analisis fenomenologi pada pasien yang menjalani terapi hemodialisa di perumahan margaasih

Click here to load reader

Post on 02-Aug-2015

447 views

Category:

Documents

10 download

Embed Size (px)

DESCRIPTION

Menjadi sakit dan menjalani program pengobatan merupakan pengalaman hidup yang terkait Dengan perubahan fisik, emosi dan social. Banyaknya perubahan yang terjadi dalam klien gagal ginjal yang menjalani terapi hemodialisa dapat menjadi stressor munculnya gangguan psikologis, seperti kehawatiran terhadap perkawinan, ketakutan akan kematian, kegiatan social, spiritual, waktu untuk bekerja dan interaksi soaial menjadi kurang. Tujuan penelitian untuk mendapatkan gambaran dkriptif mengenai terapi hemodialisa pada penderita gagal ginjal kronik. Metode penelitian ini menggunakan kualitatif dengan pendekatan study fenomenologi, partisipan dalam penelitian ini berjumlah 5 orang, Hasil penelitian didapatkan adanya enam tema yaitu: 1)perasaan marah,2) ingin selalu diperhatikan, 3) merasa takut akan kematian, 4) pasrah dan mengembalikan semua pada Tuhan YME,5) merasa hilang kemerdekaannya, 6) keluarga sebagai pendorong semangat hidup.Kesimpilan dari penelitian ini adalah partisipan mempunyai pengalaman ketika menjalani terapi hemodialisa pada penderita gagal ginjal kronik yang tertuang dalam pernyataan kelima partisipan masing-masing diungkapkan secara unik dan berbeda-beda yakni marah dan kecewa menghadapi sakitnya, ingin selalu diperhatikan, merasa takut akan kematian, pasrah dan mengembalikan semua pada Tuhan, merasa hilang kemerdekaannya dan keluarga sebagai pendorong semangat hidupKata Kunci:Kualitatif,Pemgalaman klien, Terapi Hemodialisa, Gagal ginjal kronik.

TRANSCRIPT

1 1

PENELITIANANALISIS FENOMENOLOGI PADA PASIEN YANG TERAPI HEMODIALISA DI PERUMAHAN MARGAASIH*Emy Salmiyah Abstrak: Menjadi sakit dan menjalani program pengobatan merupakan pengalaman hidup yang terkait Dengan perubahan fisik, emosi dan social. Banyaknya perubahan yang terjadi dalam klien gagal ginjal yang menjalani terapi hemodialisa dapat menjadi stressor munculnya gangguan psikologis, seperti kehawatiran terhadap perkawinan, ketakutan akan kematian, kegiatan social, spiritual, waktu untuk bekerja dan interaksi soaial menjadi kurang. Tujuan penelitian untuk mendapatkan gambaran dkriptif mengenai terapi hemodialisa pada penderita gagal ginjal kronik. Metode penelitian ini menggunakan kualitatif dengan pendekatan study fenomenologi, partisipan dalam penelitian ini berjumlah 5 orang, Hasil penelitian didapatkan adanya enam tema yaitu: 1)perasaan marah,2) ingin selalu diperhatikan, 3) merasa takut akan kematian, 4) pasrah dan mengembalikan semua pada Tuhan YME,5) merasa hilang kemerdekaannya, 6) keluarga sebagai pendorong semangat hidup.Kesimpilan dari penelitian ini adalah partisipan mempunyai pengalaman ketika menjalani terapi hemodialisa pada penderita gagal ginjal kronik yang tertuang dalam pernyataan kelima partisipan masing-masing diungkapkan secara unik dan berbeda-beda yakni marah dan kecewa menghadapi sakitnya, ingin selalu diperhatikan, merasa takut akan kematian, pasrah dan mengembalikan semua pada Tuhan, merasa hilang kemerdekaannya dan keluarga sebagai pendorong semangat hidup Kata Kunci:Kualitatif,Pemgalaman klien, Terapi Hemodialisa, Gagal ginjal kronik. PENDAHULUAN Jumlah penderita ginjal di Indonesia akhirakhir ini cenderung meningkat, kasus ini terjadi akibat perubahan pola hidup (Irianti, 2004). Di Indonesia diperkirakan setiap satu juta penduduk, 20 orang mengalami gagal ginjal/tahun. Saat ini jumlah penderita gagal ginjal di Indonesia diperkirakan mencapai sekitar 4500 orang. Dari jumlah tersebut sekitar 500-600 orang berada di Jawa Barat. Penyakit gagal ginjal kronik Menjadi sakit dan menjalani program

MENJALANI

pengobatan merupakan pengalaman hidup yang terkait dengan perubahan fisik, emosi, dan social. Pengalaman menjalani program pengobatan positif atau dapat menimbulkan bagi kesan individu, itu

negative oleh

dipengaruhi

persepsi

individu

sendiri terhadap kondisinya dan pemberian pelayanan akan mengakibatkan berbagai perasaan dan reaksi stress, termasuk

frustrasi, kemarahan, penyangkalan, rasa malu, berduka dan ketidakpastian ( Brunner & Suddarth,2002) Perubahan pada system dan fungsi tubuh yang terjadi pada klien menjalani terapi

memerlukan terapi hemodialisa 2-3 kali seminggu sepanjang hayatnya

(Dani,2006)http:www.kompas.com, diperoleh tanggal 24 oktober 2009)

2 hemodialisa akibat dari gagal ginjal kronik akan menyebabkan perubahan pada Dari hasil observasi yang diperoleh dari tiap RW, tampak beberapa klien dalam kondisi lemah, ketika ditanyakan kepada keluarga keadaan klien dirumah sering tidak dapat mengikuti saran, seperti: pengaturan

penampilan, peran, mobilisasi fisik dan pekerjaan sehari-hari. Perubahan-

perubahan tersebut akan mempengaruhi kehidupan klien dalam menjalankan

makan, minum dan aktivitas, juga klien yang menolak terapinya, untuk melaksanakan juga program yang

program terapi dan kehidupannya. Perilaku klien yang muncul ini berkaitan dengan persepsi klien terhadap sakitnya, dan bagi para pemberi pelayanan kesehatan

keluarga

ada

mengatakan klien dirumah sering marahmarah, adapula menangis, yang tidak mau bergaul, padahal

memahami persepsi klien terhadap sakitnya sangatlah penting (Notoatrmodyo, 2003). Persepsi merupakan bagian pengalaman individu yang dirasakan bermakna dan meninggalkan kesan dalam hidup individu (Crotty, 1996). Berikut ini adalah data mengenai jumlah klien yang menjalani terapi hemodialisa dari tahun 2009 di Complek Margaasih IndahTabel I Jumlah klien yang menjalani Hemodilasa di Comp. Margaasih Indah Nanjung Cimahi NO 1 2 3 WILAYAH RW 05 RW 06 RW07 JUMLAH KLIEN 1 1 1 KET

selalu

bekerja

kondisinya sedang sakit. Berdasarkan hasil komunikasi intrapersonal yang dilakukan di rumah klien pada tanggal 26 Januari Tahun 2010 dengan 2 orang Klien pertama

klien gagal ginjal kronik.

dengan Ny M mengatakan awalnya saya tidak percaya bahwa saya menderita

penyakit gagalginjal tapi setelah beberapa kali menjalani sama pemeriksaan saja bahwa ginjal ternyata saya ini

hasilnya menderita

penyakit

dan

harus

melakukan cuci darah, saya sudah 2 tahun menjalani terapi hemodialisa di Rumah sakit

Meninggal 26 Februari 2010

Ginjal Habibie, tapi mau gimana mengikuti cuci darah ini.

lagi

mungkin ini sudah jadi nasib saya untuk Klien kedua Tn R mengatakan Pertamanya nganterin teman ke Puskesmas untuk

4 5 6 7 8 9 10 11 12

RW RW RW RW RW RW RW

08 09 10 16 17 18 19

0 0 0 0 1 0 1 0 1

berobat, kebetulan diruang pemeriksaanMeninggal 8 Juli 2010 Meninggal 12 Oktober 2010

lagi sepi, jadi saya ikut diperiksa tapi waktu diperiksa ternyata tensi saya 250/120mmhg, lalu saya penasaran periksa ke Rumah sakit..eh..ternyata sama saja hasilnya, lalu

RW 20 RW 21

3 kata Dokter disuruh saya di Rontgen yang dan

3

Penelitian kualitatif adalah untuk menggali pengalaman hidup manusia dan

hasilnya

ginjal

sebelah

kanansudah rusak dan yang sebelah kiri kecil dan disuruh cuci darah. Saya cuci darah sudah 1 tahun, dan selama I tahun itu saya sering diantar sama keluarga terutama istri saya, karena kalau saya tidak diantar saya mah suka lemas jika sudah cuci darah. Berdasarkan uraian diatas, maka ini

menemukan arti pengalaman bagi individu tersebut (Brockopp dkk, 2000).Gambar 1 Kerangka KonsepPengalaman klien yang menjalani terapi hemodialisa pada penderita gagal ginjal kronik Teridentifikasikannya Keadaan Fisiologis, Psikologis, Sosial dan Spiritual klien yang menjalani terapi hemodialisa 1. Fisiologi: Kelemahan, mual, muntah, keterbatasan mobilisasi. 2. Psikologis:Frustrasi, kemarahan,penyangkalan, rasa malu, berduka dan ketidakpastian 3. Sosial:Ketergantungan dengan orang lain, keterbatasan interaksi dengan orang lain 4. Spiritual: Kedekatan dengan Tuhan YME, ketakutan akan kematian.

rumusan masalah dalam

penelitian

adalah Bagaimana pengalaman klien yang menjalani terapi hemodialisa pada penderita gagal ginjal kronik di Perumahan

Margaasih? Penyakit penyakit gagal ginjal dapat merupakan mengancam

Variabel Penelitian 1. Pengalaman Klien 2. Terapi Hemodialisa 3. Gagal Ginjal Kronik Definisi Operasiona Tabel.2 Definisi OperasionalVariabel 1.Peng alaman Klien Definisi Operasional Segala bentuk emosi,perasa an persepsi tindakan dan kejadian yang dialami dan dirasakan oleh klien. Pengobatan yang dilakukan pada klien dengan mengalirkan darah melalui mesin. Merupakan penyakit sistemik dari traktus urinarius yang diderita oleh klien Hasil Ukur Tema 1,2,3, 4,5,6 Alat Ukur Wawa ncara Skala Ukur Kata Kunci Kode

yang

kehidupan, sehingga dapat menimbulakan perubahan emosi dan perilaku yang lebih luas, seperti ansietas, syok, penolakan, marah dan menarik diri (Potter &

Perry,2005), perasaan marah dirasakan partisipan setelah mengetahui sakit gagal ginjal kronik dan harus menjalani terapi hemodialisa secara berulang, partisipan marah karena merasa kehilangan perannya, perasaan kecewa seringkali dikeluhkan oleh partisipan, partisipan tidak bisa menerima kondisi tubuhnya. METODE PENELITIAN Desain adalah penelitian yang kualitatif digunakan dengan

2. Terapi Hemodi alisa

Tema 1,2,3, 4,5,6

Wawa ncara

Kata Kunci Kode

Gagal Ginjal Kronik

Tema 1,2,3, 4,5,6

Wawa ncara

Kata Kunci Kode

penelitian

pendekatan fenomenologi.

4 Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh klien yang mengalami terapi hemodialisa tahun 2009 di beberapa RW Complek Margaasih Nanjung Cimahi yaitu sebanyak 5 orang. Sampel yang digunakan pada penelitian ini adalah Total Sampling yakni seluruh klien yang mengalami 5 terapi orang.Mendengarkan partisipan dengan menggunakan HP yang kemudian dibuat transkrip Menggarisbawahi pernyataan yang signifikan

Skema 2 Tehnik Analisa Data COLLAIZIMenentukan materi pertanyaan yang signifikan

hemodialisa

yaitu

sebanyak

Pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara mendalam (Indepth interview) dengan partisipan. Selama wawancara alat klien

Menentukan kata kunci

berlangsung perekam HP

peneliti menggunakan yang sebelumnya

menyetujui penggunaan alat bantu tersebut yang tertulis dalam informed concent, yang kemudian membuat transkrip dari HP

Mencari keterkaitan antara katagori satu dengan yang lainnya

bersama partisipan, selain itu penelitipun membuat melengkapi catatan informasi lapangan atau data untuk yangMembuat tema Sumber: Streubert dan Carpenter, (1999) di modifikasi

diperlukan. Proses pengumpulan data pada penelitian ini diperoleh dengan Adapun yang menjadi kreteria dalam penelitian ini adalah: a. Klien gagal ginjal kronik yang menjalani terapi hemodialisa. b. Klien termasuk kedalam usia dewasa c. Kesadaran klien compos

mengumpulkan seluruh data dari hasil wawancara mendalam yang kemudian data dikumpulkan, ditranskrip dan dibuat kode data , kemudian data-data diidentifikasi analisis yang digunakan menurut Colaizzi (1978) dalam Carpenter (1999) adalah sebagai berikut:

mentis/Keadaan umum baik d. Klien dapat berkomunikasi dengan baik. e. Bersedia menjadi partisipan f. Etika Penelitian Menurut Polit & Hunglelr (1997) peneliti berusaha menjaga hak-hak partisipa