Adat perkawinan sasak

Download Adat perkawinan sasak

Post on 20-Nov-2014

1.625 views

Category:

Art & Photos

0 download

Embed Size (px)

DESCRIPTION

adat sasak

TRANSCRIPT

  • 1. BAB 1LINTAS BUDAYA LOMBOK (SASAK)1. PENDAHULUAN Ditinjau dari sudut social budaya, penduduk Nusa Tenggara Barat masihtergolong tradisional yang bersumber pada kebudayaan suku asli masyarakat yaitu sukuSasak di pulau Lombok, Suku Mbojo di Kabupaten Bima dan Kabupaten Dompo sertasuku samawa di Kabupaten Sumbawa dan sumbawa Barat. Dua kebudayaan besar yangpernah mempengaruhi perkembangan sejarah di Indonesia yaitu kebudayaan hindu dankebudayaan Islam masih berkembang dan berakar pada masyarakat NTB, diantaranyaSasak, Sumbawa dan Mbojo dan bahasa daerah yang di gunakan yaitu bahasa Sasak,Bahasa Sumbawa dan Bahasa Mbojo.Pembangunan bidang kebudayaan dalam tahun 2005 diarahkan untukmendukung pembinaan dan peningkatan pelayanan social. Sasaran pembangunankebudayaan pada tahun 2005 adalah terwujudnya struktur sosical, kreativitas budayadan daya dukung lingkungan yang kondusif bagi pembentukan jati diri bangsa, tersebarluasnya perkembangan modal budaya pembelajaran yang berorintasi iptek dan kesenian,terkelolanya aset budaya yang dapat dijangkau secara adil bagi masyarakat luas, sertaterselenggaranya upaya dan kebijakan pengelolaan keragaman budaya yangkomprenhensif, sistematik dan berkelanjutan untuk memperkokoh integritas bangsa.Era Pra Sejarah tanah Lombok tidak jelas sampai saat ini belum ada data-datadari para ahli serta bukti yang dapat menunjang tentang masa Pra Sejarah tanahLombok. Suku sasak termasuk dalam ras tipe melayu yang konon telah tinggal diLombok selama 2.000 tahun yang lalu dan diperkirakan telah menduduki daerah pesisirpantai sejak 4.000 tahun yang lalu, dengan demikian perdagangan antar pula sudah aktifterjadi sejak zaman tersebut dan bersamaan dengan itu saling mempengaruhi antarbudaya juga telah menyebar.Lombok Mirah Sasak Adi merupakan salah satu kutipan dari kitabNegarakertagama, sebuah kitab yang memuat tentang kekuasaan dan pemerintahanKerajaan Majapahit. Kata Lombok dalam bahasa kawi berarti Lurus atau juju, katamirah berarti permata, kata sasak berarti kenyataan, dan kata adi artinya yang baik atauyang utama maka arti keseluruhannya yaitu kejujuran adalah permata kenyataanyang baik atau utama. Maka filosofi itulah mungkin yang selalu diidamkan leluhurpenghuni tanah Lombok yang tercipta sebagai bentuk kearifan local yang harus dijagadan dilestarikan oleh anak cucunya. Dalam kitab-kitab lama, nama Lombok dijumpai sebagai Lombok mirah danLombok adi beberapa lontar Lombok juga menyebut Lombok dengan bumi selaparang

2. atau selapawis. Asal-usul penduduk pulau Lombok terdapat beberapa versi salahsatunya yaitu kata Sasak secara etimilogis menurut Dr.. Goris.s berasal dari kata sahyang berarti pergi dan shaka yang berarti leluhur, berarti pergi ke tanah leluhur orangsasak (Lombok). Dari etimologis ini diduga leluhur orang sasak adalah orang jawa,terbukti bila dari tulisan sasak yang oleh penduduk Lombok disebut Jawa, yakni aksaraJawa selengkapnya diresepsi oleh kesusastraan sasak. 3. BAB11PEMBAHASAN 1. Sejarah Kebudayaan Masyarakat SasakEra Pra Sejarah tanah Lombok tidak jelas karena sampai saat ini belum ada data-data dari para ahli serta bukti yang dapat menunjang tentang masa pra sejarah tanahlombok.Suku Sasak temasuk dalam ras tipe melayu yang konon telah tinggal di Lombokselama 2.000 tahun yang lalu dan diperkirakan telah menduduki daerah pesisir pantaisejak 4.000 tahun yang lalu, dengan demikian perdagangn antar pulau sudah aktif terjadisejak zaman tesebut dan bersamaan dengan itu saling mempengaruhi antar budaya jugatelah menyebar.LOMBOK MIRAH SASAK ADI merupakan salah satu kutipan dari kitabNegarakertagama, sebuah kitab yang memuat tentang kekuasaan dan pemerintahaankerajaan Majapahit. Kata Lomboq dalam bahasa kawi berarti lurus atau jujur, kata mirahberarti permata, kata sasak berarti kenyataan, dan kata adi artinya yang baik atau yangutama maka arti keseluruhan yaitu kejujuran adalah permata kenyataan yang baikatau utama. Makna filosofi itulah mungkin yang selalu di idamkan leluhur penghunitanah lombok yang tercipta sebagai bentuk kearifan lokal yang harus dijaga dandilestariakan oleh anak cucunya.Dalam kitab kitab lama, nama Lomboq dijumpai disebut Lomboq mirah danLomboq adi beberapa lontar Lomboq juga menyebut Lomboq dengan gumi selaparangatau selapawis. Asal-usul penduduk pulau Lombok terdapat beberapa Versi salah satunya yaituKata sasak secara etimilogis menurut Dr. Goris. s. berasal dari kata sah yang berartipergi dan shaka yang berarti leluhur. Berarti pergi ke tanah leluhur orang sasak (Lomboq ). Dari etimologis ini diduga leluhur orang sasak adalah orang Jawa, terbuktipula dari tulisan sasak yang oleh penduduk Lomboq disebut Jejawan, yakni aksara Jawayang selengkapnya diresepsi oleh kesusastraan sasak. Etnis Sasak merupakan etnis mayoritas penghuni pulau Lomboq, suku sasakmerupakan etnis utama meliputi hampir 95% penduduk seluruhnya. Bukti lain jugamenyatakan bahwa berdasarkan prasasti tong tong yang ditemukan di Pujungan, Bali,Suku sasak sudah menghuni pulau Lomboq sejak abad IX sampai XI masehi, Katasasak pada prasasti tersebut mengacu pada tempat suku bangsa atau penduduk sepertikebiasaan orang Bali sampai saat ini sering menyebut pulau Lomboq dengan gumisasak yang berarti tanah, bumi atau pulau tempat bermukimnya orang sasak. 4. Sejarah Lomboq tidak lepas dari silih bergantinya penguasaan dan peperanganyang terjadi di dalamnya baik konflik internal, yaitu peperangan antar kerjaan dilombok maupun ekternal yaitu penguasaan dari kerajaan dari luar pulau Lombok.Perkembangan era Hindu, Budha, memunculkan beberapa kerajaan seperti selaparangHindu, Bayan. Kereajaan-kerajaan tersebut dalam perjalannya di tundukan olehpenguasaan kerajaan Majapahit dari ekspedisi Gajah Mada pada abad XIII XIV danpenguasaan kerajaan Gel Gel dari Bali pada abad VI. Antara Jawa, Bali dan Lomboqmempunyai beberapa kesamaan budaya seperti dalam bahasa dan tulisan jika di telusuriasal usul mereka banyak berakar dari Hindu Jawa hal itu tidak lepas dari pengaruhpenguasaan kerajaan Majapahit yang kemungkinan mengirimkan anggota keluarganyauntuk memerintah atau membangun kerajaan di Lomboq.Pengaruh Bali memang sangat kental dalam kebudayaan Lomboq hal tersebuttidak lepas dari ekspansi yang dilakukan kerajaan Bali sekitar tahun 1740 di bagianbarat pulau Lomboq dalam waktu yang cukup lama. Sehingga banyak terjadi akulturasiantara budaya lokal dengan kebudayaan kaum pendatang hal tersebut dapat dilihat dariterjelmanya genre genre campuran dalam kesenian. Banyak genre seni pertunjukantradisional berasal atau diambil dari tradisi seni pertunjukan dari kedua etnik. Sasak danBali saling mengambil dan meminjam dan terciptalah genre kesenian baru yang menarikdan saling melengkapiGumi sasak silih berganti mengalami peralihan kekuasaan hingga ke era Islamyang melahirkan kerajaan Islam Selaparang dan Pejanggik. Islam masuk ke Lomboqsepanjang abad XVI ada beberapa versi masuknya Islam ke Lomboq yang pertamaberasal dari Jawa masuk lewat Lomboq timur. Yang kedua pengIslaman berasal dariMakassar dan Sumbawa ketika ajaran tersebut diterima oleh kaum bangsawan ajarantersebut dengan cepat menyebar ke kerajaan kerajaan di Lomboq timur dan Lomboqtengah.Mayoritas etnis sasak beragama Islam, namun demikian dalam kenyataanyapengaruh Islam juga berakulturasi dengan kepercayaan lokal sehingga terbentuk aliranseperti waktu telu, jika dianalogikan seperti abangan di Jawa. Pada saat ini keberadaanwaktu telu sudah tidak kurang mendapat tempat karena tidak sesuai dengan syariatIslam. Pengaruh Islam yang kuat menggeser kekuasaan Hindu di pulau Lomboq, hinggasaat ini dapat dilihat keberadaannya hanya di bagian barat pulau Lomboq sajakhususnya di kota Mataram.Silih bergantinya penguasaan di Pulau Lomboq dan masuknya pengaruh budaya lainmembawa dampak semakin kaya dan beragamnya khasanah kebudayaan sasak. Sebagaibentuk dari Pertemuan(difusi, akulturasi, inkulturasi) kebudayaan. Seperti dalam halKesenian, bentuk kesenian di lombok sangat beragam.Kesenian asli dan pendatangsaling melengakapi sehingga tercipta genre-genre baru. Pengaruh yang paling terasa 5. berakulturasi dengan kesenian lokal yaitu kesenian bali dan pengaruh kebudayaanislam. Keduanya membawa Kontribusi yang besar terhadap perkembangan ksenian-kesenian yang ada di Lombok hingga saat ini. Implementasi dari pertemuan kebudayaandalam bidang kesenian yaitu, Yang merupakan pengaruh Bali ; Kesenian Cepung, cupakgerantang, Tari jangger, Gamelan Thokol, dan yang merupakan pengaru Islam yaituKesenian Rudad, Cilokaq, Wayang Sasak, Gamelan 2. Aspek Budaya Yang Berkaitan Dengan Keagamaan1. Perayaan Lebaran TopatTradisi Lebaran Topat berlangsung turun-temurun sejak ratusan tahun lalu. Selainmerupakan rangkaian kegiatan untuk merayakan Idul Fitri, acara itu memiliki misimempertahankan tradisi leluhur. Banyak nilai-nilai yang terkandung dalam tradisiperayaaan Lebaran topat ini. Mulai dari nilai budaya, agama, hingga pesta rakyat.Dari aspek agama, masyarakat Sasak melaksanakan Lebaran Topat dengan melakukankegiatan-kegiatan ritual. Salah satunya, ziarah kubur ke makam para alim ulamaterkenal yang telah berjasa menyebarkan agama Islam di Pulau Lombok. Di KotaMataram, masyarakat biasanya datang ke tiga tempat, yaitu Makam Bintaro, M akambatu layar dan Makam Loang Baloq. ketiga makam itu dipandang cukup keramat.Dalam ziarah kubur, warga sejatinya tidak hanya memanjatkan doa, tapi jugamelakukan beragam ritual keagamaan dan atraksi simbolik. Misalnya, di dua makamyang dianggap keramat tadi, pengunjung menyempatkan mencukur rambut bayinya(ngurisan). Bayi yang dicukur rambutnya di tempat tersebut diyakini akan menjadi anakyang saleh dan sukses di masa yang akan datang. Tidak hanya itu, acara tersebut jugamenjadi haul bagi mereka yang sukses dalam hidupnya. Untuk melambangkannya,mereka datang dengan membawa perbekalan berupa makanan. Misalnya, ketupat,pelalah ayam, daging, opor telur, pakis, paku, urap-urap, dan pelecing kangkung. Semuamakanan itu kemudian dimakan bersama-sama di halaman makam.B. Aspek budaya yang berkaitan dengan perkawinanI. Adat perkawinan suku sasakDalam adat perkawinan suku sasak terdapat beberapa tahapan atau proses, yakni sebagaiberikut:1. Merangkat2. Sejati3. Selabar4. Nuntut Wali5. Rebaq Pucuk, Bait Janji, Nunas Panutan6. Sedawuh7. Sorong Serah8. Napak Tilas (Balas Ones Nae) 6. 1. MerangkatMerangkat yaitu suatu acara makan berdua sebagian awal dari sebuah prosesperkawinan, acara merangkat ini, dilakukan pada malam pertama calon pengantinwanita datang di gubug atau di kampung calon pengantin laki. Pada malam itulah keduacalon pengantin makan bersama (makan berdua) dan ditemani oleh satu orangperempuan tua atau salah seorang keluarga dekat dari calon pengantin laki (dulu disebutInaq Umbaq). Dikatakan merangkat karena makanan yang disajikan denganmenggunakan satu buah wadah yang berisi satu butir telur ayam kampung, satu satupiring nasi, satu satu ekor ayam bakar panggangan lengkap dengan bumbunya (duluwadahnya memakai dulang janggal dan ditutup dengan tembolaq daun duntal warnamerah. Pada saat makan kedua calon pengantin, mereka duduk berhadapan dan calonpengantin laki sebaiknya bercerita tentang situasi keluarga, keadaan kampungnya,keadaan masyarakat kampungnya dan lain lain, artinya supaya calon pengantin wanitamengetahuinya untuk menjaga ketersinggungan dirinya. Pada malam datangnya calonpengantin ini, kaum muda-mudi juga datang meramaikan acara serta menyaksikan calonpengantin wanita sambil membawa rokok, ayam, telur, gula, kopi, teh dan lain-lainuntuk sama sama membalas jasa atau juga menanam jasa kepada kedua calonpengantin.Menanam jasa artinya memberikan kepada kedua calon pengantin, sebab dikalananti mereka pasti akan kawin akan dibalas juga dengan seperti itu, akan tetapi tidaktercatat sebagai hutang. Kalau terjadi tidak diberikan tidak menjadi permasalahan.Membalas jasa artinya membalas kebaikan calon pengantin bahwa pada saat belumkawin pernah membantunya, (pertolongan jasa dibalas dengan jasa disebut Besiruan).Pada malam itu juga semua pemuda pemudi ikut makan bersama sama sambilmembuat pinje panje (teka teki) yang sifatnya Humoris.2. SejatiSejati artinya sungguh atau sesungguhnya. Sejati merupakan proses informasi yangditujukan kepada pemerintah desa (desa asal calon pengantin wanita) untukmemberitahukan kepada kepala desa (Pengamong Krame) kemudian dilanjutkaninformasi tersebutkepala dusun ataukeliang (Pengemban Krame).Isi informasi (sejati) yang diucapkan di kepala desa yaitu : ada salah seorang wargadesa ini yang bernama Ayu anaknya Bpk. Rahman berasal dari dusun Memelaq, bahwaAyu (warga desa) telah meninggalkan desa ini sudah 3 hari yang lalu dengan tujuankawin dengan warga dari desa Langko.Isi informasi (sejati) yang diucapkan di kepala Dusun (Keliang) yaitu : adasalah seorang warga Dusun ini yang bernama Ayu anaknya Bpk. Rahman berasal daridusun ini, bahwa Ayu telah meninggalkan desa ini sudah 3 hari yang lalu dengan tujuankawin dengan warga dari desa Langko, dusun Mareje.Sejati dapat dilakukan setelah 3 atau selampatnya 5 hari setelah keluar dari desa atausetelah diambil oleh calon suaminya. Dalam pelaksanaan sejati boleh berhubungandengan pemerintah desa saja, kalau terjadi antar kecamatan maka dapat berhubungandengan kepala desa dan kepala dusun (Keliang), akan tetapi kalau terjadi satu desa tapilain keliang maka pelasanaan sejati dapat memnghubungi keliang, namun kalau terjadisatu dusun maka sejati dapat dilakukan sebagai permakluman dan dapat dilakukan keproses selabar. 7. 3. SelabarSelabar artinya sebar kabar. Selabar ini dilakukan setelah proses sejati selesaidijalankan dan diterima dengan baik oleh pihak pemerintah desa atau Keliang, danprosese selabar ini dapat dilaksanakan kepada orang tua dan sanak saudara calonpengantin wanita melalui keliang selaku pendamping keluarga selaku penanggungjawab secara pemerintahyang adadidusun ataukampung.Isi informasi (selabar) yang diucapkan di keluarga besar calon pengantin wanita yaitu :ada anak, adik, kakak, saudara yang bernama Ayu anaknya Bpk. Rahman berasal daridusun ini, bahwa Ayu telah meninggalkan rumah, ibu, bapak serta saudaranya semuasudah 3 hari yang lalu dengan tujuan mau kawin dengan anaknya Bpk Sahdan wargadari desa Langko, dusun Mareje.4. Nuntut WaliNuntut wali artinya : menjemput wali, didalam pelaksanaan nuntut wali ini,apabila hal-hal yang penting didalam adat proses adatnya sudah semua selesaidibicarakan maka wali sudah bisa diambil untuk mengawinkan kedua calon pengantintentu dengan hasil musyawarah dari kedua belah pihak keluarga calon pengantin wanitadan keluarga calon pengantin laki. Wali di jemput oleh beberapa orang dari pihakpengantin laki dan memawa seorang pemuka agama, Kyai, Ustad, atau Tuan Guru.5. Rebaq Pucuk, Bait Janji, Nunas PanutanRebaq Pucuk, Bait Janji, Nunas Panutan artinya meminta kepatutan atau kewajaranuntuk dibebankan.Proses ini adalah suatu bentuk proses untuk mengambil hasil musyawarah pihakkeluarga pengantin wanita tentang pinansial yang sepantasnya....

Recommended

View more >