adhito preskas morbili

55
ADHITO KARISTOMO 1102009008 Morbili Pembimbing : dr. Tuty Rahayu, Sp.A Kepaniteraann Ilmu Kesehatan Anak RSUD PASAR REBO

Upload: adhito-karistomo

Post on 15-Jan-2016

45 views

Category:

Documents


2 download

DESCRIPTION

untuk stase anak RSUD pasar rebo, sukses terus koasnya

TRANSCRIPT

Page 1: Adhito preskas morbili

ADHITO KARISTOMO1102009008

Morbili

Pembimbing :dr. Tuty Rahayu, Sp.A

Kepaniteraann Ilmu Kesehatan Anak RSUD PASAR REBO

Page 2: Adhito preskas morbili

Status Pasien

Nama : An. SKMTTL : Jakarta , 30 April 2014Usia : 11,5 Bulan ( 1 tahun )Jenis Kelamin : PerempuanAgama : IslamAlamat : Jalan Jembatan 1 No. 53 RT/RW :

07/05 Kel. Balekambang Kec. Kramat jati, Jakarta

TimurMasuk RS : 20 April 2015Keluar RS : 25 April 2015

Page 3: Adhito preskas morbili

Identitas Orang Tua

Ayah Ibu

Nama Tn. J Ny. L

Agama Islam Islam

Pendidikan D3 SMK

Pekerjaan Wiraswasta Buruh

Page 4: Adhito preskas morbili

Anamnesa

Anamnesis dilakukan secara Alloanamnesis (ibu pasien)

Keluhan Utama : Demam sejak 4 hari SMRS

Keluhan tambahan : Ruam-ruam kemerahan sekujur

tubuh ,batuk pilek, mata bengkak dan merah

disertai keluar sekret, mencret.

Page 5: Adhito preskas morbili

Riwayat penyakit sekarang

Pasien datang ke IGD RSUD Pasar Rebo pada tanggal 20-4-2015 pada pukul 08:01:10 dengan keluhan demam sejak 4 hari SMRS. Demam naik turun tanpa disertai kejang.

Menurut ibu pasien bahwa demam naik turun sepanjang hari dan tanpa kejang.

Keluhan disertai dengan ruam kemerahan pada tubuh, batuk berdahak, pilek, mata bengkak dan merah disertai keluar kotoran sejak kemarin.

Pada awalnya muncul pada telinga dan wajah lalu menyebar ke seluruh tubuh. Sejak tadi pagi buang air besar mencret 4 kali dengan konsistensi cair, ada ampas dan lendir, berwana hijau kekuningan tanpa disertai darah. Pasien mengkonsumsi susu formula dan makanan tambahan berupa nasi tim.

Pasien menjadi sulit makan selama sakit. Keluhan mual dan muntah disangkal ibu pasien.

Page 6: Adhito preskas morbili

Sebelum masuk rumah sakit pasien telah di bawa ke klinik dokter 24 jam dan diberikan obat sirup anti penurun panas , antibiotik dan obat batuk namun tidak ada perbaikan.

Ibu pasien lupa nama obat yang diberikan di klinik. Di Klinik pasien dilakukan pemeriksaan darah rutin dan hitung jenis leukosit. Pasien tidak sedang dalam pengobatan OAT. Riwayat alergi obat dan makanan disangkal.

Page 7: Adhito preskas morbili

Riwayat Penyakit Dahulu Paru (-) Asma (-) Penyakit Jantung (-) Riwayat gejala

penyakit seperti ini (-)

Diare (-) Sakit mata (-) Kejang (-)

Riwayat Penyakit Keluarga Paru (-) Asma (-) Penyakit Jantung (-) Riwayat gejala

penyakit seperti ini (-) Diare (-) Sakit mata (-) Kejang (-)

Page 8: Adhito preskas morbili

Riwayat Kehamilan dan PersalinanKEHAMILAN Morbiditas kehamilan Ibu pasien ketika hamil tidak

menderita penyakit apapun.

Perawatan antenatal care (ANC)

Ibu rajin memeriksakan kehamilan ke puskesmas.Terpapar radiasi foto rongent dan konsumsi obat-obatan selama kehamilan disangkal ibu pasien.

KELAHIRAN Tempat kelahiran di RS Restu Kasih

Penolong persalinan Dokter Kebidanan

Cara persalinan SC G3P1A1 (a/i riw.SC)

Keadaan bayi - Berat lahir : 3300 gram- Panjang badan : 47 cm- Lingkar Kepala : 35- Langsung menangis- Apgar Score : 9/10- Pucat : -- Biru : -- Kuning : -- Kelainan bawaan : -

Page 9: Adhito preskas morbili

Riwayat tumbuh kembang

0-3 bulan : menatap, mengangkat kepala tegak ketika tengkurap

3-6 bulan : berbalik dari telungkup ke terlentang, meraih benda disekitar.

6-9 bulan : belajar duduk, mengucapkan mama.

9-12 bulan : berdiri dan berjalan berpegangan, menirukan kata sederhana.

Kesan : Riw. Tumbuh Kembang Baik

Page 10: Adhito preskas morbili

Riwayat imunisasi

Imunisasi

Hepatitis B 3 kali (0, 1, 6 bulan)

polio 4 kali (0, 2, 4, 6 bulan)

BCG 1 kali (2 bulan)

DTP 3 kali (2, 4, 6 bulan)

Campak -

Hib 3 kali (2, 4, 6 bulan)

Imunisasi yang belum : PCV, Rotavirus, Influenza.

Kesan : Imunisasi tidak lengkap.

Page 11: Adhito preskas morbili

Sosial, ekonomi dan lingkungan

Penghasilan keluarga dan jumlah anggota kelurga yang dihidupi untuk 4 orang adalah cukup

Pasien tinggal bersama bapak dan ibu beserta satu kakak laki-lakinya yang berselisih 5 tahun dengan pasien.

Ayah pasien bekerja di luar kota, tiap hari libur tinggal bersama dengan keluarga.

Page 12: Adhito preskas morbili

Ukuran rumah sesuai dengan jumlah anggota keluarga. Sangat berdekatan dengan rumah tetangga, tetapi sirkulasi udara dan pencahayaan rumah cukup baik.

Kurang lebih seminggu yang lalu ada 4 anak yang sakit campak di lingkungan rumah.

Hubungan dengan tetangga baik.

Didalam rumah terdapat 1 ruangan keluarga, 3 kamar tidur, 1 kamar mandi dan dapur. Sarana air bersih berasal dari pompa air tanah dan listrik berasal dari PLN.

Page 13: Adhito preskas morbili

PEMERIKSAAN FISIKDilakukan pada tanggal 20 April 2015

Keadaan umum : Tampak sakit sedang

Kesadaran : Compos Mentis

Tanda vital HR : 130 x/menit RR : 36 x/menit Suhu : 38,7oC

Status gizi BB : 7,9 kg TB : 75 cm BB/U : 78% ( Gizi kurang ) TB/U : 101% ( baik/ N ) BB/TB: 80,61%

(Gizi kurang ) Status gizi menurut kurva cdc

2000 adalah gizi kurang

Kepala : Normocephal UUB = cekung

Mata: conjungtiva anemis -/-, Skelera Ikterik -/-, air mata +/+, hiperemis+/+, edema palpebra +/+, Sekret +/+, Cekung +/+

Hidung : deviasi septum (-), sekret (+)

Mulut : hiperemis(-) ,sianosis (-)

Tenggorok: Stomatitis +, Hiperemis +, mukosa basah, bibir kering (+)

Leher : kelenjar getah bening tidak membesar

Page 14: Adhito preskas morbili
Page 15: Adhito preskas morbili
Page 16: Adhito preskas morbili

Paru-paru : o Inspeksi : bentuk dada

simetris kanan dan kiri, pernapasan simetris dalam keadaan statis dan dinamis, retraksi dinding dada (-)

o Palpasi : fremitus taktil dan fremitus vokal normal

o Perkusi : sonor di kedua hemitoraks

o Auskultasi : SN Vesikular +/+, ronki basah halus +/+, wheezing -/-

Jantung :o Inspeksi : iktus kordis

tampak o Palpasi : iktus kordis

teraba di ICS 4 linea midclavicula sinistra

o Perkusi : batas jantung normal

o Auskultasi : BJ I dan II reguler, murmur (-), gallop (-)

Page 17: Adhito preskas morbili

Abdomen : Inspeksi : bentur datar,

simetris, sikatrik (-) Auskultasi : bising usus

normal Palpasi : supel, tidak

teraba masa, tidak nyeri tekan di empat kuadran perut , tidak ada pembesaran hepar dan lien. Turgor melambat

Perkusi : timpani diseluruh quadran perut

Ekstremitas: Akral hangat (+), edema

ekstremitas (-), capilary refill time <2 detik. turgor kulit melambat, Makulopapular Rash+ kedua tangan.

Kulit : Makulopapular Rash+ pada

wajah, telinga, leher, badan, punggung.

St. Neurologis :o Tanda Rangsang meningeal :

o Kaku kuduk : -o Burdzinski I : -o Burdzinski II : -

o Refleks patologis : -

Page 18: Adhito preskas morbili

Pemeriksaan LaboratoriumJenis pemeriksaan

19/04/15 20/04/15satuan Nilai normal

Hemoglobin 9.9 10.8 g/dl 10,8-12,8

Hematokrit 30 32 % 35-43

Eritrosit 3.86 4.2 Jt/ul 3,6-5,2

Leukosit 4.400 5.430 ul 5.500-15.500

Trombosit 166.000

224.000

ul 229000-553.000

LUC - 6 % <4

Diff count-Basofil-Eosinofil-Batang-Segmen -Limfosit-Monosit

023

43493

010

39485

%

0-11-33-6

50-7025-401-6

MCV 78.2 74 Fl 73-101

MCH 25.6 22 Pg 23-31

MCHC 32.8 30 g/dl 26-34

Page 19: Adhito preskas morbili

Pemeriksaan ElektrolitJenis pemeriksaan

20-4-2015

satuan Nilai normal

Na+ 138 Mmol/L 135-147

K+ 4,6 Mmol/L 3,8-4,4

Cl 106 Mmol/L 98-108

Page 20: Adhito preskas morbili

Pemeriksaan Feses Lengkap21/4/2015

Jenis pemeriksaan

Hasil Nilai normal

Warna Coklat Coklat

Konsistensi Lembek Lembek

Lendir - -

Pus - -

Darah - -

Amoeba - -

Lemak - -

Serat Otot - -

Serat Tumbuhan - -

Amilum - -

Leukosit 3-5 / LPB 0-1

Eritrosit 1-2 / LPB 0-1

Jamur Spora (+) -

Telur CacingTidak

ditemukan-

Page 21: Adhito preskas morbili

Resume

Pasien seorang anak perempuan berusia 11,5 bulan dengan berat badan 7,9 kg dengan tinggi badan 75 cm datang ke RSUD Pasar Rebo dengan keluhan demam tanpa disertai kejang sejak 4 hari SMRS. Keluhan disertai ruam kemerahan pada tubuh, batuk berdahak, pilek, sesak, mata bengkak dan merah disertai keluar sekret sejak 1 hari SMRS. Bab mencret 4 kali konsistensi cair, ampas, berwarna hijau kekuningan tanpa disertai darah. Pasien mengkonsumsi susu formula dan makanan tambahan berupa nasi tim. Sebelum masuk rumah sakit pasien telah berobat ke klinik dokter 24 jam dan dilakukan pemeriksaan darah dan sudah diberi obat namun tidak ada perbaikan.

Page 22: Adhito preskas morbili

Hasil pemeriksaan fisik di dapatkan anak sakit sedang, febris, ubun-ubun cekung, konjungtiva hiperemis, mata cekung, edema palpebra, sekret pada mata dan hidung, terdapat ronkhi basah halus, turgor melambat dan Makulopapular Rash pada wajah, telinga, leher, badan, punggung, kedua tangan dan lengan. Hasil pemeriksaan laboratorium darah menunjukkan hemoglobin 10,8 g/dl, hematokrit 32%, penurunan leukosit 4.400 ul dan trombosit 166.000, hitung jenis limfosit 49%, monosit 5%, serta hasil analisa feses lengkap menunjukan leukosit 3 - 5 LPB, Eritrosit 1 - 2 LPB dan Spora (+).

Page 23: Adhito preskas morbili

Diagnosis Kerja

Morbili Stadium Akhir Prodromal - awal Stadium Erupsi

GEADRS ( Gastro-Enteritis Akut Dehidrasi Ringan Sedang )

Bronkopneumonia

Diagnosis Banding :

•Roseola Infantum•Rubela•Alergi Obat•Demam Skarlatina

Page 24: Adhito preskas morbili

Penatalaksanan

Non medikamentosa Tirah baring IVFD KAEN 3 B 8 tpm

Medikamentosa Cefotaxime Inj 2x400 mg Mycostatin drop 4 x 1 ml Paracetamol drip 4 x 80 mg

Prn febris Ambroxol HCL 2x10 tetes Cendo fenicol eye drops

0,25% 3x2 tetes Metronidazol 3 x 80 mg Rantin 2 x 10 mg Suplemen fe sirup (15 mg)

1x1/2 cth Zinkid 2 x 1 cth Lacto-B 2x1

Page 25: Adhito preskas morbili

RENCANA PEMERIKSAAN

Foto thoraxPemeriksaan SitologiKultur dan resistensi

Page 26: Adhito preskas morbili

Prognosis

Quo ad vitam : Ad bonamQuo ad fungtionam : Ad bonamQua ad sanactionam : Ad bonam

Page 27: Adhito preskas morbili

Follow upTanggal S O A P

20-4-2015 Demam (+) dari kamis siang (H-4), batuk dahak (+) dari hari minggu ( dahak tidak bisa dikeluarkan, pilek (+),bab 4 kali cair, ampas berwarna hijau kekuningan ( hari ini), Air mata (+) (sebelumnya di IGD air mata (-)), tampak merah2 pada muka, leher, & badan, susu formula + makan sulit, Muntah (-), Rewel (+), perut kembung (+), tidur susah (+)BAK (+) NSariawan +

KU : TSSKS : CMFN : 130x/m, RR : 38x/m, S : 38,5ocKepala : normocephal, ruam muka dan leher, belakang telinga, ubun-ubun cekung (+).Mata : CA-/-, SI : -/-, RC +/+, hiperemis+/+,edema palpebra+/+, cekung (+), Air mata (+)Hidung : nafas cuping hidung -/-, sekret +Tenggorokan (mulut) : hiperemis +, bercak koplik -, mukosa basah+, bibir kering+, stomatitis +Leher : pemb. KGB -, Pulmo : vbs+/+, rh basah halus +/+,wh-/-, retraksi dinding dada -.Cor : BJ I/II reguler, M -, G –Abdomen : datar, supel, BU +, NT -, tidak teraba pembesaran hepar & lien, turgor melambat, timpaniExt : akral hangat, edema –, CRT <2’s, Makulopapular rash + pada 4 ekstremitas kecuali betis dan kaki

- Morbili - GEADRS- BRPN

- KAEN 3B 8tpm-loading RA 80 cc 1 jam- Cefotaxime 2x400mg iv- Mycostatis 4 x 1 ml- Paracetamol drip 4 x 80mg-Lacto-B 2x1-Cariamyl 3 x 0,4 ml- Cendo fenicol eye drops 0,25% 3x2 tts-Caladine lotion- Vit A 200.000 IU I, II, VII per oral-Rencana FLAmbroxol HCL 2x10 tetes

Page 28: Adhito preskas morbili

Follow up21-4-2015 Demam (+) (H-5), batuk

dahak +, pilek +, bab cair 3 x lendir +, ampas - warna hijau kekuningan, tampak merah2 pada muka dan badan, susu formula + & makan -, Mual +, muntah -, perut kembung +, rewel +, ruam diseluruh tubuh kecuali kaki, air mata +Sariawan + BAK (+) N

KU : TSSKS : CMFN : 120x/m, RR : 34x/m, S : 38,6ocKepala : normocephal, ruam +, ubun-ubun cekung +Mata : CA-/-, SI : -/-, RC +/+. hiperemis+/+,edema palpebra+/+, air mata +, sekret +↓, cekung+Hidung : napas cuping hidung -/-, sekret +Tenggorokan : hiperemis +, bercak koplik -, stomatitis+, bibir lembap+Leher : pemb. KGB -, Pulmo : vbs+/+, rh basah halus+/+,wh-/-, retraksi dinding dada-.Cor : BJ I/II reguler, M -, G –Abdomen : datar, ruam +, supel, BU +, NT -, tidak teraba pembesaran hepar & lien, turgor melambat, timpaniExt : akral hangat, edema –, CRT <2’s, Makulopapular rash + pada 4 ekstremitas kecuali betis dan kakiKultur feses : Jamur +

- Morbili - GEADRS- BRPN

- KAEN 3B 8tpm- Cefotaxime 2x400mg iv- Mycostatis 4 x 1 ml- Paracetamol drip 4 x 80mg-Lacto-B 2x1-Cariamyl 3 x 0,4 ml- Cendo fenicol eye drops 0,25% 3x2 tts-Caladine lotion-Vit A 200.000 IU I, II, VII per oral-Ambroxol HCL 2x10 tetes

Page 29: Adhito preskas morbili

Follow up22-4-2015 Demam berkurang (H-6),

batuk dahak berkurang, pilek -, bab cair + 4x hijau cair, ampas -, sesak -, tampak merah2 pada bagian tangan dan kaki, susu formula + & makan - ( sama sekali tidak ada yang masuk ),Ruam sudah sampai kaki, Rewel +, perut kembung +, mata merah +Sariawan +BAK (+) N

KU : TSSKS : CMFN : 108x/m, RR : 30x/m, S : 37,8ocKepala : normocephal, ruam +, ubun-ubun cekung+Mata : CA-/-, SI : -/-, hiperemis+/+,edema palpebra-/-, sekret -, cekung (+)Hidung : napas cuping hidung -, sekret –Tenggorokan : hiperemis -, bercak koplik -, bibir lembap+, stomatitis+Leher : pemb. KGB -, Pulmo : vbs+/+, rh basah halus ↓+/+,wh-/-Cor : BJ I/II reguler, M -, G –Abdomen : datar, supel, BU +, NT -, tidak teraba pembesaran hepar & lien, turgor mulai membaikExt : akral hangat, edema –, CRT<2’s, Makulopapular rash + pada 4 ekstremitas betis dan kaki ( telapak kaki tidak ada ruam )

- Morbili - GEADRS- BRPN

- KAEN 3B 8tpm- Cefotaxime 2x400mg iv- Mycostatis 4 x 1 ml- Paracetamol drip 4 x 80mg-Lacto-B 2x1-Cariamyl 3 x 0,4 ml- Cendo fenicol eye drops 0,25% 3x2 tts-Caladine lotion- Vit A 200.000 IU I, II, VII per oral ,Zinkid 2 x 1 cthRantin 2 x 10mgMetronidazol 3 x 80 mgAmbroxol HCL 2x10 tetes

Page 30: Adhito preskas morbili

Follow up23-4-2015 Demam - ( H-7) , batuk

dahak +↓, pilek -, bab cair +3x cair warna hijau berlendir, ampas + sedikit, sesak -, tampak merah2 pada muka & badan tangan dan kaki, susu formula + & makan -, sariawan masih ada + Mata sudah tidak merahBAK (+) N

KU : SedangKS : CMFN : 120x/m, RR : 28x/m, S : 37,1ocKepala : normocephal, ruam +, ubun-ubun cekung-Mata : CA-/-, SI : -/-, hiperemis-/-,edema palpebra-/-, sekret -, cekung -Hidung : napas cuping hidung -, sekret –Tenggorokan : hiperemis -, bercak koplik -, bibir lembap+, stomatitis-Leher : pemb. KGB -, Pulmo : vbs+/+, rh basah halus+/+↓,wh-/-Cor : BJ I/II reguler, M -, G –Abdomen : datar, ruam +, supel, BU +, NT -, tidak teraba pembesaran hepar & lien. turgot baikExt : akral hangat, edema –, CRT<2’s, Makulopapular rash + pada 4 ekstremitas betis dan kaki

- Morbili - GEADRS- BRPN

- KAEN 3B 8tpm- Cefotaxime 2x400mg iv- Mycostatis 4 x 1 ml- Paracetamol drip 4 x 80mg-Lacto-B 2x1-Cariamyl 3 x 0,4 ml- Cendo fenicol eye drops 0,25% 3x2 tts-Caladine lotion- Vit A 200.000 IU I, II, VII per oral ,Zinkid 2 x 1 cthRantin 2 x 10mgMetronidazol 3 x 80 mgAmbroxol HCL 2x10 tetes

Page 31: Adhito preskas morbili

Follow up24-4-2015 Demam - ( H-8) , batuk

dahak berkurang, pilek -, bab 2x cair hijau kekuningan, lendir + ampas +, merah2 pada muka,badan berkurang, susu formula & makan +, minum +, sariawan -Kulit di leher dan telinga mulai terkelupasBAK (+) N

KU : TSSKS : CMFN : 136x/m, RR : 28x/m, S : 37,1ocKepala : normocephal, ruam berkurang.(di telinga sudah mulai berkurang)Mata : CA-/-, SI : -/-, RC+/+, hiperemis-/-, edema palpebra-/-Hidung : napas cuping hidung -, sekret –Tenggorokan (mulut) : hiperemis -, bercak koplik -stomatitis -, bibir lembap+Leher : pemb. KGB -, Pulmo : vbs+/+, rh-/-,wh-/-Cor : BJ I/II reguler, M -, G –Abdomen : datar, ruam +, supel, BU +, NT -, tidak teraba pembesaran hepar & lien, turgor baikExt : akral hangat, edema –, CRT<2’s, Makulopapular rash + pada 4 ekstremitas betis dan kaki

- Morbili - GEADRS- BRPN

- KAEN 3B 8tpm- Cefotaxime 2x400mg iv- Mycostatis 4 x 1 ml- Paracetamol drip 4 x 80mg-Lacto-B 2x1-Cariamyl 3 x 0,4 ml- Cendo fenicol eye drops 0,25% 3x2 tts-Caladine lotion- Vit A 200.000 IU I, II, VII per oral ,Zinkid 2 x 1 cthRantin 2 x 10mgMetronidazol 3 x 80 mg

Page 32: Adhito preskas morbili

Follow up25-4-2015 Demam - ( H-9) , batuk

dahak berkurang, pilek -, bab 1x padat kekuningan, ,merah2 pada muka,badan berkurang, susu formula + & makan -, nyemil +, sariawan –Kulit di leher dan telinga dan badan mulai terkelupas

BAK(+) N

KU : TSSKS : CMFN : 136x/m, RR : 40x/m, S : 36,7ocKepala : normocephal, ruam berkurang. ( ruam di telinga sudah mulai menghilang )Mata : CA-/-, SI : -/-, RC+/+, hiperemis-/-, edema palpebra-/-Hidung : napas cuping hidung -, sekret –Tenggorokan (mulut) : hiperemis -, bercak koplik -, bibir lembap+, stomatitis-Leher : pemb. KGB -,Pulmo : vbs+/+, rh-/-,wh-/-Cor : BJ I/II reguler, M -, G –Abdomen : datar, ruam +, supel, BU +, NT -, tidak teraba pembesaran hepar & lien, turgor baikExt : akral hangat, edema –, CRT<2’s, Makulopapular rash + pada 4 ekstremitas betis dan kaki

- Morbili - GEADRS- BRPN

- KAEN 3B 8tpm- Cefotaxime 2x400mg iv- Mycostatis 4 x 1 ml- Paracetamol drip 4 x 80mg-Lacto-B 2x1-Cariamyl 3 x 0,4 ml- Cendo fenicol eye drops 0,25% 3x2 tts-Caladine lotion- Vit A 200.000 IU I, II, VII per oral ,Zinkid 2 x 1 cthRantin 2 x 10mgMetronidazol 3 x 80 mg

Page 33: Adhito preskas morbili

ANALISA KASUS

Morbili : Demam naik turun suhu 38,7 oC,

Koriza, batuk, konjungtivitis ( Hiperemis Konjungtiva ),

Ditandai dengan keluarnya ruam makulopapular yang didahului dengan meningkatnya suhu badan, Makulopapular Rash + pada wajah, telinga, leher, badan, punggung, kedua tangan dan lengan,

Demam sangat tinggi di saat ruam merata dan menurun dengan cepat setelah 2-3 hari timbulnya eksantema.

Riwayat kontak dengan penderita campak sebelumnya

Page 34: Adhito preskas morbili

GEADRS :Ubun-ubun Cekung, mata cekung,

BAB 4x dengan konsistensi cair, ampas +, lendir +, berwarna kuning kehijauan tanpa disertai darah,

Turgor melambat

Page 35: Adhito preskas morbili

Pneumonia :Batuk berdahak dan pilekRhonki basah halus pada kedua lapang

paru

Page 36: Adhito preskas morbili

SAJIAN PUSTAKA

Page 37: Adhito preskas morbili

DefinisiCampak atau morbili adalah suatu infeksi virus akut yang memiliki 3 stadium, yaitu :

1. Stadium inkubasi (10 -12 hari ) Terjadi setelah pajanan pertama terhadap virus Dapat disertai gejala minimal maupun tidak bergejala

2. Stadium prodromal (2-4 hari)Gejala demam, konjungtivitis, pilek, dan batuk yang meningkat serta ditemukannya enantem pada mukosa (bercak Koplik)

3. Stadium erupsi (hari ke-4 atau ke-5)Keluarnya ruam makulopapular yang didahului dengan meningkatnya suhu badan

MORBILI

Page 38: Adhito preskas morbili

Epidemiologi Angka kejadian campak di Indonesia sejak tahun 1990 sampai 2002 masih tinggi sekitar 3000-4000 per tahun.

EtiologiVirus campak merupakan virus RNA famili paramyxoviridae dengan genus Morbili virus.

Page 39: Adhito preskas morbili

Manifestasi klinis1. Stadium inkubasi

Masa inkubasi campak berlangsung kira-kira 10 hari (8 hingga 12 hari). Penderita tidak menampakkan gejala sakit.

2. Stadium prodromal Manifestasi klinis campak biasanya baru mulai tampak pada

stadium prodromal yang berlangsung selama 2 hingga 4 hari. Batuk, pilek dan konjungtivitis, juga demam. Inflamasi

konjungtiva dan fotofobia dapat menjadi petunjuk sebelum munculnya bercak Koplik. Garis melintang kemerahan yang terdapat pada konjungtuva dapat menjadi penunjang diagnosis pada stadium prodromal. Garis tersebut akan menghilang bila seluruh bagian konjungtiva telah terkena radang

Page 40: Adhito preskas morbili
Page 41: Adhito preskas morbili

Koplik spot yang merupakan tanda patognomonik untuk campak muncul pada hari ke-10±1 infeksi. Koplik spot adalah suatu bintik putih keabuan sebesar butiran pasir dengan areola tipis berwarna kemerahan dan biasanya bersifat hemoragik. Tersering ditemukan pada mukosa bukal di depan gigi geraham bawah tetapi dapat juga ditemukan pada bagian lain dari rongga mulut seperti palatum, juga di bagian tengah bibir bawah dan karunkula .

Pada akhir masa prodromal, dinding posterior faring biasanya menjadi hiperemis dan penderita akan mengeluhkan nyeri tenggorokkan.

Page 42: Adhito preskas morbili
Page 43: Adhito preskas morbili

3. Stadium erupsiRuam akan muncul sekitar hari ke-14 infeksi

yaitu pada saat stadium erupsi. Ruam muncul pada saat puncak gejala gangguan pernafasan dan saat suhu berkisar 39,5˚C. Kemudian ruam menjadi makulopapular dan menyebar ke seluruh wajah, leher, lengan atas dan dada bagian atas pada 24 jam pertama.  Ruam bertahan selama 5-6 hari.

Page 44: Adhito preskas morbili

Kemudian ruam akan menjalar ke punggung, abdomen, seluruh tangan, paha dan terakhir kaki, yaitu sekitar hari ke-2 atau 3 munculnya ruam. Saat ruam muncul di kaki, ruam pada wajah akan menghilang diikuti oleh bagian tubuh lainnya sesuai dengan urutan munculnya.

Saat awal ruam muncul akan tampak berwarna kemerahan yang akan tampak memutih dengan penekanan. Saat ruam mulai menghilang akan tampak berwarna kecokelatan yang tidak memudar bila ditekan. Seiring dengan masa penyembuhan maka muncullah deskuamasi kecokelatan pada area konfluensi. Beratnya penyakit berbanding lurus dengan gambaran ruam yang muncul. Pada infeksi campak yang berat, ruam dapat muncul hingga menutupi seluruh bagian kulit, termasuk telapak tangan dan kaki. Wajah penderita juga menjadi bengkak sehingga sulit dikenali.

Page 45: Adhito preskas morbili

Patologi Lesi terutama terdapat pada kulit., membran

mukosa nasofaring, bronkus, saluran pencernaan, dan konjungtiva.

Karakteristik patologi dari Campak ialah terdapatnya distribusi yang luas dari sel raksasa berinti banyak yang merupakan hasil dari penggabungan sel.

Dua tipe utama dari sel raksasa yang muncul adalah

1. Sel Warthin-Findkeley yang ditemukan pada sistem retikuloendotel (adenoid, tonsil, appendiks, limpa dan timus).

2. Sel epitel raksasa yang muncul terutama pada epitel saluran nafas.

Page 46: Adhito preskas morbili

Patogenesis Lokasi utama infeksi virus campak adalah epitel

saluran nafas nasofaring. Penyebaran pertama virus campak ke jaringan

limfatik regional yang menyebabkan terjadinya viremia primer.

Setelah viremia primer, terjadi multiplikasi ekstensif dari virus campak yang terjadi pada jaringan limfatik regional maupun jaringan limfatik yang lebih jauh. Multiplikasi virus campak juga terjadi di lokasi pertama infeksi.

Selama lima hingga tujuh hari infeksi terjadi viremia sekunder yang ekstensif dan menyebabkan terjadinya infeksi campak secara umum.

Page 47: Adhito preskas morbili

Kulit, konjungtiva, dan saluran nafas adalah tempat yang jelas terkena infeksi, tetapi organ lainnya dapat terinfeksi pula. Dari hari ke-11 hingga 14 infeksi, kandungan virus dalam darah, saluran nafas, dan organ lain mencapai puncaknya dan kemudian jumlahnya menurun secara cepat dalam waktu 2 hingga 3 hari.

Selama infeksi virus campak akan bereplikasi di dalam sel endotel, sel epitel, monosit, dan makrofag.

Daerah epitel yang nekrotik di nasofaring dan saluran pernafasan memberikan kesempatan serangan infeksi bakteri sekunder berupa bronkopneumonia, otitis media, dan lainnya. Dalam keadaan tertentu, adenovirus dan herpes virus pneumonia dapat terjadi pada kasus campak

Page 48: Adhito preskas morbili
Page 49: Adhito preskas morbili

Diagnosis- Dapat ditegakkan berdasarkan gejala klinis. - Pemeriksaan laboratorium jarang dilakukan. - Pada stadium prodromal dapat ditemukan sel

raksasa berinti banyak dari apusan mukosa hidung.

- Serum antibodi dari virus campak dapat dilihat dengan pemeriksaan Hemagglutination-inhibition (HI), complement fixation(CF), neutralization, immune precipitation, hemolysin inhibition, ELISA, serologi IgM-IgG, dan fluorescent antibody (FA).

- Pemeriksaan HI dilakukan dengan menggunakan dua sampel yaitu serum akut pada masa prodromal dan serum sekunder pada 7 – 10 hari .Hasil dikatakan positif bila terdapat peningkatan titer sebanyak 4x atau lebih.

Page 50: Adhito preskas morbili

- Serum IgM merupakan tes yang berguna pada saat munculnya ruam.

- Serum IgM akan menurun dalam waktu sekitar 9 minggu, Serum IgG akan menetap kadarnya seumur hidup.

- Pada pemeriksaan darah tepi, jumlah sel darah putih cenderung menurun.  

Diagnosis Banding1. Roseola infantum. 2. Rubella. 3. Alergi obat. 4. Demam skarlatina. 

Page 51: Adhito preskas morbili

Penyulita) Bronkopneumonia

Merupakan salah satu penyulit tersering pada infeksi campak. Dapat disebabkan oleh invasi langsung virus campak maupun infeksi sekunder oleh bakteri (Pneumococcus, Streptococcus, Staphylococcus, dan Haemophyllus influenza).

b) Encephalitisc) Subacute Slcerosing Panencephalitis (SSPE)d) Konjungtivitise) Otitis Mediaf) Diareg) Laringotrakheitish) Jantungi) Black measles

Page 52: Adhito preskas morbili

Penatalaksanaan- Pasien campak tanpa penyulit dapat berobat

jalan. Sedangkan campak dengan penyulit, pasien perlu dirawat inap. Pengobatan bersifat suportif dan simptomatis, terdd :

- istirahat, pemberian cairan dan kalori yang cukup, antitusif dan ekspektoran, suplemen nutrisi, antibiotik diberikan bila terjadi infeksi sekunder, anti konvulsi apabila terjadi kejang, antipiretik bila demam, dan vitamin A 100.000 Unit untuk anak usia 6 bulan hingga 1 tahun dan 200.000 Unit untuk anak usia >1 tahun.

- Vitamin A diberikan untuk membantu pertumbuhan epitel saluran nafas yang rusak, menurunkan morbiditas campak juga berguna untuk meningkatkan titer IgG dan jumlah limfosit total.

- Indikasi rawat inap bila hiperpireksia (suhu >39,5˚C), dehidrasi, kejang, asupan oral sulit atau adanya penyulit. Pengobatan dengan penyulit disesuaikan dengan penyulit yang timbul.

Page 53: Adhito preskas morbili

BronkopneumoniaDiberikan AB ampisilin 100 mg/kgbb/hari dalam 4 dosis IV dikombinasikan dengan kloramfenikol 75 mg/kgbb/ hari IV dalam 4 dosis ( 7-10 hari ) sampai gejala sesak berkurang dan pasien dapat minum obat per oral.

EntetritisPada keadaan yang berat anak mudah jatuh dalam dehidrasi. Pemberian cairan IV dapat dipertimbangkan apabila terdapat entetritis + dehidrasi

  Otitis media

Seringkali disebabkan oleh infeksi sekunder, sehingga perlu diberikan AB Kotrimoksazol-sulfametoksazol ( TMP 4 mg/kgbb/ hari dibagi dalam 2 dosis (SMZ :TMP = 5 :1)

Ensefalopati Diberikan AB ampisilin 100 mg/kgbb/hari dalam 4 dosis IV dikombinasikan dengan kloramfenikol 75 mg/kgbb/ hari IV dalam 4 dosis ( 7-10 hari ) sampai gejala sesak berkurang dan pasien dapat minum obat per oral.Deksametason dengan dosis awal 1 mg/kgbb/hari, dilanjutkan 0,5 g/kbgg/hari dibagi dalam 3 dosis sampai kesadaran membaik. Pemberian yang melebihi 5 hari, lakukan tapering off saat menghentikan terapi.Kebutuhan cairan dikurangi sampai 3/4 kebutuhan, serta koreksi gangguan elektrolit dan gangguan gas darah.

Page 54: Adhito preskas morbili

 Pencegahan- Imunisasi campak, diberikan terhadap anak usia 9

bulan dengan ulangan saat anak berusia 6 tahun Imunisasi campak dapat pula diberikan bersama Mumps dan Rubela (MMR) pada usia 12-15 bulan.

- Anak yang telah mendapat MMR tidak perlu mendapat imunisasi campak ulangan pada usia 6 tahun.

Prognosis  Campak merupakan penyakit self

limiting sehingga bila tanpa disertai dengan penyulit maka prognosisnya baik.

    

Page 55: Adhito preskas morbili

TERIMA KASIH ATAS PERHATIANNYA