analisis efektivitas sistem pengendalian internal atas...

Click here to load reader

Post on 23-Apr-2018

230 views

Category:

Documents

5 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

  • Kalbisocio Volume 1, Nomor 1 Agustus 2014

    42

    ISSN 2356 - 4385

    I. PENDAHULUAN

    Industri perminyakan dan gas bumi (migas) baik di Indonesia maupun di dunia merupakan salah satu sektor yang memberi kontribusi besar pada pendapatan Negara. Industri ini dituntut untuk terus meningkatkan kualitas, keahlian, hasil dan peran pembangunan agar terus menuju ke arah yang lebih baik. Industri ini berkaitan dengan sumber daya yang besar, antara lain sumber daya yang terkandung di dalam bumi dan sumber daya yang dihasilkan oleh manusia yaitu modal.

    Kegiatan industri migas mencakup kegiatan jasa hulu sampai hilir. Penyediaan jasa hulu migas

    termasuk antara lain eksplorasi, pengeboran, produksi, penyediaan barang dan jasa pemeliharaan. Kegiatan hilir migas mencakup pengolahan, pemasaran & niaga dan perkapalan serta distribusi produk hilir baik di dalam maupun keluar negeri yang berasal dari kilang minyak Negara maupun impor yang didukung oleh sarana transportasi darat dan laut.

    Praktisi yang terkait di industri hulu migas disebut Production sharing contract (PSC) atau Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) seperti perusahaan Pertamina, Petrochina, Medco Energi, dan lain-lain. Perusahaan PSC atau KKKS menjalin kontrak kerjasama dengan pemerintah di bawah naungan BP MIGAS atau menjadi SKK MIGAS.

    Analisis Efektivitas Sistem Pengendalian Internal Atas Piutang Usaha dan Pengaruhnya Terhadap

    Kolektibilitas Piutang Usaha Juni Lafiah 1), Abriandi 2)

    Akuntansi, Institut teknologi dan Bisnis KalbisJalan Pulomas Selatan Kav. 22 Jakarta Timur 13210

    1) Email: [email protected]) Email: [email protected]

    Abstract: Credit sales that become accounts receivable must be equipped with a good internal control system. This research was conducted to analyze the effectiveness of internal control system and its impact to receivable collectibility. Data collection techniques were done through interviews, direct observations, documentation and addressed questionnaires to 21 employees of PT XYZ. Results of the research indicates the effectiveness of internal control systems to credit sales is 70%, this result means passably but needs to be improved and equipped with additional control tools such as software with integrated IT system. The conclusion of this research is that the implementation of internal control system for credit sales primarily in risk assessment component and monitoring component needs to be improved and to be concerned. Effectiveness of internal control to collectibility is significant correlated, and the effectiveness also gives impact to receivable collectibility.Keywords: effectiveness, internal control system, accounts receivable, credit sales, collectibility

    Abstrak: Penjualan kredit yang menjadi piutang harus dilengkapi dengan sistem pengendalian yang baik. Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis efektivitas dari sistem pengendalian internal penjualan kredit dan pengaruhnya terhadap kolektibilitas piutang usaha. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi langsung, dokumentasi, dan penyebaran kuesioner yang dilakukan kepada 21 orang karyawan perusahaan PT XYZ. Metode penelitian kombinasi kualitatif dan kuantitafif digunakan untuk menganalisa dan menarik kesimpulan dari penelitian ini.Hasil dari analisis menunjukkan bawa efektifitas sistem pengendalian internal PT XYZ terhadap penjualan kredit adalah sebesar 70%, hasil ini berarti cukup baik namun perlu ada peningkatan dan dilengkapi dengan alat pengendalian tambahan seperti perangkat lunak dengan sistem IT yang terintegrasi.Kesimpulan dari skripsi ini adalah efektifitas penerapan sistem pengendalian internal penjualan kredit terutama komponen penilaian risiko piutang dan komponen pengawasan perlu ditingkatkan dan lebih diperhatikan. Hubungan efektifitas pengendalian internal terhadap kolektibilitas adalah siginifikan, dan efektifitas tersebut juga memberi pengaruh pada kolektibilitas piutangKata kunci: efektivitas, sistem pengendalian internal, piutang, penjualan kredit, kolektibilitas.

  • Analisis Efektivitas Sistem Pengendalian Internal Atas Piutang ...

    43

    Perusahaan PSC atau KKKS membutuhkan kontraktor sebagai rekan kerja. Perusahaan kontraktor yang menyediakan jasa bagi PSC atau KKKS tidak terlalu banyak mengingat relatif sulitnya untuk masuk ke bisnis migas antara lain karena industri ini padat modal, memerlukan teknologi yang tinggi, pengalaman dan penuh dengan resiko. Seiring dengan keterbukaan pemerintah pada investor luar negeri dan meningkatnya kebutuhan industri migas akan modal, teknologi dan pengalaman; maka semakin banyak pula perusahaan yang bersaing di bidang ini.

    Hampir seluruh pendapatan kontraktor migas adalah penjualan jasa dalam bentuk kredit yang menghasilkan piutang. Otorisasi penjualan terjadi pada proses lelang proyek. Proses tersebut sangat rentan terhadap resiko penyelewengan, pemborosan, dan kerugian perusahaan akibat penjualan yang tidak efektif serta tidak efesien.

    Di dalam penjualan tercermin sejumlah modal kerja yang ditanam ditambah dengan laba yang ingin diperoleh, modal ini dapat digunakan lagi setelah penjualan tersebut dibayar. Tetapi penjualan tidak otomatis berarti langsung diperolehnya uang. Penjualan tersebut menjadi piutang dan membutuhkan proses penagihan yang seringkali memakan waktu lama. Semakin lama piutang tertunggak akan semakin besar modal kerja yang tertunda yang seharusnya dapat digunakan tepat waktu. Sebaliknya, semakin cepat piutang tertagih maka semakin efektif modal kerja yang digunakan karena menghasilkan perputaran piutang yang baik. Karena peran penjualan dan kualitas piutang merupakan hal yang penting bagi perusahaan, maka perlu dilakukan sistem pengendalian internal yang memadai.

    Pengendalian yang dilakukan perusahaan atas penjualan kredit merupakan bagian dari pengendalian internal. SAS No. 45 mendefinisikan pengendalian internal sebagai sebuah proses yang dihasilkan oleh dewan direksi entitas, manajemen, dan personel lainnya. Pengendalian ini bertujuan untuk memastikan dilaksanakan dan ditaatinya sistem dan prosedur kebijakan perusahaan, serta untuk mengawasi dan mengontrol siklus penjualan dan penagihan dari mulai diterimanya pesanan, pengiriman barang atau pelaksanaan jasa, pengakuan pendapatan, diterbitkannya faktur, pencatatan buku piutang, penagihan dan penerimaan kas.

    Sistem pengendalian atas penjualan kredit dapat memberi pengaruh yang baik bagi tingkat kolektibilitas piutang. Apabila pengendalian internal sudah jelas dan dijalankan dengan baik

    maka pengelolaan piutang dapat dilakukan dengan mudah dan lancar. Sebaliknya apabila perusahaan tidak memiliki pengendalian internal yang jelas atau tidak menjalankan pengendalian tersebut dengan baik, maka akan menimbulkan dampak buruk bagi perusahaan, seperti piutang yang tak tertagih sehingga mengakibatkan kolektibilitas menurun.

    Kolektibilitas piutang dapat diukur dari tingkat perputaran piutang, rata-rata waktu penagihan, dan rata-rata umur piutang. Tinggi rendahnya tingkat perputaran piutang mencerminkan kualitas piutang tersebut dan efisiensi modal perusahaan yang ditanam dalam piutang. Semakin tinggi perputaran piutang berarti semakin cepat pula modal kembali. Jumlah rata-rata waktu penagihan mencerminkan waktu yang dibutuhkan perusahaan untuk menagih piutangnya. Umur piutang memberi tolok ukur lamanya piutang yang beredar. Semakin lama umur piutang, maka semakin besar kemungkinan tidak tertagihnya piutang.

    Sehubungan dengan paparan diatas penulis ingin menganalisis efektifitas pengendalian yang dilakukan oleh perusahaan, untuk mengetahui apakah pengendalian internal yang sudah berjalan sudah efektif dan dapat menghasilkan dampak yang baik terhadap kolektibilitas piutang. Dengan hal tersebut maka penulis memilih judul Analisis Efektivitas Sistem Pengendalian Internal Atas Penjualan Kredit dan Pengaruhnya Terhadap Kolektibilitas Piutang Usaha Pada PT. XYZ (Kontraktor Jasa Pengeboran dan Produksi Minyak dan Gas Bumi)

    Masalah yang akan dibahas adalah pengendalian internal dari proses penerimaan pesanan, pembuatan laporan kerja, pembuatan faktur, kontrol penagihan, pengakuan pendapatan, sampai kepada penerimaan kas, dan juga laporan rasio pada PT. XYZ.

    Berdasarkan ruang lingkup tersebut maka rumusan masalah dalam penelitian ini dibagi menjadi tiga, yaitu: 1). Bagaimana gambaran Sistem Pengendalian Internal atas penjualan kredit pada PT. XYZ?; 2). Apakah penerapan Sistem Pengendalian Internal atas penjualan kredit pada PT.XYZ sudah berjalan dengan efektif?; 3). Bagaimana pengaruh penerapan Sistem Pengendalian Internal atas penjualan kredit terhadap kolektibilitas piutang pada PT. XYZ?

    Tujuan yang ingin dicapai dari penelitian ini adalah: 1). Untuk mengetahui sistem dan prosedur penjualan kredit serta kontrol penagihan pada PT. XYZ; 2). Untuk mengetahui efektifitas penerapan sistem pengendalian internal atas penjualan kredit

  • Kalbisocio Volume 1, Nomor 1 Agustus 2014

    44

    pada PT.XYZ; 3).Untuk mengetahui pengaruh sistem pengendalian internal atas penjualan kredit terhadap kolektibilitas piutang pada PT.XYZ.

    Hasil penelitian ini diharapkan bermanfaat bagi pihak-pihak yang akan dipaparkan dibawah ini: 1). Manajemen Perusahaan. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat bagi pihak manajemen perusahaan yang dapat digunakan sebagai bahan masukan atau pertimbangan dalam pengambilan keputusan untuk meningkatkan pengendalian internal dan kolektibilitas piutang yang tercermin dalam rasio piutang yang baik. 2). Pemilik Modal. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan gambaran kemampuan perusahaan dalam meraih kembali modal yang ditanam. Tingkat perputaran piutang suatu perusahaan dapat menggambarkan tingkat efisiensi modal perusahaan yang ditanamkan dalam piutang, sehingga makin tinggi perputaran piutang berarti makin efisien modal yang digunakan. 3). Penulis. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberi gambaran tentang sistem pengendalian internal piutang pada PT.XYZ, efektifitas penerapan pengendalian tersebut dan pengaruh pengendalian internal terhadap kolektibilitas piutang.

    II. METODE PENELITIANMenurut Sugiono (2012: 3) metode penelitian pada dasarnya merupakan cara ilmiah untuk mendapatkan data dengan tujuan dan kegunaan tertentu. Cara ilmiah berarti kegiatan penelitian itu didasarkan pada ciri-ciri keilmuan, yaitu rasional, empiris, dan sistematis.

    Secara umum tujuan penelitian ada tiga, yaitu yang bersifat penemuan, pembuktian dan pengembangan. Penemuan berarti data, tindakan dan produk yang diperoleh dari penelitian itu adalah betul-betul baru yang sebelumnya belum pernah ada. Pembuktian berarti data yang diperoleh itu digunakan untuk membuktikan adanya keragu-raguan terhadap informasi atau pengetahuan tertentu. Sedangkan, pengembangan berarti memperdalam dan memperluas pengetahuan, tindakan dan produk yang telah ada.

    Secara umum data yang telah diperoleh dari penelitian dapat digunakan untuk memahami suatu masalah atau informasi yang tidak diketahui menjadi tahu, memecahkan masalah dengan meminimalkan atau menghilangkan masalah, dan mengantisipasi masalah dengan mengupayakan agar masalah tidak akan terjadi.

    Berikut akan dijelaskan mengenai jenis data, jenis penelitian, sumber data, teknik pengumpulan dan analisa yang digunakan dalam penelitian ini.

    A. Jenis Data

    Jenis data yang dipakai dalam penelitian ini terdiri dari dua jenis, yaitu:

    1. Data Primer, adalah data yang diperoleh dari sumber utama, yaitu berasal dari PT. XYZ dengan kualifikasi data kualitatif dan kuantitatif. Data kualitatif terdiri atas gambaran umum perusahaan, bidang usaha, prosedur yang berlaku, data hasil wawancara dengan personel terkait dengan penelitian, dan data hasil pengamatan langsung. Sedangkan data kuantitatif didapat dari laporan keuangan perusahaan dan pengolahan data piutang perusahaan kedalam rasio piutang.

    2. Data Sekunder, yaitu data yang diperoleh melalui pengolahan lebih lanjut atas data primer. Disajikan dalam bentuk tabel-tabel, diagram alir untuk mendukung penjelasan yang diberikan.

    B. Jenis Penelitian

    Metode penelitian ini mengkombinasikan atau menggabungkan antara metode penelitian kuantitatif dan metode kualitatif untuk digunakan secara bersama-sama dalam suatu kegiatan penelitian sehingga diperoleh data yang lebih komprehensif, valid, reliable dan objektif.

    Definisi penelitian kombinasi menurut Tashakkori & Creswell (2009: 14) yaitu: Penelitian kombinasi adalah merupakan penelitian, dimana peneliti mengumpulkan dan menganalisis data, mengintegrasikan temuan, dan menarik kesimpulan secara inferensial dengan menggunakan dua pendekatan atau metode penelitian kualitatif dan kuantitatif untuk mencari jawaban penelitian dalam satu studi

    Penelitian ini menggunakan metode penelitian kombinasi dengan alasan bahwa penggunaan metode kuantitatif atau metode kualitatif secara sendiri-sendiri tidak cukup akurat digunakan untuk memperoleh pemahaman dan kesimpulan terhadap permasalahan penelitian. Diharapkan dengan menggunakan penelitian kombinasi akan didapat pemahaman yang lebih baik dibanding dengan menggunakan satu metode yang lain.

    Metode kombinasi yang digunakan adalah model concurrent embedded atau campuran tidak berimbang yang menggunakan metode Kualitatif sebagai metode primer dan metode Kuantitatif sebagai metode sekunder (pelengkap)

  • Analisis Efektivitas Sistem Pengendalian Internal Atas Piutang ...

    45

    Gambar 1 Metode penelitian kombinasi concurrent embedded, model metode kualitatif

    sebagai metode primer

    C. Sumber DataSumber data dalam penelitian ini adalah data

    kualitatif hasil survei dan data kuantitatif hasil pengukuran. Sumber-sumber data terdiri dari:

    1. Narasumber (informan) Dalam penelitian ini, narasumber diambil dari

    Manajer dan staf Keuangan, Manajer dan staf Pemasaran (Business Development), Divisi Product and Service Line sebagai bagian yang melakukan pekerjaan dan penyelesaian jasa, Divisi Pengadaan Barang dan Pengiriman (Procurement and Logistic) sebagai bagian yang melakukan pengiriman barang, Divisi Penagihan (Collection) yang menangani penerbitan faktur penagihan dan mengontrol penagihan, dan juga Direktur sebagai narasumber yang mengawasi arus penjualan kredit dan piutang secara keseluruhan tanpa kecuali.

    2. Peristiwa dan Aktivitas Data atau informasi diperoleh melalui

    pengamatan terhadap aktivitas penjualan kredit mulai dari awal terjadinya sampai dengan diterimanya pembayaran. Peristiwa dan aktivitas ini disaksikan secara langsung agar didapat pemahaman yang jelas dan pasti. Peneliti membagikan kuesioner tertulis yang dijawab dengan jujur oleh narasumber sebagai pembuktian yang meyakinkan terhadap informasi verbal yang diberikan oleh setiap narasumber yang terlibat.

    3. Tempat atau Lokasi Tempat atau lokasi penelitian dilakukan adalah

    di kantor PT XYZ bertempat di Plaza Kuningan, Jl.H.R. Rasuna Said Kavling C11-14, Jakarta Selatan. Dari pemahaman terhadap lokasi dan lingkungan, peneliti mengkaji dan secara kritis

    menarik kesimpulan akan penyebab masalah yang ada mengenai penjualan kredit dan piutang

    4. Dokumen dan Arsip Dokumen yang diteliti merupakan bahan tertulis

    yang berkaitan dengan aktivitas penjualan dan piutang,serta laporan keuangan sebagai sumber data yang digunakan untuk menghitung rasio piutang sebagai cerminan kolektibilitas.

    D. Teknik Pengumpulan DataTeknik pengumpulan data merupakan langkah

    yang paling utama dalam penelitian, karena tujuan utama dari penelitian adalah mendapatkan data. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam Data Primer dilakukan melalui penelitian lapangan (field research) di PT. XYZ, Jakarta dengan cara:

    1. Observasi Observasi dilakukan langsung ke pabrik

    PT. XYZ. Observasi yang digunakan adalah observasi moderate participation (partisipasi moderat) agar terdapat keseimbangan antara peneliti menjadi orang dalam dengan orang luar. Peneliti dalam mengumpulkan data ikut observasi partisipatif dalam beberapa kegiatan, tetapi tidak semuanya.

    2. Wawancara Sebagaimana dikemukakan di awal, sumber

    data yang sangat penting adalah narasumber/informan. Untuk mengumpulkan informasi dari informan yang berkaitan dengan penelitian ini, maka dilakukan wawancara seputar pengendalian internal penjualan kredit. Jenis Wawancara yang digunakan adalah Wawancara Tak Berstruktur (Unstructured Interview) dimana wawancara dilakukan secara informal, pertanyaan yang diajukan bersifat spontanitas dalam suasana biasa, wajar, sehingga pertanyaan dan jawabannya berjalan seperti pembicara biasa dalam kehidupan sehari-hari. Teknik ini dilakukan agar sewaktu pembicaraan berjalan, narasumber tidak menyadari bahwa ia sedang diwawancarai, sehingga informasi yang didapat bisa lebih banyak, jujur dan akurat.

    3. Kuesioner Kuesioner yang berisi pernyataan seputar 5

    (lima) komponen pengendalian internal disebar ke Manajer dan staf Keuangan, Manajer dan staf Pemasaran (Business Development), tiga Divisi Product and Service Line), Divisi Pengadaan Barang dan Pengiriman (Procurement and

    Rumusan Masalah

    kajian Teori

    Pengumpulan dan analisis data

    KUALITATIF

    Pengumpulan dan analisis data Kuantitatif

    Analisis Data KUAL

    dan Kuan

    Penyajian data Hasil Penelitian

    Kesimpulan dan saran

  • Kalbisocio Volume 1, Nomor 1 Agustus 2014

    46

    Logistic), Divisi Penagihan (Collection) yang menangani penerbitan faktur penagihan dan mengontrol penagihan, dan juga Direktur. Teknik ini dilakukan untuk mengetahui respon dan pendapat tentang sistem pengendalian internal yang sudah dijalankan.

    E. Hipotesis

    Walaupun hipotesis penting sebagai arah dan pedoman kerja dalam penelitian, tidak semua penelitian mutlak harus memiliki hipotesis. Penggunaan hipotesis dalam suatu penelitian didasarkan pada masalah atau tujuan penelitian.

    Hipotesis yang dikemukakan dalam sub bab ini adalah hipotesis statistik, yaitu:

    Ho: Tidak ada hubungan dan pengaruh signifikan efektivitas pengendalian internal terhadap kolektibilitas piutang

    Ha: Ada hubungan dan pengaruh signifikan efektivitas pengendalian internal terhadap kolektibilitas piutang

    III. PEMBAHASAN

    A. Prosedur PenjualanProsedur penjualan PT.XYZ dibedakan dari

    jenis penjualan barang dan penjualan jasa.

    1. Prosedur Penjualan dan Pengiriman Barang

    Gambar 2 Prosedur Penjualan Barang PT XYZ

    Seluruh prosedur penjualan barang harus melalui proses formal dan tertulis. Walaupun ada komunikasi informal atau komunikasi lisan menyertai proses tersebut, dokumen tertulis harus disertakan dan menjadi acuan dan bukti dari keseluruhan proses.

    Dokumen-dokumen yang terkait dengan penjualan barang, antara lain:

    1. Permintaan penawaran/Price Inquiry2. Penawaran Harga/Quotation3. Pesanan Pembelian/Purchase Order (PO) 4. Pengiriman Barang/Delivery Report atau

    Handover document5. Faktur penagihan/Invoice

    2. Prosedur Penjualan dan Penyerahan Jasa Proyek

    Gambar 3 Prosedur Penjualan Jasa Proyek

    Penjualan jasa pada PT.XYZ harus mengikuti prosedur tender yang pada akhirnya memenangkan kontrak kerja sebuah proyek. Pembeli jasa PT.XYZ sudah pasti adalah Kontraktor Kontrak Kerja Sama MIGAS, maka proses tender haruslah mengacu pada Pedoman Tata Kerja no.007 (PTK 007) yang dibuat oleh BP MIGAS (sekarang SKK MIGAS) selaku badan pelaksana kegiatan hulu migas. Penjualan barang juga mengacu pada PTK.007 namun prosesnya lebih sederhana karena nilai PO tidak sebesar nilai yang ada dikontrak.

    Dokumen-dokumen yang terkait dengan penjualan jasa proyek, antara lain:

    1 Customer Price

    Inquiry

    2a.1 Pricing by Business

    Development

    Approve by Manager?

    2a.2Re-Pricing

    2bFormal Price

    QuotationYES

    NO

    Approve?

    NO

    YESCustomer

    receive Price Quotation

    Agree?

    YES

    3

    Purchase Order(PO)

    Receive PO Confirm by Director?

    NO

    4aMonitoring

    Inventory SystemYESCANCEL

    Stock Available?

    4b.1Local Supply or

    overseas

    NO

    YES4b.2

    Prepare Delivery

    4c. Delivery Report or Handover document

    4dDeliver to Customer

    Warehouse

    4eOrder received by Customer

    5

    Invoicing

    Negotiable?NO NO

    YES

    1Client Tender

    AnnouncementParticipate?

    2

    RegistrationYES

    CANCEL

    NO

    3aPre-qualification

    documents

    Qualify?

    3bTender

    preparation & submission

    Client receive Pre-qualification

    documents

    NO

    Client receive Tender

    documents

    Qualify?NO

    3cTender

    NegotiationYES Approve by

    Director

    NO

    3dReceive

    Awarding Letter

    3eReceive Letter of

    Intent

    3fContract review and Signature

    YES

    4aProject

    Preparation

    4bProject

    Implementation

    4cMonthly

    Progress Report

    5

    Invoicing

    YES

  • Analisis Efektivitas Sistem Pengendalian Internal Atas Piutang ...

    47

    1. Dokumen Tender2. Letter of Intent dan Awarding Letter3. Kontrak proyek4. Laporan pekerjaan . Service Report, Timesheet,

    dan lain-lain5. Faktur penagihan/Invoice

    3. Prosedur Penagihan

    Gambar 4 Prosedur Penagihan

    Prosedur ini mencakup penagihan untuk semua klien yang outstanding mulai penerimaan data pendukung dari departemen PSL, pembuatan invoice, pengiriman, penagihan, sampai dengan laporan bulanan dan rasio.

    B. Analisis Sistem Pengendalian Internal PT XYZ Berdasarkan Komponen Pengendalian Internal Committee of Supporting Organization of the Treadway Commission (COSO)

    Penulis telah mengadakan survey melalui pembagian kuesioner yang dibuat berdasarkan 5 (lima) komponen pengendalian internal Committee of Supporting Organization of the Treadway Commission (COSO) kepada tingkat manajerial dan karyawan di PT XYZ. Berikut ini akan dibahas hasil kuesioner yang dibagikan dengan mengambil sampel tingkat manajerial yang berjumlah 7 (tujuh) orang, 3(tiga) orang supervisi lapangan, serta sebanyak 11 (sebelas) orang karyawan. Sampel yang dipilih adalah sampel yang dianggap penulis dapat mewakili keseluruhan populasi agar hasil penelitian lebih valid.

    1. Analisis Sistem Pengendalian Internal PT XYZ Berdasarkan Komponen Lingkungan Pengendalian (Control Environment)

    Tabel 1 Tanggapan Responden Mengenai Komponen Lingkungan Pengendalian PT XYZ

    Tabel 2 Nilai Efektivitas Komponen Lingkungan Pengendalian PT XYZ

    Nilai tertinggi pada setiap butir pernyataan adalah 5. Jumlah pernyataan adalah 7 pernyataan. Jumlah responden adalah 21 orang. Dengan demikian maka nilai ideal yang mungkin diperoleh dari 21 orang responden adalah 735. Hasil nilai yang diperoleh dari keseluruhan responden adalah 503 dengan atau sebesar 68%, dengan rata-rata nilai adalah 24. Jadi efektivitas pengendalian internal pada komponen lingkungan pengendalian telah mencapai 68% dari hasil yang diharapkan.

    2. Analisis Sistem Pengendalian Internal PT XYZ Berdasarkan Komponen Penilaian Risiko (Risk Assesment)

    5aTerima Dokumen

    Pendukung

    5bProforma Invoice

    dan Otorisasi

    5cPengiriman

    Invoice

    5dDistribusi dan

    Input Data

    5eFiling

    5fTerima ATB

    5gFormal Invoice &

    Otorisasi

    5hPengiriman

    Invoice

    5iDistribusi dan

    Input Data

    5jFiling

    5kPenagihan

    5lTerima

    Pembayaran

    5mPelaporan

    Penerimaan Pembayaran

    5nLaporan per bulan dan

    Rekonsiliasi

    copy

    copy

    CE1 CE2 CE3 CE4 CE5 CE6 CE7 1 4 4 4 4 3 5 5 292 3 2 1 2 2 5 4 193 4 3 3 4 2 4 4 244 3 4 3 4 3 4 5 265 4 4 4 3 2 5 4 266 4 4 3 3 2 5 5 267 4 3 4 4 4 4 5 288 4 4 3 3 3 4 4 259 4 3 2 3 3 3 4 2210 4 3 3 4 3 4 4 2511 4 3 4 3 3 3 4 2412 4 3 3 3 2 5 4 2413 3 2 2 2 2 2 3 1614 3 1 3 2 2 4 4 1915 4 3 3 3 2 4 4 2316 4 3 3 2 2 4 4 2217 4 4 4 3 3 4 4 2618 4 4 3 3 3 4 5 2619 4 3 3 3 3 4 5 2520 4 3 4 3 3 4 4 2521 3 3 3 4 2 4 4 23 79 66 65 65 54 85 89 503

    Nilai Ideal 105 105 105 105 105 105 105 735Rata-rata 3,8 3,1 3,1 3,1 2.6 4 4,2 24

    % 75% 63% 62% 62% 51% 81% 85% 68%

    RespondenLingkungan Pengendalian

    1 2 3 4 5Sangat Tidak Setuju

    Tidak Setuju

    Cukup Setuju

    Setuju Sangat Setuju

    CE1 0 0 5 16 0 21Lingkungan Pengendalian

    Pernyataan 1 0% 0% 24% 76% 0% 100%CE2 1 2 11 7 0 21

    Lingkungan Pengendalian Pernyataan 2 5% 10% 52% 33% 0% 100%

    CE3 1 2 12 6 0 21

    Lingkungan Pengendalian Pernyataan 3 5% 10% 57% 29% 0% 100%

    CE4 0 4 11 6 0 21

    Lingkungan Pengendalian Pernyataan 4 0% 19% 52% 29% 0% 100%

    CE5 0 10 10 1 0 21

    Lingkungan Pengendalian Pernyataan 5 0% 48% 48% 5% 0% 100%

    CE6 0 1 2 13 5 21

    Lingkungan Pengendalian Pernyataan 6 0% 5% 10% 62% 24% 100%

    CE7 0 0 1 14 6 21

    Lingkungan Pengendalian Pernyataan 7 0% 0% 5% 67% 29% 100%

    Jumlah 2 19 52 63 11 147Persen 1% 13% 35% 43% 7% 100%

    7

    1

    2

    3

    4

    5

    6

    Nilai

    No. PERNYATAAN

    Jumlah Responde

    n

  • Kalbisocio Volume 1, Nomor 1 Agustus 2014

    48

    Tabel 3 Tanggapan Responden Mengenai Komponen Penilaian Risiko PT XYZ

    Tabel 4 Nilai Efektivitas Komponen Penilaian Risiko PT XYZ

    Nilai tertinggi pada setiap butir pernyataan adalah 5. Jumlah pernyataan adalah 7 pernyataan. Jumlah responden adalah 21 orang. Dengan demikian maka nilai ideal yang diperoleh dari 21 orang responden adalah 735. Nilai tertinggi pada setiap butir pernyataan adalah 5. Jumlah pernyataan adalah 7 pernyataan. Jumlah responden adalah 21 orang. Dengan demikian maka nilai ideal yang diperoleh dari 21 orang responden adalah 735. Hasil nilai yang diperoleh dari keseluruhan responden adalah 453 atau sebesar 62% dengan rata-rata 22. Jadi efektivitas pengendalian internal pada komponen penilaian risiko telah mencapai 62% dari hasil yang diharapkan.

    3. Analisis Sistem Pengendalian Internal PT XYZ Berdasarkan Komponen Aktivitas Pengendalian (Control Activity)

    Tabel 5 Tanggapan Responden Mengenai Komponen Aktivitas Pengendalian PT XYZ

    Tabel 6 Nilai Efektivitas Komponen Aktivitas Pengendalian PT XYZ

    Nilai tertinggi pada setiap butir pernyataan adalah 5. Jumlah pernyataan adalah 7 pernyataan. Jumlah responden adalah 21 orang. Dengan demikian maka nilai ideal yang diperoleh dari 21 orang responden adalah 735. Hasil nilai yang diperoleh dari keseluruhan responden adalah 567 atau sebesar 77% dengan rata-rata 27. Jadi efektivitas pengendalian internal pada komponen aktivitas pengendalian telah mencapai 77% dari hasil yang diharapkan.

    4. Analisis Sistem Pengendalian Internal PT XYZ Berdasarkan Komponen Informasi dan Komunikasi (Information and Communication)

    RA1 RA2 RA3 RA4 RA5 RA6 RA7 =1 3 5 4 3 4 3 2 242 2 4 4 2 2 1 1 163 4 4 3 3 3 2 1 204 4 3 4 3 3 3 2 225 4 4 3 3 4 2 1 216 4 3 3 4 4 2 2 227 4 5 4 3 4 1 2 238 4 4 4 4 4 3 2 259 3 5 4 5 3 2 3 2510 3 4 3 4 3 3 2 2211 3 3 3 3 3 2 2 1912 3 4 4 4 3 3 2 2313 3 2 3 2 2 2 2 1614 3 4 4 3 4 2 3 2315 3 4 4 3 3 3 2 2216 3 3 3 3 3 3 2 2017 3 4 4 4 4 3 2 2418 3 3 3 3 3 3 3 2119 3 4 4 3 4 3 2 2320 4 3 3 3 4 3 2 2221 3 4 3 3 3 2 2 20 69 79 74 68 70 51 42 453

    Nilai Ideal 105 105 105 105 105 105 105 735Rata-rata 3,3 3,8 3,5 3,2 3,3 2,4 2 22

    % 66% 75% 70% 65% 67% 49% 40% 62%

    RespondenPenilaian Risiko

    1 2 3 4 5Sangat Tidak Setuju

    Tidak Setuju

    Cukup Setuju

    Setuju Sangat Setuju

    RA1 0 1 13 7 0 21Penilaian Risiko

    Pernyataan 1 0% 5% 62% 33% 0% 100%RA2 0 1 6 11 3 21

    Penilaian Risiko Pernyataan 2 0% 5% 29% 52% 14% 100%

    RA3 0 0 10 11 0 21Penilaian Risiko

    Pernyataan 3 0% 0% 48% 52% 0% 100%RA4 0 2 13 5 1 21

    Penilaian Risiko Pernyataan 4 0% 10% 62% 24% 5% 100%

    RA5 0 2 10 9 0 21Penilaian Risiko

    Pernyataan 5 0% 10% 48% 43% 0% 100%RA6 2 8 11 0 0 21

    Penilaian Risiko Pernyataan 6 10% 38% 52% 0% 0% 100%

    RA7 3 15 3 0 0 21Penilaian Risiko

    Pernyataan 7 14% 71% 14% 0% 0% 100%Jumlah 5 29 66 43 4 147Persen 3% 20% 45% 29% 3% 100%

    3

    4

    5

    6

    7

    Nilai

    No. PERNYATAAN

    Jumlah Responde

    n

    1

    2

    1 2 3 4 5Sangat Tidak Setuju

    Tidak Setuju

    Cukup Setuju

    Setuju Sangat Setuju

    IC 1 0 0 3 11 7 21Informasi dan

    Komunikasi Pernyataan 1 0% 0% 14% 52% 33% 100%

    IC 2 0 0 3 12 6 21Informasi dan

    Komunikasi Pernyataan 2 0% 0% 14% 57% 29% 100%

    IC 3 0 0 7 11 3 21Informasi dan

    Komunikasi Pernyataan 3 0% 0% 33% 52% 14% 100%

    IC 4 0 0 4 11 6 21Informasi dan

    Komunikasi Pernyataan 4 0% 0% 19% 52% 29% 100%

    IC 5 0 0 8 9 4 21Informasi dan

    Komunikasi Pernyataan 5 0% 0% 38% 43% 19% 100%

    IC 6 0 1 4 15 1 21Informasi dan

    Komunikasi Pernyataan 6 0% 5% 19% 71% 5% 100%

    IC 7 0 1 8 9 3 21Informasi dan

    Komunikasi Pernyataan 7 0% 5% 38% 43% 14% 100%

    Jumlah 0 2 37 78 30 147Persen 0% 1% 25% 53% 20% 100%

    3

    4

    5

    6

    7

    Nilai

    No. PERNYATAAN

    Jumlah Responde

    n

    1

    2

    CA1 CA2 CA3 CA4 CA5 CA6 CA7 =1 5 5 5 5 4 5 1 302 5 5 5 5 5 5 1 313 5 5 5 5 5 5 2 324 5 5 5 4 4 4 1 285 5 5 5 5 3 4 2 296 4 4 5 4 4 5 2 287 4 3 3 4 4 4 1 238 4 4 5 5 4 4 4 309 5 4 5 4 3 4 2 2710 5 5 5 4 3 4 1 2711 4 4 4 5 3 4 2 2612 5 4 3 5 2 4 2 2513 4 3 4 4 4 4 2 2514 5 3 5 5 5 5 2 3015 5 4 3 4 4 5 2 2716 4 3 3 4 4 3 2 2317 4 5 4 5 4 4 1 2718 3 4 5 4 3 4 2 2519 4 4 4 3 5 4 1 2520 4 5 3 4 5 3 2 2621 3 3 4 3 4 4 2 23 92 87 90 91 82 88 37 567

    Nilai Ideal 105 105 105 105 105 105 105 735Rata-rata 4,4 4,1 4,3 4,3 3,9 4,2 1,8 27

    % 88% 83% 86% 87% 78% 84% 35% 77%

    RespondenAktivitas Pengendalian

  • Analisis Efektivitas Sistem Pengendalian Internal Atas Piutang ...

    49

    Tabel 7 Tanggapan Responden Mengenai Komponen Informasi dan Komunikasi PT XYZ

    Tabel 8 Nilai Efektivitas Komponen Informasi dan Komunikasi PT. XYZ

    Nilai tertinggi pada setiap butir pernyataan adalah 5. Jumlah pernyataan adalah 7 pernyataan. Jumlah responden adalah 21 orang. Dengan demikian maka nilai ideal yang diperoleh dari 21 orang responden adalah 735. Nilai tertinggi pada setiap butir pernyataan adalah 5. Jumlah pernyataan adalah 7 pernyataan. Jumlah responden adalah 21 orang. Dengan demikian maka nilai ideal yang diperoleh dari 21 orang responden adalah 735. Hasil nilai yang diperoleh dari keseluruhan responden adalah 577 atau sebesar 79% dengan rata-rata 27.5. Jadi efektivitas pengendalian internal pada komponen informasi dan komunikasi telah mencapai 79% dari hasil yang diharapkan.

    5. Analisis Sistem Pengendalian Internal PT XYZ Berdasarkan Komponen Pengawasan (Monitoring)

    Tabel 9 Tanggapan Responden Mengenai Komponen Pengawasan PT XYZ

    Tabel 10 Nilai Efektivitas Komponen Pengawasan PT. XYZ

    Nilai tertinggi pada setiap butir pernyataan adalah 5. Jumlah pernyataan adalah 7 pernyataan. Jumlah responden adalah 21 orang. Dengan demikian maka nilai ideal yang diperoleh dari 21 orang responden adalah 735. Nilai tertinggi pada setiap butir pernyataan adalah 5. Jumlah pernyataan adalah 7 pernyataan. Jumlah responden adalah 21 orang. Dengan demikian maka nilai ideal yang diperoleh dari 21 orang responden adalah 735. Hasil nilai yang diperoleh dari keseluruhan responden adalah 483 atau sebesar 66% dengan rata-rata 23. Jadi efektivitas pengendalian internal pada komponen pengawasa telah mencapai 66% dari hasil yang diharapkan.

    1 2 3 4 5Sangat Tidak Setuju

    Tidak Setuju

    Cukup Setuju

    Setuju Sangat Setuju

    CA 1 0 0 2 9 10 21Aktivitas Pengendalian

    Pernyataan 1 0% 0% 10% 43% 48% 100%CA 2 0 0 5 8 8 21

    Aktivitas Pengendalian Pernyataan 2 0% 0% 24% 38% 38% 100%

    CA 3 0 0 5 5 11 21Aktivitas Pengendalian

    Pernyataan 3 0% 0% 24% 24% 52% 100%CA 4 0 0 2 10 9 21

    Aktivitas Pengendalian Pernyataan 4 0% 0% 10% 48% 43% 100%

    CA 5 0 1 5 10 5 21Aktivitas Pengendalian

    Pernyataan 5 0% 5% 24% 48% 24% 100%CA 6 0 0 2 13 6 21

    Aktivitas Pengendalian Pernyataan 6 0% 0% 10% 62% 29% 100%

    CA 7 7 13 0 1 0 21Aktivitas Pengendalian

    Pernyataan 7 33% 62% 0% 5% 0% 100%Jumlah 7 14 21 56 49 147Persen 5% 10% 14% 38% 33% 100%

    3

    4

    5

    6

    7

    Nilai

    No. PERNYATAAN

    Jumlah Responde

    n

    1

    2

    1 2 3 4 5Sangat Tidak Setuju

    Tidak Setuju

    Cukup Setuju

    Setuju Sangat Setuju

    0 1 6 12 2 210% 5% 29% 57% 10% 100%

    1 1 8 10 1 215% 5% 38% 48% 5% 100%

    0 1 7 7 6 210% 5% 33% 33% 29% 100%

    0 0 8 13 0 210% 0% 38% 62% 0% 100%

    1 2 12 6 0 215% 10% 57% 29% 0% 100%

    1 4 15 1 0 215% 19% 71% 5% 0% 100%

    0 12 7 2 0 210% 57% 33% 10% 0% 100%

    Jumlah 3 21 63 51 9 147Persen 2% 14% 43% 35% 6% 100%

    5

    MO 5 Pengawasan Pernyataan 5

    6

    MO 6 Pengawasan Pernyataan 6

    7

    MO 7 Pengawasan Pernyataan 7

    2

    MO 2 Pengawasan Pernyataan 2

    3

    MO 3 Pengawasan Pernyataan 3

    4

    MO 4 Pengawasan Pernyataan 4

    Nilai

    No.

    PERNYATAAN Jumlah Responde

    n

    1

    MO 1 Pengawasan Pernyataan 1

    IC1 IC2 IC3 IC4 IC5 IC6 IC7 =1 4 4 4 5 4 4 4 292 5 5 5 5 5 2 4 313 5 4 4 5 4 3 4 294 5 4 4 4 3 4 5 295 4 5 4 3 3 4 3 266 4 4 3 4 4 3 4 267 4 5 3 4 5 4 3 288 4 4 3 3 4 5 5 289 4 4 4 3 3 4 4 2610 4 4 3 4 5 4 4 2811 4 5 3 4 3 4 3 2612 4 4 4 4 4 4 4 2813 3 3 3 4 3 4 2 2214 5 5 5 5 3 4 3 3015 3 4 4 4 3 4 3 2516 5 3 4 5 4 4 3 2817 5 3 4 5 4 3 4 2818 4 5 3 4 5 3 4 2819 3 4 5 3 4 4 5 2820 4 4 4 4 4 4 3 2721 5 4 4 4 3 4 3 27 88 87 80 86 80 79 77 577

    Nilai Ideal 105 105 105 105 105 105 105 735Rata-rata 4,2 4,1 3,8 4,1 3,8 3,8 3,7 27

    % 84% 83% 76% 82% 76% 75% 73% 79%

    RespondenInformasi dan Komunikasi

    MO1 MO2 MO3 MO4 MO5 MO6 MO7 =1 4 3 5 4 3 2 2 232 4 1 4 4 1 1 2 173 3 3 5 4 3 3 3 244 3 4 3 4 3 3 3 235 3 4 5 3 3 3 2 236 4 3 4 3 3 3 2 227 5 3 3 4 3 3 4 258 4 4 3 4 4 3 2 249 5 3 4 4 2 2 2 2210 4 4 3 3 3 3 2 2211 4 4 3 4 3 2 2 2212 3 3 4 4 4 4 4 2613 2 2 2 3 3 3 3 1814 4 4 4 4 2 3 2 2315 3 4 3 3 3 3 3 2216 3 5 5 4 3 3 2 2517 4 3 5 3 4 3 2 2418 4 3 5 3 4 3 3 2519 4 4 4 3 4 3 3 2520 4 4 4 4 4 2 3 2521 4 4 3 4 3 3 2 23 78 72 81 76 65 58 53 483

    Nilai Ideal 105 105 105 105 105 105 105 735Rata-rata 3,7 3,4 3,9 3,6 3,1 2,8 2,5 23

    % 74% 69% 77% 72% 62% 55% 50% 66%

    RespondenPengawasan

  • Kalbisocio Volume 1, Nomor 1 Agustus 2014

    50

    C. Analisis Kolektibilitas Piutang Usaha PT XYZPenjualan bersih pada tahun 2010 adalah

    Rp.15.564.147.119, pada tahun 2011 adalah Rp 41.385.589.395, dan pada tahun 2012 adalah Rp.48.227.217.948.

    Saldo piutang pada awal tahun 2010 adalah Rp 0 karena belum ada transaksi penjualan pada tahun 2009, dan saldo piutang akhir tahun 2010 adalah Rp 4.949.948.297. Jadi rata-rata saldo piutang pada tahun 2010 adalah: (Rp 0 + Rp 4.949.948.297)/2 = Rp 2.474.974.149.

    Saldo piutang pada awal tahun 2011 adalah Rp 4.949.948.297 dan saldo piutang akhir tahun 2011 adalah Rp 5.790.773.657. Jadi rata-rata saldo piutang pada tahun 2011 adalah: (Rp 4.949.948.297 + Rp 5.790.773.657)/2 = Rp 5.370.360.977

    Saldo piutang pada awal tahun 2012 adalah Rp 5.790.773.657 dan saldo piutang akhir tahun 2012 adalah Rp 19.979.064.000. Jadi rata-rata saldo piutang pada tahun 2012 adalah: (Rp 5.790.773.657 + 19.979.064.000)/2 = Rp 12.884.918.829

    1. Analisis Kolektibilitas Piutang Usaha Diukur Dari Days Sales OutstandingRumus Days Sales Outstanding (DSO) adalah:

    Tabel 11 Days Sales Outstanding PT XYZ

    Dari tabel 11 terlihat bahwa DSO tahun 2010 adalah 116 hari, DSO tahun 2011 adalah 51 hari dan DSO 2012 adalah 151 hari.

    Rata-rata DSO selama tiga tahun adalah: (116+51+151)/3=106hari

    Jadi kemampuan perusahaan dalam memperoleh piutangnya rata-rata adalah 106 hari dalam kurun waktu 3 tahun.

    2. Analisis Kolektibilitas Piutang Usaha Diukur Dari Tingkat Perputaran PiutangRumus perputaran piutang/Account Receivable

    Turnover adalah:

    Tabel 12 Perputaran Piutang PT XYZ

    Dari table 12 terlihat bahwa perputaran piutang pada tahun 2010 adalah 6,29 kali; perputaran piutang pada tahun 2011 adalah 7,71 kali; dan perputaran piutang pada tahun 2012 adalah 3,74 kali.

    Perputaran piutang yang menurun pada tahun 2012 disebabkan karena adanya proyek baru untuk pengeboran sumur gas darat. Lokasi proyek yang jauh dan minim sinyal telekomunikasi, serta masalah teknis pengeboran yang datang dari faktor alam menyebabkan lebih lama dibuatnya dokumen pendukung penagihan yaitu Daily Drilling Report; sehingga proses penagihan menjadi lebih lama.

    Rata-rata tingkat perputaran piutang selama tiga tahun adalah:

    (6,29+7,71+3,74)/3= 5,91 kaliPerputaran piutang menunjukkan kualitas

    piutang dan kemampuan perusahaan untuk memperoleh modal kembali serta efesiensi modal yang ditanam dalam piutang.

    Jadi rata-rata perputaran piutang yang menunjukkan kualitas dan efesiensi modal perusahaan adalah 5,91 kali dalam kurun waktu 3 tahun.

    3. Analisis Kolektibilitas Piutang Usaha Diukur Dari Rata-Rata Usia PiutangRumus rata-rata usia piutang/Average Ages of

    Account Receivable adalah:

    Tabel 13 Rata-rata usia piutang PT XYZ

    Dari table 13 terlihat bahwa rata-rata usia piutang pada tahun 2010 adalah 58 hari, rata-rata usia piutang pada tahun 2011 adalah 47 hari, dan rata-rata usia piutang pada tahun 2012 adalah 98 hari.

    Rata-rata usia piutang beredar dalam kurun waktu tiga tahun adalah:

    (58+47+98)/3= 68 hariRasio ini memberi tolok ukur lamanya piutang

    yang beredar. Semakin lama umur piutang, maka semakin besar kemungkinan tidak tertagihnya piutang. Ini juga mencerminkan kualitas kebijakan dan prosedur penagihan di perusahaan.

    Jadi rata-rata usia piutang beredar dalam kurun waktu tiga tahun adalah= 68 hari.

    =

    2010 2011 2012 Jangka Waktu

    Saldo Piutang : 4.949.948.297 5.790.773.657 19.979.064.000

    Penjualan Kredit : 15.564.147.119 41.385.589.395 48.227.217.948

    DSO : 151

    x 365 hari

    116 51

    =

    2010 2011 2012Penjualan Kredit : 15.564.147.119 41.385.589.395 48.227.217.948 Rata-rata Piutang : 2.474.974.149 5.370.360.977 12.884.918.829

    Perputaran Piutang : 6,29 7,71 3,74

    =

    2010 2011 2012Kurun Waktu : 365 hari 365 hari 365 hari

    Perputaran Piutang : 6,29 7,71 3,74 Rata-rata Usia

    Piutang : 58 47 98

  • Analisis Efektivitas Sistem Pengendalian Internal Atas Piutang ...

    51

    D. Analisis Hubungan Efektivitas Sistem Pengendalian Internal Dengan Kolektibilitas Piutang Usaha

    Tabel 14 Nilai Efektivitas Pengendalian Internal PT XZY

    Berikut adalah output statistik dari data diatas

    Gambar 6 Statistik Deskriptif Efektivitas Pengendalian Internal PT XYZ

    Gambar 6 diatas menunjukkan nilai minimum 0,62 dan nilai maksimum 0,79. Nilai rata-rata adalah 0,7040. Jadi efektivitas pengendalian internal adalah 0,7040 atau sebesar 70,4 % dengan simpangan baku (s) sebesar 0,07301 atau 7,301 %

    Berikut adalah output statistik korelasi antara efektivitas pengendalian internal dengan kolektibilitas piutang usaha

    Gambar 7 Pearson Correlation

    Dapat dilihat bahwa r hitung >0,05 jadi Ha diterima, artinya ada hubungan dan pengaruh signifikan antara efektivitas pengendalian internal terhadap kolektibilitas piutang.

    Penjelasan gambar 7 adalah sebagai berikut:1. Korelasi antara efektivitas pengendalian

    internal dengan Days Sales Outstanding adalah hubungan negatif signifikan dengan r=-0,345.

    Artinya apabila efektivitas pengendalian internal meningkat, maka Days Sales Outstanding menurun. r = 0,119 artinya pengaruh efektivitas pengendalian internal terhadap Days Sales Outstanding adalah sebesar 11,9%.

    2. Korelasi antara efektivitas pengendalian internal dengan Receivable Turn Over adalah hubungan positif siginifikan dengan r=0,634.

    Artinya apabila efektivitas pengendalian internal meningkat maka tingkat perputaran piutang juga akan ikut meningkat

    r=0,402 artinya pengaruh efektivitas pengendalian internal terhadap tingkat perputaran piutang adalah sebesar 40,2%

    3. Korelasi antara efektivitas pengendalian internal dengan rata-rata usia piutang beredar adalah hubungan negatif signifikan dengan r=-0,745.

    Artinya apabila efektivitas pengendalian internal meningkat maka rata-rata usia piutang beredar akan menurun.

    r=0,555 artinya pengaruh efektivitas pengendalian internal terhadap rata-rata usia piutang adalah sebesar 55,5%.

    IV. SIMPULAN

    Berdasarkan uraian dan analisis yang telah penulis lakukan pada PT XYZ mengenai efektivitas sistem pengendalian internal penjualan kredit dan pengaruhnya terhadap kolektibilitas piutang usaha, maka dapat ditarik kesimpulan dan saran sebagai berikut.

    1. Sistem dan prosedur penjualan kredit serta kontrol penagihan PT XYZ adalah sebagai berikut:

    a. Sistem dan prosedur penjualan kredit sudah ditetapkan dan diterapkan dengan cukup baik. Terdapat aturan yang ketat terhadap otorisasi dan konfirmasi pimpinan untuk pemberian harga dan pemberian kredit. Kelemahan dari sistem dan prosedur penjualan kredit adalah tidak adanya sistem IT yang disediakan untuk otorisasi pemberian harga dan pemberian kredit. Dokumen prosedur masih dibuat secara manual. Risiko dari hal ini adalah kemungkinan terjadinya human eror, seperti kesalahan pencatatan historis harga, hilangnya dokumen konfirmasi purchase order yang merupakan otorisasi penjualan dan pengiriman barang, dan juga mungkin terjadinya fraud contohnya Quotation palsu dan kebocoran harga. Pengawasan pengiriman dan penyerahan jasa sudah dilakukan dengan baik. Supervisi dilakukan oleh orang yang kompeten.

    Komponen Nilai Efektivitas

    Lingkungan Pengendalian 68 % = 0.68

    Penilaian Risiko 62% = 0.62

    Aktivitas Pengendalian 77% = 0.77

    Informasi dan Komunikasi 79% = 0.79

    Pengawasan 66% = 0.66

    N Minimum Maximum Mean Std. Deviation

    Efektivitas 5 0.62 0.79 0.704 0.07301Valid N (listwise) 5

    Correlations

    Efektivitas DSO TurnOver AverageAge

    Efektivitas

    Pearson Correlation 1 -.345 .634 -.745

    Sig. (1-tailed) .388 .281 .232 N 3 3 3 3

    DSO

    Pearson Correlation -.345 1 -.945 .883

    Sig. (1-tailed) .388 .106 .156 N 3 3 3 3

    TurnOver

    Pearson Correlation .634 -.945 1 -.988*

    Sig. (1-tailed) .281 .106 .049 N 3 3 3 3

    AverageAge

    Pearson Correlation -.745 .883 -.988* 1

    Sig. (1-tailed) .232 .156 .049

    N 3 3 3 3

    *. Correlation is significant at the 0.05 level (1-tailed).

  • Kalbisocio Volume 1, Nomor 1 Agustus 2014

    52

    b. Kontrol penagihan sudah ditetapkan dan dilaksanakan dengan baik. Berdasarkan observasi yang dilakukan terdapat aturan yang ketat dalam penerbitan faktur penjualan untuk mencegah faktur penjualan yang palsu atau salah. Piutang yang jatuh tempo tapi belum dilunasi dikonfirmasi kepada klien, status pembayaran ditanyakan dan difollow up secara lisan maupun tulisan. Pembayaran klien dikonfirmasi dengan pengecekan saldo rekening bank dan diinformasikan kepada bagian penerimaan kas. Saldo piutang direkonsiliasi setiap periode untuk menghindari pencatatan saldo yang overstated atau understated. Staf penagihan melaporkan Receivable Aging Report dan Receivable Turn Over kepada pimpinan perusahaan untuk penilaian kinerja. Kelemahan dari kontrol penagihan sama dengan kelemahan prosedur penjualan kredit, yaitu tidak adanya sistem IT yang dapat memberi kontrol lebih baik dan aman atas penagihan. Dokumen penagihan masih dibuat secara manual. Risiko dari hal ini antara lain human eror misalnya kesalahan penulisan harga pada faktur penagihan, adanya faktur yang bernomor ganda, dan lain sebagainya.

    2. Dari hasil respon kuesioner tentang lima komponen pengendalian internal yang ditetapkan COSO didapatkan hasil bahwa efektivitas pengendalian internal adalah 70% dari hasil yang diharapkan yaitu 100%. Ini berarti sudah cukup baik, namun belum mutlak. Kelemahan berada pada komponen Risk Assessment karena tidak adanya manajemen risiko yang formal. Penilaian dan evaluasi risiko hanya dilakukan apabila ada suatu kejadian yang dianggap berisiko. Kelemahan juga terdapat pada komponen Monitoring karena tidak ada modifikasi pengendalian internal untuk menyesuaikan dengan perkembangan perusahaan, seperti meningkatnya transaksi penjualan, recruitment karyawan baru yang perlu pengawasan, dan risiko-risiko bisnis lainnya.

    3. Pengaruh penerapan sistem pengendalian internal penjualan kredit terhadap kolektibilitas piutang adalah:

    a. Hubungan efektivitas dengan Days Sales Outstanding adalah negatif signifikan. Pengaruh efektivitas pengendalian internal terhadap Days Sales Outstanding adalah sebesar 11,9%;

    sisanya dipengaruhi oleh faktor-faktor lain seperti ketidakpuasan klien atau pelanggan, prosedur pembayaran klien yang berbelit-belit, kondisi keuangan klien , dan lain sebagainya.

    b. Pengaruh efektivitas pengendalian internal terhadap tingkat perputaran piutang adalah sebesar 40,2%; sisanya dipengaruhi oleh faktor-faktor lain seperti adanya diskon piutang yang mempengaruhi saldo akhir piutang

    c. Pengaruh efektivitas pengendalian internal terhadap rata-rata usia piutang adalah sebesar 55,5%; sisanya dipengaruhi oleh faktor-faktor yang lain.

    4. Perusahaan perlu menyediakan sistem IT untuk menunjang dan meningkatkan efektivitas sistem pengendalian internal penjualan kredit.

    Sistem IT yang dimaksud adalah software yang dapat mengontrol pembuatan quotation yang dipranomori secara urut dan hanya dapat dicetak ulang apabila ada otorisasi tertentu, pemberian otorisasi harga dan diskon secara elektronik.

    Sistem IT yang dimaksud juga adalah software pembuatan faktur yang dapat langsung mempranomori faktur penjualan, berisi tentang harga jual barang dan jasa, serta nomor kontrak atau purchase order, yang juga secara otomatis mencatat atau mengurangi saldo piutang klien atau pelanggan apabila ada pembelian atau pembayaran. Sistem IT ini juga sebaiknya dilengkapi modul Aging Account Receivable, dan laporan rasio piutang yang secara sistematis mengambil data yang tersimpan secara elektronik. Sebaiknya sistem ini terintegrasi dengan sistem yang dipakai bagian akunting agar saldo yang ditampilkan di sistem adalah semuanya sama.Gambar 7 merupakan usulan sistem IT sesuai

    paparan diatas.

    Gambar 7 Usulan Integrated IT System Untuk PT XYZ

    5. Perusahaan harus meningkatkan risk assessment yang lebih jelas, tim manajemen risiko

    Inventory System

    Integrated IT System

    Marketing System

    Invoicing System

    Accounting System

    Purchasing System

    Data

    Process

    Document

    Process Process Process Process

    Document Document Document Document

  • Analisis Efektivitas Sistem Pengendalian Internal Atas Piutang ...

    53

    perlu dibuat untuk menghindari risiko-risiko penjualan kredit seperti piutang yang tak tertagih dan lain-lain. Tim manajemen risiko tidak harus dibentuk dengan merekrut karyawan baru, tetapi cukup dengan melibatkan karyawan perusahaan yang terkait untuk secara rutin secara bersama-sama menilai dan menganalisa risiko. Hasil dari penilaian dan analisa tersebut dilaporkan kepada pemimpin perusahaan untuk ditindaklanjuti. Ini sekaligus juga menjadi media umpan balik atau feedback untuk mendapatkan masukan dari karyawan perusahaan mengenai hambatan dan masalah yang ada, agar perusahaan secara bersama-sama dapat meningkatkan kinerja sistem pengendalian internal perusahaan.

    6. Penelitian ini hanya menggunakan data penjualan dan piutang selama 3 tahun, karena itu disarankan supaya penelitian selanjutnya dapat menambahkan periode data yang diteliti agar didapat hasil penelitian yang lebih baik.

    V. DAFTAR RUJUKAN

    Arens, A. et al. (2005), Auditing and Assurance Services, Twelfth Edition, Pearson Education, Prentice Hall

    Arner. T., (2012), Internal Controls, termuat di www.vinsonisntitute.org diakses 8 Mei 20139

    Cascarindo & Richard,E., (2012), Auditors Guide To

    IT Auditing, Second Edition, Willey Cooperate F&A Series, United States

    COSO. (2013), Internal Control Integrated Framework, termuat di: www.coso.org diakses 16 Juni 2013

    Creswel & John, W., (2009), Research Design; Qualitative, Quantitative, And Mixed Methods:, Sage, Los Angeles

    Guy, et al. (1999), Auditing., 5thEdition, Harcourt,Inc, Bab.6, hlm 224 235.

    Jogianto. H.M. (2005), Sistem Teknologi Informasi, Andi, Yogyakarta

    Islahuzzaman. (2012), Istilah-Istilah Akuntansi & Auditing., Bumi Aksara, Jakarta

    Anthony. et al. (2004), Management Control System, eleventh edition, The Mc Graw Hill Companies Inc, New York

    Reskino., (2012), Auditing., Pusat Bahan Ajar dan Elearning, Universitas Mercu Buana, Jakarta

    Sugiono. (2012), Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, Dan Kombinasi (Mixed Methods), Alfabeta, Bandung

    Sukoharjo., (2012), Sistem Pengendalian Intern, termuat di: http://akutansiakuntansi.blogspot.com/2012/03/sia-sistem-pengendalian-intern.html diakses 14 Mei 2013

    Martono. et al. (2010), Manajemen Keuangan., Ekonisia, Bab.4, hlm 55-56.