analisis kandungan tebu

Download analisis kandungan tebu

Post on 02-Jan-2016

160 views

Category:

Documents

0 download

Embed Size (px)

DESCRIPTION

analisis kandungan hara nitrogen dan pospor serta klorofil tebu transgenik

TRANSCRIPT

  • ANALISIS KANDUNGAN HARA N DAN P SERTA KLOROFIL TEBU TRANSGENIK IPB 1 YANG DITANAM DI KEBUN

    PERCOBAAN PG DJATIROTO, JAWA TIMUR

    VITTA PUSPITA MARLIANI A14062588

    PROGRAM STUDI MANAJEMEN SUMBERDAYA LAHAN DEPARTEMEN ILMU TANAH DAN SUMBERDAYA LAHAN

    FAKULTAS PERTANIAN INSTITUT PERTANIAN BOGOR

    2011

  • RINGKASAN

    VITTA PUSPITA MARLIANI. Analisis Kandungan Hara N dan P serta Klorofil Tebu Transgenik IPB 1 yang Ditanam di Kebun Percobaan PG Djatiroto, Jawa Timur. Dibimbing oleh DWI ANDREAS SANTOSA dan SYAIFUL ANWAR.

    Seiring dengan peningkatan jumlah penduduk Indonesia, kebutuhan akan

    pangan termasuk gula terus mengalami peningkatan permintaan. Namun, seiring berjalannya waktu peranan produksi gula tidak beranjak meningkat bahkan cenderung menurun baik secara kualitas maupun kuantitas (Rosadi et al., 1996). Sebagai ilustrasi, pada tahun 2009 kebutuhan akan konsumsi gula nasional mencapai 4.85 juta ton, namun kebutuhan ini hanya dapat dipenuhi sekitar setengahnya saja (55%) oleh industri gula nasional, sedangkan sisanya dipenuhi dengan mengimpor gula dari negara lain (Sudradjat, 2010). Peningkatkan produksi gula dan peningkatan efisiensi pemupukan dapat dilakukan dengan perbaikan terhadap genetik tebu melalui rekayasa genetika dengan cara mengintroduksikan gen fitase yang diharapkan berdampak positif bagi sistem metabolisme tanaman (Santosa, 2004).

    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan unsur N dan P serta klorofil yang terkandung dalam daun 23 klon tebu transgenik IPB 1 (yang telah diintroduksi gen fitase) dan isogenik PS 851 (non-transgenik) serta menyeleksi beberapa klon terbaik tebu transgenik IPB 1. Pengambilan sampel dilakukan pada saat tebu berumur 6 bulan di Kebun Percobaan Djatiroto, Jawa Timur. Perlakuan yang diberikan pada lahan adalah dua kali pemupukan ZA sebanyak 2.5 kui/ha pada awal penanaman dan 45 hari setelah penanaman awal. Analisis jaringan untuk N dilakukan dengan metode Kjeldahl, analisis P dilakukan dengan P-Bray, analisis kandungan klorofil dilakukan dengan metode Wintermans dan De Mots (1965). Pemilihan klon terbaik menggunakan sebaran frekuensi data dengan kriteria keragaan pertumbuhan tanaman yang meliputi tinggi batang, diameter batang, jumlah ruas per batang, panjang dan lebar daun atas dan panjang dan lebar daun bawah.

    Hasil penelitian menunjukkan 12 klon tebu transgenik IPB 1 memiliki kandungan N dibawah isogenik PS 851. Berdasarkan analisis P, 21 klon tebu transgenik IPB 1 memiliki kandungan P di bawah isogenik PS 851. Seluruh klon tebu transgenik IPB 1 memiliki nilai total kandungan klorofil yang lebih tinggi dibandingkan isogenik PS 851. Berdasarkan keragaan secara keseluruhan, total skor tebu transgenik di atas batas total skor isogenik. Terdapat 1 klon yang memiliki total skor dibawah isogenik. Lima klon tebu transgenik terbaik berdasarkan seleksi keragaan yaitu klon IPB 1-40, IPB 1-55, IPB 1-51, IPB 1-46, IPB 1-17. Hampir semua klon tebu transgenik IPB 1 memiliki keragaan yang lebih baik dibandingkan dengan isogenik PS 851 yang dicerminkan oleh lingkar batang yang besar, pertumbuhan batang yang tinggi, banyaknya ruas batang dan banyaknya jumlah rumpun. Hal ini berkolerasi dengan tingginya kandungan klorofil. Semakin tinggi kandungan klorofil suatu tanaman, maka semakin baik fotosintesis dan metabolisme tanaman tersebut.

    Kata Kunci: Nitrogen, Fosfor, Klorofil, Tebu Transgenik, Gen Fitase

  • SUMMARY

    VITTA PUSPITA MARLIANI. Analysis of N, P and Chlorophyll Content of the Leaf of IPB 1 Transgenic Sugarcane IPB 1 at the PG Djatiroto Experimental Field, East Java. Supervised by DWI ANDREAS SANTOSA and SYAIFUL ANWAR.

    Increasing in Indonesian population also increasing the need for food, including sugar. On the contrary, production of sugar, both in quality and quantity tend to decrease (Rosadi et al., 1996). For illustration, in 2009 national consumption of sugar as high as 4.85 million tons, only about 55% was fulfilled by national sugar production and the rest from import (Sudradjat, 2010). In order to improve its productivity, genetic modification of sugarcane by phytase gene introduction to the plant have been produced by Santosa (2004). This genetic modified sugarcane is expected to have higher productivity and increase in fertilizer efficiency.

    The objectives of this study were to measure the content of N, P and chlorophyll in the leaf of 23 clones of transgenic sugarcane IPB 1 and to select the best clones. Leaves were sampled at the PG Djatiroto experimental field from plants 6 months after planting. The sugarcane plantation were fertilized twice, each 250 kg/ha of ZA fertilizer at planting time and after 45 days of planting. N analysis conducted by using Kjeldahl method, P analysis conducted by using P-Bray, while chlorophyll content analysis used Wintermans and De Mots method (1965). Selection for the best clones used the frequency distribution of data with criterias (stem high, stem diameter, number of segments per stem, length and width of the upper and lower leaf).

    The result showed that 12 clones of transgenic sugarcane IPB 1 had lower N content than isogenik PS 851. In other result, P content of 21 clones of transgenic sugarcane IPB 1 were lower than isogenik PS 851. All the transgenic sugarcane IPB 1 clones had higher total chlorophyll than isogenik PS 851. Based on the whole performance, total scores of transgenic sugarcane above the limit of isogenik total score. There was one clone which has a lower total score than isogenik. The best five clones of transgenic sugarcane based on performance are IPB 1-40, 1-55 IPB, IPB 1-51, 1-46 IPB, IPB 1-17. Almost all of the IPB 1 transgenic sugarcane clones had the better performance than the isogenik PS 851, which reflected by the stem diameter, height stem growth, number of stem segments and the number of clumps. This was correlated with the high content of chlorophyll.

    Keywords: Nitrogen, Phosphorus, Chlorophyll, Sugarcane, phytase gene

  • ANALISIS KANDUNGAN HARA N DAN P SERTA KLOROFIL TEBU TRANSGENIK IPB 1 YANG DITANAM DI KEBUN

    PERCOBAAN PG DJATIROTO, JAWA TIMUR

    VITTA PUSPITA MARLIANI A14062588

    Skripsi

    Sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar Serjana Pertanian pada

    Fakultas Pertanian, Institut Pertanian Bogor

    DEPARTEMEN ILMU TANAH DAN SUMBERDAYA LAHAN

    FAKULTAS PERTANIAN INSTITUT PERTANIAN BOGOR

    2011

  • LEMBAR PENGESAHAN Judul Penelitian : Analisis Kandungan Hara N dan P serta Klorofil Tebu

    Transgenik IPB 1 yang ditanam di Kebun Percobaan PG Djatiroto, Jawa Timur

    Nama Mahasiswa : Vitta Puspita Marliani

    Nomor Pokok : A14062588

    Menyetujui,

    Dosen Pembimbing I Dosen Pembimbing II

    Dr. Ir. Dwi Andreas Santosa Dr. Ir. Syaiful Anwar, MSc NIP. 19620927 198811 1 001 NIP. 19621113 198703 1 003

    Mengetahui, Kepala Departemen Ilmu Tanah dan Sumberdaya Lahan

    Dr. Ir. Syaiful Anwar, MSc NIP. 19621113 198703 1 003

    Tanggal Lulus:

  • RIWAYAT HIDUP

    Penulis dilahirkan di kota Bandung pada tanggal 03 Maret 1988. Penulis

    merupakan anak pertama dari dua bersaudara dari keluarga Bapak Solia dan Ibu

    Yanni Mulyani.

    Penulis menyelesaikan pendidikan formalnya yang berawal dari

    pendidikan di Taman Kanak-Kanak Aisyah Babakan Cirebon pada tahun 1994,

    kemudian dilanjutkan pendidikan dasar di SD Tersana Baru Babakan Cirebon

    pada tahun 2000. Pendidikan menengah di SLTP N 1 Babakan Cirebon pada

    tahun 2003 dan pendidikan menengah atas di SMA N 1 Babakan Cirebon pada

    tahun 2006. Penulis diterima menjadi mahasiswa di Institut Pertanian Bogor

    melalui jalur USMI pada tahun 2006 yang kemudian pada semester tiga diterima

    di Departemen Ilmu Tanah dan Sumberdaya Lahan.

    Selama menjadi mahasiswa di IPB, penulis aktif dalam beberapa

    organisasi diantaranya yaitu organisasi Agriaswara. Selama menjadi anggota

    Agriaswara, penulis sering mengikuti konser atau perlombaan paduan suara,

    misalnya Konser Rhine Danubian Cruise, konser bersama paduan suara TWILITE

    Orchestra dibawah konduktor Adi MS. Selain itu, penulis aktif sebagai pengurus

    di Himpunan Mahasiswa Ilmu Tanah (HMIT) periode 2008-2009. Organisasi

    yang terakhir adalah UKM Catur dimana penulis pernah berpartisipasi dalam

    perlombaan Kejuaraan Nasional Catur Mahasiswa pada tahun 2010. Di bidang

    akademik penulis berkesempatan menjadi asisten untuk mata kuliah Biologi

    Tanah dan Bioteknologi Tanah pada tahun 2009.

  • 7

    KATA PENGANTAR

    Puji dan syukur penulis panjatkan ke hadirat Allah SWT atas segala

    rahmat dan karunia-Nya sehingga penelitian dan penulisan skripsi ini berhasil di

    selesaikan. Tema yang dipilih dalam penelitian ini mengenai Unsur Hara N dan P

    serta Klorofil dengan judul Analisis Kandungan Hara N dan P serta Klorofil

    Tebu Transgenik IPB 1 yang Ditanam di Kebun Percobaan PG Djatiroto,

    Jawa Timur.

    Pada kesempatan kali ini, penulis ingin menyampaikan ucapan terima

    kasih kepada :

    1. Kedua orang tua tercinta, Ibunda Yanni Mulyani dan Ayahanda Solia serta

    seluruh keluarga, sanak saudara yang senantiasa memberikan doa, dukungan,

    motivasi, sehingga penulis bisa menyelesaikan tugasnya sebagai sarjana.

    2. Bapak Dr. Ir. Dwi Andreas Santosa selaku dosen pembimbing I yang telah

    memberikan bimbingan, arahan, masukan, saran selama melakukan penelitian

    dan penulisan skripsi ini.

    3. Bapak Dr. Ir. Syaiful Anwar, MSc selaku dosen pembimbing II yang

    senantiasa memberikan masukan, nasehat dan motivasi dalam melakukan