analisi ekonmi sambas 70 persen

Download Analisi Ekonmi Sambas 70 Persen

Post on 01-Feb-2016

14 views

Category:

Documents

0 download

Embed Size (px)

DESCRIPTION

tujuh puluh persen

TRANSCRIPT

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Perencanaan adalah suatu proses yang berkesinambungan (continue), berkelanjutan, yang dimulai dari tahap survey hingga tahap pengawasan dan evaluasi. Perencanaan fisik merupakan bagian dari alat organisasi masyarakat dan juga sebagai pengawasan penggunaan sumberdaya lahan. Pada kenyataannya proses perencanaan merupakan kegiatan yang tidak pernah selesai, karena selalu memerlukan peninjauan ulang atau pengkajian , guna memberikan umpan balik dalam proses evaluasi. Dalam proses penentuan alternatif , pemilihan alternatif dan evaluasi diperlukan analisis yang seksama. Salah satu analisis yang sangat penting adalah analisis ekonomi. Analisis ekonomi merupakan uraian atau usaha mengetahui arti dari keadaan ekonomi disuatu wilayah. Data, informasi atau keterangan mengenai perekonomian diurai dan dikaji hubungannya satu sama lain, diselidiki kaitan yang ada antara yang satu dengan yang lainnya. Proses perencanaan yang lengkap akan melalui tahap analisis. Kebijaksanaan perencanaan muncul sebagai hasil dari proses analisis, dan seluruh wujud perencanaan merupakan hasil dari proses analisis. Analisis yang diperlukan untuk perencanaan wilayah dan kota mencakup semua aspek yang berkaitan dengan kehidupan dan kelangsungan suatu wilayah atau kota, adapun salah satu analisis yang diperlukan adalah analisis ekonomi. Suatu daerah atau kota tidak akan terus menerus berada dalam keadaan yang sama, melainkan akan berubah. Dari segi ekonomi, suatu wilayah atau kota akan terus mengalami perubahan seiring terjadinya pertumbuhan dan pembangunan ekonomi di wilayah atau kota tersebut. Dengan adanya perubahan-perubahan tersebut, untuk membuat perencaanan sangat penting untuk melakukan analisis ekonomi, karena sektor ekonomi sangat memengang peranan penting untuk kemajuan suatu wilayah atau kota. Analisis ekonomi yang tepat merupakan hal yang harus terpenuhi dalam penyusunan rencana, agar rencana tersebut tidak merugikan pihak-pihak tertentu, melainkan dapat menjadi problem solving serta dapat membuat wilayah atau kota tersebut menjadi lebih baik dari berbagai aspek.1.3Tujuan Adapun tujuan pembuatan makalah ini sebagai berikut:1. Untuk mengetahui kondisi perekonomian disetiap kecamatan di Kabupaten Sambas.2. Untuk menganalisis kondisi perekonomian disetiap kecamatan di Kabupaten Sambas.

BAB IIGAMBARAN UMUM KABUPATEN SAMBAS2.1 Kondisi GeografisKabupaten Sambas terletak di bagian utara provinsi Kalimantan Barat atau diantara 005729,80 dan 200453,10 Lintang Utara serta 10805417,00 dan 1090457,560 Bujur Timur. Secara Administratif, batas wilayah kabupaten Sambas adalah :

Utara:Serawak (Malaysia Timur) & Laut Natuna Selatan:Kab, Bengkawang & Kota Singkawang Barat:Laut Natuna Timur:Serawak (Malaysia Timur) & Kab. Bengkayang

Luas wilayah Kabupaten Sambas adalah 6.395,70 km2 atau sekitar 4,36 persen dari luas wilayah Provinsi Kalimantan Barat. Daerah Pemerintahan Kabupaten Sambas pada tahun 2013 terbagi menjadi 19 Kecamatan dan 183 Desa serta 1 UPT. Kecamatan terluas adalah Kecamatan Sajingan Besar dengan luas 1.391,20 km2 atau 21,75 persen sedangkan yang terkecil adalah Kecamatan Salatiga dengan luas sebesar 82,75 km2 atau 1,29 persen dari luas wilayah Kabupaten Sambas. Kabupaten Sambas dengan panjang pantai 198,76 km dengan karakteristik sebagian besar adalah pantai berpasir membentang dari Semelagi Besar (Kecamatan Selakau) hingga Tanjung Datok (Kecamatan Paloh). Panjang pantai tiap kecamatan menurut Lapan (2003) yaitu Kecamatan Selakau (13,51 km), Kecamatan Jawai (42,53), Kecamatan Teluk Keramat (19,67 km), dan Kecamatan Paloh 102,5 km).

Kabupaten Sambas dengan luas 0.64 juta Ha merupakan salah satu Kabupaten yang memiliki kawasan hutan yang cukup banyak yaitu sekitar 2,20 persen dari luas kawasan hutan Propinsi Kalimantan Barat. Luas kawasan hutan Kabupaten Sambas berdasarkan data Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kabupaten Sambas pada tahun 2009 terdiri dari 58,32 persen hutan produksi biasa, 11,62 persen kawasan hutan lindung, 13,22 persen hutan tanaman wisata, 5,27 persen hutan produksi terbatas, 7,49 persen hutan produksi yang dapat dikonversikan dan 4,07 persen hutan lindung bakau.

Kabupaten Sambas merupakan salah satu daerah Kawasan Usaha Agrobisnis Terpadu (KUAT) di Kalimantan Barat (Kalbar) yang merupakan sentra jeruk (kec. Tebas). Hasil penelitian menunjukkan bahwa komoditas jeruk di Kabupaten Sambas secara ekonomi menguntungkan untuk diusahakan baik untuk tujuan perdagangan antar daerah maupun perdagangan antar pulau yaitu sebesar Rp. 8.594.928.35 dan Rp. 1.538.385,84 per hektar. Jika dibandingkan dengan Kalbar secara keseluruhan, maka jeruk Sambas memiliki daya saing yang kuat. Pertumbuhan produksi jeruk Sambas lebih cepat dibanding dengan pertumbuhan jeruk secara keseluruhan di Kalbar. Dari segi ketersediaan supply, jeruk mampu meningkatkan supply dengan kecenderungan peningkatan tiap tahunnya dan ketersediaannya dijamin sepanjang tahun ada.

Umumnya komoditas jeruk berada pada pasar yang memberikan peluang mengingat daya tarik pasar yang cukup besar. Meningkatnya kesadaran gizi masyarakat dan kebutuhan manusia dari bayi hingga manula akan vitamin C menyebabkan permintaan terhadap jeruk (dalam berbagai bentuk) juga meningkat, ini menandakan daya tarik komoditas ini cukup besar.

2.2 Gambaran Kondisi Ekonomi Kabupaten Sambas

Kondisi perekenomian di Kabupaten Sambas cenderung meningkat setiap tahunnya, hal ini tersebut didukung kontribusi pendapatan domestik regional bruto di 17 kecamatan yang ada di Kabupaten Sambas. Berikut adalah gambaran kondisi perekonomian per kecamatan di kabupaten Sambas.2.2.1Kecamatan Selakau

Pendapatan Domestik Regional Bruto (PDRB) Kecamatan Selakau dari tahun ke tahun cernderung meningkat. Berikut tabel mengenai PDRB Kecamatan Selakau menurut harga konstan.

Tabel 1

PDRB Kecamatan Selakau Menurut Harga Konstan

Tahun 2005-2009 (Dalam Juta Rupiah)

Sektor20052006200720082009*

1. Pertanian112816.28118266.72126254.99131493.57138366.61

2. Pertambangan49.2347.5543.2839.5436.45

SEKTOR PRIMER112865.51118314.27126298.27131533.11138403.06

1. Industri Pengolahan6449.756711.396972.777249.157471.76

2. Listrik dan Air Minum5.844.23.753.252.8

3. Bangunan2050.012125.22310.842492.972735.18

SEKTOR SEKUNDER8505.68840.799287.369745.3710209.74

1. Perdagangan, Hotel dan Restoran48620.9450893.2753436.9756407.6859247.83

2. Pengangkutan dan Komunikasi2715.632830.582947.53124.723266.26

3. Keuangan, Persewaan dan Jasa Perusahaan6933.247086.117273.297336.127559.24

4. Jasa-jasa5129.035390.365617.015983.46256.18

SEKTOR TERSIER63398.8466200.3269274.7772851.9276329.51

JUMLAH184769.95193355.38204860.4214130.4224942.31

Sumber:PDRB Menurut Kecamatan Kab. Sambas

Berdasarkan data di atas, Pendapatan Domestik Regi

al Bruto (PDRB) menurut harga konstan di Kecamatan Selakau pada setiap sektor terjadi peningkatan dari tahun 2005-2009. Sektor yang memberikan kontribusi terbesar adalah sektor primer yang terdiri dari pertanian dan pertambangan yaitu sebesar Rp. 627.414.200. Pertanian menduduki tempat teratas dalam meningkatkan PDRB setempat dari tahun ke tahun dengan kontribusi sebesar Rp. 627.198.200 yang dikarenakan sebagian besar mata pencaharian masyarakat adalah petani. Beda halnya dengan pertanian, pertambangan justru mengalami penurunan setiap tahunnya yang disebabkan keterbatasan sumber daya. Disisi lain, listrik dan air minum hanya sedikit memberikan kontribusi yang hanya sebesar Rp. 1.984.000 disebabkan oleh kualitas listrik dan air minum yang masih rendah. Sektor lain mengalami pertumbuhan dan menunjukkan peningkatan, hal ini menunjukkan Kecamatan Selakau sedang berkembang.

2.2.2Kecamatan Pemangkat

Tabel 2PDRB Kecamatan Pemangkat Menurut Harga Konstan

Tahun 2005-2009 (Dalam Juta Rupiah)Sektor20052006200720082009

1. Pertanian174260.64180532.92191143.93201634.21214823.77

2. Pertambangan839.63881.3930.821071.041247.11

SEKTOR PRIMER175100.27181414.22192074.75202705.25216070.88

1. Industri Pengolahan50518.5452521.7154889.7357059.959463.11

2. Listrik dan Air Minum2163.282297.512376.622457.52576.44

3. Bangunan10770.2311286.7812330.4913424.9614764.62

SEKTOR SEKUNDER63452.056610669596.8472942.3676804.17

1. Perdagangan, Hotel dan Restoran132911.81142100.11149986.05161660.95173258.77

2. Pengangkutan dan Komunikasi17237.0717901.6718682.8619772.1920429.9

3. Keuangan, Persewaan dan Jasa Perusahaan19549.4620263.3721069.8521626.4222474.08

4. Jasa-jasa22107.8323856.8225704.3427877.1929833.88

SEKTOR TERSIER191806.17204121.97215443.1230936.75245996.63

JUMLAH430358.49451642.19477114.69506584.36538871.68

Sumber:PDRB Menurut Kecamatan Kab. Sambas

Berdasarkan data di atas, Pendapatan Domestik Regional Bruto (PDRB) menurut harga konstan di Kecamatan Pemangkat pada setiap sektor terjadi peningkatan dari tahun 2005-2009. Sektor yang memberikan kontribusi terbesar adalah sektor tersier khususnya dari perdagangan, hotel dan restoran yaitu sebesar Rp. 759.918.000. Namun jika dilihat secara khusus, pertanian mengungguli sektor lainnya dalam memberikan kontribusi pada PDRB setempat yaitu sebesar Rp. 962.395.000 yang dikarenakan sebagian besar mata pencaharian masyarakat adalah petani. Sektor yang menjadi penyumbang terkecil di PDRB Kecamatan Pemangkat adalah pertambangan yang hanya sebesar Rp. 4.969.000. PDRB di Kecamatan Pemangkat dari semua sektor sangat konsisten dan stabil, setiap tahunnya semua sektor yang ada selalu mengalami peningkatan. Dengan demikian dapat diperkirakan PDRB di Kecamatan Pemangkat di tahun-tahun berikutnya akan mengalami peningkatan dan akan menjadi kecamatan yang berkontribusi besa