untuk
menciptakan suatu identitas yang tampak lebih segar, lebih modern, dinamis,
serta menggambarkan posisi dan arah organisasi yang baru. Identitas tersebut
merupakan ekspresi brand baru yang tersusun dari simbol “46” dan kata
“BankBNI” yang selanjutnya dikombinasikan dalam suatu bentuk logo Bank
Negara Indonesia.
Huruf “Bank BNI” dibuat dalam warna turquoise baru, untuk mencerminkan
kekuatan, otoritas, kekokohan, keunikan dan citra yang lebih modern. Huruf
tersebut dibuat secara khusus untuk menghasilkan struktur yang orisinal dan
unik.
26
logo ini, angka “46” diletakkan secara diagonal menembus kotak berwarna
jingga untuk menggambarkan Bank Negara Indonesia baru yang modern.
Palet Warna
warna korporat yang lama, yakni turquoise dan jingga.Warna turquoise yang
digunakan pada logo baru ini lebih gelap, kuat mencerminkan citra yang lebih
stabil dan kokoh. Warna jingga yang baru lebih cerah dan kuat,
mencerminkan citra lebih percaya diri dan segar.
Adapun produk dan jasa yangsedang dilaksanakan oleh PT Bank Negara
Indonesia Persero Tbk sebagai berikut:
4.1.4 Produk dan Jasa Unggulan PT Bank Negara Indonesia Persero Tbk
1. Produk simpanan
Tabungan plus (Taplus) dari Bank BNI, tabungan yang akan memberikan
Anda layanan PLUS dengan berbagai macam fitur dan manfaat.
b. Taplus Bisnis
Taplus Bisnis adalah produk tabungan yang diperuntukkan bagi pelaku usaha
maupun bukan pelaku usaha baik perorangan maupun non perorangan, yang
dilengkapi dengan fitur dan fasilitas yang memberikan kemudahan dan
fleksibilitas dalam mendukung transaksi bisnis.
c. Taplus Muda
dari Bank Negara Indonesia Taplus dan diperuntukkan bagi kaum muda
dengan usia mulai dari 15 sampai 25 tahun yang gambar kartu debitnya bisa
ditentukan sendiri oleh nasabah.
Merupakan tabungan yang diperruntukkan bagi Pegawai/Anggota suatu
Perusahaan/Lembaga/Asosiasi/Organisasi Profesi yang menjalin kerjasama
dengan Bank Negara Indonesia yang berfungsi sebagai sarana tabungan, kartu
identitas Pegawai/Anggota.
mahasiswa Perguruan Tinggi yang bekerjasama dengan Bank Negara
Indonesia yang berfungsi untuk menampung keperluan pembayaran SPP dan
atau lainnya.
f. Tapenas
Tapenas (Tabungan Perencanaan Masa Depan), yaitu simpanan berjangka
untuk membantu perencanaan keuangan untuk mewujudkan tujuan masa
depan dengan lebih pasti dan aman. Dengan bunga yang lebih tinggi dan
bebas untuk menetapkan jangka waktu (2 tahun 2.d 18 tahun).
g. Taplus Anak
berusia di bawah 17 tahun yang bebas pengelolaan biaya rekening.
h. Tabunganku
dengan persyaratan mudah dan ringan yang diselenggarakan secara bersama-
sama oleh bank-bank di Indonesia guna menumbuhkan budaya menabung
serta untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
i. Giro
mempunyai banyak fasilitas dan keuntungan, seperti:
1) Jasa giro menarik dihitung atas dasar saldo harian.
2) Dapat dibuka atas nama perorangan maupun perusahaan.
28
3) Dapat dibuka dalam mata uang rupiah maupun valas sesuai dengan
kebutuhan bisnis.
bulanan).
j. Deposito
aman dnegan tingkat bunga yang menarik yang mempunyai manfaat yaitu:
1) Mendapatkan tingkat suku bunga kompetitif.
2) Dapat dijadikan sebagai jaminan kredit.
3) Dijamin oleh Lembaga Penjamin Simpanan (syarat dan ketentuan
berlaku).
4) Tersedia dalam pilihan mata uang sesuai dengan kebutuhan Anda yaitu
mata uang Rupiah atau asing (USD, JPY, GBP, SGD, HKD, EUR).
5) Bungan dapat ditransfer ke rekening Tabungan, Giro atau menambah
pokok simpanan.
6) Pada saat jatuh tempo dapat diperpanjang secara otomatis (Automatic Roll
Over/ARO) atau tidak otomatis (non ARO).
7) Tersedia dalam berbagai pilihan jangka waktu sesuai dengan kebutuhan
Anda yaitu 1, 3, 6, 12 atau 24 bulan.
k. Simponi
Pensiun.Siapapun, bisa menjadi peserta Simponi.
l. Tabungan Dollar
Simpanan dalam mata uang asing (USD/ SGD) yang memiliki nilai tukar
lebih stabil dan aman serta memberikan berbagai kemudahan dalam
bertransaksi.
29
mempermudah para nasabahnya yang ingin menunaikan ibadah haji yang
menawarkan manfaat untuk nasabah seperti:
1) Meringankan persiapan dana untuk menunaikan Ibadah Haji
2) Membantu perencanaan dana kebutuhan Ibadah Haji melalui fasilitas
autodebet (sistem setoran tetap) dengan jangka waktu dan jumlah setoran
yang fleksibel dari rekening afiliasi Taplus, Taplus Bisnis, Giro Rupiah
Perorangan
3) Kemudahan penyetoran dana ke rekening Haji melalui seluruh Kantor
Cabang Bank BNI, fasilitas layanan ATM, SMS Banking dan Internet
Banking
manfaat pertanggungan asuransi maksimal sebesar nilai BPIH dan
mendapatkan beasiswa untuk ahli waris maksimal Rp. 30 juta
6) Gratis biaya pengelolaan rekening
7) Gratis biaya pembukaan dan penutupan rekening
n. Simpanan Pelajar
Tabungan untuk siswa PAUD, TK, SD, SMP, dan SMA sederajat yang
diterbitkan secara nasional di seluruh Indonesia.Beberapa manfaatnya adalah
mendorong anak untuk gemar menabung, memberikan edukasi tentang
keuangan kepada anak sejak dini, dan melatih pengelolaan keuangan anak.
Syarat-syarat:
2) Dokumenpembukaan rekening adalah NIK/Akta Kelahiran Siswa dan
copy KTP orang tuasiswa
30
susun, ruko/rukan, rumah peristirahatan (villa), dan pembelian kavling/tanah
matag di real eastateyang konstruksinya dibiayai oleh BankBNI, seperti:
1) Pembangunan/renovasi.
2) Refinancing.
digunakan untuk berbagai keperluan (multiguna). Nasabah dapat memilih
metode fasilitas penarikan yang diinginkan, yaitu:
1) Dual Facility terbagi 2 yaitu, sebesar 60% dari maksimum kredit ditarik
sekaligus dan kredit bersifat aplopend. Sisanya sebesar 40% dari
maksimum kredit dapat ditarik sesuai kebuutuhan dan kredit bersifat
Rekening Koran/RC terbatas.
2) Single Facility, yaitu system penarikan kredit sebesar 100% dari
maksimum secara sekaligus dan bersifat aplopend.
c. Fleksi
tanpa agunan dengan fasilitas kredit Rp 5.000.000,00 s.d Rp 50.000.000,00
(apabila payroll tidak melalui Bank BNI) dan Rp 100.000.000,00 (apabila
payroll melalui Bank BNI)
tanpa agunan untuk biaya pendidikan pre-school hingga pasca sarjana pada
lembaga pendidikan di da lam Negeri terakreditasi (diakui) pada Departemen
Pendidikan Nasional dan telah berdiri (beroperasi) minimal 3 (tiga) tahun
dengan fasilitas kredit Rp 5.000.000,00 s.d Rp 200.000.000,00 (untuk
pegawai)
31
Produk layanan Bank BNI Cerdas memberikan kredit bagi Anda para
pemegang Deposito, Tabungan dan Giro dari Bank Negara Indonesidengan
manfaat sebagai berikut:
1) Dana segar bebas pakai tanpa pencairan Deposito, Tabungan atau Giro.
2) Suku bunga Deposito, Tabungan atau Giro tetap diterima.
3) Fleksibel, maksimal 12 bulan.
4) Multy currency (penerimaan kredit dalam Rupiah atau USD).
5) Cepat, proses dapat ditunggu.
3. Produk Layanan
Bank Negara Indonesia Transfer (Kiriman Uang) adalah suatu jasa bank
untuk pengiriman dana dari suatu cabang ke cabang lainnya atau ke bank lain
atas permintaan nasabah untuk dibayarkan kepada penerima di cabang/bank
lain.
Manfaat
2) Membantu penyelesaian transaksi menjadi efektif dan efisien.
3) Cepat dan aman.
b. Kiriman Uang International
Jasa layanan ini memfasilitasi pengiriman uang dari satu negara ke negara
lain melalui sarana draft, SWIFT, TT/Kawat. Transfer ke luar negeri
dilakukan dalam valuta asing yang mempunyai catatan kurs pada Bank
Indonesia.
Kini Anda bisa menikmati waktu dengan tenang tanpa harus gelisah
memikirkan barang berharga/dokumen Anda seperti perhiasan, logam mulia,
saham, obligasi, surat berharga, sertifikat atau barang-barang Anda yang tidak
ternilai harganya karena Bank Negara Indonesia menyediakan sarana Safe
32
Deposit Box (SDB) dalam jangka waktu tertentu atau sesuai dengan
permintaan pelanggan dengan keamanan dan perlindungan yang maksimal.
Begitu amannya sehingga Anda pun merasa nyaman dan bebas dari rasa
cemas.
Manfaat
barang yang disimpan
2) Ruang penyimpanan didukung oleh sistem keamanan canggih, tahan api
dan tahan bongkar yang dilindungi oleh pengamanan 24 jam dan ditunjang
sistem alarm paling canggih.
3) Tarif sewa yang sangat kompetitif
4) Anda dapat dengan leluasa dan aman mengurus barang atau dokumen di
ruangan khusus dengan nyaman dan aman.
d. Inkaso
Bank Negara Indonesia menyediakan layanan untuk menagih pembayaran
atas surat/dokumen berharga kepada pihak ketiga di tempat/kota lain di dalam
negeri. Nama layanan ini disebut INKASO. Surat/dokumen berharga yang
dapat diinkasokan adalah wesel/draft, cek bilyet giro, kuitansi, surat
promes/aksep dan hadiah undian.
Manfaat
1) Membantu lebih efektif dan efisien dalam penyelesaian tagihan antar kota.
2) Lebih bonafid dan nasabah memiliki reputasi yang lebih jelas.
e. Surat Keterangan Bank
perorangan atau badan hukum.SKB, yang berupa keterangan secara tertulis
ini, diberikan oleh Bank kepada nasabahnya untuk satu macam keperluan dan
bersifat tidak mengikat, tidak menjanjikan dan tidak memberikan jaminan.
Manfaat
33
Poundsterling Inggris, Deutsche Mark Jerman, French franc Perancis,
Netherlands Gulden, Dollar Hong Kong, Ringgit Malaysia dan Dollar
Singapura.
Manfaat
Untuk mengatasi kebutuhan valuta asing, baik untuk keperluan bepergian ke
luar negeri maupun penyelesaian kewajiban di dalam dan di luar negeri.
g. Simpanan Pensiun
Pensiun Lembaga Keuangan PT Bank Negara Indonesia Persero Tbk (DPLK
Bank BNI) sejak tahun 1994 berdasarkan Undang-Undang Nomor 11 Tahun
1992 tentang Dana Pensiun.
Manfaat menjadi pesert Simponi
minimal Rp 50.000 maka peserta akan mendapatkan pengembangan yang
optimal setiap bulannya, selain itu setelah memasuki usia pensiun, peserta
berpeluang untuk mendapatkan manfaat pensiun bulanan seumur hidup,
setelah itu akan diteruskan kepada ahli waris (dhi. janda/duda dan sampai
dengan anak yang terkecil dengan ketentuan belum berumur 25 tahun/belum
menikah/belum bekerja
Layanan ATM (Automatic Teller Machine) siap melayani Anda selama 24
jam, guna melakukan transaksi perbankan yang meliputi penarikan tunai,
inquiry saldo rekening tabungan, transfer, setoran tunai (melalui mesin CDM)
dan melakukan berbagai jenis pembelian dan pembayaran tagihan tanpa harus
datang langsung ke Kantor Cabang Bank BNI dan tanpa terikat waktu. Alat
bertransaksi melalui ATM adalah kartu debit atau kredit. Jenis-jenis ATM
34
antara lain: ATM Reguler, ATM Cahsless (tidak melayani transaksi tarik
tunai), Cash Deposit Machine (CDM/untuk melayani setoran uang Nasabah).
b. ATM Drive Thru
Kami senantiasa berusaha untuk melayani Anda lebih baik lagi dari waktu ke
waktu. Bagi anda yang banyak beraktivitas secara mobile dan membutuhkan
ATM di sela-sela mobilitas Anda, kami menyediakan ATM Drive Thru yang
dapat anda temui di tempat-tempat strategis di kota-kota besar di Indonesia.
c. SMS Banking
Melakukan transaksi perbankan kini dapat dilakukan di manapun Anda berada
dengan menggunakan ponsel Anda. SMS Banking merupakan fasilitas
layanan perbankan yang memudahkan Anda untuk melakukan isi ulang pulsa,
transfer sampai bayar tagihan Kartu Kredit semudah Anda mengirim SMS
kepada sahabat, keluarga ataupun orang terdekat anda. SMS Banking dapat
diakses dengan menggunakan perintah SMS biasa, atau dengan cara download
SMS Banking Menu.
d. Internet Banking
Internet Banking hadir sebagai layanan transaksi perbankan melalui jaringan
Internet selama 24 jam 7 hari seminggu, bagi nasabah yang menginginkan
kemudahan bertransaksi perbankan melalui jaringan Internet yang aman dan
nyaman kapanpun dan dimanapun Anda berada.
e. Phone Banking
mendapatkan segala informasi dan melakukan transaksi perbankan tanpa
harus beranjak dari tempat dengan jaminan privasi yang tinggi, serta tidak
dibatasi ruang waktu dan gerak. Untuk segala pertanyaan atau bantuan secara
pribadi, Anda dapat langsung berbicara dengan Customer Representative
kami, hanya dengan menekan angka "0" setiap saat melalui sarana telepon
dengan single access number 500046 dan melalui HP dengan access number
021-500046 atau 68888
4.1.5 Struktur Organisasi PT Bank Negara Indonesia Persero Tbk Kantor
Cabang Utama Medan
agar suatu organisasi dapat berjalan sebagaimana mestinya sesuai dengan
tujuan.
Gambar 4.2 Struktur Organisasi PT Bank Negara Indonesia Persero Tbk KCU Medan
Sumber: Bank PT Bank Negara Indonesia Persero Tbk Kantor Cabang Utama Medan
PEMIMPIN CABANG
Asisten Kredit Standart
Asisten Branchless Banking
4.1.6 Deskripsi Pekerjaan (Job Description)
Dari Struktur Organisasi tersebut di atas dapat kita lihat pembagian tugas,
wewenang dan tanggung jawab masing-masing, yaitu;
1. Pimpinan Kantor Cabang Utama Medan
Tugas, wewenang dan tanggung jawab Pimpinan Kantor Cabang Utama
Medan adalah:
mengarahkan serta mengawasi seluruh keberadaan perusahaan yang
dipimpinnya.
Layanan/Kantor Kas khusus cabang Medan yang termasuk dalam
pengawasannya.
pusat serta kepada pihak ekstern sekaligus mewakili bank dalam
tindakan dan kesempatan.
cabang.
Bertanggungjawab penuh dan berperan aktif dalam kegiatan:
a. Memimpin dan bertanggungjawab penuh atas seluruh aktivitas harian
pelayanan nasabah di kantor layanan (KLN) dan aktivitas operasional
lainnya dalam rangka memberikan peningkatan bisnis dan
memaksimalkan kontribusi laba terhadap laba Bank Negara
Indonesisecara keseluruhan.
dalam memantau dan memastikan bahwa perbaikan/penyempurnaan
atas temuan hasil pemeriksaan audit (intern/ekstern) telah dilakukan
sesuai dengan rencana/saran peraikan/penyempurnaan yang diberikan
oleh auditor.
dalam usaha pencapaian kinerja layanan sesuai standar pelayanan yang
telah ditetapkan.
e. Memantau pengelolaan persediaan uang kas diseluruh kantor layanan.
3. Pimpinan Bidang Pelayanan Nasabah
Memberikan dukungan kepada Pemimpin cabang dalam
mengkoordinasikan dan mengendalikan aktifitas operasional dan
pelayanan transaksi produk dan jasa Bank Negara Indonesikepada
nasabah. Bertanggungjawab penuh dan berperan aktif dalam kegiatan:
a. Menyelia seluruh aktivitas pelayanan nasabah di front office dan
mengupayakan pelayanan yang optimal.
Uang Tunai dan Layanan Prima.
c. Memimpin dan berpartisipasi aktif terhadap unit-unit di bawahnya
dalam memantau dan memastikan penyempurnaan atas hasil temuan
pemeriksaan audit (intern/ekstern) yang telah dilakukan sesuai dengan
rencana/saran/perbaikan/penyempurnaan yang diberikan oleh auditor.
d. Mengimplementasikan standar pelayanan bersama unsur pimpinan
dalam usaha pencapaian kinerja layanan sesuai standar pelayanan yang
telah ditetapkan.
mengenai pengelolaan dan pengalokasian sumber daya (manusia,
fasilitas) dan aktivitas pegawai antar kantor layanan.
f. Memeriksa kelengkapan persyaratan, kualitas dokumen pendukung dan
menandatangani surat pengantar permohonan kredit konsumtif yang
diajukan melalui unit Pelayanan Nasabah.
4. Pimpinan Bidang Penjualan
a. Mengelola dan mengembangkan hubungan dengan nasabah utama dan
calon nasabah utama potensial untuk meningkatkan penjualan produk
dan jasa Bank BNI.
b. Mengelola penjualan produk dan jasa Bank Negara Indonesia yang
ditargetkan melalui aktivitas:
1) Menyusun rencana kerja penjualan produk dan jasa Bank BNI.
2) Mengidentifikasikan kebutuhan nasabah atas produk dan jasa
perbankan.
3) Menawarkan produk dan jasa sesuai kebutuhan nasabah secara pro
aktif.
5) Membuat laporan atas kunjungan dan call-on (Call Memo.)
6) Menetapkan dan memantau realisasi program atas rencana kerja
penjualan.
layanan, kantor wilayah maupun kantor besar untuk meningkatkan
penjualan.
daerah, melalui aktivitas:
2) Menyusun peta bisnis daerah.
3) Memantau perkembangan produk dana, jasa dan kredit bank
pesaing.
1) Mennyelenggarakan administrasi/file kegiatan produk dan jasa
Bank BNI
hubungan dengan nasabah/calon nasabah.
39
4.2.1 Pengumpulan Data
terorganisasi yang dilakukan dengan metode ilmiah secara efisien dan efektif
sesuai dengan fakta yang ada di lapangan sehingga hasil penelitian tersebut dapat
bermanfaat baagi pihak yang terkait dan yang menggunakannya. Dalam
melakukan penelitian ini, pengumpulan data dilakukan dengan wawancara.
Data diperoleh dengan melakukan wawancara kepada Bapak Mhd. Fuad, Bapak
Grianda Ansor Siregar selaku pegawai dibagian analisis kredit pada PT Bank
Negara Indonesia Persero Tbk Kantor Cabang Utama Medan, serta kepada Bapak
M. Burhan dan Ibu Dame Sibarani selaku nasabah kredit modal kerja.
4.2.1.1 Hasil Pengumpulan Data
Berikut adalah hasil wawancara yang dilakukan kepada Bapak Mhd. Fuad, Bapak
Grianda Ansor Siregar selaku pegawai dibagian analisis kredit pada Bank BNI
KCU Medan, serta kepada Bapak M. Burhan dan Ibu Dame Sibarani selaku
nasabah kredit modal kerja di Bank BNI KCU Medan
1. Persyaratan permohonan kredit modal kerja
a. Fotokopi KTP dan kartu keluarga
b. Fotokopi buku nikah (bagi yang sudah menikah)
c. Pas foto ukuran 3x4
d. Fotokopi NPWP
e. Legalitas usaha meliputi; surat Ijin Usaha Perdagangan Usaha (SIUP),
Tanda Daftar Perusahaan (TDP), Surat Ijin Tempat Usaha (SITU), Hinder
Ordonantie (HO)
h. Legalitas jaminan meliputi; Sertifikat Hak Milik (SHM, Sretifikat Hak
Guna Usaha (SHGU), Sertifikat Hak Guna Bangunan (SHG)
2. Prosedur pemberiankredit modal kerja
a. Tahap Permohonan kredit
berkas-berkas yang menjadi persyaratan untuk permohonan kredit.
40
Untuk meninaklanjuti permohonan calon debitur, maka pihak bank
melakukan analisa lapangan guna mengetahui keadaan nasabah. Kegiatan ini
mencakuphal-hal sebagai berikut:
3) Pemeriksaan kebenaran data-data atau informasi nasabah
4) Penyusunan hasil-hasil pemeriksaan yang telah dilaksanakan
c. Tahap pemutusan
diterima atau ditolak oleh bank setelah siap dianalisa dan diperiksa.
Permohonan kredit tersebut terlebih dulu diserahkan kepada pimpinan
cabang, kemudian pimpinan yang memutuskan apakah kredit tersebut
disetujui, atau ditolak.
maka akan dilakukan pengikatan terhadap agunan yang diberikan.
e. Tahap pencairan fasilitas kredit
Apabila semua persyaratan telah terpenuhi, maka akan dilaksanakan
pencairan kredit oleh pihak bank. Pencairan dapat dilakukan melalui cek,
bilyet giro, atau dokumen lainnya sesui perintah pembayaran atas beban
rekening pinjaman nasabah.
3. Jenis barang jaminan
Jenis barang jaminan yang diberikan oleh nasabah adalah berupa Sertifikat Hak
Milik (SHM), Hak Guna Usaha (HGS), Hak Guna Bangunan (HGB)
4. Metode Penilainan barang jaminan
Penilaian barang jaminan dilakukan oleh penilai internal dan eksternal. Penilai
internal sebagai mana dimaksud dalam Peraturan Menteri Keuangan Republik
Indonesia Nomor 185/PMK.06/2014 tentang penilaian barang jaminanpenilai
internal adalah penilai yang diangkat oleh Kuasa Menteri, yang diberi tugas,
wewenang dan tanggungjawab untuk melakukan penilaian secara independen.
41
mempunyai izin praktik Penilaian dan menjadi anggota asosiasi Penilaian yang
diakui oleh Kementerian Keuangan. Dalam melakukan penilaian terhadap barang
jaminan. Penilai barang jaminan ditentukan bergantung pada besarnya kredit yang
diajukan oleh nasabah. Apabila permohonan kredit diatas Rp3.000.000.000 maka
oleh penilai eksternal. Baik penilai eksternal maupun internal dalam melakukan
penilaian barang jaminan, melakukan metode penilaian nilai pasar ( market
value). Nilai pasar menurut Peraturan Menteri Keuangan Republik Indonesia
Nomor 185/PMK.06/2014 adalah perkiraan jumlah uang pada tanggal penilaian,
yang dapat diperoleh dari transaksi jual beli atau hasil penukaran suatu properti
antara pembeli yang berminat membeli dan penjual yang berminat menjual, dalam
suatu transaksi bebas ikatan yang penawarannya dilakukan secara layak dalam
waktu yang cukup, dimana kedua pihak masing-masing mengetahui kegunaan
properti tersebut, bertindak hati-hati, dan tanpa paksaan. Nilai pasar dihitung
dengan menggunakan rumus Cover ratio sebagai berikut:
5. Cover ratio
tentang kewajiban pemenuhan rasio kecukupan likuiditas (liquidity coverage
ratio) bagi bank umum, maka pada tahun 2018 Bank Negara Indonesia
menetapkan Cover Ratio menjadi sebesar 152,9%. Hal ini dimuat dalam Laporan
Tahunan Bank Negara Indonesia tahun 2018
6. Pengikatan barang jaminan
Pengikatan barang jaminan yang dilakukan oleh Bank Negara Indonesia Medan
adalah oleh notaris. Notaris tersebut adalah yang sudah rekan dengan bank
tersebut. Jenis pengikatan barang jaminan bergantung pada jenis barang jaminan
yang diberikan. Apabila barang jaminan adalah benda bergerak maka
pengikatannya dengan menggunakan Fiduciare Eigendom Overdraft (FEO).
Sedangkan untuk barang jaminan tidak bergerak dengan menggunakan hypotek.
42
Setelah melakukan penelitian maka dibuat suatu analisis metode apa yang
digunakan Bank Negara Indonesia dalam menentukan plafon kredit untuk kredit
modal kerja.
a. Sertifikat Hak Milik
Hak milik adalah hak turun-temurun, terkuat, dan terpenuhi yang dapat
dipunyai orang atas tanah dengan mengingat bahwa semua hak atas tanah
mempunyai fungsi sosial. Bukti pemilikan hak atas tanah ialah Sertifikat
Hak Milik atas tanah
b. Hak Guna Usaha
Hak guna usaha adalah untuk mengusahakan tanah yang dikuasai
langsung oleh negara dalam jangka tertentu, guna pertanian, perikanan,
atau peternakan. Hak guna usaha diberikan waktu paling lama 25 tahun,
dan untuk perusahaan tertentu dapat diberikan paling lama 35 tahun,
dapat diperpanjang paling lama 25 tahun. Bukti pemilikan hak guna
usaha adalah Sertifikat Hak Guna Usaha.
c. Hak Guna Bangunan
bangunan-bangunan atas tanah bukan miliknya sendiri, dengan jangka
waktu paling lama 30 tahun. Sebagai bukti pemilikan hak guna bangunan
adalah Sertifikat Hak Guna Bangunan.
2. Penilaian barang jaminan
Agunan merupakan salah satu unsur dalam analisis kredit, oleh karena itu
barang-barang yang telah diserahkan oleh calon debitur kepada bank haruslah
dinilai pada saat dilaksanakannya analisis kredit. Para analisis kredit harus
berhati-hati dalam mentaksirkan dan menilai barang tersebut karena
terkadang harga yang dicantumkan oleh calon debitur tidak selalu
menunjukkan harga yang sebenarnya.
jaminan yang ditetapkan dan diterima serta diikat sebagai agunan kredit,
terlebih dahulu diperhatikan hal-hal sebagai berikut:
43
dokumen-dokumen yang diserahkan oleh debitur, sehingga diperoleh
kesimpulanbahwa barang-barang tersebut dapat diikat secara
hukum/yuridis.
dengan keterangan yang diberikan debitur.
3. Memastikan kembali tentang kebenaran kepemilikan barang jaminan
oleh debitur kepada masyarakat setempat bahkan kepada kepala daerah
setempat.
Berdasarkan hasil wawancara yang dilakukan terhadap pihak PT Bank Negara
Indonesia Persero Tbk KCU Medan maka diperoleh bahwa metode penilaian
barang jaminan yang adalah dengan metode Market Value.
Berikut adalah contoh perhitungan nilai agunan berdasarkan metodeMarket Value
Contoh Kasus Pertama.
Bapak X adalah nasabah PT Bank Negara Indonesia Persero Tbk Kantor Cabang
Utama Medan. Ia mengajukan permohonan kredit modal kerja dengan usaha
bengkel. Dan memberikan agunan berupa tanah yang terletak dipedesaan dan jauh
dari pasardengan status hukum tidak dalam sengketa sesuai dengan SHM Nomor
51 tanggal 11 April 2002. Besarnya plafon kredit yang diajukan oleh Bapak X
adalah Rp 200.000.000
barang jaminan Hypotek yaitu pengikatan barang jaminan untuk benda tidak
bergerak. Nilai pasar digunakan sebagai dasar penilaian barang jaminan. Metode
nilai pasar digunakan karena metode ini relatif dapat digunakan untuk semua jenis
agunan.
Maka bersarnya fasilitas kredit yang diberikan kepada Bapak X dapat dihitung
dengan rumus Cover Ratio berdasarkan nilai pasar tanah tersebut.
44
No Jenis Jaminan Harga Cover
Ratio
Market
Value
Fasilitas Kredit/Plafon Kredit = Rp 235.448.005
Jadi jumlah maksimal plafon kredit modal kerja yang dapat diberikan pihak bank
kepada Bapak X berdasarkan Market Value adalah Rp 235.448.005
Contoh kasus kedua:
Ibu Y adalah nasabah PT Bank Negara Indonesia Persero Tbk Kantor Cabang
Utama Medan. Beliau adalah pemilik sebuah restoran yang sudah memiliki
cabang di beberapa daerah. Beliau ingin mengajukan kredit modal kerja untuk
menambah cabang baru restorannya. Ibu Y mengajukan kredit dengan plafon
kredit Rp. 600.000.000, dengan sebagai berikut:
45
1 Tanah seluas
500 m 2
Fasilitaskredit = Rp.448.659.254
Jadi jumlah maksimal plafon kredit modal kerja yang dapat diberikan pihak bank
kepada Ibu Y berdasarkan Market Value adalah Rp.448.659.254
4.3 Pembahasan
4.3.1 Metode Penilaian Barang Jaminan
Market value atau nilai pasar adalah penilaian barang jaminan yang diperoleh dari
rata-rata harga jual beli barang bergerak maupun benda tidak bergerak di pasar
umum. Langkah yang harus dilakukan oleh pihak bank dalam menerapkan metode
nilai pasar adalah sebagai berikut:
46
yang harus digunakan atas agunan yang akan dinilai.
Berdasarkan kasus satu, Bapak X memberikan agunan berupa tanah yang
terletak di pedesaan. Maka, bank akan mencari berbagai informasi dari
lurah atau pemerintah daerah setempat mengenai harga tanah.
2. Dilakukan anlisis terhadap harga-harga yang diperoleh dari informasi
yang didapat di pasar umum. Analisis yang dimaksud adalah dengan
membandingkan agunan, dengan barang yang diperjualbelikan di pasar
umum. Perbandingan dilihat dari kelebihan dan kekurangan yang dimiliki
oleh agunan terhadap barang yang dijual di pasar. Apabila agunan tersebut
mempunyai kelebihan dari pembanding, maka nilai agunan yang dinilai
lebih tinggi dari pembanding, dan apabila sebaliknya agunan tersebut
memiliki kekurangan dari pembanding, maka nilai agunan akan lebih
rendah. Misalnya; tanah yang dimiliki oleh Bapak X terletak di daerah
pedesaan dan jauh dari pasar. Maka, apabila dibandingkan dengan tanah
yang terletak di kota dan dekat dengan pasar, harga tanah Bapak X akan
lebih kecil nilainya. Hal ini terjadi karena lokasi suatu agunan, juga dapat
menentukan nilai agunan tersebut.
3. Apabila telah dilakukan analisis, maka dapat ditentukan nilai dari
agunan tersebut.
Apabila dibuat sebuah perbandingan antara nilai pasar dengan nilai lelang, maka
akan terlihat bahwa nilai pasar lebih besar daripada nilai lelang. Perbandingan
tersebut dapat dilihat dari tabel dibawah ini:
Tabel 4.3
Value)
Ratio
Market
Value
Liquidity
Value
(80%)
Fasilitas Kredit/Plafon Kredit = Rp
dengan perhitungan menggunakan nilai pasar (market value) dengan nilai lelang
(liquidity value sebagai berikut:
1. Dengan penilaian menggunakan metode nilai pasar, plafon kredit yang
dapat diberikan bank kepada nasabah, lebih besar dibandingkan dengan
48
besar.
2. Apabila dilihat dari segi resiko yang dapat ditimbulkan, maka
penilaian agunan dengan menggunakan metode nilai pasar memiliki
resiko yang lebih tinggi dari metode nilai lelang. Hal ini disebabkan
karena semakin besar jumlah kredit yang disalurkan oleh bank, maka
akan semakin besar resiko kredit yang akan diterima oleh bank. Resiko
kredit yang dimaksud adalah kegagalan debitur dalam melunasi kredit
yang diterimanya.
Berdasarkan kasus pertama, agunan yang diberikan Bapak X senilai Rp
360.000.000. Maka, setelah dilakukan penilaian terhadap agunan tersebut
menggunakan nilai pasar, diperoleh bahwa fasilitas kredit yang dapat diberikan
oleh bank kepada Bapak X adalahRp235.448.005 sedangkanplafon yang diajukan
oleh Bapak X senilai Rp.200.000.000 . Dengan kata lain, plafon kredit maksimal
yang dapat diberikan oleh bank kepada Bapak X lebih besar dari plafon kredit
yang diajukan. Berdasarkan hal tersebut, maka plafon kredit yang diajukan oleh
Bapak X layak diberikan oleh bank yaitu senilai Rp 235.448.005.
Sedangkan pada kasus kedua, setelah barang jaminan dinilai dengan metode nilai
pasar, maka didapatkan plafon kredit maksimal yang dapat diberikan oleh bank,
lebih kecil daripada plafon kredit yang diajukan oleh Ibu Y. Hal tersebut terjadi
karena barang jaminan yang diberikan oleh Ibu Y masih dibawah Cover Ratio
yang ditetapkan oleh bank.Untuk itu, berdasarkan penilaian barang jaminan Ibu Y,
permohonan kredit tersebut tidak layak diberikan oleh bank.
Berdasarkan kedua kasus diatas, maka diperoleh bahwa apabila plafon kredit
maksimal yang dapat diberikan oleh bank lebih besar daripada plafon yang
diajukan oleh nasabah, maka bank akan memberikan kredit sebanyak yang
diajukan oleh nasabah. Namun apabila plafon kredit maksimal yang dapat
diberikan oleh bank lebih kecil daripada plafon yang diajukan oleh nasabah atau
dengan kata lain nilai agunan kredit yang diberikan tidak mencukupi plafon yang
49
diajukan maka bank tidak dapat memberikan ataupun merealisasikan kredit yang
diajukan tersebut
kesimpulan yang dapat diambil dari penelitian ini adalah:
1. PT Bank Negara Indonesia Persero Tbk Kantor Cabang Utama Medan dalam
melakukan penilaian terhadap barang jaminan menggunakan metode nilai pasar
(Market Value). Market valueatau nilai pasar adalah penilaian barang jaminan
yang diperoleh dari rata-rata harga jual beli barang bergerak maupun benda
tidak bergerak di pasar umum.
2. Penetapan besarnya plafon kredit yang akan diberikan kepada nasabah
bergantung pada jenis agunan yang diberikan. Kemudian agunan tersebut akan
dinilai oleh bank dengan menggunakan rumus Cover Ratio dengan metode
nilai pasar. Apabila dari hasil perhitungan plafon kredit maksimal yang dapat
diberikan oleh bank lebih besar dari plafon kredit yang diajukan oleh nasabah,
maka kredit tersebut layak diberikan oleh bank. Dan apabila sebaliknya, plafon
kredit maksimal yang dapat diberikan oleh bank lebih kecil dari plafon kredit
yang diajukan oleh nasabah, maka kredit tersebut tidak layak untuk diberikan
oleh bank.
5.2 Saran
PT Bank Negara Indonesia Persero Tbk Kantor Cabang Utama Medan dalam
melakukan penilaian terhadap barang jaminan yang diberikan oleh nasabah harus
teliti dan hati-hati dalam melihat nilai pasar. Karena nilai pasar suatu barang bisa
berbeda-beda tergantung lokasi, tempat dan waktu pada saat penyerahan agunan.
Misalnya, untuk menilai agunan berupa tanah, maka harus melakukan penilaian
dengan sangat teliti karena nilai pasar tanah di berbagai daerah bisa berbeda-beda.
51
Indriantoro. 2002. Metodologi Penelitian Bisnis.Yogyakara: BFEE UGM.
Kasmir. 2010. Bank dan Lembaga Keuangan Lainnya. Jakarta: Rajawali Pers
. 2012. Dasar-dasar Perbankan. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada
. 2014. Dasar-dasar Perbankan. Jakarta: Rajawali Pers
Nawawi, 2005. Metode Penelitian Bidang Sosial.Yogyakarta: Gadjah Mada
Peraturan Menteri Keuangan Republik Indonesia Nomor 185/PMK.06/2014
Rivai, Veithzal. 2013. Credit Management Handbook. Jakarta: PT. Raja Grafindo
Persada
PT.Gramedia Pustaka Utama
Indonesia/
DAFTAR PERTANYAAN
1. Apa saja persyaratan permohonan kredit modal kerja pada PT Bank
Negara Indonesia Persero Tbk Kantor Cabang Utama Medan?
2. Bagaimana prosedur pemberian kredit modal kerja pada PT Bank Negara
Indonesia PerseroTbk Kantor Cabang Utama Medan?
3. Apa saja jenis barang jaminan yang diberikan oleh nasabah pada PT Bank
Negara Indonesia Persero Tbk Kantor Cabang Utama Medan?
4. Metode apa yang digunakan dalam melakukan penilaian terhadap barang
jaminan tersebut?
5. Jenis pengikatan barang jaminan mana yang digunakan pada PT Bank
Negara Indonesia Persero Tbk Kantor Cabang Utama Medan?
6. Berapa cover ratio yang ditetapkan oleh PT Bank Negara Indonesia
Persero Tbk Kantor Cabang Utama Medan?
53
54
55
56
57
58
59
61
60
2. NIM/IPK : 1605072023
4. Agama : Kristen Protestan
6. Alamat : Jl. Suka baru No. 18 D
7. No. HP : 082273670746
11. Prestasi : -
12. Motto Hidup : Sukses dinilai dari seberapa besar kam bisa
membahagiakan orang-orang disekitarmu.
Ibu : Pesta Ria Sihombing
Demikianlah biodata ini saya buat dengan sebenarnya dengan penuh tanggung
jawab untuk dapat dipergunakan sesuai keperluan.
Medan, September2019
Hormat Saya,