adhesive band

Download Adhesive band

Post on 02-Mar-2016

117 views

Category:

Documents

0 download

Embed Size (px)

DESCRIPTION

Tinjauan Pustaka Adhesive band

TRANSCRIPT

BAB IIILEUS OBSTRUKTIFDEFINISIObstruksi usus terjadi ketika pasase dan propulsi/pengeluaran normal tidak terjadi. Obstruksi ini bisa terjadi pada usus halus (small bowel obstruction), pada colon (large bowel obstruction), atau via systemic alterasi, yang terjadi pada keduanya, usus halus dan colon (generalized ileus). Obstruksi bisa terjadi akibat obstruksi mekanik, atau pada kontras mungkin berhubungan dengan motilitas yang tidak efektif tanpa adanya gangguan obstruksi fungsional, jika ada kaitannya dengan gangguan obstruksi fungsional, maka disebut functional obstruction, "pseudo-obstruction," atau ileus. Intestinal obstruksi bisa diklasifikasikan juga berdasarkan etiopatogenesisnya (obstruksi mekanik atau fungsional), kapan terpapar/terjadinya, dan lamanya obstruksi (obstruksi akut atau kronik), bagian yang terjadi obstruksi (parsial atau komplit), dan tipe obstruksinya (simple, closed-loop, atau strangulation obstruction).Yang termasuk pada keduanya termasuk dalam kategori obstruksi komplit.4

OBSTRUKSI USUS MEKANIKSaat ini untuk mendefinisikan obstruksi intestinal berdasarkan terganggunya atifitas dari lumen usus itu sendiri. Terbloknya mungkin bisa karena penyebab intrinsik ataupun ekstrinsik pada dinding usus atau mungkin terjadi obstruksi sekunder pada lumen usus yang muncul dari dalam lumen (contohnya : intraluminal gallstone). Obstruksi parsial terjadi ketika lumen intestinal menyempit tetapi komponen makanan masih bisa transit kedalamnya. Sedangkan pada obstruksi komplit terjadi obstruksi total/keseluruhan pada lumen usus, dan tidak bisa sedikitpun komponen makanan berpindah ke distal. Obstruksi total bisa meningkatkan risiko terjadinya (vascular compromise). Komplit obstruksi bisa dibagi berdasarkan kategori : simple obstruction, closed-loop obstruction, atau strangulation obstruction. Simple Obstruksi menyiratkan obstruksi dengan tanpa terjadinya vascular compromise; dengan simple obstruksi, mungkin akan menyebabkan dekompressi/penekanan pada usus proximal. Closed-loop obstruction terjadi ketika akhir muara usus masuk kedalam segmen usus lain sehingga menyebabkan obstruksi (contohnya : volvulus) dengan berakibat meningkatnya tekanan intraluminal yang nantinya akan meningkatkan sekresi intestinal dan akumulasi cairan pada segmen intestinal. Pada closed-loop obstruction menghasilkan peningkatan risiko terjadinya vascular compromise dan terjadinya ischemia intestinal yang ireversibel. Strangulasi terjadi ketika suplai darah ke segmen usus tersebut terhalang (compromised). Strangulasi dapat dikembalikan (dengan cara keadaan usus dipertahankan dengan melepaskan obstruksi), atau bisa terjadi irreversibel ketika obstruksi vaskular menyebabkan iskemia yang irreversibel pada usus yang nantinya bisa mengakibatkan terjadinya nekrosis transmural meskipun ada atau tidaknya strangulasi.

Adapted, with permission, from Tito WA, Sarr MG. Intestinal obstruction. In: Zuidema GD (ed). Surgery of the Alimentary Tract. Philadelphia, PA: WB Saunders; 1996:375416

SMALL INTESTINE OBSTRUCTIONEpidemiologiObstruksi mekanik usus halus merupakan kelainan dari usus halus yang paling sering dioperasi. Walaupun penyebab dari mondisi obstruksi itu luas, namun letak obstruksi bisa di bagi berdasarkan anatomi dinding intestinalnya : 1. Intraluminal (e.g., foreign bodies, gallstones, or meconium)2. Intramural (e.g., tumors, Crohn's diseaseassociated inflammatory strictures)3. Extrinsic (e.g., adhesions, hernias, or carcinomatosis)Adhesi Intra-abdomen yang menjadi penyebab operasi abdomen mencapai 75 % dari semua kasus obstruksi usus halus. Lebih dari 300.000 pasien dioperasi setiap tahunnya di US karena adanya obstruksi usu halus. Etiologi obstruksi usus halus yang lebih jarang terjadi diantaranya ; hernia, keganasan, dan Crohns disease. Obstruksi usus halus yang berhubungna dengan kanker biasanya disebabkan karena kompressi eksternal atau invasi pada keganasan lanjut yang muncul pada organ diluar usus halus. Penyebab yang tersering pada onbstruksi usus halus terdapat di tabel 28-3 :

Walaupun kelainan kongenital dapat menyebabkan obstruksi biasanya ditemukan pada masa anak-anak. Etiologi yang paling jarang adalah sindrom arteri mesenterika superior yang ditandai adanya kompresi dari 1/3 arteri mesenterika pada bagian duodenum. Kondisi ini harus di This condition should be considered in young asthenic individuals who have chronic symptoms suggestive of proximal small bowel obstruction.1Etiologi1. Adhesi merupakan penyebab tersering obstruksi intestinal pada orang dewasa di US. Kebanyakan adhesi merupakan hasil dari pembedahan abdomen sebelumnya atau proses peradangan, walaupun adhesi kongenital bisa menjadi penyebab.2. Hernia inkaserata adalah penyebab kedua paling sering untuk terjadinya obstruksi intestinal di negara industri. Dan merupakan penyebab paling sering di seluruh dunia. 3. Intususepsi terjadi ketika salah satu bagian dari usus (intussusceptum) masuk ke bagian usus lain (intussuscipiens). Tumor, polip, pembesaran kelenjar getah bening mesenterika, atau bahkan divertikulum meckel dapat menjadi titik acuan untuk terjadinya obstruksi usus halus. 4. Volvulus sering disebabkan oleh adhesi atau kelainan bawaan seperti malrotation usus. Hal ini lebih sering terjadi di usus besar.5. Iskemia, peradangan (Crohns disease), terapi radiasi, atau operasi sebelumnya dapat menyebabkan striktur yang akan menjadi obstruksi. 6. Ileus batu empedu terjadi sebagai komplikasi dari kolesistitis. 7. Eksternal kompresi dari tumor, abses, hematoma, atau massa lainnya dapat yang menyebabkan obstruksi usus halus fungsional.8. Adanya benda asing biasanya masuk karena ketidak sengajaan. Adanya benda asing yang menyebabkan obstruksi membutuhkan tindakan operasi.2DiagnosisDiagnosis dari SBO membutuhkan anamnesis yang baik , pemeriksaan fisik, dan pemeriksaan radiologi.Anamnesis Tanda dan gejala 1. Gejala obstruksi usus halus bagian proksimal awalnya biasanya muncul muntah. Sedangkan obstruksi pada usus halus bagian distal munculnya lebih lambat, dan muntah kental dan keruh. 2. Distensi abdomen biasanya muncul lebih sering pada obstruksi bagian distal. 3. Nyeri abdomen sulit dilokalisasi dan bisanya disertai keram dan sifatnya intermitten/hilang timbul (kolik). 4. Obstipasi, tidak bisa buang gas dan hilangnya gerakan usus, biasanya muncul pada obstruksi distal.5. Dengan obstruksi persisten, keadaan hipovolemia bisa menyebabkan gangguan absorpsi, peningkatan sekresi, dan muntah. Pemeriksaan Fisik 1. Tanda Vital yang abnormal biasanya menandakan adanya hipovolemia (takikardi dan hipotensi).2. Pemeriksaan abdomen mungkin ditemukan distensi, adanya bekas operasi, dan hernia. Pada palpasi biasnaya ditemukan adanya massa. Pemeriksaan RT mungkin ditemukan adanya tumor rektal atau feses yang keras. Pemeriksaan PenunjangLaboratorium. Pada tahap awal dari obstruksi intestinal, nilai laboratorium mungkin normal. Keadaan obstruksi terus berlangsung, nilai-nilai laboratorium dapat menunjukkan tanda dehidrasi, paling sering menunjukkan kontraksi alkalosis dengan hypochloremia dan hipokalemia. Peningkatan jumlah sel darah putih (WBC) mungkin menunjukkan adanya strangulasi.Evaluasi Radiologi Karakteristik small bowel obstruction pada foto abdomen tampak loop dari usus halus membesar, air-fluids level, dan berkurangnya gas kolorektal. Temuan ini mungkin tidak ada pada early, proximal, dan atau closed-loop obstruction. Gas dalam dinding usus (pneumatosis intestinalis) atau vena portal kemungkinan obstruksi strangulasi. Udara bebas intra-abdomen menunjukkan perforasi dari viskus berongga. Temuan udara pada billiary dan batu empedu radiopak di kuadran kanan bawah adalah pathognomonic ileus batu empedu. ileus paralitik muncul sebagai distensi gas merata di seluruh perut, usus halus dan kolon. Kontras (small-bowel follow-through [SBFT] atau enteroclysis) dapat melokalisasi lokasi obstruksi dan menentukan etiologi. Barium dapat digunakan jika lesi mukosa halus yang dicari (yaitu, lead point pada pasien dengan intussuscepsi berulang), tetapi harus dihindari dalam obstruksi akut karena risiko impaction barium. Computed tomography (CT) merupakan modalitas pencitraan yang sangat baik untuk mendiagnosis gangguan usus halus. CT scan memiliki kemampuan untuk melokalisasi dan mengkarakterisasi obstruksi serta memberikan informasi tentang penyebab obstruksi dan adanya patologi intra-abdominal lainnya. Bukti menunjukkan bahwa CT scan dapat meningkatkan diagnosis praoperasi strangulasi dengan nilai prediktif negatif dan positif di atas 90%.2Patogenesis Dengan terjadinya obstruksi, gas dan cairan menumpuk di dalam lumen intestinal proksimal ke lokasi obstruksi. Peningkatan aktivitas intestinal terjadi dalam upaya untuk mengatasi obstruksi tersebut, terjadi nyeri kolik dan diare pada beberapa kasus bahkan indikasi adanya complete small bowel obstruction. Sebagian besar gas yang terakumulasi berasal dari udara yang tertelan, meskipun beberapa diproduksi di dalam intestinal. Cairan terdiri dari cairan ludah yang tertelan dan sekresi GI (obstruksi merangsang sekresi air epitel usus). Akumulasi gas dan cairan yang sedang berlangsung menyebabkan peningkatan tekanan intraluminal dan intramural dan terjadi distensi intestinal. Motilitas usus akhirnya dikurangi dengan pengurangan kontraksi. Dengan adanya obstruksi, flora lumen usus yang biasanya steril mengalami perubahan dan berbagai organisme jenis lain berkembang biak. Jika tekanan intramural menjadi cukup tinggi, perfusi mikrovaskuler intestinal terganggu menyebabkan iskemia usus dan nekrosis. Kondisi ini disebut strangulated bowel obstruction. Partial small bowel obstruction hanya sebagian dari lumen usus yang tersumbat, yang memungkinkan pasase untuk gas dan cairan. Progresivitas cenderung terjadi lebih lambat dibandingkan dengan complete small bowel obstruction, dan kemungkinan terjadinya strangulasi lebih kecil. Bentuk yang sangat berbahaya untuk obstruksi usus adalah closed loop obstruction, di man