ADAPTASI BBL

Download ADAPTASI  BBL

Post on 08-Nov-2015

213 views

Category:

Documents

0 download

Embed Size (px)

DESCRIPTION

Maternitas

TRANSCRIPT

<ul><li><p>ADAPTASI BBL DENGAN LINGKUNGAN EKSTRAUTERINETEAM</p></li><li><p>PENDAHULUANLatar Belakang Resiko penyakit pada bayi baru lahir disebabkan oleh di dalam uterus, janin berada dalam lingkungan yang sangat kecil, gelap, hangat, penuh cairan tanpa gravitasi dan kedap suara serta tidak ada nyeri. Setelah lahir, lingkungan ini berubah secara dramatis menjadi lingkungan dengan ruang yang terang, dingin, bergravitasi, berisik, mungkin disertai nyeri, dan ruang terbuka.</p></li><li><p>Perbedaan kondisi ini membuat bayi baru lahir berupaya menyesuaikan dengan lingkungan yang sangat berbeda, memenuhi tugas perkembangan memperoleh dan mempertahankan eksistensi fisik </p></li><li><p>PENDAHULUANTujuanTujuan UmumUntuk mengetahui adaptasi bayi baru lahir terhadap lingkungan ekstrauterin.Tujuan Khususa.Untuk mengetahui adaptasi fisiologis BBLb. Untuk mengetahui perubahan perilaku BBL </p></li><li><p>ADAPTASI BAYI BARU LAHIR Periode transisi :Periode pertama reaktivitas (segera setelah lahir), pernafasan cepat dan pernafasan cuping hidung sementara, retraksi dan suara seperti mendengkur dapat terjadi. </p></li><li><p>Setelah respon awal ini, bayi baru lahir menjadi tenang, relaks dan jatuh tertidur; tidur pertama ini terjadidalam 2 jam setelah kelahiran dan berlangsung beberap beberapa menit sampai beberapa jam.</p></li><li><p>Cont`dPeriode kedua reaktivitas, dimulai waktu bayi bangun, ditandai dengan respon berlebihan terhadap stimulus, perubahan warna kulit dari merah muda menjadi agak sianosis dan denyut jantung cepat. </p></li><li><p>Sistem Ginjal</p><p>Fs ginjal blm terbentuk pada tahun kedua. Ginjal bayi baru lahir tidak menyaring urin dg baik, urin biasanya terang dan kurang bau. Ketidakmaturan ginjal juga membatasi kemampuan BBL u/ mengeksresi obat.</p><p>BBL mungkin tidak mengeluarkan urin selama 12 -24 jam. Berkemih 6-10 kali dg warna pucat. Bercak merah muda terlihat pada popok, akibat kristal asam urat</p></li><li><p>Sistem Pencernaan</p><p>Mukosa lembab, warna merah muda, tidak sianosis. </p><p>Mengkoordinasi reflek pernafasan, menghisap dan menelan. Peristaltik esofagus belum dikoordinasi </p><p>Kapasitas lambung dari 30 sampai 90 ml. </p></li><li><p>Spingter kardia dan kontrol saraf lambung belum matur. Keasaman lambung menurun Pencernaan dan absorbsi nutrien &gt; lanjut usus halus.Mencerna karbohidrat, lemak dan protein diatur oleh beberapa enzim tertentu. </p></li><li><p>Sistem Hepatika Penyimpanan Besi bayi memiliki simpanan besi yang dapat bertahan sampai bulan kelima kehidupaanua diluar rahim. Konyugasi Bilirubin SDM hemogloin</p><p> Hem Globin</p><p> Besi Bilirubin + plasma protein</p><p> Hati: glukorinil transferase</p><p> Bilirubin tak terkonyugasi + asam glukoronat</p><p> Gllukoronat bilirubin terkonyugasi</p><p> Diekskresi melalui faese/urine</p></li><li><p>Sistem Imun Sel-sel yang menyuplai imunitas bayi berkembang pada awal kehidupan janin. </p><p>Bayi yang menyusu mendapat kekebalan pasif dari kolustrum dan ASI. Tingkat proteksi tergantung pada usia dan kematangan bayi serta sistem imunitas yang dimiliki ibu.</p></li><li><p>Tiga bulan pertama, bayi dilindungi oleh kekebalan pasif dari ibu. Keasaman lambung atau produksi pepsin dan tripsin, yang tetap mempertahankan kesterilan usus halus, belum berkembang dengan baik sampai 3 / 4 mg.</p></li><li><p>Sistem Integumen Bbl yang sehat dan cukup bulan tampak gemuk. Lemak subkutan yang terakumulasi selama trimester akhir berfungsi melindungi bayi. Kulit mungkin agak ketat, ini disebabkan oleh retensi cairan. Lanugo halus dapat terlihat diwajah, bahu dan punggung. </p><p>Kaput Suksedaneum </p><p>Sefalhematoma</p><p>Kelenjar lemak dan kelenjar keringat</p></li><li><p>Sistem Reproduksi Wanita: Peningkatan kadar estrogen selama hamil, yang diikuti dengan penurunan setelah bayi lahir, mengakibatkan pengeluaran suatu cairan mukoit atau kadang-kadang bercak darah melalui vagina (pseudomenstrusi). Genetalia eksterna biasanya edema disertai pigmentasi yang lebih banyak. Pada bbl cukup bulan, labia mayora dan minora menutupi vestibulum. Pada bayi prematur, klitoris menonjol dan labia mayora kecil dan terbuka.</p></li><li><p>Cont`dPria:Sebagai respon terhadap estrogen ibu, ukuran genetalia eksterna bayi baru lahir cukup bulan dapat meningkat, begitu pula dengan pigmentasinya. Terdapat rugae yang melapisi kantong srotum. Hidrokel sering terjadi dan biasanya kan mengecil tanpa pengobatan.</p></li><li><p>Sistem Skelet Arah pertumbuhan sefalocaudal terbukti pada pertumbuhan tubuh secara keseluruhan. Kepala bayi cukup bulan berukuran seperempat panjang tubuh. Lengan sedikit lebih panjang daripada tungkai.Wajah relatif kecil terhadap ukuran tengkorak yang jika dibaningkan lebih besar dan berat. Ukuran dan bentuk kranium dapat mengalami distorsi akibat molase.</p></li><li><p>Sistem Neuromuskuler Bbl cukup bulan mahluk hidup yang reaktif, responsif dan hidup. Perkembangan sensori bbl dan kapasitas untuk melakukan interaksi sosial dn organisasi diri sangat jelas </p><p>Otak memerlukan suplai glukosa sebagai sumber energi dan untuk proses metabolisme yang adekuat pertahankan kelancaran jalan nafas dan juga pengkajian kondisi-kondisi pernafasan yang membutuhkan oksigen. Pantau keb glukosa mengalami episode hipoglikemia </p><p>Reflek pada bayi baru lahir </p></li><li><p>Termogenesis tanpa Menggigil krn lemak coklat Sistem TermogenikProduksi Panas</p><p>Peningkatan aktifitas met.Di otak, jantung dan hati</p><p>Menghangatkan BB dg me prod. Panas 100%Bertahan selama beberapa mg dan menurun jika tjd stres dingin</p></li><li><p>Stres DinginStres DinginKeb O2 me Pernafasan me BMR me Glikolisis AnaerobMe prod panasAsidosis met+respBilirubin UnconyugatedMe </p><p>Jika O2 tdk adekuat</p><p> Vasokontriksi Mengganggu perfusi paru</p><p>Kadar PO2 &amp; PH me RDSKernikterus</p></li><li><p>KARAKTERISTIK PERILAKUSiklus Tidur Terjaga</p><p>Tidur yang dalam, narkosis atau letargi di satu sisi dan iritabilitas di sisi lain. Ada dua keadaan tidur, dan empat tahap terjaga</p><p>Keadaan waspada-tenang dikenal juga sebagai keadaan bangkitan yang optimal. Selama tahap ini BBL tampak tersenyum, mengeluarkan suara atau bergerak-gerak dengan sinkron. Bahkan BBL sudah dapat tersenyum. </p></li><li><p>Perilaku SensoriPenglihatanPendengaranSentuhanPengecapanPenciumanRespon terhadapStimulus lingkTempramenHabituasiKonsolasiMenggendongIritabilitasMenangis</p><p>*</p></li></ul>