a11 sk2 muskulo

Download A11 SK2 MUSKULO

Post on 05-Jan-2016

225 views

Category:

Documents

9 download

Embed Size (px)

DESCRIPTION

muskulo 1

TRANSCRIPT

SKENARIO 2SULIT BERJALAN

Kelompok A-11 :Ketua: Ivan Prayoga (1102014135)Sekretaris : Erina FebrianiW. (1102014085) Anggota : Asep Aulia Rachman (1102014041) Desi Tahari (1102014068) Dira A.N. (1102014077) Farhan Fauzan (1102014093) Firdausina Ardian Vega (1102014102) Hanna Kumari Dharaindas (1102014120) Ilenia L.H. (1102014126)

FAKULTAS KEDOKTERAN - UNIVERSITAS YARSI2014-2015Jl. Letjen Suprapto, Cempaka Putih, Jakarta 10510Telp. 62 21- 4244574 Fax. 62 21- 4244574SKENARIO 2

SULIT BERJALAN

Seorang laki-laki atlet sprinter berusia 35 tahun datang ke UGD Rumah Sakit dengan keluhan sulit berjalan dan nyeri sekali dipergelangan kaki kanannya sejak 1 jam yang lalu.

HIPOTESA

Ruptur Tendo Achilles disebabkan oleh trauma, aktivitas yang berat dan faktor umur, gejala dapat diketahui dari anamnesis yang didapatkan sulit berjalan, nyeri dipergelangan kaki, ada bunyi krek dan pada pemeriksaan fisik, didapatkan nyeri tekan, tes Simmonds (+) karena tidak didapati plantar fleksi. Pada pemeriksaan penunjang yang menggunakan radiologi ditemukan rupture pada tendon ditungkai bawah. Ruptur tendon Achilles ini dapat mengganggu aktivitas dari M.gastoknemius, M.soleus, M.plantaris dan Articulatio Talocruralis. Penanganan awal pada kasus ini adalah mengompres dengan air dingin dan imobilisasi yang dilanjutkan dengan tindakan operasi atau pemasangan gips. Tendon Achilles dapat kembali normal dengan kemungkinan fungsi yang menurun. Rupture dapat dicegah dengan melakukan pemanasan sebelum melakukan aktivitas berat, memberikan waktu istirahat saat beraktivitas berat, mengkonsumsi makanan yang mengandung potassium dan memberikan relaksasi pada otot.

KATA SULIT

Tes Simmonds : Tes untuk mengetahui keadaan tendon Achilles Plantar Fleksi: Gerakan yang mendekatkan bagian dari tulang yang membentuk sendi pada telapak kaki Nyeri: Terasa sakit seperti ditusuk jarum atau seperti dijepit pada bagian tubuh

PERTANYAAN

1. Apa diagnosa pada skenario ini?2. Mengapa keluhan muncul pada pasien saat berlari cepat?3. Apa saja pemeriksaan fisik yang dilakukan pada kasus ini?4. Apakah pemeriksaan penunjang dibutuhkan? Jika iya, apa sajakah pemeriksaan penunjangnya?5. Apa saja faktor yang menyebabkan diagnosis ini?6. Bagaimana mekanisme terjadinya nyeri?7. Apa yang menyebabkan bunyi krek?8. Apa penanganan pertama pada kasus ini sebelum dibawa ke Rumah Sakit?9. Mengapa pada tes Simmonds tidak didapati plantar fleksi kanan?10. Bagaimana tatalaksana pada kasus ini?11. Apa pencegahan yang bisa dilakukan agar tidak terjadi kasus seperti ini?12. Apa saja bagian dari ekskremitas bawah yang terpengaruhi pada kasus ini?13. Jika tendon putus, apakah tendon bisa pulih kembali dan berfungsi seperti saat keadaan normal?

JAWABAN1. Ruptur tendon Achilles, karena pada anamnesis ditemukan sulit berjalan, nyeri dipergelangan kaki, ada bunyi krek. Pada pemeriksaan fisik, didapatkan nyeri tekan, tes Simmonds (+) karena tidak didapati plantar fleksi. Pemeriksaan penunjang yang menggunakan radiologi ditemukan rupture pada tendon ditungkai bawah.2. Karena saat berlari tekanan yang diberikan pada pergelangan kaki lebih besar dibanding saat berjalan3. Lokomotor, inspeksi; ditemukannya bengkak kemerahan dan palpasi didapatkan nyeri dan bunyi krek4. Radiologi5. Faktor umur, trauma, aktivitas yang berat6. Nyeri dapat terjadi karna pergesekan tulang7. Karena gesekan tulang akibat tendon yang putus8. Hilangkan rasa nyeri seperti kompres dengan air dingin, imobilisasi9. Karena terdapat rupture pada tendon Achilles10. Operasi penyambungan tendon, pemasangan bootorthotis dan fisioterapi11. Melakukan pemanasan sebelum melakukan aktivitas berat, memberikan waktu istirahat saat beraktivitas berat, mengkonsumsi makanan yang mengandung potassium dan memberikan relaksasi pada otot.12. M. gastrocnemius, M.soleus, M.plantaris dan Articulatio Talocruralis13. Tendon dapat pulih tetapi fungsi dari tendon berkurang

SASARAN BELAJAR

1. Memahami dan Menjelaskan Anatomi Ekskremitas Bawah dan Tendo Achilles1.1 Memahami dan Menjelaskan Anatomi Makroskopis1.2 Memahami dan Menjelaskan Anatomi Mikroskopis1.3 Memahami dan Menjelaskan Kinesiologi

2. Memahami dan Menjelaskan Ruptur Tendo Achilles2.1 Memahami dan Menjelaskan Definisi2.2 Memahami dan Menjelaskan Etiologi2.3 Memahami dan Menjelaskan Epidemiologi2.4 Memahami dan Menjelaskan Patofisiologi2.5 Memahami dan Menjelaskan Manifestasi Klinis2.6 Memahami dan Menjelaskan Diagnosis dan Diagnosis Banding2.7 Memahami dan Menjelaskan Tatalaksana2.8 Memahami dan Menjelaskan Komplikasi 2.9 Memahami dan Menjelaskan Prognosis

1. Memahami dan Menjelaskan Anatomi Ekskremitas Bawah dan Tendo Achilles1.1 Memahami dan Menjelaskan Anatomi Makroskopis

Tendo Achilles atau Tendo Calcaneus adalah tendon pada bagian belakang tumit, yang melekatkan musculus triceps surae pada tuber calcanei; disebut juga t. Achillis atau Achilles tendon. Tendon Achilles berasal gabungan dari tiga otot yaitu gastrocnemius, soleus, dan otot plantaris kaki. Padamanusia, letaknya tepat di bagian pergelangan kaki. Tendon Achilles adalah tendon tertebal dan terkuat pada badan manusia. Panjangnya sekitar 15cm, dimulai dari pertengahan tungkai bawah. Kemudian strukturnya kian mengumpul dan melekat pada bagian tengah-belakang tulang calcaneus. Dibandingkan dengan bagian lain dari tubuh, tendo Achilles memiliki suplai darah yang relatif sedikit. Darah dipasok ke Achilles tendo oleh dua arteri yaitu A. Tibialis posterior yang mensuplai darah pada bagian proksimal dan distal. A. Peroneus pada bagian medial dari tendo. Vaskularisasi terlemah pada sambungan Achilles - tumit dan suplai darah yang paling lemah pada titik sekitar 2-6 cm di atas sambungan tendo Achilles - tumit tulang.

Fungsi tendon diantaranya adalah membawa kekuatan tarik tendon dari otot ke tulang- tulang, membawa pasukan kompresi ketika membungkus tulang seperti katrol, menekuk dan meregangkan semua sendi dan otot untuk menahan tulang. Tanpa tendon, otot-otot hanya akan menjadi sekumpulan besar di satu bidang dan tidak akan bisa bergerak, karena tendon yang menghubungkan otot dengan tulang.

1.2 Memahami dan Menjelaskan Anatomi MikroskopisTendon Achilles tersusun atas > 95% serat kolagen dan < 5% serat elastin yang merupakan jaringan ikat padat. Tendon terdiri dari struktur yang berlapis, bersifat lentur dan kuat. Komponen terkecil di dalam struktur tendon adalah kolagen fibril atau tenosite. Tenosite akan dilapisi oleh serat kolagen. Beberapa serat kolagen terikat bersama dan membentuk lapisan berikutnya dalam tendon yaitu fasikel.Endotenon melingkari fasikel untuk menstabilkan dan mengikat mereka bersama-sama dalam tendon Achilles. Endotenon tersebut kemudian diikat bersama oleh lapisan akhir dari tendon, yang disebut peritenon. Epitenon adalah lapisan interior, paling dekat dengan endotenon yang berisi pembuluh darah, limfatik, dan suplai saraf. Selanjutnya adalah mesotenon yang diisi dengan cairan pelumas yang memungkinkan Achilles tendon untuk bergerak ketika gastrocenemius dan otot soleus di betis kontraksi.

1.3 Memahami dan Menjelaskan Kinesiologi

a) Articulatio cinguli pelviciGelang panggul dibentuk oleh os. Coxae (ilium, ischium, dan pubis) dan os. Sacrum. Os. Ilium dan pubis pada mulanya terpisah satu dengan lainnya, kemudia bersatu membentuk suatu sendi disebut sinostosis. Gelang panggul ini merupakan penghantar tekanan atau berat batang badan ke tungkai. Gelang panggul ini terdiri dari: Articulatio sacro iliacaTulang: Fascies auricularis sacri dan fascies auricularis ileiJenis sendi: Ampiarthrosis Symphysis pubicaTulang: antara tulang pubis kedua sisiJenis sendi: Synchondrosis

b) Articulationes inferioris liberi

Articulatio coxaeTulang: antara caput femoris dan acetabulumJenis sendi: Enarthrosis spheroideaGerak sendi: Fleksi: M. iliopsoas, M. pectineus, M. rectus femoris, M. addcutor longus, M.adductor brevis, M. adductor magnus pars anterior tensor fascia lata Ekstensi: M. gluteus maximus, M.semitendinosus, M. semimembranosus, M.biceps femoris caput longum, M. adductor magnus pars posterior Abduksi: M. gluteus medius, M. gluteus minimus, M. piriformis, M. sartorius, M. tensor fasciae lata Adduksi: M. adductor magnus, M. adductor longus, M. addcutor brevis, M. gracilis, M. pectineus, M. obturator externus, M. quadratus femoris Rotasi medialis: M. gluteus medius, M. gluteus minimus, M. tensor fasciae latae, M. adductor magnus (pars posterior) Rotasi lateralis: M. piriformis, M. obturator internus, Mm. Gamelli, M. obturator externus, M. quadratus femoris, M. gluteus maximus, dan Mm. Adductores

Articulatio genus, merupakan campuran articulatio patella femoralis dan articulatio tibio femoralis, serta articulatio tibiofibularis.

c) Articulatio tibiofibularisTulang: Fascies articularis fibularis tibiae dengan fascies articularis cpitis fibulaeJenis sendi: Diarthrosis untuk proksimalis dan distalis syndesmosis untuk batang tibia dan fibulaGerak sendi: Geseran ke atas dan ke bawah

d) Articulatio talocruralisTulang : antara trochlea tali dan lengkung yang dibentuk oleh maleoli ossa crurisJenis sendi: GynglimusGerak sendi: Fleksi dorsalis: M. tibialis anterior, M. extensor digitorum longus, M. peroneus tertius, dan M. extensor hallucis longus Fleksi plantar: M. gastrocnemius, M. soleus, M. plantaris, M. fleksor hallucis longus, M. peroneus longus dan brevis, M. tibialis posterior

e) Articulatio pedis Arcus longitudinalis pedis pars lateralis yang dibentuk oleh os. Calcaneus, os. Talus, os. Cuboideum, dan dua ossa metatarsi lateralis Arcus longitudinalis pedis pars medialis yang dibentuk oleh os. Calcaneus, os. Talus, os. Naiculare, os. Cuneiforme, dan tiga metatarsi yang medialis. Arcus