abses mammae

Download Abses Mammae

Post on 12-Dec-2015

36 views

Category:

Documents

5 download

Embed Size (px)

DESCRIPTION

Lapsus Abses Mammae

TRANSCRIPT

Abses MamaeGita Syahputri K.WNIM : 14710125SMF Bedah RSD dr. Soebandi Jember

Fakultas Kedokteran Universitas Wijaya Kusuma Surabaya

Pendahuluan

Abses payudara merupakan komplikasi yang terjadi akibat peradangan payudara kronik,akumulasi nanah pada jaringan payudara yang dapat disebabkan oleh bakteri. Merupakan penyakit yang sulit untuk sembuh sekaligus mudah untuk kambuh. peluang kekambuhan bagi yang pernah mengalaminya berkisar di antara 40-50 persen.Penyakit ini disebabkan oleh infeksi bakteri, salah satunya adalah Staphylococcus aureus. Bakteri yang secara alami bisa ditemukan pada kulit manusia itu bisa masuk apabila ada luka pada payudara terutama di sekitar puting susu Merupakan komplikasi akibat peradangan payudara / mastitis yang sering timbul pada minggu ke dua post partum (setelah melahirkan), karena adanya pembengkakan payudara akibat tidak menyusui dan lecet pada puting susu.Abses payudara berbeda dengan mastitis. Abses payudara terjadi apabila mastitis tidak tertangani dengan baik, sehingga memperberat infeksi.

Breast abscess adalah akumulasi nanah pada jaringan payudara. Hal ini biasanya disebabkan oleh infeksi pada payudara. Cedera dan infeksi pada payudara dapat menghasilkan gejala yang sama dengan di bagian tubuh lainnya, kecuali pada payudara, infeksi cenderung memusat dan menghasilkan abses kecil. Hal ini dapat menyerupai kista 1-3Definisi

Abses Mamae

Abses adalah suatu penimbunan nanah, biasanya terjadi akibat suatu infeksi bakteri. Jika bakteri menyusup ke dalam jaringan yang sehat, maka akan terjadi infeksi. Sebagian sel mati dan hancur, meninggalkan rongga yang berisi jaringan dan sel-sel yang terinfeksi. Sel-sel darah putih yang merupakan pertahanan tubuh dalam melawan infeksi, bergerak ke dalam rongga tersebut dan setelah menelan bakteri, sel darah putih akan mati. Sel darah putih inilah yang mengisi rongga tersebut.

Akibat penimbunan nanah ini, maka jaringan disekitarnya akan terdorong. Jaringan pada akhirnya tumbuh di sekeliling abses dan menjadi dinding pembatas abses. Hal ini merupakan mekanisme tubuh untuk mencegah penyebaran infeksilebih lanjut. Jika suatu abses pecah didalam, maka infeksi bisa menyabar di dalam tubuh maupun dibawah permukaan kulit, tergantung pada lokasi abses.

Breast abscess adalah akumulasi nanah pada jaringan payudara. Hal ini biasanya disebabkan oleh infeksi pada payudara. Cedera dan infeksi pada payudara dapat menghasilkan gejala yang sama dengan di bagian tubuh lainnya, kecuali pada payudara, infeksi cenderung memusat dan menghasilkan abses kecil. Hal ini dapat menyerupai kista.

Payudara yang terinfeksi seperti jaringan terinfeksi lain, melokalisasi infeksi dengan membentuk sawar jaringan granulasi yang mengelilinginya. Jaringan ini akan menjadi kapsul abses, yang terisi dengan pus. Terdapat benjolan yang membengkak yang sangat nyeri, dengan kemerahan panas dan edema pada kulit diatasnya. Jika keadaan ini dibiarkan maka pus akan menjadi berfluktuasi, dengan perubahan warna kulit dan nekrosis. Dalam kasus seperti ini demam biasa muncul ataupun tidak . pus dapat diaspirasi denagn spuit dan jarum berlubang besar. Diagnosis banding abses payudara mencakup galaktokel, fibroadenoma, dan karsinoma.

Infeksi pada payudara biasanya disebabkan oleh bakteri yang umum ditemukan pada kulit normal (staphylococcus aureus). Infeksi terjadi khususnya pada saat ibu menyusui. Bakteri masuk ke tubuh melalui kulit yang rusak, biasanya pada puting susu yang rusak pada masa awal menyusui. Area yang terinfeksi akan terisi dengan nanah.

Infeksi pada payudara tidak berhubungan dengan menyusui harus dibedakan dengan kanker payudara. Pada kasus yang langka, wanita muda sampai usia pertengahan yang tidak menyusui mengalami subareolar abscesses (terjadi dibawah areola, area gelap sekitar puting susu). Kondisi ini sebenarnya terjadi pada perokok.

Abses dikulit atau dibawah kulit sangat mudah dikenali, sedangkan abses dalam seringkali sulit ditemukan. Diagnosis ditegakkan berdasarkan gejala dan hasil pemeriksaan fisik. Jika tidak sedang menyusui, bisa ditemukan mammografi atau biopsy payudara.1

Mastitis purpuralis

Mastitis purpuralis biasanya ditandai oleh peradangan unilateral, umumnya terlokalisir, disertai demam, nyeri setempat, nyeri tekan dan eritema segmental. Seringkali masih terdapat fisura pada puting (tempat masuk bakteri). Kuman penyebab yang umum adalah Staphylococcus aureus hemolitikus. Karena itu harus menggunakan terapi antibiotika yang resisten terhadap penisilinase (misalnya oksasilin, sefalotin). Primigravida lebih sering terkena. Mastitis purpuralis cenderung terjadi dalam dua tipe epidemiologik, yaitu tipe epidemik dan sporadik. Pada tipe epidemik, infeksi seringkali dapat ditemukan pada karier (pembawa), dan tipe ini cenderung berbahaya. Karena itu diperlukan terapi intensif. Ibu dianjurkan untuk berhenti menyusui, mendapat terapi antibiotika, penekan laktasi, kompres dingin payudara dan mengenakan bh siang dan malam.

Pada tipe mastitis purpuralis sporadik, bayi (merupakan sumber organisme penginfeksi yang paling sering) dapat terus menyusu. Dengan berkurangnya pembengkakan, kemungkinan pembentukan abses juga menurun. Pelindung puting dapat membantu mengendalikan rasa tidak nyaman. Pengobatan antibiotika sama dengan untuk tipe epidemik.

Pada kedua tipe, jika pemberian antibiotika dimulai sebelum terjadi supurasi, infeksi biasanya dapat dikendalikan dalam 24 jam. Jika infeksi berkembang membentuk abses, diperlukan drainase dengan pembedahan.3

Mastitis tuberkulosa

Mastitis spesifik ini jarang ditemukan. Mungkin dapat timbul abses dingin yang tidak begitu nyeri. Mastitis tuberkulosa dapat dikacaukan dengan karsinoma mamma. Dalam hal ini, perlu anamnesis yang teliti dan biopsi di tempat yang tepat, yaitu pada mamae yang tersisi setelah nanah dialirkan. Kadang mastitis tuberkulosa membentuk fistel. Diagnosis dipastikan dengan pemeriksaan histologi biopsi. Pengobatan dengan tuberkulostatik.1Galaktokel adalah kista retensi berisi air susu. Kadang timbul infeksi di dalam kista tersebut.1

Penyakit ini boleh dikatakan hampir selalu timbul pada waktu hamil dan laktasi.Sedangkan mastitis berdasarkan tempatnya dapat dibedakan menjadi:

a. Mastitis yang menyebabkan abses dibawah areola mammae.

b. Mastitis ditengah-tengah mammae yang menyebabkan abses ditempat itu.

c. Mastitis pada jaringan dibawah dorsal dari kelenjar-kelenjar yang menyebabkan abses antara mammae dan otot-otot dibawahnya.

Sesudah bayi lahir dan plasenta keluar, kadar estrogen dan progesteron turun dalam 2-3 hari. Dengan ini faktor dari hipotalamus yang menghalangi prolaktin waktu hamil, dan sangat di pengaruhi oleh estrogen, tidak dikeluarkan lagi, dan terjadi sekresi prolaktin oleh hipofisis. Hormon ini menyebabkan alveolus-alveolus kelenjar mammae terisi dengan air susu, tetapi untuk mengeluarkan dibutuhkan refleks yang menyebabkan kontraksi sel-sel mioepitel yang mengelilingi alveolus dan duktus kecil kelenjar-kelenjar tersebut. Refleks ini timbul bila bayi menyusui. Apabila bayi tidak menyusu dengan baik, atau jika tidak dikosongkan dengan sempurna, maka terjadi bendungan air susu yang merupakan awal dari terjadinya mastitis dan jika tidak mendapatkan penanganan yang baik maka akan timbul abses. Mastitis juga dapat disebabkan karena payudara yang tidak dirawat dengan baik, sehingga mengakibatkan putting susu pecah yang merupakan porte de entre dari kuman Stafilokokus Aureus, dan jika tidak mendapatkan penanganan yang tidak baik maka akan berlanjut ke abses.

Pada awalnya bermula dari kuman penyebab mastitis yaitu puting susu yang luka atau lecet dan kuman tersebut berkelanjutan menjalar ke duktulus-duktulus dan sinus sehingga mengakibatkan radang pada mamae. Radang duktulus-duktulus menjadi edematus dan akibatnya air susu tersebut terbendung.

Mastitis / abses payudara selama laktasi, gejalanya merah, panas, benjolan yang nyeri tekan, gejala sistemik. Jika sudah terinfeksi, payudara akan bengkak dan terasa nyeri, terasa keras saat diraba dan tampak memerah, permukaan kulit dari payudara yang terkena infeksi juga tampak seperti pecah-pecah. Badan demam seperti terserang flu. Namun bila karena sumbatan tanpa infeksi, biasanya badan tidak terasa nyeri dan tidak demam. Pada payudara juga tidak teraba bagian yang keras dan nyeri, serta merah.1,4

Pencegahan mastitis

Mastitis bisa dihindari jika ibu yang baru melahirkan cukup banyak istirahat dan bisa secara teratur menyusui bayinya agar payudara tidak menjadi bengkak. Gunakan BH yang sesuai ukuran payudara.serta usahakan untuk selalu menjaga kebersihan payudara dengan cara membersihkan dengan kapas dan air hangat sebelum dan sesudah menyusui.

Hampir semua kasus mastitis akut dapat dihindari melalui upaya menyusui dengan benar. Kebersihan harus dipraktekkan oleh semua yang berkontak dengan bayi baru lahir dan ibu baru,juga mengurangi insiden mastitis.Tindakan pencegahan termasuk usaha yang cermat untuk menghindari kintaminasi tersebut dengan menyingkirkan individual yang diketahui atau dicuigai sebagai karir dari tempat perawatan.Mencuci tangan engan baik adalah penting untuk mencegh terjadinya infeksi.Tingkat mastitis ini ada 2 yaitu:

a. Tingkat awal peradangan (non infeksi).

Pada tingkatan ini mastitis sering diakibatkan oleh bendungan ASI. Hal ini terjadi karena proses menyusui yang tidak berjalan dengan baik, dimana bayi tidak secara maksimal mendapatkan ASI. Pada peradangan dalam taraf permulaan penderita hanya merasa nyeri setempat, taraf ini cukup memberi penyangga pada mammae itu dengan kain tiga segi, agar tidak menggantung yang memberika rasa nyeri, dan disamping itu perlu diberikan antibiotika. Dalam hal antibiotika dapat dikemukakan bahwa kuman dari abses yang dibiakkan dan diperiksa resistensinya terhadap antibio