all isi.docx

44
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Komponen peserta didik keberadaannya sangat dibutuhkan, terlebih bahwa pelaksanaan kegiatan pendidikan di sekolah peserta didik merupakan subjek sekaligus objek dalam proses transformasi ilmu pengetahuan dan ketrampilan yang diperlukan. Oleh karena itu keberadaan peserta didik tidak hanya sekedar memenuhi kebutuhan saja, akan tetapi harus merupakan bagian dari kualitas dari lembagaan pendidikan. Artinya bahwa dibutuhkan manajemen peserta didik yang bermutu bagi lembaga pendidikan itu sendiri. Sehingga peserta didik itu dapat tumbuh dan berkembang sesuai dengan potensi fisik, kecerdasan intelektual, sosial emosional, dan kejiwaan peserta didik. Sesuai filosofi tujuan pendidikan yaitu memanusiakan manusia. Dalam menjalankan prose pendidikan, setiap sekolah memiliki cara tersendiri untuk memberikan pelayanan terbaiknya kepada para peserta didik. Setiap sekolah memiliki peserta didik yang berasal dari latar belakang yang berbeda. Seperti halnya ada sekolah negeri dan ada sekolah swasta, ada sekolah menengah umum dan ada sekolah kejuruan, 1

Upload: novita-tri-widianingsih

Post on 15-Jan-2016

252 views

Category:

Documents


0 download

TRANSCRIPT

Page 1: all isi.docx

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Komponen peserta didik keberadaannya sangat dibutuhkan,

terlebih bahwa pelaksanaan kegiatan pendidikan di sekolah peserta didik

merupakan subjek sekaligus objek dalam proses transformasi ilmu

pengetahuan dan ketrampilan yang diperlukan. Oleh karena itu keberadaan

peserta didik tidak hanya sekedar memenuhi kebutuhan saja, akan tetapi

harus merupakan bagian dari kualitas dari lembagaan pendidikan. Artinya

bahwa dibutuhkan manajemen peserta didik yang bermutu bagi lembaga

pendidikan itu sendiri. Sehingga peserta didik itu dapat tumbuh dan

berkembang sesuai dengan potensi fisik, kecerdasan intelektual, sosial

emosional, dan kejiwaan peserta didik. Sesuai filosofi tujuan pendidikan

yaitu memanusiakan manusia.

Dalam menjalankan prose pendidikan, setiap sekolah memiliki cara

tersendiri untuk memberikan pelayanan terbaiknya kepada para peserta

didik. Setiap sekolah memiliki peserta didik yang berasal dari latar

belakang yang berbeda. Seperti halnya ada sekolah negeri dan ada sekolah

swasta, ada sekolah menengah umum dan ada sekolah kejuruan, sekolah-

sekolah tersebut terdiri dari peserta didik dengan kebutuhan dan

kemampuan yang berbeda. Untuk menghadapi hal tersebut, maka tiap

sekolah menjalankan manajemen peserta didik sesuai tingkat kebutuhan

dan kemampuan masing-masing.

B. Rumusan Masalah

1. Bagaimana manajemen penerimaan peserta didik baru di SMP Negeri

8 Salatiga?

2. Bagaimana manajemen peserta didik di dalam kelas di SMP Negeri 8

Salatiga?

1

Page 2: all isi.docx

3. Bagaimana manajemen pembinaan peserta didik di SMP Negeri 8

Salatiga?

C. Tujuan

1. Mengetahui manajemen penerimaan peserta didik baru di SMP Negeri

8 Salatiga.

2. Mengetahui manajemen peserta didik di dalam kelas di SMP Negeri 8

Salatiga.

3. Mengetahui manajemen pembinaan peserta didik di SMP Negeri 8

Salatiga.

D. Manfaat

Memahami pelaksanaan manajemen peserta didik di SMP Negeri 8

Salatiga.

E. Metode

Obserasi dilakukan dengan wawancara langsung kepada komponen

yang terkait dengan manajemen peserta didik di SMP Negeri 8 Salatiga.

Narasumber meliputi siswa kelas VII, siswa kelas IX, guru salah satu mata

pelajaran, dan wakasek kesiswaan

2

Page 3: all isi.docx

BAB II

KAJIAN TEORI

A. Pengertian Peserta Didik dan Manajemen Peserta Didik

Menurut Suharsimi Arikunto (1986:12) bahwa peserta didik adalah

siapa saja yang terdaftar sebagai objek didik di suatu lembaga pendidikan.

Menurut UU Sisdiknas bahwa peserta didik adalah anggota masyarakat

yang berusaha mengembangkan potensi dirinya melalui proses

pembelajaran yang tersedia pada jalur, jenjang dan jenis pendidikan

tertentu. Jadi bisa diartikan bahwa peserta didik adalah seseorang yang

terdaftar dalam suatu jalur, jenjang, dan jenis lembaga pendidikan tertentu,

yang selalu ingin mengembangkan potensi dirinya baik pada aspek

akademik maupun non akademik melalui proses pembelajaran yang

diselenggarakan.

Knezevich (dalam Mantja) mengartikan manajemen peserta didik

atau pupil personnel administration sebagai suatu layanan yang

memusatkan perhatian pada pengaturan, pengawasan dan layanan siswa di

kelas dan di luar kelas seperti: pengenalan, pendaftaran, layanan individual

seperti pengembangan keseluruhan kemampuan, minat, kebutuhan sampai

ia matang di sekolah.

B. Tujuan, Fungsi dan Prinsip Manajemen Peserta Didik

Tujuan umum manajemen peserta didik adalah mengatur kegiatan-

kegiatan peserta didik agar kegiatan-kegiatan tersebut menunjang proses

belajar mengajar di sekolah. Lebih lanjut, proses belajar mengajar di

sekolah dapat berjalan lancar, tertib dan teratur sehingga dapat

memberikan kontribusi bagi pencapaian tujuan sekolah dan tujuan

pendidikan secara keseluruhan.

Tujuan khusus manajemen peserta didik adalah meningkatkan

pengetahuan, keterampilan dan psikomotor peserta didik. Menyalurkan

dan mengembangkan kemampuan umum (kecerdasan), bakat dan minat

3

Page 4: all isi.docx

peserta didik. Menyalurkan aspirasi, harapan dan memenuhi kebutuhan

peserta didik. Beberapa ahli berpendapat bahwa tujuan manajemen peserta

didik adalah untuk menciptakan kondisi lingkungan sekolah yang baik

serta agar siswa dapat belajar dengan tertib sehingga tercapai tujuan

pengajaran yang efektif dan efisien. Ada tiga tugas utama dalam bidang

manajemen peserta didik untuk mencapai tujuan tersebut yaitu penerimaan

peserta didik, kegiatan kemajuan belajar serta bimbingan dan pembinaan

disiplin

Fungsi manajemen peserta didik adalah sebagai wahana bagi

peserta didik untuk mengembangakan diri seoptimal mungkin, baik yang

berkenaan dengan segi-segi individualitasnya, segi sosial, aspirasi,

kebutuhan dan segi-segi potensi peserta didik lainnya. Agar tujuan dan

fungsi manajemen peserta didik dapat tercapai, ada beberapa prinsip yang

perlu diperhatikan dalam pelaksanaannya. Prinsip-prinsip yang perlu

diperhatikan adalah sebagai berikut:

1. Penyelenggara harus mengacu pada peraturan yang berlaku pada saat

program dilaksanakan.

2. Manajemen peserta didik harus mempunyai tujuan yang sama dan atau

mendukung terhadap tujuan manajemen sekolah secara keseluruhan.

3. Segala bentuk kegiatan manajemen peserta didik haruslah mengemban

misi pendidikan dan dalam rangka mendidik peserta didik.

4. Kegiatan-kegiatan manajemen peserta didik haruslah diupayakan

untuk mempersatukan peserta yang mempunyai keragaman latar

belakang dan punya banyak perbedaan.

5. Kegiatan manajemen peserta didik haruslah dipandang sebagai upaya

pengaturan terhadap pembimbingan peserta didik.

6. Kegiatan manajemen peserta didik haruslah mendorong dan memacu

kemandirian peserta didik.

7. Kegiatan manajemen peserta didik haruslah fungsional bagi kehidupan

peserta didik, baik di sekolah lebih-lebih di masa depan.

4

Page 5: all isi.docx

C. Pendekatan Manajemen Peserta Didik

Ada dua pendekatan yang digunakan dalam manajemen peserta

didik, yaitu:

1. Pendekatan kuantitatif (the quantitative approach).

Pendekatan ini lebih menitik beratkan pada segi-segi administratif

dan birokratik lembaga pendidikan. Dalam pendekatan demikian,

peserta didik diharapkan banyak memenuhi tuntutan-tuntutan dan

harapan-harapan lembaga pendidikan di tempat peserta didik tersebut

berada. Asumsi pendekatan ini adalah, bahwa peserta didik akan dapat

matang dan mencapai keinginannya, manakala dapat memenuhi

aturan-aturan, tugas-tugas, dan harapan-harapan yang diminta oleh

lembaga pendidikannya.

Wujud pendekatan ini dalam manajemen peserta didik secara

operasional adalah: mengharuskan kehadiran secara mutlak bagi

peserta didik di sekolah, memperketat presensi, penuntutan disiplin

yang tinggi, menyelesaikan tugas-tugas yang diberikan kepadanya.

Pendekatan demikian, memang teraksentuasi pada upaya agar peserta

didik menjadi mampu.

2. Pendekatan kualitatif (the qualitative approach).

Pendekatan ini lebih memberikan perhatian kepada kesejahteraan

peserta didik. Jika pendekatan kuantitatif di atas diarahkan agar peserta

didik mampu, maka pendekatan kualitatif ini lebih diarahkan agar

peserta didik senang. Asumsi dari pendekatan ini adalah, jika peserta

didik senang dan sejahtera, maka mereka dapat belajar dengan baik

serta senang juga untuk mengembangkan diri mereka sendiri di

lembaga pendidikan seperti sekolah. Pendekatan ini juga menekankan

perlunya penyediaan iklim yang kondusif dan menyenangkan bagi

pengembangan diri secara optimal.

Di antara kedua pendekatan tersebut, tentu dapat diambil jalan

tengahnya, atau sebutlah dengan pendekatan padu. Dalam pendekatan

padu demikian, peserta didik diminta untuk memenuhi tuntutan-

5

Page 6: all isi.docx

tuntutan birokratik dan administratif sekolah di satu pihak, tetapi di sisi

lain sekolah juga menawarkan insentif-insentif lain yang dapat

memenuhi kebutuhan dan kesejahteraannya. Di satu pihak siswa

diminta untuk menyelesaikan tugas-tugas berat yang berasal dari

lembaganya, tetapi di sisi lain juga disediakan iklim yang kondusif

untuk menyelesaikan tugasnya. Atau, jika dikemukakan dengan

kalimat terbalik, penyediaan kesejahteraan, iklim yang kondusif,

pemberian layanan-layanan yang andal adalah dalam rangka

mendisiplinkan peserta didik, penyelesaian tugas-tugas peserta didik.

D. Ruang Lingkup Manajemen Peserta Didik

Manajemen peserta didik itu bukanlah dalam bentuk pencatatan

data peserta didik saja, melainkan meliputi aspek yang lebih luas yang

secara operasional dapat digunakan untuk membantu kelancaran upaya

pertumbuhan dan perkembangan peserta didik melalui proses pendidikan

di sekolah. Ruang lingkup Manajemen Peserta Didik itu meliputi:

1. Analisis Kebutuhan Peserta Didik

Langkah pertama dalam kegiatan manajemen peserta didik adalah

melakukan analisis kebutuhan yaitu penetapan siswa yang dibutuhkan

oleh lembaga pendidikan (sekolah). Kegiatan yang dilakukan dalam

langkah ini adalah:

a. Merencanakan jumlah peserta didik yang akan diterima.

b. Menyusun progam kegiatan kesiswaan

2. Rekruitmen Peserta Didik

Rekruitmen peserta didik di sebuah lembaga pendidikan (sekolah)

pada hakikatnya adalah merupakan proses pencarian, menentukan dan

menarik pelamar yang mampu untuk menjadi peserta didik di lembaga

pendidikan (sekolah) yang bersangkutan.

Langkah-langkah rekruitmen peserta didik (siswa baru) adalah

sebagai berikut:

a. Pembentukan panitia penerimaan siswa baru

6

Page 7: all isi.docx

b. Pembuatan dan pemasangan pengumuman penerimaan peserta

didik baru yang dilakukan secara terbuka.

3. Seleksi Peserta Didik

Seleksi peserta didik adalah kegiatan pemilihan calon peserta didik

untuk menentukan diterima atau tidaknya calon peserta didik menjadi

peserta didik di lembaga pendidikan (sekolah) tersebut berdasarkan

ketentuan yang berlaku.

Adapun cara-cara seleksi yang dapat digunakan adalah:

a. Melalui tes atau ujian

b. Melalui penelusuran bakat kemampuan

c. Berdasarkan nilai STTB/SKHU atau nilai UAN

4. Orientasi

Orientasi peserta didik adalah kegiatan penerimaan siswa baru

dengan mengenalkan situasi dan kondisi lembaga pendidikan (sekolah)

tempat peserta didik itu menempuh pendidikan. Tujuan diadakannya

orientasi bagi peserta didik antara lain:

a. Agar peserta didik dapat mengerti, memahami dan mentaati segala

peraturan yang berlaku di sekolah.

b. Agar pesera didik dapat berpartisipasi aktif dalam kegiatan-

kegiatan yang diselenggarakan sekolah.

c. Agar peserta didik siap menghadapi lingkungannya yang baru baik

secara fisik, mental dan emosional sehingga ia merasa betah dalam

mengikuti proses pembelajaran di sekolah serta dapat

menyesuaikan dengan kebutuhan sekolah.

5. Penempatan Peserta Didik (Pembagian Kelas)

Sebelum peserta didik yang telah diterima pada sebuah lembaga

pendidikan (sekolah) mengikuti proses pembelajaran, terlebih dahulu

perlu ditempatkan dan dikelompokkan dalam kelompok belajarnya.

Pengelompokan peserta didik yang dilaksanakan pada sekolah-sekolah

sebagian besar didasarkan kepada sistem kelas.

6. Pembinaan dan Pengembangan Peserta Didik

7

Page 8: all isi.docx

Pembinaan dan pengembangan peserta didik dilakukan sehingga

anak mendapatkan bermacam-macam pengalaman belajar untuk bekal

kehidupannya di masa yang akan datang.

7. Pencatatan dan Pelaporan

Pencatatan dan pelaporan tentang kondisi peserta didik perlu

dilakukan agar pihak lembaga dapat memberikan bimbingan yang

optimal pada peserta didik.

8. Kelulusan dan Alumni

Proses kelulusan adalah kegiatan paling akhir dari manajemen

peserta didik. Kelulusan adalah pernyataan dari lembaga pendidikan

(sekolah) tentang telah diselesaikannya program pendidikan yang

harus diikuti oleh peserta didik. Ketika peserta didik sudah lulus, maka

secara formal hubungan antara peserta didik dan lembaga telah selesai.

Namun demikian, diharapkan hubungan antara para alumni dan

sekolah telah terjalin. Hubungan antara sekolah dan para alumni dapat

dapat dipelihara lewat pertemuan-pertemuan yang diselenggarakan

oleh para alumni yang tergabung dalam IKA (Ikatan Alumni) dan

biasanya melakukan suatu kegiatan yang disebut reuni.

8

Page 9: all isi.docx

BAB III

HASIL OBSERVASI

A. Wawancara dengan Siswa Kelas VII

Wawancara yang dilakukan kepada peserta didik adalah mengenai

pelaksanaan kegiatan belajar mengajar yang mengacu pada kebutuhan

peserta didik serta pelayanan yang diberikan peserta didik dalam rangka

mewujudkan kegiatan belajar mengajar yang tepat tujuan. Peserta didik

yang pertama adalah siswa kelas VII.

Menurut siswa tersebut, pembagian jumlah siswa tiap kelas di SMP

Negeri 8 Salatiga suah dapat dikatakan ideal. Setiap kelas terdiri dari 30

siswa yang dibagi berdasarkan peringkat nilai NEM dan setiap kenaikan

kelas diacak lagi berdasarkan nilai raport.

Untuk proses belajar mengajar, guru-guru menggunakan LCD dan

ada yang melakukan diskusi kelas. Namun tidak semua guru melakukan

hal yang sama, ada guru yang melakukan diskusi kelas dan ada pula guru

yang sering memberikan tugas mandiri. Menurut siswa yang

diwawancarai, metode pembelajaran yang dilakukan gurunya sudah

efektif, bahkan ia merasa puas. Menurut siswa tersebut guru yang ideal

adalah guru yang tegas, guru yang disiplin saat mengajar, seorang guru

tidak boleh mainan hape dan tidak boleh merokok, jika memberi tugas

harus mengajari dahulu.

Mengenai sarana dan prasarana, siswa yang menjadi narasumber

mengatakan bahwa sarana dan prasarana belajar di SMP Negeri 8 Salatiga

masis kurang lengkap, pintunya belum ada gemboknya, dinding sekolah

perlu dicat ulang, langit-langitnya harus diperbaiki, dan perlu ditambah

LCD lagi.

Selanjutnya mengenai tata tertib, siswa tersebut mengatakan bahwa

tata tertib untuk siswa di SMP Negeri 8 Salatiga belum terlalu ketat, masih

ada banyak siswa yang melanggar tata tertib. Pemberian sanksi

9

Page 10: all isi.docx

menggunakan sistem poin, hukuman lari, pemberian surat peringatan

hingga pemanggilan orang tua.

Untuk kegiatan yang dilakukan para siswa ketika jam pelajaran

kosong, ada yang ke perpustakaan, makan di kantin, ngobrol dan ada juga

yang nongkrong di luar kelas. Sedangkan setelah jam sekolah usai, mereka

sholat di mushola sekolah, absen sholat di mushola, kemudian pulang.

Selain itu ada kegiatan ekstrakurikuler yang bisa diikuti siswa-

siswi SMP Negeri 8 Salatiga, seperti sepak bola, voli, karawitan, rebana,

drum band, basket, cheerleaders, dll. Siswa yang menjadi narasumber

mengikuti ekstrakurikuler rebana. Kegiatan ekstrakurikuler diadakan jam 2

siang. Menurutnya, jadwal kegiatan ekstrakurikuler sudah berjalan dengan

baik.

B. Wawancara dengan Siswa Kelas IX

Wawancara kepada peserta didik juga dilakukan kepada siswa

kelas IX. Daftar pertanyaan yang diajukan masih sama, yaitu mengenai

pelaksanaan kegiatan belajar mengajar yang mengacu pada kebutuhan

peserta didik serta pelayanan yang diberikan peserta didik dalam rangka

mewujudkan kegiatan belajar mengajar yang tepat tujuan. Namun jawaban

dari kedua narasumber ada yang berbeda.

Yang pertama, menurut siswa kelas IX yang menjadi narasumber

pembagian jumlah siswa di setiap kelas belum ideal. menurutnya itu

terlalu sedikit sehingga kurang ramai. Tapi jumlah siwa untuk masing-

masing kelas berbeda, ada yang 23, ada yang 24, dan ada yang 25. Karena

ada yang tinggal kelas dan juga ada yang pindah. Menurut siswa tersebut,

kelas ideal itu terdiri dari 28 sampai 30 siswa. Dalam pembagian kelas,

bagi anak yang pintar dikelompokkan menjadi satu kelas di kelas ungulan

berdasarkan prestasi akademis dan perilaku siswa.

Untuk kegiatan pembelajaran, biasanya guru menggunakan LCD

tetapi ada juga yang tidak. Namun setiap guru tidak menggunakan metode

yang sama dalam mengajar. Menurut siswa tersebut metode yang

10

Page 11: all isi.docx

digunakan gurunya belum efektif karena belum terjadi diskusi kelas, siswa

kurang aktif dalam berdiskusi. Mengenai guru ideal, menurut narasuber

guru itu harus aktif dalam memberikan inovasi baru agar siswa-siswanya

semangat belajar, dalam mengajar tidak santai-santai, ada guru yang dalam

mengajar itu menyindir siswanya. Menurut saya guru harus lebih aktif

karena di sini muridnya kurang aktif dalam pembelajaran.

Selanjutnya menurut siswa tersebut sarana dan prasarana di SMP

Negeri 8 Salatiga tidak lengkap. Narasumber mengatakan bahwa ruang

kelas terlalu sempit untuk siswa yang berjumlah 24 anak, karena ruangan

yang digunakan adalah bekas ruang kurikulum. Untuk perpustakaan

sendiri sudah cukup, jadi tidak perlu diperbaiki lagi karena siswanya juga

tidak terlalu aktif di perpustakaan.

Beralih ke tata tertib, menurut narasumber peraturan sudah cukup

baik karena peraturan sendiri dibuat untuk menertibkan siswa, jadi ketat

atau tidaknya tata tertib itu tergantung pada siswa yang menjalankan.

Pelaksanaanya sudah berjalan dengan baik, jika ada pelanggaran langsung

diberikan sanksi. Pemberian sanksi sebenarnya berupa poin, namun pada

kenyataannya lebih sering berupa tindakan langsung, seperti teguran,

bersih-bersih WC dan kelas yang kotor.

Untuk kegiatan yang dilakukan para siswa ketika jam pelajaran

kosong, menurut siswa kelas IX yang menjadi narasumber jika pelajaran

kosong biasanya siswa bermain di luar kelas, seperti ngobrol, jajan di

kantin, bahkan ada yang mengganggu kelas lain. Sepulang sekolah,

biasanya sekitar jam setengah 3 sampai setengah 5 sore siswa mengikuti

kegiatan ekstrakurikuler, tetapi pelaksanaanya jika musim hujan dari jam 2

sampai jam 4 sore. Menurutnya jadwal kegiatan ekstrakurikuler sudah

berjalan dengan baik, tetapi waktu pelaksanaannya kurang pas karena

terlalu sore.

11

Page 12: all isi.docx

C. Wawancara dengan Guru Mapel

Dalam menciptakan suatu kelas yang kondusif , guru harus mampu

menarik perhatian siswa. Ketika siswa sudah tertarik dengan mata

pelajaran dan guru itu , maka kelas akan kondusif dengan sendirinya

sehingga proses belaja mengajar akan lancar. Ada beberapa cara menarik

perhatian siswa , misalnya sebagai guru bahasa Jawa mengaitkan hal apa

yang akan dipelajari dengan kehidupan nyata yang sedang mereka alami

saat ini. Misalkan dalam membuat geguritan, untuk siswa kelas IX kan

sudah tertarik dengan lawan jenis, berarti membuat geguritan yang

berhubungan dengan kasmaran atau katresnan jadi siswa dapat memahami

pelajaran..

Kelas yang kondusif juga dipengaruhi oleh penerapan tata tertib.

Dalam hal ini , seorang guru harus mampu mengawasi tata tertib peserta

didik di dalam kelas. Ketika terjadi pelanggaran, maka guru maple berhak

menegur siswa itu. Contohnya ketika siswa tidak mengerjakan PR , maka

seorang guru berhak dan wajib memeberikan sanksi kepada siswa tersebut

dengan memberikan tugas yag jumalahnya dua kali lipat dari tugas

sebelumnya. Ketika siswa membuat keonaran , maka guru akan menegur

siswa itu dengan memanggilnya tulah contoh penerapan tata tertib dalam

suatau kelas.

Dalam suatu kelas , tidak mugkin diisi oleh siswa yang semuanya

cerdas. Dalalm kelas , pasti ada fluktuasi hasil belajar (nilai ulangan).

Ketika ada siswa yang mendapatkan nilai dibawah KKM (Kriteria

Ketuntasan Minimal), siswa akan mendapatkan kesempatan untuk

memperbaiki nilainya, yaitu dengan diadakannya remidial. Di SMP Negeri

8 Salatiga, untuk mata pelajaran bahasa jawa remidial untuk ulangan

harian dilaksanakan 1 minggu setelah ulangan tersebut dan serentak

dalam satu kelas karena tingkat kompetensi dalam satu kelas itu sama.

Biasanya dilakukan pada hari Sabtu. Walaupun telah remidi lagi, tetapi

nilainya belum tuntas, maka akan dilakukan remidi lagi sampai tuntas,

12

Page 13: all isi.docx

batasnya yaitu remidi 3 kali. Kalau sampai 3 kali masih remidi, siswa yang

bersangkutan akan diberikan tugas.

Untuk meunjang proses pembelajaran di dalam kelas , seorang

guru menggunakan alat penunjang pembelajaran. Dalam mata pelajaran

bahasa jawa, alat yang digunakan adalah soundsystem . Dengan

menggunakan alat penunjang pembelajaran ,diharapkan siswa dapat lebih

paham dengan materi yang disampaikan.

D. Wawancara Dengan Wakasek Kesiswaaan

Dalam manajemen peserta didik , yang paling berperan adalah bagian

kesiswaan. Dalam proses penerimaan peserta didik , SMP Negeri 8

Salatiga menggunakan sistem online. Hal ini telah diatur oleh dinas

pendidikan , pemuda dan olah raga. Namun ada juga sekoah yang masi

menggunakan system offlie dimana calon peserta didik mendaftarkan

dirinya langsung ke sekolah yang dituju. Untuk system online sebenarnya

masih kurang efektif ,tapi karena itu sudah meruoakan peraturan dari

DISDIKPORA, system penerimaan siswa baru secara online tetap

dilaksanakan. Dalam PPPD ini , tidak ada unsure KKN. Seleksi

didasarkan pada prestasi akademik. Tapi ketika ada calon peserta didik

yang nilai akademiknya kurang bagus namun prestasinya cukup

membanggakan (misalnya juara satu menyanyi tingkan kota), ia bisa saja

diterima di SMP 8 Salatiga.

Untuk MOS (Masa Orientasi Siswa) , dilakukan serentak se-Salatiga

dan materinya sudah ditentukan oleh kantor pendidikan dan olahraga.

Sedangkan narasumber dan instrukturnya pun dari berbagai instansi.

Misalnya jika yang berhubungan dengan kesehatan diambil dari DKK,

masalah ketertiban lalu lintas dari polres. Saat MOS , tidak ada praktek

perploncoan, di sini sistem MOS-nya tidak fisik tetapi dengan pendidikan-

pendidikan tadi seperti kesehatan, keamanan, dan wawasan wiyata

mandala yaitu pengenalan yang dilakukan intern sekolah sendiri untuk

mengenalkan lingkungan sekolah.

13

Page 14: all isi.docx

Tata tertib di SMP 8 Salatiga sangat kompleks. Semua itu sudah

tertulis di kesiswaan. Misalnya saja anak tidak masuk mencapai 15% dari

efektif tidak naik dan contoh yang berat adalah merokok, memakai

narkoba, dan mencuri itu dikeluarkan. Bagi siswa yang melanggar tata

tertib , ia akan diberi hukuman yang sesuai denganpelanggaran yang

dilakukan. Hukuman bisa diberikan dalam bentuk teguran lisan, teguran

tertulis, skorsing, dan yang paling berat adalah dikeluarkan dari sekolah.

Pemberian sanksi didasarkan pada system poin ,jadi apabila ada siswa

yang melanggar peraturan akan diberi poin sesuai jenis pelanggarannya

dengan poin maksimal sebesar 100. Jika poin siswa telah mencapai 100

maka siswa tersebut akan dikeluarkan. Pelanggaran/ kenakalan peserta

didik yang sering terjadi adalah pemakaian seragam yang tidak sesuai

aturan, membolos sekolah, tidak mengerjakan tugas, terlambat datang ke

sekolah, dan lain sebagainya. Cara menanggulanginya yaitu dengan

pemberian hukuman untuk menimbulka efek jera.

Dalam memberikan pelayanan kepada peserta didik , SMP N 8

Salatiga sudah berusaha memberikan semaksimal mungkin sesuai dengan

kemampuan sekolah, seperti pengadaan laboraturium bahasa,

laboratorium IPA, dan perpustakaan untuk menunjang belajar siswa.

Pelayan yang deberikan juga bisa dalam bentuk lain , seperti kegiatan

ekstrakurikuler. Ekstrakurikuler yang disediakan misalnya voli, basket,

cheerleaders, sepak bola, badminton, rebana, drum band, karawitan, tari,

dan lain-lain. Di sini kebanyakan ekstra kurikulernya berbentuk olah raga

karena prestasi yang menonjol di SMP 8 Salatiga ini memang di bidang

olah raga. Pelayanan ekstrakurikuler di SMP 8 Salatiga dinilai sudah

sesuai harapan , karena ekstrakurikuler yng ada sudah sesuai dengan minat

siswa.

14

Page 15: all isi.docx

BAB IV

PEMBAHASAN

Dalam manajemen peserta didik , perlu adanya sinkronisasi antara murid,

guru mata pelajaran, dan wakasek kesiswaan, dari itulah kami melakukan

wanacara kepada ketiga warga sekolah itu. Manajemen peserta didik dimulai dari

proses penerimaan peserta didik baru , kemudian proses belajar mengajar di dalam

kelas, pelaksanaan tata tertib bagi peserta didik , hingga pemberian pelayananan

non-kurikuler (ekstra kurikuler). Semua itu disusun sedemikian rupa sehingga

peserta didik merasa nyaman belajar di sekolah .

A. Manajemen Penerimaan Peserta Didik Baru

Hal pertama yang dilakukan dalam manajemen peserta didik adalah proses

penerimaan peserta didik baru , atau sering disebut dengan PPDB. Dalam

PPDB, di SMP 8 Salatiga menggunakan system online. Sistem ini diterapkan

sudah lama. Walaupun dinilai kurang efektif, sisitem ini tetap digunakan

karena sudah peraturan dari dinas pendidikan dan olah raga. Jadi sekolah

hanya bisa mengikuti instruksi dari pusat. Pada dasarnya, seleksi penerimaan

peserta didik baru dapat menggunakan 3 cara seleksi, yaitu melalui tes ,

melaui penulusuran bakat dan menggunakan nilai hasil ujian (NEM). Di SMP

N 8 Salatiga menggunakan sistem seleksi berdasarkan nilai ujian SD serta

menggunakan system penelusuran bakat dan minat (prestasi yang teah dicapai

sewaktu SD, juara satu menyanyi tingkat Kota Salatiga contohnya) walaupun

secara akademik calon peserta didik itu tidak memenuhi standar bisa diterima

di SMP N 8 Salatiga. Dari tipe seleksi ini, system yang diterapkan di SMP N 8

Salatiga sesuai dengan teori yang ada.

Selanjutnya pada proses orientasi siswa baru di SMP N 8 Salatiga

dilaksanakan dengan tujuan mengenalkan seluruh bagian sekolah kepada

siswa baru agar mereka bisa mengenal sekolahnya baik secara fisik, mental

dan emosional sehingga PBM menjadi lancar. MOS yang diadakan di SMP N

8 Salatiga tidak mengandung unusr perploncoan. Masa orientasi diisi dengan

materi yang telah diinstruksikan oleh Dinas Pendidikan dan Olahraga Kota

15

Page 16: all isi.docx

Salatiga sehingga untuk setiap sekolah (SMP) di Kota Salatiga menyampaikan

materi yang sama dalam proses orientasi siswa baru.

Sebelum peserta didik yang telah diterima pada sebuah lembaga

pendidikan (sekolah) mengikuti proses pembelajaran, terlebih dahulu perlu

ditempatkan dan dikelompokkan dalam kelompok belajarnya. Untuk

pembagian kelas di SMP Negeri 8 Salatiga didasrakan pada nilai UAN (untuk

siswa baru). Selanjutnya untuk pembagian kelas setelah kenaikan kelas,

didasrakan pada akumulasi nilai hasil ulangan dan perilaku siswa. Hal ini

bertujuan agar pengelolaan peserta didik dalam suatu kelas menjadi lebih

efektif karena warga kelas tidak terlalu heterogen. Dalam satu kelas , diisi oleh

30 siswa, dan menurut pihak peserta didik jumlah tersebut sudah ideal. Tidak

terlalu sedikit dan tidak terlalu banyak.

B. Manajemen Peserta Didik di Dalam Kelas

Di dalam kelas, tetap diperlukan suatu manajemen untuk mengatur KBM

agar kondusif. Pengelolaam kelas dilakukan oleh guru dan peserta didik itu

sendiri. Proses belajar mengajar akan kondusif ketika ruangan untuk belajar

tertata rapi. Selain itu, kondisi emosional warga kelas juga harus stabil.

Disinlah peran guru sangat berperan. Untuk menciptakan kelas yang nyaman,

guru bahasa jawa di SMP N 8 Salatiga menggunkan metode-metode tertentu.

Diantaranya adalah mengaitkan hal apa yang akan dipelajari dengan

kehidupan nyata yang sedang mereka alami saat ini. Misalkan dalam membuat

geguritan, untuk siswa kelas IX kan sudah tertarik dengan lawan jenis, berarti

membuat geguritan yang berhubungan dengan kasmaran atau katresnan jadi

siswa dapat memahami pelajaran.

Manajemen peserta didik tidak hanya bertumpu pada penciptaan kelas

kondusif. Di dalam kelas tentu harus ada tata tertib guna mengatur siswa di

dalam kelas. Seorang guru diwajibkan mengawasi semua kegiatan peserta

didik di dalam kelas. Keiga terjadi pelanggaran, maka uru berhak menegur

bahkan memberikan sanksi kepada siswa yang telah melanggar tata terib

kelas. Ketika siswa tidak mengerjakan PR, maka guru memberikan sanksi.

Berdasarakan wawancara dengan guru Bahasa Jawa SMP N 8 Salatiga, sanksi

16

Page 17: all isi.docx

yang deiberikan haruslah mendidik. Contohnya siswa diberi hukuman untuk

mengerjakan soal latihan yang jumlahnya dua kali lipat dar tugas sebelumnya

yang tidak dia kerjakan. Pemberian sanksi dilakukan guna menonmulkan efek

jera pada siswa tersebut. Seorang guru dalam melaksanakan tugasnya sebagai

manajer kelas harus perhatian terhadap siswanya. Misalnya ketika terjadi

kegaduhan di dalam kelas maka fungsi guru adalah menegur siswa tersebut.

Itu adalah salah satu bentuk perhatian guru kepada siswanya.

Bukan hanya itu, guru juga harus memberikan kesempatan kepada peserta

didik yang mendapat nilai dibawah standar KKM untuk memperbaiki nilainya.

Kesempatan diberikan dalam bentuk remidial. Di SMP Negeri 8 Salatiga,

untuk mata pelajaran bahasa jawa remidial untuk ulangan harian dilaksanakan

1 minggu setelah ulangan tersebut dan serentak dalam satu kelas karena

tingkat kompetensi dalam satu kelas itu sama. Biasanya dilakukan pada hari

Sabtu. Walaupun telah remidi lagi, tetapi nilainya belum tuntas, maka akan

dilakukan remidi lagi sampai tuntas, batasnya yaitu remidi 3 kali. Kalau

sampai 3 kali masih remidi, siswa yang bersangkutan akan diberikan tugas.

Untuk menunjang KBM , guru dapat menggunakan alat penunjang

pembelajaran. Alat penunjang yang digunakan bisa berupa LCD, soundsystem,

dll. Pemggunaan alat penunjang dimaksudkan agar siswa dapat lebih mudah

memahami maeri yang disampaikan.

C. Manajemen Peserta Didik dalam Pebinaan Peserta Didik

Peserta didik di dalam suat sekolah tidk hanya membutuhkan materi

pelajaran. Tapi mereka juga perlu mendapatkan pembinaan. Pada hakekatnya

tujuan pembinaan dan pengembangan peserta didik itu sesuai degan Tujuan

Pendidikan Nasional Indonesia yang tercantum dalam GBHN. Peserta didik

sebagai agen penerus bangsa harus dipersiapakan agar tercipta warga Negara

yang berjiwa Pancasila. Tujuan dari pembinaan sendiri adalah agar peserta

didik menjadi manusia yang baik dan terhindar dari kecaman globlalisme yang

terlewat batas.

Di SMP Negeri 8 Salatiga, pembinaan peserta didik diatur dalam Tata

Tertib Peserta Didik. Ketika terjadi suatu pelanggaran, maka peserta didik

17

Page 18: all isi.docx

tersebut akan mendapatkan sanksi. Hukuman diberikan dengan system poin.

Sanksi yang diberikan kepada peserta didik tergantung pada jumlah poin yang

didapat. Semakin banyak poin, maka hukuman pun semakin berat.

Penggunaan tata tertib di SMP Negeri 8 Salatiga dimaksudkan agar siswa

menjadi pemuda yang berkepribadian baik. Contohnya , setiap terjadi

keterlambatan , maka siswa akan mndapatkan hukuman. Hukuma diberikan

untuk menimbulkan efek jera sehingga peserta didik menjadi pribadi yang bisa

menghargai waktu dan selalu.

Pengembangan peserta didik di SMP Negeri 8 Salatiga dilakukan dengan

pengadaan ekstrakurikuler. Ekstrakurikuler yang disediakan misalnya voli,

basket, cheerleaders, sepak bola, badminton, rebana, drum band, karawitan,

tari, dan lain-lain. Di sini kebanyakan ekstra kurikulernya berbentuk olah raga

karena prestasi yang menonjol di SMP 8 Salatiga ini memang di bidang olah

raga. Ekstrakuriuler diadakan sesuai dengan bakat dan minat siswa tentunya.

Hal ini bertujuan untuk mengembangkan potensi siswa dalam bentuk non

akademik. Kegiatan ini diadakan untuk menciptakan peserta didik yang

mumpuni dalam berbagai bidang sehingga dapat hidup mandiri. Kegiatan

ekstrakurikuler juga bermanfaat untuk siswa sehingga mereka bisa

menggunakan waktu luangnya untuk kegiatan yang bermafaat.

Pengadaan kegiatan ekstra kurikuler di SMP Negri 8 Salatiga juga

digunakan untuk menangkal kenakalan peserta didik. Dengan mengikuti

kegiatan ekskul ,peserta didik akan sibuk dengan kegiatan di sekolah sehingga

ia tidak memiliki kesempatan untuk berbuat nakal. Pelayanan ekstrakurikuler

di SMP 8 Salatiga dinilai sudah sesuai harapan , karena ekstrakurikuler yng

ada sudah sesuai dengan minat siswa.

Semua bentuk manajemen peserta didik yang diterapkan di SMP Negeri 8

Salatiga sesuia dengan aturan pemerinstah dan teori yang ada.

18

Page 19: all isi.docx

BAB V

PENUTUP

A. Simpulan

1. Proses penerimaan peserta didik di SMP Negeri 8 Salatiga

menggunakan system seleksi melalui nilai UAN dan penelusuran

minat dan bakat calon peserta didik. Kemudian dilanjutkan dengan

masa orientasi siswa baru ,dimana kurikulum untuk materi MOS sudah

disesuaikan dengan instruksi dari Dinas Pendidikan dan Olah raga

Kota Salatiga. Pembagian kelas untuk siswa didasarkan pada prestasi

siswa.

2. Manajemen peserta didik di dalam kelas dilakukan untuk menciptakan

kelas yang kondusif. Berbagai cara dilakukan oleh guru untuk

menciptakan suasana yang kondusif. Pengadaan remedial ,penggunaan

alat penunjang, pemberian sanksi kepada peserta didik dilakukan guna

menciptakan suasana yang efektif untuk belajar.

3. SMP Negeri 8 Salatiga juga membekali peserta didiknya dengan

pembinaan dan pengembangan peserta didik guna menciptakan

generasi mua yang berjiwa Pancasila.

B. Saran

1. Dalam proses pembelajaran, seorang guru hendaknya bisa menjadi

guru favorit yang dicintai pesrta didik agar proses belajar mengajar

menjadi lebih efekif

2. Sekolah hendaknya mengadakan pembinaan peserta didik secara

kontinu , bukan hanya saat peserta didik melakukan pelanggaran.

19

Page 20: all isi.docx

DAFTAR PUSTAKA

Arikunto, Suharsimi. 1986. Pengelolaan Kelas dan Siswa : Sebuah Pendekatan

Evaluatif. Jakarta : Rajawali.

http://anizlathifa.blogspot.com/2013/04/makalah-manajemen-peserta-didik.html

diakses pada 27/11/2013 19:57

http://solehhamdani.wordpress.com/sosiologi/manajemen-peserta-didik/ diakses

pada 27/11/2013 18:46

http://staff.uny.ac.id/sites/default/files/BUKU%20manaj%20SISWA.pdf diakses

pada 27/11/2013 18:25

Undang-undang Sistem Pendidikan Nasional Nomor 20 tahun 2003 tentang

Sistem Pendidikan Nasional.

20

Page 21: all isi.docx

LAMPIRAN

A. Wawancara dengan Siswa Kelas VII

1. Berapakah jumlah siswa dalam satu kelas? Dengan jumlah tersebut,

menurut Anda ideal atau tidak?

- 30 siswa. Sudah cukup ideal.

2. Dalam kelas, apakah ada pengelompokkan tersendiri bagi siswa yang

pintar?

- Diacak berdasarkan nilai NEM.

3. Pada setiap kenaikan kelas, apakah ada pengacakan lagi atau tetap

sama selama 3 tahun?

- Diacak lagi, berdasarkan nilai raport.

4. Metode pengajaran seperti apakah yang guru Anda lakukan?

- Mengajar menggunakan LCD. Ada diskusi dalam kelas.

5. Apakah setiap guru menggunakan metode yang sama dalam mengajar?

- Beda. Ada yang berdiskusi, mengerjakan tugas secara individu.

6. Bagaimanakah pendapat Anda tehadap metode pengajaran tersebut?

Apakah sudah berjalan dengan efektif atau belum?

- Menurut saya sudah berjalan dengan dengan efektif, saya sudah cukup

puas.

7. Bagaimanakah keadaan sarana dan prasarana yang ada di dalam kelas?

Lengkap atau tidak?

- Tidak.

8. Adakah kritik dan saran untuk menanggapi keadaan sarana dan

prasarana yang ada?

- Pintunya diberi gembok, temboknya dicat ulang, ternitnya harus

diperbaiki, ditambah LCD.

9. Bagaimanakah tanggappan Anda terhadap tata tertib di sekolah ini?

Menurut Anda terlalu ketat atau tidak?

- Tidak terlalu ketat.

21

Page 22: all isi.docx

10. Dalam pelaksanaan tata tertib tersebut, sudah baik atau belum?

- Belum, karena sebagian besar siswa belum melaksanakan tata tertib

tersebut.

11. Bagaimanakah pemberian sanksi terhadap siswa yang melanggar?

- Pemberian sanksi berupa poin, lari, diberi surat peringatan,

pemanggilan orang tua siswa.

12. Kegiatan apa saja yang dilakukan untuk mengisi waktu jika jam

pelajaran kosong?

- Ke perpustakaan, makan di kantin, ngobrol dan nongkrong di luar

kelas.

13. Menurut Anda, guru yang ideal itu seperti apa?

- Guru yang tegas, guru yang disiplin saat mengajar, guru tidak boleh

mainan hape dan tidak boleh merokok, jika memberi tugas harus

mengajari dahulu.

14. Kegiatan apa saja yang dilakukan sepulang sekolah?

- Sholat di mushola sekolah, absen sholat di mushola, langsung pulang.

15. Adakah kegiatan ekstrakurikuler di sekolah? Apakah Anda ikut

berpartisipasi dalam kegiatan tersebut?

- Ada, seperti : sepak bola, voli, karawitan, rebana, drum band, basket,

cheerleaders, dll. Saya ikutnya rebana.

16. Kapan waktu pelaksanaan kegiatan ekkstrakurikuler tersebut?

- Jam 2 siang.

17. Apakah jadwal kegiatan ekstrakurikuler tersebut berjalan dengan baik?

- Ya, sudah.

B. Wawancara dengan Siswa Kelas IX

1. Berapakah jumlah siswa dalam satu kelas? Dengan jumlah tersebut,

menurut Anda ideal atau tidak?

- 23 siswa. Belum ideal, karena menurut saya itu terlalu sedikit sehingga

kurang ramai. Tapi jumlah siwa untuk masing-masing kelas berbeda,

22

Page 23: all isi.docx

ada yang 23, ada yang 24, ada yang 25. Karena ada yang tinggal kelas

dan juga ada yang pindah. Menurut saya, idealnya sekitar 28 sampai

30 siswa.

2. Dalam kelas, apakah ada pengelompokkan tersendiri bagi siswa yang

pintar?

- Ada. Bagi anak yang pintar dikelompokkan menjadi satu kelas di kelas

ungulan berdasarkan prestasi akademis dan perilaku siswa.

3. Pada setiap kenaikan kelas, apakah ada pengacakan lagi atau tetap

sama selama 3 tahun?

- Diacak lagi.

4. Metode pengajaran seperti apakah yang guru Anda lakukan?

- Dalam mengajar biasanya guru menggunakan LCD tetapi ada juga

yang tidak.

5. Apakah setiap guru menggunakan metode yang sama dalam mengajar?

- Tidak, karena ada pakai LCD ada yang tidak.

6. Bagaimanakah pendapat Anda tehadap metode pengajaran tersebut?

Apakah sudah berjalan dengan efektif atau belum?

- Menurut saya, belum diskusi, karena siswa kurang aktif dalam diskusi.

7. Bagaimanakah keadaan sarana dan prasarana yang ada di dalam kelas?

Lengkap atau tidak?

- Tidak lengkap.

8. Adakah kritik dan saran untuk menanggapi keadaan sarana dan

prasarana yang ada?

- Ruangannya terlalu sempit untuk siswa yang berjumlah 24 anak,

karena ruangan yang digunakan adalah bekas ruang kurikulum. Kalau

untuk perpustakaan sendiri sudah cukup, jadi tidak perlu diperbaiki

lagi karena siswanya juga tidak terlalu aktif di perpustakaan.

9. Bagaimanakah tanggappan Anda terhadap tata tertib di sekolah ini?

Menurut Anda terlalu ketat atau tidak?

23

Page 24: all isi.docx

- Menurut saya, peraturannya sudah cukup baik karena peraturannya

sendiri juga dibuat untuk menertibkan siswa, jadi ketat atau tidaknya

itu tergantung pada siswa yang menjalankan.

10. Dalam pelaksanaan tata tertib tersebut, sudah baik atau belum?

- Sudah. Karena jika ada pelanggaran langsung diberikan sanksi.

11. Bagaimanakah pemberian sanksi terhadap siswa yang melanggar?

- Pemberian sanksi sebenarnya berupa poin, namun pada kenyataannya

lebih sering berupa tindakan langsung, seperti teguran, bersih-bersih

wc dan kelas yang kotor.

12. Kegiatan apa saja yang dilakukan untuk mengisi waktu jika jam

pelajaran kosong?

- Kegiatan yang dilakukan jika pelajaran kosong biasanya siswa bermain

di luar kelas, seperti ngobrol, jajan di kantin, ganggu kelas lain.

13. Menurut Anda, guru yang ideal itu seperti apa?

- Menurut saya, guru itu harus aktif dalam memberikan inovasi baru

agar siswa-siswanya semangat belajar, dalam mengajar tidak santai-

santai, ada guru yang dalam mengajar itu menyindir siswanya.

Menurut saya guru harus lebih aktif karena di sini muridnya kurang

aktif dalam pembelajaran.

14. Kegiatan apa saja yang dilakukan sepulang sekolah?

- Mengikuti ekstrakurikuler.

15. Adakah kegiatan ekstrakurikuler di sekolah? Apakah Anda ikut

berpartisipasi dalam kegiatan tersebut?

- Ada. Saya mengikuti ekstrakurikuler voli.

16. Kapan waktu pelaksanaan kegiatan ekstrakurikuler tersebut?

- Sepulang sekolah, biasanya sekitar jam setengah 2 sampai setengah 4

sore, jika musim hujan tapi kalau bukan musim hujan kegiatan

ekstrakurikuler dilaksanakan dari jam 3 sampai jam 5 sore.

17. Apakah jadwal kegiatan ekstrakurikuler tersebut berjalan dengan baik?

24

Page 25: all isi.docx

- Sudah, tetapi menurut saya waktu pelaksanaannya kurang pas karena

terlalu sore.

C. Wawancara dengan Guru Mapel

1. Bagaimanakah cara untuk menciptakan kelas yang kondusif dalam

kegiatan belajar mengajar?

- Kalau saya, menciptakan kelas yang kondusif itu dengan cara menarik

perhatian siswa-siswa. Kalau siswa sudah tertarik, maka kelas akan

kondusif.

2. Pembelajaran yang menarik itu seperti apa?

- Kalau dari saya, sebagai guru bahasa Jawa mengaitkan hal apa yang

akan dipelajari dengan kehidupan nyata yang sedang mereka alami saat

ini. Misalkan dalam membuat geguritan, untuk siswa kelas IX kan

sudah tertarik dengan lawan jenis, berarti membuat geguritan yang

berhubungan dengan kasmaran atau katresnan jadi siswa dapat

memahami pelajaran.

3. Di dalam kelas, pasti ada tata tertib. Apakah Anda benar-benar

menerapkan tata tertib secara tegas kepada siswa?

- Kalau tata tertib kan memang harus diterapkan dalam kelas, jadi tugas

guru kan mengingatkan atau menegur jika ada siswa yang melanggar

tata terti tersebut.

4. Apakah ada sanksi bagi siswa yang melanggar tata tertib?

- Misalkan tidak mengerjakan PR, untuk pelajaran saya itu diberikan

tugas dua kali lipatnya dan begitu seterusnya jika siswa tidak

mengerjakan PR lagi.

5. Bagaimanakah cara Anda mengatur sebuah kelas dalam suatu pelajaran?

- Kalau menurut saya, misalkan jika ada siswa yang membuat gaduh di

dalam kelas biasanya saya panggil atau saya tegur.

6. Apakah Anda menerapkan CBSA dalam pembelajaran?

25

Page 26: all isi.docx

- Saya kurang sering menerapkan diskusi dalam pembelajaran dalam

mata pelajaran saya, karena untuk mata pelajaran bahasa Jawa siswa

harus di terangkan terlebih dahulu, diberikan contoh kemudian siswa

mengerjakan sendiri dan menampilkannya didepan kelas.

7. Bagaimanakah cara Anda melakukan remidial?

- Remidial untuk ulangan harian, dilaksanakan 1 minggu setelah

ulangan tersebut dan serentak dalam satu kelas karena tingkat

kompetensi dalam satu kelas itu sama. Biasanya dilakukan pada hari

Sabtu. Walaupun telah remidi lagi, tetapi nilainya belum tuntas, maka

akan dilakukan remidi lagi sampai tuntas, batasnya yaitu remidi 3 kali.

Kalau sampai 3 kali masih remidi, saya berikan tugas.

8. Apakah Anda memanfaatkan alat penunjang belajar yang disediakan

secara optimal?

- Kalau untuk pelajaran saya, untuk pembelajaran mendengarkan

menggunakan sound system. Kalau untuk LCD, saya belum

memakainya karena tidak semua kelas ada LCD-nya.

D. Wawancara dengan Wakasek Kesiswaan

1. Menurut Anda, apa yang dimaksud dengan manajemen peserta didik?

-Wah, saya juga kurang tahu.

2. Siapa yang berperan dalam melaksanakan manajemen peserta didik?

-Itu merupakan tugas dari bagian kesiswaan.

3. Mulai dari kegiatan awal tahun ajaran baru, bagaimana mekanisme

penerimaan peserta didik baru?

-Kalau sekarang kan lewat online, sehingga kita tidak punya wewenang.

Semuanya telah diatur oleh dinas. Tetapi ada juga yang sebagian langsung

datang ke sekolah.

4. Apakah sistem penerimaan peserta didik di SMP 8 Salatiga sudah dapat

dikatakan efektif?

-Ya kalau dibilang efektif atau belum ya sudah efektif. Itu kan sistemnya

se-Salatiga sudah sama, kita dari pihak sekolah hanya menjalankan saja.

26

Page 27: all isi.docx

5. Apakah penyeleksian calon peserta didik tidak terdapat unsur KKN?

-Tentu saja tidak karena di sini kan tidak ada seleksi, hanya berdasarkan

nilai.Tetapi ada juga yang namanya bina lingkungan yaitu bagi siswa yang

berprestasi dalam bidang olahraga paling tidak juara 1 di tingkat kota

walau secara nilai akademiknya seharusnya tidak masuk.

6. Bagaimana proses kegiatan orientasi siswa baru yang diadakan oleh SMP

8 Salatiga?

-Program kegiatan orientasi siswa baru itu dilakukan serentak se-Salatiga

dan materinya sudah ditentukan oleh kantor pendidikan dan olahraga.

Sedangkan narasumber dan instrukturnya pun dari berbagai instansi.

Misalnya jika yang berhubungan dengan kesehatan diambil dari DKK,

masalah ketertiban lalu lintas dari polres.

7. Adakah praktek perploncoan dalam pelaksanaan orientasi siswa baru?

- Oh tidak ada, di sini sistem MOS-nya tidak fisik tetapi dengan

pendidikan-pendidikan tadi seperti kesehatan, keamanan, dan wawasan

wiyata mandala yaitu pengenalan yang dilakukan intern sekolah sendiri

untuk mengenalkan lingkungan sekolah.

8. Bagaimana tata tertib untuk siswa SMP 8 Semarang? Mencakup apa saja?

-Kompleks sekali itu, ada banyak sekali aturan-aturan yang tertulis di

kesiswaan. Misalnya saja, anak tidak masuk mencapai 15% dari efektif

tidak naik dan contoh yang berat adalah merokok, memakai narkoba, dan

mencuri itu dikeluarkan.

9. Apa saja bentuk hukuman bagi siswa yang melanggar tata tertib?

-Hukumannya bermacam-macam tergantung jenis pelanggarannya. Bisa

dalam bentuk teguran lisan, teguran tertulis, skorsing, dan yang paling

berat adalah dikeluarkan dari sekolah.

10. Bagaimana alur penanganan siswa yang melanggar tata tertib?

-Kita di sini memakai sistem poin. Jadi apabila ada siswa yang melanggar

peraturan akan diberi poin sesuai jenis pelanggarannya dengan poin

maksimal sebesar 100. Jika poin siswa telah mencapai 100 maka siswa

tersebut akan dikeluarkan.

27

Page 28: all isi.docx

11. Apa saja bentuk kenakalan peserta didik yang sering terjadi di sini?

-Ya paling memakai seragam yang tidak sesuai aturan, membolos sekolah,

tidak mengerjakan tugas, terlambat datang ke sekolah, dan lain

sebagainya.

12. Lalu, bagaimanakah cara untuk menanggulanginya?

-Kita harus menegakkan aturan-aturan yang ada di sekolah. Untuk siswa

yang melanggar diberikan hukuman sesuai jenis pelanggarannya agar

menimbulkan efek jera.

13. Bagaimana pelayanan kebutuhan belajar untuk peserta didik?

-Kita sudah semaksimal mungkin memberikan pelayanan kebutuhan

belajar bagi siswa di dalam kelas sesuai dengan kemampuan sekolah. Di

sini juga telah tersedia laboraturium bahasa, laboratorium IPA, dan

perpustakaan untuk menunjang belajar siswa.

14. Apa saja ekstra kurikuler yang ada di SMP 8 Salatiga?

-Lumayan banyak. Ada voli, basket, cheerleaders, sepak bola, badminton,

rebana, drum band, karawitan, tari, dan yang lainnya saya lupa. Di sini

kebanyakan ekstra kurikulernya berbentuk olah raga karena prestasi yang

menonjol di SMP 8 Salatiga ini memang di bidang olah raga.

15. Apakah jenis-jenis ekstra kurikuler tersebut telah memenuhi harapan

siswa?

-Saya kira sudah, karena kami memang mengadakan ekstra kurikuler yang

banyak diminati para siswa.

28