Alkana, Alkena, Alkuna, Aldehid, Keton

Download Alkana, Alkena, Alkuna, Aldehid, Keton

Post on 12-Jul-2015

687 views

Category:

Documents

5 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

<p>HIDROKARBON ALIFATIS, SIKLIS DAN AROMATIS Hidrokarbon adalah senyawa yang terdiri dari karbon dan hidrogen sebagai komponen utama. Berdasarkan ikatannya hidrokarbon dibedakan menjadi: Hidrokarbon jenuh Hidrokarbon tak jenuh alkena alkuna senyawa gugus fungsi</p> <p>ALKANA Senyawa organik sederhana gol. hidrokarbon jenuh. Rumus : CnH2n + 2 n = 1, 2, 3, Struktur</p> <p>H H C HMetana Struk. Lewis</p> <p>H 109.5O</p> <p>HH</p> <p>CH HStruktur 3D ( tetrahedral ) Model ball dan Stick</p> <p>H H C HEtana Struk. Lewis</p> <p>H C H HH</p> <p>H C</p> <p>H H C HStruktur 3D ( tetrahedral )</p> <p>H</p> <p>Model ball dan stick Ikatan dalam Alkana</p> <p>1s ikatan sigma sp3</p> <p>sp3 1s 1s</p> <p>sp3</p> <p>1s</p> <p>C</p> <p>C</p> <p>Beberapa Senyawa Alkana Rumus Mol. Struktur CH4 CH4 C2H6 CH3CH3 C3H8 CH3CH2CH3 C4H10 CH3 ( CH2 )2 CH3 C5H12 CH3 ( CH2 )3 CH3 C6H14 CH3 ( CH2 )4 CH3</p> <p>Nama metana etana propana butana pentana heksana</p> <p>Tata Nama 1. Rantai utama adalah rantai karbon terpanjang. 2. Jika ada substituen atau gugus cabang, beri nomor rantai utama dengan memberi nomor terkecil yang mungkin untuk gugus cabang. 3. Gugus cabang diberi nama alkil dengan prioritas penulisan sesuai abjad. 4. Jika ada gugus cabang/ substituen yang sama, maka diberi awalan di -, tri-, tetra -, penta - atau hexa - didepan nama substituen. Contoh :</p> <p>CH44 1</p> <p>CH3</p> <p>2-metilbutana</p> <p>2</p> <p>CH2</p> <p>3</p> <p>2 3</p> <p>CH2</p> <p>4</p> <p>CH3</p> <p>1</p> <p>1 6 CH3</p> <p>2 CH 5 CH3</p> <p>3 CH 4 2</p> <p>4 5 CH CH2 3 2 CH2 CH34+2=6 3+5=8</p> <p>6 CH3 1</p> <p>4-etil-2-metilheksana 3-etil-5-metilheksana</p> <p>Beri nama alkana dibawah ini sesuai tata nama ! a. CH3</p> <p>CH3</p> <p>CH CH3</p> <p>CH2</p> <p>CH2</p> <p>CH CH2 CH2</p> <p>CH3</p> <p>CH3</p> <p>CH3</p> <p>b.H2C H3C H2 C C H2 H3C C CH</p> <p>H2 C H2 C</p> <p>H2 C CH3</p> <p>CH3 CH3</p> <p>Struktur Isomer Alkana</p> <p>Dua atau lebih senyawa yang mempunyai rumus molekul sama tetapi struktur dari letak atau urutan gugus yang terikat pada atom berbeda disebut Isomer Struktur. Alkana C = 1 3, tidak mempunyai isomer struktur. Untuk alkana C = 4 mempunyai isomer struktur.</p> <p>CH3 CH</p> <p>CH3</p> <p>CH2</p> <p>CH2</p> <p>CH3 CH3</p> <p>CH3</p> <p>n-Butana titik didih : - 0,5C</p> <p>2-metilpropana titik didih:- 10,2C</p> <p>Isomer Struktur Gambarkan isomer struktur senyawa di bawah ini! a. C8H18 b. C5H12 Nama Trivial Nama trivial didasarkan pada jumlah total atom karbon. Contoh : Semua C3H8 C4H10 C5H12 : propana : butana : pentana</p> <p>Untuk alkana normal, diberi awalan n-, awalan iso- menunjukan adanya gugus cabang CH3 - pada C 2 dari ujung, awalan neo- menunjukan adanya 2 gugus cabang CH3 pada C - 2 dari ujung. CH3CH2CH2CH3 n- butana</p> <p>CH3</p> <p>CH CH3 CH3</p> <p>CH3iso-butana</p> <p>CH3</p> <p>C CH3</p> <p>CH3neo-pentana</p> <p>Catatan : Sistem penamaan ini tidak dapat digunakan untuk struktur yang kompleks. SIKLOALKANA Jika ujung-ujung dari suatu rantai karbon bergabung atau bersambung maka akan membentuk suatu sistem tertutup : sistem siklis disebut sikloalkana</p> <p>CH2 CH2H2C H2CH2 C H2C CH2</p> <p>CH2siklopropana</p> <p>CH2 CH2Siklobutana</p> <p>H2CH2 C H2C</p> <p>CH2</p> <p>siklopentana</p> <p>CH2</p> <p>H2C C H2</p> <p>CH2</p> <p>sikloheksana paling stabil jumlah &gt; &gt; &gt;</p> <p>Beri Nama Senyawa Sikloalkana ini a.</p> <p>CH3</p> <p>b.</p> <p>CH3C</p> <p>CH3</p> <p>CH31,2-dimetilsikloheksana</p> <p>CH3tertbutilsiklopentana</p> <p>CH3metilsikloheksana</p> <p>Bentuk Konformasi Hampir semua molekul dapat diputar atau ditekuk menjadi beberapa bentuk 3D yang berbeda. Bentuk-bentuk yang berbeda disebut Konformasi. Bentuk molekul Sifat kimia fisika</p> <p>3</p> <p>II II3</p> <p>II1 2</p> <p>III</p> <p>Konformasi Stagger</p> <p>1</p> <p>2</p> <p>IIIModel ball &amp; Stick</p> <p>H</p> <p>H</p> <p>H109,5O</p> <p>HI</p> <p>H</p> <p>H</p> <p>Proyeksi Newman</p> <p>H H</p> <p>H</p> <p>H</p> <p>H H</p> <p>II Konformasi I lebih stabil dari pada konformasi II</p> <p>( eklips ) karena energi atau antaraksi antar atom H cukup besar di banding konformasi I. Namun demikian ikatan C - C selalu berotasi dengan bebas sehingga kedua konformasi I dan II kemungkinannya 1 : 1 Jika salah satu dari atom H yang terikat pada atom C diganti dengan gugus lain yang lebih besar, maka kemungkinan keberadaannya tidak lagi 1 : 1 tetapi bergantung pada energi untuk antaraksi substituennya. misal :</p> <p>CH3 H</p> <p>CH3</p> <p>HHStabil ?H</p> <p>H H</p> <p>CH3</p> <p>H</p> <p>CH3(1)H H</p> <p>H H (2)</p> <p>H H H</p> <p>H H H H H H</p> <p>atom H saling berhadapan, sehingga antar aksi &gt;&gt;&gt;</p> <p>H</p> <p>H H H</p> <p>H H H</p> <p>H H</p> <p>H H H</p> <p>H H</p> <p>H</p> <p>H H H H H H H H</p> <p>a e e a e a a</p> <p>a e e</p> <p>H</p> <p>a : aksial energi &gt;&gt; e : equatorial energi , berbentuk Cair</p> <p> Alkana Mr &gt;&gt;&gt;, berbentuk Padat ( wax ) Seamakin besar jumlah atom C Mr semakin &gt;, gaya dispersi tiap molekul &gt;, titik didih semakin tinggi sebanding dengan Mr. Nama Metana Etana Propana Butana Pentana Hexana Heptana Oktana Nonana Rumus Molekul CH4 C2H6 C3H8 C4H10 C5H12 C6H14 C7H16 C8H18 C9H20 Titik Lebur - 182 - 183 - 190 - 138 - 130 - 95 - 90 - 57 - 51 Titik Didih - 164 - 88 - 42 0 36 69 98 126 151 gr/ml gas gas gas gas 0,626 0,659 0,684 0,703 0,718</p> <p>Densitas &lt; 1 Tidak larut dalam air Larut dalam pelarut organik non polar ( CCl4, CS2,) Alkana bercabang td &lt; alkana rantai lurus padanannya.</p> <p>Physical properties</p> <p>Reaksi Alkana a. Reaksi Halogenasi. Halogenasi alkana dapat terjadi jika ada cahaya dan dihasilkan suatu halo alkana. Reaksinya : substitusiMelting (blue) and boiling (pink) points of the first 14 nalkanes in C.</p> <p>H H C H H H C H H H C H H C H H C H H + Cl2 H + Cl Cl cahaya/ H + Cl Cl panas</p> <p>H H C Cl H klorometana + HCl</p> <p>gelap TR</p> <p>H3 H2 H2 C C C</p> <p>H2 H Cl + C C</p> <p>H3 C + HCl</p> <p>1-kloropropana</p> <p>Cl 2-kloropropana</p> <p>Reaksi halogenasi terjadi pada tiap atom C. Jika halogen berlebih maka semua atom H akan di substitusi oleh atom halida.</p> <p>CH4</p> <p>Cl2</p> <p>CH3Cl</p> <p>Cl2</p> <p>Cl2</p> <p>CH2Cl2</p> <p>CHCl3</p> <p>Cl2</p> <p>CCl4</p> <p>b. Oksidasi Alkana Reaksi antara alkana ( hidrokarbon ) dengan O2 dihasilkan karbondioksida dan air dan energi.</p> <p>CH4 + O2</p> <p>CO2 + 2 H2O</p> <p>H= -212 kkal/mol</p> <p>ALKENA - ALKUNA Rumus CnH2n alkena Struktur </p> <p>CnH2n - 2 alkuna</p> <p>H C H 1200 C</p> <p>H 1200 H</p> <p>Ikatan rangkap pada etena terdiri dari 1 ikatan merupakan hibridisasi sp2 dan 1 ikatan yang terbentuk dari overlaping ( tumpang suh ) antara orbital 2p yang tak berhibridisasi.</p> <p>Sedangkan pada alkuna, terdiri 1 ikatan terbentuk dari hibridisasi orbital sp dan 2 ikatan yang terbentuk dari overlaping ( tumpang suh ) antara orbital 2Py, 2Pz yang tidak berhibridisasi. Ikatan yang merupakan hasil hibridisasi orbital bersifat lebih kuat dari pada ikatan . Oleh karena itu ikatan pada alkena dan alkuna lebih mudah putus atau diadisi.</p> <p>H C</p> <p>H C H Overlap H diputar H</p> <p>tidak overlap ( ik. putus ) C C H H</p> <p>H</p> <p>Stereoisomer alkena</p> <p>H CH3C</p> <p>H C CH3 cis-2-butena t.l : -1390C t.d : 40C</p> <p>CH3 C C</p> <p>H</p> <p>CH3 H trans-2-butena t.l : -1060C t.d : 10C</p> <p>Tata Nama : Rantai utama adalah rantai atom karbon terpanjang yang mempunyai ikatan rangkap. Nama rantai utama sama dengan alkana, akhiran - ana pada alkana diganti dengan - ena untuk alkena dan - una untuk alkuna. Penomoran rantai utama dicari agar atom C yang mengandung ikatan rangkap bernomor kecil. Penamaan dan penomoran gugus cabang sama dengan alkana</p> <p>CH3 CH2 CH 1-butena CH2</p> <p>1 2 3 4 CH2 CH3 CH CH CH 3 2-butena CH3 CH2</p> <p>CH CH CH 3-metil-1,4-pentadiena</p> <p>Beri nama-nama senyawa-senyawa di bawah ini</p> <p>a. CH3</p> <p>CH CH3</p> <p>CH</p> <p>CH</p> <p>CH3</p> <p>b. CHc.CH3</p> <p>CCH2</p> <p>CH CH3C C</p> <p>CH3CH2 CH ( CH3 )2</p> <p>d. CH3CH</p> <p>CH</p> <p>CH CH3</p> <p>CH</p> <p>CH</p> <p>CH3</p> <p> Sifat Fisik Sifat-sifat Fisik alkena dan alkuna mirip dengan alkana C 4, berbentuk gas C &gt; 5, berbentuk cairan tidak berwarna dengan &lt; 1,0 Tidak larut dalam air tetapi larut satu sama lain dalam etanol dan dalam pelarut organik nonpolar. Pembuatan Alkena Alkena dapat dibuat di laboratorium melalui proses eliminasi dari senyawa haloalkana dihasilkan suatu alkena + asam halida. Reaksi eliminasi ini disebut juga Reaksi dehidrohalogenasi dan pada reaksi ini diperlukan basa kuat seperti NaOH.</p> <p>CH3</p> <p>CH</p> <p>CH3 + NaOH</p> <p>CH3</p> <p>CH</p> <p>CH2 + NaBr + H2O</p> <p>Br 2-bromopropana</p> <p>propena</p> <p>Eliminasi halogen + H dapat terjadi baik pada atom C disebelah kiri C - hal maupun disebelah kanan C - hal.</p> <p>1 CH3</p> <p>2 CH Cl</p> <p>3 CH2</p> <p>4 NaOH CH3 CH3 CH 2-butena + CH2 CH 1-butena</p> <p>CH</p> <p>CH3</p> <p>CH2</p> <p>CH3</p> <p>Pada reaksi diatas, 2 - butena merupakan produk utama dan 1 - butena merupakan produk minor. Atom H pada reaksi eliminasi tersebut diambil dari atom C yang mempunyai substituen paling banyak. Pada C-1 hanya mengikat 1 atom C sedangkan C-3 mengikat 2 atom C ( -CH2- ). Ramalkan hasil reaksi eliminasi senyawa di bawah ini !</p> <p>a. CH3 CH</p> <p>CH</p> <p>CH3</p> <p>b.</p> <p>Cl CH3</p> <p>CH3 Br</p> <p> Reaksi Alkena Sifat alkena yang merupakan ciri dari senyawa yang mempunyai ikatan rangkap adalah Reaksi adisi. Adisi terjadi melalui pemutusan ikatan ( bersifat lebih lemah ) pada ikatan rangkap.</p> <p>a. ReduksiReduksi pada alkena adalah adisi hidrogen menghasilkan suatu alkana.</p> <p>CH2</p> <p>CH2 + H</p> <p>H</p> <p>katalis logam</p> <p>CH2H</p> <p>CH2H</p> <p>CH3</p> <p>+ H2</p> <p>katalis logam</p> <p>H H H CH3</p> <p>b. Reaksi dengan asam halide CH2 etilen CH2 + H Cl CH2H</p> <p>CH2Cl</p> <p>kloroetanaAdisi HCl pada etilena memberikan kloroetana sebagai produk. Tetapi adisi HBr pada propena akan dihasilkan 2 produk.</p> <p>CH3</p> <p>CH</p> <p>CH2 + HBr</p> <p>H3C</p> <p>H C</p> <p>CH2 +</p> <p>H3C</p> <p>H C</p> <p>CH2</p> <p>Br</p> <p>H</p> <p>H 1-bromopropana</p> <p>Br</p> <p>2-bromopropana ( produk utama )</p> <p>Aturan Markovnikov Pada adisi HX dengan alkena, atom H akan masuk pada atom C yang mempunyai jumlah atom H terbanyak. Tulis reaksi dan hasilnya !</p> <p>CH3 C</p> <p>CH3</p> <p>CH2 + HBr</p> <p>Mekanisme : Tahap 1:</p> <p>HH</p> <p>BrH C</p> <p>H+ + BrH H +H+ H C H H C H</p> <p>Tahap 2 :</p> <p>H</p> <p>C</p> <p>Tahap 3 :</p> <p>H</p> <p>H C H+ Br H</p> <p>H C</p> <p>H C H</p> <p>H</p> <p>C H</p> <p>H Br</p> <p>Catatan : Karbokation 3 &gt; 2 &gt; 1 Alasan ?</p> <p>c. Reaksi HidrasiReaksi ini adalah reaksi adisi air ( H2O ) dengan katalis asam . Misal : H2SO4 60 %.</p> <p>CH3</p> <p>CH</p> <p>CH2 + H2O</p> <p>H+</p> <p>CH3</p> <p>CH</p> <p>CH2</p> <p>H OH 2-propanol ( utama ) + CH3 CH2 CH2H</p> <p>OH</p> <p>1-propanol</p> <p>d. Halogenasi alkenaAdisi dengan bromin ( Br2 ) adalah test kualitatif yang spesifik untuk alkena.</p> <p>CH3</p> <p>CH</p> <p>CH</p> <p>CH3 +</p> <p>Br</p> <p>Br</p> <p>CH3</p> <p>H C</p> <p>H C</p> <p>CH3</p> <p>Br Br 2,3-dibromobutana</p> <p>e. OksidasiOksidasi alkena dengan KMnO4 pada suasana netral akan di hasilkan suatu di alkohol yang di sebut Glikol.</p> <p>CH3CH</p> <p>CH2+ KMnO4 + 4H2O</p> <p>CH3 CH OH</p> <p>CH2 OH</p> <p>+ 2MnO2 + 2KOH</p> <p>1,2-propandiolReaksi-reaksi alkuna a. Reduksi</p> <p>CH3 C</p> <p>C CH3 + H</p> <p>H</p> <p>Pd/BaSO4</p> <p>CH3 C C</p> <p>CH3</p> <p>CH3 C</p> <p>C CH3 + 2H2</p> <p>Pt</p> <p>H H cis-2-butena CH3 CH2 CH2 CH3</p> <p>b. Adisi dengan HX, Br2, dan Cl2 Asetilena ( etuna ) dapat bereaksi dengan 1 mol HCl membentuk kloroetilena ( vinilklorida ) dan dengan 2 mol HCl membentuk 1,1diklorometana.</p> <p>H HC CH+ HCl C C</p> <p>H</p> <p>Cl H vinil klorida HC CH+ 2HCl CH3 CHCl2 1,1-dikloroetana</p> <p>Adisi pada alkuna dengan C 3 mengikuti aturan Markovnikov. Sama seperti pada alkena, adisi alkuna dengan Br2 atau Cl2 akan dihasilkan dihaloalkena dan adisi dengan 2 mol Br2 atau Cl2 akan dihasilkan tetrahaloalkana.</p> <p>CH3 C CH3 C</p> <p>CH + Br2 CH + 2Br2</p> <p>?</p> <p>?</p> <p>c. Adisi dengan H2O ( Hidrasi ) Adisi alkuna dengan H2O diperlukan katalis H2SO4 atau HgSO4 menghasilkan suatu enol ( mempunyai gugus alkena dan alkohol ). Enol akan berkesetimbangan dengan aldehid atau keton yang merupakan struktur yang lebih disukai. H O</p> <p>CH3 C</p> <p>CH + H2O</p> <p>CH3C</p> <p>C</p> <p>H</p> <p>H Struk. enol O CH3 Cketon</p> <p>CH3</p> <p>ALKOHOL DAN ETER Rumus CnH2nO Struktur</p> <p>H O H C H alkohol R OH</p> <p>H H H C H R eter O O</p> <p>H C H R' H</p> <p>Tata Nama Rantai utama adalah rantai karbon terpanjang yang mengandung -OH. Nama alkohol dinamai dengan nama alkana dengan mengganti akhiran -a dengan -ol dan memberi nomor pada gugus -OH. CH3OH : metanol CH3CH2OH : etanol CH3CH2CH2OH: 1-propanol = metil alkohol = etil alkohol = n-propil alkohol</p> <p>CH3CH CH3 OH</p> <p>CH3CH CH2 OH CH3</p> <p>: 2-propanol</p> <p>= isopropil alkohol</p> <p>: 2-metil-1-propanol = isobutil alkohol Letak gugus -OH menunjukkan derajat alkoholnya. Alkohol 1, 2 dan 3.</p> <p>H</p> <p>H OH R C R20</p> <p>R OH R C R30</p> <p>R C H10</p> <p>OH</p> <p> Senyawa yang mengandung 2 gugus -OH disebut diol, dengan memberi nomor masing-masing gugus -OH Senyawa yang mempunyai 2 atau lebih gugus fungsi yang berbeda, setiap gugus fungsi harus diberi nomor dengan memberi nama sesuai dengan gugus-gugus fungsinya.</p> <p>1 2 CH2 CH 3 2</p> <p>3 CH2 1</p> <p>OH prioritas OH &gt; =</p> <p>2-propen - 1 -o Untuk penamaan eter, beri nama gugus-gugus yang terikat pada atom O dengan nama alkil. Urut penulisan nama alkil sesuai abjad dan diakhiri dengan nama eter dibelakangnya.</p> <p>CH3 CH3 O CH3dimetil eter</p> <p>CH3</p> <p>CH</p> <p>O</p> <p>CH3sikloheksilmetil3eter</p> <p>isopropil metil eter</p> <p>O</p> <p>CH</p> <p>Beri nama IUPAC untuk senyawa dibawah ! a.</p> <p>CH3</p> <p>CH</p> <p>CH</p> <p>CH CH3 OH</p> <p>CH3</p> <p>OH CH3</p> <p>b. c.</p> <p>CH3</p> <p>CH2 CH C2H5</p> <p>CH2</p> <p>OH.</p> <p>OH OH CH CH OH CH3</p> <p>e.</p> <p>CH3CH</p> <p>f.</p> <p>OH O CH2 CH3CH CH3 O CH2 CH3</p> <p>g.</p> <p>CH3</p> <p>Sifat-sifat Fisik Alkohol dan Eter </p> <p>Alkohol merupakan senyawa polar karena ikatan R-+O - -H-+ mempunyai perbedaan keelektronegatifan antara atom-atom C-O-H. Alkohol dapat membentuk ikatan hidrogen antar molekul alkohol dan air. Oleh karena itu alkohol larut dalam air.</p> <p>H O CH2 CH3</p> <p>H O CH3</p> <p>H</p> <p>CH2</p> <p>O H</p> <p> Eter juga merupakan senyawa polar karena pada perubahan keelektronegatifan antara C dan O Perbedaan + + keelektronegatifan antara O H &gt; O C ,maka eter bersifat lebih non polar dari pada alkohol. Eter juga dapat membentuk ikatan H, sehingga dapat larut dalam air, kelarutannya &lt; alkohol. Interaksi C-O &lt; O-H, titik didih R-OH lebih tinggi dari pada eter padanannya. CH3-CH2-OH CH3-O-CH3 titik didih = 78C titik didih = -24C Semakin tinggi Mr, semakin tinggi titik didih, semakin kecil kelarutannya dalam air. Pembuatan Alkohol Alkohol dapat dibuat di laboratorium dengan beberapa cara : Hidrasi katalisis dari alkena hidroborasi alkena yang diikuti dengan reaksi H2O2 Katalis enzim</p> <p> + R O R' ada ikatan</p> <p>+</p> <p>a.b.</p> <p>c.</p> <p>OH</p> <p>CH2</p> <p>H2O , H2SO4</p> <p>CH3 CH2OH</p> <p>C6H12O6 CH2</p> <p>enzim</p> <p>1. BH3 2. H2O2 , NaOH</p> <p>2CH3 CH2OH + 2CO2 H3PO4 CH3 CH2 OH</p> <p>CH2 + H2O</p> <p>Reaksi-reaksi Alkohol a. Reaksi dengan logam [ Na, Li, K, ] 2H2O + 2Na 2Na+ OH- + H2 2CH3OH + 2Na 2CH3O- Na+ + H2 Na-metoksida H aktif dari alkohol dapat bereaksi dengan logam aktif membentuk logam alkoksida yang bersifat basa. b. Kebasaan Alkohol Dengan adanya asam, atom O dari alkohol akan bersifat sebagai basa dan dapat menangkap H+ dari asam membentuk ion oxonium</p> <p>CH3basac. Oksidasi</p> <p>O H + H2SO4asam</p> <p>CH3</p> <p>O H</p> <p>H + HSO4-</p> <p>ion oxonium</p> <p>Alkohol dapat dioksidasi menjadi aldehida atau keton. Oksidasi lebih lanjut akan menghasilkan asam karboksilat.</p> <p>alkohol 10</p> <p>oks. K2Cr2O7 / H+</p> <p>aldehida keton</p> <p>oks. asam karboksilat</p> <p>oks. alkohol 20 K2Cr2O7 / H+ oks. alkohol 30 K2Cr2O7 / H+ mis :CH3 OH CH</p> <p>O CH3 + Cr2O72H+ CH3 C CH3 + Cr3+ O C</p> <p>2-propanolCH3 CH2</p> <p>2-propanon+ OH + Cr2O72- H CH3</p> <p>etanol</p> <p>asetaldehid</p> <p>+ Cr3+H</p> <p>K2Cr2O7 / H+CH3 C O</p> <p>+ Cr3+( dehidrasi )</p> <p>OH d. Dehidrasi Alkohol dapat mengalami reaksi eliminasi H2O membentuk suatu alkena.</p> <p>CH3</p> <p>CH2 OH</p> <p>H2SO4 1800C</p> <p>H</p> <p>H C C H +H OH</p> <p>H</p> <p>etanol etena Pada proses ini dapat digunakan H2 SO4 dengan pemanasan 180C...</p>