analisa rasio keuangan

Click here to load reader

Post on 23-Oct-2015

1.246 views

Category:

Documents

1 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

Analisa Rasio Keuangan (Ratio Analysis)

Didalam proyeksi keuangan, Kemampuan likuiditas, solvabilitas dan kemapuan untuk menutup biaya operasi tentu harus dipertimbangkan dalam menyusun studi kelayakan usaha / studi kelayakan proyek / studi kelayakan bisnis (Feasibility Study of business). Oleh sebab itu, perlu dilakukan analisa rasio keuangan yang tentu sebelumnya harus membuat terlebih dahulu proyeksi laba rugi (income statement), arus kas (cash flow), dan neraca (balance sheet). berikut ini adalah beberapa analisa rasio keuangan yang sering digunakan dalam laporan studi kelayakan :

Liquidity Ratio (Rasio Likuiditas)Rasio ini menunjukkan kemampuan perusahaan untuk membayar kewajiban financial jangka pendek tepat pada waktunya. Likuiditas perusahaan ditunjukkan oleh besar kecilnya aktiva lancar. Alat untuk mengukur rasio likuiditas adalah Current Ratio dan Cash Ratio. Current Ratio diperoleh dari total aktiva lancar dibagi total hutang lancar. Semakin tinggi Current Ratio berarti semakin besar kemampuan aktiva lancar perusahaan untuk memenuhi kewajiban financial jangka pendek.

Cash Ratio diperoleh dari total kas dan bank dibagi total hutang lancar. Semakin tinggi Cash Ratio berarti semakin besar kemampuan kas dan bank perusahaan untuk memenuhi kewajiban financial jangka pendek.

Activity Ratio (Rasio Aktivitas)Rasio aktivitas menunjukkan bagaimana optimalisasi pemanfaatan sumber daya. Rasio ini diperoleh dengan cara membandingkan rasio aktivitas dengan standar industri, sehingga dapat diketahui tingkat efisiensi dalam mengelola aset yang dimiliki oleh perusahaan terhadap industri. Terdapat beberapa alat yang dapat digunakan untuk menghitung rasio aktivitas, salah satunya adalah Fixed Assets Turn Over dan Total Assets Turn Over.

Fixed Assets Turn Over menunjukkan efektivitas perusahaan dalam menggunakan keseluruhan aktiva tetap untuk menciptakan penerimaan dan laba. FATO diperoleh dari nilai penerimaan dibagi total aktiva tetap yang dimiliki perusahaan. Semakin tinggi FATO menunjukkan semakin tinggi pula perputaran aset tetap yang dilakukan perusahaan untuk memperoleh laba.

Total Assets Turn Over dapat menunjukkan efektivitas perusahaan dalam menggunakan keseluruhan total aktiva untuk menciptakan penerimaan dan laba. TATO diperoleh dari nilai penerimaan dibagi total aktiva yang dimiliki perusahaan. Semakin tinggi TATO menunjukkan semakin tinggi pula perputaran aset yang dilakukan perusahaan.

Leverage Ratio (Rasio Leverage) Rasio leverage menunjukkan kemampuan perusahaan atas proporsi penggunaan hutang dalam membiayai investasi. Perusahaan yang tidak mempunyai leverage artinya perusahaan tersebut menggunakan 100 persen modal sendiri untuk membiayai investasi. Beberapa alat yang bisa digunakan untuk menghitung rasio leverage adalah Debt to Equity, Long Term Debt to Total Equity, Debt to Total Asset, dan Debt Service Coverage.

Debt to Total Asset diperoleh dari total hutang terhadap total aktiva. Rasio ini menunjukkan seberapa besar total aktiva yang dimiliki perusahaan yang berasal dari pembiayaan hutang. Semakin tinggi rasio hutang, maka semakin tinggi pula risiko yang dihadapi. Hal ini dapat menyebabkan investor meminta tingkat keuntungan yang semakin tinggi pula.

Long Term Debt to Equity diperoleh dari hutang jangka panjang terhadap kekayaan pemilik (Ekuitas). Rasio ini dapat menunjukkan keamanan atas pinjaman yang diberikan oleh bank (kreditur). Semakin rendah rasio hutang jangka panjang perusahaan, maka semakin rendah proporsi modal pinjaman. Long Term Debt to Equity = Long Term Debt Equity Debt to Equity Ratio diperoleh dari total kewajiban terhadap kekayaan pemilik (Ekuitas). Rasio ini dapat menunjukkan keamanan pinjaman yang diberikan oleh kreditur. Semakin rendah rasio hutang terhadap kekayaan pemilik, maka semakin rendah proporsi modal pinjaman.

Debt Service Coverage diperoleh dari laba bersih terhadap total angsuran. Rasio ini dapat digunakan untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba untuk melunasi angsuran atas kewajiban jatuh temponya. Apabila angka rasio yang didapat lebih dari 100%, menunjukkan bahwa perusahaan semakin efektif dalam mengelola hutang-hutang yang dimilikinya. Debt Service Coverage = Laba Bersih Total Angsuran PinjamanRasio ProfitabilitasRasio profitabilitas mampu menunjukkan kemampuan perusahaan dalam memperoleh laba. Ada beberapa alat yang bisa digunakan untuk menghitung rasio profitabilitas, yaitu ; Net Profit Margin, Return on Asset (Return on Investment), Return on Equity (Return on Net Worth). Operating Profit Margin diperoleh atas laba usaha dari operasional terhadap pendapatan. Semakin tinggi Operating Profit Margin menunjukkan semakin tinggi perolehan laba usaha dari operasional perusahaan.

Net Profit Margin diperoleh dari laba bersih terhadap pendapatan. Semakin tinggi NPM maka menunjukkan bahwa perolehan laba bersih perusahaan semakin besar.

Return on Asset diperoleh dari laba bersih terhadap total aset. Semakin tinggi nilai ROA menunjukkan semakin tinggi pula kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba dari total aset yang dikelolanya.ROA= Net Income Total Asset Return on Equity diperoleh dari laba bersih perusahaan terhadap kekayaan pemilik (Ekuitas). ROE menunjukkan tingkat kemampuan perusahaan untuk memperoleh laba bagi pemegang saham. Rasio ini dipengaruhi oleh besar kecilnya hutang perusahaan. Apabila proporsi hutang semakin besar maka semakin besar pula rasio ini.

Selamat Belajar Studi Kelayakan Usaha

Memproyeksikan Pendapatan Untuk memprediksi pendapatan / penjualan dimasa yang akan datang, baik di dalam laporan studi kelayakan usaha ataupun prediksi penjualan / pendapatan / cash flow yang akan kita terima, tentunya harus memperhatikan berbagai macam aspek, misalnya inflasi, kenaikan harga bahan baku, dll. Hal tersebut tentunya akan berpengaruh terhadap prosentase kenaikan per tahun dari penjulalan / pendapatan yang di inginkan. Dalam studi kelayakan usaha atau bisnis, tugas kita salah satunya adalah memproyeksikan pendapatan. Contoh kasus, PT WHY memiliki usaha trading Batu Kerikil. Pada tahun 2010, penjualan batu kerikil telah mencapai 100 Ton / tahun. Perusahaan tersebut memperkirakan setiap tahun akan ada kenaikan penjualan sebesar 5%. Namun karena persaingan yang semakin ketat, harga jual hanya dinaikkan 3% per tahun. Harga jual pada tahun ini adalah sebesar Rp.150. Bagaimanakah perhitungan untuk memproyeksikan pendapatan perusahaan tersebut? Berikut ini adalah tahapan penyelesaiannya :

1. Untuk memproyeksikan penjualan (quantity) batu kerikil dengan kenaikan per tahun adalah 5%, maka rumus yang digunakan adalah Penjualan-tahun ke n = Penjualan tahun ke n-1 x (1+5%) :1. Tahun 2011 = 100 x (1+5%) = 105 Ton2. Tahun 2012 = 105 x (1+5%) = 110 Ton3. Tahun 2013 = 110 x (1+5%) = 116 Ton4. Tahun 2014 = 116 x (1+5%) = 121 Ton dst 2. Sedangkan untuk memproyeksikan harga jual, rumus sama dengan di atas, hanya saja tingkat kenaikan harga jual di rubah menjadi 3%. Hasilnya dapat dilihat pada gambar di atas.3. Selanjutnya untuk mengetahui pendapatan per tahun, maka Penjualan Quantity x Harga Jual.4. Apabila ingin langsung mengetahun penjualan quantity secara langsung di tahun 2014, maka dapat menggunakan rumus sebagai berikut Penjualan Tahun 2014 = Penjualan Tahun 2010 x (1+5%)^4; sehingga perhitungannnya adalah sebagai berikut Penjualan Tahun 2014 = 100 Ton x (1+5%)^4 = 100 Ton x 1,22 = 122 Ton.

Rumus-rumus di atas merupakan aplikasi dari Teori Time Value of Money (Nilai Waktu Uang) yaitu future value. Selamat Belajar Studi Kelayakan Usaha Bro ^_^ Diposkan oleh Wahyu Endrian di 14:48 Email ThisBlogThis!Share to TwitterShare to Facebook

Kebutuhan Data Studi Kelayakan Perkebunan Kelapa Sawit Data / dokumen yang dibutuhkan dalam penyusunan studi kelayakan proyek Perkebunan Kelapa sawit adalah sebagai berikut :1. Latar belakang proyek perkebunan kelapa sawit (inti) 2. Maksud dan Tujuan penyusunan studi kelayakan 3. Data Perseroan seperti Akte Pendirian Perseroan, Akte Perubahan Terakhir, NPWP, TDP, SIUP, ITUP, Surat Pengukuhan Pengusaha Kena Pajak, dan Perijinan-perijinan lainnya (dilampirkan)

Data perijinan yang dilampirkan, termasuk kontrak kerjasama dengan pihak III seperti : Akte Pendirian dan Akte Perubahan Semua perijinan yang sudah dimiliki (ijin perpanjangan atau perubahan terakhir, jika ada)1. NPWP, TDP, SIUP2. Ijin HGU3. Surat pemberian ijin lokasi untuk perkebunan kelapa sawit.4. Surat keputusan Bupati tentang ijin pemanfaatan kayu (IPK) Land Clearing. 5. Surat keputusan Bupati tentang Pemberian ijin usaha perkebunan kepada Perseroan.6. Surat keputusan kepala badan pertahanan nasional tentang pemberian Hak Guna Usaha atas Tanah.7. Ijin HO (gangguan/huru-hara)8. Surat Persetujuan Penyaluran Benih Kelapa Sawit (SP2B-KS) Sumber Benih Dalam Negeri9. AMDAL10. Surat Rekomendasi UKL / UPL

4. Company Profile

5. Kegiatan Usaha Perseroan Kegiatan usaha saat ini Luas areal perkebunan kelapa sawit + ______ hektar Kondisi lahan saat ini (detail yang sudah ditanam TBM / TM termasuk umurnya)

6. Data Struktur Organisasi dan Manajemen perseroan, meliputi : Struktur organisasi Perusahaan & job diskripsinya. Struktur organisasi di perkebunan Curriculum Vitae pengurus (direksi dan komisaris). SDM, meliputi jumlah karyawan (detail per bagian) berdasarkan jabatan atau fungsinya dan rencana gaji yang diberikan dalam sebulan.

7. Laporan Keuangan audit 5 tahun terakhir per 31 desember. Atau laporan keuangan pendirian, jika perusahaan baru berdiri.

8. Data Pesaing (jika ada)

9. Lokasi proyek dan iklim di daerah kelapa sawit Lokasi Perkebunan Kelapa Sawit Alasan / latar belakang pemilihan lokasi (disertai peta dan gambar/foto) Peta dan Koordinat Lokasi Peta Tophografi Iklim Berdasarkan kriteria kesesuaian lahan berdasarkan data di atas untuk perkebunan kelapa sawit, perusahaan termasuk kelas S 1, 2 atau 3?

10. RAB untuk proyek perkebunan kelapa sawit - inti, yang meliputi : a. Investasi Tanaman (detail TBM 0, TBM 1, TBM 2 dan TBM 3) Land clearing Pengawetan tanah Penanaman kelapa sawit Pembuatan prasarana survey dan sensus Biaya pemeliharaan (piringan dan gawangan, pengendalian lalang, pemupukan tanaman, pengendalian hama dan penyakit dll)

b. Investasi nontanaman Tanah Bangunan Kendaraan dan alat berat Mesin-mesin Inventaris kantor

Dari nilai investasi tersebut, masing-masing disertai detailnya, seperti berikut ini : Tanah, disertai sertifikat tanah. Gedung, disertai gambar layout gedung. Nilai mesin disertai dengan penawaran dari supplier mesin / invoice. Inventaris kantor, terdiri dari ___________________________________ Kendaraan, terdiri dari ________________________________________

11. Rencana sumber dana untuk proyek pembangunan fisik perkebunan kelapa sawit adalah sebagai berikut :a. Investasi ( pinjaman ____ % ; modal sendiri ____ %)b. IDC ( pinjaman ____ % ; modal sendiri ____ %)c. Modal Kerja ( pinjaman ____ % ; modal sendiri ____ %)

Note : Rencana pencairan kredit KI pada bulan ____ tahun __ dan KMK pada bulan ____ tahun___. (sesuai skedul proyek point 13).Tingkat bunga KI _____%, bunga KMK ____%Jangka waktu pinjaman ____ tahun.Grace period ___ bulan.

12. Skedul proyek pembangunan kelapa sawit inti dari perencanaan, pengurusan ijin, pembangunan, penanaman bibit kelapa sawit sampai menghasilkan.

13. Sistematika Perkebunan Kelapa Sawit. Pengadaan bibit dan Persemaian Pengadaan sarana dan prasarana Penanaman dan pemeliharaan

14. Skedul proses penanaman kelapa sawit dari land clearing s/d menghasilkan (waktu yang dibutuhkan)

15. Produksi kelapa sawit Asumsi profil produksi (sesuai umur tanaman), dalam Ton TBS/ha per tahun (kelas ___)

16. Asumsi Harga Jual TBS per ton (jika sdh ada kontrak, dilampirkan)

17. Rincian biaya dari TBM

a. Rincian biaya dari TBM tahun 0 yang meliputi : Land clearing Pengawetan tanah Penanaman kacang-kacangan Penanaman kelapa sawit Pembuatan prasarana Survey dan sensus

b. Rincian biaya dari TBM tahun 1 yang meliputi : Piringan dan gawangan Pengendalian lalang Pemupukan tanaman Pengendalian hama dan penyakit Penyisipan dan konsolidasi pokok doyong Perawatan prasarana Survey dan sensus

c. Rincian biaya dari TBM tahun 2 yang meliputi : Piringan dan gawangan Pengendalian lalang Pemupukan tanaman Pengendalian hama dan penyakit Kastrasi dan sanitasi Penyisipan dan konsolidasi pokok doyong Perawatan parit dan konservasi tanah Perawatan prasarana Survey dan sensus

d. Rincian biaya dari TBM tahun 3 yang meliputi : Piringan dan gawangan Pengendalian lalang Pemupukan tanaman Pengendalian hama dan penyakit Kastrasi dan sanitasi Penyisipan dan konsolidasi pokok doyong Perawatan parit dan konservasi tanah Perawatan prasarana Survey dan sensus

18. Rincian biaya pemeliharaan dan panen tanaman menghasilkan selama periode proyeksi keuangan yang meliputi :

a. Pemeliharaan TM b. Biaya panen

Detail masing-masing biaya untuk umur 4 7 tahun, 8 -14 tahun dan umur lebih dari 14.

19. Jangka waktu hutang usaha

20. Realisasi penjualan (jika perusahaan sudah beroperasi sebelumnya), dalam ton dan nilai.

Realisasi penjualan lima tahun terakhir (dalam rupiah dan Quantity)

21. Rencana Penjualan Rencana penjualan kelapa sawit per tahun Alokasi penjualan ______ % lokal dan sisanya ___% diekspor. Calon pembeli / buyer yang akan dituju Kontrak penjualan kelapa sawit dengan pembeli. Harga jual kelapa sawit (= point 17) Jangka waktu penjualan kredit (perputaran piutang), _____ bulan.

22. Tenaga Kerja a. Biaya Tenaga Kerja Langsung (existing dan proyek kerjasama) Detail jumlah tenaga kerja langsung dan upah per orang

b. Biaya Tenaga Kerja Tak Langsung (existing dan proyek kerja sama) Detail jumlah tenaga kerja tak langsung dan gaji dari masing-masing jenjang jabatan (per orang)

23. Asumsi beban usaha (beban penjualan dan beban umum & administrasi). Diposkan oleh Wahyu Endrian di 12:26

Kebutuhan Data Studi Kelayakan Pembangunan Hotel Dalam menyusun Laporan Studi Kelayakan Usaha, tentunya perlu di dukung dengan data-data yang akurat dan dapat dipertanggung jawabkan. Berikut ini akan ditampilkan contoh kebutuhan data (kuesioner) untuk proyek Studi Kelayakan Pembangunan Hotel:

Data / dokumen yang dibutuhkan dalam penyusunan studi kelayakan proyek Renovasi Hotel ________________________ oleh PT. _______________________ dalam rangka pengajuann kredit Investasi / kredit modal kerja adalah sebagai berikut :

1. Nama Hotel _____________________2. Kelompok hotel bintang (satu/dua/tiga/empat/lima)3. Gambar design / layout Hotel (gambar existing dan gambar renovasi)4. Skedul pembangunan hotel yang dilakukan :a. Periode konstruksi bangunan hotel : Pekerjaan struktur bangunan ( bulan _____ s/d _____ tahun _____) Pekerjaan Lanscape (bulan ____ s/d _____ tahun ____) Pekerjaan Arsitektur (bulan _____ s/d _____ tahun ____ ) Pekerjaan Furniture & accessories (bulan _____ s/d _____ tahun _____) Pekerjaan ME (bulan ____ s/d _____ tahun _____)b. Launching (bulan _____ tahun _____)c. Komersial (bulan _____ tahun _____)5. Pengeluaran biaya (RAB) untuk pembangunan Hotel yang , meliputi :a. Biaya pembangunan fisikb. Biaya arsitekturc. Biaya furniture & accessories (termasuk restaurant, ruang meeting dll)d. Biaya MEe. Inventaris kantor f. Kendaraan.g. DllRAB harap disertai dengan BQ (bill of quantity) yang berasal dari kontraktor

Porsi pendanaan untuk Cost of Project (COP) tersebut : _____% pinjaman, _____% modal sendiri.

a. Pinjaman KI yang diajukan sebesar Rp ____ juta dan KMK sebesar Rp ____ jutab. Pinjaman direncanakan ditarik pada _______ (KI) dan _________ (KMK)c. Jangka waktu angsuran ...... tahun.d. Tingkat suku bunga KI _____%e. Tingkat suku bunga KMK _____ %f. Grace Period6. Manajemen hotel dikelolah sendiri atau bekerjasama dengan pihak lain ?Jika bekerjasama dg pihak lain, mohon surat kontraknya / MOU dilampirkan.7. Data perseroan, meliputi :a. Foto Copy Akte Pendirian Perusahaan dan Perubahannya.b. Curriculum Vitae pengurus (direksi dan komisaris).c. Struktur organisasi Perusahaan & job diskripsinya.d. Rencana SDM, meliputi jumlah karyawan Hotel berdasarkan jabatan atau fungsinya dan rencana gaji yang diberikan dalam sebulane. Laporan keuangan Perusahaan tahun 2007s/d 2010 (audit).f. Foto Copy Legalitas lainnya (NPWP, ITUP (Izin Tempat Usaha Pariwisata), SIUP, Fatwa Planologi)g. Batas wilayah Hotel dan potensi wilayah sekitar hotel (Gambaran detail lokasi hotel dan aksesibilitasnya)h. Copy akta tanah lokasi hotel.8. Pendapatan Kamara. Jenis kamarb. Room ratec. Jumlah kamar hotel (existing dan new)d. Data tingkat hunian hotel sejak hotel berdiri sampai dengan sekarang. 9. Peruntukan ruangan yang dioperasikan selain kamar, seperti :a. Ruang Meeting Kapasitas / jumlah orang per ruang Jenis ruang rapat dan tarif sewa per ruang Rencana penjualan (occupancy rate) ruang meeting yang disewakanb. Toko Rencana penjualan (omzet) Beban Pokok Penjualan barang dagangan (% dari penjualan)c. Restaurant Kapasitas orang per ruang Tarif per orang (breakfast, lunch, dinner)d. Lain-lain (seperty gym, cofee shop dll) Penjelasan seperti ruangan yang lain untuk masing-masing peruntukan.

Jika peruntukan ruang tersebut diatas, tidak ada investasi furniture, maka diasumsikan ruangan tersebut disewakan.Diposkan oleh Wahyu Endrian di 23:15 Email ThisBlogThis!Share to TwitterShare to Facebook

Menghitung Weighted Average Cost of Capital (WACC)

Dalam menentukan kelayakan menggunakan IRR (Iinternal rate of return) maupun NPV (net present value) dalam studi kelayakan usaha ( feasibility study ) tentunya harus menghitung terlebih dahulu discount rate berupa Weighted Average Cost f Capital (WACC). Berikut ini adalah langkah-langkah dalam menentukan WACC dengan menggunakan contoh kasus, yaitu :

Biaya proyek pembangunan Villa oleh PT. AAA ini terdiri dari aktiva tetap dan modal kerja, sebesar Rp 86.439.541.990,-.

KETERANGAN Nilai Buku %

Rp 000

INVESTASI

Tanah 1.269.587.629 1,47%

Bangunan 8.332.798.732 9,64%

Infrastruktur 3.072.300.000 3,55%

External 5.887.946.823 6,81%

Mesin 900.000.000 1,04%

Inventaris 483.000.000 0,56%

Kendaraan 1.500.000.000 1,74%

Biaya Perijinan & Pra Operasi 1.540.000.000 1,78%

sub total 2.985.633.184 26,59%

IDC 1.341.709.167 1,55%

Total Investasi24.327.342.350 28,14%

Modal Kerja62.112.199.639 71,86%

Total Biaya Proyek86.439.541.990 100,00%

Sedangkan komposisi permodalan untuk investasi tersebut adalah sebagai berikut :

Komposisi PermodalanRp. 000 %

Investasi

Pinjaman KI14.115.000.000 16%

Modal Sendiri 8.870.633.184 10%

Sub Total Investasi22.985.633.184 27%

IDC

KI IDC - 0%

Modal Sendiri 1.341.709.167 2%

Sub total IDC 1.341.709.167 2%

Modal Kerja

KMK40.373.000.000 47%

Modal Sendiri21.739.199.639 25%

Sub Total Modal Kerja62.112.199.639 72%

Total Cost of Project86.439.541.990 100%

Sumber dana dalam proyek ini dengan komposisi seperti dalam tabel diatas dapat dijelaskan sebagai berikut :1. Kebutuhan investasi sebesar Rp 22.985.633.184,- dibiayai dari pinjaman atau kredit invetasi (KI) sebesar Rp 14.115.000.000,- dan sisanya sebesar Rp 8.870.633.184,- dibiayai dari modal sendiri. 2. Interst During Construction sebesar Rp. 1.341.709.167,- dibiayai dari modal sendiri. 3. Kebutuhan modal kerja sebesar Rp 62.112.199.639,- dibiayai dari pinjaman atau kredit modal kerja (KMK) sebesar Rp 40.373.000.000,- dan sisanya sebesar Rp 21.739.199.639 dibiayai dari modal sendiri.4. Tingkat bunga pinjaman KI sebesar 14,5% per tahun sedangkan KMK 14%.

Berikut ini adalah langkah-langkah untuk menghitung WACC (Weighted Average Cost of Capital) :1. Langkah pertama adalah menghitung cost of debt (CoD) terlebih dahulu. Dalam kasus ini, terdapat dua jenis pinjaman (debt) yaitu pinjaman Kredit Investasi (KI) dan Kredit Modal Kerja (KMK), sehingga kedua pinjaman (debt) tersebut harus kita hitung terlebih dahulu cost of debt - nya. Rumus yang digunakan untuk menghitung cost of debt adalah CoD KI = tingkat suku bunga KI x (1- pajak yang berlaku), CoD KMK = tingkat suku bunga KMK x (1- pajak yang berlaku). Perhitungannya adalah sebagai berikut, CoD KI = 14,5% x (1- 25%) = 10,875% ; CoD KMK = 14% x (1-25%) = 10,5%.2. Langkah selanjutnya adalah menghitung Cost of Equity (CoE). Rumus yang akan digunakan adalah CoE = Risk Free Rate + (Beta x Equity Risk Premium) + Country Risk Premium + Specific Risk. Risk free rate di ambil dari Surat Utang Negara (SUN) yang berlaku, diasumsikan SUN sebesar 7,9156% tgl 24 juni 2010, asumsi Beta adalah 1,38 ; Equity Risk Premium 7,5%; Country Risk Premium 0%; dan Specific Risk 2%. Maka CoE adalah = 7,9156% + (1,38 x 7,5%) + 0% + 2% = 20,26%.3. Langkah selanjutnya adalah menghitung WACC (Weighted Average Cost of Capital). pada tahapan ini, akan ada tiga perhitungan yaitu menghitung WACC KI, WACC KMK dan WACC Ekuitas (modal sendiri). Pertama kita akan menghitung WACC ki dengan rumus sebagai berikut WACC KI = CoD KI x Weight KI, sehingga WACC KI = 10,875% x 16% = 1,74%; WACC KMK = CoD KMK x Weight KMK, sehingga WACC KMK = 10,5% x 47% = 4,935%; dan WACC Equity = CoE x Weight, sehingga WACC Equity = 20,26% x (1-16%-47%)= 7,4962%. Setelah WACC KI,KMK dan Equity diketahui, maka WACC proyek adalah WACC KI + WACC KMK + WACC Equity = 1,74% + 4,935% + 7,4962% = 14,1712%.Setelah WACC Proyek diketahui, maka WACC tersebut dapat dijadikan dasar untuk menentukan layak atau tidaknya sebuah proyek dengan menggunakan IRR (internal rate of return) dan NPV (net present value).

Selamat Belajar Studi Kelayakan Usaha. Semoga Sukses ^_^

MENGHITUNG NET PRESENT VALUE

Untuk menentukan layak atau tidaknya sebuah investasi dalam laporan studi kelayakan usaha (feasibility study) dapat di ukur dengan berbagai macam parameter. Misalnya adalah Net Present Value, Internal Rate of Return, Payback Period, Benefit Cost Ratio, dan lain-lain. Pembahasan pertama adalah bagaimana menentukan kelayakan proyek dengan menggunakan Net Present Value (NPV).Rumus untuk mencari Net Present Value adalah =NPV(rate,value1,[value2],. Untuk lebih memudahkan dalam mencari NPV di dalam Ms. Excel, akan dijelaskan dengan menggunakan contoh kasus. Investasi : Rp. 10.000.000.000,-; Disc.Rate : 25% ; Net Cash Flow: Tahun ke-1 Rp 3.000.000.000,-, tahun ke-2 Rp 3.500.000.000,-, tahun ke-3 Rp 4.000.000.000,-, tahun ke-5 Rp 4.500.000.000,-, tahun ke-6 Rp 5.000.000.000,-, tahun ke-6 Rp 5.500.000.000,-Dasar penentuan kelayakan proyek :Jika NPV > 0, investasi layak, jika NPV < npv =" 0,">Selanjutnya, untuk memudahkan, penyusunan data di sesuaikan dengan gambar di atas. Selanjutnya ketik rumus =NPV(B2,B3:B10), penjelasan : B2 : Discount Rate 25%B3:B10 : Net Cash Flow Tahun ke 1 s/d ke 6Hasilnya adalah NPV menjadi 1.289.113.600, NPV > 0, maka proyek layak untuk dilaksanakan.

Penilaian Investasi dalam Ms.Excel dengan Metode IRR (Internal Rate of Return)

Pada edisi 231 (Tabloid PC Plus) sebelumnya, telah dibahas metode penilaian investasi dengan metode NPV (Net Present Value) dengan menggunakan Ms.Excel. Untuk menilai studi kelayakan usaha (feasibility study) layak atau tidak dijalankan, selain metode tersebut ada metode yang lain yang bisa digunakan untuk menilai sebuah bisnis (investasi), yaitu IRR (Internal Rate of Return). Untuk menjalankannya, ikuti langkah-langkah dibawah ini:1. Kita ambil contoh saja, A mempunyai usaha rumah makan dengan Investasi awal Rp70.000 . Penerimaan pada tahun pertama adalah sebesar Rp12.000, tahun ke dua Rp15.000, tahun ke tiga Rp18.000, tahun ke empat Rp21.000, dan tahun ke lima adalah Rp26.000.2. Masukkan data tersebut seperti pada gambar.3. Misalnya untuk mengetahui IRR setelah tahun ke empat, gunakan IRR worksheet function IRR(C3:C7), sehingga akan didapat hasil IRR setelah tahun ke empat adalah 2,12%.4. Jika Ingin mengetahui IRR setelah tahun ke lima, gunakan IRR(C3:C8), dan akan didapat hasil IRR sebesar 8,66%. Selamat mencoba.Selamat Belajar Studi kelayakan Usaha ^_^Diposkan oleh Wahyu Endrian di 14:34 Email ThisBlogThis!Share to TwitterShare to Facebook

CONTOH PROYEKSI LAPORAN KEUANGAN NERACA & L/R Nah, sebelumnya kita harus tahu data-data apa saja yang harus kita kumpulkan sebelum membuat proyeksi laporan keuangan. Lengkapnya klik disini Contoh PROYEKSI LAPORAN KEUANGAN L/R

a. Laporan L/R Tahun 2011 dan Laporan Proforma 2012 LANGKAH IPT. EMAK BAPAKLaporan L/R per 31 Desember 2011 dan Laporan L/R Proforma 31 Desember 2012

20112012(Proforma)

Penjualan Bersih34.450.288.56048.230.403.984(naik 40% dr Penjualan bersih 2011)

HPP27.498.976.34038.498.566.876(naik 40% dr Penjualan bersih 2011)

Laba Kotor6.951.312.2209.731.837.108

Biaya Operasional4.539.792.0124.823.040.398 (dibulatkan)(naik 10% dr Penjualan bersih 2012)

EBIT2.411.520.2084.908.796.710

Biaya Bunga(6.151.110)964.608.080 (Dibulatkan)(naik 2% dr Penjualan bersih 2012)

EBT2.405.369.0983.944.188.630

Pajak 20%(481.073.820)788.837.726

Laba Bersih1.924.295.2783.155.350.904

Note : Proyeksi menggunakan Persentase PenjualanAnalisa pertama adalah pada akun penjualan, hal ini dikarenakan pendapatan terbesar dr perusahaan adalah dari penjualan. Pada umumnya penjualan akan mengalami kenaikan penjualan setiap tahun karena dipengaruhi oleh waktu uang dan inflasi yang mempengaruhi harga bahan baku, kenaikan upah buruh dan sebagainya.

KELEMAHAN PERSENTASE PENJUALANBerdasarkan data yang saya peroleh bahwa proyeksi Laporan keuangan dengan metode penjualan adalah kurang akuransinya angka hasil proyeksi. Hal ini terjadi akibat digunakannya rasio historis antara penjualan dan HPP, biaya operasi, dan biaya bunga. Rasio ini akan menimbulkan kesan bahwa semua kompunen biaya adalah biaya variable atau tidak ada biaya tetap. Masalah akan muncul jika terjadi penurunan atau kenaikan volume penjualan. Perubahan pada volume penjualan akan diikuti oleh perubahan persentase yang sama besarnya dalam ketiga factor tersebut. Hal ini mengurangi tingkat akuransi proyeksi laporan yang kita buat..Tetapi kelemahan ini dapat dihilangkan dengan cara membagi komponen-kompunen biaya menurut sifat masing-masing. Misalnya setiap kompunen biaya dipilih menjadi biaya variable dan biaya tetap. Setelah itu ditetapkan besarnya persentase untuk tiap kompunen biaya.Misalnya besar biaya persentase biaya variable untuk biaya operasi adalah 10% dari penjualan.

LANGKAH IIPT. EMAK BAPAK Laporan L/R per 31 Desember 2011 dan Laporan L/R Proforma 31 Desember 2012

20112012

Penjualan Bersih34.450.288.56048.230.403.984

HPP:- Variabel - Tetap7.498.976.34020.000.000.00010.498.566.876*20.000.000.000

Laba Kotor6.951.312.22017.731.837.108

Biaya Operasional- Variabel- Tetap3.445.028.8561.094.763.1564.823.040.398 (dibulatkan)**1.094.763.156

EBIT2.411.520.2085.917.803.554

Note :Jelas kita lihat perbedaan yang begitu besar dari perolehan EBIT. Terutama kita lihat dari laporan proforma (2012) yang sebelumnya kita peroleh 3.155.350.904 menjadi 5.917.803.554 terjadi kenaikan. Hal ini disebabkan adanya perhitungan biaya tanpa pemilahan sifat, setiap kenaikan penjualan akan diikuti persentase yang sama dengan biaya-biaya.Diperolehnya angka :a. 7.498.976.340 + (40% x 7.498.976.340) = 10.498.566.876*b. 20.000.000.000 angkanya selalu tetap karena fix cost besarnya tetap disetiap tahunnya;c. 48.230.403.984 x 10% = 4.823.040.398 (dibulatkan)**d. 1.094.763.156 angkanya selalu tetap karena fix cost besarnya tetap disetiap tahunnya;Jadi kalau menurut saya, apabila perusahaan yang kita buat adalah perusahaan lingkup kecil tanpa menghiraukan adanya penggolongan biaya (variable atau tetap) dengan kata lain perusahaan mengatakan semua biaya adalah biaya variable maka langkah pertama yang akan kita ambil. TETAPIApabila perusahaan lingkup besar atau di golongkan setiap kompunen biaya maka langkah II yang kita pakai dalam menuyusun proyeksi. Apalagi kita ketahui bahwa volume penjualan di perusahaan itu tinggi baik penurunan atau kenaikannya.

Contoh PROYEKSI LAPORAN KEUANGAN NERACA1. Kita menyiapkan data laporan L/R tahun sebelumnya (kita tarik contoh laporan 1 dan 2 tahun sebelumnya atau lebih).PT. EMAK BAPAKNeracaPer 31 Desember 2011 (dalam Rp)

AKTIVAPASIVA

Aktiva LancarKEWAJIBAN LANCAR

Kas dan Bank193.012.944Hutang Dagang6.185.561.705

Piutang Dagang6.804.869.313Hutang Pajak1.130.836.955

Persediaan Barang Dagangan3.493.722.140Hutang Bank2.684.946.087

Jumlah AKtiva Lancar10.491.604.397Hutang Lancar Lainnya1.057.313.556

AKTIVA TETAPJumlah Kewajiban Lancar11.058.658.303

Inventaris840.454.185EKUITAS

Akm Penyusutan(523.279.228)Modal1.050.000.000

Jumlah Aktiva Tetap317.174.957Laba (Rugi) Ditahan(3.453.883.785)

Jumlah AKTIVA10.808.779.354Laba (Rugi) Tahun Berjalan2.154.004.837

Jumlah Ekuitas(249.878.948)

Jumlah Kewajiban+Ekuitas10.808.779.354

2. Menganalisa akun-akun mana saja yang diperkirakan akan naik, dan dituangkan kedalam Neraca Proforma. Jika dalam perhitungan tersebut terjadi ketidakseimbangan antara pos Aktiva dan Pos Pasiva, maka kita diperbolehkan membuat angka penyeimbang (plug figure) sehingga menjadi seimbang.PT. EMAK BAPAKNeraca ProformaPer 31 Desember 2012 (dalam Rp)

AKTIVAPASIVA

Aktiva LancarKEWAJIBAN LANCAR

Kas dan Bank193.012.944Hutang Dagang2.009.600.166

Piutang Dagang2.009.600.166Hutang Pajak1.130.836.955

Persediaan Barang Dagangan3.493.722.140Hutang Bank2.684.946.087

Jumlah AKtiva Lancar5.696.335.250Hutang Lancar Lainnya1.057.313.556

AKTIVA TETAPJumlah Kewajiban Lancar6.882.696.764

Inventaris840.454.185EKUITAS

Akm Penyusutan(523.279.228)Modal1.050.000.000

Jumlah Aktiva Tetap317.174.957Laba (Rugi) Ditahan2.463.919.769

Angka Penyeimbang6.537.111.163

Jumlah AKTIVA12.550.621.370Laba (Rugi) Tahun Berjalan2.154.004.837

Jumlah Ekuitas5.667.924.606

Jumlah Kewajiban+Ekuitas12.550.621.370

ANALISA :a. Analisa pertama adalah peningkatan omzet penjualan sebesar 40% dan jumlah rata-rata piutang diperkirakan sebesar 50%. Dengan demikian rata-rata umur piutang adalah 50% x 30 hari = 15 hari. Jadi (15/360) x 48.230.403.984 = 2.009.600.166 (dibulatkan).b. Sekarang disisi Pasiva . Harga pokok pembelian bahan-bahan adalah 25% dari harga penjualan yi : 25% x 48.230.403.984 = 12.057.600.996 dan umur rata-rata hutang adalah 60 hari maka besarnya taksiran hutang dagang adalah 60/360 x 12.057.600.996 = 2.009.600.166 (dibulatkan).c. Besarnya R/E mengalami perubahan yaitu 2.463.919.769 asalnya dari ((3.453.883.785) + 5.917.803.554)S

CONTOH LAIN KASUS TENTANG PENYUSUTAN

Untuk mengetahui macam-macam metode penyusutan klik disini

PENYUSUTAN TAHUN PARSIALKebijakan penyusutan tahun parsial yang lain adalah 1. Mencatat penyusutan sebulan penuh atas aktiva yang dibeli pada atau sebelum tanggal 15 dan;2. Tidak mencatat penyusutan atas aktiva yang dibeli sesudah tanggal 15.Contoh :Pada tanggal 3 Juli PT. EMAK BAPAK membeli mesin seharga 100juta, Nilai Residu 20 juta, Nilai Ekonomis umur mesin 10 tahun. Berapa penyusutannya jika menggunakan garis lurus?Jawab dengan asumsi 1.Penysutan 1 tahun penuh = (100juta 20 juta) / 10 = 8jutaPenyusutan tahun parsial = 8juta x 6/12 = (Juli Desember = 6 bulan, karena tanggal berada di posisi dibawah tanggal 15 maka dianggap 1 bulan penuh).Contoh :Pada tanggal 17 Juli PT. EMAK BAPAK membeli mesin seharga 100juta, Nilai Residu 20 juta, Nilai Ekonomis umur mesin 10 tahun. Berapa penyusutannya jika menggunakan garis lurus?Jawab dengan asumsi 2.Penysutan 1 tahun penuh = (100juta 20 juta) / 10 = 8jutaPenyusutan tahun parsial = 8juta x 5/12 = (Agustus Desember = 5 bulan, karena tanggal berada di posisi diatas tanggal 15 maka di bulan juli tidak dikenai penyusutan).

MENGUBAH UMUR MANFAAT AKTIVA YANG DAPAT DISUSUTKANUmur manfaat adalah merupakan estimasi yang didasarkan pada history terhadap masa manfaat aktiva yang sama, atau dengan tingkat pemanfaatannya misalnya tingkat menghasilkan produk setiap periode. Oleh karena estimasi tersebut bisa juga mengalami perubahan, seperti bisa dilihat dicontoh berikut.Contoh :Pada tanggal 3 Juli 2010 PT. EMAK BAPAK membeli mesin seharga 100juta, Nilai Residu 20 juta, Nilai Ekonomis ditaksir 10 tahun kedepan (Juli 2020). Berapa penyusutannya jika menggunakan garis lurus?Penyusutan 1 tahun penuh = (100juta 20 juta) / 10 = 8jutaJadi perusahaan akan menyusutkan sebesar 8juta setiap tahunnya selama 10 tahun.TETAPI, di akhir tahun ke-delapan PT. EMAK BAPAK melihat bahwa kondisi mesin masih kuat untuk bisa berproduksi sampai 4 tahun lagi. Oleh karena itu perubahan nilai penyusutan terhadap Umur ekonomis mesin akan berpengaruh terhadap biaya penysutan untuk tahun ke-9 sampai tahun ke-12.Jawab :Karena estimasi akuntansi berubah, sisa nilai buku aktiva yang dapat disusutkan disebarkan ke umur manfaat aktiva yang tersisa. Penyusutan garis lurus selama 8 tahun = (100juta-20juta)/10 = 8 juta/th= 8 juta x 8 = 64 jutaNilai buku mesin yang dapat disusutkan yang tersisa (biaya akumulasi penyusutan nilai residu) adalah :100 juta 64 juta 20 juta = 16 juta.Karena perusahaan yakin mesin itu akan bisa beroperasi sampai tahun 2022 (2019-2022 = 4 tahun), maka perusahaan akan menghitung kembali penyusutannya :Nilai Buku Mesin yang dapat disusutkan yang tersisa:Estimasi Umur manfaat yang Tersisa (Baru) =Penyusutan Tahunan (Baru)

16 juta:4=4 juta

Pada tahun ke 9 (2019) sampai tahun 12 (2022), ayat jurnal penyusutan tahunan berdasarkan umur manfaat yang baru adalah :Beban penyusutan mesin4 juta Akumulasi Penyusutan mesin4 juta

MEMAKAI AKTIVA YANG TELAH DISUSUTKAN SEPENUHNYAIstilahnya bahwa tidak ada lagi umur manfaatnya dan tidak ada pencatatan penyusutannya. Oleh karena itu perusahaan akan membuang atau menjualnya. Tapi tidak menutup kemungkinan perusahaan akan memanfaatkan mesin tersebut untuk operasi. Dalam pencatatanny apabila mesin masih bisa digunakan maka akumulasi penyusutan dan mesin itu masih tetap dimunculkan dalam neraca, tetapi tidak ada penyusutan tambahan yang dicatat.1. MELEPAS AKTIVAPada akhirnya aktiva akan rusak atau menjadi using. Perusahaan bisa menjual atau menukarnya. Jika tidak maka aktiva itu akan menjadi barang rongsokan.Untuk mencatat pelepasan aktiva tetap perusahaan melakukan :a. Mengkredit akun aktivab. Mendebet akumulasi penysutan.Contoh :Pada tanggal 3 Juli 2010 PT. EMAK BAPAK membeli mesin seharga 100juta, Nilai Residu 20 juta, Nilai Ekonomis ditaksir 10 tahun kedepan (Juli 2020). PT. EMAK BAPAK akan melepaskan peralatan ketika penyusutan tahun terakhirnya baru dicatat yaitu di tahun 2020. Biayanya 10 juta dan tidak ada nilai residu. Jadi toal akumulasi penyusutannya adalah 10 juta. Aktiva ini tidak dapat dijual atau ditukar, sehingga aktiva ini dikategrikan sebagai barang rongsokan.Jurnal melepas aktiva tetap ini adalah :Akumulasi Penyusutan Aktiva10 jutaAktivatetap10juta

Jika aktiva sebelum disusutkan sepenuhnya misal tahun 2015, maka terjadi kerugian yang sama dengan nilai buku aktiva. Anggaplah aktiva itu laku dijual 10 juta. Padahal ketika menghitung dengan garis lurus akumulasi penysutannya adalah 8 juta. Maka terjadi kerugian terhadap nilai bukunya.Jurnal mencatat pelepasan aktiva :AKumulasi penyusutan aktiva8 jutaKerugian pelepasan AKtiva2 jutaAktiva tetap10jutaKerugian ini akan dicatat sebagai beban pd L/R.2. MENJUAL AKTIVA TETAPContoh :Pada tanggal 3 Juli 2010 PT. EMAK BAPAK membeli mesin seharga 100juta, Nilai Residu 20 juta, Nilai Ekonomis ditaksir 10 tahun kedepan (Juli 2020). Pada Desember 2015 perusahaan menjual mesin dengan harga 40 juta.Jawaban :a. Memperbarui penyusutan selama 6 bulan yaitu 3 juli DesemberJurnalnya adalah :Beban Penyusutan ((100juta 20 juta)/10 x 6/12)Rp 4jutaAkumulasi penyusutan mesinRp 4jutaSekarang Kita lihat Buku Besarnya :Untuk Mesin Mesin3 Juli 2010Des 2015Saldo D100 juta

0K

100 juta

Akumulasi Penyusutan MesinAkumulasi Penyusutan 31 Des 201031 Des 201131 Des 201231 Des 201331 Des 2014Des 2013Des 2015SaldoD

44 juta0K4 juta8 juta8 juta8juta8juta8juta44 juta

Jadi nilai bukunya adalah 100 juta 44 juta = 56 juta.Dengan nilai buku 56 juta perusahaan menjual seharga 40 juta maka akan mengalami kerugian sebesar 16 juta (56-40).Jurnalnya adalah :Kas40 jutaAkumulasi penyusutan44 jutaKerugian atas penjualan mesin16 jutaMesin100juta.

Ketika mencatat penjualan maka yang harus dilakukan perusahaan adalah :a. Menghapus saldo akun aktiva (mesin) dan akun akumulasi penyusutan;b. Mencatat keuntungan atau kerugian.Contoh diatas adalah apabila peruusahaan menjual dibawah nilai buku maka akantrejadi kerugian, tapi apabila perusahaan menjual diatas nilai buka maka jurnalnya :KasXXXAkumulasi PenyusutanXXXKeuantungan atas penjualan mesinXXXMesinXXX3. MENUKAR AKTIVA TETAPPerusahaan seringkali menukar akiva tetapnya yang lama dengan yang baru. Pertukaran yang paling umum adalah tukar tambah.a. Tidak ada keuantungan atau kerugian pertukaranContoh :Mesin Lama 100 juta, dan memiliki akumulasi penyusutan 44 juta. Oleh karena itu nilai bukunya adalah 56 juta. Perusahaan menukar mesin lama dengan mesin baru dengan membayar tunai 60 juta. Jurnalnya untuk tukar tambah mobil pengantar yang lama dengan yang baru :Mesin baru116 jutaAkumulasi mesin lama44 jutaMobil Lama100 jutaKas60 juta

b. Kerugian PertukaranTukar tambah dapat mengakibatkan kerugian. Ini terjadi apabila nilai pasar aktiva yang baru yang diterima kurang dari jumlah total yang diberikan-nilai buku aktiva lama ditambah setiap kas yang dibayarkan. Kita tidak pernah mencatat aktiva lebih besar dari nilai pasarnya.Dengan contoh diatas apabila nilai pasar aktiva baru yang diterima adalah 80 juta.Perhitungannya :Nilai pasar mesin baru yang diterima80 jutaNilai yang diberikan :Nilai buku mesin lama ditukar tambah56 jutaKas yang dibayar60 juta116 jutaKerugia pertukaran(36 juta)Jurnalnya :Mesin baru80 jutaAkumulasi penyusutan44 jutaKerugian pertukaran aktiva36 jutaMobil lama100 jutaKas60 juta

PENCATATAN PENYUSUTAN AKTIVA PERUSAHAAN

Standar akuntansi keuangan (2002;17) menyatkan bahwa jumlah yang dapat disusutkan dialokasikan ke setiap periode akuntansi selama masa manfaat aktiva dengan berbagai metode yang sistematis. Metode apapun yang dipilih, konsistensi dalam penggunaannya adalahperlu, tanpa memandang tingkat profitabilitas perusahaan dan pertimbangan perpajakan, agar dapat menyediakan daya banding hasil operasi perusahaan dari periode ke periode. Adapun metode penyusutan yang biasanya digunakan adalah terdiri dari: a. Metode penyusutan yang berdasarkan waktu yaitu metode garis lurus, metode pembebanan yang menurun yang terdiri dari metode jumlah angka tahun dan metode saldo menurun atau metode saldo menurun berganda. b. Metode penyusutan berdasarkan penggunaan yaitu metode jam jasa danmetode jumlah unit produksi. c. Metode penyusutan yang berdasarkan kriteria lainnya yaitu metode berdasarkan jenis kelompok, metode analisis, metode sistem persediaan.

1. DepresiasiMerupakan sebagian dari harga perolehan aktiva tetap yang secara sistematis dialokasikan menjadi beban pada setiap periode akuntansi. ATAU Proses pengalokasian harga perolehan aktiva tetap menjadi biaya selama manfaatnya dengan cara yang rasional dan sistematis. Depresiasi -> biaya yang akan mengurangi Laba bersih, tetapi tidak masuk dalam arus kas keluar. Sehingga tidak akan ada dana dari aktiva untuk penggantian. Dana untuk penggantian berasal dari pendapatan.Revisi Tarif Depresiasi apabila : Karena penentuan tarif depresiasi (umur aktiva) hanya merupakan perkiraan maka sering terjadi tidak tepat, untuk itu perlu direvisi. Perubahan perkiraan harus ditangani dalam periode berjalan dan periode prospektif. Periode yang sudah berjalan tidak mungkin dilakukan revisi Alasan dilakukannya depresiasi adalah :a. Faktor-faktor fisik yang mengurangi masa pemakaian dari aktiva tetap itu sendiri misalnya kerusakan atau masa aus;b. Ketidakmampuan aktiva memenuhi kebutuhan produksi sehingga perlu diganti. Atau mungkin adanya permintaan terhadap suatu produk/jasa yang dihasilkan.Faktor-faktor yang menentukan biaya depresiasi/penyusutan adalah :- Harga perolehan : dana atau utang dan biaya-biaya lain yang harus dikeluarkan untuk memperoleh aktiva.- Nilai sisa (Residu) : jumlah yang diterima bila aktiva tersebut dijual, ditukar atau cara-cara lain ketika aktiva tersebut sudah tidak digunakan, dikurangi dengan biaya-biaya yang terjadi pada saat menjual/menakarnya.- Taksiran Umur Kegunaan : dipengaruhi oleh cara-cara oemeliharaan dan kebijaksanaan-kebijaksanaan yang dianut dalam reparasi. Taksiran umur ini bisa dinyatakan dalam suatu periode waktu, satuan hasil produksi, atau pun satuan jam kerjanya

2. DeplesiProses pengalokasian harga perolehan sumber alam menjadi biaya selama manfaatnya dengan cara yang rasional dan sistematis. Sumber Alam (minyak bumi, tambang lainnya, kayu)-> aktiva yang dapat habis, dikonsumsi secara fisik selama periode penggunaan dan tidak menyisakan karakter fisik Deplesi -> untuk menghapus aktiva sumber alam ini, akan mengurangi aktiva sumber alam (bukan menjadi Biaya Deplesi) Harga perolehan sumber alam: cost akuisisi -> harga yang dibayarkan untuk memperoleh hak mencari dan menemukan sumber alam yang belum ditemukan atau membeli lisensi jika sumber alam ini telah ditemukan cost eksplorasi -> biaya untuk menemukan sumber alam full cost approach -> gagal dan berhasil diakui successful effort approach -> hanya yang berhasil diakui Cost Pengembangan:peralatan berujud -> peralatan yang diperlukan untuk menambang sumber alam (biasanya tidak diikutkan dalam penghitungan deplesi)cost pengembangan tidak berujud -> biaya yang tidak mempunyai karakter fisik tetapi diperlukan untuk produksi sumber alam, misal: biaya pengeboran, pembuatan lorong, gua, sumur dsb) Cost restorasi (perbaikan) ->diikutkan dalam perhitungan deplesi

3. AmortisasiProses pengalokasian harga perolehan aktiva tidak berwujud menjadi biaya selama manfaatnya dengan cara yang rasional dan sistematis.l Aktiva tidak berwujud dinilai sebesar biaya perolehan dikurangi akumulasi penyusutan dan akumulasi rugi penurunan nilainya.l Jumlah yang dapat diamortisasi dari aktiva tidak berwujud harus dialokasikan secara sistematis berdasarkan perkiraan terbaik dari masa manfaatnya.l Pada umumnya masa manfaat suatu aktiva tidak berwujud tidak boleh melebihi 20 tahun sejak tanggal aktiva siap digunakan l Jika pola konsumsi tidak dapat ditentukan dengan handal maka harus digunakan metode garis lurus.l Biaya amortisasi diakui sebagai beban kecuali PSAK lainnya mengizinkan atau mengharuskan untuk dimasukkan ke dalam nilai tercatat aktiva lain.

Metode perhitungan Depresiasi/Penyusutan1. Metode Garis Lurus (Straight Line Method)Merupakan metode depresiasi/penyusutan yang paling sederhana dan banyak digunakan. Rumus : HP-NR / UEKet : HP = Harga PerolehanNR = Nilai ResiduUE = Umur EkonomisContoh :PT. LISDA membeli mesin dengan HP Rp 20.000.000, NR sebesar Rp 5.000.000, UE selama 5 tahun. Berapa penyusutan tiap tahunnya?Perhitungannya : 1. Masukkan Rumus Depresiasi = HP-NR / UE=20.000.000-5.000.000 / 5=3.000.0002. Membuat tabel untuk mengetahui jumlah penyusutan tiap tahunnya :Tahun Ke-Depresiasi(D)Akumulasi Penyusutan (K)Total Akumulasi PenyusutanNilai Buku Aktiva (N)=N-K

020.000.000

13.000.0003.000.0003.000.00017.000.000

23.000.0003.000.0006.000.00014.000.000

33.000.0003.000.0009.000.00011.000.000

43.000.0003.000.00012.000.0008.000.000

53.000.0003.000.00015.000.0005.000.000

Ket : di akhir tahun ke -5 akan terdapat nilai 5.000.000 merupakan nilai sisa (residunya).

3. Membuat JurnalJurnal penyusutan di tahun pertama adalah Biaya Depresiasi Mesin3.000.000Akumulasi DepresiasiRp 3.000.000Jurnal penyustan di tahun kedua adalahBiaya Depresiasi Mesin3.000.000Akumulasi Depresiasi3.000.000Catatan : Nilai depresiasi adalah selalu sama di tahun 1 5

Jurnal mencatat penyesuaian Nilai Mesin di akhir tahun pertamaAkumulasi DepresiasiRp 3.000.000Mesin3.000.000Jurnal mencatat penyesuaian Nilai Mesin di akhir tahun keduaAkumulasi DepresiasiRp 3.000.000Mesin3.000.000INFO TAMBAHANApabila di awal tahun ke-2 dibuat jurnal pembalik yaituMesin3.000.000Akumulasi Dpresiasi3.000.000Maka jurnal di akhir tahun kedua bunyinyaAkumulasi Depresiasi6.000.000Mesin6.000.000Catatan : Dengan adanya penyesuaian dimaksudkan untuk mengetahui Nilai buku mesin di akhir tahun pertama, kedua, ketiga sampai kelima.. Jadi Nilai mesin di akhir tahun pertama adalah 20.000.000-3.000.000 = 17.000.000 dan di akhir tahun ke dua adalah 17.000.000-3.000.000=14.000.000 dst.2. Metode Jam Jasa (Services Hours Method)Didasarkan kepadan anggapan bahwa aktiva akan cepat rusak bila digunakan pada kapasitas penuh. Maka beban depresiasi dihitung dengan dasar satuan jam jasa. Rumus : HP-NR / nKet : HP = Harga PerolehanNR = Nilai Residun = Taksiran jam jasaContoh :PT. LISDA membeli mesin dengan HP Rp 20.000.000, NR sebesar Rp 5.000.000, dan dapat digunakan selama 10.000jam dengan perincian sebagai berikut Tahun pertama 3000 jam, kedua 2500jam, ke tiga 2000jam, tahun keempat 1500jam dan kelima 1000jam. Berapa penyusutan tiap tahunnya?Perhitungannya :1. Masukkan rumusDepresiasi = HP-NR / n=20.000.000-5.000.000 / 10.000=Rp 1.500 2. Membuat tabel depresiasiTahun Ke-Depresiasi(D)Akumulasi Penyusutan (K)Total Akumulasi PenyusutanNilai Buku Aktiva (N)=N-K

020.000.000

13.000x15004.500.0004.500.00015.500.000

22500x15003.750.0008.250.00011.750.000

32000x15003.000.00011.250.0008.750.000

41500x15002.250.00013.500.0006.500.000

51000x15001.500.00015.000.0005.000.000

3. Membuat JurnalJurnal penyusutan di tahun pertama adalah Biaya Depresiasi Mesin4.500.000Akumulasi DepresiasiRp 4.500.000Jurnal penyustan di tahun kedua adalahBiaya Depresiasi Mesin3.750.000Akumulasi Depresiasi3.750.000

Jurnal mencatat penyesuaian Nilai Mesin di akhir tahun pertamaAkumulasi DepresiasiRp 4.500.000Mesin4.500.000Jurnal mencatat penyesuaian Nilai Mesin di akhir tahun keduaAkumulasi DepresiasiRp 3.750.000Mesin3.750.000Catatan : Dengan adanya penyesuaian dimaksudkan untuk mengetahui Nilai buku mesin di akhir tahun pertama, kedua, ketiga sampai kelima.. Jadi Nilai mesin di akhir tahun pertama adalah 20.000.000-4.500.000 = 15.500.000 dan di akhir tahun ke dua adalah 15.500.000-3.750.000=11.750.000 dst.INFO TAMBAHAN BISA DILAKUKAN BISA TIDAK SESUAI KEINGINANApabila di awal tahun ke-2 dibuat jurnal pembalik yaituMesin4.500.000Akumulasi Dpresiasi4.500.000Maka jurnal di akhir tahun kedua bunyinyaAkumulasi Depresiasi8.250.000Mesin8.250.000

3.Metode Hasil Produksi (Productive Output Method)Umur kegunaan aktiva dihitung dalam satuan jumlah unit hasil produksi. Beban depresiasi dihitung dengan dasar satuan hasil produksi, sehingga depresiasi tiap periode akan berfluktuasi sesuai fluktuasi unit produksi.Contoh :PT. LISDA membeli mesin dengan HP Rp 20.000.000, NR sebesar Rp 5.000.000, dan dapat digunakan selama 50.000 unit dengan perincian sebagai berikut Tahun pertama 18000 unit, kedua 15000unit, ke tiga 10.000 unit, tahun keempat 5000unit dan kelima 2000 unit. Berapa penyusutan tiap tahunnya?Perhitungannya :1. Masukkan rumusDepresiasi = HP-NR / n=20.000.000-5.000.000 / 50.000=Rp 300

2. Membuat tabel depresiasiTahun Ke-Depresiasi(D)Akumulasi Penyusutan (K)Total Akumulasi PenyusutanNilai Buku Aktiva (N)=N-K

020.000.000

118.000x3005.400.0005.400.00014.600.000

215.000x3004.500.0009.900.00010.100.000

310.000x3003.000.00012.900.0007.100.000

45000x3001.500.00014.400.0005.600.000

52000x300600.00015.000.0005.000.000

3. Membuat JurnalJurnal penyusutan di tahun pertama adalah Biaya Depresiasi Mesin5.400.000Akumulasi DepresiasiRp 5.400.000Jurnal penyustan di tahun kedua adalahBiaya Depresiasi Mesin4.500.000Akumulasi Depresiasi4.500.000

Jurnal mencatat penyesuaian Nilai Mesin di akhir tahun pertamaAkumulasi DepresiasiRp 5.400.000Mesin5.400.000Jurnal mencatat penyesuaian Nilai Mesin di akhir tahun keduaAkumulasi DepresiasiRp 4.500.000Mesin4.500.000Catatan : Dengan adanya penyesuaian dimaksudkan untuk mengetahui Nilai buku mesin di akhir tahun pertama, kedua, ketiga sampai kelima.. Jadi Nilai mesin di akhir tahun pertama adalah 20.000.000-5.400.000 = 14.600.000 dan di akhir tahun ke dua adalah 14.600.000-4.500.000=10.100.000 dst.INFO TAMBAHANApabila di awal tahun ke-2 dibuat jurnal pembalik yaituMesin5.400.000Akumulasi Dpresiasi5.400.000Maka jurnal di akhir tahun kedua bunyinyaAkumulasi Depresiasi9.900.000Mesin9.900.0004. Metode Jumlah Angka TahunDalam metode ini depresiasi dihitung dengan cara mengalikan bagian pengurang yang setiap tahunnya selalu menurun dengan harga perolehan dikurangi nilai residu.Bagian pengurang dihitung sebagai berikut :- Pembilang = bobot untuk tahun bersangkutan- Penyebut = jumlah angka tahun selama umur ekonomis aktiva atau jumlah angka bobot.Contoh :PT. LISDA membeli mesin dengan HP Rp 20.000.000, NR sebesar Rp 5.000.000, dan UE selama 5 tahun. Depresiasi mesin dihitung sbb :TahunBobot (weight)Bagian Pengurang

155/15

244/15

333/15

422/15

511/15

TOTAL15

Berapa penyusutan tiap tahunnya?Perhitungannya :1. Membuat Tabel

Tahun Ke-Perhitungan Penyusutan(D)AkumulasiPenyusutan (K)Total Akumulasi PenyusutanNilai Buku Aktiva (N)=N-K

020.000.000

15/15x15jt5.000.0005.000.00015.000.000

24/15x15jt4.000.0009.000.00011.000.000

33/15x15jt3.000.00012.000.0008.000.000

42/15x15jt2.000.00014.000.0006.000.000

51/15x15jt1.000.00015.000.0005.000.000

Ket : 15 juta merupakan nilai bersih (HP-NR)

1. Membuat JurnalJurnal penyusutan di tahun pertama adalah Biaya Depresiasi Mesin5.000.000Akumulasi DepresiasiRp 5.000.000Jurnal penyustan di tahun kedua adalahBiaya Depresiasi Mesin4.000.000Akumulasi Depresiasi4.000.000

Jurnal mencatat penyesuaian Nilai Mesin di akhir tahun pertamaAkumulasi DepresiasiRp 5.000.000Mesin5.000.000Jurnal mencatat penyesuaian Nilai Mesin di akhir tahun keduaAkumulasi DepresiasiRp 4.000.000Mesin4.000.000Catatan : Dengan adanya penyesuaian dimaksudkan untuk mengetahui Nilai buku mesin di akhir tahun pertama, kedua, ketiga sampai kelima.. Jadi Nilai mesin di akhir tahun pertama adalah 20.000.000-5.000.000 = 15.000.000 dan di akhir tahun ke dua adalah 15.000.000-4.000.000=11.000.000 dst.INFO TAMBAHANApabila di awal tahun ke-2 dibuat jurnal pembalik yaituMesin5.000.000Akumulasi Depresiasi5.000.000Maka jurnal di akhir tahun kedua bunyinyaAkumulasi Depresiasi9.000.000Mesin9.000.000

5. Metode saldo menurun (declining balance method)

Metode ini juga merupakan metode penurunan beban penyusutan yang menggunakan tingkat penyusutan (diekspresikan dalam persentase) yang merupakan perkalian dari metode garis lurus. Tingkat penyusutan metode ini selalu tetap dan diaplikasikan untuk mengurangi nilai buku pada setiap akhir tahun. Tidak seperti metode lain, dalam metode saldo menurun nilai sisa tidak dikurangkan dari harga perolehan dalam menghitung nilai yang dapat disusutkan. Rumus yang digunakan dalam menghitung adalah sebagai berikut: Penyusutan = % penyusutan (harga perolehan akumulasi penyusutan) Perhitungan penyusutanContoh :PT. LISDA membeli mesin dengan HP Rp 20.000.000, NR sebesar Rp 5.000.000, dan UE selama 5 tahun dengan tarif 20%. Depresiasi mesin dihitung sbb :

Tahun Ke-Perhitungan PenyusutanDepresiasi PenyusutanAkumulasiPenyusutan (K)Nilai Buku Aktiva =harga perolehan - K

020.000.000

120.000.000x20%4.000.0004.000.00016.000.000

216.000.000x20%3.200.0007.200.00012.800.000

312.800.000x20%2.560.0009.760.00010.240.000

410.240.000x20%2.048.00011.808.0008.192.000**

53.192.00015.000.0005.000.000

Ket : *3.192.000 berasal dari 8.192.000-5.000.000 (NR).Membuat JurnalJurnal penyusutan di tahun pertama adalah Biaya Depresiasi Mesin4.000.000Akumulasi DepresiasiRp 4.000.000Jurnal penyustan di tahun kedua adalahBiaya Depresiasi Mesin3.200.000Akumulasi Depresiasi3.200.000

Jurnal mencatat penyesuaian Nilai Mesin di akhir tahun pertamaAkumulasi DepresiasiRp 4.000.000Mesin4.000.000Jurnal mencatat penyesuaian Nilai Mesin di akhir tahun keduaAkumulasi DepresiasiRp 3.200.000Mesin3.200.000Catatan : Dengan adanya penyesuaian dimaksudkan untuk mengetahui Nilai buku mesin di akhir tahun pertama, kedua, ketiga sampai kelima.. Jadi Nilai mesin di akhir tahun pertama adalah 20.000.000-4.000.000 = 16.000.000 dan di akhir tahun ke dua adalah 16.000.000-3.200.000=12.800.000 dst.INFO TAMBAHANApabila di awal tahun ke-2 dibuat jurnal pembalik yaituMesin4.000.000Akumulasi Dpresiasi4.000.000Maka jurnal di akhir tahun kedua bunyinyaAkumulasi Depresiasi7.200.000Mesin7.200.000

6. Metode saldo menurun berganda (double declining method)Saldo menurun yang menggunakan tarid penyusutan 2 kali tarif penyusutan garis lurus untuk masa manfaat yang sama.Contoh :PT. LISDA membeli mesin dengan HP Rp 20.000.000, NR sebesar Rp 5.000.000, dan UE selama 5 tahun dengan tarif 20% maka saldo menurun bergandanya menjadi 40% (2x20%). Depresiasi mesin dihitung sbb :Tahun Ke-Perhitungan PenyusutanDepresiasi PenyusutanAkumulasiPenyusutan (K)Nilai Buku Aktiva =harga perolehan - K

020.000.000

120.000.000x40%8.000.0008.000.00012.000.000

212.000.000x40%4.800.00012.800.0007.200.000

37.200.000x40%2.880.00015.680.0004.320.000

44.320.000x40%1.728.00017.408.0002.592.000

515.000.0005.000.000

Ket : Dengan menggunakan metode penurunan berganda maka tidak didapat penyusutan di akhir tahun ke lima. Karena nilai buku aktual perhitungan lebih kecil dari perkiraan nilai residu.Membuat JurnalJurnal penyusutan di tahun pertama adalah Biaya Depresiasi Mesin8.000.000Akumulasi DepresiasiRp 8.000.000Jurnal penyustan di tahun kedua adalahBiaya Depresiasi Mesin4.800.000Akumulasi Depresiasi4.800.000

Jurnal mencatat penyesuaian Nilai Mesin di akhir tahun pertamaAkumulasi DepresiasiRp 8.000.000Mesin8.000.000Jurnal mencatat penyesuaian Nilai Mesin di akhir tahun keduaAkumulasi DepresiasiRp 4.800.000Mesin4.800.000Catatan : Dengan adanya penyesuaian dimaksudkan untuk mengetahui Nilai buku mesin di akhir tahun pertama, kedua, ketiga sampai kelima.. Jadi Nilai mesin di akhir tahun pertama adalah 20.000.000-8.000.000 = 12.000.000 dan di akhir tahun ke dua adalah 12.000.000-4.800.000=7.200.000 dst.INFO TAMBAHANApabila di awal tahun ke-2 dibuat jurnal pembalik yaituMesin8.000.000Akumulasi Dpresiasi8.000.000Maka jurnal di akhir tahun kedua bunyinyaAkumulasi Depresiasi12.800.000Mesin12.800.000

Semoga bisa memberikan gambaran !!!

LAPORAN KEUANGAN Sebelum belajar mengenai Laporan Keuangan terlebih dahulu bisa dibaca bab sebelumnya yang berkaitan mengenai Kerangka Akuntansi Secara Umum.Please Flash Back Again yach..

LAPORAN KEUANGAN

PENGGUNA LAPORAN KEUANGANASUMSI DASAR LAPORAN KEUANGANKARAKTERISTISK KUALITATIF LAPORAN KEUANGANUNSUR LAPORAN KEUANGAN DAN PENGAKUAN UNSUR LAPORAN KEUANGAN

A. LAPORAN KEUANGAN (LK)Adalah suatu bentuk laporan yang berisikan posisi keuangan perusahaan yang biasanya dibuat pada akhr periode akuntansi yang digunakan untuk memberikan infomasi yang menyangkut posisi keuangan suatu perusahaan yang bermanfaat bagi sejumlah besar pemakai dalam pengambilan keutusan ekonomi.Laporan Keuangan terdiri dari :1. NeracaDidalamnya berisi Aset, Kewajiban dan Modal.2. L/R3. Laporan Perubahan Posisi keuangan; yang dapat disajikan dalam berbagai cara diantaranya laporan arus kas atau laporan arus dana; 4. Catatan dan laporan lain serta materi penjelasan yang merupakan bagian integral dari laporan keuangan;5. Termasuk schedule dan informasi tambahan yang berkaitan dengan LK tersebut misalnya informasi keuangan segment industry dan geografis seta pengungkapan pengaruh perubahan harga.

B. PENGGUNA LAPORAN KEUANGAN InvestorAdalah pihak yang menanamkan modalnya kepada perusahaan. Investor ini biasaya mempunyai tingkat resiko yang besar jika perusahaan mengalami pailit. Tugas dari investor ini juga sebagai penasehat dalam mengembangkan hasil atas investasi yang sudah dilakukan. Mereka membutuhkan LK untuk membantu menentukan apakah harus membeli, menahan atau menjual investasi tersebut.Pemegang saham juga berkepentingan untuk menilai kemampuan perusahaan didalam membayar deviden. KaryawanMerupakan orang yang bekerja didalam perusahaan dan mendukung kegiatan operasional perusahaan untuk mendapatkan laba yang optimal. Kepentingan mereka terhadap LK adalah mereka tertarik pada informasi mengenai stabilitas dan profitabilitas perusahaan. Dan mereka juga mmpunyai kepentingan apakah perusahaan mampu membayar atau memberikan balas jasa, mafaat pension dan kesempatan kerja. KreditorAdalah pihak yang membrikan pinjaman dana kepada perusahaan. Dimana mereka mempunyai kepentingan seberapa besar tingkat perusahaan dalam mebayar kewajiban-kewajiban mereka beserta bunganya. Pemasok dan Kreditor Usaha LainnyaBisanya mereka berkepentingan untuk kemngkinan mereka memutuskan apakah jumlah yang terhutang akan dibayar pada saat jatuh tempo. PelangganMereka berkepentingan dengan informasi mengenai kelangsungan hidup perusahaan, terutama kalau mereka terlibat dalam perjanjian jangka panjang dengan atau tergantung pada perusahaan. PemerintahPemerintah disini mempunyai kepentingan yaitu mereka membutuhkan informasi untuk mengatur aktifitas perusahaan, menetapkan kebijakan pajak dan sebagai dasar untuk menyusun statistic pendapatan nasioanal dan statistic lainnya. MasyarakatMereka berkepentingan untuk mengetahui apakah perusahaan mampu meningkatkan perekeonomian secara baik sehingga tenaga kerja yang akan diserap akan banyak dan perlindungan terhadap penanam modal domestic. LK dapat membantu masyarakat dengan menyediakan informasi kecenderungan (trend) dan perkembangan terakhir kemakmuran perusahaan serta rangkaian aktifitasnya.

C. ASUMSI DASAR AKUNTANSI Dasar AkrualYaitu pengaruh transaksi dan peristiwa lain yang diakui pada saat kejadian (dan bukan pada saat kas atau setara kas diterima atau dibayar) dan dicatat dalam catatan akuntansi serta dilaporkan dalam laporan keuangan pada periode yang bersangkutan. Laporan yang di susun dengan dasar akrual memberikan informasi kepada pemakai tidak hanya transaksi masa lalu yang melibatkan penerimaan dan pembayaran kas tetapi kewajiban pembayaran kas dimasa depan serta sumber daya yang mempresentasikan kas yang akan diterima dimasa depan. Oleh karena itu, laporan keuangan menyediakan jenis informasi transaksi masa lalu dan peristiwa lainnya yang paling bergantung bagi pemakai dalam pengambilan keputusan ekonomi. Kelangsungan usahaLaporan keuangan biasanya disusun atas dasar asumsi kelangsungan usaha perusahaan dan akan melanjutkan usahanya dimasa depan. Karena itu, persahaan diasumsikan tidakbermaksud atau berkeinginan melikuidasi atau mengurangi secara material skala usahanya. Jika maksud atau keinginan tersebut timbul, laporan keuangan mungkin harus disusun dengan dasar yang berbeda dan dasar yang digunakan harus diungkapkan.

D. KARAKTERISTIK KUALITATIF LAPORAN KEUANGANTerdapat empat karakteristik kualitatif pokok yaitu : dapat dipahami, relevan, keandalan dan dapat diperbandingkan.1. Dapat dipahamiKualitas informasi yang ada dalam laporan keuangan sangat penting, oleh karena itu pemakai diasumsikan memiliki pengetahuan yang memadai tentang aktivitas ekonomi dan bisnis, akuntansi serta kemauan untuk mempelajari informasi dengan ketekunan yang wajar. Namun demikian, informasi kompleks yang seharusnya dimasukkan dalam laporan keuangan tidak dapat dikeluarkan hanya atas dasar petimbangan bahwa informasi tersebut terlalu sulit untuk dapat dipahami oleh pemakai tertentu.2. RelevanInformasi relevan jika dapat mempengaruhi keputusan ekonomi pemakai dengan membantu mereka mengevaluasi peristiwa masa lalu, masa kini atau masa depan, menegaskan atau mengoreksi hasil evaluasi mereka dimasa lalu.3. MaterialitasRelevansi informasi dipengaruhi oleh hakekat dan materialitasnya.Informasi dikatakan material apabila kalau kelalaian untuk mencantumkan atau kesalahan dalammencatat informasi tersebut dapat mempengaruhi keputusan ekonomi pemakai yang diambil atas dasar laporan keuangan. Materialitas tergantung pada besarnya pos atau kesalahan yang dinilai sesuai dengan situasi khusus dari kelalaian dalam mencantumkan (omission) atau kesalahan dalam mencatat (misstatement). Karenanya materialistas lebih merupakan suatu ambang batas atau titik pemisah dari pada suatu karakteristik kualitatif pokok yang harus dimiliki agar informasi dipandang berguna.4. KeandalanAgar bermanfaat informasi LK harus handal (reliable). Informasi yang handal jika bebas dari pengertian yang menyesatkan, kesalahan material, dan dapat diandalkan pemakainya sebagai penyajian yang tulus atau jujur (faithfull representative) dari yang seharusnya disajikan atau yang secara wajar diharapkan dapat disajikan.Agar laporan keuangan bisa dikatakan handal maka LK tersebut harus : Penyajian jujurInformasi yang ditunjukkan dalam LK harus jujur terhadap transaksi-transaksi sebagai dasar pecatatan. Substansi Mengungguli BentukSelain kejujuran yang dipakai untuk menyajikan informasi dalam LK maka penyajian itu harus didukung pencatatannya dan disajikan sesuai dengan substansi dan realitas ekonomi dan bukan hanya bentuk hukumnya. Netralistas Informasi harus diarahkan pada kebutuhan umum pemakai, dan tidak tergantung pada kebutuhan dan keinginan pihak tertentu. Pertimbangan SehatDisini mengandung unsure kehati-hatian pada saat melakukan perkiraan dalam kondisi ketidakpastian sehingga aktiva atau penghasilan tidak dinyatakan terlalu tinggi dan kewajiban atau beban tidak dinyatakan terlalu rendah. KelengkapanAgar handal maka informasi dalam LK harus dilengkapai dalam batasan materialitas dan biaya. Dapat dibandingkanPemakai harus dapat memperbandingkan LK perusahaan antar periode untuk mengidentifikasi kecenderungan (trend) posisi dan kinerja keuangan.

E. UNSUR LAPORAN KEUANGAN DAN PENGAKUANNYA1. ASSETAdalah sumber daya yang dikuasai oleh perusahaan sebagai akibat dari peristiwa masa lalu dari mana manfaat ekonomi di masa depan diharapkan akan diperoleh perusahaan.Aset dalam neraca diakui jika kemungkinan manfaat ekonominya di masa depan akan mengalir ke entitas dan asset ersebut mempunyai nilai atau biaya yang dapat diukur dengan andal. Asset tidak diakui dalam neraca jika pengeluaran telah terjadi dan manfaat ekonominya dipandang tidak mungkin mengalir ke dalam entitas setelah periode pelaporan berjalan.Sebagai alternative trasaksi tersebut menimbulkan pengakuan beban dalam laporan laba rugi.2. KEWAJIBANMerupakan hutang perusahaan masa kini yang timbul dari peristiwa masa lalu, penyelesaianya diharapkan mengakibatkan arus keluar dari sumber daya perusahaan yang mengandung manfaat ekonomi.Kewajiban diakui dalam neraca jika kemungkinan pengeluaran sumber daya yang mengandung manfaat ekonomi akan dilakukan untuk menyelesaikan kewajiban masa kini dan jumlah yang harus diselesaikan dapat diukur dengan handal.3. EKUITAS (MODAL)Adalah hak residual atas aktiva perusahaan setelah dikurangi semua kewajiban.Jumlah yang ditampilkan dalam neraca tergantung pada pengukuran aktiva dan kewajiban. Biasanya hanya karena factor kebetulan kalau jumlah ekuitas agregat sama dengan jumlah nilai pasar keseluruhandari saham perusahaan atau jumlah yang dapat diperoleh dengan melepaskan seluruh aktiva bersih perusahaan baik satu persatu atau secara keseluruhan dalam kondisi kelangsungan usaha.4. PENGHASILAN (INCOME)Meliputi baik pendapatan (revenues) dan keuntungan (gains). Pendapatan timbul karena adanya aktivitas perusahaan yang biasa dikenal dengan sebutan yang berbeda seperti penjualan, penghasilan jasa (fees), bunga, dividen, royalty, dan sewa.Pengakuan penghasilan merupakan akibat langsung dari pengakuan asset dan kewajian. Penghasilan diakui dalam laporan L/R jika kenaiakn menafaat ekonomi dimasa depan yang berkaitan dengan peningkatan asset atau penurunan kewajiban telah terjadi dan dapat diukur secara andal.5. BEBANDefinisi beban meiputi baik kerugian maupun beban yang timbul dalam pelaksanaan aktivitas perusahaan yang biasa. Contoh beban yang timbul dalam pelaksanaan dalam aktifitas perusahaan adalah beban pokok penjualan, gaji dan penyusutan.Sedangkan contoh beban karena kerugian adalah bencana kebakaran, banjir, seperti juga yang tiimbul dari pelepasan aktiva tidak lancar.Pengakuan beban merupakan akibat langsung dari pengakuan asset dan kewajiban. Beban diakui dalam laporan L/R jika penurunan manfaat ekonomi masa depan yang berkaitan degan penurunan asset atau peningkatan kewajiban telah terjadi dan dapat diukur secara handal.6. LABA DAN RUGIMerupakan pengukuran kinerja atau sebagai dasar bagi ukuran yang lain seperti imbalan investasi atau penghasilan per saham.Unsure yang langsung berkaitan dengan L/R adalah penghasilan dan beban.a. Penghasilan adalah kenaikan manfaat ekonomi selama suatu peride akuntansi dalam bentuk pemasukan atau penambahan aktiva atau penurunan kewajiban yang mengakibatkan kenaikan ekuitas yang tidak berasal dari kontribusi penanam modal.b. Beban (Expenses) adalah penurunan manfaat ekonomi selama suatu periode akutansi dalam bentuk arus keluar atau berkurangnya aktiva atau terjadinya kewajiban yang mengakibatkan penurunan ekuitas yang tidak menyangkut pembagian kepada penanam modal.Laba Rugi merupakan selisih aritmatika antara penghasilan dan beban. Hal diatas bukan merupakan suatu unsure terpisah dari laporan keuangan, dan prinsip pengakuan yang terpisah tidak diperlukan.

Sumber : A. PSAK 2007 - IAIB. IAPI TARKO SUNARYO

PERBEDAAN LAPORAN LABA RUGI DAN LABA DITAHAN

A. Laporan Laba RugiPengertian menurut Wikipedia adalah bagian dari laporan keuangan suatu perusahaan yang dihasilkan pada suatu periode akuntansi yang menjabarkan unsur-unsur pendapatan dan beban perusahaan sehingga menghasilkan suatu laba (atau rugi) bersih.Fungsi laporan laba rugi1. Statemen ini memberikan informasi kepada kreditur dan investor untuk memprediksi jumlah, waktu, dan ketidakpastian arus kas di masa yang akan datang;2. Statemen ini bisa membantu pemakai dengan berbagai cara diantaranya :a. Investor dan kreditor dapat menggunakan informasi dalam statemen laba rugi untuk mengevaluasi prestasi perusahaan di masa lalu;b. Membantu kreditur dan investor menentukan tingkat resiko ketidakpastian pencapain arus kas tertentuSelain bermanfaat bagi kreditur dan investor, statemen L/R juga bermanfaat bagi pelanggan, organisasi buruh dan pemerintah.Dari sumber jurnal yang saya baca ada aturan-aturan dalam membuat Laporan L/R yaitu :a. Didalam membuat L/R tidak memasukkan unsur konstribusi pertumbuhan dan perkembangan perusahaan.Umumnya perusahaan didalam membuat laporan L/R yang digunakan adalah unsur monetary income-nya atau satuan moneter. Bukan unsur kualitatif nya misal nilai penglaman pendidikan karyawan dan keahlian setiap karyawan.b. Besarnya laba dipengaruhi oleh metode akuntansi yang digunakan. Misalnya metode penyusutan yang berbeda antara perusahaan yang serupa akan menghasilkan penilaian yang berbeda terhadap hasil operasi perusahaan. Dengan asumsi penggunaan metode-metode kauntansi tentu saja diterapkan dengan asumsi bahwa kondisi lain tidak berubah.

PENDEKATAN YANG DIGUNAKAN DALAM PENHITUNGAN L/R PERUSAHAAN1. Pendekatan pemupukan modal (capital maintenance approach)Yaitu laba diukur dengan mengurangkan aktiva bersih (aktiva dikurangi kewajiban) awal periode dari aktiva bersih pada akhir periode, dan penyesuaian atas tambahan investasi dari distribusi selama periode tertentu.Contoh : PT. Emak memiliki data sbb :a. Aktiva Neto Awal: Rp 100 jutab. Aktiva Neto Akhir: Rp 250 jutac. Investasi dr investor: Rp 50 jutad. Pengumuman deviden: Rp 35 jutaJawab :Aktiva Neto akhirRp 250 jutaAktiva Neto awalRp 100 jutaPenambahanRp 150 jutaDitambahkan :Pengumuman devidenRp 35 jutaRp 185 jutaDikurangiInvestasi dari investor(Rp 50 juta)Laba Rp 135 juta

Dari data diatas bisa kita lihat bahwa laba yang dihasilkan tidak menunjukkan hasil yang dicapai dengan transaksi yang sudah dilakukan selama tahun yang bersangkutan. Penambahan aktiva sebesar Rp 150 juta sedangkan laba sebesar Rp 135 juta (kurang dari penambahan aktiva minimal).2. Pendekatan transaksi (transaction approach)Pendekatan ini memfokuskan pada kegiatan yang terjadi selama periode tertentu dan dasar pengukuran laba. Karena informasi atas pembentuk laba dijelaskan terperinci maka pendekatan ini lebih banyak digunakan dari pada pendekatan pemupukan modal.

Berdasarkan buku jurnal akuntansi untuk elemen-elemen pembentuk laporan L/R berdasarkan metode transaksi adalah :1. PendapatanAliran masuk atau kenaikan aktiva suatu entitas atau penyelesaian kewajiban (atau kombinasi keduanya) selama periode tertentu, yang timbul daru penjualan barang, penyerahan jasa, dan atau kegiatan pokok suatu entitas.2. BiayaAliran keluar atau penggunaan sumber ekonomik atau terjadinya kewajiban (atau kombinasi keduanya) selama periode tertentu, yang timbul dari penjualan barang, penyerahan jasa, dan atau kegiatan pokok suatu entitas.3. KeuntunganKenaikan dalam ekuitas (aktiba bersih) yang timbul dari transaksi insindetal suatu entitas dan transaksi-transaksi atau kejadian lain dan kondisi tertentu yang mempengaruhi entitas selama periode tertentu, kecuali yang dihasilkan dari biaya-biaya atau distribusi kepada pemilik.

METODE PENYUSUNAN LAPORAN L/R1. Metode satu tahap (single step); berisi dua kelompok, yaitu pendapatan dan biaya.Contoh :

PT. EMAKLAPORAN L/RPer 31 Des 2012

Pendapatan :Penjualan Bersih UsahaPendapatan BungaPendapatan SewaPendapatan devidenTotal Pendapatan

Biaya-biaya :Biaya karyawanBiaya PenjualanBiaya kantorBiaya kendaraanBiaya lain-lainTotal BiayaLaba BersihRp 325.000.000Rp 50.000.000Rp 50.000.000Rp 25.000.000Rp 450.000.000

Rp 50.000.000Rp 20.000.000Rp 15.000.000Rp 18.000.000Rp 25.000.000Rp 128.000.000Rp 322.000.000

2. Metode bertahap (multiple step); penyajiaannya dihubungkan antara pendapatan dan biaya.a. Pendapatan yang berasal dari kegiatan operasi selama periode tertentu dilaporkan terpisah dari pendapatan yang diperoleh dari kegiatan nonoperasi.b. Biaya-biaya diklasifikasikan menurut fungsi. Misal biaya pengiriman barang masuk dalam kategori biaya penjualan, biaya gaji masuk biaya karyawan, biaya bensin masuk biaya kendaraan dll.

PT. EMAKLAPORAN L/RPER 31 DES 2012

Penjualan Bersih

Harga Pokok PenjualanPersediaan Awal Barang daganganPembelian Rp 90.000.000(Potongan pembelian)Rp 20.000.000Pembelian Bersih Biaya Angkut Masuk Persediaan barang siap dijualPersediaan akhirHPPLaba Kotor (penj HPP)Biaya OperasiBiaya karyawan- Biaya Gaji- THR- BonusTotal B. KaryawanBiaya Penjualan- Biaya Pengiriman Barang- Biaya perjalanan Dinas- Biaya PromosiTotal B. PenjualanTotal biaya operasiLaba dari OperasiPendapatan dan Laba lain2- Pendapatan Bunga- Pendapatan Sewa- Pendapatan deviden

Biaya Lain-lan (non operasi)Biaya kantor- Listrik/Air- Alat-alat kantor- Sewa Kantor- Telepon- FotocopyTotal B. KantorBiaya kendaraan- Biaya Bensin- Biaya Tol- B. Perawatan/reparasi- Surat kendaraanTotal B. KendaraanBiaya lain-lain- Biaya adm bank- Entertainment- Konsultan Total Biaya lain2Total Biaya non operasionalLaba sebelum pajakpajakEAT

Rp 325.000.000

Rp 75.000.000

Rp 70.000.000Rp 15.000.000Rp 160.000.000Rp 100.000.000Rp 60.000.000Rp 265.000.000

Rp 25.000.000Rp 20.000.000Rp 5.000.000Rp 50.000.000

Rp 7.000.000Rp 6.000.000Rp 7.000.000Rp 20.000.000Rp 70.000.000Rp 195.000.000

Rp 50.000.000Rp 50.000.000Rp 25.000.000Rp 125.000.000Rp 320.000.000

Rp 3.000.000Rp 2.500.000Rp 6.000.000Rp 2.000.000Rp 1.500.000Rp 15.000.000

Rp 10.000.000Rp 2.500.000Rp 4.000.000Rp 1.500.000Rp 18.000.000

Rp 11.000.000Rp 10.000.000Rp 4.000.000Rp 25.000.000Rp 128.000.000Rp 192.000.000Rp 57.600.000Rp 134.400.000

KONSEP DALAM MEMBUAT LAPORAN L/R1. Current Operating Performance ConceptKonsep ini menjelaskan bahwa laporan L/R perusahaan harus menyajikan informasi hasil operasi yang diperoleh dari kegiatan normal perusahaan, sehingga keuntungan atau kerugian yang bukan berasal dari kegiatan normal perusahaan tidak termasuk dalam perhitungan laba bersih. Karena item-item ini tidak mencerminkan kemampuan perusahaan untuk menghasilkan laba dimasa yang akan datang.2. All-Inclusive Income StatementMenurut APB dalam APB Opinions No. 9 tentang penggunaan konsep all-inclusive dimodifikasi dan kebutuhan akan penerapan pendekatan ini dalam praktik. Ada enam kelompok irregular yaitu :a. Item ekstraordiner (luar biasa)b. L/R tidak biasac. Penyesuaian laba atau rugi periode sebelumnyad. Penyesuaian dan koreksi berulang kali, normale. Perubahan prinsip akuntansif. Penghentian usaha

B. LAPORAN LABA DI TAHAN (Retained Earning)Laporan ini menjelaskan tentang perubahan dalam laba ditahan selama periode tertentu, dan menghubungkan laporan L/R dengan neraca.Bagian dalam R/E :1. Penyesuaian peride sebelumnyaa. Koreksi kesalahan dalam statemen keuangan periode sebelumnya.Misalnya : kesalahan penyajian persediaan barang dagangan yang terlalu tinggi. Koreksi kesalahan harus dibedakan dengan koreksi sebagai akibat perubahan taksiran akuntansi. Karena taksiran akuntansi bukan merupakan penyesuaian terhadap periode sebelumnya. b. Penyesuaian yang dihasilkan dari realisasi income tax benefit dari kerugian operasi perusahaan anak, yang tejadi sebelum perusahaan tersebut dibeli perusahaan induk.2. Laba Bersih dan DividenJika perusahaan memperoleh laba, maka jumlah tersebut ditambahkan ke R/E. Sebalinya jikaperusahaan menderita rugi jumlah tersebut dikurangkan dari saldo R/E.Deviden yang diumumkan selama periode tertentu dikurangkan dari R/E, dan dividen /lb saham diunkapkan dalam laporan R/E. Dividen yang dibagikan diidentifikasikan dengan saham yang dikeluarkan.Contoh :PT. BAPAKLaporang Laba DitahanPer 31 Desember 2012

Laba di tahan, awal(-) penyesuaian periode sebelumnya-koreksi depresiasi dibebankan terlalu rendah pada tahun 2011, dikurangi pajak laba Rp 10 juta.Laba ditahan ditetapkan kembali(+) Laba bersih tahun 2012 Sub Total(-) Dividen untuk Saham preferen Rp 15.000.000 Dividen untuk saham biasa Rp 35.000.000Laba ditahan akhirRp 80.000.000

(Rp 20.000.000)Rp 60.000.000Rp 197.000.000Rp 257.000.000(Rp 20.000.000)Rp 237.000.000

LAPORAN R/E DIKOMBINASIKANDengan cara menempatkan data perhitungan laba bersih di urutan pertama, dan diringkas. Selanjutnya laba bersih periode kini digabungkan dengan saldo awal laba ditahan atau saldo penyesuaian laba periode sebelumnya.Untuk memperoleh besarnya R/E akhr periode, total ini dikurangkan dari dividen yang diumumkan.

PT. BAPAKLaporang Laba DitahanPer 31 Desember 2012

PendapatanBiayaLaba bersihLaba di tahan, awal(-) penyesuaian periode sebelumnya-koreksi depresiasi dibebankan terlalu rendah pada tahun 2011, dikurangi pajak laba Rp 10 juta.

Laba ditahan ditetapkan kembali (-) Dividen untuk Saham preferen Rp 15.000.000 Dividen untuk saham biasa Rp 35.000.000Laba ditahan akhirRp 325.000.000Rp 128.000.000Rp 197.000.000Rp 80.000.000

(Rp 20.000.000)Rp 257.000.000

(Rp 20.000.000)Rp 237.000.000

Didapatkan hasilnya sama dengan laporan R/E tanpa kombinasi.

*semoga bermanfaatSalamDiposkan oleh

PROYEKSI LAPORAN KEUANGAN

Proyeksi keuangan merupakan perencanaan keuangan perusahaan untuk dimasa mendatang dengan berlandaskan pada laporan keuangan tahun yang lalu.Perlu diketahui bahwa laporan keuangan yang masih dalam bentuk perencanaan maka didalam laporan keuangan tersebut harus dicantumkan kata proforma yang mempunyai arti bahwa laporan keuangan menunjukkan ikhtisar kondisi keuangan perusahaan yang belum dilaksankan. Informasi yang didalamnya masih dalam bentuk proyeksi/perencanaan mengenai kondisi keuangan dimasa yang akan datang.Contoh mengenai arti kata Proforma / Rancangan dalam dunia kerjaCatatan sedikit : saya sebagai seorang accounting sering kali menerima Invoice dari luar negeri (import) mengenai produk yang akan dikirim ke perusahaan kami berdasarkan PO (purchase Order) yang sudah kami ajuka sebelumnya. Oleh pihak eksportir tidak langsung meng-approved PO kami, tetapi mereka memberikan proyeksi/langkah awal dalam menyetujui atas PO yang sudah kami kirim sebelumnya. Didalam Proforma Invoice tersebut tercantum mengenai :1. Tindak lanjut atas PO No. yang sudah dikirim perusahaan;2. Alamat dan nama tertuju yang sudah ditunjuk perusahaan dalam PO;3. Jenis barang, kuantitas dan harga per unit barang sesuai pesanan;4. Tawaran / produk lain yang sejenis dengan kualifikasi PO yang sudah dikirim. Hal ini apabila pihak eksportir mengalami kekosongan barang yang sudah dipesan oleh customer-nya. Sehingga pihak eksportir akan memberikan gambaran atau penawaran lain atas barang yang berbeda tapi punya kualifikasi dan manfaat serta harga yang hamper sama.Setelah proforma invoice ini sudah diterima oleh perusahaan maka akan ada bagian analisa mengenai data-data barang yang akan di kirim oleh eksportir apakah sudah sesuai dengan pesanan ataukah tidak. Apabila sudah OK maka perusahaan akan memberikan konfirmasi kepada eksportir untuk melanjutkannya kalau tidak OK maka aka nada negosiasi kembali di antara kedua belah pihak.Wujud dari terealisasinya kesepakatan antara eksportir dan perusahaan adalah dikeluarkan Invoice (tanda ada kata Proforma lagi).Contoh diatas bisa kita hubungkan kedalam pembuatan LK baik yang masih ber-proforma ataukan sudah tanpa proforma.

Yang perlu di perhatikan dalam membuat proforma LK adalah :a. Data keuangan yang akan kita buat rancangan misal Neraca ataukah L/R ataukah item L/R yaitu penjualan dll. Data ini riil atau data sebenarnya di tahun yang sudah terjadi.b. Menyiapkan besaran angka proyeksi yang akan dilakukan. Meskipun besaran angka proyeksi ditetapkan berdasarkan angka dari laporan keuangan yang lalu dan harga pasar, tetapi karena angka proyeksi ini harus mengkalkulasi adanya nilai waktu yang (inflasi dan deflasi), maka angka2 tersebut berbeda.c. Besarnya proyeksi ditentukan dengan nilai yang lebih besar menuju kearah kebaikan dari angka yang sudah terjadi (LK yang terdahulu).

Berdasarkan data yang saya peroleh klik disini ada beberapa proses dalam penyusunan proyeksi diantaranya adalah :

a. Interaksi; proyeksi dibuat dengan mengkombinasikan antara proposal investasi dan pilihan pendanaan yang digunakanb. Pilihan alternative (options); proyeksi yang dibuat dengan memberikan kesempatan perusahaan untuk menentukan beberapa alternative pilihan berdasarkan scenario yang telah ditentukanc. Kelayakan/Feasibility; proyeksi harus dibuat dengan pertimbangan akal sehat dan sesuai dengan kondisi dan kemampuan perusahaand. Hindarkan kejutan (avoiding Surprises); tidak seorangpun yang ingin gagal dan merencanakan untuk gagal.

Contoh :Proyeksi Laba RugiDi tahun 2011 PT. LisDa menetapkan omzet penjualan naik 15% dari total penjualan bersih ditahun yang sama adalah 3 Milliar. Total biaya sebesar Rp 500 juta bisa ditekan 10%, dan biaya bunga bisa ditekan 5% karena deflasi. Dari data ini maka bisa dibuat table proyeksi :Laporan L/R PT. LisDa per 31/12/2011 (Rp)Laporan L/R Proforma PT. LisDa per 31/12/2012 (rp)

Penjualan Bersih3.000.000.000Penjualan Bersih naik 15%3M + (3M*0.15)3.450.000.000

Total Biaya(500.000.000)Total Biaya turun 10%500 juta (500juta*0.10)450.000.000

EBIT2.500.000.000EBIT3.000.000.000

Bunga 10%250.000.000Bunga turun 5%150.000.000

EBT2.250.000.000EBT2.850.000.000

Nah, dari perhitungan diatas sudah jelas bahwa EBT di dalam Laporan L/R tahun 2011 adalah Rp 2.250.000.000 dan ditahun 2012 EBT nya adalah Rp 2.850.000.000. Namun perlu diingat bahwa hasil realisasi EBT untuk tahun 2012 nanti belum tentu dapat sebesar angka yang diproyeksikan. Dalam aktulanya angkanya bisa > atau = atau biaya yang akan mengurangi Laba bersih, tetapi tidak masuk dalam arus kas keluar. Sehingga tidak akan ada dana dari aktiva untuk penggantian. Dana untuk penggantian berasal dari pendapatan.Revisi Tarif Depresiasi apabila : Karena penentuan tarif depresiasi (umur aktiva) hanya merupakan perkiraan maka sering terjadi tidak tepat, untuk itu perlu direvisi. Perubahan perkiraan harus ditangani dalam periode berjalan dan periode prospektif. Periode yang sudah berjalan tidak mungkin dilakukan revisi Alasan dilakukannya depresiasi adalah :a. Faktor-faktor fisik yang mengurangi masa pemakaian dari aktiva tetap itu sendiri misalnya kerusakan atau masa aus;b. Ketidakmampuan aktiva memenuhi kebutuhan produksi sehingga perlu diganti. Atau mungkin adanya permintaan terhadap suatu produk/jasa yang dihasilkan.Faktor-faktor yang menentukan biaya depresiasi/penyusutan adalah :- Harga perolehan : dana atau utang dan biaya-biaya lain yang harus dikeluarkan untuk memperoleh aktiva.- Nilai sisa (Residu) : jumlah yang diterima bila aktiva tersebut dijual, ditukar atau cara-cara lain ketika aktiva tersebut sudah tidak digunakan, dikurangi dengan biaya-biaya yang terjadi pada saat menjual/menakarnya.- Taksiran Umur Kegunaan : dipengaruhi oleh cara-cara oemeliharaan dan kebijaksanaan-kebijaksanaan yang dianut dalam reparasi. Taksiran umur ini bisa dinyatakan dalam suatu periode waktu, satuan hasil produksi, atau pun satuan jam kerjanya

2. DeplesiProses pengalokasian harga perolehan sumber alam menjadi biaya selama manfaatnya dengan cara yang rasional dan sistematis. Sumber Alam (minyak bumi, tambang lainnya, kayu)-> aktiva yang dapat habis, dikonsumsi secara fisik selama periode penggunaan dan tidak menyisakan karakter fisik Deplesi -> untuk menghapus aktiva sumber alam ini, akan mengurangi aktiva sumber alam (bukan menjadi Biaya Deplesi) Harga perolehan sumber alam: cost akuisisi -> harga yang dibayarkan untuk memperoleh hak mencari dan menemukan sumber alam yang belum ditemukan atau membeli lisensi jika sumber alam ini telah ditemukan cost eksplorasi -> biaya untuk menemukan sumber alam full cost approach -> gagal dan berhasil diakui successful effort approach -> hanya yang berhasil diakui Cost Pengembangan:peralatan berujud -> peralatan yang diperlukan untuk menambang sumber alam (biasanya tidak diikutkan dalam penghitungan deplesi)cost pengembangan tidak berujud -> biaya yang tidak mempunyai karakter fisik tetapi diperlukan untuk produksi sumber alam, misal: biaya pengeboran, pembuatan lorong, gua, sumur dsb) Cost restorasi (perbaikan) ->diikutkan dalam perhitungan deplesi

3. AmortisasiProses pengalokasian harga perolehan aktiva tidak berwujud menjadi biaya selama manfaatnya dengan cara yang rasional dan sistematis.l Aktiva tidak berwujud dinilai sebesar biaya perolehan dikurangi akumulasi penyusutan dan akumulasi rugi penurunan nilainya.l Jumlah yang dapat diamortisasi dari aktiva tidak berwujud harus dialokasikan secara sistematis berdasarkan perkiraan terbaik dari masa manfaatnya.l Pada umumnya masa manfaat suatu aktiva tidak berwujud tidak boleh melebihi 20 tahun sejak tanggal aktiva siap digunakan l Jika pola konsumsi tidak dapat ditentukan dengan handal maka harus digunakan metode garis lurus.l Biaya amortisasi diakui sebagai beban kecuali PSAK lainnya mengizinkan atau mengharuskan untuk dimasukkan ke dalam nilai tercatat aktiva lain.

Metode perhitungan Depresiasi/Penyusutan1. Metode Garis Lurus (Straight Line Method)Merupakan metode depresiasi/penyusutan yang paling sederhana dan banyak digunakan. Rumus : HP-NR / UEKet : HP = Harga PerolehanNR = Nilai ResiduUE = Umur EkonomisContoh :PT. LISDA membeli mesin dengan HP Rp 20.000.000, NR sebesar Rp 5.000.000, UE selama 5 tahun. Berapa penyusutan tiap tahunnya?Perhitungannya : 1. Masukkan Rumus Depresiasi = HP-NR / UE=20.000.000-5.000.000 / 5=3.000.0002. Membuat tabel untuk mengetahui jumlah penyusutan tiap tahunnya :Tahun Ke-Depresiasi(D)Akumulasi Penyusutan (K)Total Akumulasi PenyusutanNilai Buku Aktiva (N)=N-K

020.000.000

13.000.0003.000.0003.000.00017.000.000

23.000.0003.000.0006.000.00014.000.000

33.000.0003.000.0009.000.00011.000.000

43.000.0003.000.00012.000.0008.000.000

53.000.0003.000.00015.000.0005.000.000

Ket : di akhir tahun ke -5 akan terdapat nilai 5.000.000 merupakan nilai sisa (residunya).

3. Membuat JurnalJurnal penyusutan di tahun pertama adalah Biaya Depresiasi Mesin3.000.000Akumulasi DepresiasiRp 3.000.000Jurnal penyustan di tahun kedua adalahBiaya Depresiasi Mesin3.000.000Akumulasi Depresiasi3.000.000Catatan : Nilai depresiasi adalah selalu sama di tahun 1 5

Jurnal mencatat penyesuaian Nilai Mesin di akhir tahun pertamaAkumulasi DepresiasiRp 3.000.000Mesin3.000.000Jurnal mencatat penyesuaian Nilai Mesin di akhir tahun keduaAkumulasi DepresiasiRp 3.000.000Mesin3.000.000INFO TAMBAHANApabila di awal tahun ke-2 dibuat jurnal pembalik yaituMesin3.000.000Akumulasi Dpresiasi3.000.000Maka jurnal di akhir tahun kedua bunyinyaAkumulasi Depresiasi6.000.000Mesin6.000.000Catatan : Dengan adanya penyesuaian dimaksudkan untuk mengetahui Nilai buku mesin di akhir tahun pertama, kedua, ketiga sampai kelima.. Jadi Nilai mesin di akhir tahun pertama adalah 20.000.000-3.000.000 = 17.000.000 dan di akhir tahun ke dua adalah 17.000.000-3.000.000=14.000.000 dst.2. Metode Jam Jasa (Services Hours Method)Didasarkan kepadan anggapan bahwa aktiva akan cepat rusak bila digunakan pada kapasitas penuh. Maka beban depresiasi dihitung dengan dasar satuan jam jasa. Rumus : HP-NR / nKet : HP = Harga PerolehanNR = Nilai Residun = Taksiran jam jasaContoh :PT. LISDA membeli mesin dengan HP Rp 20.000.000, NR sebesar Rp 5.000.000, dan dapat digunakan selama 10.000jam dengan perincian sebagai berikut Tahun pertama 3000 jam, kedua 2500jam, ke tiga 2000jam, tahun keempat 1500jam dan kelima 1000jam. Berapa penyusutan tiap tahunnya?Perhitungannya :1. Masukkan rumusDepresiasi = HP-NR / n=20.000.000-5.000.000 / 10.000=Rp 1.500 2. Membuat tabel depresiasiTahun Ke-Depresiasi(D)Akumulasi Penyusutan (K)Total Akumulasi PenyusutanNilai Buku Aktiva (N)=N-K

020.000.000

13.000x15004.500.0004.500.00015.500.000

22500x15003.750.0008.250.00011.750.000

32000x15003.000.00011.250.0008.750.000

41500x15002.250.00013.500.0006.500.000

51000x15001.500.00015.000.0005.000.000

3. Membuat JurnalJurnal penyusutan di tahun pertama adalah Biaya Depresiasi Mesin4.500.000Akumulasi DepresiasiRp 4.500.000Jurnal penyustan di tahun kedua adalahBiaya Depresiasi Mesin3.750.000Akumulasi Depresiasi3.750.000

Jurnal mencatat penyesuaian Nilai Mesin di akhir tahun pertamaAkumulasi DepresiasiRp 4.500.000Mesin4.500.000Jurnal mencatat penyesuaian Nilai Mesin di akhir tahun keduaAkumulasi DepresiasiRp 3.750.000Mesin3.750.000Catatan : Dengan adanya penyesuaian dimaksudkan untuk mengetahui Nilai buku mesin di akhir tahun pertama, kedua, ketiga sampai kelima.. Jadi Nilai mesin di akhir tahun pertama adalah 20.000.000-4.500.000 = 15.500.000 dan di akhir tahun ke dua adalah 15.500.000-3.750.000=11.750.000 dst.INFO TAMBAHAN BISA DILAKUKAN BISA TIDAK SESUAI KEINGINANApabila di awal tahun ke-2 dibuat jurnal pembalik yaituMesin4.500.000Akumulasi Dpresiasi4.500.000Maka jurnal di akhir tahun kedua bunyinyaAkumulasi Depresiasi8.250.000Mesin8.250.000

3.Metode Hasil Produksi (Productive Output Method)Umur kegunaan aktiva dihitung dalam satuan jumlah unit hasil produksi. Beban depresiasi dihitung dengan dasar satuan hasil produksi, sehingga depresiasi tiap periode akan berfluktuasi sesuai fluktuasi unit produksi.Contoh :PT. LISDA membeli mesin dengan HP Rp 20.000.000, NR sebesar Rp 5.000.000, dan dapat digunakan selama 50.000 unit dengan perincian sebagai berikut Tahun pertama 18000 unit, kedua 15000unit, ke tiga 10.000 unit, tahun keempat 5000unit dan kelima 2000 unit. Berapa penyusutan tiap tahunnya?Perhitungannya :1. Masukkan rumusDepresiasi = HP-NR / n=20.000.000-5.000.000 / 50.000=Rp 300

2. Membuat tabel depresiasiTahun Ke-Depresiasi(D)Akumulasi Penyusutan (K)Total Akumulasi PenyusutanNilai Buku Aktiva (N)=N-K

020.000.000

118.000x3005.400.0005.400.00014.600.000

215.000x3004.500.0009.900.00010.100.000

310.000x3003.000.00012.900.0007.100.000

45000x3001.500.00014.400.0005.600.000

52000x300600.00015.000.0005.000.000

3. Membuat JurnalJurnal penyusutan di tahun pertama adalah Biaya Depresiasi Mesin5.400.000Akumulasi DepresiasiRp 5.400.000Jurnal penyustan di tahun kedua adalahBiaya Depresiasi Mesin4.500.000Akumulasi Depresiasi4.500.000

Jurnal mencatat penyesuaian Nilai Mesin di akhir tahun pertamaAkumulasi DepresiasiRp 5.400.000Mesin5.400.000Jurnal mencatat penyesuaian Nilai Mesin di akhir tahun keduaAkumulasi DepresiasiRp 4.500.000Mesin4.500.000Catatan : Dengan adanya penyesuaian dimaksudkan untuk mengetahui Nilai buku mesin di akhir tahun pertama, kedua, ketiga sampai kelima.. Jadi Nilai mesin di akhir tahun pertama adalah 20.000.000-5.400.000 = 14.600.000 dan di akhir tahun ke dua adalah 14.600.000-4.500.000=10.100.000 dst.INFO TAMBAHANApabila di awal tahun ke-2 dibuat jurnal pembalik yaituMesin5.400.000Akumulasi Dpresiasi5.400.000Maka jurnal di akhir tahun kedua bunyinyaAkumulasi Depresiasi9.900.000Mesin9.900.0004. Metode Jumlah Angka TahunDalam me