analisis kelayakan usaha - ipb ?· 2013-02-26 · analisis kelayakan usaha pengolahan gula semut...

Download ANALISIS KELAYAKAN USAHA - IPB ?· 2013-02-26 · ANALISIS KELAYAKAN USAHA PENGOLAHAN GULA SEMUT (Kasus…

Post on 06-Sep-2018

232 views

Category:

Documents

8 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

  • ANALISIS KELAYAKAN USAHA

    PENGOLAHAN GULA SEMUT (Kasus PD Saung Aren, Kecamatan Sajira, Kabupaten Lebak, Banten)

    SKRIPSI

    YULLY INDYASTUTI

    H34060254

    DEPARTEMEN AGRIBISNIS

    FAKULTAS EKONOMI DAN MANAJEMEN

    INSTITUT PERTANIAN BOGOR

    BOGOR 2010

  • RINGKASAN

    YULLY INDYASTUTI. H34060254. 2010. Analisis Kelayakan Usaha

    Pengolahan Gula Semut (Kasus PD Saung Aren, Kecamatan Sajira,

    Kabupaten Lebak, Banten). Skripsi. Departemen Agribisnis. Fakultas Ekonomi

    Dan Manajemen. Institut Pertanian Bogor (Di bawah bimbingan SUHARNO).

    Aren atau enau (Arrenga pinnata Merr) merupakan salah satu tanaman

    perkebunan jenis palma yang memiliki potensi nilai ekonomi yang tinggi dan

    dapat tumbuh subur di wilayah tropis seperti Indonesia. Pohon aren memiliki

    potensi ekonomi yang tinggi karena hampir semua bagiannya dapat memberikan

    keuntungan finansial, sehingga jika dikelola dengan baik akan mampu bersaing

    khususnya dengan jenis tanaman palma lainnya. Dari semua produk aren, nira

    aren yang berasal dari lengan bunga jantan sebagai bahan untuk memproduksi

    gula aren adalah yang paling besar nilai ekonomisnya. Gula aren sudah dikenal

    oleh masyarakat Indonesia sebagai salah satu pemanis makanan dan minuman.

    Meskipun tidak sepopuler gula tebu, gula aren memiliki lebih banyak keunggulan

    baik dari segi kandungan gizi maupun tingkat harga.

    Provinsi Banten merupakan salah satu provinsi penghasil aren terbesar di

    Indonesia. Hampir 72 persen dari luas area pohon aren yang ada di Provinsi

    Banten berada di Kabupaten Lebak dengan produksi gula aren mencapai 1.431

    ton. Pada tahun 2009 produk gula aren Kabupaten Lebak ditetapkan menjadi

    komoditas inti daerah oleh Kementrian Perdagangan RI. Hal ini karena produksi

    gula aren Kabupaten Lebak menempati urutan pertama di Indonesia.

    PD Saung Aren merupakan salah satu perusahaan yang mengolah gula

    semut di Kabupaten Lebak yang didirikan sejak tahun 2008. Jumlah produksi PD

    Saung aren meningkat setiap tahun, namun tetap belum mampu memenuhi

    seluruh permintaan yang ada. Pengalaman kegagalan usaha yang pernah dialami

    oleh pemilik perusahaan, menyebabkan pemilik PD Saung Aren ragu untuk

    melakukan pengembangan usaha. Hal ini karena usaha yang dijalankannya saat

    ini belum pernah dianalisis kelayakannya. Selain itu, penambahan investasi

    dengan adanya pengembangan ini tentu saja memerlukan biaya yang cukup

    besar. Meskipun sudah ada investor yang bersedia menanamkan modalnya untuk

    pengembangan usaha nanti, tentunya dibutuhkan jaminan bahwa pengembangan

    usaha tesebut layak dan memberikan keuntungan yang lebih besar dari kondisi

    yang sedang dijalankan saat ini. Oleh karena itu diperlukan analisis untuk menilai

    layak atau tidaknya usaha pengolahan gula semut ini untuk dijalankan.

    Tujuan penelitian ini adalah (1) Mengkaji kelayakan usaha pengolahan

    gula semut di PD Saung Aren dilihat dari aspek pasar, aspek teknis, aspek

    manajemen dan hukum, aspek sosial dan ekonomi, serta aspek lingkungan, (2)

    Menganalisis kelayakan usaha pengolahan gula semut di PD Saung Aren dilihat

    dari aspek finansial, (3) Menganalisis tingkat sensitivitas dari usaha pengolahan

    gula semut apabila menghadapi perubahan-perubahan dalam hal ini peningkatan

    harga gula cetak dan penurunan harga gula semut.

    Analisis data kuantitatif menggunakan program komputer Microsoft Excel

    2007 dan disajikan dalam bentuk tabulasi yang digunakan untuk mengklasifikasi

    data yang ada serta mempermudah dalam melakukan analisis data. Data

    kuantitatif merupakan hasil analisis apek finansial. Kelayakannya dilihat dari

  • kriteria kelayakan investasi (Net Present Value (NPV), Net Benefit/Cost (Net

    B/C), Internal Rate Return (IRR), dan Payback Periode) dan analisis switching

    value. Sedangkan untuk data kualitatif disajikan dalam bentuk deskriptif. Data

    kualitatif merupakan hasil analisis terhadap aspek pasar, aspek teknis, aspek

    manajemen dan hukum, aspek sosial dan ekonomi, serta aspek lingkungan.

    Berdasarkan hasil analisis terhadap aspek-aspek non finansial, secara

    umum usaha pengolahan gula semut layak untuk dijalankan. Dilihat dari aspek

    pasar, adanya potensi pasar yang relatif tinggi dalam usaha pengolahan gula semut

    dari sisi permintaan dan penawaran, serta adanya strategi pemasaran gula semut

    yang jelas dan efektif yang dimiliki perusahaan guna mendukung pencapaian

    penjualan yang lebih tinggi. Dilihat dari aspek teknis, usaha pengolahan gula

    semut memiliki lokasi usaha yang strategis, kapasitas produksi diatas luas

    produksi minimum, proses produksi dan layout yang sesuai, dan pemilihan

    teknologi yang tepat. Dilihat dari aspek manajemen dan hukum, usaha pengolahan

    gula semut ini telah memiliki struktur organisasi dengan pembagian tugas yang

    jelas dan memiliki perizinan yang diperlukan untuk menjalankan usaha. Dilihat

    dari aspek sosial dan ekonomi, usaha pengolahan gula semut ini mampu membuka

    kesempatan kerja, meningkatkan pendapatan pengrajin gula semut, dan

    meningkatkan pendapatan daerah melaui pembayaran pajak. Dilihat dari aspek

    lingkungan, kegiatan usaha ini tidak menghasilkan limbah yang membahayakan

    lingkungan.

    Analisis aspek finansial dalam penelitian ini dibagi menjadi dua skenario.

    Skenario I adalah kondisi perusahaan saat ini dan skenario II adalah

    pengembangan usaha melalui peningkatan kapasitas produksi. Pada skenario I,

    diperoleh nilai NPV sebesar Rp 1.063.214.374,71, IRR sebesar 65 persen, Net

    B/C sebesar 3,6, serta nilai Payback Periode selama 2 tahun 2 bulan dan 12 hari.

    Pada skenario II, nilai NPV yang diperoleh sebesar Rp 1.415.855.468,24, IRR

    sebesar 77 persen, Net B/C sebesar 4,3, dan Payback Periode selama 1 tahun 10

    bulan 11 hari. Berdasarkan keempat kriteria kelayakan finansial, kedua skenario

    tersebut layak untuk diusahakan.

    Jika dilihat dari hasil analisis switching value, skenario II memiliki tingkat

    kepekaan yang paling rendah terhadap kenaikan harga gula cetak dan penurunan

    harga gula semut. Dengan demikian, kondisi pada pengembangan usaha dengan

    peningkatan kapasitas produksi menjadi 31,18 ton per bulan (skenario II) menjadi

    skenario yang paling menguntungkan untuk diusahakan sebab mampu

    menghasilkan tingkat keuntungan dan tingkat pengembalian yang lebih tinggi

    daripada skenario I.

    Berdasarkan uraian di atas, rekomendasi yang disarankan dalam penelitian

    ini yaitu perusahaan sebaiknya melakukan pengembangan usaha melalui

    peningkatan kapasitas produksi menjadi 31,18 ton per bulan untuk memperoleh

    tingkat keuntungan yang lebih tinggi dari kondisi saat ini. Apabila pengembangan

    usaha dilakukan, perusahaaan sebaiknya melakukan kemitraan dengan pemasok

    gula cetak untuk menjaga kestabilan harga gula cetak, mempertahankan kualitas

    produk untuk menjaga loyalitas konsumen, meningkatkan kegiatan promosi agar

    produk lebih dikenal masyarakat, dan merekrut karyawan yang berpengalaman di

    bidang pemasaran. Bagi Pemerintah, sebaiknya terus mendukung usaha

    pengolahan gula semut di Kabupaten Lebak melalui bantuan pemasaran dan

    modal.

  • ANALISIS KELAYAKAN USAHA

    PENGOLAHA GULA SEMUT (Kasus PD Saung Aren, Kecamatan Sajira, Kabupaten Lebak,Banten)

    YULLY INDYASTUTI

    H34060254

    Skripsi ini merupakan salah satu syarat untuk

    memperoleh gelar Sarjana Ekonomi pada

    Departemen Agribisnis

    DEPARTEMEN AGRIBISNIS

    FAKULTAS EKONOMI DAN MANAJEMEN

    INSTITUT PERTANIAN BOGOR 2010

  • Disetujui,

    Pembimbing

    Dr. Ir. Suharno, M.Adev

    NIP. 19610610 198611 1 001

    Diketahui

    Ketua Departemen Agribisnis

    Fakultas Ekonomi dan Manajemen

    Institut Pertanian Bogor

    Dr. Ir. Nunung Kusnadi, MS

    NIP. 19580908 198403 1 002

    Tanggal Lulus:

    Judul Skripsi :

    Analisis Kelayakan Usaha Pengolahan Gula Semut (Kasus PD

    Saung Aren, Kecamatan Sajira, Kabupaten Lebak, Banten)

    Nama : Yully Indyastuti

    NIM : H34060254

  • PERNYATAAN

    Dengan ini saya menyatakan bahwa skripsi saya yang berjudul Analisis

    Kelayakan Usaha Pengolahan Gula Semut (Kasus PD Saung Aren, Kecamatan

    Sajira Kabupaten Lebak, Banten) adalah karya sendiri dan belum diajukan dalam

    bentuk apapun kepada perguruan tinggi manapun. Sumber informasi yang berasal

    atau dikutip dari karya yang diterbitkan maupun tidak diterbitkan dari penulis lain

    telah disebutkan dalam teks dan dicantumkan dalam bentuk daftar pustaka di

    bagian akhir skripsi ini.

    Bogor, Juni 2010

    Yully Indyastuti

    H34060254

  • RIWAYAT HIDUP

    Penulis dilahirkan di Rangkasbitung, Banten pada tanggal 8 Maret 1989.

    Penulis adalah anak ketiga dari tiga bersaudara dari pasangan Bapak H. Iwa

    Sugriwa dan Ibunda Hj. Jubaedah.

    Penulis menyelesaikan pendidikan dasar di SDN Muara Ciujung Timur

    XII Rangkasbitung pada tahun 2000 dan pendidikan menengah pertama

    diselesaikan pada tahun 2003 di SLTPN 4 Rangkasbitung. Pendidikan lanjutan

    menengah atas di SMAN 1 Rangkasbitung diselesaikan pada tahun 2006.

    Penulis diterima di Institut Pertanian Bogor melalui jalur Undangan

    Seleksi Masuk IPB (USMI) pada tahun 2006. Setelah melewati Tingkat Persiapan

    Bersama, pada tahun 2007 penulis diterima di Departemen Agribisnis, Fakulta

Recommended

View more >