analisa break event point

Download Analisa Break Event Point

Post on 18-Jan-2016

131 views

Category:

Documents

1 download

Embed Size (px)

DESCRIPTION

akuntansi manajemen break event point

TRANSCRIPT

TUGAS MATA KULIAH AKUNTANSI MANAJEMENANALISIS BREAK EVEN POINT (BEP)

DISUSUN OLEH :043061211001GISKA TETIANA043061211002RAHMI ZAHRA RAHMATILLAH 043061211004NIDA RIFQIA043061211005RISA NAFILAH043061211006RESTU ANUGRAH UTAMA043061211007DINI KUSMIATI

KATA PENGANTAR

Puji syukur kita panjatkan kehadirat Allah SWT karena atas limpahan rahmat dan hidayahnya saya mampu menyelesaikan makalah ini dengan tepat waktu. Makalah dengan judul Analisis Break Even Point (BEP) disusun dengan maksud untuk memenuhi tugas mata kuliah Akuntansi Manajemen serta memberikan pengetahuan baru bagi penulis dan pembaca mengenai analisis break even point dalam akuntansi manajemen.Pada kesempatan ini saya juga mengucapkan terima kasih kepada para narasumber yang telah membantu pembuatan makalah ini. Semoga makalah ini dapat membawa manfaat khususnya bagi saya dan orang lain yang membaca makalah ini. Saya menyadari bahwa makalah ini saya susun, masih jauh dari sempurna, oleh karena itu kritik dan saran yang bersifat membangun sangat saya harapkan dengan tujuan agar makalah ini selanjutnya akan menjadi lebih baik. Semoga bermanfaat.

Penulis

i

DAFTAR ISIKata PengantariDaftar Isi......iiBAB I PENDAHULUAN..............11.1Latar Belakang....................11.2 Rumusan Masalah.............21.3 Tujuan Penulisan................................3BAB II PEMBAHASAN..........................42.1Pengertian Analisis Break Even Point.....................................................42.2Tujuan Analisis Titik Impas/BEP.............................................................92.3Manfaat analisis break even point.............................................................92.4Kelebihan analisi BEP.............................................................................102.5Kelemahan BEP.......................................................................................102.6Asumsi Break Even Point........................................................................112.7 Break Even (Break Even Chart)..............................................................112.8 Margin Of Safety.132.9 Cara Perhitungan BEP.14

BAB III PENUTUP............. 193.1Kesimpulan.......................193.2Daftar Pustaka..........20ii

BAB IPENDAHULUAN

1.1 Latar BelakangPada dasarnya setiap perusahaan bertujuan untuk memaksimalkan kekayaan dari pemegang sahamnya.Pengukuran kinerja keuangan perusahaan diperlukan untuk menentukan keberhasilan dalam mencapai tujuan tersebut.Pengukuran kinerja keuangan berdasarkan laporan keuangan telah banyak dilakukan, yaitu dengan menggunakan rasio keuangan diantaranya rasio likuiditas, leverage, aktivitas maupun rasio profitabilitas.Pengukuran-pengukuran tersebut memiliki kelebihan pada setiap metodenya namun juga mempunyai kelemahan.Kelebihan pengukuran tersebut adalah kemudahan dalam perhitungannya selama data historis tersedia.Sedangkan kelemahannya adalah metode tersebut tidak dapat mengukur kinerja perusahaan secara akurat.Hal ini disebabkan karena data yang digunakan adalah data akuntansi yang tidak terlepas dari penafsiran/estimasi yang dapat mengakibatkan timbulnya berbagai macam distorsi sehingga kinerja keuangan perusahaan tidak terukur secara tepat dan akurat.Untuk mengatasi berbagai permasalahan yang timbul dalam pengukuran kinerja keuangan berdasarkan data akuntansi, maka timbullah pemikiran pengukuran kinerja keuangan berdasarkan nilai (value based). Pengukuran tersebut dapat dijadikan dasar bagi manajemen perusahaan dalam pengelolaan modalnya, rencana pembiayaan, wahana komunikasi dengan pemegang saham serta dapat digunakan sebagai dasar dalam menentukan insentif bagi karyawan (Amin Widjaya : 2001). Dengan value based sebagai alat pengukur kinerja perusahaan, manajemen dituntut untuk meningkatkan nilai perusahaan.

1Pengukuran value added yang telah banyak dikemukakan dalam beberapa tulisan maupun penelitian adalah Economic Value Added (EVA). Paradigma pengukuran value added yang belum begitu banyak dikemukakan adalah Financial Value Added (FVA). Selain FVA, Net Value Added (NVA) juga merupakan pengukuran value added yang mengukur nilai tambah untuk pemegang saham melalui keputusan investasi perusahaan (Patel & Cherukuri). Kajian ini hanya akan memaparkan pengukuran value added dengan menggunakan Financial Value Added. Namun sebelumnya akan diuraikan pengukuran kinerja dengan menggunakan financial ratio dan pengukuran nilai tambah dengan menggunakan Economic Value Added sebagai dasar pembanding.

1.2 Rumusan Masalaha. Apa Pengertian Analisis Break Even Point ( BEP ) ?b. Apa Tujuan Analisis Titik Inpas / Break Even Point ?c. Bagaimana Cara Menentukan Titik Beak Even ?d. Apa Manfaat Analisis BEP ?e. Apa saja Asumsi Dasar dalam Analisis BEP ?f. Bagaimana Cara Perhitungan BEP ?g. Apa Kelemahan BEP ?

21.3 Tujuan Penulisan a. Untuk Mengetahui Pengertian Analisis BEPb. Untuk Mengetahui Tujuan Analisis Titik Inpas/BEP c. Untuk Mengetahui Cara Menentukan Titik Break Even d. Untuk Mengetahui Manfaat Analisis BEPe. Untuk Mengetahui Asumsi Dasar dalam Analisis BEP f. Untuk Mengetahui Cara Perhitungan BEP g. Untuk Mengetahui Kelemahan BEP

3BAB IIPEMBAHASAN

2.1Pengertian Analisis Break Even Point (BEP)Menurut S. Munawir , Titik break even point atau titik pulang pokok dapat diartikan sebagai suatu keadaan dimana dalam operasinya perusahaan tidak memperoleh laba dan tidak menderita rugi ( total penghasilan = total biaya)Menurut Abdullah , Analisis Break even point disebut juga Cost volume profit analysisArti penting analisis break even point bagi manajer perusahaan dalam pengambilan keputusan keuangan adalah sebagai berikut: Guna menetapkan jumlah minimal yang harus diproduksi agar perusahaan tidak mengalami kerugian Penetapan jumlah penjualan yang harus dicapai untuk mendapatkan laba tertentu Penetapan seberapa jauhkah menurunnya penjualan bisa ditolerir agar perusahaan tidak menderita rugiMenurut PS. Djarwanto ,Break even point adalah suatu keadaan impas yaitu apabila telah disusun perhitungan laba dan rugi suatu periode tertentu, perusahaan tersebut tidak mendapat keuntungan dan sebaliknya tidak menderita kerugiaan.Menurut Harahap ,Break even point berarti suatu keadaan dimana perusahaan tidak mengalami laba dan juga tidak mengalami rugi artinya seluruh biaya yang dikeluarkan untuk kegiatan produksi ini dapat ditutupi oleh penghasilan penjualan. Total biaya (biaya tetap dan biaya variabel) sama dengan biaya total penjualan sehingga tidak ada laba atau rugi

4Break even pointadalah suatu keadaan dimana pada tingkat penjualan tertentu perusahaan tidak memperoleh untung, atau menderita rugi. Salah satu keuntungan mengetahui BEP ini untuk perencanaan keuntungan dan Pengamanan Perusahaan.Impas menunjukkan keadaan di mana jumlah penjualan = jumlah biaya untuk memperoleh hasil tersebut. Laba akan diperoleh jika produksi dan penjualannya melampaui titik impas. Cara ini digunakan jika perusahaan hanya menghasilkan satu macam barang atau beberapa macam barang dengan bauran penjualan yang konstan.Analisa break even adalah suatu teknik analisa untuk mempelajari hubungan antara biaya tetap, biaya variabel, keuntungan dan volume kegiatan.Analisis break even point digunakan untuk mengetahui tingkat volume penjualan sebelum perusahaan mengalami untung dan mengalami rugi. Perencanaan penjualan adalah ramalan unit dan nilai uang penjualan suatu perusahaan untuk periode di masa yang akan datang yang didasarkan pada tren penjualan terakhir (Brigham dan Houston, 2001:117).Perencanaan penjualan yang telah direncanakan oleh perusahaan dapat digunakan untuk menentukkan laba yang diinginkan. Analisis break even point sering pula disebut Cost Profit Volume analysis (C.P.V. analysis).Sebelum memproduksi suatu produk, perusahaan terlebih dulu merencanakan seberapa besar laba yang diinginkan. Ketika menjalankan usaha maka tentunya akan mengeluarkan biaya produksi, maka dengan analisis titik impas dapat diketahui pada waktu dan tingkat harga berapa penjualan yang dilakukan tidak menjadikan usaha tersebut rugi dan mampu menetapkan penjualan dengan harga yang bersaing pula tanpa melupakan laba yang diinginkan. Hal tersebut dikarenakan biaya produksi sangat berpengaruh terhadap harga jual dan begitu pula sebaliknya, sehingga dengan penentuan titik impas tersebut dapat diketahui jumlah barang dan harga yang pada penjualan.

5Analisis break even sering digunakan dalam hal yang lain misalnya dalam analisis laporan keuangan. Dalam analisis laporan keuangan kita dapat menggunakan rumus ini untuk mengetahui: Hubungan antara penjualan, biaya, dan laba Struktur biaya tetap dan variable Kemampuan perusahaan memberikan margin untuk menutupi biaya tetap Kemampuan perusahaan dalam menekan biaya dan batas dimana perusahaan tidak mengalami laba dan rugi

Selanjutnya, dengan adanya analisis titik impas tersebut akan sangat membantu manajer dalam perencanaan keuangan, penjualan dan produksi, sehingga manajer dapat mengambil keputusan untuk meminimalkan kerugian, memaksimalkan keuntungan, dan melakukan prediksi keuntungan yang diharapkan melalui penentuan harga jual persatuan, produksi minimal, pendesainan produk, dan lainnyaDalam penentuan titik impas perlu diketahui terlebih dulu hal-hal dibawah ini agar titik impas dapat ditentukan dengan tepat, yaitu: Tingkat laba yang ingin dicapai dalam suatu periode Kapasitas produksi yang tersedia, atau yang mungkin dapat ditingkatkan Besarnya biaya yang harus dikeluarkan, mencakup biaya tetap maupun biaya variable.

Analisa BEP juga dapat digunakan oleh pihak manajemen perusahaan dlam berbagai pengambilan keputusan dalam berbagai pengambilan keputusan, antara lain mengenai; Jumlah minimal produk yang harus terjual agar perusahaan tidak mengalami kerugian Jumlah penjualan yang harus dipertahankan agar perusahaan tidak mengalami kerugian Besarnya penyimpanan penjualan berupa p