a. buku saku rpjp final

Click here to load reader

Post on 29-Nov-2014

2.189 views

Category:

Documents

9 download

Embed Size (px)

DESCRIPTION

 

TRANSCRIPT

  • 1.
    • Perencanaan adalah suatu proses untuk menentukan tindakan masa depan yang tepat, melalui urutan pilihan, dengan memperhitungkan sumber daya yang tersedia.
  • Pembangunan Nasional adalah upaya yang dilaksanakan oleh semua, komponen bangsa dalam rangka mencapai tujuan bernegara.
  • Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional adalah satu kesatuan tata cara perencanaan pembangunan untuk menghasilkan rencana-rencana pembangunan dalam jangka panjang, jangka menengah, dan tahunan yang dilaksanakan oleh unsur penyelenggara negara dan masyarakat di tingkat Pusat dan Daerah.
  • Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional/Daerah yang selanjutnya disingkat RPJPN/D, adalah dokumen perencanaan untuk periode 20 (dua puluh) tahun.

2.

  • Sejalan dengan perubahan konstitusi dan paradigma yang ada, penyelenggaraan pembangunan daerah mengalami perubahan sejak era reformasi bergulir, dimana kebutuhan menyempurnakan perencanaan pembangunan daerah, tidak lagi bertumpu pada penetapan Garis Garis Besar Haluan Negara yang dibuat MPR dalam memandu perencanaan pembangunan dalam kurun 5 tahunan, melainkan diletakkan pada pendekatan politis yang terkait dengan proses pemilihan kepemimpinan nasional hingga daerah.
  • P enyempurnaan dalam sistem perencanaan pembangunan nasional, yang digariskan melalui Undang-Undang Nomor 25 tahun 2004, kebutuhan perencanaan pembangunan daerah yang saling berkorelasi secara berkesinambungan antar tingkatan pemerintahan untuk kurun yang lebih panjang, telah meletakkan perencanaan pembangunan jangka panjang nasional dan daerah, harus semakin memiliki relevansi, baik dalam fokus maupun pola penanganannya, dengan tetap memberikan ruang kekhasan dan kapasitas potensi daerah dalam meletakkan urgensi penanganan permasalahan yang dihadapi daerah
  • Untuk itulah maka upaya pencapaian fokus tujuan pembangunan untuk kurun 20 tahun mendatang membutuhkan penataan kembali di bidang pengelolaan sumber daya alam, sumber daya manusia, lingkungan hidup dan kelembagaannya sehingga penyelenggaran pembangunan daerah akan menghasilkan sebuah capaian kemakmuran bagi masyarakat daerah, yang turut berkontribusi pada capaian pembangunan nasional yang dikehendaki dalam konstitusi Undang UndangDasar 1945.

Lanjutan 3.

  • Berangkat dari pemaknaan keterkaitan dalam penyelenggaraan pembangunan nasional dan daerah serta relevan sinyadenganS EMen dagriNo:050/2020/sj/2005 tentang petunjukpenyusunan dokumenRPJPD dan RPJMDbahwa dalam rangka pengintegrasian perencanaan pembangunan daerah dalam sistem pembangunan nasional,seluruh pemerintah daerah baik propinsi dan kabupaten/kota wajib menyusun dokumen RPJPD dan RPJMD.
  • Maka penyusunanRPJPDKabupaten Sumedang Tahun 2005-2025, merupakandokumen perencanaan yang tersusun atas sebuah fokus kebutuhan dalam memberi arah tujuan penyelenggaraan pembangunan di wilayah Sumedang yang sesuaidgnurgensi permasalahan daerah dengan tetap menjalin keterkaitannya dengan komitmen pembangunan nasional yang telah diamanatkan dalam Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2007 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional.

Lanjutan . 4.

  • Maksud :
  • U ntuk memberikan arah sekaligus menjadi acuan bagi seluruh komponen pemerintah daerah, masyarakat dan dunia usaha di dalam mewujudkan cita-cita dan tujuan daerah sesuai dengan visi, misi dan arah pembangunan yang sejalan dengan kebijakan Pemerintah dan PropinsiJawa Barat,sehingga seluruh upaya yang dilakukan oleh pelaku pembangunan bersifat koordinatif, integratif dan sinergis.

MAKSUD DAN TUJUAN RPJPD 5.

  • Tujuan :
  • Menetapkan visi, misi, dan arah pembangunan jangka panjang untuk 20 tahun mendatang sebagai pedoman penyusunan RPJM Daerah, RKPD, Renstra SKPD,dan RenjaSKPD .
  • Mewujudkan perencanaan pembangunan daerah yang sinergis, terpadu dan konsisten serta berkesinambungan dengan perencanaan pembangunan nasional danprovinsi Jawa Barat.
  • Sebagai koridor dalam penyusunan visi, misi dan program calon kepala daerah.

Lanjutan ... 6.

  • Undang-Undang Nmor 32 Tahun 2004 Tentang Pemerintahan Daerah
  • Undang-Undang Nomo2 25 Tahun 2004 Tentang Sistem Perencananan Pembangnan Nasional
  • Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2007 tentang RPJP Nasional 2005-2025.
  • Undang-Undang Nomor 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang.
  • Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2008 tentang Tahapan, Tata Cara Penyusunan, Pengendalian dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan Daerah.
  • Peraturan Pemerintah No 38 Tahun 2007 tentang Pembagian Urusan Pemerintahan Antara Pemerintah, Pemerintahan Daerah Provinsi dan Pemerintahan Daerah Kabupaten/Kota.
  • Peraturan Pemerintah No 47 Tahun 1997 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Nasional (Lembaran Negara 1997 Nomor 96, tambahan Lembaran Negara Nomor 3721).
  • Peraturan Pemerintah Nomor 25 Tahun 2000 tentang Kewenangan Pemerintah dan Kewenangan Propinsi sebagai Daerah Otonom (Lembaran Negara tahun 2000 Nomor 54, Tambahan Lembaran Negara Nomor 3952).
  • Peraturan Pemerintah Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pembinaan dan Pengawasan Atas Penyelenggaraan Pemerintah Daerah (Lembaran daerah Tahun 2001 Nomor 54, Tambahan Lembaran Negara Nomor 3952).
  • Peraturan Pemerintah Nomor 40 Tahun 2006 tentang Tata Cara Penyusunan Rencana Pembangunan Nasional.

LANDASAN HUKUM 7.

  • Peraturan Presiden Ri Nomor 7 Tahun 2005 Tentang Rpjm Nasional.
  • Peraturan Daerah Propinsi Jawa Barat Nomor 2 Tahun 2003 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Propinsi Jawa Barat.
  • Peraturan Daerah Nomor 1 Tahun 2000 tentang Tata Cara dan Teknis Penyusunan Peraturan Daerah di Kabupaten Sumedang (Lembaran Daerah Kabupaten Tahun 2000 Nomor 1 Seri D.1).
  • Peraturan Daerah KabupatenSumedang Nomor 48 Tahun 2000 tentang Kewenangan Pemerintahan Kabupaten Sumedang (Lembaran Daerah Tahun 2000 Nomor 65 Seri D. 42).
  • Peraturan Daerah Kabupaten Sumedang Nomor 19Tahun 2003 tentang Rencana Strategis Kabupaten Sumedang Tahun 2003-2008.
  • Peraturan Daerah Kabupaten Sumedang Nomor 33Tahun 2003 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Sumedang.
  • Peraturan Daerah Nomor 1 Tahun 2007 tentang Prosedur Perencanaan dan Penganggaran Daerah Kabupaten Sumedang (Lembaran Daerah Kabupaten Sumedang Tahun 2007, Seri E.).
  • Peraturan Daerah Kabupaten Sumedang Nomor 7 Tahun 2006 tentang Pembentukan Organisasi Perangkat Daerah Kabupaten Sumedang (Lembaran Daerah Kabupaten Sumedang Tahun 2006 Seri D).
  • Peraturan Daerah Kabupaten Sumedang Nomor 2 Tahun 2008 tentang RPJPD Kabupaten Sumedang 2005-2025

Lanjutan ... 8.

  • Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) Kabupaten Sumedang merupakan bagian integral dan saling keterkaitan dengan Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) dan Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) Propinsi Jawa Barat serta dokumen perencanaan lain seperti Rencana Strategis Daerah (Renstrada), Rencana Tata Ruang Wilayah Nasional (RTRWN) dan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Propinsi Jawa Barat dan RTRW Kabupaten yang masih berlaku .

HUBUNGAN RPJPD DENGAN DOKUMEN PERENCANAAN LAIN 9.

  • Dokumen Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah Kabupaten Sumedang Tahun 2005-2025 disusun dengan sistematika sbgi berikut :
  • Bab I. Pendahuluan.
  • Berisi latar belakang, maksud dan tujuan, landasan hukum, hubungan dengan dokumen perencanaan lain,sistematika penulisan dan mekanisme penyusunan.
  • Bab II. Kondisi, Analisis dan Prediksi Kondisi Umum Daerah.
  • Berisi penjelasan mengenai kondisi umum daerah pada saat ini dan prediksi untuk 20 tahun ke depansertamodal dasar.
  • Bab III. Visi dan Misi.
  • Berisi visi dan misi pembangunan daerahyang akandicapai setidaknya untuk kurun waktu 20 tahun kedepan ( 2005- 2025) .
  • Bab IV.Sasaran,Arah, Tahapan dan Prioritas Pembangunan.
  • Berisi sasaran, arah yang akan dicapai, tahapan implementasidan prioritas pembangunan yang akan dilakukan
  • BabV. Penutup .

SISTEMATIKA RPJPD 10.

  • Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah Kabupaten Sumedang disusun melalui pendekatan teknokratis, demokratis dan partipatif, politis, top down dan bottom up planning pada setiap tahapan yang terdiri dari penyusunan rancangan RPJPD,penyelenggaraan musyawarah pembangunan (musrenbang) RPJPD dan penetapan dalam peraturan daerah.
  • Pada setiap tahapan dilakukan diskusi dan konsultasi publik serta penjaringan aspirasi dan sosialisasi sesuai dengan kebutuhan dan kapasitasnya dengan melibatkan berbagai stakeholders kunci antara lain Pemerintah Pusat (Bappenas dan Departemen Dalam Negeri), Pemerintah Propinsi Jawa Barat (Bapeda), Akademisi seperti Unsap, Unpad, Ikopin, Unwim, IPDN dan ITB, Praktisi, DPRD Kabupaten Sumedang, Satuan Kerja Perangkat Darah (SKPD) dan kecamatan, Kepala Desa dan Badan Perwakilan Desa (BPD), organisasi masyarakat dan pers serta tokoh masyarakat.

MEKANISME PENYUSUNAN 11.

  • 1.Kondisi dan Analisis Kondisi Umum Daerah( kondisi samapai saat ini )
      • Geomorfologi dan Lingkungan Hidup
          • Demografi
          • Ekonomi dan Sumber Daya Alam